Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Mesin pendingin pada saat ini semakin banyak dimanfaatkan sesuai dengan
kemajuan teknologi dan meningkatnya taraf hidup. Penggunaan yang umum adalah
untuk mengawetkan makanan. Pada suhu biasa (suhu kamar) makanan cepat menjadi
busuk (karena pada temperatur biasa bakteri akan berkembang cepat).Sedangkan
pada suhu 4,4 oC atau 40F (suhu yang biasa untuk pendinginan makanan), bakteri
berkembang sangat lambat sehingga makanan akan lebih tahan lama. Jadi disini
makanan dapat diawetkan dengan cara mendinginkannya.
Penerapan teknik refrigrasi yang terbanyak adalah refrigrasi industri, yang meliputi
pemrosesan, pengawetan makanan, penyerapan kalor dari bahan. Alat ini terdiri dari
kompresor, evaporator, kondensor dan katup ekspansi. Selain itu, alat ini juga
membutuhkan fluida kerja yang disebut dengan refrigeran. Refrigeran adalah salah
satu bahan yang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan udara yang diinginkan.

Kegunaan lain dari mesin pendigin adalah penyejuk ruangan, pendingin


minuman, untuk membuat es batu, dan lain-lain. Untuk mengawetkan dalam jumlah
yang lebih besar misalnya ditemui pada tempat pemotongan ternak,untuk
penyimpanan udang, ikan laut,dan lain-lain. Juga pada kendaraan pengangkut
daging/sayuran/ikan ke tempat-tempat yang jauh dilengkapi dengan mesin pendingin
agar tidak busuk sampai di tempat tujuan. Untuk terjadinya suatu proses pendinginan
diperlukan suatu bahan (refrigeran ) yang mudah dirubah bentuknya dari gas menjadi
cair atau dari cair ke gas untuk mengambil panas dari evaporator dan membunangya
di kondensor.
Kebanyakan refrigeran yang digunakan adalah refrigeran dengan jenis
clorofluorocarbon (CFC) yang tidak ramah terhadap lingkungan (lit.8,hal.1).
Sehingga para pakar lingkungan hidup semakin gencar memikirkan tentang penipisan
lapisan ozon yang dirusak o leh gas-gas klorine yang dilepaskan manusia maupun
melalui proses alami. Bahan perusak ozon merupakan turunan dari senyawa klor dan
bahan karbon seperti clorofluorocarbon (CFC), banyak digunakan oleh industri
maupun dalam rumah tangga. Alat refrigerasi seperti mesin pendingin ruangan (air
conditioner) dan lemari es juga masih menggunakan CFC yang terdiri atas
R11,R12,R22, yang dapat merusak lapisan ozon jika terlepas ke udara.R11(CCl2F)
paling sering digunakan pada AC sebab memiliki titik didih yang relative tinggi yaitu
24oC. R12 (CCl2F2), merupakan senyawa kimia group dari methane memiliki titik
didih normal -30oC. Biasanya hanya digunakan pada mesin refrigerasi kecil karena
panas penguapan perjumlah refrigerasi cukup kecil. R22 (CHF2Cl), refrigeran ini
digunakan pada mesin freezer dan sebagainya yang menghendaki temperature yang
lebih rendah. Titik didihnya -40oC. Panas penguapan per jumlah refrigeran sedikit
lebih baik disbanding dengan R12.

1.2Tujuan Percobaan

Adaput tujuan dari pecobaan ini yaitu untuk merancang alat pengujian sistem
refrigerasi, mempelajari dan mengetahui prinsip kerja sistem refrigerasi.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Prinsip Kerja Refrigerator

Kulkas memiliki 2 prinsip (sistem) kerja yang utama, yaitu:


1. Kerja mendinginkan (cooling).
2. Kerja mencairkan es di evaporator (defrost).
Kedua jenis kerja tersebut (cooling dan defrost) harus bekerja baik secara bergantian
agar proses pendinginan di dalam kulkas berjalan optimal sebagaimana mestinya.
Bila salah satu atau kedua jenis kerja tersebut terganggu, maka performa kulkas akan
menurun .

Kerja mendinginkan
Proses pendinginan dalam kulkas hamper sama dengan proses pendinginan air
conditioner. Kita mulai dari hisapan kompresor. Dengan adanya aliran listrik maka
motor kompresor akan bekerja mengisap gas refrigeran yang bersuhu dan bertekanan
rendah dari saluran hisap (dan evaporator). Kompresor kemudian memampatkan gas
refrigeran sehingga menjadi uap/gas bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi,
gas tersebut ditekan keluar oleh kompresor memasuki kondensor yang dingin. Gas
refrigeran yang panas dan bertekanan tinggi tersebut di dalam kondensor
akan didinginkan oleh udara di luar kulkas (panasnya berpindah dari kondensor ke
udara sekelilingnya) sehingga suhunya turun (menjadi dingin) mencapai suhu
kondensasi (berkondensasi atau mengembun) dan wujudnya berubah menjadi
cair tetapi tekanannya tetap tinggi. Refrigeran cair yang bertekanan tinggi (tetapi
suhunya telah rendah) ini selanjutnya mengalir kedalam
penyaring (strainer dan drier). Refrigeran cair kemudian memasuki pipa kapiler yang
berdiameter kecil dan panjang sehingga tekanannya turun drastis. Dari pipa kapiler,
refrigerant cair yang tekanannya sudah sangat rendah ini
kemudian memasuki ruang evaporator yang memiliki tekanan yang rendah hingga
vakum sehingga titik didihnya yang memang ditakdirkan sudah rendah semakin
bertambah rendah pula, oleh sebab itu dia segera berubah wujud menjadi gas
(menguap). Ketika berubah wujud dari cair menjadi gas di
dalam pipa evaporator yang panjang dan berkelok-kelok itu, oleh sebab zat refrigeran
memiliki kalor laten penguapan yang besar (lagi-lagi karakteristik refrigeran
memainkan perannya yang penting!) maka dia memerlukan kalor laten yang besar
pula dan kalor (panas) ini diambilnya dari sekeliling evaporato ryaitu isi
kulkas. Kerja ini diperkuat oleh adanya daya hisap kompresor yang
menyebabkan molekul-molekul gas refrigeran mendapat percepatan sehingga
bergerak melesat di sepanjang lorong panjang evaporator sambil mengambil panas
dari sekeliling evaporator dengan efek resultantenya adalah isi kulkas menjadi dingin.
Kemudian gas refrigeran memasuki akumulator. Eitt ... ternyata kadang-kadang ada
juga refrigeran yang masih berwujud cairan atau belum berubah menjadi
gas. Akumulator akan memisahkan refrigeran antara yang berbentuk gas dan yang
masih berbentuk cairan. Hanya refrigeran yang berwujud gas saja yang
diperkenankan memasuki saluran hisap kemudian kembali ke kompresor. Di dalam
kompresor, refrigeran berbentuk gas akan dimampatkan dan dipompakan lagi ke
kondensor,begitu seterusnya proses ini berulang-ulang.

Kerja mencairkan es (defrost)


Kalau kerja mendinginkan (cooling) merupakan syarat mutlak yang harus
dilakukan lemari pendingin, maka kerja mencairkan es (defrost) merupakan kerja
pendukung yang sangat diperlukan kulkas agar berfungsi sebagaimana mestinya.
Bila defrost tidak bekerja maka bunga es akan semakin banyak bertumpuk di luar
pipa evaporator sehingga akhirnya daya mendinginkan kulkas jauh berkurang dan
kulkas tidak bisa mendinginkan lagi.
Kerja defrost ada 2 jenis yaitu manual dan otomatis. Defrost manual banyak
diterapkan pada lemari es model lama dan sederhana, sedangkan defrost otomatis
banyak diterapkan pada lemari es masa kini. Kerja mencairkan es di evaporator
dikerjakan oleh defrost heater (pemanas listrik) yang dibantu oleh alat-alat listrik
yang kecil-kecil yang membentuk rangkaian listrik dengan berbagai variasi
rangkaian (tergantung merek kulkas) tetapi prinsip kerjanya sama yaitu mengatur
waktu (saat) pendinginan dan pencairan es secara bergantian agar tercapai
pendinginan yang optimal di dalam lemari es. Sirkuit listrik defrost cycles bersama
motor kompresor merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan system
kelistrikan pada sebuah kulkas. System kelistrikan kulkas merupakan bagian yang
cukup rumit dan paling sering mengalami gangguan/kerusakan yang menyebabkan
kulkas tidak berfungsi, tetapi kita dapat mudah memahami bila kita telah
mempelajarinya dengan seksama.

Ketika steker kulkas dicolok pada stop kontak sumber listrik (tegangan PLN), maka
arus listrik segera mengalir ke control thermo (ceritanya ini kulkas baru
sehingga suhu kulkas masih panas dan kontak control thermo sedang terhubung) lalu
menuju defrost timer (kebetulan pula terminal C dan B sedang terhubung)
dan menyetrum kompresor. Arus listrik PLN mengalir melalui kumparan utama
kompresor, overload motor protector, kembali ke sumbernya (PLN). Arus listrik PLN
juga mengaliri starter capacitor, kaki-kaki starter relay, kumparan pembantu
kompresor, overload motor protector, dan kembali ke sumbernya.
Kumparan pembantu membantu memberikan putaran awal pada kompresor. Segera
kompresor mulai bekerja dan sayup-sayup terdengarlah desir getaran rotornya yang
sedang berputar. Kipas di dalam kulkas juga berputar. Body kompresor semakin
panas pertanda dia bekerja baik, body bagian belakang kulkas bila diraba juga terasa
hangat pertanda kondensor bekerja baik. Bila proses pendinginan evaporator berjalan
baik, isi kulkas semakin bertambah dingin. Bila beban kulkas besar karena isinya
banyak maka kompresor semakin lama berputar. Apabila kulkas telah dingin dan
suhu cut-off pengatur suhu telah tercapai maka kontaknya membuka dan arus listrik
terputus (off) sehingga kompresor berhenti (beristirahat), juga kipas dan timer
motor berhenti. Bila suhu cut-on control thermo tercapai maka kontaknya menutup
dan kompresor, kipas dan timer motor bekerja kembali.
Oleh kerja timer motor, maka pada suatu saat kontak C-B terbuka dan kontak C-D
terhubung sehingga kompresor dan kipas berhenti bekerja dan defrost
heater (pemanas listrik) mendapat aliran listrik dan mulai
panas, memanaskan evaporator sehingga bunga es di evaporator mencair, airnya
dialirkan ke bagian pembuangan di bagian belakang bawah kulkas. Timer motor dapat
tetap bekerja karena mendapat arus listrik dari sumbernya (tegangan
PLN) melalui control thermo (sedang cut-on), C-A, thermo fuse dan kembali ke
sumber listrik PLN.
Setelah bunga-bunga es di evaporator mencair seluruhnya menjadi air, perlahan-
lahan temperatur di evaporator naik, bila temperaturnya sudah mencapai 5 o C maka
bimetal yang berada di dalam defrost thermostat mengalami perubahan
bentuk sehingga kontaknya membuka, akibatnya aliran listrik ke defrost
heater terputus dan defrost heater berhenti bekerja dengan akibat lebih jauh adalah
terhentinya proses mencairkan es di evaporator. Pada saat ini kompresor belum
bekerja karena timer motor (Tm) masih harus menuntaskan kerjanya hingga + 15-
30 menit (waktu yang dibutuhkan untuk kontak C dan D berhubungan). Masih ada
sisa waktu beberapa menit menjelang kompresor bekerja kembali, sisa waktu ini
dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengalirkan seluruh air ke tempat
pembuangannya di bagian belakang kulkas. Setelah itu kontak C-D membuka dan
kontak C-B berhubungan kembali sehingga motor kompresor mendapat arus listrik,
terdengar suara "klik" disusul suara berdesir yang berasal dari kompresor tanda
kompresor telah 'hidup' dan kipas juga hidup kembali. Proses pendinginan kulkas
(cooling cycles) dimulai kembali.
2.2 Flow Diagram

Gambar 1. Siklus Refrigerasi


Gambar 2. Flow Diagram Refrigerasi pada Kulkas

2.3 Teknologi
Dalam aplikasi sistem refrigerasi di industri, gedung bertingkat dan lain-lain,
sistem dengan siklus sederhana seperti dijelaskan sebelumnya tidak
mencukupi. Untuk itulah diperlukan modifikasi supaya memenuhi kriteria
penggunaan.
a. Sistem Cascade
Di industri sering dibutuhkan kondisi refrigerasi dengan temperatur yang
cukup rendah dan sekaligus dalam rentang temperatur yang lebar. Rentang temperatur
yang lebar berarti bahwa sistem refrigerasi harus bisa beroperasi dalam beda tekanan
yang besar dimana hal ini hanya bisa dipenuhi apabila tingkat refrigerasi dibuat lebih
dari satu. Di sini prinsipnya adalah menggabungkan dua buah siklus kompresi uap di
mana penukar kalor (heat exchanger). Secara skematis dapat digambarkan sebagai
berikut.

Gambar 6. Sistem Cascade


b. Sistem Banyak Tingkat (Multistage System)
Pada prinsipnya adalah tidak berbeda dengan sistem cascade. Perbedaannya
adalah digantinya heat exchanger dengan mixing chamber dan flash chamber di mana
di sini akan terjadi pencampuran refrigeran yang melewati siklus tekanan atas dan
siklus tekanan bawah. Secara skematis sistem banyak tingkat dapat digambarkan
seperti gambar dibawah
Gambar 7. Multistage System

c. Sistem Multi Purpose dengan Kompressor Tunggal


Seperti dalam sebuah lemari es di rumah tinggal, beberapa jenis
refrigerator membutuhkan beberapa ruang dengan temperatur yang
berbeda. Untuk sistem seperti ini maka penggunaan beberapa katup
ekspansi adalah solusinya, dimana pada proses throttling pertama akan
didapatkan temperatur moderat (misal bagian refrigerator 5C) dan pada
throttling selanjutnya akan didapatkan temperatur yang lebih rendah
(bagian freezer -10C). Gambar di bawah menunjukkan prinsip kerja
secara skematis.
Gambar 8. Sistem Multi Purpose dengan Kompressor Tunggal

2.4 Alat Utama

Komponen Utama Refrigerator adalah Sebagai berikut :


a) Kompresor
b) Kondensor
c) Pipa Kapiler / Katup Ekspansi ( Expansion Valve).
d) Evaporator

1. Kompressor
Kompresor pada refrigerator adalah sebuah alat yang berfungsi
untuk menaikkan tekanan refrigerant dan menyalurkan gas refrigerant ke seluruh
system refrigerator. Jika dianalogikan, cara kerja kompresor Refrigerator layaknya
seperti jantung di tubuh manusia. Kompresor memiliki 2 pipa, yaitu pipa hisap dan
pipa tekan dan memiliki 2 daerah tekanan, yaitu tekanan rendah dan tekanan tinggi.
Jenis-jenis kompresor :
(1) Kompresi torak.
(2) Kompresor Skrup (Screw Compressor).
(3) Kompresor sentrifugal : Kompresor sentrifugal satu tingkat dan kompresor
sentrifugal banyak tingkat.
Gambar 3. Kompresor Sentrifugal Banyak Tingkat

Gambar 4. Kompresor Sekrup (Screw Compressor)

Kompresor pada sistem pengkondisian udara (AC) yang berdasarkan kontruksinya


yaitu adalah :
1). Jenis terbuka
2). Jenis hermatik
3). Jenis semi hermatik
Pada kompresor hermatik rumah kompresor dibuat dari baja dengan pengerjaan las
sehingga baik kompresor maupun motor listrik tak dapat diperiksa tanpa memotong
rumah kompresor. Oleh karena itu komponen dari kompresor hermatik haruslah
terpercaya dan dapat diandalkan.
Pada kompresor semi hermatik rumah terbuat dari besi tuang, bagian-bagian penutup
dan penyambungnya masih dapat dibuka.
Kompresor hermatik biasanya dibuat untuk unit kapasitas rendah sampai dengan 7,5
Kw.

Gambar 5. Kompresor Hermatik


2. Kondensor.
Kondensor berfungsi sebagai alat penukar kalor, menurunkan temperatur
refrigeran, dan mengubah wujud refrigeran dari bentuk gas menjadi cair. Kondensor
pada AC biasanya di simpan pada luar ruangan (outdoor). Kondensor biasanya
didinginkan oleh kipas (FAN), fan ini berfungsi menghembuskan panas yang di hasilkan
kondensor pada saat pelepasan kalor yang di serap oleh gas refrigeran. Agar proses
pelepasan kalor bisa lebih cepat, pipa kondensor didesain berliku dan dilengkapi
dengan sirip.
Penggolongan jenis-jenis kondensor :
1) Kondensor tabung dan oil dengan pendinginan air.
2) Kondensor Koil dengan pendinginan udara
3) Kondensor pendinginan air
Kondensor yang digunakan pada sistem pengkondisian udara biasanya adalah jenis
kondensor pendinginan udara. Kondensor ini terdiri dari koil pipa pendingin bersirip
plat (pipa tembaga dengan sirip aluminium atau pipa tembaga sirip tembaga). Udara
mengalir dengan arah tegak lurus pada bidang pendingin. Gas refrigran yang
bertemperatur tinggi masuk kebagian atas dari koil dan secara berangsur angsur
mencair dalam alirannya kebagian bawah koil.
Pada refrigerator ukuran kapasitas besar dan keperluan industry biasanya
menggunakan condenser dengan pendinginan air.

Gambar 6. Kondenser Koil dengan Pendinginan Udara.

3. Pipa Kapiler / Katup Ekspansi ( Expansion Valve).


Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan
tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama
pipa kapiler ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu
tekanan tinggi dan tekanan rendah. refrigeran bertekanan tinggi sebelum melewati pipa
kapiler akan di ubah atau diturunkan tekanannya. Akibat dari penurunan tekanan
refrigeran menyebabkan penurunan suhu. Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran
mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak antara saringan (filter) dan
Evaporator.
Pada refrigerator dengan kapasitas besar dan untuk industry biasanya menggunakan
katup ekspansi / Expantion Valve sebagai alat penurunan tekanan Refrigerant yang
dapat diatur secara automatis. Katup ekspansi dipergunakan untuk mengekspansikan
secara adiabatic cairan refrigran yang bertekanan dan temperatur tinggi sampai
mencapai tingkat keadan tekanan dan temperatur rendah. Disamping mengatur
pemasukan refrigran sesuai dengan beban pendingin yang harus dilayani oleh
evaporator sehingga diperoleh efisiensi siklus refrigrasi yang maksimal.
Penggolongan jenis-jenis katup ekspansi :
1) Katup ekspansi otomatis termostatik
2) Katup ekspansi manual
3) Katup ekspansi tekanan konstan

Gambar 7. Katup ekspansi otomatis termostatik


4. Evaporator
Evaporator berfungsi menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke
refrigeran. Akibatnya, wujud cair refrigeran setelah melewati pipa kapiler / katup
ekspansi akan berubah wujud menjadi gas. Secara sederhana, evaporator bisa di
katakan sebagai alat penukar panas. Udara panas disekitar ruangan ber-AC diserap
oleh evaporator dan masuk melewati sirip-sirip pipa sehingga suhu udara yang keluar
dari sirip-sirip menjadi lebih rendah dari kondisi semula atau dingin. Sirkulasi udara
ruangan ber-AC diatur Oleh Blower indoor. Biasanya Evaporator ditempatkan pada
bagian dalam ruangan.
Penggolongan jenis-jenis evaporator :
1) Evaporator tabung dan oil
2) Evaporator tabung dan pipa dengan pendinginan air.
3) Evaporator koil dengan pendingin udara

Gambar 8. Evaporator koil Pendinginan Udara.

2.5 Spesifikasi