Anda di halaman 1dari 2

Perbedaan keputihan fisiologis dan patologis :

Keputihan fisiologis

Keputihan yang fisiologis adalah cairan jernih, tidak berbau dan


tidak gatal. Keputihan fisiologis cairan jernih yang mengandung banyak
epitel dengan leukosit yang jarang.

Keputihan fisiologik ditemukan pada :

1. Bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari: disini sebabnya ialah
pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin.
2. Waktu disekitar menarche karena mulai terdapat pengaruh
estrogen.
3. Wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu
koitus, disebabkan oleh pengeluaran transudasi dari dinding vagina.
4. Waktu disekitar ovulasi, dengan sekret dari kelenjar-kelenjar serviks
uteri menjadi lebih encer.

Keputihan patologis

Keputihan patologis merupakan cairan eksudat dan cairan ini


mengandung banyak leukosit, eksudat yang terjadi karena adanya luka,
cairan yang muncul berwarna, jumlah berlebihan, bau tidak sedap, terasa
gatal atau panas dan menyebabkan luka didaerah mulut vagina.

Keputihan abnormal (patologik) disebabkan oleh :

1. Infeksi :
a. Bakteri : Gardanerrella vaginalis, Chlamidia trachomatis,
Neisseria gonorhoae, dan Gonococcus
Gejala klinis : Sekret vagina yang keruh, encer, putih abu-abu
hingga kekuning-kuningan dengan bau busuk atau amis. Bau
semakin bertambah setelah hubungan seksual.
b. Jamur : Candida albicans
Gejala klinis : Sekret vagina menggumpal putih kental seperti
susu (cottage cheese). Gatal dari sedang hingga berat dan
rasa terbakar kemerahan dan bengkak didaerah genital
c. Parasit : Trichomonas vaginalis
Gejala klinis : Sekret vagina biasanya sangat banyak kuning
kehijauan, berbusa dan berbau amis. Kadang menimbulkan
rasa gatal dan iritasi pada daerah intim.
d. Virus : HPV, HSV
Gejala klinis : disertai kondiloma akuminata atau herpes
simpleks dengan cairan berbau, daan tanpa rasa gatal
2. Iritasi :
a. Sperma, pelicin, kondom
b. Sabun cuci dan pelembut pakaian
c. Deodorant dan sabun
d. Cairan antiseptic untuk mandi.
e. Pembersih vagina.
f. Celana yang ketat dan tidak menyerap keringat
g. Kertas tisu toilet yang berwarna.

Referensi: Wiknjosastro, H, Saifuddin, B, Rachimhadi, Trijatmo. Radang dan


Beberapa penyakit lain pada alat genital wanita in Ilmu Kandungan. 1999.
Edisi kedua , Cetakan Ketiga. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirodihardjo : Jakarta