Anda di halaman 1dari 30

Praktik Bengkel Instalasi Penerangan

SEMESTER GENAP 2015/2016

Disusun Oleh :

Muhammad Zuhal
321 15 048
IB D3

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2016
LEMBAR PENGESAHAN

Pengesahan laporan hasil praktik bengkel instalasi


penerangan semester II Politeknik Negeri Ujung Pandang

Nama : Muhammad Zuhal

NIM : 321 15 048

Prodi : D3 Teknik Listrik

Judul : Praktik Bengkel Instalasi Penerangan

Benar telah melakukan praktik semester II di bengkel


listrik, jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung
Pandang, dan laporan ini telah diperiksa dan disetujui
oleh instruktur yang bersangkutan.

Makassar,
Penanggung jawab,

AGUS SALIM
S.T.,M.T.
ABSTRAK
Penulis : Muhammad Zuhal

Judul : Laporan Bengkel Instalasi Penerangan

Hal : Laporan Bengkel

Diera Masyarakat Ekonomi Asean saat ini membuat


persaingan dalam dunia kerja semakin ketat, maka dari itu
seorang individu harus mampu menyesuaikan diri dengan
persaingan yang ada saat ini. Untuk itu, perlu dilakukan
kegiatan-kegiatan yang mampu meningkatkan keterampilan serta
mutu kerja seorang individu. Oleh karena itu, dilakukannya
praktik bengkel instalasi penerangan ini diharapakan mampu
membentuk individu -individu yang dapat bersaing di dunia
kerja saat ini.

Praktikum yang dilakukan selama tiga pekan ini,


menggunakan metode mengaplikasikan makna gambar ke papan
praktikum. Pada kasus ini mahasiswa dibekali gambar diagram
lokasi dan diagram pengawatan satu garis, kemudaian Dengan
bekal tersebut mahasiswa dituntut untuk mampu menyelesaikan
job yang diberikan dalam waktu tiga pekan

Adapun kendala yang dihadapi adalah masalah penyediaan


alat-alat praktikum, beberapa alat praktikum yang disediakan
sudah tua bahkan sudah rusak, terdapat juga alat praktikum
yang jumlahnya kurang sehingga menghambat pekerjaan pada
praktikum ini, maka dari itu pada praktikum ini
troubleshooting rangkaian sangat dibutuhkan untuk mendeteksi
apa yang menyebabkan rangkaian tidak berfungsi.
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirobbilalamin, banyak nikmat yang Allah


berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji
hanya layak untuk Allah atas segala berkat, rahmat, taufik,
serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya
dapat menyelesaikan tugas laporan hasil Praktikum Bengkel
Semester II ini.

Dalam penyusunannya, saya mengucapkan terimakasih kepada


dosen pembimbing yang telah memberikan dukungan dan
kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan
ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit
manfaat dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun saya berharap isi dari laporan praktikum saya ini


bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun kekurangan itu
akan selalu ada. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik
dan saran yang membangun agar laporan praktikum bengkel ini
dapat lebih baik lagi.

Akhir kata saya mengucapkan terimakasih, semoga laporan


praktikum saya ini bermanfaat bagi pembaca.

Makassar,

Muhammad Zuhal
DAFTAR ISI
Halaman Sampul.......................................... i
Lembar Pengesahan .......................................ii
Abstrak .................................................ii
Kata Pengantar ..........................................ii
Daftar Isi ..............................................ii
Daftar Gambar ...........................................iv
Bab I Pendahuluan .....................................1
A. Latar Belakang ..................................1
B. Tujuan ..........................................1
Bab II Tinjauan Pustaka.................................2
A. Metode Thevenin .................................2
B. Metode Norton ...................................4
Bab III Metode Percobaan ................................7
A. Alat dan Bahan ..................................7
B. Gambar Rangkaian Percobaan ......................7
C. Prosedur Percobaan ..............................9
D. Analisa Perhitungan .............................10
Bab IV Data dan Hasil Percobaan .........................12
Bab V Pembahasan .......................................13
A. Perhitungan secara Teori ........................13
B. Perbandingan Teori dan Praktek ..................21
C. Analisa Hasil Praktikum .........................24
Bab VI Jawaban Pertanyaan ...............................26
Bab VII Kesimpulan ......................................28
Daftar Pustaka
Lampiran

DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan tinggi yang merupakan bagian dari sistem


pendidikan nasional bertujuan untuk menyiapkan peserta didik
menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik
atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan
menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta
mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf
kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Untuk mewujudkan hal tersebut salah satunya dengan


praktek kali ini yang berjudul Praktek Bengkel Instalasi
Penerangan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi kerja
dan keterampilan mahasiswa.

Salah satu lembaga pendidikan yang bergerak dalam


bidang keteknikan adalah Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Teknik elektro program studi teknik listrik merupakan salah
satu sarana pendidikan yang menghasilkan tenaga profesional,
karena keberadaannya menjembatani industry dalam memenuhi
kebutuhan tenaga ahli yang professional, sehingga sangat
dibutuhkan saat ini dan juga saat yang akan datang.

A. Latar Belakang
Salah satu pemakaian energy listrik yang banyak
digunakan masyarakat saat ini ialah sebagai sumber
penerangan. Semakin meningkatnya tingkat mobilitas
masyarakat menjadikan semua kegiatan memerlukan penerangan
baik itu jalan raya ataupun jalan umum. Penerangan jalan
umum adalah lampu penerangan yang bersifat publik (untuk
kepentingan bersama) dan biasanya dipasang di ruas jalan
maupun ditempat tertentu seperti Taman, dan tempat umum
lainnya. Penerangan Jalan Umum (PJU) Dalam bahasa inggrisnya
street lighting atau road lighting adalah suatu sumber
cahaya yang dipasang di samping atau ruas jalan yang akan
aktif saat tidak ada lagi cahaya matahari. Untuk pengaktifan
PJU ini dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan
photocell yang aktif apabila matahari sudah redup cahayanya
atau factor cuaca yang menyebabkan langit gelap. Dalam
perkembangannya, pengaktifan PJU dapat dilakukan dengan
timer atau timmer switch, ini disebabkan karena photocell
dianggap kurang efektif saat mendung disiang hari, ini jelas
akan terjadi pemborosan listrik. Dalam penggunaan timer juga
ditambahkan pula dengan teknologi kontaktor yang bertujuan
untuk meningkatkan daya tahan timer.

B. Tujuan
Setelah menyelesaikan praktik bengkel listrik ini, mahasiswa
diharapkan mampu:
1. Menggunakan petunjuk teknik untuk praktek
2. Memilih dan menerapkan pemakaian yang tepat,
menandai, memasang, mengencangkan dan teknik
pemasangan.
3. Menyiapkan kabel dan penghantar untuk sambungan
yang dapat diandalkan.
4. Menyiapkan peralatan instalasi yang sesuai dengan
urutan kerja yang baik.
5. Membandingkan metode-metode instalasi yang berbeda
sesuai dengan prinsip dasar instalasi listrik.
6. Memasang dan mengawati instalasi dari pengaman,
peralatan kontrol seperti saklar pengontrol (saklar
cahaya, relay, saklar waktu, saklar impuls, staircase
dan kontaktor).
7. Memeriksa fungsi/kerja dari suatu instalasi
8. Menemukan kesalahan pada instalasi / analisa
troubleshooting pada rangkaian.
9. Membuat laporan hasil praktik sesuai waktu yang
ditentukan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan kerja

1. Keamanan Kerja
Keamanan kerja adalah dari, oleh, untuk setiap tenaga
kerja serta orang lainnya dan juga masyarakat pada umumnya.
Keamanan kerja adalah unsur-unsur penunjang yang mendukung
terciptanya suasana kerja yang aman, baik berupa materil
maupun nonmateril.
Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat material
diantaranya sebagai berikut.
a) Baju kerja
b) Helm
c) Kaca mata
d) Sarung tangan
e) Sepatu Safety
Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat
nonmaterial adalah sebagai berikut.
a) Buku petunjuk penggunaan alat
b) Rambu-rambu dan isyarat bahaya.
c) Himbauan-himbauan
d) Petugas keamanan

2. Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang
bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat
kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani, maupun
sosial, dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap
penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh
pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum.
Kesehatan dalam ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan
keamanan kerja tidak hanya diartikan sebagai suatu keadaan
bebas dari penyakit. Menurut Undang-Undang Pokok Kesehatan
RI No. 9 Tahun 1960, BAB I pasal 2, keadaan sehat diartikan
sebagai kesempurnaan keadaan jasmani, rohani, dan
kemasyarakatan.

3. Keselamatan Kerja
Istilah keselamatan kerja disini sama halnya dengan
keselamatan saat kita mengendarai sebuah kendaraan dijalan.

Segala perlengkapan peralatan dan alat-alat potong yang


terdapat di bengkel sudah dirancang untuk memotong,
membentuk, mengukur, mengikir, dan lain sebagainya sesuai
dengan bidang pekerjaan yang dikehendaki.

Penyebab kecelakaan terbesar biasanya terjadi karena:


- Ujung sisi yang tajam memotong bagian tubuh yang tidak
terlindungi,

- benda-benda berputar menjepit tangan dan menjambret


pakaian, dan

- kecelakaan yang tidak disangka, jatuh serta terluka.

Menghindari kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan


menggunakan perlengkapan sesuai standar K3 sebagai berikut.
- Pakaian kerja yang sesuai,rapi, dan terkancing,

- jangan menyimpan benda tajam yang bukan pada tempatnya,

- rambut yang panjang harus diikat,

- lepas semua perhiasan yang ada ditangan,

- gunakan sepatu yang sesuai standar yang ditentukan, dan

- menggunakan sarung tangan bila perlu.


Adapun beberapa pencegahan lainnya yang dapat dilakukat
untuk menghindari kecelakaan kerja yaitu sebagai berikut.
- Bekerja dengan hati-hati,

- pergunakan alat-alat sesuai dengan fungsinya

- menggunakan alat pengaman yang telah ditentukan oleh


peraturan keselamatan kerja,

- jangan menyimpan alat-alat tajam di saku baju kerja,

- lindungi ujung-ujung alat yang tajam dengan gabus atau


bahan lainnya,

- membuat tanda peringatan yang jelas dan nampak dibaca


ditempat-tempat yang berbahaya dalam bengkel,

- jangan bercanda dan melamun pada saat sedang


bekerja dan

- bersihkan alat-alat sebelum dan sesudah dipakai.

2.2 Prinsip dasar Instalasi

Prinsip-prinsip dasar sangat diperlukan pada kegiatan


yang berhubungan dengan profesi kita yaitu : merancang,
memasang dan mengoperasikan instalasi listrik. Adapun
prinsip dasar tersebut adalah :

1. Keamanan :

Ditunjukkan untuk keselamatan manusia, ternak, peralatan


dan harta benda. pemeriksaan dan inspeksi dari instalasi
sebelum digunakan / disambung, Dan setiap perubahan yang
penting perlu diberi tanda/kode untuk keamanan dalam
pekerjaan selanjutnya.
2. Keandalan :

Keandalan yang tinggi digunakan untuk mengatasi


kerusakan dalam batas-batas normal. Termasuk dari
kesederhanaan suatu sistem, misalnya mudah dimengerti dan
dioperasikan dalam keadaan normal maupun dalam keadaan
darurat untuk selanjutnya dapat digabungkan dengan
peralatan-peralatan listrik

3. Kemudahan :

Semua peralatan, termasuk pengawasan akan diatur menurut


operasinya pemeriksaan, pengawasan, pemeliharaan dan
perbaikan serta mudah dalam menghubungkannya. Perincian-
perinciannya tercantum dalam tabel atau sejenisnya, untuk
menghindari dari kebingungan.

4. Ketersediaan :

Pemberian daya yang kontinyu untuk para konsumen adalah


sangat penting. Sumber daya cadangan diperlukan untuk
memberikan daya seluruh atau sebagian dari beban. Keluasan
dari sistem instalasi listrik yaitu : Sistem instalasi
listrik tersebut dapat diadakan perubahan jika diperlukan,
diperbaharui dan perluasan keperluan-keperluan di masa
mendatang.

5. Pengaruh dari lingkungan :

Pengaruh dari macam-macam hal misalnya sebagai contoh :


polusi, kebisingan dan lain sebagainya. Termasuk juga dalam
masalah kemudahan.

6. Ekonomi :
Instalasi listrik sejak dari perancangan, pelaksanaan
pemasangan sampai pada pengoperasian harus diperhitungkan
biayanya sesuai dengan investasi.

7. Keindahan :
Suatu hal yang penting pada sistem instalasi listrik
adalah keindahan dan kerapian, yang meliputi :
a. Kerapian dalam pemasangan dan pengawatan

b. Keserasian dalam penggunaan/pemilihan peralatan

c. Keserasian dan keindahan tata letak dan kenyamanan


tempat

Kerapian dalam pemasangan dan pengawatan akan


menimbulkan kemudahan dan kejernihan pikiran dalam
melaksanakan perawatan dan perbaikan pada sistem instalasi .

2.3 Perkakas Kerja Listrik


2.3.1 Obeng

Obeng adalah sebuah alat yang digunakan untuk


mengencangkan atau mengendorkan baut dan secrup. Ada
beberapa model obeng yang digunakan di seluruh dunia. Jenis
yang sangat umum di Indonesia adalah model Phillips yang
populer disebut obeng kembang atau plus (+) dan slotted yang
sering disebut obeng minus (-). Obeng juga memiliki satuan
ukuran. Obeng plus, memiliki ukuran berdasarkan ketumpulan
mata. Sebagai contoh, 1 x 75 berarti mata plus lancip dengan
panjang gagang 75 mm. Sedangkan untuk obeng minus, satuan
ukurannya lebih mudah. Misalnya ukuran 5 x 75 yang berarti
lebar ujung obeng 5 mm dengan panjang obeng 75 mm. berikut
gambar yang menunjukkan berbagai jenis dan ukuran obeng.
Gambar 2.1 Berbagai Jenis & ukuran Obeng

2.3.2 Tespen
Tespen ialah alat yang di gunakan untuk mengecek atau
mengetahui ada tidaknya suatu tegangan listrik. Rangkaian
Tespen berbentuk obeng yang mempunyai mata minus (-)
berukuran kecil pada bagian ujungnya. Tespen juga memiliki
jepitan seperti pulpen sebelumnya dan di dalamnya terdapat
led yang mampu menyala sebagai indikator tegangan listrik.
2.3.3 Tester
2.3.4 Tang
Tang adalah alat yg digunakan untuk memegang benda
kerja. Tang terbuat dari baja dan pemegangnya dilapisi
dengan karet keras. Berberapa jenis tang yang digunakan pada
praktek kali ini yakni sebagai berikut :
- Tang kombinasi, digunakan untuk memegang, memuntir dan
memotong benda kerja, misal kawat penghantar ( kabel ).
- Tang potong, khusus dipakai untuk memotong kawat/kabel
- Tang lancip. digunakan untuk memegang benda kerja yag
kecil, bisa juga digunakan untuk membuat mata sambungan.

Berikut gambar berbagai jenis Tang.


Gambar 2.2 Berbagai Jenis Tang

2.3.5 Palu
Palu atau Martil adalah alat yang digunakan untuk
memberikan tumbukan kepada benda. Palu umum digunakan untuk
memaku, memperbaiki suatu benda, penempaan logam dan
menghancurkan suatu objek. Palu dirancang untuk tujuan
tertentu dengan variasi dalam bentuk dan struktur. Bentuk
umum palu terdiri dari gagang palu dan kepala palu, dengan
sebagian besar berat berada di kepala palu.

Gambar 3.3 Palu

2.3.6 Blower
Blower (lihat gambar 3.4) adalah alat yang dapat
mengeluarkan udara yang panas, pada praktikum instalasi
penerangan ini blower digunanakan untuk membantu dalam
melakukan pembengkokan pipa pvc.
Gambar 3.4 Blower
3 Bending Pipa PVC
4 Gergaji
5 Kabel / Penghantar
Ada banyak jenis kabel yang sering kita gunakan
kehidupan kita sehari-hari untuk instalasi rumah dan lain-
lainnya. Terutama untuk seorang teknik, nama dan jenis kabel
listrik wajib diketahui. berikut penjelasan, contoh, dan
macam jenis dari kabel, baik yang umum kita lihat maupun
yang sering dipergunakan untuk instalasi tertentu.

1. Kabel NYA
Kabel jenis ini di gunakan untuk instalasi rumah, dalam
instalasi rumah yang sering di gunakan adalah NYA dengan
ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2, yang berinti tunggal, berlapis
bahan isolasi PVC Kode warna isolasi ada warna merah,
kuning, biru dan hitam. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis
sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel
udara) dan mudah digigit tikus. Agar aman jika menggunakan
kabel tipe ini lebih baik kabel dipasang di dalam pipa atau
saluran penutup.
Gambar 3.5 Kabel NYA

2. Kabel NYM
Kabel jenis ini hanya direkomendasikan khusus untuk
instalasi tetap di dalam bangunan yang dimana penempatannya
biasa di luar/ di dalam tembok ataupun di dalam pipa
(conduit). Kabel NYM berinti lebih dari 1, memiliki lapisan
isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang
berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua
lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel
NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat
dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak
boleh ditanam.

Gambar 3.6 NYM


3. Kabel NYAF
Kabel ini direncanakan dan direkomendasikan untuk
instalasi dalam kabel kotak distribusi pipa atau di dalam
duct. Kabel NYAF merupakan jenis kabel fleksibel dengan
penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk
instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang
tinggi. Kabel jenis ini sangat cocok untuk tempat yang
mempunyai belokan belokan tajam. Digunakan pada lingkungan
yang kering dan tidak dalam kondisi yang lembab/basah atau
terkena pengaruh cuaca secara langsung.

Gambar 3.7 Kabel NYAF

6 Aturan Warna Kabel


Untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan akibat
kesalahan instalasi listrik, maka warna kabel listrik harus
sesuai dengan warna standar kabel ketika melakukan
instalasi. Berikut adalah warna standar kabel yang harus
diperhatikan:

Warna standar kabel untuk listrik satu phase:

1. Hitam: Phase

2. Biru: Netral

3. Kuning-Hijau: Ground

4. BC (kabel tanpa isolasi): GND yang ditanama ke tanah

Warna standar kabel untuk listrik tiga phase

1. Merah: Phase 1 (R atau U)

2. Kuning: Phase 2 (S atau V)

3. Hitam: Phase 3 (T atau W)


4. Biru: Netral (N)

5. Kuning-Hijau: Ground (GND atau PE)

6. BC (kabel tanpa isolasi): GND yang ditanama ke tanah

Di atas tadi adalah standar warna kabel listrik PLN,


sedangkan untuk tegangan DC warna kabel cukup beragam tetapi
umumnya warna merah adalah standar untuk tegangan positif
(+) dan warna hitam adalah standar untuk tegangan negatif
(-).

7 Prinsip Dasar Pemasangan Kabel


Ada dua teknik pemasangan kabel yang biasa diterapkan di
sebuah rumah, yaitu in bow dan out bow. Keduanya sama-sama
menempel di dinding rumah. Untuk teknik in bow, unit
perangkat listrik (stopkontak, kabel dan saklar) ditanamkan
ke dalam dinding sehingga terlihat menyatu dengan dinding.
Sedangkan teknik out bow, unit perangkat listrik diletakkan
pada permukaan dinding, seolah-olah menempel dan terlihat
menonjol pada permukaan dinding. Berikut prinsip dasar dalam
melakukan pemasangan kabel

1. Pemasangan Kabel pada Stopkontak

Gambar 3.8 skema Pemasangan Kabel pada Stop Kontak


Keterangan berdasarkan gambar 3.7
Kode Angka :
- 1 : Kabel 3 x 2,5 mm terhubung dengan sumber listrik.

- 2 : Kabel 3 X 2,5 mm terhubung dengan jalur stopkontak


baru.

- 3 : Kabel 3 x 2,5 mm terhubung dengan jalur stopkontak


lama.

Kode Huruf :
- A : Sambungan 3 kawat Berisolasi Hitam (Line Aktif)

- B : Sambungan 3 kawat Berisolasi Biru (Neutral Netral)

- C : Sambungan 3 kawat Berisolasi Kuning (Earth Arde)

2. Pemasangan Kabel pada Saklar


Diameter Kabel yang digunakan :
- Kabel 1,5 mm terhubung dengan sumber listrik /
stopkontak.

- Kabel 1,5 mm terhubung dengan saklar.

- Kabel 1,5 mm penghubung dengan lampu.

Warna Isolasi Kabel :


- Sambungan kabel berwarna hitam/merah untuk dihubungkan
ke sumber

- Sambungan kabel berwarna biru untuk dihubungkan ke


netral

8 Jenis Saklar
Saklar termasuk bahan jadi yang merupakan alat yang
berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik
dari sumber tegangan menuju beban. Saklar sangat banyak
macam dan jenisnya misalnya: untuk keperluan instalasi
penerangan, untuk tegangan tinggi, instalasi tenaga dan
banyak lagi jenisnya. Sebagai pengetahuan dasar cukup
mengenai beberapa macam yang dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari: di rumah, sekolah dan tempat-tempat umum
lainnya.

Jenis-jenis sakelar pada dasarnya dibedakan menjadi:


1. Saklar Manual
2. Saklar Magnetic (MC)
3. Saklar Otomatis

Macam-macam saklar yang digunakan pada praktek bengkel


instalasi penerangan ialah sebagai berikut :

1. Saklar Seri

Saklar seri (lihat gambar 3.8) ini gunanya untuk


memutuskan dan menghubungkan dua buah kelompok lampu secara
bergantian.

Misalnya:
Lampu yang terdapat pada ruangan tamu dan lampu yang
terdapat pada taman dapat hidup sendiri-sendiri atau
seluruhnya dihidupkan pada waktu bersamaan.

Gambar 3.9 Saklar Seri


2. Saklar Tukar
Saklar tukar/hotel (lihat gambar 3.9)Saklar tukar/hotel
ini digunkaan apabila kita menghendaki melayani satu lampu
dari dua tempat atau lampu menyala secara berurutan.

Misalnya:
Pada lorong-lorong dalam kamar yang dua pintu dan tangga
pada rumah bertingkat, maka kita pakai dua buah saklar
tukar.

Gambar 3.10 Saklar Tukar

3. Saklar Bel (Push Button)


Saklar Bel (lihat gambar 3.10)banyak digunakan untuk
mengontrol motor-motor listrik dan juga banyak digunakan
untuk melayani bel, dan lain-lain.

Gambar 3.10 Saklar Bel

4. Saklar Impuls
Saklar impuls (lihat gambar 3.11) adalah suatu saklar
yang bekerja berdasarkan prinsip kerja magnet, dimana posisi
saklarnya akan berubah setiap impuls bekerja. Lamanya
mengoperasikan dari kontak tekan tidak mempengaruhi sistem
kerjanya. Saklar ini mempunyai dua posisi kontak, off pada
impuls kedua dan kontak on pada posisi pertama.
Dalam mengendalikan (on dan off) suatu lampu menggunakan
push button sebagai control Bantu, dipakai suatu saklar
impuls yang bekerja oleh adanya impuls (sinyal) yang
diberikan dari push button.

Gambar 3.11 Saklar Impuls

5. Relay
Relay (lihat gambar 3.12) dianalogikan sebagai pemutus
dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol (Push
Button) dan saklar (Switch). Pemahaman sederhananya adalah
bila kita memberikan arus listrik pada coil relay atau
kontaktor, maka saklar internalnya juga akan terhubung.
Selain itu juga ada saklar internalnya yang terputus. Hal
tersebut sama persis pada kerja tombol push button, hanya
berbeda pada kekuatan untuk menekan tombolnya. Saklar
internal pada relay disebut sebagai kontak NO (Normally
Open= Bila coil contactor atau relay dalam keadaan tak
terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi
terbuka atau tak terhubung) dan kontak NC (Normally
Close= Sebaliknya dengan Normally Open).

Gambar 3.12 Relay

6. Timer
Timer (lihat gambar 3.13) juga mempunyai kontak NO dan
NC sama halnya denga relay. Dan yang membedakannya hanya
pada kondisi pengaktifannya saja.

Kontak NO dan NC pada Timer (Time Delay Relay) akan


bekerja ketika timer diberi ketetapan waktunya, ketetapan
waktu ini dapat kita tentukan pada potensiometer yang
terdapat pada timer itu sendiri. Misalnya ketika kita telah
menetapkan 10 detik, maka kontak NO dan NC akan bekerja 10
detik setelah kita menghubungkan timer dengan sumber arus
listrik.
Gambar 3.13 Timer

7. Staircase
Staircase (lihat gambar 3.14) merupakan jenis saklar
yang bekerja secara magnetis yang akan memutus rangkaian
secara magnetis sesuai dengan batasan waktu yang telah
ditentukan pada saat beban bekerja. Staircase ini juga dapat
digunakan untuk pengontrolan lampu yang menyala terus
menerus tanpa ada pengaruh waktu.

Gambar 3.14 Staircase

8. Light Dimmer Resistor (LDR)


Light Dimmer Resistor (lihat gambar 3.15) merupakan
kontrol dari tingkatan pencahayaan sebuah lampu (brightness
control) dengan mengatur tegangan Vrms (Voltage root mean
square) maka intensitas cahaya bisa di atur dengan
menggunakan potensiometer atau variable resistor lainnya.

Gambar 3.15 Light Dimmer Resistor

9 Pipa Instalasi PVC


untuk melindungi kabel instalasi pada bengkel kali ini
menggunakan pipa pvc dengan diameter C 5/8 , perlindungan
kabel dengan pipa pvc dilakukan untuk mencegah kebocoran
listrik ketika terjadi konsleting atau juga bisa untuk
antisipasi terhadap hewan penggigit biasanya yang sering
terjadi yaitu tikus, Selain itu adapun keunggulan pipa pvc
yang lainnya yaitu sebagai berikut,
Mudah dalam pemasangannya

Tahan terhadap bahan-bahan kimia berbahaya

Kuat dan kokoh


Bobot yang ringan

Tahan terhadap proses korosi

Mempunyai daya konduksi panas yang rendah

Biaya pemasangannya rendah

Mudah dan murah biaya perawatannya

Dengan Keunggalan tersebut maka pipa pvc ini yang cocok


digunakan dalam praktikum bengkel instalasi penerangan. Pipa
PVC dapat lihat pada gambar 3.16

Gambar 3.16 Pipa PVC

10 Kotak Sambung

Dalam pekerjaan instalasi, untuk suatu keperluan


tertentu biasanya ada pemasangan kawat yang harus disambung
atau dicabangkan. Kawat yang disambung menurut ketentuan
peraturan instalasi tidak diijinkan berada di dalam pipa
karena dikhawatirkan sambungan akan putus pada waktu kawat
direntang pada waktu dimasukkan dalam pipa, sebab bila hal
ini terjadi maka akan berakibat timbulnya hubungan pendek
atau bahaya kebakaran.

Untuk menghindari hal ini maka penyambungan._kawat harus


dilakukan dalam kotak yang disebut kotak hubung. Bentuk
sambungan kawat ada beberapa macam, misalnya sambungan
lurus, sambungan cabang dan sambungan cross. Untuk memenuhi
kebutuhan sambungan tersebut, maka perlu disediakan beberapa
macam jenis kotak sambung.

Jenis kotak sambung yang sering kita jumpai dalam


instalasi listrik adalah :

1. Kotak sambung cabang dua, Dalam prakteknya digunakan untuk


penyambungan lurus.

2. Kotak sambung cabang tiga, pada umumnya dipergunakan untuk


sambungan cabang atau percabangan. Percabangan
biasanya dilakukan bita akan memasang stop kontak atau
sakelar.

3. Kotak sambung cabang empat, Kotak sambung cabang empat


biasanya dipergunakan untuk sambungan bentuk cross
atau cabang empat.

Berikut dapat kita lihat berbagai macam bentuk kotak


sambung pada gambar 3.17
Gambar 3.17 Kotak Sambung