Anda di halaman 1dari 5

MANAJEMEN INFRASTRUKTUR

STUDI KELAYAKAN RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN KAPUAS 3

PONTIANAK

DISUSUN OLEH :

ATRIE VIRDUANI

D1091141026

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2017

PENDAHULUAN
PEMBAHASAN

A. Konsep Program

B. Latar Belakang
Kota Pontianak merupakan Kota Orde I dalam system kota-kota di Provinsi Kalimantan
Barat. Dengan demikian jangkauan wilayah pelayanan Kota Pontianak tidak terbatas pada
wilayah Kecamatan Pontianak melainkan sampai pada wilayah lainya yang berada dalam lingkup
pelayanan Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP) yang meliputi Kota Pontianak, Kecamatan
Siantan Kabupaten Mempawah dan Kecamatan Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya,
Sungai Raya, dan Kuala Mandor di Kabupaten Kubu Raya serta wilayah kabupaten lainnya.
Melihat perkembangan dan potensi yang cukup besar pada wilayah Kecamatan Pontianak
dan Kecamatan lainnya sebagai hinterland Kota Pontianak, dan keberadaan beberapa usaha
perkebunan, maka dalam jangka panjang kedudukan Kota Pontianak dalam system kota-kota ini
dapat lebih meningkat, karena bertambahnya jumlah fasilitas perkotaan yang terdapat di wilayah
Kota Pontianak.
Demikian juga dengan pertumbuhan jumlah kendaraannya juga semakin meningkat,
dengan laju pertumbuhan rata-rata 10% pertahun, akibatnya kemacetan lalu-lintas terjadi di
beberapa tempat. Pergerakan intra zona terutama di Kota Pontianak yaitu akses Pelabuhan
Pontianak kea rah utara yaitu menuju Kawasan Metropolitan Pontianak bagian utara, saat ini
masih melewati Pusat Kota Pontianak, yaitu melewati jalan arteri primer(nasional) yang
dihubungkan hanya oleh Jembatan Kapuas 1 dan Jembatan Kapuas 2, sehingga terjadi campuran
(kosentrasi) lalu-lintas antara lalu-lintas, eksternal-eksternal, internal-eksternal dan lalu-lintas
intra zona Kota Pontianak yang menyebabkan rendahnya tingkat pelayanan jalan dan jembatan
pada ruas-ruas jalan tersebut. Hal ini secara langsung berpengaruh pada aksesibilitas dan rute
pergerakan lalu-lintas. Pembangunan sarana akses penghubung (jembatan) lain yang melintasi
sungai-sungai di Kota Pontianak ini menjadi sangat penting dalam upaya mengurangi tingkat
kemacetan di Kota Pontianak. Strategi rekayasa lalu-lintas yang tepat akan mampu menghasilkan
perencanaan yang mampu mengantisipasi kemacetan yang selama nini terjadi di Kota Pontianak
terutama akibat kosentrasi lalu-lintas dan kurangnya kapasitas jembatan. Oleh karena itu juga
perlu adanya studi kelayakan tentang rencana pembangunan Jembatan Kapuas III (Bandar-
Siantan) sangat diperlukan dalam rangka pengembangan Kota Pontianak.

C. Permasalahan yang Dihadapi


D. Tujuan Program
Tujuan dari Program Studi Kelayakan Pembangunan Jembatan Kapuas III di Kota
Pontianak ini adalah untuk memperhitungkan kelayakan Pembangunan Jembatan Kapuas III dari
berbagai aspek kepentingan. Selain itu juga untuk menyediakan infotmasi yang diperlukan
terutama mengenai kelayakan pembangunan Jembatan Kapuas II yang mencakup analisis tentang
kelayakan, tahun rencana (target year) tersebut dapat dimanfaatkan/ dikembangkan guna
melayani permintaan kebutuhan jasa pelayanan jembatan pada saat ini dan pada masa yang akan
datang sesuai dengan ketentuan yang telah dipersyaratkan untuk mewujudkan kondisi jembatan
yang ideal sehingga dapat mencapai pelayanan fungsi jalan yang lancar, aman, nyaman, efektif,
dan optimal
E. Sumber Pembiayaaan
F. Dokumentasi
KESIMPULAN