Anda di halaman 1dari 6

FAILURE ANALYSIS

TUGAS 3

ADAM HIDANA YUDO SAPUTRO


1406582480

DEPARTMENT OF METALLURGY AND MATERIAL


FACULTY OF ENGINEERING
UNIVERSITY OF INDONESIA
DEPOK
2015
1. Jelaskan tujuan pengujian metalografi pad FA suatu
material serta jelaskan pula tahapan dalam preparasi &
pengujian metalografi !

Pengujian metalografi bertujuan untuk mengetahui


karakteristik struktur mikro dari material yang di uji. Dengan
melakukan analisa metalografi pada material yang sedang rusak
dapat diketahui penyebab kerusakan dari struktur mikro material.
Contoh pada korosi batas butir, maka dengan melihat struktur
mikronya dapat diketahui bahwa ada perpindahan unsur. Selain
itu pada korosi jika di uji metalografi akan terlihat bintik-bintik
hitam yang dapat menambah informasi mengenai kerusakan atau
kegagalan material tersebut. Selain itu informasi seperti adanya
precipitate ataupun bentuk mikro struktur dari material juga bisa
dilihat dan dibandingkan dengan material yang tidak rusak.

Dalam melakukan preparasi dan pengujian sampel ada beberapa


tahapan yang dilakukan
1. Sampling Position

Sampling position merupakan pemilihan sampel yang tepat


dari suatu benda uji untuk dilakukan studi mikroskopik.
Pemilihan tersebut berdasarkan tujuan dari pengamatan
yang hendak dilakukan, dibagian mana akan diamati makro
dan mikro strukturnya. Biasanya pada bagian ini dilakukan
juga pengambilan sample di beberapa tempat seperti di
daerah awal terjadi kegagalan, yang terkena gagal, dan
daerah yang tidak terjaid kegagalan untuk nantinya
dilakukan perbandingan hasil pengujian metalografi.

2. Cutting
Setalah dilakukan pemilihan bagian mana yang akan
dijadikan sampel, amkan dilakukan pemotongan secara hati-
hati agar sturktur yang nantinya diamati tidak rusak.
Pemotongan dengan mengahsilkan panas sebaiknya

2
dihindari agar sampel yang akan diuji sesuai dengan kondisi
di lapangan. Sebaikanya juga dalam pemotongan
mennggunakan coolant yaitu cairan pendingin yang
berfungsi untuk mencegah karat dari komponen-komponen
mesin maupun spesimen, mengurangi kemungkinan
kebakaran dari spesima, dan juga untuk mendapatkan
kualitas pemotongan yang lebih baik. Saat ini pemotongan
banyak menggunakan cutting disc yang biasanya terbuat
dari silica carbdida, intan, ataupun alumunium oksida
3. Mounting
Mounting adalah proses menemaptkan benda uji pada suatu
media mounting press machine yang ditebarkan oleh serbuk
bakelit, lalu diberikan panas dan tekanan. Mounting
berfungsi untuk memudahkan penguji dalam memegang
sampel, lalu medapatkan kerataam permukaan dari
spesimen, memperpanjang usia material yang di uji, serta
memduahkan dalak penyimpanannya. Ada beberapa jenis
bahan untuk mounting yaitu Clamp Mounting, Castable
Mounting, Compression Mold
4. Grinding
Grinding atau yang bisas disebut dengan pengamplasan
merupakan tahap preparasii untuk membentuk permukaan
sampel yang rata. Grindig dapat dilakukan dengan manual
dengan menggunakan kertas amplas ataupung juga mesing
grinding yang diberi coolant.
5. Washing
Washing dilakukan untuk material yang kotor akibat terkena
langsung dengan environment seperti tanah atau pasir.
Sehingga butuh dibersihkan terlbih dahulu menggunakan
air.
6. Drying
Setelah dIbersihkan, sampel harus dikeringan dengan panas
yang cukup agar material nantinya dapat di observasi
dengan baik

3
7. Polishing
Tahapan Ini merupakan tahapan akhir dari persiapan sampel
dimana proses ini merupakan proses penghalusan spesimen
dimana bertujuan untuk mendapatkan sampel yang rata,
dan sampel bebas dari cacat yang memudahkan dalam
pengujian mikro strukturnya. Ada beberapa metode yang
dapat dilakukan dalam melakukan polishing yaitu
mechanical polishing, chemical-mechanical polishing, dan
juga electropolishing.
8. Etching
Etsa merupakan pengikisan batas butir secara selekti da n
juga terkendali yang dilakukan dengan pencelupan pada
larutan etsa. Fungsinya adalah untuk mempertajam detil
struktur yang nantinya diamati.
9. Microscope Observation
Secara umum pengamatan secara mikroskopik dapat
dilakukan menggunakan optilcal microscope, SEM, ataupun
TEM. Perbedaannya ketiga alat tersebut adalah dari
perbesara yang dapat dihasilkan, cara untuk melakukan
observasi dan juga hasil yang akan didapatkan setelah
dilakukan pengujian.

2. Jelaskan maksud dari pengujian komposisi kimia dan


peralatan apa saja yang digunakan untuk pengujian
tersebut.

Analisa kimia dilakukan untuk mengetahui komposisi dasar dari


material apakah material yang digunakan sudah sesuai dengan
yang ada pada spesifikasi atau ada penyimpangan dari material.
Selain itu melalui analisis kimia dapat digunakan untuk
mengetahui komposisi senyawa hasil reaksi material dengan
lingkungan atau yang biasa di sebut dengan korosi.

Alat yang biasanya digunakan adalah EDS atau Energy Dispersive


Spectroscopy untuk mengetahuin komposisi senyawa secara
mikro, atau dengan XRD atau X-Ray Diffraction
4
3. Jika saudara dihadapkan pada suatu kerusakan
komponen (tabung boiler) yang pecah dalam arah
longitudinal. Jelaskan jumlah sampel yang harus diambil
untuk pengujian metalografi. Mengapa saudara ambil
sampel sebanyak itu, Jelaskan !

Antara 3-4 tergantung panjang pecahnya. Untuk 3 sampel yang


diambil berada pada lokasi dimana terjadi pecah, di ujung
komponen yang pecah atau dimana terjadi inisiasi retak, dan
kemudian di bagian yang tidak pecah. Dalam kondisi pecahnya
panjang untuk sampel bisa ditambahkan di titik baru terjadinya
pecah pada tabung boiler. Pengambilan sejumlah 3 ataupun 4
sampel ini sebagai perwakilan dari tiga kondisi yaitu material yang
pecah, inisiasi terjadi retakan, dan material yang masih berfungsi.

4. Jelaskan cara terbaik dalam pengambilan kesimpulan


dari data-data pengujian yang diperoleh ? apakah
check list of question dapat membantu untuk
pengambilan kesimpulan tersbut ? Jelaskan check list
tersebut!

Untuk mengambil kesimpulan dari data-data pengujian yang ada


dapat di lakukan beberapa cara
1. Penyebaba utama dari kegagalan harus disimpulkan dari data-
data yang telah diuji secara sistematis terkait dengan kasus
kerusakan yang terjadi. Pengambilan harus berdasarkan data
yang ada di lapangan bukan dengan perkiraan.
2. Semua data yang di uji hahrus dievaluasi dan di cek ke
akuratan dan hubungan dengan seluruh investigasi yang
dilakukan.
3. Data dan kesimpulan yang dibuat harus berdasarkan analisa
yang logic, dimana kesimpulan harus didapatkan alasan dan
konsistensi yang sesuai dengan data yang ada.
5
4. Jika kesimpuala dan data yang ada masih terjadi perbedaan
perlu dilakukan adanya tes tambahan sehingga kesimpulan
yang didapat benar-benar beralasan dan sesuai dengan data.

Check list dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan.


Check list of question merupakan metode penarikan kesimpulan
dengan membuat list pertanyaan terkait dengan failure analysis
yang sedang dilakukan. Pertanyaan-pertanyaan yang dibuat bisa
di kategorikan untuk mempermudah dalam peninjauan data untuk
kesimpulan. Check list of question ini dapat digabungkan dengan
fishbone diagram untuk mendaptkan hasil yang lebih baik lago.
Dimana masing-masing pertanyaan dibuat fishbone diagramnya
lalu dianalisis cabang mana atau bagian mana yang sesuai
dengan analisa terhadap kegagalan yang terjadi. Akhir dari check
list of question ini akan didapatkan data yang merujuk pada satu
kesimpulan.