Anda di halaman 1dari 33

KELOMPOK B-2

A anak laki-laki umur 11 bulan BB 6000 gr PB 70 cm


dibawa oleh ibunya karena batuk pilek. Riwayat
kelahiran ditolong oleh bidan dengan BB 2,6 kg, PB 50
cm, LK 33 cm; tidak langsung menangis, setelah 5
menit baru menangis. Penimbangan 5 bulan terakhir
berturut-turut beratnya stabil 6000 gr, LK 39 cm,
saat ini anak sehari hari makan nasi dengan sayur
lauk pauk tahu tempe kadang telur. Mulai umur 3
bulan sudah diberi susu formula, pisang, bubur bayi
karena sering menangis. Imunisasi BCG 2 bulan, polio
5 kali terakhir waktu PIN, Hepatitis B umur 40 hari dan
3 bulan, DPT umur 4 bulan dan 6 bulan. Bayi sudah
bisa tengkurap bolak balik, belum bisa duduk dan
berdiri sendiri, bayi mengoceh kadang-kadang, tangan
belum bisa memegang kerincingan, belum bisa makan
biskuit sendiri, tak tahu main cilukba. Jendela kamar
selalu ditutup takut bayi masuk angin. Lubang angin
ditutup kertas karena nyamuk selalu masuk. Mainan
yang ada di rumah : kerincingan, boneka, sepeda
roda tiga. Ibunya tidak banyak bicara.
ID : A laki-laki 11 bln
Keluhan utama : batuk pilek
Keluhan penyerta : -
Riwayat :
KELAHIRAN :
BB 2,6 kg
PB 50 cm
LK 30 cm
Menangis lemah setelah 5 menit
 IMUNISASI
 BCG - 2 bulan
 Polio - 5 kali
 Hep B - 40 hari & 3 bulan
 DPT - 4 bulan & 6 bulan

 GIZI ANAK
 Usia 3 bulan : susu formula, pisang, & bubur bayi
 Sekarang : Nasi, sayur, lauk pauk tahu tempe
kadang telur

 LINGKUNGAN
 Jendela kamar selalu ditutup
 Lubang angin ditutup
 Mainan : kerincingan, boneka, dan sepeda roda tiga
 Ibu tak banyak bicara
PERTUMBUHAN :
BB : 3 bln terakhir tetap 6000 gr
PB : 70 cm
LK : 39 cm

PERKEMBANGAN
 Tengkurap bolak balik
 Belum bisa duduk dan berdiri sendiri
 Kadang mengoceh
 Belum bisa memegang kerincingan
 Belum bisa makan biskuit sendiri
 Tak tahu main cilukba
Anamnesis
Pemeriksaan Fisis
Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis Banding :
1.Common cold
2.Rinitis
3.Nasofaringitis
Infeksi virus  dapat diikuti infeksi oportunistik oleh
bakteri Pneumococcus, Streptococcus, Haemophilus
influenzae, Staphylococcus.

Gejala Klinis : batuk, pilek, bersin, nasal discharge,


kongesti hidung, myalgia, pusing, & anoreksia.

Faktor predisposisi : kelelahan, gizi buruk, anemia,


kedinginan.
1. Faktor genetik

2. Faktor lingkungan
a. Pranatal (gizi ibu waktu hamil, mekanis,
toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi,
stress, imunitas, anoksia embrio)
b. Postnatal
◦ Biologis (ras/suku, jenis kelamin, umur, gizi, hormon)
◦ Fisik (cuaca, sanitasi, keadaan rumah, radiasi)
◦ Psikososial (stimulasi, cinta dan kasih sayang,
kualitas interaksi anak dgn ibu bapak)
◦ Faktor keluarga & istiadat (pendidikan & pekerjaan
orang tua, stabilitas rumah tangga)
A. RIWAYAT KELAHIRAN

Sumber : Perinatalogi & Tumbuh Kembang, Dr Jauhariah Arifuddin


Sp.A(K) & Dr. Paulus Palada, S.KM, Sp.A(K)
•Anak ini mengalami asfiksia neonatorum
(hanya menangis lemah setelah 5 menit
postnatal)

•Asfiksia neonatorum selama 5 menit


dengan APGAR skor 0-3 pada bayi aterm :
18-35% beresiko terhadap kematian
8% beresiko mendapat serebral palsy
(dengan/tanpa retardasi mental &
epilepsi)
Sumber : LANGE; Current Pediatric Diagnosis &
Treatment
B. RIWAYAT PERTUMBUHAN

Instrumen pengukuran : Growth Chart


74
cm P-5
70 cm

10
kg

< P-5
6 kg
47 cm

39 cm < -2 SD
C. RIWAYAT PERKEMBANGAN
Instrumen pengukuran : Denver II
Rujukan : Rekomendasi oleh Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI)
STATUS IMUNISASI
Program Pengembangan
Imunisasi,PPI

Sudah mendapat imunisasi Terlambat mendapat


imunisasi
Belum mendapat
imunisasi * Mendapat 5 kali imunisasi
Gizi ideal :
ASI eksklusif selama 6 bulan

Kasus : Pemberian susu formula, pisang, & bubur


bayi mulai usia 3 bulan

Perlu informasi tambahan :


- Kuantitas ASI ibu
- Respon anak terhadap makanan yang diberi

Gizi sekarang :
Nasi + sayur + tahu tempe (kadang telur)
* Harus diperhatikan keseimbangan zat gizinya
(kurang protein hewani)
Jendela kamar selalu ditutup

Ventilasi kurang Cahaya kurang

Suplai oksigen kurang Aktivasi vit. D


kurang

Hambat Gangguan
Perkembangan otak pertumbuhan
tulang dan gigi
Sanitasi buruk (debu)

Batuk pilek
 Kerincingan, sepeda roda tiga dan boneka

 Permainan yang dianjurkan: benda yang aman utk


dimasukkan di mulut atau dipegang, berupa gambar
atau bentuk muka, lunak berupa boneka orang atau
binatang, yang dapat digoyangkan dan keluar suara,
giring-giring.
INSTRUMEN : RUMUS WATERLOW & GROWTH CHART

Rumus :
BB Aktual (kg)
X 100
BB Baku bagi TB Aktual
(kg)
Interpretasi :
Obesitas > 120%
Overweight 110% - 120%
Gizi cukup 90% - 110%
Gizi kurang 70% - 90%
Gizi buruk < 70&
8,
8
Pada kasus :
(merujuk grafik NCHS 2000)

6,0 kg
X 100 = 68,18 %
8,8 kg

Status gizi : Buruk


Suatu keadaan dimana :
 segera setelah lahir
 Tdk dpt bernapas secara spontan, teratur &
adekuat
Sebagian besar persalinan  tanpa kesulitan  +
10%
perlu resusitasi
Sudah mengalami hipoksia – anoksia :
 Sewaktu dlm kandungan
 Selama proses persalinan
 Segera setelah lahir
Asfiksia

Penimbunan CO2

Asidosis respiratorik

Metabolisme anaerob
Glikolisis
Cadangan : Miokardium
Asam piruvat Hati
Asam laktat Otot

Asidosis Gangguan kardiovaskuler


metabolik
Gangguan sel-sel otak

Gejala sisa Meninggal


DERAJAT ASFIKSIA
1. pH darah janin – bayi
2. Skor Apgar  o/ Virgina Apgar (1953)
Menasihati ibu agar mencukupi kebutuhan
dasar bayi yaitu dari segi :

 kebutuhan fisik-biomedis (ASUH)


 kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)
 kebutuhan akan stimulasi mental
(ASAH)