Anda di halaman 1dari 8

EVALUASI PROSEDUR PENGELOLAAN PIUTANG USAHA

DALAM MEMINIMALISIR PIUTANG TIDAK TERTAGIH


PADA PT. BUKIT RINGGIT SEJAHTERA PALEMBANG

Maya Husin (mayadauguno@yahoo.com)


Rizal Effendi (rizaleffendi31@yahoo.co.id)
Akuntansi S1
STIE MDP

Abstrak : Tujuan penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengevaluasi prosedur pengelolaan
piutang usaha dalam memin imalisir p iutang tidak tertagih pada PT. Bu kit Ringgit Sejahtera Palembang.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jenis data menggunakan data
primer, tekn ik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.
Metote analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu metode yang menguraikan suatu
masalah yang berhubungan dengan pengumpulan data, mengelola data, menga nalisa data melaku kan
pengumpulan data, dan kemudian mengamb il kesimpu lan yang sesuai dengan pokok permasalahan.
Simpu lan dari hasil penelitian ini adalah Prosedur pengelolaan piutang usaha pada PT Bukit
Ringgit Sejahtera sudah cukup baik, namun harus diadakan fungsi kredit dalam perusahaan agar
pengelolaan piutang lebih efekt if dan dapat mengurangi resiko banyaknya piutang tak tertagih.

Kata kunci : Prosedur Pengelolaan Piutang, Piutang Usaha.

Abstract : The aim of this research is to evaluate procedures of management accounts receivable to
minimize doubtful accounts in PT. Bukit Ringgit Sejahtera Palembang.
The method used in this research is descriptive research. Types of data using is primary data,
data collection techniques used are interview techniques, observation , and documentation. Data analysis
method is qualitative method , a method that describes a problem associated with data collection, data
management, and data analysis, and then draw conclusions appropriate to the subject matter .
The conclusions of this study is procedures management of accounts receivable in PT. Bukit
Ringgit Sejahtera is good enough, but it must be held that the company's credit function in a more
effective management of accounts receivable and may reduce the risk of many doubtful accoun ts.

Keywords : Procedures of Management Accounts Receivable, Accounts Receivable.

1 PENDAHULUAN
2 TINJAUAN PUSTAKA
Dalam perkembangan perekonomian
yang sangat pesat saat ini, penjualan kredit 2.1 Landasan Teori
merupakan salah satu strategi yang
digunakan oleh perusahaan untuk 2.1.1 Pengertian Piutang
meningkatkan laba. PT. Bukit Ringgit
Sejahtera Palembang merupakan Menurut Setiawan (2010,
perusahaan jasa yang bergerak di bidang h.199) piutang adalah segala
penyewaan kendaraan mobil yang sebagian bentuk tagihan atau klaim
besar penjualan jasanya dilakukan secara perusahaan kepada pihak lain
kredit, penjualan kredit dapat yang pelunasannya dapat
menimbulkan resiko piutang tidak tertagih dilakukan dalam bentuk uang,
yang bisa menjadi kerugian bagi barang maupun jasa.
perusahaan jika tidak di kelola secara baik
dan benar.

Hal - 1
2.1.2 Klasifikasi Piutang 1. Penelitian Historis
Penelitian ini bertujuan untuk
Warren Reeve Fess merekontruksi masa lampau secara
(2005, h.404) sistematis dan objektif, dengan
mengklasisfikasikan piutang cara mengumpulkan, mengevaluasi
menjadi dua yaitu, piutang dan memferifikasi, serta
usaha dan piutang lain-lain. mensistematiskan bukti-bukti
Piutang usaha timbul karena untuk menegakkan fakta dan
penjualan produk atau jasa memperoleh kesimpulan yang
secara kredit, sedangkan kuat, dihubungkan dengan fakta
piutang lain-lain adalah piutang yang ada pada masa sekarang dan
yang timbul dari aktivitas proyeksi masa depan.
transaksi diluar kegiatan usaha 2. Penelitian Deskriptif
normal perusahaan. Piutang Penelitian Deskriptif yaitu
usaha yang di perkuat dengan penelitian yang berusaha untuk
janji pembayaran tertulis secara menuturkan pemecahan masalah
formal disebut wesel tagih yang ada sekarang berdasarkan
(notes receivable). Sepanjang data-data, menganalisis dan
wesel tagih diperkirakan akan menginterpretasi, juga bisa bersifat
tertagih dalam setahun, maka komperatif dan korelatif.
biasanya diklasifikasikan dalam 3. Penelitian Perkembangan
neraca sebagai aktiva lancar. Penelitian perkembangan bertujuan
Wesel biasanya digunakan untuk menyelidiki pula dan
untuk periode kredit lebih dari perurutan pertumbuhan atau
enam puluh hari, dan umumnya perubahan sebagai fungsi waktu.
mengharuskan pelanggan untuk 4. Penelitian kasus dan Penelitian
melakukan pembayaran secara Lapangan (Case Study and Field
bulanan. Reseach)
Tujuan penelitian kasus dan
penelitian lapangan adalah untuk
2.1.3 Pengelolaan Piutang mempelajari secara intensif
tentang latar belakang keadaan
Menurut Akmal (2009, h.303) sekarang, dan interaksi
pengelolaan piutang meliputi lingkungan, individu kelompok,
tiga tahap. Tahap pertama, lembaga atau masyarakat.
menyangkut kondisi yang 5. Penelitian korelasional
menyebabkan timbulnya Tujuan penelitian korelasional
piutang. Yang kedua, mengenai adalah untuk menyelidiki sejauh
administrasi dan mana variasi pada satu atau lebih
pengorganisasian piutang. faktor lain berdasarkan koefisien
Tahap terakhir menyangkut korelasi.
pelunasan piutang. 6. Penelitian Kuasal Komparatif
Penelitian ini bertujuan untuk
menyelidiki kemungkinan
hubungan sebab akibat
3 METODE PENELITIAN berdasarkan pengamatan terhadap
akibat yang ada, mencari kembali
3.1 Pendekatan Penelitian fakta yang mungkin menjadi
penyebab melalui data tertentu.
Cholid dan Abu (2012, h.41) 7. Penelitian Eksperimental Murni
mengklasifikasikan pendekatan Penelitian ini bertujuan untuk
penelitian berdasarkan sifat- sifatnya menyelidiki kemungkinan saling
yaitu : hubungan sebab akibat dengan

Hal - 2
cara mengenakan kepada satu atau aktivitas transaksi keuangan
lebih kelompok eksperimental, perusahaan.
satu atau lebih kondisi perlakuan
dari membandingkan hasilnya 3.4 Jenis Data
dengan satu atau lebih kelompok
kontrol yang tidak dikenai kondisi Menurut Sugiyono (2012, h.224)
perlakuan. Ada 2 jenis data yaitu data primer dan
8. Penelitian Eksperimental Semu data sekunder. Pengertian data primer
Penelitian ini bertujuan untuk dan data sekunder adalah :
memperoleh informasi yang 1. Data Primer
merupakan perkiraan bagi Data yang diperoleh langsung dari
informasi yang dapat diperoleh perusahaan berupa data mentah
dengan eksperimen yang yang perlu diolah lagi, dalam hal
sebenarnya dalam keadaan yang ini data yang diperoleh dari hasil
tidak memungkinkan untuk observasi dan wawancara berupa
mengontrol atau menampilkan catatan dan dokumen yang
semua variabel yang relevan. diperoleh langsung dari objek
9. Penelitian Tindakan penelitian.
Penelitian ini bertujuan 2. Data Sekunder
mengembangkan keterampilan- Data yang diperoleh dari berbagai
keterampilan atau cara pendekatan sumber baik berupa teks, artikel,
barudan untuk memecahkan maupun berbagai jenis karangan
masalah dengan penerapan ilmiah, catatan-catatan.
langsung di dunia kerja atau dunia Dalam penelitian ini penulis
aktual yang lain. menggunakan data primer dan data
Pada penelitain ini penulis sekunder. Karena data yang
menggunakan penelitian deskriftif. dibutuhkankan akan dikumpulkan
Penelitian ini diawali dengan sendiri, seiring dilakukannya
pengumpulan data yang observasi pada objek penelitian,
ada kemudian di analisis, serta data sekunder yang diberikan
diinterpretasikan agar dapat oleh pihak perusahaan yang berupa
memberikan gambaran mengenai dokumen.
perusahaan yang diteliti.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
3.2 Objek Penelitian dan Subjek
Penelitian Cholid dan Abu (2012, h.70)
menerangkan ada tiga teknik
1. Objek Penelitian mengumpulkan data yaitu:
Objek Penelitian adalah Prosedur 1. Teknik Observsi (Pengamatan)
Pengelolaan Piutang pada PT. Teknik pengamatan yaitu
Bukit Ringgit Sejahtera. pengumpulan data yang dilakukan
2. Subjek Penelitian dengan cara mengamati dan
Subjek Penelitian adalah PT. Bukit mencatat secara sistematis gejala-
Ringgit Sejahtera yang terletak di gejala yang diselidiki.
Jl. Bay pass musi no. 414 rt.10 rw. 2. Teknik Kuisioner (Angket)
06 kel. Karang jaya gandus Teknik kuisioner adalah suatu
Palembang, Sumatera selatan. daftar yang berisikan rangkaian
pernyataan mengenai sesuatu
3.3 Pemilihan Informasi Kunci masalah atau bidang yang akan
diteliti. Untuk memperoleh data,
Dalam penelitian ini yang menjadi angket disebarkan kepada
infrorman kunci adalah manajer responden, terutama
keuangan karena beliau mengetahui padapenelitian survei.

Hal - 3
4.1.2 Visi dan Misi
3. Teknik Wawacara (Interview)
Wawancara adalah proses tanya 1. Visi
jawab dalam penelitian yang Menjadi perusahaan
berlangsung secara lisan dimana berkelas dan profesional di
dua orang atau lebih bertatap dalam bidang transportasi
muka, mendengarkan secara darat serta menciptakan nilai
langsung informasi dan terhadap konsumen dan
keterangan. perusahaan.
Teknik pengumpulan data 2. Misi
yang akan digunakan dalam Meningkatkan kepuasan
penelitian ini adalah teknik pelanggan dengan kualitas
observasi (pengamatan) dan teknik layanan yang terbaik.
wawancara (Interview)
4.1.3 Struktur Organisasi
3.6 Teknik Analisa Data

Menurut Syamsul (2006, h.87)


teknik analisis data adalah suatu
teknik yang digunakan sebagai alat
bantu bagi peneliti untuk mengambil
kesimpulan atas sejumlah data
penelitian yang telah terkumpul.
Untuk menganalisis data dapat
digunakan dua metode yaitu analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif
Teknik analisis yang digunakan Sumber : PT. Bukit Ringgit Sejahtera
Palembang, 2013
dalam penelitian ini adalah analisis
kualitatif yaitu penulis melakukan
pengumpulan data, mengelola data, 4.2 Hasil Penelitian
menganalisis data, dan kemudian
mengambil kesimpulan. Kondisi yang menyebabkan
timbulnya piutang pada PT. Bukit
Ringgit Sejahtera:
4 HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
4.2.1 Timbulnya Piutang Usaha
pada PT. Bukit Ringgit
4.1 Gambaran Umum Objek Peneitian
Sejahtera
4.1.1 Sejarah Perusahaan
Terjadinya piutang pada
Berikut penulis akan PT.Bukit Ringgit Sejahtera
adalah sebagai berikut:
menguraikan secara singkat
Calon debitur diharuskan
sejarah dan perkembangan
melengkapi syarat-syarat yang
perusahaan yang penulis teliti.
PT. Bukit Ringgit Sejahtera diajukan perusahaan untuk
adalah perusahaan yang permintaan sewa kendaraan,
bergerak di bidang penyewaan yaitu berupa proposal yang
mobil. berisi data perusahaan serta foto
copy SIUP, NPWP dan foto
copy KTP dan KK Penjamin
(dalam hal ini perusahaan
menetapkan penjamin adalah
orang yang dikenal oleh

Hal - 4
perusahaan yang nantinya juga list perawatan rutin kendaraan
sebagai penanggung jawab kepada debitur.
kendaraan di perusahaan yang
akan menyewa kendaraan). 4.2.2 Administrasi Piutang pada
Proses persetujuan kredit PT. Bukit Ringgit Sejahtera
dilakukan dengan cara bagian
administrasi menyerahkan Setelah kwitansi penjualan
purchase order kepada dibuat, maka administrasi
manager keuangan dan oleh langsung mencatat piutang
manager keuangan diserahkan debitur baru pada kartu piutang
kepada direktur untuk dibahas berdasarkan data dari kwitansi
bersama pemilik perusahaan. penjualan. Dan dilakukan
Karena pada PT. Bukit Ringgit pencocokan dengan buku besar
Sejahtera tidak memiliki bagian piutang setiap bulannya oleh
kredit, sehingga persetujuan bagian administrasi.
kredit langsung mela lui Proses penagihan
manajer keuangan. Apabila dilakukan dengan cara
purchase order tidak disetujui, membuat surat tagihan
maka syarat-syarat permintaan (invoice) berdasarkan kartu
sewa akan diserahkan kepada piutang yang sudah ada. Jika
calon debitur melalui bagian telah terjadi pembayaran nota
administrasi. transaksi akan ditandatangani
Proses pembuatan oleh pihak perusahaan dan
perjanjian kontrak sewa pelanggan (jika dilakukan
kendaraan dimulai dari direktur penagihan kunjungan langsung
menyerahkan purchase order ke perusahaan) sebagai bukti
yang sudah disetujui kepada bahwa transaksi tersebut telah
manager operasional. Pada saat sah dilakukan, kemudian
debitur akan mengambil diarsipkan untuk dibuat laporan
kendaraannya, administrasi bulanan.
membuatkan kwitansi Invoice dikirim oleh
penjualan rangkap 3 yang berisi administrasi ke alamat
nomor urut, data perusahaan, perusahaan satu minggu
jenis kendaraan, kuantitas sebelum tanggal jatuh tempo.
kendaraan, harga serta jumlah PT. Bukit Ringgit
piutang yang harus dibayar tiap Sejahtera tidak memberlakukan
tanggal jatuh tempo. target atau rencana perolehan
Administrasi menyimpan dalam penagihan piutang. Tidak
kwitansi rankap ke 2, untuk pula memberikan sanksi yang
membuat melanjutkan proses tegas seperti penarikan
pencatatan piutang, kwitansi kendaraan atau denda kepada
rangkap ke 1 diberikan kepada debitur yang telat melakukan
debitur sebagai bukti transaksi, pembayaran piutang. Namun
kemudian kwitansi rangkap ke demikian
3 diarsipkan oleh kepala
kendaraan. Setelah itu kepala 4.2.3 Berkurang atau Hapusnya
kendaraan mencatat transaksi Piutang pada PT. Bukit
penyewaan mobil pada kartu Ringgit Sejahtera
kendali kendaraan. Setelah
semua proses selesai, kepala Pada akhir bulan bagian
kendaraan menyerahkan kunci kasir akan mengumpulkan
kendaraan, STNK dan check semua surat tagihan (invoice)
dan nota transaksi rangkap ke 2

Hal - 5
yang berwarna warna merah 2. Penentuan tersedianya
diserahkan ke manager produk
keuangan, kemudian manager Kendali terhadap
keuangan akan mengolah bukti- kesediaan produk pada PT.
bukti tersebut untuk dibuat Bukit Ringgit Sejahtera
menjadi laporan. Laporan yang sudah baik karena kendaraan
dihasilkan adalah laporan di cek dengan teliti sebelum
penerimaan kas bulanan. di ambil oleh pihak penyewa
Setelah laporan ini selesai kendaraan.
dibuat maka akan diserahkan ke 3. Otorisasi mengenai harga
pemilik perusahaan dan bukti- dan syarat- syarat penjualan.
bukti transaksi tersebut PT. Bukit Ringgit
dikembalikan lagi ke bagian Sejahtera sudah mempunyai
kasir untuk diarsipkan. kontrol otorisasi harga dan
Retur penjualan dilakukan syarat- syarat penjualan
atas dasar otorisasi dari direktur yang baik. Karena
dan pemilik. Segala bentuk persetujuan mengenai harga
perhitungan mengenai retur dan syarat- syarat penjualan
tersebut harus disetujui oleh harus melalui persetujuan
direktur dan pemilik direktur dan pemilik
perusahaan. perusahaan.
Penghapusan piutang pada 4. Penggunan copy dokumen-
PT. Bukit Ringgit Sejahtera dokumen, sesuai dengan
dilakukan tiap akhir periode kebutuhan.
akuntansi, dengan persetujuan PT. Bukit Ringgit
direktur dan pemilik. Walaupun Sejahtera menambah jumlah
penghapusan piutang telah copy dokumen yang
dicatat, namun usaha penagihan digunakan dalam transakasi-
masih dilakukan oleh PT. Bukit transaksi perusahaan secara
Ringgit Sejahtera. umum maupun yang
menyangkut tentang
4.3 Pembahasan piutang, agar tidak terjadi
kesalahan pencatatan dan
4.3.1 Evaluasi Timbulnya Piutang agar tidak terjadi kehilangan
Usaha pada PT. Bukit Ringgit bukti-bukti transaksi yang
Sejahtera dikarenakan faktur harus
bergantian dipegang oleh
Prinsip-prinsip kasir dan administrasi.
pengendalian yang dilakukan
atas timbulnya piutang oleh PT. 4.3.2 Evaluasi Administrasi
Bukit Ringgit Sejahtera adalah Piutang pada PT. Bukit
sebagai berikut: Ringgit Sejahtera
1. Review oleh pejabat yang
independen serta prosedur 1. Penyelenggaraan catatan-
persetujuan kredit catatan perkiraan piutang
Seharusnya diadakan secara independen
fungsi kredit agar hasil Pencatatan piutang di
review lebih independen dan PT. Bukit Ringgit Sejahtera
tidak bisa dicampuri oleh sudah cukup baik, karena
kebijakan pemilik yang tiap terjadinya piutang baru
nantinya akan berakibat akan langsung dibuat kartu
terhadap banyaknya piutang piutang sebagai kendali
tidak tertagih. terhadap piutang masing-

Hal - 6
masing debitur dan 4.3.3 Evaluasi Berkurang atau
dilakukan oleh satu orang Hapusnya Piutang pada PT.
yakni administrasi. Bukit Ringgit Sejahtera
2. Pencatatan yang mutakhir
dari perkiraan piutang 1. Adanya pelunasan piutang
Proses pembuatan kartu Seharusnya PT. Bukit
piutang pada PT. Bukit Ringgit Sejahtera
Ringgit Sejahtera sudah mengambil tindakan tegas
dilakukan dengan baik, yaitu kepada perusahaan debitur
kartu piutang yang berisi yang menunggak
informasi yang lengkap pembayaran, seperti
mengenai data transaksi pemberlakuan denda atau
piutang tiap-tiap debitur dan penarikan unit kendaraan
dilakukan pencocokan jika dalam beberapa bulan
secara periodik oleh bagian tidak dilakukan pembayaran,
administrasi. hal ini berguna untuk
3. Pelaporan yang memadai melindungi aset perusahaan
dan segera dan akan mempengaruhi
Masalah pembuatan ketaatan pembayaran
analisis umur piutang sudah piutang oleh debitur, dan
dikelola dengan baik, namun merupakan salah satu cara
seharusnya yang melakukan untuk mengurangi resiko
tugas analisis piutang adalah piutang tak tertagih.
bagian kredit bukan bagian 2. Adanya retur penjualan
administasi. kontrol retur penjualan
4. Secara berkala tiap akhir telah dijalankan secara baik,
bulan dikirim kepada para dan telah sesuai dengan
langganan, saldo tagihan prosedur retur yang berlaku.
pertanggal akhir tiap bulan 3. Penghapusan Piutang
Pengihan yang PT. Bukit Ringgit
dilakukan oleh manajer Sejahtera tidak memiliki
operasinonal beresiko cadangan piutang tak
memungkinkan terjadinya tertagih. Seharusnya, PT.
kebocoran kas, karena Bukit Ringgit Sejahtera
manajer opersional perlu membuat suatu
menerima kas hasil cadangan piutang yang tak
penagihan langsung ke tertagih untuk
perusahaan debitur. mengantisipasi kerugian
Seharusnya yang melakukan yang mungkin terjadi.
penagihan merupakan fungsi
kredit, atau departement 5. KESIMPULAN DAN SARAN
collector
5. Dibuat rencana perolehan 5.1 Kesimpulan
tagihan kas dari piutang
yang seharusnya jatuh Berdasarkan hasil penelitian dan
tempo berdasarkan tanggal pembahasan tentang Evaluasi
jatuh temponya Prosedur Pengelolaan Piutang Usaha
PT. Bukit Ringgit Dalam Meminimalisir Piutang Tidak
Sejahtera tidak membuat Tertagih Pada PT. Bukit Ringgit
rencana target penagihan Sejahtera Palembang, penulis dapat
piutang. menyimpulkan bahwa:
1. PT. Bukit Ringgit Sejahtera
mengajukan syarat kelengkapan

Hal - 7
kredit yang jelas kepada calon Kerugian pada PT. Federal
debitur, namun pada prakteknya International Finance (FIF) Cabang
persetujuan sewa kredit tidak Medan, Skripsi S1, Universitas
independen karena masih ada Sumatera Utara, Medan.
campur tangan pemilik perusahaan.
2. Penagihan dan pencatatan Halim, Abdul 2008, Dasar-dasar Audit
dilakukan oleh satu fungsi yaitu Laporan Keuangan, UUP STIM
administrasi, sedangkan penagihan YKPN, Yogyakarta.
kunjungan secara langsung
dilakukan oleh manajer Horngren 2009, Akuntansi Jilid Satu,
operasional, bukan dilakukan oleh Erlangga, Jakarta.
fungsi khusus seperti departement Ikatan Akuntan Indonesia 2007, Standar
collector. Akuntansi Keuangan, Salemba Empat,
3. PT. Bukit Ringgit Sejahtera tidak Jakarta.
memberlakukan denda kepada
pelanggan jika terjadi Junaidi 2013, Audit Ketaatan Prosedur
keterlambatan pelunasan piutang. Pengelolaan Piutang dalam
Prosedur retur telah sesuai dengan Meminimalisir Piutang Tak Tertagih
ketentuan. Serta penghapusan pada PT. Calmic Indonesia Cabang
piutang baru dilakukan pada akhir Palembang, Skripsi S1, STIE Multi
periode akuntansi. Data Palembang, Palembang.

5.2 Saran Maharani, Adistya 2011, Evaluasi Sistem


Pengendalian Intern Penjualan Jasa
Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan Perawatan Air Conditioner dan
yang ada diatas, penulis menyarankan Piutang Usaha Pada CV. Mavista
antara lain sebagai berikut : Technic, Skripsi S1, Universitas
1. PT. Bukit Ringgit Sejahtera harus Diponegoro, Semarang.
menyelesksi calon debitur secara
independen dengan cara Narbuko, Cholid dan H. Abu Achmadi 2012,
mengadakan fungsi kredit. Metodelogi Penelitian, Bumi Aksara,
2. PT. Bukit Ringgit Sejahtera harus Jakarta.
mengadakan fungsi kredit, yang
Riyatno, Bambang 2007, Dasar- dasar
bertugas mengatur segala bentuk
Pembelajaran Perusahaan, Salemba
transaksi yang berkaitan dengan
piutang perusahaan. Dengan ini, Empat, Jakarta.
beban fungsi administrasi dapat Setiawan, Iwan 2010, Akuntansi Keuangan
dikurangi, dan akan menambah Menengah Jilid Satu (Intermediate
efektivitas hasil kerja fungsi accounting), Refika Aditama,
administrasi. Bandung.
3. Sebaiknya PT. Bukit Ringgit
Sejahtera memberikan sanksi dan Sugiyono 2012, Metode Penelitian kuantitatif,
denda kepada debitur yang Kualitatif, dan R&D, Alfabeta,
menunggak pembayaran. Bandung.
Syamsul 2006, Metodelogi Penelitian
DAFTAR PUSTAKA Kuantitatif untuk Akuntansi dan
Keuangan, Ekonisia, Yogyakarta.
Akmal 2009, Pemeriksaan Manajemen
Internal Audit, Indeks, Jakarta. Warren, Carl S., Reeve, James M., Fess,
Philip E 2005, Pengantar Akuntansi
Auryna, Olla 2009, Peranan Pengendalian Jilid Satu, Salemba Empat, Jakarta.
Intern Piutang dalam Meminimalkan

Hal - 8