Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BAHAYA MEROKOK

Untuk memenuhi Tugas Departemen Komunitas

Oleh :
Kelompok 8
PSIK A / 2012

PROGRAM PROFESI NERS


JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
KOTA MALANG
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Bahaya merokok


Sasaran : Masyarakat Dusun Kunci RW 03 Desa Kalisongo Kec. Dau Kab.
Malang
Tempat : Rumah Warga
Hari, Tanggal : , Mei 2017
Jam :
Alokasi Waktu : 45 Menit
Pemateri : Mahasiswa PSIK Progam Profesi Ners Kelompok 8

A. Latar belakang
Merokok merupakan masalah yang sulit diatasi. Merokok juga
merupakan masalah kesehatan yang telah dilaporkan dalam berbagai
penelitian sebagai faktor resiko bagi timbulnya berbagai gangguan medis
lainnya, seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker paru-paru,
kanker rongga mulut, kanker laring, kanker esophagus, bronchitis, hipertensi,
impotensi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin. Indonesia masuk
dalam 10 negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia dan menempati
peringkat ketiga dengan jumlah perokok 65 juta orang (Saragih, 2011; WHO,
2008).
Kebiasaan merokok menjadikan tingginya angka komorbiditas pada
golongan masyarakat. Merokok berhubungan erat dengan disabilitas dan
penurunan kualitas hidup. Merokok juga bisa menginduksi timbulnya
gangguan kesehatan tubuh yang lain.
Berdasarkan hal tersebut tekait dengan masih banyaknya perokok
aktif, maka tim penyuluh akan mengadakan penyuluhan terkait dengan
bahaya merokok.

B. Tujuan Intruksional Umum


Setelah mendapatkan penjelasan mengenai bahaya merokok selama
45 menit, masyarakat mengerti dan memahami tentang materi yang
disampaikan dan dapat mengaplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari.
C. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mendapatkan penjelasan mengenai stress dan adaptasi
diharapkan masyarakat mampu :
a Memahami pengertian rokok
b Mengetahui macam-macam jenis rokok
c Memahami kandungan rokok yang dapat membahayakan kesehatan
d Memahami kerugian jika tidak berhenti merokok
e Menjelaskan bagaimana cara mengatasi kebiasaan merokok

D. Sub Pokok Bahasan


a. Pengertian rokok
b. Macam-macam jenis rokok
c. Kandungan rokok yang membahayakan kesehatan
d. Kerugian merokok
e. Cara mengatasi kebiasaan merokok

E. Media : Leaflet

F. Metode : Ceramah dan tanya jawab

G. Rencana Pelaksanaan
Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas
i. Penyaji :
ii. Moderator :
iii. Observer :
Waktu : 45 Menit
Denah

Ket:
Peserta

Penyaji

Moderator

H. Materi (Terlampir) Observer


Tembok
I. Kegiatan Penyuluhan
No Tahap Kegiatan Penyuluhan Respon Individu Metode Waktu
. dan Keluarga
1 Pembukaan 1. Salam pembuka 1 Menjawab Ceramah 5
dan salam, berdoa, Menit
memperkenalkan diri dan
2. Menyampaikan mendengarkan
maksud dan tujuan penyaji saat
3. Kontrak waktu perkenalan
2 Memperhatikan
4. Menggali
dengan
pengetahuan seksama terkait
masyarakat tentang apa yang
bahaya merokok disampaikan
penyaji
3 Mendengarkan,
menyepakati
kontrak waktu
4 Menjawab
pertanyaan
penyaji
2 Penyajian 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan Ceramah 35
Materi materi pendidikan dan dan Menit
Tanya
kesehatan, yaitu: memperhatikan
2. Mengajukan Jawab
a. Pengertian rokok
b. Macam-macam pertanyaan dan
jenis rokok melakukan
c. Kandungan yang
diskusi
dapat
membahayakan
kesehatan bagi
perokok
d. Kerugian
merokok
e. Cara berhenti
merokok atau
mengurangi
kebiasaaan
merokok
2. Memberikan
kesempatan
kepada seluruh
peserta untuk
bertanya di akhir
penjelasan

4 Penutupan 1. Menjelas Tanya 10


1. Meminta peserta
kan kembali jawab Menit
untuk me-review materi yang
materi pendidikan telah
kesehatan yang disampaikan
telah disampaikan oleh penyaji
2. Menjawa
oleh penyaji
b pertanyaan
2. Mengevaluasi
yang diberikan
tingkat pemahaman
oleh penyaji
peserta terhadap
3. Menyim
materi yang
ak kesimpulan
disampaikan dengan
penyaji
memberikan 4. Menden
pertanyaan garkan
3. Menyimpulkan penutupan yang
materi pendidikan disampaikan
kesehatan yang oleh penyaji,
telah disampaikan serta menjawab
Penutupan dengan salam
salam dan doa

J. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Materi dan media yang akan dibawakan pada saat penyuluhan telah
dikonsultasikan terlebih dahulu oleh pembimbing klinik dan telah
mendapat persetujuan.
b. Media yang diperlukan untuk penyuluhan sudah tersedia sebelum hari H.
c. Penyuluh telah membuat janji dan menginformasikan waktu pelaksanaan
penyuluhan kepada setiap pihak yang terlibat.
d. Masyarakat Dusun Kunci RW 03 Desa Kalisongo Kec. Dau Kab. Malang
mengikuti kegiatan penyuluhan.
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum
penyuluhan berakhir.
c. Sasaran aktif bertanya dan menjawab selama penyuluhan berlangsung.
d. Sasaran dapat tenang dan berkonsentrasi terhadap materi yang
dipaparkan.
3. Evaluasi Hasil
a. Pengetahuan sasaran tentang pokok bahasan meningkat dibuktikan
dengan kemampuan sasaran dalam menjawab pertanyaan sebesar 70%.
b. Tingkat partisipasi dan keaktifan sasaran dalam kegiatan tinggi mencapai
70%.

LAMPIRAN MATERI PENYULUHAN

BAHAYA ROKOK

A. PENGERTIAN ROKOK
Rokok adalah gulungan tembakau yang disalut dengan daun nipah (Alwi,
2002). Merokok adalah suatu kata kerja yang berarti melakukan kegiatan atau
aktifitas menghisap, sedangkan perokok adalah orang yang suka merokok (Alwi,
2002).

B. MACAM-MACAM JENIS ROKOK


Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan
atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan
rokok, dan penggunaan filter pada rokok.
Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
Rokok berdasarkan penggunaan filter.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok
terbuat dari bahan busa serabut yang berfungsi menyaring nikotin (Muhibbin
Syah, 2003).
Pada masa kini berbagai jenis rokok semakin berkembang untuk
mengurangi efek negative rokok seperti rokok elektrik.
C. KANDUNGAN YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN KESEHATAN BAGI
PEROKOK
Menurut Danu Santoso (1990) dan Amstrong (1995), asap rokok terdiri
dari lima komponen utama yaitu nikotin, gas karbonmonoksida, tar, ammonia,
buton.
a. Nikotin
Nikotin adalah bahan kimia berminyak yang tak berwarna dan merupakan
salah satu racun paling keras yang kita kenal. Di samping itu, nikotin akan
mengakibatkan pembuluh darah menyempit dengan cepat sehingga organ-
organ tubuh akan kekurangan oksigen, antara lain otak dan otot jantung.
Makin lanjut umur seorang perokok maka makin lama ia merokok, semakin
parah kondisinya, terutama otak dan otot jantung.
b. Gas CO (karbonmonoksida)
Karbonmonoksida adalah gas beracun dalam asap yang dikeluarkan oleh
mobil. Gas CO juga dapat menghambat penganggkutan oksigen oleh sel
darah merah dari paru-paru ke organ lain.
c. Tar
Tar adalah kondesat semua zat-zat yang terdapat pada asap rokok. Setiap
hariya pada saluran pernapasan seseorang akan terjadi kondensasi tar ini
yang tidak dapat dibersihkan.
d. Ammonia
Ammonia adalah bahan kimia yang dipakai dalam bubuk pembersih
rumahtangga dan bahan peledak.
e. Butan
Butan adalah gas yang dipakai dalam pemantik rokok dan beberapa
peralatan berkemah.
Saat seseorang merokok, dalam setiap hisapannya terdapat kurang lebih
4000 bahan senyawa kimia, termasuk racun-racun sebagai berikut:
Nikotin: jenis pestisida
Tar: bahan pengeras jalan
Acetone penghapus cat
Naphtylamine bahan penyebab kanker
Methanol: bahan bakar roket/pesawat tempur
Pyrene: bahan penyebab kanker
Dimethylnitrosamine
Napthalene : kapur barus
Cadmium: bahan penyebab kanker, biasa dipakai pada accu mobil
Carbon Monoxide: gas beracun yang keluar dari knalpot kendaraan
Benzopyrene: bahan penyebab kanker
Vinyl Chloride: bahan penyebab kanker, biasa digunakan untuk bahan plastik

PVC
Hydrogen Cyanide: racun yang digunakan untuk pelaksanaan hukuman mati
Toluidine
Ammonia: pembersih lantai
Urethane: bahan penyebab kanker
Toluene: pelarut industri
Arsenic: racun semut putih
Dibenzacridine: bahan penyebab kanker
Phenol: anti septik utuk pembedahan
Timbal: bahan tambahan bensin
Kromium: senyawa organic
Butane: bahan bakar korek api
Metil etil keton: pelarut karet sintesis
Formalin: balsem pengawet mayat
Benzena: campuran bahan bakar mobil
Asam sulfurik: bahan pupuk
Ddt: insektisida yang terlarang
Shellac: bahan pengkilap kayu

D. PENYAKIT YANG DAPAT TIMBUL KARENA ROKOK


Sirodjuddin (2008), mengemukakan bahwa asap rokok mempenga-ruhi
kesehatan, diantaranya:
a. Merokok memperlemah paru-paru.
b. Merokok mengganggu aliran darah.
c. Merokok meningkatkan impotensi dan infertilitas.
d. Merokok meningkatkan risiko kanker.
e. Merokok merupakan masalah bagi kesehatan wanita.
f. Merokok merupakan masalah kesehatan keluarga.
Menurut Amstrong (1995), terdapat banyak penyakit yang diperburuk
keadaannya oleh asap rokok atau dengan merokok dan penyakit ini dapat
mengakibatkan kematian pada perokok, diantaranya:
a. Penyakit jantung koroner
Penelitian terhadap kebiasaan merokok menunjukkan bahwa perokok berat
di bawah usia 45 tahun mempunyai risiko 15 kali lebih besar menderita
serangan jantung yang akan membunuh mereka dari pada orang berisiko
sama yang tidak merokok.
b. Trombosis koroner
Trombosis koroner atau serangan jantung terjadi bilamana bekuan darah
menutup salah satu pembuluh darah utama yang memasok aliran daarah
ke jantung, akibatnya jantung akan kekurangan darah. Merokok membuat
darah perokok menjabdi lebih lengket dan mudah membeku.
c. Kanker
Kanker adalah penyakit yang sel-sel di beberapa bagian tubuh mengganda
secara tiba-tiba dan tidak berhenti. Jika sel-sel di bagian tubuh terangsang
oleh substansi yang bersifat karsinogenik selama jangka waktu yang lama,
maka penyakit kanker akan terjadi. Dalam tar tembakau terdapat sejumlah
bahan kimia yang juga bersifat karsinogenik. Tar tembakau dapat
mengakibatkan kanker bilamana merangsang tubuh untuk waktu lama,
misalnya di daerah mulut dan tenggorokan.
d. Bronkitis
Bronchitis terjadi bilamana paru-paru seseopa asap)rang terangsang oleh
apa yang dihirupnya (udara tercemar di sini berupa asap rokok).

E. KERUGIAN BAGI INDIVIDU JIKA TIDAK BERHENTI MEROKOK


Jika individu tidak melakukannya (tidak berhenti merokok), maka ada
beberapa dampak atau kerugian yang didapat, diantaranya:
Terutama bagi individu gangguan jiwa berisiko meningkatkan dosis dan
jumlah obat.
Jika memiliki masalah kesehatan mental, mungkin merokok lebih dari orang
lain sehingga dampak rokok akan lebih besar.
Individu lebih mungkin untuk menjadi salah satu dari ratusan ribu orang yang
setiap tahunnya dibunuh oleh rokok.
Kemungkinan meninggal lebih awal, sekitar 10 tahun lebih awal dari pada
yang bukan perokok. Namun, setengah dari perokok meninggal 15 tahun
lebih awal dan seperempat dari perokok meninggal 23 tahun lebih awal.
Kemungkinan memiliki masalah pernapasan, penyakit jantung, diabetes dan
berbagai jenis kanker (bukan hanya kanker paru-paru).

F. CARA BERHENTI MEROKOK BAGI INDIVIDU


Orang yang berbeda menemukan hal-hal yang berbeda untuk membantu
menemukan cara yang terbaik untuk berhenti merokok. Berikut beberapa pilihan
cara yang dapat digunakan, yaitu:
Pikirkan dan lakukan hobi Anda seperti membaca buku dan melakukan
olahraga teratur
Diskusikan dampak buruk rokok bagi kesehatan Anda dengan tenaga
kesehatan atau siapapun di sekitar Anda untuk mengingat kembali dampak
buruk rokok
Berpasangan dengan seorang teman yang juga berusaha untuk berhenti
merokok sehingga dapat saling memotivasi.
Kurangi rokok terlebih dahulu sebelum berhenti, tidak harus berhenti tiba-
tiba seperti mengurangi jumlah batang rokok atau memotong rokok Anda.
Membuat catatan tentang kapan, di mana dan dengan siapa Anda merokok.
Ini dapat menyoroti waktu dan situasi ketika Anda lebih mungkin untuk
merokok sehingga Anda dapat merencanakan cara untuk menghindari
mereka atau berurusan dengan mereka.
Tingkatkan asupan makanan saat berusaha berhenti merokok karena
berhenti merokok akan mengembalikan nafsu makan Anda sehingga jangan
berusaha menolak makan.
Kebiasaan menghisap rokok bisa membuat Anda rindu dengan aroma atau
rasa rokok tersebut, makan atau minumlah sesuatu yang mempunyai ciota
rasa kuat sehingga mengalihkan perhatian Anda terhadap rokok, seperti air
jeruk, coklat, dan masih banyak lagi.
DAFTAR PUSTAKA

1. NHS. 2004. Smoking and Patients with Mental Health Problem. London: Health
Development Agency.
2. Alwi, Hasan dkk. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga. Balai
Pustaka: Jakarta.
3. Muhibbin Syah. (2003). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
4. Saragih, Munawir. Pengaruh Kemasan Rokok. Bergambar penyakit
Terhadap.Keinginan Merokok Siswa SMA Di Kota Yogyakarta. 2011