Anda di halaman 1dari 14

Polimerisasi adalah proses bereaksi molekul monomer bersama dalam

reaksi kimia untuk membentuk tiga dimensi jaringan atau rantai polimer.

Industri Petrokimia (Part 1)


November 26, 2009 Rieko Kristian Chemical Engineeringindustri, Minyak
Bumi,Petrokimia, Petroleum

17 Votes

Definisi dan Industri Petrokimia

Industri petrokimia adalah industri yang


berkembang berdasarkan suatu pola yang
mengkaitkan suatu produk-produk industri minyak
bumi yang tersedia, dengan kebutuhan masarakat
akan bahan kimia atau bahan konsumsi dalam
kehidupan sehari-hari. Contoh produk-produk
industri petrokimia hulu antara lain Methanol,
Ethylene, Propylene, Butadine, Benzene, Toluene,
Xylenes, Fuel Coproducts, Pyrolisis Gasoline,
Pyrolisis Fuel Oil, Raffinate dan Mixed C4.

Bahan Produk Petrokimia dan Polimer

1. Bahan Produk petrokimia adalah segala


bahan atau produk kimia yang dibuat/dihasilkan
secara sistetik dari bahan baku migas atau
komponen-komponennya/fraksi-fraksi, seperti:

o Pakaian, produk kosmetik dan parfum yang


kita kenakan sehari-hari.

o Kantong-kantong plastik, botol-botol


plastik dan barang-barang plastik lainnya yang
sering kita gunakan sehari-hari.

o Jendela pesawat terbang, payung penerjun,


interior dan cat dinding, lapisan teflon pada
penggorengan, Sikat rambut, Sikat gigi, katup
jantung untuk operasi, container, fiber glass,
clan loin-lain yang sering kita pakai sehari-hari.
Bahan Produk Polimer adalah segala bahan atau
produk kimia baik yang terbentuk secara proses
alamiah di alam (yaitu yang disebut polimer
alamiah atau polimer buatan alam) maupun yang
terbentuk secara sintetik.
2. Dengan proses polimerisasi dari migas (yaitu
yang disebut polimer sintetik atau polimer buatan
manusia).
Pengertian polimer dalam arti sempit adalah suatu
molekul raksasa (dengan berat molekul berkisar
antara 104-107 yang terbentuk melalui proses
polimerisasi. Molekul raksasa ini disebut juga
makromolekul. Maka berdasarkan proses
pembentukannya, bahan/produk polimer dapat
dibagi alas 2 bagian, Yaitu:

o Produk polimer alamiah atau polimer alam,


misalnya:

1. Polisakarida (pati dan bahan selulosa)

2. Protein alam (serat sutera, serat otot


dan enzim)

3. Karel alam dan asam-asam nukleat

o Produk polimer sintetik atau produk


polimer buatan manusia, yang mencakup semua
produk petrokimia yang dihasilkan secara sintetik
dengan proses polimerisasi dari migas, misalnya:

1. Plastik-plastik sintetik
2. Serat-serat sintetik

3. Karet-karet sintetik, dll.

Manfaat Produk Produk Petrokimia

1. Dalam industri kendaraan bermotor atau


transportasi dimana bumper mobil yang terbuat
dari logam diganti dengan plastik poliuretan,
propeller pesawat terbang diganti dengan fiber
glass.

2. Dalam industri kemasan, bahan logam tinplate


dan alumunium diganti dengan plastik plastik
produk petrokimia.

Jenis Bahan Baku Petrokimia

1. Minyak Bumi
Minyak bumi merupakan senyawa kimia yang
kompleks berupa cairan berwarna coklat kehitaman
dengan komposisi terbesar senyawa hidrokarbon
dan senyawa lain dalam jumlah relatif kecil seperti
sulfur, logam-logam nikel, vanadium, arsenit, serta
impuritis lainnya.
Baik senyawa hidrokarbon maupun bukan senyawa
hidrokarbon keduanya akan berpengaruh dalam
menentukan cara-cara pengolahan yang dilakukan
dalam kilang minyak.

Kelompok senyawa hidrokarbon yang ada didalam


minyak dan gas bumi, dibagi dalam 5 kelompok :

o Paraffin
Paraffin yang merupakan senyawa alkana
(CnH2n+2), kelompok senyawa paraffin
dikaarkteristik sebagai senyawa yang sangat stabil
dan mempunyai rantai lurus seperti: methane,
ethane, propane, butane, pentane dan lain-lain.

o Olefin
Olefin terdiri dari gugus alkena (CnH2n) dan siklo
parapin, kelompok senyawa olefin atau juga disebut
etilen terdiri dari senyawa rantai lurus yang tak
jenuh yang mempunyai ikatan rangkap
menghubungkan dua atom karbon. kelompok
senyawa olefin antara lain etena, propena, butena,
pentena dan lain-lain.
Olefin tidak terdapat dalam minyak mentah, tetapi
terbentuk dalam distilasi minyak mentah atau
dalam proses perengkahan, oleh karena itu dalam
bensin rengkahan banyak mengandung senyawa
olefin. Olefin merupakan bahan dasar utama dalam
industri petrokimia, misalnya etilena (C2H4) dan
propilena (C3H6).

o Napthena
Nafthena yang terdiri dari hidrokarbon cincin
jenuh, mempunyai rumus umum (CnH2n) karena
senyawa hidrokarbon ini mempunyai sifat kimia
seperti senyawa hidrokarbon parafin dan
mempunyai struktur molekul siklis, maka senyawa
ini juga disebut sikloparafin. Senyawa hidrokarbon
nafthena yang terdapat dalam minyak bumi ialah
siklopentan dan sikloheksan yang terdapat dalam
fraksi naphtha dan fraksi minyak bumi dengan titik
didih yan lebih tinggi.

Klasifikasi Minyak dan Gas Bumi

Sekitar 85% dari semua minyak mentah (crude oil)


didunia diklasifikasikan menjadi tiga golongan:

o Minyak dasar aspal (asphaltic base)


Mengandung sedikit lilin paraffin dengan aspal
sebagai residu utama, minyak dasar aspal sangat
dominan emngandung aromatic. Kandungan sulfur,
oksigen, dan nitrogen relative lebih tingi disbanding
dengan minyak-minyak dasa lainnya. Minyak
mentah dengan dasar aspal sangat cocok unuk
memproduksi gasoline yang berkualitas tinggi,
minyak pelumas mesin dan aspal.

o Minyak dasar paraffin (paraffinic base)


Mengandung sangat sedikit aspal, sehingga sangat
baik untuk memprodksi lilin paraffin, mnyak
pelumas motor, dan kerosene yang berkualitas
tinggi.

o Minyak dasar campuran


Mengandung sejumlah lilin dan aspal secara
bersamaan.

Klasifikasi minyak dapat juga didasarkan pada:

o Menurut sifat penguapan

1. Minyak ringan (light oil), Mengandung


komponen ringan > 50 % berat.

2. Minyak sedang (medium oil),


Mengandung komponen ringan 20 50 % berat.

3. Minyak berat (heavy oil), Mengandung


komponen ringan < 20 % berat.
o Menurut kadar sulfur

1. Minyak bumi kadar sulfur tinggi (high


sulfur oil), Mengandung sulfur > 2 % berat.

2. Minyak bumi kadar sulfur sedang


(medium sulfur oil), Menagndung sulfur 0,1 2 %
berat.

3. Minyak bumi kadar sulfur rendah (low


sulfur oil), Mengandung kaad sulfur < 0,1 % berat

o Berdasarkan berat jenis

1. Minyak ringan : berat jenis < 0,835

2. Minyak sedang : berat jenis 0,835 s/d


0,865

3. Minyak berat : berat jenis > 0,865

Gambar 1. Proses sederhana destilasi bertingkat

o Berdasarkan gaya berat


Ukuran gaya berat oleh ahli kimia telah ditentukan
untuk industri adalah suatu ukuran yang
dinamakan gaya berat API.

Melalui proses pengolahan dalam kilang minyak


berupa distilasi minyak bumi pada tekanan
atmosfer biasa akan didapat hasil-hasil pengilangan
minyak yang disebut minyak interniediate.
Produk ini sangat cocok untuk dipakai sebagai
bahan baku petrokimia, akan tetapi
pemamfaatannya lebih diutamakan untuk
mernenuhi kebutuhan bahan bakar minyak, seperti:

o Fuel gas (bahan bakar gas untuk kilang).

o Gas propane dan Gas butane (dicampurkan


sebagai gas penyusun utama bahan bakar LPG).

o Mogas (sebagai bahan bensin/premiun).

o Nafta (C6H14-C12H26), bahan baku


petrokimia ini baik untuk industri olefin dan
aromatic.

o Kerosin atau minyak tanah, yang kalau


diekstrasi akan menghasilkan n-Parafin yaitu
bahan baku pembuatan sabun deterjen.
o Gas-oil (untuk bahan bakar minyak
solar).

o Fuel oil (minyak bakar).

o Short-residue/Waxy-residue (untuk
bahan bakar minyak residu lain juga untuk bahan
baku industri petrokimia Coke dan Carbon black
ataupun untuk industri olefin).

2. Gas Alam
Gas alam merupakan campuran gas hidrokarbon
jenuh (CnH2n+2) yang ditemukan dibawah
permukaan bumi. Gas alam dapat ditemukan
bersama-sama dengan minyak bumi (non
associated gas).

Komponen-komponen gas alam yang dapat


dipergunakan sebagai bahan baku petrokimia yang
berasal lapangan gas bumi adalah:

o Metana (CH4) Gas ini sekitar 60%-80%


volume gas bumi yang dihasilkan sesuatu lapangan
gas, dan dapat dipergunakan sebagai bahan baku
gas sintetis CO dan H2, yang selanjutnya dapat
dipergunakan untuk pembuatan amonia/urea,
metanol, carbon black, dll.

o Etana (C2H6), dapat dijadikan bahan baku


untuk industri olefin untuk menghasilkan bahan-
bahan sintetik seperti plastik, sabun deterjen, bahan
kosmetik, dll.

o Propane (C3H8), yang dalam industri olefin


dapat dijadikan bahan baku untuk menghasilkan
polipropilen, suatu bahan plastik sintetik.

o Butane yang merupakan bahan baku untuk


pembuatan karet sintetik butadiene.

o Kondesat yang disebut juga sebagai


natural gasoline yang mempunyai sifat-sifat
seperti minyak/nafta dan dapat dipergunakan
untuk bahan baku dalam industri olefin atau
industri aromatik.

Disamping gas hidrokarbon di gas alam, ditemukan


juga senyawa-senyawa lain, yang disebut impurities
(kotoran) berupa :

o Unsur-unsur kimia seperti mercury (Hg),


Helium (He), Argon (Ar), Nitrogen (N2).

o Acid seperti : CO2, H2S


o Persenyawaan-persenyawaan sulphur
disebut mercaptans.

o Moisture (H2O)

Kotoran yang ada didalam gas ini umumnya tidak


disenangi, oleh karena sifatnya korosif (Hg, acid,
mercaptans, air) atau dapat juga oleh karena
kotoran tersebut tidak memiliki nilai ekonomis,
seperti gas CO2.
Oleh karena itu kotoran tersebut harus dipisahkan
dari gas alam dengan mengunakan bermacam-
macam teknologi yang ada. Campuran gas
hidrokarbon yang sudah bersih inin kemudian
dapat dipisahkankedalam tiga kelompok:

o Campuran methane dan ethane

o LPG (propane dan butane)

o Condensate (pentane plus)


Kondensat ini kemudian dicampurkan kedalam
minyak bumi untuk kemudia dijual sebagai minyak
bumi, sedangkan LPG dan campuran methane dan
ethane dapat dijual sebagai bahan bakar atau dijual
sebagai bahan baku industri petrokimia.
3. Senyawa-Senyawa Pengotor
Sebagaimana diketahui bahwa senyawa-senyawa
yang tidak diinginkan ada dalam minyak dan gas
bumi adalah senyawa-senyawa sulfur atau belerang
yang terkandung di dalam minyak mentah maupun
di dalam produk akhir dan fraksi-fraksinya. Tipe
senyawa-senyawa sulfur yang sering dijumpai
dalam minyak bumi adalah hydrogen sulfida (H2S),
mercaptans yang terdiri dari metil dan benzil
mercaptans, metil sulfida, normal butil sulfida,
metil disulfida, sulfida-sulfida siklis, alkil sulfat,
asam sulfonat, sulfoksida, sulfon dan tiofena.
Rumus molekul senyawa-senyawa sulfur tersebut
adalah :

o Hidrogen Sulfida : H S H

o Mercaptans : H S R

o Alkil Sulfida : R S R

o Disulfida : R S S R

o Sulfida Siklik

o Alkil Sulfat
o Asam Sulfonat

o Sulfoksida

o Sulfon

o Tiofena

Senyawa-senyawa sulfur tersebut dianggap


pengotor dan pengganggu karena mempunyai sifat
korosif, berbau tidak enak dan mempunyai karakter
yang mudah meledak.
Korosi karena adanya sulfur dalam jumlah yang
sedikit pada produk akhir disebabkan karena
produk-produk tersebut dipakai pada suhu rendah,
dimana pada suhu tersebut terdapat beberapa
senyawa yang korosi terhadap logam komersil.

https://rieko.wordpress.com/2009/11/26/industri-petrokimia-part-1/