Anda di halaman 1dari 2

Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang

sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti, sedangkan hasil penelitian yang reliabel bila
terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda.

Di sisi lain, instrumen yang valid berarti instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data bisa
mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan instrumen yang reliabel adalah instrumen
yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama dapat menghasilkan data
yang sama (Sugiyono, 2010).

Reliabilitas

Jika terhadap bagian obyek ukur yang sama, hasil ukur melalui butir yang satu tidak konsisten
dengan hasil ukur melalui butir yang lain maka pengukuran dengan tes (alat ukur) sebagai suatu
kesatuan itu tidak dapat dipercaya. Dengan kata lain, alat ukur tidak reliabel dan tidak dapat
digunakan untuk mengungkap ciri atau keadaan yang sesungguhnya dari obyek ukur. Kalau hasil
pengukuran pada bagian obyek ukur yang sama antara butir yang satu dengan butir yang lain
saling kontradiksi atau tidak konsisten maka kita tidak bisa menyalahkan obyek ukur, melainkan
alat ukur (tes) yang dipersalahkan dengan mengatakan bahwa tes tersebut tidak reliabel terhadap
obyek yang diukur (Sugiyono, 2010).

Validitas

Ketika peneliti mengatakan bahwa suatu indikator itu valid, maka itu valid untuk tujuan dan
definisi tertentu. Indikator yang sama bisa valid untuk satu tujuan (misal pertanyaan penelitian
dengan unit analisis atau secara umum), tetapi bisa kurang valid atau tidak valid untuk hal yang
lainnya. Misalnya dalam mengukur prejudice, bisa valid untuk mengukur prejudice para guru,
tapi bisa jadi tidak valid untuk digunakan dalam mengukur prejudice dari para polisi. Tidak
adanya validitas terjadi jika tidak terdapat kesesuaian atau kesesuaian yang rendah antara
konstruk yang digunakan untuk menggambarkan, membuat teori atau menganalisis dunia sosial
dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam dunia sosial (Neuman, 2007).

Untuk menggunakan validitas yang diinginkan terlebih dahulu mencari referensi mengenai teori
pengukuran yang akan dipakai, dengan demikian dapat diketahui pengukuran yang akan
digunakan sehingga dapat menghasilkan suatu validitas nantinya (Cook&Beckman, 2006).
Instrumen yang telah disusun berdasarkan suatu teori tertentu dapat diuji validasinya
menggunakan pendapat para ahli mengenai aspek yang akan diukur. Kemudian dilakukan
ujicoba instrumen pada sampel dari populasi yang akan digunakan. Setelah data ditabulasikan,
maka pengujian validitas dilakukan dengan suatu anlisis tertentu yang sesuai dengan kebutuhan.

Pengembangan reliabilitas sesuai dengan kebutuhan dapat dilakukan dengan mengujicobakan


suatu instrumen sekali atau beberapa kali kepada subjek, kemudian melakukan analisis untuk
mengetahui konsistensi dari atribut psikologis yang hendak diukur. Selain teknik korelasi, pada
reliabilitas juga berkembang analisis varians skor dan analisis varians eror (Azwar, 2011).