Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN VII

STRUKTUR MOLEKUL DAN REAKSI-REAKSI KIMIA ORGANIK

DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MOLEKUL

O L E H:

NAMA : HABRIN KIFLI HS

STAMBUK : F1C1 15 034

KELOMPOK : VI (ENAM)

ASISTEN : RISNAWATI

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2016
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kimia organik merupakan cabang ilmu kimia mengenai struktur, sifat,

komposisi, reaksi dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun

terutama oleh karbon dan hidrogen, serta dapat mengandung unsur-unsur lain

seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang.

Molekul adalah bagian terkecil yang tidak terpecah dari suatu senyawa

kimia murni yang masih mempertahankan nsifat kimia dan sifat fisika yang unik.

Suatu molekul terdiri dari dua atau lebih atom yang satu sama lain. Sebagai

contoh dituliskan dalam rumus kimia. Rumus kimia suatu molekul tersebut

menunjukkan banyak jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul tersebut.

Menvisualisasikan struktur molekul agar mendekati keadaan sebenarnya,

dapat menggunakan model molekul sederhana (molymod), yang kemudian

dilukiskan dengan rumus baji (dimensional), rumus bola pasak, dan proyeksi

Newman. Perkembangan dewasa ini visualisasi melalui pemodelan molekul

menggunakan software Hypercham agar mudah memahami interaksi antar

molekul antom. Pada senyawa alkana dan sikloalkana dapat terjadi konformasi

susunan atom/gugus akibat rotasi bebas pada ikatan sigma. Keadaan ini dapat

dilukiskan melalui proyeksi Newman. Jika ikatan karbon-hidrogen terdapat pada

pendekatan yang paling rapat dalam suatu susunan kerutaangan maka disebut

sebagai konformasi eklips, tetapi jika ikatan karbon-hidrogen pada suatu gugus
metil terdapat sejauh mungkin dari ikatan lain yang sejenis dengannya maka

disebut konformasi anti (staggered). Berdasarkan latar belakang di atas maka

perlu dilakukan praktikum mengenai struktur molekul dan reaksi-reaksi kimia

organik dengan menggunakan model molekul.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada percobaan ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana cara memberikan pengalaman bekerja dengan model molekul?

2. Bagaimana cara memberikan pengalaman mengenai visualisasi senyawa-

senyawa organik dalam tiga dimensi?

3. Bagaimana mengilustrasikan reaksi-reaksi kimia?

C. Tujuan Percobaan

Tujuan yang hendak dicapai pada percobaan ini adalah sebagai berikut :

1. Memberikan pengalaman bekerja dengan model molekul.

2. Memberikan pengalaman mengenai visualisasi senyawa-senyawa organik

dalam tiga dimensi.

3. Mengilustrasikan reaksi-reaksi kimia.


D. Manfaat Percobaan

Manfaat yang diperoleh pada percobaan ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk memberikan pengalaman bekerja dengan model molekul

2. Untuk memberikan pengalaman mengenai visualisasi senyawa-senyawa

organik dalam tiga dimensi

3. Untuk mengilustrasikan reaksi-reaksi kimia.


II. TINJAUAN PUSTAKA

1. Kimia yaitu ilmu yang mempelajari struktur, suatu materi dan perubahan

perubahan yang dialami oleh materi pada proses-proses alamiah maupun

dalam eksperimen yang direncanakan. Molimod merupakan materi

pembelajaran dalam bentuk tiga dimensi, menampilkan informasi dari

struktur yang disorot dan IUPAC (Wiranatha, 2016).

2. Kimia organik didefinisikan sebagai kimia dari senyawa yang datang dari

benda hidup sehingga timbul istilah organik. Suatu pengetahuan mengenai

kimia organik tak dapat diabaikan bagi kebanyakan ilmuwan. Misalnya,

karena sistem kehidupan terutama terdiri dari air dan senyawa organik,

hampir semua bidang yang berurusan dengan tanaman, hewan, atau

mikroorganisme bergantung pada prinsip kimia organik (Fessenden, 1997).

3. Bentuk molekul merupakan konsep dasar dalam kimia organik. Molekul ini

berbentuk tiga dimensi dan interaksi ruang dari suatu bagian molekul dengan

bagian molekul lainnya sangat penting dalam menentukan sifat fisik dan

kimia dari molekul-molekul tersebut (Petrucci, 1982).

4. Molymod media pembelajaran kimia yang terdiri atas bola warna warni yang

menggambarkan suatu atom dan mempunyai lubang sesuai dengan jumlah

atom lain yang dapat diikat oleh atom tersebut serta pasak yang

menggambarkan ikatan yang terjadi antara dua atom tersebut. Molimod dapat

digunakan untuk menerangkan materi pokok ikatan kovalen (Sari, 2013).


5. Bentuk geometri molekul merupakan materi kimia yang menjelaskan teori

jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk

meramalkan bentuk molekul. Karakteristik materi bentuk geometri molekul

ialah bersifat abstrak serta gabungan antara pemahaman konsep dan aplikasi

(Syafriani, 2014).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Percobaan ini dilakukan pada hari Senin tanggal 10 Oktober 2016 pukul

07.30 09.55 wita dan bertempat di Laboratorium Kimia Organik, Fakulras

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Alat

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalahmolimod (Darling

Models).
C. Prosedur Kerja
a. Penyusunan bentuk molekul

Molimoddisusun dalam bentuk molekul sp3


(tetrahedral), sp2 ( segitiga planar), sp
(linear), dsp3 (segitigabipiramida),
dan d2sp3 (oktahedral)

digambar bentuk molekulnya

Hasil Pengamatan

b. Menyusun dan menggambar beberapa senyawa

Molimod
disusun dalam bentuk 2-
metilheksana, 2-butanol, 2-butena, 1-
propanol dan metiletileter.

digambar bentuk molekulnya

Hasil Pengamatan

c. Menyusun dan menggambar senyawa aromatic

Molimod
disusun dalam bentuk senyawa
aromatic benzena dan nafatalena

digambar bentuk molekulnya

Hasil Pengamatan

d. Menyusun, menggambar dan menyimpulkan kestabilan senyawa siklik

Molimod

disusun dalam bentuk 3 atom C sp 3, 4 atom


C sp3, 5 atom C sp3, 6 atom C sp3, 7 atom C
sp3, dan 8 atom C sp3.

digambar bentuk molekulnya

disimpulkan kestabilannya

Hasil Pengamatan

e. Menyusun dan menggambar struktur etanol dengan menggunakan


proyeksi

Molimod
disusun dalam bentuk proyeksi garis titik
dan taji padat, proyeksi fisher, proyeksi
newman dan proyeksi shawhorse
digambar bentuk molekulnya

Hasil Pengamatan
f. Menyusun dan menggambar proyeksi newman pada konformasi
sikloheksana

Molimod

disusun dalam bentuk proyeksi newman


untuk konformasi sikloheksana bentuk
kursi, setengah perahu dan perahu

digambar bentuk molekulnya

Hasil Pengamatan

g. Menyusun dan menggambar stereoisomer

Molimod

disusun struktur isomer dari 2-butena


dan 1,2-diklorosikloheksana

digambar bentuk molekulnya

Hasil Pengamatan
h. Menyusun dan menggambar reaksi

Molimod

- disusun struktur dari brominasi E-3-


metil-2-pentena dan propena + HCl

- digambar bentuk molekulnya

Hasil Pengamatan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
B. Pembahasan

Kimia yaitu ilmu yang mempelajari struktur, suatu materi dan perubahan-

perubahan yang dialami oleh materi pada proses-proses alamiah maupun dalam

eksperimen yang direncanakan. Molimod merupakan materi pembelajaran dalam

bentuk tiga dimensi, menampilkan informasi dari struktur yang disorot dan

IUPAC. Bentuk molekul merupakan konsep dasar dalam kimia organik. Molekul

ini berbentuk tiga dimensi dan interaksi ruang dari suatu bagian molekul dengan

bagian molekul lainnya sangat penting dalam menentukan sifat fisik dan kimia

dari molekul-molekul tersebut.

Percobaan ini dilakukan penyusunan menggunakan alat peraga molimod

menjadi bentuk molekul beberapa senyawa tertentu sehingga lebih mudah

memahami bentuk dan posisi stabil suatu senyawa.

Hibridisasi sp3 misalnya senyawa metana (CH4). Untuk sebuah karbon

yang berkoordinasi secara tertrahedral (seperti metana, CH4), maka karbon

haruslah memiliki orbital-orbital yang memiliki simetri yang tepat dengan empat

atom hidrogen. Proton yang membentuk inti atom hidrogen akan menarik salah

satu elektron valensi karbon. Hal ini menyebabkan eksitasi, memindahkan

elektron 2s ke orbital 2p. Hal ini meningkatkan pengaruh inti atom terhadap

elektron-elektron valensi dengan meningkatkan potensial inti efektif. Kombinasi

gaya-gaya ini membentuk fungsi-fungsi matematika yang baru, yang dikenal

sebagai orbital hibrid. Karbon yang berikatan dengan empat hidrogen, orbital 2s

orbital inti hampir tidak pernah terlibat dalam ikatan bergabung dengan tiga

orbital 2p membentuk hibrid sp3.


Hibridisasi sp2 misalnya pada senyawa BH3, boron terletak pada golongan

tiga, karena itu dimulai dengan tiga elektron, tidak terdapat muatan, karena itu

totalnya 6 elektron- 3 pasang. Karena boron membentuk tiga ikatan maka tidak

terdapat pasangan elektron mandiri. Tiga pasang ikatan tertera dengan sendirinya

sejauh mungkin. Semuanya terletak dalam suatu bidang yang memiliki sudut 120

satu sama lain, yang disebut dengan trigonal planar. Hal ini membentuk dua ikatan

dan karena itu tidak terdapat pasangan elektron mandiri. Dua pasangan ikatan

tertera dengan sendirinya dengan sudut 180 satu sama lain, karena hal ini sebagai

yang paling jauh yang dapat mereka capai.

Senyawa alkohol dan eter, selain ikatan antara karbon terdapat juga ikatan

antar karbon dan oksigen secara langsung. Pada percobaan ini disusun dan

dibentuk pula molekul geometri benzene. Kerangka atom karbon dalam benzen

membentuk segi enam beraturan. Benzena lebih bersifat statis (tidak dapat

diputa). Karenanya ikatan pi yang dibentuk oleh orbital 2p yang tidak ikut

terhibridisasi, maka struktur molekul benzene lebih bersifat statis atau tidak dapat

diputar. Sehingga selain adanya ikatan tunggal dari sp2 juga terdapat ikatan ikatan

pi yang membentuk ikatan rangkap dua.

Molekul digambarkan dengan linear, orbital dsp3 dan d2sp3 dapat

terbentuk akibat hibridisasi yang terjadi antara sub kulit s, p dan d. Contoh

senyawa hibridisasi dsp3 adalah PF5. (Fosfor terletak pada golongan 5)

memberikan kontribusi lima elektron, dan lima flour memberikan lima lagi,

memberikan 10 elektron dengan 5 pasang disekeliling atom pusat. Karena fosfor

membentuk lima ikatan, tidak mampu membentuk pasangan mandiri.


Naftalena merupakan senyawa aromatik turunan benzene. Naftalena

merupakan hidrokarbon kristalin aromatik berbentuk padatan berwarna putih

denfan rumus C10H8. Dua cincin benzene akan membentuk struktur naftalena

merupakan gabungan struktur resonansi benzene. Adanya resonansi benzene

maupun naftalena tidak lepas dari delokalisasielektron. Inti atom dalam sebuah

molekul tak dapat bertukar posisi dalam sebuah resonansi. Melainkan hanya

elektron saja yang terdelokalisasi. Elektron-elektron orbital p dari benzene

berinteraksi dengan lebih dari dua inti atom, karena itu dalam pembentukan akan

terjadi lebih dari satu ikatan. Elektron semacam itu dikatakan telah terdelokalisasi.

Sebagai akibat dari delokalisasi ini, energi sistem menjadi lebih rendah daripada

seandainya elektron tersebut terlokalisasi. Banyaknya penurunan energi karena

delokalisasi dinamakan energi delokalisasi. Energi delokalisasi dan energi

resonansi adalah istilah yang setara untuk memberi fenomena yang sama, yakni

suatu struktur memiliki energi yang lebih rendah bila mempunyai elektron dalan

orbital-orbital molekul yang terikat pada dua inti atom atau lebih. Hidrokarbon

khususnya alkana selain terdapat dalam senyawa alifatik, juga terdapat dalam

bentuk senyawa siklik.

Senyawa siklik dengan jumlah atom karbon kurang dari enam atau lebih

dari enam atom akan cenderung stabil. Hal ini dapat dilihat dari sulitnya atom-

atom karbon tersebut untuk dihubungkan menjadi ikatan yang siklik. Sulitnya

dihubungkan atom karbon tersebut akan membutuhkan energi yang besar

sehingga ketika dipaksakan maka akan membuat ikatannya patah. Senyawa siklik

dengan enam atom C relatif lebih stabil karena besarnya gaya tolakan adalah sama
untuk setiap atom karbon, walaupun bentuknya agak membengkok sebagai akibat

dari jenis ikatan yang terdapat di dalam yaitu ikatan sigma, sehingga bentuknya

tidak seperti benzena yang statis. Besarnya sudut ikatan yang terbentuk pada

sikloheksana ini adalah 120.

Sikloheksana akan mengkondisikan strukturnya dalam bentuk konformasi

kursi sehingga lebih mudah mendapatkan suatu struktur yang stabil, juga akan

menyebabkan gaya tolak menolak antara elektron-elektron ikatan yang besar

dapat berkurang karena terletak jauh satu sama lain. Apabila gugus (subtituen)

yang terdapat pada siklo heksana merupakan subtituen dengan massa besar, maka

subtituen akan mencari posisi yang memungkinkan, rantai sikloheksana tetap

stabil yaitu dengan posisi yang saling berlawanan.

Salah satu cara untuk menunjukkan bagaimana gugus-gugus terikat pada

suatu atom, dapat digambarkan dalam bentuk empat macam proyeksi. Keempat

macam proyeksi tersebut meliputi garis titik atau taji padat, proyeksi fisher,

proyeksi newman dan proyeksi sawhorse. Dari data pengamatan menunjukkan

bahwa konformasi sikloheksana bentuk kursi paling stabil dibandingkan setengah

perahu dan perahu. Hal ini dikarenakan letak gugus yang saling berseberangan

sehingga memperkecil tolakan yang terjadi. Ikatan C-H terdiri atas posisi aksial,

dimana C-H terletak di atas dan di bawah bidang rata-rata cincin karbon, dan

posisi equatorial dimana letak C-H tegak lurus pada satu bidang cincin karbon.

Molekul-molekul yang mempunyai ikatan atom yang sama tetapi berbeda

dalam penataan ruangnya cenderung membentuk isomer ruang (stereoisomer).

Salah satu contoh adalah isomer geometri atau isomer cistrans. Contoh
senyawanya adalah 2-butena, yaitu cis 2-butena dan trans 2-butena. Disebut cis

karena letak gugus berada pada satu bidang. Apabila letak gugus berseberangan,

maka disebut trans. Kedua isomer itu menyebabkan perbedaan sifat fisik dan

kimia suatu senyawa. Trans lebih stabil dibandingkan dengan cis karena

disebabkan oleh kecilnya gaya tolak menolak dari gugus yang bersebrangan. Pada

senyawa siklik juga terdapat isomer geometri, misalnya pada1,2-

diklorosikloheksana. Dalam keadaan cis, gugus Cl terletak pada posisi equatorial-

aksial dan aksial-equatorial. Sedang pada isomer trans, dua gugus Cl terletak pada

posisi aksial-aksial dan equatorial-equatorial. Pada isomer geometri ini kestabilan

sama halnya dengan 2-butena yaitu terletak pada trans.

Trans merupakan posisi paling stabil dikarenakan letaknya gugus yang

saling berjauhan sehingga membuat tolakan antar gugus sangat kecil pula.2,3-

dibromo-3-metil pentana dihasilkan dari brominasi E-3-metil-2-pentena. Pada

reaksi ini, Br akan mengikat 2 gugus pada karbon nomor dua dantiga sehingga

menyebabkan ikatan rangkap pada E-3-metil-2-pentena putus.Sedangkan pada

reaksi propena dengan HCl, menghasilkan 2-kloropropana, dimana ikatan rangkap

pada propena putus dan atom Cl masuk ke atom karbon nomor dua. Pada kedua

reaksi ini terjadi reaksi adisi yaitu pemutusan ikatan rangkap dimana suatu

atom/gugus masuk kedalam ikatan tak jenuh (rangkap) tersebut.


V. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan

bahwa :

1. Melalui model molekul (molimod) dapat mempermudah dalam memahami

struktur tiga dimensi suatu molekul, baik isomer maupun struktur dari

molekul itu sendiri.

2. Visualisasi atau penggambaran senyawa-senyawa organik dengan

menggunakan molimod jauh lebih memudahkan kita untuk mengetahui posisi

stabil yang dapat dibentuk oleh suatu senyawa.


3. Reaksi-reaksi kimia dapat dipelajari dari molimod adalah pemutusan ikatan

rangkap dan penentuan kembali ikatan yang baru, dengan sifat senyawa yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA

Fessenden, 1982. Kimia Organik. Jakarta. Erlangga.

Petrucci, R. 1982. Kimia Dasar dan Terapan. Jakarta. Erlangga

Syafriani, D. 2014. Model Pembelajaran Optimal Untuk Meningkatkan


Kecakapan dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Bentuk Geometri
Molekul. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 20 (77).

Sari, Amalia. P. Ashadi. Nugroho, A. 2013. Studi Komparasi Model Pembelajaran


Sted Dengan Menggunakan Media Animasi Macromedia Flash Player
dan Molymod pada Pembelajaran Kimia Materi Pokok Ikatan Kovalen
Ditinjau Dari Kreativitas Siswa. Jurnal Pendidikan Kimia. Vol. 2 (2).

Wiranatha, Agung. C. Sasmita, Gusti. M. A. Lahallo, Cardian. A. S. 2016. Media


Pembelajaran Molymod Senyawa Hidrokarbon Teknologi Augmented
Reality Berbasis Android. Jurnal Teknologi Informasi. Vol. 4 (1).