Anda di halaman 1dari 19

Proses Industri Kimia 2

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................................................................................1

BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................2

1.1 Latar Belakang.....................................................................................................2

1.2 Rumusan Masalah................................................................................................2

1.3 Tujuan..................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................3

2.1 Hidrogenasi..........................................................................................................3

2.2 Sifat-Sifat Hidrogenasi........................................................................................3

2.3 Scope Hidrogenasi...............................................................................................4

2.4 Cara Pembuatan Hidrogen...................................................................................8

BAB III PENUTUP.....................................................................................................15

3.1 Kesimpulan........................................................................................................15

3.2 Saran..................................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................16

1
Proses Industri Kimia 2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hidrogen merupakan salah satu senyawa organik yang
banyak digunakan dalam bidang industri. Larutan tidak berwarna
ini sering dijumpai dalam bidang farmasi. Biasanya dalam
industri farmasi, hidrogen menjadi komponen utama dalam
proses pembuatannya. Tidak hanya dalam farmasi, hidrogen
juga pernah menjadi bahan pembuatan senjata pada perang
dunia II. Dalam proses pembuatannya, hidrogen memiliki banyak
cara. Pada makalah ini akan dibahas tentang proses pembuatan
hidrogen. Tidak hanya mengulas tentang hidrogen, makalah ini
juga akan mengulas tentang hidrogenasi. Hidrogenasi
merupakan suatu proses yang melibatkan hidrogen dengan
bantuan katalis. Proses hidrogenasi sendiri sudah banyak
diterapkan dalam berbagai industri. Baik dalam skala kecil
maupun skala besar. Dengan adanya makalah ini, diharapkan
mampu menjelaskan dengan baik perbedaan antara hidrogenasi
dan hidrogen.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apakah yang dimaksud dengan hidrogenasi ?
b. Apa saja scope dari hidrogenasi tersebut ?
c. Bagaimana cara pembuatan hidrogen ?
d. Apa saja sifat-sifat hidrogen ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan hidrogenasi
2. Mengetahui scope hidrogenasi
3. Mengetahui macam-macam cara pembuatan hidrogen
4. Mengetahui cara pembuatan hidrogen

2
Proses Industri Kimia 2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Hidrogenasi

Hidrogenasi menurut kbbi adalah penggabungan hidrogen


dengan zat lain, namun menurut web airproducts hidrogenasi
adalah proses yang menggunakan gas hidrogen untuk
mengubah minyak nabati cair menjadi olesan/margarin. Proses
ini menstabilkan minyak dan mencegah basi akibat oksidasi.
Menurut Groggin, hidrogenasi adalah istilah yang merujuk
pada reaksi kimia dari suatu zat dengan molekul hidrogen
dengan bantuan katalis. Proses hidrogenasi mencakup reaksi
dimana hidrogen hanya menambah 1 molekul, reaksi dibelah
oleh hidrogen adalah hidrogenolisis dan pemecahan hidrogenasi,
juga reaksi seperti isomerisasi, kristalisasi, dan seperti yang
terjadi dalam kehadiran dari molekul hidrogen dan katalisis.

2.2 Sifat-Sifat Hidrogenasi


Sifat Fisik
Titik lebur : -259,140C
Titik didih : -252,87 0C
Warna : tidak berwarna
Bau : tidak berbau
Densitas : 0,08988 g/cm3 pada 293 K
Kapasitas panas : 14,304 J/gK

Sifat Kimia
Panas Fusi : 0,117 kJ/mol H2
Energi ionisasi 1 : 1312 kJmol
Afinitas electron : 72,7711 kJ/mol
Panas atomisasi : 218 kJ/mol
Panas penguapan : 0,904 kJ/mol H2
Jumlah kulit :1
Biloks minimum : -1
Elektronegatifitas : 2,18 (skala Pauli)
Konfigurasi electron : 1s1

3
Proses Industri Kimia 2

Biloks maksimum :1
Volume polarisasi : 0,7 3
Struktur : hcp (hexagonal close packed) Solid H2
Jari-jari atom : 25 pm
Konduktifitas termal : 0,1805 W/mK
Berat atom : 1,0079
Potensial ionisasi : 13,5984 eV

2.3 Scope Hidrogenasi


Hidrogenasi banyak digunakan dalam laboratorium
maupun proses industri. Dalam laboratorium hidrogenasi
digunakan dalam sintesis kimia sebagai basis untuk
berbagaiprosedur analitis dan sebuah alat pencarian dalam
pengidentifikasian dan penentuan struktur dari komponen
organik. Dalam industri, sejumlah hidrogen digunakan dalam
manufaktur amonia, metanol, bahan bakar cair, komponen
beroksigen, minyak nabati yang mengandung hidrogen, dan
berbagai jenis kimia organik. Lebih lanjut dalam meningkatkan
jumlah hidrogen yang digunakan untuk proses petrolium dan
pada masa ke depan bisa digunakan untuk hidrogenasi batu bara
ntuk memproduksi bahan bakar dan bahan kimia.

Yang menjadi dasar untuk industri saat ini, dimulai pada


tahun 1897 ketika Sabatier dan Senderens mengilustrasikan efek
katalitik dari nikel dalam reaksi hidrogenasi fase uap. Aplikasi
awal dari hidrogenasi dalam reduksi rantai ganda antara 2 atom
karbon untuk tujuan mengubah lemak cair menjadi lemak padat
atau biasa disebut dengan pengerasan lemak. Industri ini
sekarang besar.

Komersialisasi dari hidrogenasi dikembangkan selama


bertahun-tahun oleh Haber dalam sintesis amonia, Bergius
dalam batu bara dan hidrogenasi minyak bera, dan Fisher dan
Tropsch dalam sintesis bahan bakar.

4
Proses Industri Kimia 2

Hidrogenasi destruktif dari batu bara untuk memproduksi


gasolin yang telah dilakukan pada beberapa waktu dalam negara
ketika keberadaan minyak bumi tidak ada pada saat itu. Setelah
pekerjaan awal dari Bergius, batu bara coklat pertama
dihidrogenasi secara komersial di Jerman tahun 1927 diikuti
dengan pendirian pabrik pertama proses batu bara bitumen
dalam Britania Raya tahun 1935. Batu bara bitumen
mengandung hidrogen lebih rendah daripada batu bara coklat
yang lebih sulit untuk dihidrogenasi. Pada tahun 1945 belasan
pabrik yang beroperasi di Jerman dan memproduksi komponen
gasolin (penerbangan) rata-rata 2 juta ton pertahun. Dari
belasan pabrik, sekitar setengah diproduksi menggunakan batu
bara coklat atau bitumen dengan karbonisasi batu bara atau
residu batu bara. Bahan baku terakhir yang lebih mudah
diproduksi dari pada batu bara adalah yang mengandung lebih
banyak hidrogen dan cairan.

Batu bara tidak lagi dihidrogenasi di Eropa baik karena


lokasi dari sumber minyak bumi maupun karena harga batu bara
dan juga minyak yang berubah jadi hidrogenasi batu bara tidak
lagi ekonomis. Pada negara yang terakhir, bagian dari
hidrogenasi peralatan batu bara sekarang digunakan untuk
tujuan seperti proses oxo, hidrogenasi katalitik olefin, dan
sintesis fenol.

Hidrogenasi batu bara untuk memproduksi bahan bakar


motor masih belum ekonomis, bahkan setelah memungkinkan
kredit ke depannya untuk hidrogenasi batu bara mungkin
tergantung pada perkembangan terakhir seperti orang-orang
Carbide Chemical.

Dalam negara ini, hidrogen destruktif dalam berbagai


petrolium bahan baku yang dioperasikan pada Baton rouge, La.
sebelum Perang Dunia ke II. Namun dalam beberapa tahun

5
Proses Industri Kimia 2

sebelum tahun 1950 hidrogenasi hanya memainkan peran kecil


dalam teknologi petrolium, sebab biayanya besar untuk biaya
pencegahan hidrogen. Dengan munculnya proses reformasi
katalitik dimana naptas yang berat ditingkatkan dalam harga
oktannya, jumlah yang besar dari produksi hidrogen sekarang ini
digunakan untuk industri petrolium dan hidrogen ini sekarang
dikembangkan dalam berbagai macam produk. Pada akhir tahun
1956 sekitar 70000 ton per tahun hidrogen dikonsumsi untuk
tujuan ini. kapasitas reformasi kilang dalam negara ini saat ini
melebihi 924000 bbl per hari dan menghasilkan lebih dari 1600
ton per hari dari produk hidrogen dengan kemurnian yang
berkisar 75-95 % bergantung pada tingkat dari operasi dan sifat
bahan baku. Pada saat itu, porsi besar dari hidrogen dialihkan ke
sintesis amonia.

Hidrogenasi mild digunakan secara luas dalam proses


petrolium terutama dalam menyelesiakan produk nafta, kerosin,
solar, dan distilat minyak pemumas. hidrogen mild berperan
penting untuk menggantikan metode yang kurang efisien untuk
menghilangkan komponen sulfur, meningkatkan warna dan bau,
dan meningkatkan stabilitas penyimpanan produk.

Proses sintesis amonia merupakan permintaan terbesar


saat ini dari hidrogen, diikuti proses petrolium, hidrogenasi
lemak, dan sintesis metanol. Pada akhir 1956 ada lebih dari 63
plan sintesis amonia di negara ini dengan kapasitas sekitar 4,8
juta ton amonia per tahun. Jumlah amonia sama dengan
permintaan sekitar 850000 ton hidrogen.

Hidrogenasi lemak, penambahan hidrogen menjadi asam


lemak meski terhitung kurang dari 1 % dari berat minyak. Pada
tahun 1956 di Amerika hasil hidrogenasi lemak sekitar 1,5 juta
ton. Jumlah ini sebagian besar terdiri dari mentega dan
shortening.

6
Proses Industri Kimia 2

Lemak yang dihasilkan dari pengerasan ikan paus, minyak


ikan, dan minyak nabati seperti rami kedelai dan minyak biji
kapas dengan penambahan hidrogen di bawah tekanan ada 2
jenis yaitu bisa dimakan dan tidak bisa dimakan. Yang bisa
dimakan digunakan sebagai minyak babi, pengganti mentega,
dan shortening dalam industri kue dan untuk krim manufaktur
dan pelapis permen. Industri sabun paling besar penggunaannya
dari lemak yang tidak bisa dimakan. Kegunaan kecil lain dari
lemak yang tidak bisa dimakan adalah untuk gaun kulit, isolasi
elektrik, pembuatan cat.

Perkembangan lain yang penting dari industri sabun adalah


manufaktur dari ester asam sulfurik dari rantai panjang alkohol
alifatik sebagai lauril, setil, and stearil alkohol. Pembuatan garam
sodium dari palmitik atau asam stearik sebagai pembuatan
sabun biasa, asam ini pertama direduksi menjadi alkohol dengna
hidrogenasi pada tekanan yang tinggi dan alkohol kemudian
diesterifikasi dengan asam sulfurik. Detergen ini digunakan
dalam bentuk garam sodium yang mempunyai sifat yang
menarik. Sabun biasa dalam media asam didekomposisikan
dalam asam lemak yang susah untuk dirubah, terutama dari kain
halus, sodium palmitil dan stearil sulfat larut dalam asam, netral,
atau media alkali tanpa dekomposisi menjadi senyawa yang
tidak larut. Detergen meski lebih mahal dari sabun biasa, banyak
ditemukan penerapan dalam mencuci kain halus dan serat, di
toilet, dan keuntungan-keuntungan lebih namun dengan harga
yang lebih mahal.

Metanol sintetik juga banyak digunakan dalam hidrogen.


Pada tahun1956 nilai sintesis sekitar 800.000 ton metanol per
tahun. Hidrogen yang diperlukan sekitar 100000 ton.

Hidrogenasi dan hidrogenolisis dari karbohidrat


mempunyai peran yang cukup besar dalam penelitian beberapa

7
Proses Industri Kimia 2

tahun yang lalu. Glukosa, sukrosa, molase, kanji, dan sakarida


yang lain dengan hidrogen pada suhu sekitar 100 250 C dan
tekanan dari 50-300 atm dengan menggunakan nikel, besi, dan
katalis tembaga. Untuk menyiapkan glikol propilen yang
menghasilkan gliserol yang baik. Jumlah heksil alkohol, etilen
glikol, etanol,dan juga membentuk metanol dengn2 tingkat
hidrogenasi dari heksas terbesar 1530 ton gliserogen yang
mengandung 40% gliserol, 40% propilen gliserol, dan 20% heksil
alkohol yang diproduksi di Jerman selama Perang Dunia II dalam
plastik dari kimia organikada beberapa banyak contoh dari
hidrogen yang diperlukan untuk luasnya 1-5% oleh berat dari
produknya tapi tidak ada hasil yang besar. Yang terpenting dari
hidrogenasi dalam industri kimia pada proses aldol. Untuk
memproduksi lkohol yang mempunyai rantai karbon 4-8. Akan
tetapi pentingnya dari proses aldol adalah mendukung oxo yang
mana selalu digunakan hidrogen. Kimia organik lainnya bentuk
dari hidrogenadalah asam glikolik untuk membuat etilen glikol,
adiponitril menjadi heksanetilenamin, dekstros menjadi sorbitol,
fenol menjadi siklon heksanon, dan naftalen menjadi tetralin dan
dekalin.

Hidrogen juga menggunakan konversi benzen menjadi siklo


heksanon dan asetilen derifatif menjadi bunatediol. Pada
industri makanan hidrogen digunakan untuk merubah asam dari
minyak lemak. Di masa depan hidrogen lebih penting digunakan
dalam minyak serpih dan komponen metal yang berbubuk.
Industri yang terakhir menggunakan lebih dari 1500 ton hidrogen
pada tahun 1956 untuk tujuan ini.

Jika hidrogenasi diaplikasikan ke bahan-bahan yang


dengan luas variasi berat molekul dan struktur. Bahan seperti
kayu, karet, vitamin, protein, steroid, elastomer, kapas, nilon

8
Proses Industri Kimia 2

adalah jenis dari berbagai bahan yang bia diperankan menjadi


reaksi.

Kuantitas katalis yang besar dikonsumsi dalam proses


hidrogenasi dalam industri hidrogenasi untuk contoh 300-600 ton
nikel yang dikonsumsi setiap tahun. Pada proses petrolium pada
tahun 195 sekitar 125 ton digunakan dengan katalis hidrogenasi
dan ditambahkan 490 ton yang digunakan dalam proses
perbaikan ulang. Juga pada tahun yang sama sekita 350 ton
molibdenum digunakan pada katalis hidrogenasi dan perbaikan
ulang.

Pada masa depan, katalis hidrogen akan berlangsung


dengan penambahan ukuran dan roses keseragaman. Keluaran
yang baru untuk besarnya volume hidrogen yang akan diambil
keuntungan semakin besar. Volume pada katalis reformer
konversi petrolium dan menyak serpih untuk fraksi scaa
ekonomi.

2.4 Cara Pembuatan Hidrogen

I. Hidrogen dari Hidrokarbon


Hidrogen yang terbuat dari hidrokarbon dapat melalui
empat proses, yaitu :
Thermal Decomposition
Pada proses ini, hidrokarbon (terutama berasal dari
gas alam) dipecah menjadi karbon dan hidrogen. Saat
ini, gas yang mengandung metan yang tinggi di
cracking untuk memproduksi karbon hitam oleh proses
thermatomic-carbon. Hidrogen adalah sebagai produk
dan digunakan untuk bahan bakar.
Steam Reforming
Steam reforming merupakan salah satu metode
terbaik untuk hidrogenasi petroleum untuk proses
hidrogenasi dari gas alam, dari limbah kilang gas atau
produk gas gas yang dihasilkan dari hidrogenasi. Gas

9
Proses Industri Kimia 2

ini kandungan utamanya adalah metan dan reaksi


dengan uap air adalah :

CH4 + H2O -> CO + 3 H2


Reaksi katalis dan terjadi sekitar 1000 oC atau 1800oF
pada furnace. Katalisnya adalah alumunium oksida
yang berbentuk pellet kecil atau kubus. Reaksi terjadi
secara endotermik dan katalis yang terkandung dalam
tabung mengandung kromium yang tinggi, nikel yang
tinggi campuran baja yang mampu bertahan di suhu
yang tinggi. Limbah panas yang keluar dari furnace
dimanfaatkan melalui limbah panas boiler untuk
memproduksi setengah steam yang dibutuhkan pada
proses. Jika sebuah karbon monoksida, hidrogen
dibutuhkan, pada produksi methanol atau hidorkarbon
sintetis, reaksi antara hidrokarbon ringan dan uap yang
paling umum digunakan.
Pekerjaan yang luas telah dilakukan pada reaksi gas
alam dengan tujuan ini. Steam ditambahkan pada
campuran karbon monoksida dan hidrogen dan air &
katalis reaksi gas kemudian dibuat untuk
berlangsungnya katalis besi pada suhu 450-500 oC. Gas
meninggalkan converter yang mengandung sekitar
79% hidrogen, 20% CO2 dan 1% gas hidrokarbon yang
tidak terkonversi dan macam macam gas lain. Mereka
didinginkan dan dibuang untuk menghilangkan CO2,
Hanya ada pada saat di proses katalis water gas.
Reaksi hidrokarbon & steam adalah reaksi yang
berkelanjutan dan bisa untuk membuat hidrogen yang
berkombinasi dengan gas alam dalam skala besar,
seperti metana, etana dan hidrokarbon tak jenuh.
Oksidasi Parsial
Proses lainnya adalah mengoksidasi parsial
hidorkarbon. Proses terbaru dibentuk dari perusahaan

10
Proses Industri Kimia 2

di Texas yang secara ekonomi kompetitif atau superior


untuk steam karena perkembangannya akhir-akhir ini
membutukan sedikit oksigen tentang 10 sintetsis-gas
plant. Proses dioperasikan tanpa katalis dari oksigen
dengan gas alam atau bahan bakar untuk
memproduksi campuran karbon monoksida dan
hidrogran. Sebuah burner khusus memungkinkan
pecampuran selesai pada zona reaksi yang telah
digunakan dan reaktor didesain dengan silinder
karbon-baja dengan berlapis lapis untuk menahan
tekanan 200-300 psig dan suhu 1100oC. Kondisi suhu
3300oC berkembang jika jika kondisi tidak benar benar
dikontrol, meskipun di bawah operasi normal refraktori
adalah satu satunya objek yang diperbolehkan untuk
firebrick. Efisiensi gas dingin atau heating value dari
hidrogen dan karbonmonoksida menyatakan
presentase dari bensi digunakan 80-85%. Volume
sekitar 250-270 cu ft dari oksigen murni dibutuhkan
dari 1000 cu ft hidrogen + karbon monoksida
terbentuk. Reaksi muncul untuk memproduksi dua
langkah, yang pertama kecepatan konsumsi oksigen
terjadi dan karena produksi hidrokarbon seperti metana
terkonversi, memproduksi jumlah besar dari air dan
karbon monoksida. Pada langkah kedua, di mana laju
dikontrol, sejumlah gas hidrokarbon berekasi dengan
air dan karbon monoksida . semua reaksi eksotermis
meskipun beberapa panas dibebaskan pada reaksi
pertama dan terserap secara reaksi endotermis .
Karbon monoksida pada gas tersebut diproduksi dan
dikonversi untuk hidrogen lebih, menggunakan water-
gas reaksi oleh karbon monoksida diganti menjadi
karbon dioksidan dan hidrogen lebih. Proses ini

11
Proses Industri Kimia 2

mempunyai keuntungan dari proses temperature tinggi


yang mana feed gas adalaah yang bisa membuat
hidrogen dibawah tekanan dan dari bahan baku yang
simple.
Proses pembentukan oksigen pertama kali
dikembangkan dengan menggunakan gas alam
sebagai bensin tetapi juga menggunakan minyak
ringan dan tipe minyak bunker yang berat. fleksibilitas
proses sehubungan dengan bahan bakar sangat
menarik karena mungkin untuk membangun pabrik
membutuhkan nitrogen di lokasi di mana tidak gas
alam atau batubara secara ekonomis tersedia tetapi
yang bahan bakar minyak dapat dengan mudah
diangkut. Dengan oksidasi parsial plant oksigen
dibutuhkan dan karena nitrogen diproduksi dapat
digunakan untuk temperatur rendah untuk teknik
purifikasi untuk mengupas hidrogen yang terbentuk
dari gas direformasi setelah terakhir melewati reaksi
pergeseran. Variasi dari proses kedua dan ketiga
memungkinkan 95 % dari udara yang diperkaya dapat
digunakan pada kombinasi pembentukan oksidasi
parsial. Seperti proses oksidasi yang mendekati
oksidasi parsial kecuali pada hidrokarbon yang
direaksikan dengan steam dan oksigen dengan katalis
nikel pada suhu 940oC. Temperatur yang lebih rendah
digunakan untuk memanaskan permukaan dan
menyebabkan kondisi yang berat pada peralatan
pembakaran daripada dijumpai pada oksidasi parsial
dengan oksigen sendiri. Keuntungan dari proses,
bagaimana pun, dibutuhkan 95% oksigen lebih rendah
daripada oksidasi parsial biasa. Proses ini juga
membawa udara yang diperkaya 95% oksigen untuk

12
Proses Industri Kimia 2

memproduksi 3:1 nitrogen dan oksigen pada rasio


sintesis gas amonia. (setelah pembentukan dan
mengubah karbon monoksida).
Variasi lain dari proses oksidasi parsial adalah salah
satu pada fraksi minyak berat di pecah menjadi zat sisa
padat dan sebuah hidrogen kayak gas dibawah kondisi
yang hasilnya penjenuhan pada olefin dan diolefin.
Selama proses coke dan residu menjadi lapisan padat
yang mana membakar padatan pada kehadiran
oksigen dan uap untuk memproduksi hidrogen
menggunakan rantai pemecahan.
Sebagai Produk Dari Pembentukan Katalis
Proses keempat dari reaksi persiapan hidrogen dari
hidrokarbon adalah pembentukan katalis, hasil
samping produk dari gas yang mengandung 77-95%
hidrogen. Luas kuantitas dari hidrogen dari hidrogen
sekarang bisa digunakan untuk berbagai proses dan
produksi terakhir pada tahun 1956 menghasilkan
sekitar 1600 ton per hari. Sebagian besar penyuling
tidak dipersiapkan untuk memproses hidrogen tinggi
dan pada instalasi pembuatan katalis secara sederhana
dibakar untuk bahan baku. Banyak gas, bagaimanapun
secara cepat dialihkan untuk digunakan pada sintesis
ammonia dan masa depan dari hidrogen ini akan
digunakan untuk desulfurasi bahan baku petroleum
dan hidrogenerasi oleofin untuk membentuk katalis.
II. Hidrogen dari Water Gas dan Steam
Water gas atau gas air adalah karbon monoksida dan
hidrogen yang dihasilkan dari gas sintesis, water gas dibuat
pada standar generator water gas dari material yang murah,
batu bara atau batu karang, uap air dan udara. Rata-rata
analisis dari water gas adalah :

- Hidrogen 49,2 %

13
Proses Industri Kimia 2

- Karbon monoksida 41,3 %

- Karbon dioksida 4,2 %

- Oksigen 0,2 %

- metana 0,8 %

- Nitrogen 4,3 %

Karbon monoksida dalam bentuk gas terbuat dari reaksi


dengan uap air dengan bantuan katalis oksidasi besi, dan
penmabahan hidrogen dengan karbondioksida diperoleh :

CO + H2O CO2 + H2

Hasil dari reaksi tersebut merupakan water gas yang


dirubah essensial ke dalam komposisi gas karbondioksida dan
hidrogen. Karbondioksida mudah dipindahkan melalui
penggosokkan dengan air di bawah tekanan atau melalui
absorben seperti trietanol amina, meninggalkan sebuah gas

III. Hidrogen dengan eletrolisis air


Kekuatan listrik yang rendah merupakan faktor utama
dalam menentukan hasil dari hidrogen dengan elektrolisis air.
Kemurnian dari hidrogen adalah sebuah aset. Pembuatan
hidrogen pada metode ini, kemungkinan besar sering
digunakan untuk pabrik-pabrik kecil dimana operasi atau
prosesnya tidak terlalu besar. Untuk menunjang metode
katalitis water-gas dari produksi, beberapa pabrik umunya
menggunakan hidrogen dalam bermacam sintesis atau dalam
pengolahan kimia organik. Bagaimanapun, harga dari
pembuatan hidrogen dengan elektrolisis air lebih murah
daripada menggunakan metode yang lainnya. Hal ini sangat
menguntungkan dan metode ini dapat dikerjakan untuk
pabrik dengan skala yang kecil.

14
Proses Industri Kimia 2

Larutan potassium atau sodium hidroksida biasanya


digunakan dalam elektrolitik sel. Larutan tersebut harus
dialirkan melalui sel-sel menuju logam pusat pada katode
dan pencairan pada anode. Diperoleh efisiensi arus yang
tinggi dari 96-100 % dalam alat yang modern. Pada
efisiensi 100% hasil dari hidrogen adalah 1000 cu ft dan
oksigen sebanyak 500 cu ft memerlukan 78.8 kwh.
Hidrogen juga dihasilkan dengan metode elektrolitik klorin,
sodium hidroksida, klorat, dan perklorat.

IV. Hidrogen dari uap air dan besi


Reaksi utama untuk pembuatan hidrogen dari uap air
dan besi adalah :

3Fe + 4H2O Fe3O4 + 4H2

Fe3O4 + 4H2 3Fe + 4H2O

Fe3O4 + 4CO 3Fe + 4CO2

Reaksi tersebut merupakan intermittent, besi teroksidasi


menghasilkan hidrogen dan akan diperbaharui sebagaimana
ditunjukkan oleh persamaan reaksi 2 dengan melewati air gas
diatasnya. Metode ini telah digunakan selama beberapa
waktu dan telah disesuaikan dengan kecil atau besar skala
operasi atau prosesnya. Bagaimanapun, hal ini secara
bertahap akan digantikan oleh metode pembuatan hidrogen
yang lainnya. Pembuatan hidrogen dari uap air dan besi telah
banyak digunakan di masa lalu, berkaitan dengan pengerasan
atau hidrogenasi dari minyak nabati. Karena relative
sederhana dari beberapa instalasi, sebagian besar hidrogen
digunakan untuk penyerangan dan pengeboman selama
perang dunia II telah menggunakan prosess uap air-besi.

V. Hidrogen dari metanol dan uap air


Proses uap air-metanol mengikuti persamaan sebagai
berikut:

15
Proses Industri Kimia 2

0
260 C
CH 4 OH + H 2 O > 3 H 2 +CO 2

Telah digunakan dalam pabrik kecil hidrogen oleh


angkatan militer selama perang dunia II, metode ini
digunakan untuk memproduksi hidrogen dan karbon dioksida.
Total volume hidrogen adalah 1000 cu ft dan karbon dioksida
sebesar 40 lb dapat diproduksi dari 5 gal metanol. Beberapa
pabrik portable mempunyai kapasitas 4000 cu ft hidrogen per
jam, 4 gal bahan bakar minyak per jam. Diperlukan untuk
memberikan panas pada reaksi dan peralatan.

VI. Hidrogen dari ammonia


Penguraian ammonia adalah proses yang penting untuk
memproduksi hidrogen. Dimana secara relative, jumlah yang
kecil merupakan yang diinginkan untuk permintaan khusus.

VII. Pemisahan Hidrogen dengan Pencairan


Pada proses fisik dari pemisahan terdapat perbedaan
dalam titik didih dari komponen gas ketika proses pencairan.
Yang dikembangkan oleh para pekerja dari Claude, Patart, dan
perusahaan Linde di Eropa. Dimana sumber hidrogen pada
masa 30 tahun yang lalu mengalami coke-oven atau water
gas. Teknik yang dikebangkan pada bidang pebuatan hidrogen
dari gas coke-oven dan kembali ke gas hidrokarbon seperti
bahan bakar dengan satuan Btu kemudian masuknya gas
murni. Gas coke-oven, karena dari konten nitrogen ini
biasanya digunakan untuk sintesis ammonia, dimana water
gas lebih cocok untuk memproduksi dari hidrogen itu sendiri.
Gas coke-oven yang terkandung sekitar 50% hidrogen dan
beberapa 15-20% nitrogen, ditambah dengan 20-30%
metana, hidrokarbon jenuh dan karbon monoksida. Proses
dengan kemurnian yang pasti sekarang diguakan pada
Negara yang menerapkan pemurnian hidrogen dari

16
Proses Industri Kimia 2

pembaharuan katalis. Gas yang pertama ditekan pada


tekanan 300 psig dan dilewati melalui beberapa step
pemurnian untuk menghilangkan semua dari kotoran seperti
karbon dioksida dan hidrogen sulfida. Pemurnian gas
kemudian dikeringkan sampai kelembaban sekitar 1 ppm dan
kedinginan sekitar 35oC. Dimana bagian terbesar dari propana
dan sebagian besar hidrokarbon adalah kondensasi. Aliran gas
selanjutnya ke exchanger kedua dioperasikan sekitar 120oC
yang mana C2 hidrokarbon dan sisa dari propana adalah
kondensasi. Sistem ini beberapa kali memasukan tipe reflux
dari condenser untuk menghilangkan dari asetilen yang mana
bentuk sebuah azeotrop dengan atilen. Pemurnian yang
ketiga sebagian besar dari metana dan sisanya C2
hidrokarbon adalah kondensasi. Serta beberapa nitrogen dan
karbon monoksida.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Hidrogenasi adalah istilah yang merujuk pada reaksi kimia
dari suatu zat dengan molekul hidrogen dengan bantuan
katalis.
Dalam laboratorium hidrogenasi digunakan dalam sintesis
kimia sebagai basis untuk berbagaiprosedur analitis dan
sebuah alat pencarian dalam pengidentifikasian dan
penentuan struktur dari komponen organik. Dalam industri,
sejumlah hidrogen digunakan dalam manufaktur amonia,
metanol, bahan bakar cair, komponen beroksigen, minyak
nabati yang mengandung hidrogen, dan berbagai jenis kimia
organik.
Hidrogen dapat dibuat dari hidrokarbon, water gas dan uap
air, elektrolisis dari air, dari methanol dan air, dari amoniak,

17
Proses Industri Kimia 2

dari proses miscellaneous dan pemisahannya dengan


pencairan.
Hidrogen merupakan gas yang tak berwarna dan tak berbau,
mempunyai titik didih -252, 87oC dan titik leleh -259.14 oC.

3.2 Saran
Reaksi hidrogenasi ini sangat bermanfaat sekali dalam skala
industri maupun labolatorium, oleh karena itu alangkah lebih
baik kelompok selanjutnya menjelaskan tentang macam-macam
proses hidrogenasi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2015. Pembuatan Gas Hidrogen


www.google.co.id/pembuatan+gas+hidrogen.pdf&gs_I=mobile
-gws- serp.1.0.0i22i30k1.57093.63161.0.3 diakses pada
tanggal 22 Februari 2017

Anonim. 2016. Hidrogenasi. Kkbi.web.id/hidrogenasi diakses pada


tanggal 22 Februari 2017

Anonim. 2017. Hidrogenasi dalam Industri Minyak dan Lemak.


www.airproducts.co.id/industries/FoodBeverages/OilFats/produ
ct-list/hydrogeneration-oilsfats.aspx?

18
Proses Industri Kimia 2

itemld=6C88A8797C704DCD9F5C77435AC7743F diakses
pada tanggal 26 Februari 2017

Groggin, PH. 1954. Unit Process In Organic Synthesis. New York: Mc.
Graw-Hill

19