Anda di halaman 1dari 6

( Rekayasa Ide Fisika Matematika II )

Disusun Oleh :

Nama : Diego Ferdinand Sihaloho


Nim : 4153240005
Jurusan : Fisika Non Kependidikan 2015
M.Kuliah : Fisika Matematika II
Dosen : Dr.Nurdin Siregar,M.Si

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
DAFTAR ISI

Daftar Isi .. 2

Ringkasan 3

Bab I

Pendahuluan . 4

Gagasan .5

Bab II

Kesimpulan . 6

DAFTAR PUSTAKA .... 7


A.Ringkasan

Bilangan kompleks adalah himpunan bilangan terbesar di dalam matematika. Secara


umum, bilangan kompleks terdiri dari bilangan real dan bilangan imajiner. Dalam bilangan
kompleks X + iY, suku pertama (X) adalah bagian bilangan real sedangkan suku kedua (iY)
adalah imajiner. Jika X = 0, maka bilangan kompleks adalah bilangan imajiner murni yang
terletak pada sumbu i. Sedangkan apabila Y 0, maka bilangan kompleks adalah bilangan real
yang terletak pada sumbu real. Bilangan imajiner didefinisikan sebagai :

i = 1
Bilangan kompleks merupakan salah satu teknik matematika tingkat lanjut. Sering kita
bertanya, untuk apa bilangan kompleks yang terkesan tidak nyata perlu dipelajari. Pertanyaan ini
cukup umum karena dalam kehidupan sehari hari, kita sangat jarang melihat orang
menggunakan bilangan kompleks dalam kehidupan. Namun, pada kenyataannya, saat ini
bilangan kompleks telah menjadi bagian penting dalam berbagai perhitungan yang diaplikasikan
dalam kehidupan sehari hari. Salah satu aplikasi dari bilangan kompleks pada bidang elektro
adalah pada rangkaian RLC. Rangkaian RLC adalah rangkaian listrik yang di dalamnya
mengandung resistor, induktor, dan kapasitor yang berhubungan satu sama lain, baik secara seri
maupun secara paralel. Pada perhitungannya, rangkaian RLC banyak menggunakan bilangan
kompleks, seperti perhitungan tegangan,impedansi, dan arus maksimum.
BAB II
PENDAHULUAN

1).Latar Belakang
Bilangan kompleks terdiri dari bilangan real dan bilangan imajiner, di mana bilangan
imajiner didefinisikan sebagai akar kuadrat dari -1. Munculnya bilangan kompleks dapat
dihasilkan dari persamaan matematika sederhana,misalnya persamaan kuadrat:

2 + + = 0

Salah satu cara mencari solusinya adalah dengan rumus abc, yaitu:
b D
1,2 = 2a

dengan diskriminan D = b2 4ac. Untuk diskriminan besar dari sama dengan nol, maka akar-
akarnya bersifat real. Sedangkan untuk kasus diskriminan kecil dari nol, menyebabkan akar
akarnya tidak real karena akan mengandung bilangan imajiner, sehingga akar persamaannya
termasuk bilangan kompleks. Jika diskriminan tersebut ditulis sebagai d2, maka akar
kompleksnya adalah:
b i D
1,2 = 2a

Pada persamaan tersebut, x1 dan x2 dikatakan sekawan karena apabila dikalikan menghasilkan
bilangan real. Bilangan kompleks dapat melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi seperti
bilangan real. Namun, ada beberapa sifat bilangan kompleks yang menyebabkan pengoperasian
matematika pada bilangan kompleks berbeda dengan bilangan real. Berikut sifat-sifat operasi
matematika pada bilangan kompleks:
1. Penjumlahan
Penjumlahan pada bilangan kompleks dapat dinyatakan dengan:
+ i + + i = ( + ) + ( + )i

Penjumlahan bilangan kompleks hampir sama dengan penjumlahan bilangan real biasa.
Bagian real dijumlahkan dengan bagian real (a + c), sedangkan bagian imajiner dijumlahkan
dengan bagian imajiner pula (b + d). Berikut contoh penjumlahan bilangan kompleks:
(4 + 7i ) + (2 + 1i ) = (4 + 2) + (7 + 1) i = 6 + 8i
2. Pengurangan
Pengurangan pada bilangan kompleks dapat dinyatakan dengan
( + i ) ( + i ) = ( ) + ( )i
Pengurangan bilangan kompleks tidak jauh berbeda dengan penjumlahan, hanya saja
pengurangan terjadi pada bagian yang sama. Berikut contoh pengurangan bilangan kompleks:
(4 + 7i ) (2 + 1i ) = (4 2) + (7 i ) = 2 + 6i
3. Perkalian
Perkalian pada bilangan kompleks dapat dinyatakan dengan:
( + i ) ( + i ) = () + (i ) + (i ) + (i i ) = ( ) + ( +
i)
sehingga
( + i ) ( + i ) = ( ) + ( + i )
i adalah akar kuadrat dari -1, sehingga perkalian bi*di akan menghasilkan b*d.
Bilangan tersebut sudah tidak imajiner karena sudah tidak mengandung i. Berikut contoh
perkalian bilangan kompleks:
(4+ 7i ) (2 + 1 i ) = (4 2 71) + (4 1 + 7 2 i ) = 1 + 18i
4. Pembagian
Pembagian pada bilangan kompleks dapat dinyatakan dengan :

a+b i a+b i cd i ( a+bi )(cdi) ( ac+ bd )+ (ad +bc ) i


c+ d i = c+ d i * cd i = c2 d 2 = c 2d 2

Pembagian pada bilangan kompleks memang sedikit lebih rumit daripada operasi lainnya.
Hal ini dikarenakan kita harus membuat penyebut menjadi sederhana. Dengan memanfaatkan
sifat (x + y) * (x y) = (x2 y2), maka kita kalikan penyebut dengan sekawannya (c d i ).
Agar tidak mengubah persamaan, maka pembilang juga dikalikan dengan (c di ). Berikut
adalah contoh pembagian bilangan kompleks: