Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Awal kehamilan ditandai berdasarkan menstruasi terakhir pada wanita. Banyak
perubahan fisik yang akan wanita alami selama trimester pertama (3 bulan pertama
kehamilan). Periode ini juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi
bayi.
Kehamilan biasanya berlangsung selama 40 minggu, mulai dari hari pertama
periode terakhir menstruasi wanita yang berarti bahwa itu mencakup dua minggu
sebelum ovulasi dan konsepsi terjadi. Hal ini sering disebut dalam tiga bagian yang
disebut trimester. Trimester pertama berlangsung selama 12 minggu, yang kedua
dari 13 sampai akhir 27 minggu, dan ketiga 28-40 minggu. Wanita mungkin
menemukan versi yang sedikit berbeda dari periode waktu selama kehamilannya.
Sebagai contoh, tes khusus dilakukan selama trimester pertama. Pembagian
trimester membantu anda dan dokter dalam perencanaan dan pengelolaan
kehamilan.
Trimester pertama merupakan saat perubahan besar dalam tubuh seorang
wanita, dan akan mengalami perubahan dengan cara yang unik. Beberapa wanita
langsung tahu bahwa mereka telah hamil, sedangkan orang lain mungkin tidak
yakin mereka sedang hamil bahkan setelah tes kehamilan positif dan dokter telah
mengkonfirmasi. Trimester pertama dapat membawa peningkatan energi dan rasa
kesejahteraan. Beberapa wanita mungkin merasa lelah dan emosional. Lain
mungkin tidak melihat banyak perubahan sampai kemudian pada kehamilan.
Selama tubuh mengalami perubahan, wanita mungkin perlu membuat
perubahan ke rutinitas sehari-hari, seperti pergi ke tempat tidur lebih awal atau
sering makan, makanan kecil. Untungnya, sebagian besar ketidaknyamanan tersebut
akan hilang selama kehamilan berlangsung. Dan sebagian perempuan bahkan
mungkin tidak merasakan adanya ketidaknyamanan semua ini. Jika wanita pernah
hamil sebelumnya, mungkin merasakan adanya perbedaan kali ini. Sama seperti
perbedaan disetiap wanita, demikian juga di setiap kehamilan.
B. Tujuan Penyusunan
1. Tujuan Umum
Setelah menyelesaikan askep ini diharapkan penulis mampu menerapkan
asuhan ini pada ibu hamil
2. Tujuan Khusus
Mahasiswa dapat memahami defenisi antenatal tanda dan gejala antenatal,
perubahan fisiologis pada antenatal dan asuhan keperawatan pada antenatal..

BAB II
PEMBAHASAN
A. Tinjauan Teoritis Medik
1. Pengertian
Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (Saifuddin,
Abdul Bani, dkk, 2001)
Kehamilan adalah periode dimana ovum telah dibuahi dan berkembang
didalam uterus mengalami proses diferenseasi dan uterus berkembang sampai bisa
menunjang sendiri kehidupan diluar uterus (Mochtar Rustam;1988).

Kehamilan trimester I adalah periode pertama diukur mulai dari konsepsi


sampai minggu ke-12 kehamilan. Trimester pertama disebut sebagai periode
pembentukan karena pada akhir periode ini semua system organ janin sudah
terbentuk dan berfungsi

Kehamilan trimester pertama adalah waktu yang harus dinikmati, harapan, dan
perubahan-perubahan pada seorang ibu terjadi. Meskipun setiap tahap kehamilan
mempunyai karakter yang berbeda, kehamilan trimester pertama dapat merupakan
saat yang sulit juga.

2.2 Faktor Penyebab


Faktor penyebab kehamilan trimester pertama adalah sel sperma yang
berhasil membuahi sel telur sehingga menjadi zigot, morula, blastosit, embrio,
dan janin.

2.1 Pathway
Terlampir

2.4 Gejala Pada Kehamilan Trimester 1


Gejala subjektif
a. Amenore
b. Nausea
c. Mual (morning sickness)
d. Payudara terasa penuh dan sensitif
e. Sering berkemih
f. Merasa lemah dan letih
g. Berat badan naik
h. Perubahan mood
Gejala oubyektif
a. Peningkatan temperatur basal tubuh
b. Perubahan kulit
c. Perubahan pada payudara
d. Pembesaran pada abdomen
e. Perubahan pada rahim dan vagina

2.5 Perubahan Psikologis Trimester 1 (Periode Penyesuaian)


a. Ibu merasa tidak sehat dari kadang merasa benci dengan kehamilannya.
b. Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan.
c. Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil.
d. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian
dengan saksama.
e. Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu
yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau malah mungkin
dirahasiakannya.
f. Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita, tetapi
kebanyakan akan mengalami penurunan.

2.6 Kebutuhan Nutrisi Bagi Kehamilan Trimester Pertamas


a. Asam Lemak Omega-6 (Asam lenoleat) dan Asam Lemak Omega-3 (Asam
Alfa-Lenoleat). Manfaat : Asam lemak omega-6 prekusor pembentukan asam
lemak arakidonat (AA). Sedangkan asam lemak omega-3 di dalam tubuh diubah
jadi EPA (asam eikosapentaenoat) dan DHA (asam dokosaheksaenoat). AA dan
DHA terbukti sebagai lemak dominan penyusun sel-sel saraf dan otak janin. Jenis
Makanan : Asam lemak omega-6 misalnya minyak kedelai atau minyak zaitun.
Asam omega-3 misalnya ikan salmon, sardin, kembung, tuna, tenggiri, ikan tawas.
b. Asam Folat. Manfaat : Salah satu jenis vitamin B ini berperan dalam proses
pembentukan sistem saraf pusat, termasuk otak. Jenis Makanan : Kacang
kedelai (tempe, tahu), hati sapi, serelia yang sudah difortifikasi asam folat,
sayuran berwarna hijau tua, jeruk, apel dan sebagainya.
c. Vitamin B2 (Riboflavin). Manfaat : Membantu melepas energi dari proterin
serta membantu memenuhi kebutuhan protein yang meningkat selama hamil.
Jenis makanan : telur dan keju cheddar.
d. Vitamin B 12. Manfaat : 1) Menjaga kerja sel-sel sumsum tulang belakang,
sistem saraf dan saluran penceranan. Dengan demikian berbagai sel tubuh janin
yang telah terbentuk berfungsi normal. 2) Membantu kelancaran pembentukan
sel darah merah. Jenis makanan : produk olahan kacang kedelai tahu dan
tempe, susu dan produk lainnya.
e. Vitamin C. Manfaat : 1) Membantu penyerapan zat besi kacang-kacangan,
buah serta sayuran. 2) Meningkatkan penyerapan asam folat, mengurangi risiko
pre-eklampsia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jenis makanan : jeruk,
kiwi, blimbing, paprika.
f. Vitamin D. Manfaat : 1) Memperbaiki penyerapan kalsium (Ca) dan membantu
keseimbangan mineral dalam darah. 2) Untuk pembentukan tulang dan gigi.
Jenis makanan : Ikan salmon, ikan hering dan susu.

2.7 Tahap Perkembangan Kehamilan Trimester 1


1. Tahap Perkemnagan Ibu
Minggu ke Hari Perkembangan

I Hari pertama Minggu pertama adalah minggu periode menstruasi terakhir,


meskipun pembuahan belum terjadi, Ibu sekarang sudah mulai
menghitung hari. Janin berkembang di dalam rahim Ibu,
perasaan mual, nyeri punggung, lelah, perubahan mood,
keram kaki, sering berkemih, dan konstipasi dapat terjadi di
awal kehamilan.

II hari ke-8 Kesehatan Ibu yang baik merupakan salah satu faktor yang
penting dalam kehamilan. Nutrisi adekuat, olahraga, dan
istirahat yang cukup akan mempengaruhi kesehatan Ibu. Jika
berat badan Ibu berada di dalam batas normal sebelum
kehamilan, Ibu memerlukan asupan kalori sebesar 2200 kalori
setiap harinya pada 13 minggu pertama (trimester pertama).

III ke-15 sampai ke- Minggu ini Ibu akan sering merasa lelah dan payudara mulai
17, terasa tegang dan sakit. Kedua hal tersebut merupakan
pertanda awal kehamilan. Ibu juga dapat mengalami
ketidakseimbangan mood atau disebut bad mood yang
dikarenakan perubahan hormonal pada Ibu hamil. Selain itu,
mual atau morning sickness juga dapat terjadi.

IV Sama seperti minggu sebelumnya, Ibu akan merasakan


beberapa tanda awal kehamilan yaitu payudara yang terasa
nyeri dan membesar, letih, kontraksi Braxton-Hicks, sering
berkemih, dan mual. Serviks (leher rahim) akan melunak dan
berubah warna.

V Pada minggu ini Ibu tidak akan mendapatkan menstruasi,


salah satu pertanda untuk kehamilan. Apabila Ibu melakukan
tes kehamilan, maka akan sangat besar kemungkinannya
untuk positif. Tes ini mendeteksi adanya hCG, hormon yang
meningkat pada saat kehamilan. Produksi hormon yang masih
meningkat dapat menimbulkan keluhan seperti minggu-
minggu sebelumnya.

VI Ibu mungkin akan mulai merasa moody (sedih di satu waktu


dan bahagia di waktu berikutnya), hal tersebut wajar terjadi
dan disebabkan oleh hormonal yang berfluktuasi. Perdarahan
berupa bercak merupakan hal normal yang terjadi di awal
kehamilan, namun berhati-hatilah karena bercak atau flek
perdarahan tersebut dapat berupa tanda awal dari keguguran
atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).

Apabila Ibu mulai sering merasa kelelahan. Sering berkemih


atau sering bolak-balik ke kamar mandi merupakan tanda
umum kehamilan. Hal ini terjadi karena hormon -hCG akan
meningkatkan aliran darah ke daerah panggul-bagus untuk
peningkatan kepuasan seksual selama kehamilan. Selama
kehamilan, efisiensi dari ginjal semakin membaik sehingga
membantu tubuh Ibu untuk menyingkirkan produk sisa
metabolisme lebih cepat.

VII Apabila Ibu mulai merasa mual atau mengalami morning


sickness, disarankan Ibu mengurangi makan makanan
berlemak, banyak minum cairan, frekuensi makan
ditingkatkan namun dalam porsi yang lebih kecil (6x/hari),
istirahat teratur, dan jangan lupa untuk mengkonsumsi vitamin
prenatal.

Kehamilan akan menyebabkan perubahan pada serviks (leher


rahim). Mukus atau lendir yang terbentuk di pintu masuk dari
kanalis servikal mulai terbentuk dan berfungsi untuk
melindungi rahim. Payudara Ibu akan membesar dan terasa
tidak nyaman. Puting akan terasa lebih sensitif dan lebih nyeri
dari biasanya. Areola-daerah gelap di sekitar puting- akan
menjadi semakin gelap, semakin besar dan akan terus
membesar dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu Ibu juga
dapat melihat adanya bintil-bintil (seperti saat kita merinding)
di sekitar areola. Bintil ini dinamakan tuberkel Montgomery,
yaitu kelenjar keringat yang berfungsi sebagai pelumas bagi
areola.

VIII Payudara Ibu akan terus membesar sebagai persiapan untuk


menyusui. Sedangkan rahim Ibu sekarang berukuran sebesar
jeruk.

IX Ibu akan mulai merasakan peningkatan dari lingkar pinggul


minggu ini, meskipun Ibu masih belum terlihat jelas sedang
hamil.

X gejala dari mual dan muntah Ibu atau morning sickness mulai
menurun. Meskipun begitu, fluktuasi kadar hormonal di dalam
tubuh masih menyebabkan ketidakstabilan emosional atau
mood yang naik turun pada Ibu hamil.

Ibu masih belum mebutuhkan baju hamil sekarang, namun ibu


mungkin merasakan bahwa pakaian atau baju sehari-hari
mulai terasa tidak nyaman atau terasa ketat dan bra Ibu mulai
terasa sempit akibat dari pembesaran payudara. Untuk
mengatasi hal tersebut, pakailah celana yang memiliki karet
elastis pada bagian pinggang, Ibu dapat membeli bra baru
yang nyaman (ukuran payudara dapat meningkat 1-2 ukuran),
dan pakailan pakaian yang longgar.

XI Minggu ini mual dan muntah akan mulai berkurang, Ibu akan
merasa lebih nyaman dan dapat makan tanpa diiringi rasa
mual.

Sayangnya beberapa keluhan selama kehamilan seperti


konstipasi (hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang
berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras
disertai dengan nyeri pada perut.), heart burn (sensasi rasa
panas atau rasa tidak nyaman yang dirasakan dibalik tulang
dada atau tenggorokan atau keduanya), kembung, bersendawa,
dan buang gas yang berkaitan dengan perubahan hormon
mulai dirasakan. Progesteron akan merelaksasi otot polos di
tubuh Ibu. Sakit kepala juga dapat Ibu rasakan akibat dari
peningkatan kadar hormon. Ibu dapat mencegah terjadinya
sakit kepala dengan makan teratur, tingkatkan asupan cairan,
istirahat dan tidur teratur, serta hindari stres.

XII Rahim Ibu saat ini teraba tepat di atas simpisis pubis atau di
bawah tulang kemaluan. Ibu sudah mulai dapat berbelanja
baju kehamilan saat ini dan akan lebih baik dan lebih nyaman
bila Ibu mulai menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat.

Perasaaan heart burn pada Ibu saat ini.

Kulit ibu berubah selama kehamilan. Pada sebagian besar


wanita akan muncul garis vertikal berwarna coklat kehitaman
di kulit sepanjang bagian tengah perut yang disebut dengan
linea nigra. Garis ini akan ada selama kehamilan dan akan
menghilang setelah melahirkan. Jaring-jaring vaskuler dan
palmar eritema (kemerahan di telapak tangan) dapt terjadi
akibat pelebaran dari pembuluh darah dan tingginya kadar
estrogen selama kehamilan. Gejala ini hanya sementara, tidak
berbahaya, dan akan menghilang setelah melahirkan.

2. Tahap Perkembangan Janin


Minggu ke Hari Perkembangan

I awal sejak ovulasi Sekitar 80 jam sejak ovulasi, hasil konsepsi (pembuahan)
sampai berada di ampulla tuba fallopii, Sekitar 30 jam setelah
implantasi. terbentuk, zigot kemudian membelah diri. Menjadi 2 sel,
selanjutnya membelah diri secara deret ukur tanpa henti
dengan selang waktu antara 12 dan 15 jam. Zigot yang terdiri
dari 12-16 sel dan berbentuk mirip buah anggur yang disebut
morula, bergerak menggelinding dari tuba falopii menuju
rahim. Dari hari ke hari, sel-sel morula terus membelah dan
berkembang jadi embrio.

II hari ke-10 atau 11 Embrio diperkirakan berukuran 0,1-0,2 mm.

Mulai minggu ke-2

III ke-15 sampai ke- Embrio diperkirakan berukuran 0,4 mm.


17,

ke-17 sampai ke-


Ukurannya meningkat jadi sekitar 1,0-1,5 mm.
19
Cikal-bakal sistem pembuluh darah dan sistem saraf mulai
terbentuk.
ukuran embrio sudah mencapai 1,5-2,5 mm

Pembentukan mata pun mulai terjadi. Secara keseluruhan,


pada minggu ini sudah terdapat materi genetik, termasuk
warna rambut, bentuk mata, dan intelegensi si calon bayi.

IV Ukuran embrio sekitar 2 hingga 3,5 mm, jantung mulai


berdenyut dan sistem peredaran darah sudah melaksanakan
fungsinya meski masih dalam taraf yang sangat sederhana.
Cikal-bakal otak sudah bisa dibedakan menjadi tiga bagian
utama (prosensefalon, mesensefalon, dan rombensefalon)
yang kelak akan menjalankan fungsi masing-masing.

Pada minggu ini pula saraf-saraf spinal yang kelak menjadi


cikal-bakal tulang belakang sudah mengalami penebalan.
Sementara cikal-bakal telinga sudah terlihat meski masih
berupa gelembung. Plasenta atau yang biasa disebut ari-ari
juga terbentuk pada minggu ini

V embrio diperkirakan berukuran antara 5-7 mm. Pembentukan


telinga makin sempurna dengan terbentuknya duktus
endolimfatikus, yakni saluran untuk menyalurkan cairan yang
terdapat dalam selaput labirin telinga dalam, sistem
pencernaan makin sempurna dan Bahkan cikal-bakal ginjal
dan hati pun sudah terbentuk.

VI embrio diperkirakan berukuran sekitar 7-9 mm, pembuluh-


pembuluh nadi di bagian kepala kian jelas terbagi-bagi
menurut tugas masing-masing, rongga mulut sudah tampak,
struktur mata sudah terbentuk meski masih berjauhan
letaknya, Ruas-ruas tulang belakang sudah terbentuk meski
masih terlihat samar. Organ tubuh lain yang juga mulai
berkembang di usia kehamilan ini adalah pembungkus saraf,
penciuman, kandung kemih, jari-jemari, bahkan otot-otot
punggung
VII terbentuk lekukan-lekukan yang menandai tempat dimana jari
tangan dan jari kaki akan tumbuh.

VIII sekalipun panjang janin baru sekitar 2.5 cm (1 in), semua


organ bagian dalam sudah ada pada tempatnya dan sendi-
sendi utama seperti pundak dan pinggul sudah terlihat dengan
jelas.

Mulai minggu ke-5,6,7,8

IX mulut dan hidung sudah kelihatan; kedua lengan pun tumbuh


dengan cepat.

X bentuk jari tangan dan jari kaki sudah kelihatan, walaupun


satu sama lainnya masih tersambung oleh selaput kulit.Diakhir

XI semua organ bagian dalam sudah berbentuk dan berfungsi.

XII akhir trimester pertama- kelopak mata, kuku jari tangan dan
kaki telah kelihatan, persendian bisa bergerak, bayi mampu
mengisap dan menelan.

Mulai minggu ke-9,10,11,12


Semua sistem dalam tubuh bayi telah berkembang dengan baik dan banyak organ
yang bentuknya hampir sempurna. Meskipun dalam 12 minggu janin tumbuh
dengan cepat, janin masih belum mampu hidup di luar rahim.

2.8 Tanda Bahaya Trimester Pertama


Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan
bayi dalam keadaan bahaya.( Uswhaya,2009:3)
Menurut Kusmiyati dkk, 2008, kehamilan merupakan hal yang fisiologis.
Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu asuhan
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu
melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/ penyakit yang mungkin terjadi
selama hamil muda.
1. Perdarahan pervagina adalah Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan
kurang dari 22 minggu. Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam
yang berhubungan dengan kehamilan dapat berupa: abortus, kehamilan mola,
kehamilan ektopik.

Penanganan Umum Siapkan fasilitas tindakan gawat darurat, lakukan


pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu, termasuk tanda vital (nadi,
tekanan darah, respirasi, dan temperatur). Jika dicurigai adanya syok, segera
lakukan tindakan meskipun tandatanda syok belum terlihat. Ingat bahwa saat
melakukan evaluasi lebih lanjut kondisi ibu dapat memburuk dengan cepat. Jika
terjadi syok, sangat penting untuk segera memulai penanganan syok, yaitu
pasang infus dan berikan cairan intravena. Lakukan restorasi cairan darah sesuai
dengan keperluan.

Macammacam perdarahan pervaginam

a) Abortus adalah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada


kehamilan 16 minggu atau sebelum plasenta selesai.

Macammacam abortus

Abortus spontan adalah abortus yang terjadi secara alamiah tanpa


interval luar (buatan) untuk mengakhiri kehamilan tersebut.
Penanganannya: lakukan penilaian awal untuk segera menentukan
kondisi pasien (gawat darurat, komplikasi berat, atau masih cukup
stabil), segera upayakan stabilisasi pasien sebelum melakukan tindakan
lanjutan (evaluasi medik atau merujuk), temukan dan hentikan dengan
segera sumber perdarahan, lakukan pemantauan ketat tentang kondisi
pasca tindakan dan perkembangan lanjutan.

Abortus provokatus (induced abortion) adalah abortus yang disengaja,


baik dengan memakai obatobatan mau pun alatalat.

Abortus medisinalis adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan


alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu
(berdasarkan indikasi medis) biasanya perlu mendapat persetujuan 2
sampai 3 tim dokter ahli.

Abortus kriminalis adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan


tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.

Abortus inkompletus (keguguran bersisa) adalah hanya sebagian dari


hasil konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal adalah desidua atau
plasenta. Penanganannya: bila ada tandatanda syok maka atasi dulu
dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan
jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah
itu beri obatobat uterotonika dan antibiotika.

Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung) adalah: abortus yang


sedang berlangsung, dengan ostium sudah terbuka dan ketuban yang
teraba kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi. Penanganannya: bila
ada tandatanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan
tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan
metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obatobat uterotonika dan
antibiotika.

Abortus imminens (keguguran membakat) adalah keguguran membakat


dan akan terjadi. Dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dicegah
dengan memberikan obatobat hormonal dan anti spasmodika serta
istirahat. Penanganan: tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring
total, jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan atau hubungan seksual,
jika: perdarahan berhenti lakukan asuhan antenatal seperti biasa.
Lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi.Perdarahan terus
berlangsung nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG) lakukan
konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain.

Missed abortion adalah keadaan dimana janin sudah mati, tetapi tetap
berada dalam rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan atau lebih.
Penanganan: berikan obat dengan maksud agar terjadi his sehingga fetus
dan desidua dapat dikeluarkan, kalau tidak berhasil lakukan dilatasi dan
kuretase. Hendaknya juga diberikan uterotonika dan antibiotika.

2. Mola Hidatidosa, Pada trimester I gambaran mola hidatidosa tidak spesifik,


sehingga sering kali sulit dibedakan dari kehamilan anembrionik, missed
abortion, abortus inkompletus, atau mioma uteri. Penanganan umum: jika
diagnosis kehamilan mola telah ditegakkan, lakukan evaluasi uterus, segera
lakukan evakuasi jaringan mola dan sementara proses evakuasi berlangsung
berikan infus 10 unit oksitosin dalam 500 ml cairan IV (NaCl atau Ringer
Laktat) dengan kecepatan 40-60 tetes per menit (sebagai tindakan preventif
terhadap perdarahan hebat dan efektifitas kontraksi terhadap pengosongan
uterus secara cepat).

3. Mual Muntah Berlebihan adalah Mual (nausea) dan muntah (emesis


gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan
trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat
dan malam hari. Gejalagejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari
pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual
dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida. Satu
diantara seribu kehamilan, gejalagejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual
ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG
dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin
karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada
umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian
gejala mual muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan
sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan
inilah disebut hiperemisis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis
menentukan berat ringanya penyakit.

4. Sakit Kepala Yang Hebat, Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan,
dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan.
Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah
sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat.
Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa
penglihatanya menjadi kabur atau terbayang. Hal ini merupakan gejala dari pre-
eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke,
koagulopati dan kematian.

5. Penglihatan Kabur, Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat


disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan
meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang
dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan
penglihatan. Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda
pre-eklampsia. Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang
mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya
penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-
kunang. Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-
tanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada
eklampsia. Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat
penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme
pembuluh darah).

6. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan. Oedema ialah penimbunan cairan
yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui dari kenaikan berat
badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka. Oedema pretibial yang
ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti
untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan
mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah
beristirahat atau meninggikan kaki. Oedema yang mengkhawatirkan ialah
oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas. Oedema biasa menjadi
menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain: jika
muncul pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah beristirahat,
bengkak disertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti: sakit kepala yang hebat,
pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal
jantung atau pre-eklampsia.

7. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya Keluarnya cairan berupa air dari
vagina setelah kehamilan 22 minggu, ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi
sebelum proses persalinan berlangsung. Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi
pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan
aterm.

8. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan
terjadinya gejalagejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila
semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian
kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia.

9. Demam Tinggi, Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38 C
dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan
gejala adanya infeksi dalam kehamilan.

10. Selaput Kelopak Mata Pucat. Anemia adalah masalah medis yang umum
terjadi pada banyak wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan
rendah, kuantitas dari selsel ini tidak memadai untuk memberikan oksigen
yang dibutuhkan oleh bayi. Anemia sering terjadi pada kehamilan karena
volume darah meningkat kirakira 50% selama kehamilan. Darah terbuat dari
cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya meningkat lebih cepat daripada sel-
selnya. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah
atau persen sel darah merah dalam darah). Penurunan ini dapat mengakibatkan
anemia.
2.9 Kunjungan Prenatal Pertama

Tujuan pemeriksaan ibu pada kunjungan prenatal pertama adalah sebagai


berikut :

1. Untuk memastikan kehamilan

2. Untuk pemeriksaan kesehatan fisik ibu hamil

3. Untuk mengkaji pertumbuhan dan perkembangan janin

4. Untuk mengevaluasi kebutuhan psikososial ibu dan keluarganya

5. Untuk mengkaji kebutuhan konseling dan pembelajaran

6. untuk menyusun rencana perawatan guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.

2.10 Penatalaksanaan
Proses pengkajian terjadi sepanjang periode prenatal.proses dimulai saat wanita
bertemu dengan tenaga kesehatan karena ia menduga dirinya hamil. Teknik
pengkajian meliputi wawancara, pemeriksaan fisik dan tes laboratorium. Setiap
penyimpangan dari temuan normal dapat mengindikasikan suatu komplikasi,
sehingga harus dilakukan tes dan pengkajian lebih lanjut
BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN TRIMESTER I

3.1 Pengkajian umum


Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan
menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan perawatan bagi
klien.
1. Adapun hal-hal yang perlu dikaji adalah :
a. Biodata:
Mengkaji identitas klien dan penanggung yang meliputi ; nama, umur, agama,
suku bangsa, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, perkawinan ke- ,
lamanya perkawinan dan alamat.

b. Keluhan utama:
Kaji adanya menstruasi tidak lancar dan adanya perdarahan pervaginam
berulang

c. Riwayat kesehatan:
1) Riwayat kesehatan sekarang yaitu keluhan sampai saat klien pergi ke
Rumah Sakit atau pada saat pengkajian seperti perdarahan pervaginam di luar
siklus haid, pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan.

2) Riwayat kesehatan masa lalu.

d. Riwayat pembedahan:
Kaji adanya pembedahan yang pernah dialami oleh klien, jenis pembedahan ,
kapan , oleh siapa dan di mana tindakan tersebut berlangsung.

e. Riwayat penyakit yang pernah dialami:Kaji adanya penyakit yang pernah


dialami oleh klien misalnya DM , jantung , hipertensi , masalah
ginekologi/urinary , penyakit endokrin , dan penyakit-penyakit lainnya.
f. Riwayat kesehatan keluarga:
Yang dapat dikaji melalui genogram dan dari genogram tersebut dapat
diidentifikasi mengenai penyakit turunan dan penyakit menular yang terdapat
dalam keluarga.
g. Riwayat kesehatan reproduksi:
Kaji tentang mennorhoe, siklus menstruasi, lamanya, banyaknya, sifat darah,
bau, warna dan adanya dismenorhoe serta kaji kapan menopause terjadi, gejala
serta keluahan yang menyertainya.

h. Riwayat kehamilan , persalinan dan nifas:


Kaji bagaimana keadaan anak klien mulai dari dalam kandungan hingga saat
ini, bagaimana keadaan kesehatan anaknya.

i. Riwayat seksual:
Kaji mengenai aktivitas seksual klien, jenis kontrasepsi yang digunakan serta
keluahn yang menyertainya.

j. Riwayat pemakaian obat:


Kaji riwayat pemakaian obat-obatankontrasepsi oral, obat digitalis dan jenis
obat lainnya.

k. Pola aktivitas sehari-hari:

Kaji mengenai nutrisi, cairan dan elektrolit, eliminasi (BAB dan BAK),
istirahat tidur, hygiene, ketergantungan, baik sebelum dan saat sakit.

2. Pemeriksaan Fisik
a. Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin yang pling besar, satu-satunya kelenjar
yang bias langsung diperiksa pada pemeriksaan fisik. Tingkat metabolic dan
ritme, termasuk keteraturan menstrtuasi pada usia subur, diatur oleh kelenjar
tiroid. Efek aktifitas tiroid sangat luas. Oleh karena itu, observasi tingkah laku,
penampilan, kulit, mata, rambut, dan status kardiovaskular merupakan hal yang
penting

b. Payudara
Pemeriksaan ginekologi dilakukan dengan mula-mula meriksa payudarah untuk
menetapkan data dasar tentang keadaan normal. akan tetapi, pemeriksa harus
waspada terhadap kemungkinan keganasan.

c. Abdomen
Periksaan abdomen dengan hati-hati dan systematis.pengkajian kulit dilakukan
untuk memperoleh gambaran keadaanumum, warna, ruam, lesi, jaringan parut,
stria, dilatasi vena, turgor, tekstur, dan distribusi rambut. konstur, kesimetrisan,
dan adanya hernia juga harus dicatat.bunyi usus diauskultasi.tinggi fundus
dicatat jika pemeriksaan pertama dilakukan pada tahap lanjut kehamilan.
3. Pemeriksaan Laboratorium:
a. Darah dan urine serta pemeriksaan penunjang : rontgen, USG, biopsi, pap
smear.
b. Keluarga berencana : Kaji mengenai pengetahuan klien tentang KB, apakah
klien setuju, apakah klien menggunakan kontrasepsi, dan menggunakan KB
jenis apa.

3.2 Diagnosa Keperawatan


Setiap wanita dan keluarganya memiliki suatu rangkaian respon unik
terhadap kehamilan. Untuk meresponsnya, perawat menyusun diagnosa
keperawatan yang sesuai dari daftar berikut:
1. Perubahan Nutrisi ; Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan
Morning Sickness
2. Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan Pengaruh
Hormonal
3. Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual muntah
4. Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan Kurang
Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan
Dampaknya Terhadap Klien/Keluarga.
5. Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan Pusing Selama
Kehamilan
6. Konstipasi Berhubungan Dengan Peningkatan Absorsi Air Di Saluran GI

3.3 Rencana Keperawatan


1. Diagnosa 1: Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan
Dengan morning sickness
Tujuan: diharapkan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh
Intervensi:
a. Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dengan mengunakan
batasan 24 jam.
Rasional : kesejahteraan janin/ibu tergantung pada nutrisi ibu selama
kehamilan.
b. Dapatkan riwayat kesehatan, catat usia khususnya kurang dari 17 tahun
dan lebih dari 35 tahun.
Rasional : remaja dapat cenderung malnutrisi/anemia, dank lien lansia
mungkin cenderung obesitas
c. Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet.
Rasional: menentukan kebutuhan belajar khususnya pada periode
prenatal mencegah terjandinya resiko klien dengan nutrisi buruk dan diet
yang seimbang dapat meningkatkan kebutuhan kalori yang adekuat.
d. Berikan informasi tertulis/verbal yang tepap tentang diet pranatal dan
suplemen vitamin/zat besi setiap hari
Rasional:materi referensi yang dapat dipelajari dirumah, meningkatkan
kemungkinan klien memilih diet seimbang
e. Evaluasi/motivasi sikap dengan mendengar keterangan klien dengan
umpan balik tentang informasi yang telah diberikan.
Rasional: bila klien tidak termotivasi untuk memperbaiki diet, evaluasi
lanjut atau intervensi lain mungkin dapat di indikasikan.
f. Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet sesuai dan hal yang tebu
selama kehamilan.
Rasional: dapat menunjukan motivasi untuk mengikuti anjuran pemberi
layanan kesehatan.
g. Perhatikan adanya pika/mengidam. Kaji pilihan bahan bukan makanan
dan tingkat motivasi untuk memakanya
Rasional: memakan bahan bukan makanan pada kehamilan mungkin
didasarkan pada kebutuhan psikologis, fenomena budaya, respon
terhadap lapar dan respon tubuh terhadap kebuuhan nutrisi.
h. Timbang berat badan klien. Pastika berat badan pregravid biasanya.
Berikan informasi tentang penambahan prenatal yang optimum.
Rasional: ketidakadekuatan berat badan prenatal/ dibawah berat badan
normal masa kehamilan meningkatkan resiko retardasi pertumbuhan
intra uterin (IUGR) pada janin dengan berat badan lahir rendah.
i. Tunjau ulang frekuensi dan beratnya mual/ muntah
Rasional: mual muntah trimester pertama dapat berdampak negatif pada
status nutrisi prenatal, khusunya pada periode kritis perkembangan
janin.
2. Diagnosa 2: Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan
Pengaruh Hormonal
Tujuan: px merakaan kenyamanan selama kehamilan.
Intervensi:
a. Catat adanya derajat rasa tidak nyaman minor
Rasional: memberikan informasi untuk memilih intervensi petunjuk
terhadap respon klien pada ketidaknyaman dan nyeri.
b. Evaluasi derajat ketidaknyamanan selam pemeriksaan
Rasional: ketidnyaman selama pemeriksaan dapat terjadi khususnya
pada klien asing yang telah mengalami sirkumsisi/infibulasi.
c. Anjurkan pengunaan bra penyokong. Tinjau perawtan putting.
Rasional: memberikan sokongan yang sesuai untuk jaringan payudara
yang membesar, menguatkan jaringan aerolar.
d. Tekankan pentingnya menghindari manipulasi putting berlebihan.
Rasional: stimulasi putting berlebihan dapat memperbesar kemungkinan
persalinan praterm melalui pelepasan oksitoksin.
e. Instruksikan penggunaan tehnik Hoffman untuk putting yang
datar/masuk atau anjurkan penggunaan tutup plastic yang keras( confi-
dry) pada bra.
Rasional : tehnik Hoffman dan penggunaan tutup plastic yang keras
membantu melepaskan perlekatan dan menyebabkan putting yang
masuk/datar menonjol dan menjadi lebih tegak.
f. Kaji adanya hemoroid perhatikan keluhan keluhan gatal, bengkak,
perdarahan.
Rasional: penurunan motilitas GI dan perubahan usus serta tekanan pada
system pembuluh darah oleh pembesaran uterus member kecenderungan
terjadinya hemoroid.
g. Instruksikan untuk posisi dorso fleksi telapak kai dengan kaki
diekstensikan serta mengurangi makan keju dan susu.
Rasional: meningkatkan suplai darah ke kaki. Kelebihan asupan produk
susu mengakibatkan kadar fosfor lebih besar dari pada kalsium sehingga
menimbulkan ketidak seimbangan yang mengakibatkan kram otot.
h. Tinjau ulang perubahan fisiologis yang mempengaruhi frekuensi
berkemih. Anjukan menghindari minuman yang mengandung kafein.
Rasional : frekuensi berkemih disebabkan oleh tekanan uterus yang
membesar terhadap kandung kemih.kafein mempunyai sifat diuretik
yang dapat memperberat masalah frekuensi berkemih.
i. Kaji tingkat kelelahan dan sifat dasar komitmen keluarga/pekerjaan.
Rasional : mendorong klien untuk menyusun prioritas termasuk waktu
untuk istirahat.

3. Diagnosa 3: Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan


mual muntah
Tujuan: tidak terjadi kekurangan volume cairan
Intervensi:
a. Auskultasi denyut jantung janin (DJJ)
Rasional: Adanya deyut jantung memastikan adanyajanin bukan mola
hidatidosa.
b. Tentukan frekuensi/beratnya mual/muntah
Rasional :Memberikan data berkenaan dengan semua kondisi.
Peningkatan kadar hormone gonadotropin korionik (HCG), perubahan
metabolisme korbohidrat, dan penurunan motilitas gastric memperberat
mual dan muntah pada trimester pertama.
c. Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (mis, ulkus
peptikum, gastritis, kolesistisis).
Rasional : membantu dalam mengeyampingkan penyebab lain. Untuk
mengetasi masalah khusus dalam mengidentifikasikan intervensi.
d. Anjurkan klien mempertahankan masukan/haluaran, tes urin, dan
penurunan berat badan setiap hari. (Rujuk pada MA: Resiko Tinggi
Kehamilan, DK: Nutrisis, perubahan, kurang dari kebutuhan tubuh.)
Rasional: membantu dalam menentukan adanya muntah yang tidak
dapat dikontrol (hiperemesis gravidarum).
e. Kaji suhu dan turgor kulit, membran mukosa, tekanan darah(TD), suhu,
masukan/haluaran,dan berat jenis urine. Timbang berat badan klien dan
bandingkan dengan standar.
Rasional: indicator dalam membantu untuk mengevaluasi tingkat/
kebutuhan hidrassi.
f. Anjurkan peningkatan masukan minuman berkarbonat,makan enam kali
sehari dengan jumlah yang sedikit, dan makanan tinggi karbohidrat (mis,
popcorn, roti kering sebelum bangun tidur.)
Rasional: membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan
menurunkan keasaman lambung.
4. Diagnosa 4: Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan
Kurang Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan
Dampaknya Terhadap Klien/Keluarga.
Tujuan : terpenuhinya pengetahuan tentang kehamilan
Intervensi:
a. Buat hubungan perawat- klien yang yang mendukung dan terus
menerus.
Rasional: peran penyuluh/konselor dapat memberikan bimbingan
antisipasi dan meningkatkan tangung jawab individu terhadap
kesehatan.
b. Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya saat ini berkenaan dengan
perubahan fisiologis/psikologis yang normal pada kehamilan, serta
meyakinkan tentang aktivitas, perawatan diri dan sebagainya.
Rasional : memberikan informasi untuk membantu mengidentifikasi
kebutuhan dan membuat rencana perawatan.
c. Klarifikasi kesalahpahaman
Rasional: ketakutan biasanya timbul dari kesalahan informasi dan dapat
memnggau pembelajaran selanjutnya.
d. Tentukan derajat motivasi untuk belajar
Rasional: klien dapat mengalami kesulitan belajar kecuali kebutuhan
untuk belajar tersebut jelas.
e. Identifikasi siapa yang memberikan dukungan/intruksi dalam
kebudayaan klien.
Rasional : membantu menjamin kualitas/ konyinuitas asuhan karena
orang pendukung munkin lebih berhasil dari pada dokter/perawat/bidan
dalam memberikan informasi.
f. Pertahankan sikap terbuka terhadap keyakinan klien/pasangan
Rasional : penerimaan penting untuk mengembangakan dan
mempertahankan hubungan.
g. Tentukan sikap klien terhadap asuhan yang diberikan oleh pria,bidan,
atau praktisi wanita.
Rasional : beberapa budaya memandang dokter medis sebagai seseorang
yang menangani penyakit dan mengunakan bidan untuk melahirkan
sehat.tuntunan kesopanan atau budaya dapat menghambat asuhan yang
dilakukan pria dan/ atau dapat meminta suami tetapa diruangan selama
asuhan diberikan.
5. Diagnosa 5: Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan Pusing
Selama Kehamilan.
Tujuan : tidak terjadi cidera terhadap janin
Intervensi :
a. Diskusikan pentingnya kesejahteraan ibu.
Rasional : Kesejahteraan janin secara langsung berhubungan dengan
kesejahteraan idu, khususnya selama trimester pertama, saat
perkembangan sistem organ paling rentan terhadap cedera dari factor
lingkungan atau keturunan.

b. Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan. Anjurkan klien


melakukan latihan secukupnya bukan latihan berat (mis.,berenang,
bersepeda).
Rasional : Aliran darah ke uterus dapat menurun sampai 70% karena
latihan keras, bradikardia sementar, kemungkinan hipertermia janin, dan
intra uterine growth retardation (IUGR). Juga latihan nonendurace
prenatal dalam jumlah besar cenderung memperpendek persalina,
meningkatkan kemungkinan kelahiran vaginal spontan, dan menurunkan
perlunya penambahan oksitosin.
c. Anjurkan klien untuk melakukan seks yang lebih aman, menggunakan
kondom. (rujuk pada MK: infeksi prenatal).
Rasional : Kegagalan untuk menggunakan kondom selama koitus dapat
meningkatkan resiko transmisi penyakit hubungan kelamin (PHS).
Khususnya human immunodeficiency virus (HIV), bila klien tidak
mengetahui riwayat/ kontak seksual pasangan.
d. Tinjau ulang kebiasaan dan budaya diet klien. Timbang berat badan.
Diskusikan kurva penambahan berat badan normal untuk setiap
trimester.
Rasional : Malnutrisi pada ibu dihubungkan dengan IUGR pada janin
dan bayi berat badan lahir rendah. Obesitas ibu pragravid telah
dihubungkan dengan kelahiran paterm.
e. Berikan informasi untuk menghindari kontak dengan orang yang
diketahui mengalami infeksi rubella bila klien tidak kebal, dan tentang
perlunya diimunisasi setelah kelahiran. (Rujuk pada MK: Infeksi
Pranatal).
Rasional : Kira-kira 5%-15% wanita usia menyusui masih rentan
terhadap rubella, yang disebarkan oleh infeksi droplet. Pemajanan dapat
mempunyai efek negative pada perkembangan janin, khususnya pada
trimester pertama. Imunisasi setelah kelahiran mengakibatkan imunitas
selama kehamilan selanjutnya.
f. Anjurkan penghentian penggunaan tembakau.
Rasional : Merokok dapat mempenhgaruhi sirkulasi plasenta. Skor
Apagar rendah pada kelahiran (di bawah 7 pada 5 menit) dihubungkan
dengan merokok.
g. Kaji perkembangan uterus melalui pemeriksaan internal
Rasional : Memberikan informasi tentang gestasi janin: menggambarkan
IUGR; mengidentifikasi kehamilan multiple.
h. Lakukan Tes Serologi
Rasional : Diagnosa positif darik kondisi seperti toksoplasmosis dapat
dibuat.
6. Diagnosa 6: Konstipasi Berhubungan Dengan Peningkatan Absorsi Air Di
Saluran GI
Tujuan : konstipasi berkurang/hilang
Intervensi :
a. Tentukan kebiasaan eleminasisebelum kehamilan, perhatikan perubahan
selama hamil.
Rasional : pola eleminasi dipertahankan bila mungkin.
b. Berikan informasi diet tentang buah-buahan segar, sayuran, padi-padian,
serat, makanan kasar, dan masukan cairan adkuat.
Rasional : bulk dan konsistensi dalam pilihan diet membantu
meningkatkan keefektifan pola defekasi.
c. Anjurkan latihan ringan secara teratur, seperti: jalan kaki. Beri tahu klien
supaya menghindari latihan yang lama dan keras. Perhatikan keyakinan
budaya tentang hal ini.
Rasional : meningkatkan peristaltik dan membantu mencegah
konstipasi. Latihan keras dianggap dapat menurunkan sirkulasi
uteroplasenta, kemungkinan mengakibatkan bradikardia janin,
hipertermia, atau retardasi pertumbuhan. Pada beberaa budaya,
ketidakaktifan d3apat dipandang sebagai perlindungan untuk ibu/anak.
d. Diskusikan kewaspadaan penggunaan pelunak feses atau pembentuk
bulk bila diet/latihan tidak efektif.
Rasional : mungkin perlu untuk membantu mengatasi konstipasi dan
menciptakan rutinitas regular.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Kehamilan trimester pertama adalah waktu yang harus dinikmati, harapan,


dan perubahan-perubahan pada seorang ibu terjadi. Meskipun setiap tahap
kehamilan mempunyai karakter yang berbeda, kehamilan trimester pertama dapat
merupakan saat yang sulit juga.

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi :

1. Perdarahan pervaginam.

2. Mual muntah berlebihan.

3. Sakit kepala yang hebat.

4. Penglihatan kabur.
5. Nyeri perut yang hebat.

6. Gerakan janin berkurang.

7. Bengkak pada wajah, kaki dan tangan.

8. Nyeri perut yang hebat.

9. Selaput kelopak mata pucat.

10. Demam tinggi.

11. Kejang.

12. Keluar air ketuban sebelum waktunya

4.2 Saran

Bagi para pembaca, dimana makalah yang kami susun banyak kekurangan dan
kurang lengkap, kami mohon kritik yang bisa membangun sehingga kedepan bisa
lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

- Bobak, Lowdermik, Jensen.2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4, Jakarta


:EGC
- Kehamilan Kelahiran Dan Bayi
- Http://Www.Google.Com/