Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH MANAJEMEN LOGISTIK

PROSES PRODUKSI DAN ASPEK TEKNIS


(AMDK)

Disusun Oleh:

ADE HILMAN ISMAIL : 2014080088

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PAMULANG

TANGERANG SELATAN
Air minum dalam kemasan amdk
Air minum kemasan amdk merupakan suatu peluang bisnis baru, Tirta Mandiri merupakan
perusahaan kontraktor Mesin air minum kemasan yang sudah berpengalaman selama
bertahun-tahun. Dengan di dukung oleh tenaga kerja yang berpengalaman dibidangnya, kami
membuat sistem pabrik air kemasan amdk sesuai dengan keinginan pelanggan kami,

Foto bangunan Pabrik air minum

Kami menyediakan berbagai paket untuk pembuatan pabrik amdk dari paket yang standard
sampai ke paket yang deluxe. Dengan berbagai sistem yang terintegrasi menjadi suatu produk
air minum yang dapat bersaing di pasaran. kami menyediakan beberapa system yang terkini,
antara lain:
1. Pretreatment system
2. Reverse osmosis
3. Ultraviolet Sterilisasi unit
4. Ozon Sterilisasi unit
5. Alkaline water system
6. Hexagonal water system
7. Anti oxidant water system
8. Magnetisasi Far Infrared ion
..
Perkenalan awal air minum kemasan
Air minum kemasan amdk adalah air yang diolah dengan menggunakan teknologi tertentu,
kemudian dikemas dalam beberapa bentuk, antara lain: Botol 330ml, Botol 600ml, Botol
1500ml, Gelas 240ml, Gallon 19liter maupun ukuran kemasan lainnya.

Air kemasan amdk mempunyai peranan yang sangat penting didalam kehidupan
bermasyarakat saat ini. Disaat kebutuhan air yang benar benar layak semakin sulit didapat,
berbagai jenis air minum dalam kemasan banyak ditawarkan oleh industri air minum baik
yang dari skala kecil hingga skala yang besar.

Bangunan pabrik Air kemasan amdk

.
Beberapa tahun sebelum Air minum kemasan amdk dapat ditemukan dengan mudah,
masyarakat mengolah sendiri air yang akan mereka konsumsi dengan memasaknya terlebih
dahulu guna membunuh bakteri atau virus yang terdapat dalam air yang akan dikonsumsi.
Tetapi dengan perubahan jaman dimana perindustrian banyak terdapat dimana-mana,
mengakibatkan banyaknya limbah yang dibuang ke berbagai saluran pembuangan. Hal
tersebut diperburuk dengan pembuangan limbah yang tidak ditangani dengan benar dan
disertai pengawasan dari badan terkait yang tidak dilaksanakan secara intensif,
Kualitas air minum pada pabrik air kemasan amdk

Hal tersebut akan mengakibatkan kualitas sumber air yang ada semakin buruk. Oleh karena
itu, kita tidak dapat mengolah air minum hanya dengan merebusnya sampai mencapai titik
didih 100%.
. Dengan meningkatnya biaya sumber energi yang digunakan untuk memasak, serta
aktifitas yang semakin penuh, mendorong masyarakat untuk lebih memilih menggunakan air
kemasan amdk.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam Industri Air kemasan amdk


Untuk memasuki industri Pabrik Air minum amdk, ada beberapa faktor yang harus
diperhatikan oleh pelaku usaha tersebut dalam membangun pabrik air minum dalam
kemasan, antara lain: Sumber bahan baku air, Lokasi pabrik, Pangsa pasar dan kebiasaan dari
konsumen.

.1. Sumber bahan baku air minum AMDK


Bahan baku air yang akan diolah merupakan salah satu faktor yang penting dalam
menentukan apakah pabrik air minum amdk yang dijalankan akan berhasil atau tidak. karena
kondisi bahan baku air sumber akan mempengaruhi Rasa dari air hasil dan biaya produksi air
minum dalam kemasan tersebut.

Saran kami, sebelum memulai usaha pabrik air minum amdk, alangkah lebih baik kalau
terlebih dahulu dilakukan uji laboraturium air sumber tersebut, dan dipastikan mendapatkan
sumber air yang baik kualitasnya. Sehingga Pabrik amdk dapat di bangun tanpa
mengeluarkan investasi yang terlalu besar.

Rasa dari air akan semakin enak kalau air yang diolah sudah memiliki mutu bahan baku
yang cukup baik

Semakin jelek kualitas dari bahan baku air yang akan digunakan, maka unit penyaringan
yang akan digunakan akan semakin banyak, sehingga secara tidak langsung, biaya yang akan
dikeluarkan untuk mengolah air yang kualitasnya jelek akan lebih tinggi jika dibandingkan
dengan pengolahan air yang kualitasnya lebih baik.

Sumber mata air pergunungan amdk

.2. LOKASI PABRIK AIR MINUM KEMASAN


Lokasi pabrik merupakan faktor kedua yang harus dipertimbangkan dalam membangun
pabrik air kemasan amdk. Beberapa hal yang perlu diketahui oleh pengusaha Pabrik, antara
lain:

Semaksimal mungkin jarak sumber air baku dengan pabrik air kemasan amdk (proses
pengolahan) berdekatan, karena lokasi sumber air yang jauh akan membuat kita sulit untuk
menjaga atau memantau kualitas sumber air baku yang ada.

Transportasi dari pabrik air minum amdk ke daerah pemasaran harus cukup dekat
sehingga perusahaan dapat menekan biaya transportasi yang akan merupakan biaya tambahan
produk air minum dalam kemasan.

Semakin mudah jalur distribusi maka akan semakin baik, karena meminimalkan
kerusakan kemasan pada produk

.
3. Pangsa pasar air minum kemasan
Untuk mendukung agar pabrik amdk lebih cepat berkembang, maka diperlukannya analisa
akan pangsa pasar yang akan di bidik oleh perusahaan.

Untuk mendukung agar industri air kemasan yang dijalani perusahaan lebih cepat
berkembang, maka diperlukannya analisa akan pangsa pasar yang akan di bidik oleh
perusahaan.

Pangsa pasar terbagi 3, antara lain:


Kelas Bawah,
Kelas menengah dan
kelas atas.
Dengan ditentukannya pangsa pasar, maka perusahaan akan dapat menentukan jenis produk
yang akan ditawarkan kepada pangsa pasar tersebut dengan mempertimbangkan beberapa
faktor, seperti: harga, kemasan dan teknologi yang akan digunakannya.

.
Pie Chart Pengelompokan Kelas Ekonomi pangsa pasar air minum amdk

Grafik Pengelompokan pangsa pasar pabrik air minum amdk berdasarkan kebutuhan

..
4. Kebiasan dari konsumen
Faktor lain yang perlu diperhatikan, pada saat Pabrik AMDK hendak menentukan produk
yang akan dibuat adalah dengan memperhatikan kebiasaan pada konsumen. Setiap teknologi
yang diterapkan oleh perusahaan tersebut akan mempengaruhi rasa dari air minum yang
diproduksi.
Disini kepekaan dari perusahaan diperlukan untuk mempelajari kebiasaan dari konsumen
tersebut, sehingga perusahaan amdk dapat dengan tepat sasaran memproduksi produk air
minum kemasan amdk dengan tepat, sehingga produk tersebut dapat diterima oleh pangsa
pasar.

Salah satu contoh: Saat ini banyak diterapkan teknologi RO dalam pengolahan air pada
Pabrik AMDK. yang akan menghasilkan air yang kualitasnya hampir mendekati murni. Dan
tidak semua pangsa pasar mempunya selera yang cocok dengan rasa air reverse osmosis yang
cenderung murni.

Mesin pengolahan air kemasan amdk

tetapi tidak semua kalangan masyarakat terbiasa untuk meminum air hasil pengolahan air RO
tersebut, meskipun dari segi kualitas, RO saat ini adalah sistem penyaringan paling baik. oleh
karena itu diperlukannya sosialiasi dan edukasi bagi masyarakat terutama pembeli kaitannya
dengan faktor kebiasaan konsumen.

5. Strategi Marketing
Tenaga penjualan merupakan ujung tombak perusahaan. Tanpa strategi marketing yang baik,
perusahaan tidak akan dapat berjalan dengan baik. Banyak cara yang dilakukan oleh pelaku
usaha dalam melakukan pemasaran, antara lain: Brosur, Multi level marketing, Iklan, Bonus,
promo maupun hadiah kepada distributor.

Pada awal pemasaran, kami sarankan si pelaku usaha terlebih dahulu membidik segmen
tertentu atau daerah pemasaran tertentu dengan alasan supaya lebih fokus. Dengan
mempelajari peluang peluang maupun hambatan yang ada, maka perusahaan dapat
menerapkan beberapa kebijakan yang berkaitan dengan pangsa pasar yang dimasuki.

Pada beberapa daerah, strategi marketing dapat berbeda, karena setiap daerah memiliki
karakter dan budaya masyarakat yang berbeda pula. Oleh karena itu, pengusaha pabrik
amdk perlu strategi yang matang sebelum memasuki daerah tertentu.

Pabrik Air Minum Kemasan amdk


Perusahaan air minum dalam kemasan yang biasa juga disebut pabrik amdk merupakan
salah satu peluang usaha yang sangat berkembang pesat belakangan ini. Meningkatnya
kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap air minum yang layak di tengah-tengah
minimnya sumber air minum yang hiegenis.

Mendorong masyarakat, baik individu, rumah tangga, perkantoran dan industri untuk ramai-
ramai beralih membeli produk pada pabrik air kemasan amdk yang diolah secara higienis dan
profesional.
Air minum kemasan amdk

Bermacam-macam keunggulan atau jenis produk yang ditawarkan oleh setiap merek air
kemasan. seperti air mineral, air reverse osmosis, air hexagonal, air alkali, air bio energy dan
air destilasi dan beberapa jenis pengolahan air lainnya. Masing-masing jenis air tersebut
diklaim mempunyai kelebihannya masing-masing.

Faktor efisiensi yang didapatkan oleh masyarakat apabila menggunakan air kemasan amdk
juga sangat berpengaruh dalam mempercepat pertumbuhan industri AMDK, sehingga
perkembangan industri air minum kemasan amdk ini berkembang dengan sangat pesat
dipasar indonesia.

Dalam membangun Pabrik air minum dalam kemasan amdk terdapat beberapa persyaratan
yang harus dipenuhi oleh si pelaku usaha. antara lain:.
A. Desain dari bangunan pabrik air minum dalam kemasan Amdk
Desain dari pabrik air minum amdk merupakan perencaan awal untuk peletakan mesin-
mesin ataupun peralatan lainnya sesuai dengan ketentuan dari pemerintah mengenai
ketentuan tata letak pabrik air minum kemasan. Sehingga peletakan Mesin AMDK dapat
direncanakan dengan baik.

Flow Design filtrasi Pabrik air minum amdk


..B. Ijin ijin perusahaan komersil
Untuk Perusahaan atau Pabrik air minum kemasan amdk diperlukan minimal ijin usaha
yang berupa CV. dimana untuk membuat CV diperlukan beberapa dokumen untuk menunjang
Badan perusahaan tersebut, antara lain: SIUP, TDP, NPWP, AKTA PERUSAHAAN, SIPA,
HO dll.

.
C. Ijin distribusi pabrik air minum amdk
Pada saat pabrik air minum kemasan mendistribusikan produk air minum kemasan
amdk ke distributor atau agen-agen daerah lainnya. maka perusahaan tersebut harus memiliki
izin BPOM dan SNI dan dapat dilengkapi dengan sertifikasi KAN, ISO 9000 maupun
sertifikat halal. Ijin edar dari perusahaan harus di dapatkan sebelum perusahaan ingin
mengedarkan produk mereka.in Amdk
.
Kode Sertifikasi ISO 9000:2000
Kode Sertifikasi ISO 14.000 Pabrik air minum kemasan amdk
Kode Sertifikasi Halal Pabrik air minum kemasan amdk
Kode Sertifikasi SNI Pabrik air minum kemasan amdk
Sertifikasi KAN Pabrik air minum kemasan amdk
Sertifikat HIGIENE and SANITARY Pabrik air minum kemasan amdk
D. Beberapa dokumen pendukung pembuatan pabrik air minum amdk

Selain dari dokument yang disebut diatas, sebuah pabrik air minum kemasan amdk juga
memerlukan dokumen penunjang. dokument lainnya yang diperlukan adalah Sertifikat
kalibrasi dari alat-alat yang digunakan oleh laboraturium perusahaan.
Untuk mendukung mesin AMDK beberapa alat, seperti kalibrasi PH meter, OZONE(O3),
Conductivity meter dan peralatan laboraturium lainnya.
Dengan dilengkapinya sertifikat kalibrasi dari alat alat laboraturium tersebut, maka pabrik air
minum kemasan sudah dapat memulai berproduksi, dan setiap hasil produksinya secara
random akan dilakukan pengujian di lab.

Sertifikat kalibrasi didapatkan dari badan kalibrasi negara dan proses kalibrasi harus
dilakukan setiap tahun untuk setiap alat laboraturiumnya.

E. Peralatan laboraturium Pabrik air kemasan amdk


Salah satu persyatan untuk pengajuan sertifikasi SNI dan Ijin BPOM adalah
terdapatnya ruangan laboraturium yang terdapat beberapa alat lab untuk keperluan
pengetesan air baik secara Fisika, Kimia maupun biologi, yang dimana Sertifikat SNI akan di
keluarkan oleh Departemen Perindustrian.
Bagi sebuah Pabrik air kemasan amdk, ruangan lab dan peralatannya sangat diperlukan untuk
mengontrol air hasil olahan tersebut apakah sudah layak atau belum.

Laboraturium akan digunakan dalam proses pengujian secara acak atau berkala untuk air
sumber yang akan digunakan dalam proses produksi, maupun air hasil yang sudah selesai di
kemas. berikut sekilas penjelasan dari kami mengenai air dalam kemasan amdk.mesin
AMDK
BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN
PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 705/MPP/Kep/11/2003
TENTANG
PERSYARATAN TEKNIS INDUSTRI AIR MINUM DALAM KEMASAN DAN
PERDAGANGANNYA
Pada dasarnya Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) diproses melalui 3 tahap yaitu :
penyaringan, desinfeksi, dan pengisian.
Penyaringan.dimaksudkan untuk menghilangkan partikel padat dan gas-gas yang
terkandung dalam air.
Desinfeksi bertujuan untuk membunuh bakteri patogen dalam air.
Pengisian merupakan tahap akhir proses produksi dimana air dimasukkan melalui sebuah
peralatan yang dapat melindungi air tersebut dari kontaminasi selama pengisian ke dalam
kemasan.
1. BAHAN BAKU
Bahan baku utama yang digunakan adalah air yang diambil dari sumber yang terjamin
kualitasnya, untuk itu beberapa hal yang perusahaan lakukan untuk menjamin mutu
bahan baku air meliputi :
Pemeriksaan organoleptik, fisika, kimia, mikrobiologi dan radio aktif.
Sumber air baku harus terlindung dari cemaran kimia dan mikrobiologi yang bersifat
merusak / mengganggu kesehatan.

2. MESIN DAN PERALATAN.


Mesin dan peralatan yang digunakan perusahaan untuk memproduksi AMDK,
memperhatikan beberapa hal yaitu :
2.1. Bahan mesin dan peralatan
Seluruh mesin dan peralatan yang kontak langsung dengan air harus terbuat dari bahan
yang tara pangan (food grade), tahan korosi dan tidak bereaksi dengan bahan kimia.
2.2. Jenis mesin dan peralatan
Mesin dan peralatan dalam proses produksi AMDK minimal terdiri dari :
2.2.1. Bak atau tangki penampung air baku
2.2.2. Unit pengolahan air (water treatment).
Unit pengolahan air di perusahaan memiliki alat desinfeksi seperti : ozonator,& lampu
UV. Tindakan desinfeksi selain menggunakan ozon, dapat ditambahkan cara lain yang
efektif seperti penyinaran Ultra Violet (UV).
Sesuai dengan kualitas bahan baku utama, unit pengolahan air terdiri dari :
a. Prefilter
Fungsi Prefilter adalah menyaring partikel-partikel yang kasar, dengan bahan dari pasir
atau jenis lain yang efektif dengan fungsi yang sama.
b. Filter karbon aktif
Fungsi filter karbon aktif adalah sebagai penyerap bau, rasa, warna, sisa khlor dan bahan
organik.
c. Mikrofilter
Fungsi mikrofilter adalah sebagai saringan halus berukuran maksimal 10
(sepuluh) mikron.
2.2.3 Mesin pencuci kemasan (bottle washer)
2.2.4 Mesin Pengisi kemasan (filling machine)
2.2.5 Mesin penutup kemasan (capping machine)

3. FASILITAS LABORATORIUM
Untuk menguji AMDK perusahaan harus memiliki laboratorium pengawasan mutu. Peralatan
laboratorium
harus mampu menganalisa parameter uji mikrobiologi dan uji fisiko-kimia yang minimal
diperlukan. Peralatan
yang harus dimiliki laboratorium AMDK antara lain adalah :
otoklaf
oven
incubator
pH meter
konduktivitimeter
turbidimeter
peralatan pengujian mikrobiologi
peralatan gelas antara lain cawan petri, erlenmeyer, dll
Perusahaan harus memiliki seseorang yang mampu mengoperasikan peralatan laboratorium
untuk pengujian mutu air
4. PROSES PRODUKSI
Urutan proses produksi AMDK adalah sebagai berikut :
4.1. Penampungan air baku dan syarat bak penampung.
Air baku ditampung dalam bak atau tangki penampung (reservoir). Bila sumber air letaknya
jauh dari pabrik, maka air tersebut dapat dialirkan melalui pipa atau diangkut menggunakan
tangki. Tangki, selang, pompa, dan sambungan harus terbuat dari bahan tara pangan, tahan
korosi dan bahan kimia. Tangki harus dibersihkan, disanitasi, dan diinspeksi, luar dan dalam
minimal 1(satu) bulan sekali.
Persyaratan Tangki terdiri atas :
Mudah dibersihkan serta didesinfeksi dan diberi pengaman.
Harus mempunyai manhole.
Pengisian dan pengeluaran air harus melalui kran
Selang dan pompa yang dipakai untuk bongkar muat air baku harus diberi penutup yang
baik, disimpan dengan aman dan dilindungi dari kemungkinan kontaminasi.
Khusus digunakan untuk air
4.2. Penyaringan dilakukan secara bertahap yang terdiri dari :
1. Prefiltrasi.
Penyaringan menggunakan pasir atau saringan lain yang efektif dengan fungsi yang sama.
Fungsi saringan pasir adalah menyaring partikel-partikel yang kasar. Bahan yang dipakai
adalah butir-butir silika (SiO2) minimal 95%. Ukuran butir-butir yang dipakai tergantung dari
mutu kejernihan air yang dinyatakan dalam NTU.
2. Penyaringan dengan karbon aktif.
Fungsi penyaringan dengan karbon aktif adalah untuk menyerap bau, rasa, warna, sisa khlor
dan bahan organik.
Bahan baku karbon aktif bisa berasal dari batu bara atau batok kelapa.
Daya serap terhadap I2 minimal 75% berdasarkan SNI 06-4253-1996 atau revisinya.
3. Penyaringan dengan mikrofilter
Penyaringan dengan mikrofilter berukuran maksimal 10 (sepuluh) mikron, berfungsi
menyaring partikel halus.
4.3. Desinfeksi.
Proses desinfeksi dapat berlangsung dalam tangki pencampur ozon dan selama ozon masih
ada dalam kemasan.
Kadar ozon pada tangki pencampur minimal 2 ppm dan kadar residu ozon sesaat setelah
pengisian berkisar antara 0,1-0,4 ppm.
Pemeriksaan kadar residu ozon dilakukan secara periodik dan didokumentasikan dalam
administratif perusahaan. Tindakan desinfeksi dapat ditambah dengan menggunakan
penyinaran lampu Ultra Violet (UV).
Catatan :
Jika menggunakan lampu ultra violet (UV), harus dengan panjang gelombang 254 nm atau
2537 Ao dengan intensitas minimum 10.000 mw detik per cm2.

4.4. Pencucian kemasan.

4.4.1. Kemasan sekali pakai.


Kemasan sekali pakai tidak diharuskan dicuci dan/atau dibilas, tetapi jika hal ini
dilakukan, maka harus secara saniter.
4.4.2. Kemasan dipakai ulang.
Kemasan yang dapat dipakai ulang harus dicuci dan disanitasi dalam mesin pencuci botol.
Untuk membersihkan botol dapat digunakan berbagai jenis detergent yang aman untuk
pangan dengan suhu 60-85 0C, sedangkan untuk sanitasi dapat digunakan air ozon atau
desinfektan lain yang aman untuk pangan.
4.4.3. Pemeriksaan
Pemeriksaan kemasan dilakukan secara visual dengan teliti sebelum pencucian.
4.4.4. Tutup kemasan
Tutup kemasan harus hygienis.
4.5. Pengisian, penutupan dan pengepakan.
1. Pengisian dan penutupan
Pengisian dan penutupan botol atau gelas harus dilakukan dengan cara higienis dalam ruang
pengisian yang bersih dan saniter. Suhu dalam ruang pengisian maksimal 250 C.
2. Pengepakan
Pengepakan AMDK dapat berupa : kotak karton, shrink plastik,atau krat plastik.

5. Bahan Kemasan dan Persyaratannya.


1. Bahan
vKemasan AMDK dapat dibuat dari kaca, Poli Etilen (PE), Poli Propilen (PP), Poli Etilen
Tereftalat (PET), Poli Vinil Khlorida (PVC), atau Poli Karbonat (PC). Untuk kemasan yang
terbuat dari kaca harus sesuai dengan SNI 12-0037-1987 atau revisinya.
2. Persyaratan.
Kemasan AMDK pakai ulang dari bahan plastik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
a). memenuhi syarat tara pangan (food grade).
b). Ketebalan minimal 0,5 milimeter.
c). Tahan suhu minimal 600 C, dengan waktu kontak minimal 15 detik.
d). Tidak bereaksi terhadap bahan pencuci dan desinfektan.
Kemasan yang tidak memenuhi kriteria diatas tidak boleh dipakai ulang.

6. Pengendalian dan Pengujian mutu.


Metode pengujian mutu AMDK dilakukan sesuai SNI 01-3554-1998 atau revisinya.
Pengendalian mutu dilakukan dengan cara mengambil 2 (dua) sampel pada saat pembotolan
dimana 1 (satu) sampel diuji pada saat itu dan 1 (satu) sampel lainnya diuji pada hari
keenam.
Adapun parameter yang harus diuji minimal adalah :
Keadaan air : bau, rasa, warna.
pH
Kekeruhan
Cemaran mikroba : angka lempeng total, bakteri bentuk coli.

via waterprocess.blogspot.com

______________________________________________________________

Air bersih, Badan sehat

Pikiran jernih, hidup bersemangat