Anda di halaman 1dari 29

20

BAB III
NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI

3.1 Neraca Massa


Bahan Baku : n-butane (C4H10)
Produk : Maleic Anhydride (C4H2O3)
Kemurnian Produk : 99,5%
Kapasitas Produksi : 50.000 ton/tahun
Konversi Reaksi : 68 % to Maleic anhydride
16 % to CO
12 % to CO2
Dasar Perhitungan :

- Perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan proses kontinyu.

- Perhitungan dilakukan dalam basis satu jam operasi dalam satuan kg/jam.

- Proses produksi diasumsikan berlangsung selama 8000 jam/tahun atau 333 hari
dengan waktu maintenance selama 32 hari.
- Basis yang digunakan dalam perhitugan adalah umpan n-butane (C4H10) sebesar 1000
kg/jam. Jika perhitungan neraca massa dengan basis telah seimbang, seluruh aliran
dikali faktor skala, yaitu perbandingan target produksi terhadap hasil neraca massa
dengan basis.
- Berdasarkan hasil perhitungan, umpan yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk
maleic anhydride sebesar 6.250 kg/jam (50.000 ton/tahun) adalah n-butane sebesar
5.515,4 kg/jam

3.1.1 Laju Alir Massa Umpan

Umpan yang digunakan pada proses pembuatan maleic anhydride adalah n-butane
dengan kemurnian 99,9% 100%. Basis perhitungan yang digunakan dalam perhitungan
neraca massa umpan yaitu laju alir massa n-butane sebesar 1000 kg/jam. . Konsentrasi n-
butane dibatasi kurang dari 1,7% terhadap mol udara agar tetap di bawah flammable limit
butana. (Felthouse, 2001). Kebutuhan umpan setelah dikalikan faktor skala yaitu 5.515,4
21

kg/jam. Flow chart penentuan laju alir umpan dapat dilihat pada Gambar 3.1.
22

Gambar 3. 1 Flow Chart Penentuan Laju Alir Umpan


23

3.1.2 Neraca Massa Keseluruhan


Neraca massa total menunjukkan jenis komponen yang masuk dan keluar dari proses
beserta laju alir massa masing-masing komponen dalam satuan kg/jam. Seluruh unit proses disatukan
menjadi satu kesatuan proses. Aliran recycle yang masuk ke dalam absorber dan aliran keluaran dari
setiap unit proses yang dialirkan ke unit proses lain tidak diperhitungkan. Aliran umpan masuk (feed)
merupakan total fresh feed yang digunakan, sedangkan aliran keluaran (produk) merupakan total
produk yang dihasilkan secara keseluruhan. Gambar 3.2 menunjukkan diagram blok neraca massa
total.

Gambar 3. 2 Diagram Blok Neraca Massa Total

Laju alir massa umpan dan produk masing-masing komponen ditunjukkan pada tabel 3.1.

Tabel 3. 1 Neraca Massa Total

Input Output
Komponen 1 3 10 21 20
(kg/jam) (kg/jam) (kg/jam) (kg/jam) (kg/jam)
C4H10 5.515 - - 221 -
O2 - 19.019 - 7.212 -
N2 - 62.603 - 62.603 -
C4H2O3 - - - 86,38 6.250
H2O - - - 7.025 26,99
CO - - - 1.704 -
CO2 - - - 2.008 -
C16H22O4 - - 8,06 0,00 8,06
Total 87.145 87.144,5
24

3.1.3 Neraca Massa Unit Proses


Seluruh perhitungan neraca massa menggunakan satuan kg/jam. Kondisi operasi
yang digunakan yaitu suhu dalam satuan C (celcius) dan tekanan dalam satuan kPa. Aliran
yang diberi warna biru merupakan neraca massa yang dicari. Seluruh perhitungan neraca
massa sudah menggunakan aliran recycle.

a) Mixer (M-101)
Mixer M-101 bertujuan untuk menggabungkan aliran n-butane dan udara. Gambar
3.3 menunjukkan aliran masuk dan keluar mixer M-101.

Gambar 3.3 Neraca Massa Mixer-101

Laju alir massa umpan dan produk masing-masing komponen ditunjukkan pada Tabel
3.2.

Tabel 3.2 Neraca Massa Mixer M-101

Input Output
Kompone 1 3 5
n (kg/jam (kg/jam (kg/jam
) ) )
C4H10 5.515 - 5.515
O2 - 19.019 19.019
N2 - 62.603 62.603
C4H2O3 - - -
H2O - - -
CO - - -
25
CO2 - - -
C16H22O4 - - -
Total 87.137 87.137

b) Reaktor R-101

Reaktor R-101 bertujuan untuk mereaksikan n-butane dan oksigen dengan bantuan
katalis V2O5 sehingga menghasilkan maleic anhydride. Gambar 3.4 menunjukkan aliran
masuk dan keluar Reaktor. Aliran 6 merupakan produk dari mixer M-101.

Gambar 3. 4 Reaktor (R-101)

Reaksi yang terjadi dalam reaktor termasuk reaksi eksotermis. Terdapat tiga reaksi
yang terjadi di dalam reaktor, reaksi utama merupakan reaksi pembentukan maleic
anhydride (C4H2O3) dan reaksi samping merupakan reaksi yang menghasilkan karbon
monoksida, karbon dioksida dan air. Reaksi yang terjadi di dalam reaktor (R-101) sebagai
berikut :
Reaksi Utama : C4H10 + 3,5 O2 C4H2O3 + 4H2O
Reaksi Samping : C4H10 + 4,5 O2 4CO + 5 H2O
C4H10 + 6,5 O2 4CO2 + 5 H2O
Konversi n-butane menjadi maleic anhydride sebesar 68%, sedangkan 12%
menjadi CO2, 16% menjadi CO dan 4% tidak bereaksi (Kirk Othmer, 1998). Neraca massa
pada reaktor (R-101) ditunjukkan pada Tabel 3.3.
26
27
Tabel 3. 3 Neraca Massa Reaktor (R-401)
Kompone
n Input Output
6 7
(kg/jam (kg/jam
) )
C4H10 5.515 221
O2 19.019 7212
N2 62.603 62603
C4H2O3 - 6337
H2O - 7052
CO - 1704
CO2 - 2008
C16H22O4 - -
Total 87.137 87.137

c) Absorber A-101
Aliran 7 keluaran dari reaktor (R-101) berupa fasa gas selanjutnya didinginkan
hingga suhu 300C untuk merubah fasa maleic anhdride menjadi cair dan dialirkan ke
absorber (A-101). Absorber (A-101) berfungsi untuk melarutkan maleic anhdride yang
terbawa bersama gas karbon monoksida, karbon dioksida dan air dengan menggunakan
dibuthyl phtalate dari aliran 10, sehingga keluaran dari absorber (A-101) pada aliran 11
hanya mengandung gas CO, CO2, H2O, N2, O2 dan C4H10. Gambar 3.5 menunjukkan aliran
masuk dan keluar absorber.
28
Gambar 3.5 Aliran masuk dan keluar absorber
Laju alir massa umpan dan produk masing-masing komponen ditunjukkan pada Tabel 3.4.
Tabel 3.4 Neraca Massa Absorber (A-101)

Input output
Kompone 8 10 11 12
n (kg/jam (kg/jam (kg/jam (kg/jam
) ) ) )
C4H10 221 - 207,03 13,59
O2 7.212 - 7.212 -
N2 62.603 - 62.603 -
C4H2O3 6.337 63,14 23,25 6.377
H2O 7.052 - 4.353 2.699
CO 1.704 - 1.704 -
CO2 2.008 2.008 -
C16H22O4 - 806 - 806
Total 88.007 88.007

d) Kolom Distilasi MD-101


Aliran 16 keluaran dari absorber (A-101) menjadi umpan ke dalam kolom distilasi.
Kolom distilasi berfungsi untuk memisahkan antara maleic anhydride dan absorbennya
yaitu dibuthyl phtalate. Aliran 15 yang mengandung maleic anhydride dialirkan ke kolom
distilasi ke dua, sedangkan aliran 16 yang mengandung dibuthyl phtalat direcycle sebagai
umpain absorber (A-101) . Gambar 3.6 menunjukkan aliran masuk dan keluar kolom
distilasi MD -101.
29
Gambar 3.6 Aliran masuk dan keluar kolom distilasi MD -101.

Laju alir massa umpan dan produk masing-masing komponen ditunjukkan pada Tabel 3.5.

Tabel 3.5 Neraca Massa Kolom Distilasi (MD-101)

input output
Kompone 14 15 16
n (kg/jam (kg/jam (kg/jam
) ) )
C4H10 13,59 13,59 -
O2 - - -
N2 - - -
C4H2O3 6.377 6313 63,77
H2O 2.699 2699 -
CO - - -
CO2 - - -
C16H22O4 806 8,06 798
Total 9.896 9.034 862

e) Kolom Distilasi II MD-102


Aliran 15 keluaran dari kolom distilasi I (MD-101) menjadi umpan ke dalam
kolom distilasi II. Maleic anhydride akan dimurnikan hingga menghasilkan maleic
anhydride yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan yaitu kemurnian 99,5%.
Aliran 20 yang mengandung maleic anhydride dialirkan ke tangki penampungan.
Gambar 3.8 menunjukkan aliran masuk dan keluar kolom distilasi II (MD-102).
30

Gambar 3.8 Aliran Masuk dan Keluar Kolom Destilasi MD-102

Laju alir massa umpan dan produk masing-masing komponen ditunjukkan pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7 Neraca massa Distilasi MD-102

input output
Kompone 15 19 20
n (kg/jam (kg/jam (kg/jam
) ) )
C4H10 13,59 13,59 -
O2 - - -
N2 - - -
C4H2O3 6.313 63,13 6.250,00
H2O 2.699 2672,37 26,99
CO - - -
CO2 - - -
C16H22O4 8,06 - 8,06
Total 9.034 2.749 6.285

f) Mixer M-102
Mixer M-102 bertujuan untuk menggabungkan aliran fresh dibuthyl phtlate dan
recycle dibuthyl phtlate. Gambar 3.7 menunjukkan aliran masuk dan keluar mixer M-102.
Aliran 18 merupakan aliran recycle dibuthyl phtlate. Laju alir massa umpan dan produk
masing-masing komponen ditunjukkan pada Tabel 3.6.
31

Tabel 3.6 Neraca Massa Mixer M-102

input output
Kompone 9 17 18
n (kg/jam (kg/jam (kg/jam
) ) )
C4H10 - - -
O2 - - -
N2 - - -
C4H2O3 - 63,14 63,14
H2O - - -
CO - - -
CO2 - - -
C16H22O4 8,06 798 806
Total 870 870

Gambar 3.7 Aliran masuk dan keluar Mixer M-102

g) Mixer M-103
Mixer M-103 bertujuan untuk menggabungkan aliran keluaran absorber A-101 dan
keluaran atas kolom distilasi II MD-102. Gambar 3.9 menunjukkan aliran masuk dan
keluar mixer M-103. Aliran 11 merupakan aliran keluaran atas absorber A-101.
32

Gambar 3.9 Aliran Masuk dan Keluar Mixer M-103

Laju alir massa umpan dan produk masing-masing komponen ditunjukkan pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8 Neraca Massa Mixer M-103

input output
Kompone 11 19 21
n (kg/jam (kg/jam (kg/jam
) ) )
C4H10 207 13,59 221
O2 7.212 - 7.212
N2 62.603 - 62.603
C4H2O3 23,25 63,13 86,38
H2O 4.353 2.672 7.025
CO 1.704 - 1.704
CO2 2.008 - 2.008
C16H22O4 - - -
Total 80.859 80.859

3.2 Neraca Energi


Perhitungan neraca energi bertujuan untuk mengetahui kalor yang dibutuhkan atau
dilepaskan oleh suatu sistem atau alat untuk memenuhi kondisi operasi proses. Perhitungan
neraca energi tersebut akan digunakan untuk melakukan pemilihan jenis dan ukuran alat
yang sesuai serta penyediaan energi utnuk keseluruhan proses. Pada prarancangan pabrik
maleic anhydride ini, perhitungan neraca energi dihitung pada alat yang membutuhkan
panas atau yang melepaskan panas yaitu pada reaktor, mixer, absorber, distilasi, heat
exchanger (cooler, dan boiler), kompresor, dan ekspansion valve.

3.2.1 Neraca Energi Setiap Unit


33
Persamaan umum yang digunakan dalam perhitungan neraca energi tanpa reaksi yaitu
Persamaan 3.2 dengan asumsi keadaan sistem pada tekanan konstan, dP=0 (Reklaitis, 1983).
T
H
2

Q=dH=
T
T P
1
dT ( ) (3.1)

T2

Q= H =H 2H 1=
T1
( HT ) dT
P
(3.2)

Dikarenakan perhitungan neraca energi menggunakan asumsi tekanan konstan, maka


(H/T)P sama dengan Cp atau kapasitas panas. Dengan definisi tersebut, neraca energi pada
tekanan konstan untuk perubahan T dapat dinyatakan dengan Persamaan 3.3 (Reklaitis,
1983).
T2
Q= CpdT (3.3)
T1

Karena aliran masuk maupun keluaran sistem merupakan campuran dari beberapa
komponen, maka berdasarkan persamaan 3.2 dan 3.3 dapat dinyatakan dengan persamaan
3.4.
Tout Tin
Q= N out
( Tref
)
(
H f + Cp dT N H f + Cp dT
Tref
) (3.4)

Persamaan 3.4 berlaku untuk sistem dengan reaksi. Sedangkan untuk sistem tanpa
reaksi menggunakan persamaan 3.5.
Tout Tin
Q= N Cp dT N Cp dT
out
(3.5)
Tref Tref

Dasar perhitungan:
- Basis : 1 jam operasi
- Satuan : kJ/jam
- Temperatur rujukan : 25 C (298,15 K)

a) Kompresor

Kompresor digunakan untuk meningkatkan tekanan aliran produk reaktor dari


atmosferik (101,325 kPa) hingga 275 kPa. Fasa yang masuk dan keluar kompresor
34
adalah gas, yaitu O2 dan N2. Neraca energi K-101 dihitung untuk mengetahui
kebutuhan daya untuk kompresi entalpi produk. Diagram neraca energi kompresor
disajikan di Gambar 3.10

Gambar 3.10 Batas Sistem Kompresor K-101

Hasil perhitungan neraca energi kompresor disajikan pada Tabel 3.9 sebagai berikut:

Tabel 3.9 Entalpi Kompresor K-101


Aliran
Data
3 4
Laju Alir, F (kmol/jam) 2.830,15 2.830,15
Entalpi Spesifik, (kJ/kmol) 117,08 5.944,28
P (kPa) 101,33 275,00
T (oC) 27,00 125,81
Entalpi, H (kJ/jam 165024,3545 8357899,032
Kerja Kompresor, W (kJ/jam) 8192874,678
Total (kJ/jam) 8357899,032 8357899,032
Terjadi perbedaan entalpi pada aliran yang masuk dan keluar kompresor karena
adanya kerja kompresor. Adanya selisih entalpi aliran keluar dan masuk kompresor
diakibatkan oleh kerja kompresor.

b) Ekspansion Valve
Neraca energi VLV-101 dihitung untuk mengetahui kebutuhan energi VLV-101 dalam
mengekspansi umpan yaitu n-butane dari tekanan 405,3 kPa hingga mencapai tekanan 275
kPa. Diagram alir neraca energi ekspansion valve (VLV-101) ditunjukkan pada Gambar
35
3.11 dan hasil perhitungan neraca energi kompresor disajikan pada Tabel 3.10

Gambar 3.11 Diagram Alir Neraca Energi VLV-101

Tabel 3.10 Entalpi Exspansion Valve VLV-101

Data Aliran
1 2
Laju Alir, F (kmol/jam) 95,09 95,09
Entalpi Spesifik, (kJ/kmol) 1.018,04 51,53
P (kPa) 405,3 275
T (oC) 35 25,51
Entalpi, H (kJ/jam -11851650,3 -11943559,3
Kerja Kompresor, W (kJ/jam) -91908,9944
Total (kJ/jam) -11943559,3 -11943559,3

c) Mixer
Asumsi lainnya untuk Mixer yaitu total laju alir massa masuk Mixer sama dengan laju
alir massa keluar Mixer. Dengan asumsi tersebut bentuk persamaan yang digunkaan dalam
perhitungan neraca energi Mixer seperti ditunjukkan oleh persamaan 3.21.
FC4H10 in C4H10 out + Fair in air out = Fout out
Fungsi Mixer adalah untuk pencampuran aliran umpan reaktor yang terdiri dari n-butane
dan udara. Perhitungan pada Mixer didasarkan pada entalpi spesifik setiap aliran. Persamaan
yang digunakan dalam perhitungan Mixer ditunjukkan oleh persamaan 3.21. Neraca energi
mixer disajikan pada Tabel 3.25.
36

Gambar 3. Batas sistem Mixer M-101


Tabel 3. 14 Neraca Energi Mixer
Aliran
Data
2 4 5
Laju Alir, F (kmol/jam) 95,09 2.830,15 2.925,25
Entalpi Spesifik, (kJ/kmol) 100,68 57,32 30,14
P (kPa) 275 275 275
T (oC) 25,51215 125,81 114,9187
Entalpi, H (kJ/jam 9573,572 78595,81508 88169,39
Total laju panas(kJ/jam) 88169,38735 88169,39

Dengan asumsi tidak ada heat loss maka energi aliran yang masuk dan energi
aliran yang keluar Mixer sama.

d) Fired Heater
Data independen pada perhitungan neraca energi di Fired Heater adalah suhu dan
tekanan aliran masuk dan keluar Fired Heater, laju alir massa aliran masuk dan keluar
Fired Heater, LHV bahan bakar, dan efisiensi Fired Heater. Massa bahan bakar yang
dibutuhkan merupakan data dependen.

Asumsi untuk Fired Heater yaitu laju alir massa produk yang masuk dan keluar
Fired Heater adalah sama karena tidak terjadi penambahan, reaksi, pemisahan dan lainnya.
Energi panas diperoleh dari pembakaran light oil. Dengan asumsi tersebut bentuk
persamaan yang digunakan dalam perhitungan Fired Heater ditunjukkan oleh persamaan
37
3.13 dan persamaan 3.14.

Fstrm 5 strm 5 + Energi Panas yang dibutuhkan = Fstrm 6 strm 6

Qpembakaran = mbahan bakar . LHV

Fired Heater digunakan untuk memanaskan aliran n-butane dan udara sebelum
masuk ke reaktor untuk mencapai kondisi suhu 390oC pada tekanan 275 kPa. Fasa aliran n-
butane dan udara (cold) masuk dan keluar Fired Heater adalah gas. Fired Heater
merupakan metode pemanasan dengan menggunakan panas pembakaran. Bahan bakar yang
digunakan adalah Atmosferik Gas Oil (AGO). Persamaan yang digunakan dalam
perhitungan panas pembakaran di Fired Heater ditunjukkan oleh persamaan 3.13. Neraca
massa Fired Heater disajikan pada Tabel 3.18.

Gambar 3.12 Batas Sistem Fired Heater


Tabel 3.11 Neraca Energi Fired Heater
Aliran
Data
5 6
Laju Alir, F (kmol/jam) 2.925,25 2.925,25
Entalpi Spesifik, (kJ/kmol) 15.337,34 74.080,29
P (kPa) 270 270
T (oC) 114,9186898 390,00
Entalpi, H (kJ/jam 8405245,85 35770704,76
Energi Panas yang dibutuhkan (kJ/jam 27365458,9
Total (kJ/jam) 35770704,76 35770704,76
Panas Pembakaran Qpemb (kJ/jam) 39821680,59
38

Efisiensi pembakaran steady state 68,72% ( Jjechura, 2014). Selisih antara entalpi
aliran cold masuk dan keluar Fired Heater adalah energi panas yang dibutuhkan oleh aliran
o
cold untuk mencapai kondisi 390 C pada tekanan 275 kPa.

e) Neraca Energi Reaktor (R-101)


Reaksi berlangsung secara eksotermis. Perhitungan neraca energi di reaktor bertujuan untuk
mengetahui jumlah pendingin yang dibutuhkan. Pertama dilakukan perhitungan panas reaksi pada
keadaan standar (Hor) kemudian dihitung pada suhu 390oC (Hor 390oC). Pada perhitungan ini yang
menjadi data independent adalah komposisi di aliran umpan dan produk reaktor, reaksi di dalam
reaktor, suhu dan tekanan operasi. Panas reaksi merupakan data yang ingin dicari. Selanjutnya
perhitungan untuk mengetahui massa air pendingin berupa demin water yang dibutuhkan.
Asumsi tambahan yang digunakan dalam perhitungan neraca energi di reaktor yaitu tidak ada

dW
kerja sehingga =0 dan ada reaksi yang terlibat seperti ditunjukkan persamaan reaksi 3.4
dt

hingga persamaan reaksi 3.7. Panas keluar sistem diasumsikan diserap sempurna oleh air pendingin.
Berdasarkan asumsi tersebut bentuk persamaan yang digunakan dalam perhitungan neraca energi
reaktor seperti ditunjukkan oleh persamaan 3.2 dan persamaan 3.3.
663

Hr 390 = Hor + s C p,s dT


298

dq
= rHR ( T y ) + N out , s ( H out , s - H y ) - N , s ( H , s -
dt

Ht )

Reaksi yang terjadi di dalam reaktor seperti ditunjukkan persamaan reaksi 3.4 hingga
3.7. Reaksi berlangsung secara eksotermis.
C4H10 + 3,5 O2 C4H2O3 + 4H2O Hr = -1239 kL/mol
C4H10 + 4,5 O2 4CO + 5 H2O Hr = -1521 kJ/mol
C4H10 + 6,5 O2 4CO2 + 5 H2OHr = -2656 kJ/mol

o
Perhitungan neraca energi di reaktor diawali dengan perhitungan H dan data
39
o
H f diperoleh dari Reklaitis (1983) seperti ditunjukkan Tabel 3.10.
r
Persamaan yang digunakan dalam perhitungan neraca energi di reaktor seperti
ditunjukkan oleh persamaan 3.2 hingga persamaan 3.3. Data panas pembentukan pada
kondisi standar, panas reaksi masing-masing reaksi dan laju reaksi seperti ditunjukkan
pada Tabel 3.11.

Tabel 3.12 Panas Pembentukan


Hf
Komponen
(KJ/Kmol)
C4H10 -125650,04
O2 0
N2 0
C4H2O3 -398300,14
H2O -241820,14
CO -110530,04
CO2 -393520,19
C16H22O4 -750900,23

Tabel 3.13 Panas Reaksi

Hr (390oC) r
reaksi H (kJ/jam)
kJ/mol (mol/jam)

1 -1260,6 64.663,35 -81514619,2


2 -1526,2 15.214,91 -23220989,4
3 -2658,6 11.411,18 -30337761,6

Panas yang dihasilkan reaksi per jam (H generated) didapat dari laju reaksi
o
dikalikan panas reaksi pada suhu 390 C. Total panas yang dihasilkan akibat reaksi adalah
-135073370 kJ/jam sehingga dibutuhkan pendinginan untuk menjaga suhu proses.
Untuk mengetahui kebutuhan air pendingin, pertama dihitung terlebih dahulu entalpi
o
umpan dan keluaran. Suhu umpan berada pada 390 C dan suhu keluaran akan dijaga pada
o
suhu 390 C. Komposisi umpan dan produk sesuai dengan neraca massa di reaktor. Panas
yang harus dilepaskan dihitung dengan menggunakan persamaan 3.3.
40
Demin water in
m: ?
T : 30 oC

Reaktor in 41
N : 3.027,94 Kmol/j
T : 390 oC
P : 275 kPa

Reaktor out
T : 390 oC
P : 257 kPa

Reaktor
(Reaksi Eksotermis)

Demin water out Jaket Reaktor


m:?
42

Gambar 3.9 Diagram Blok Neraca Energi di Reaktor

Gambar 3.10 Batas Sistem Reaktor R-101


43
out
Karena suhu reaksi sama dengan suhu aliran masuk dan keluar reaktor maka H =
in r
H = H . Panas yang harus dihilangkan hanya panas akibat reaksi saja sehingga suhu
reference berada pada suhu umpan dan keluaran. Untuk memanfaatkan panas yang
dihasilkan di reaktor maka air pendingin yang digunakan berupa Demin Water (air umpan
o o
boiler) memiliki suhu masuk 27 C dan suhu keluar 100 C. Berdasarkan spesifikasi air
pendingin tersebut, didapatkan kebutuhan air pendingin sebanyak 9218,133125 kg/jam.
Neraca energi reaktor disajikan pada Tabel 3.12.
Tabel 3.12 Neraca Energi Reaktor
Reaktor Demin Water
Data
5 6 in out
Laju Alir, F (kmol/jam) 2.925,25 2.925,25 7835,413156 7835,413156
Entalpi Spesifik, (kJ/kmol) 0 0 8,3568 313,38
P (kPa) 275 275 500 500
T (oC) 390 390,00 27 100
Entalpi, H (kJ/jam 0,00 0,00 6,5479E+04 2,4555E+06
Panas Reaksi kJ/jam -2,3900E+06 - -
Total Panas Reaksi (kJ/jam) -2,3900E+06 2,38998E+06

f) Cooler

Asumsi untuk Cooler yaitu laju alir massa aliran hot pada saat masuk dan keluar
Cooler adalah sama. Laju alir massa cooling water masuk dan keluar Cooler pun sama.
Energi panas yang dilepaskan aliran produk dan diterima cooling water sama besarnya.
Dengan asumsi tersebut bentuk persamaan yang digunakan dalam perhitungan Cooler
ditunjukkan oleh persamaan 3.12.
hot cw
Fhot ( hot out - ) = Fcw ( cw out - )

Cooler 1 (E-101)
Cooler (E-101) digunakan untuk mendinginkan aliran produk dari Reaktor. Aliran
produk atas yang sudah didinginkan dengan dialirkan melalui Cooler (E-101) akan masuk ke
44
Cooler (E-102). Fasa aliran produk Reaktor yang masuk Cooler (E-101) adalah gas dan
keluar Cooler (E-101) adalah campuran cair-gas. Persamaan yang digunakan dalam perhitungan
Cooler 1 ditunjukkan oleh persamaan 3.12. Neraca energi Cooler 1 disajikan pada Tabel 3.16.

Gambar 3.12 Diagram Blok Neraca Energi Cooler (E-101)

Gambar 3.13 Batas Sistem Cooler


Tabel 3.12 Neraca Energi Cooler (E-101)
hot demin water
Data
7 8 in out
Laju Alir, F (kmol/jam) 3.027,95 79354,6828
Entalpi Spesifik, (kJ/kmol) 168.520,43 55.080,85 8,40 315,00
T (oC) 390 150,00 27 100
1,0885E+08
Entalpi, H (kJ/jam -108849992,02
Dengan asumsi heat loss sama dengan 15% maka kebutuhan demin water ialah 91257,88
kg/jam

Cooler 2 (E-102)
Cooler (E-102) digunakan untuk mendinginkan aliran produk dari Cooler 1. Aliran
45
produk atas yang sudah didinginkan dengan dialirkan melalui Cooler (E-102) akan masuk ke
Cooler (E-102). Fasa aliran produk Reaktor yang masuk Cooler (E-102) adalah campuran
cair-gas dan keluar Cooler (E-102) adalah campuran cair-gas. Persamaan yang digunakan dalam
perhitungan Cooler 2 ditunjukkan oleh persamaan 3.12. Neraca energi Cooler 2 disajikan pada Tabel
3.16.

Gambar 3.12 Diagram Blok Neraca Energi Cooler (E-102)

Gambar 3.13 Batas Sistem Cooler (E102)


Tabel 3.12 Neraca Energi Cooler (E-101)
hot demin water
Data
7 8 in out
Laju Alir, F 3.027,95 313576,1326
o
T ( C) 150 30,00 27 100
Entalpi, H (kJ/jam -131918946,20 1,3192E+08

Dengan asumsi heat loss sama dengan 15% maka kebutuhan demin water ialah 360612,5525
kg/jam

g) Absorber
Neraca energi absorber (A-101) bertujuan untuk mengetahui energi yang dibutuhkan
untuk memisahkan fase cair dan fase gas dengan pelarut yaitu dibuthyl phtalate. Berikut
46
diagram alir neraca energi pada absorber (A-101) ditunjukkan pada Gambar 3.15 dan hasil
perhitungan neraca energi pada absorber (A-101) dapat dilihat pada Tabel 3.17.

Gambar 3.10 Diagram Alir Neraca Energi Absorber (A-101)

Tabel 3.10 Entalpi Keluar dan Masuk Absorber


Komponen Hin (kJ/jam) Hout (kJ/jam)
C4H10 1924,23 1924,52
O2 33216,69 33221,58
N2 325014,39 325062,23
C4H2O3 49165,99 84005,62
H2O 147899,49 24033282,60
CO 8849,88 8851,18
CO2 8784,97 8786,27
C16H22O4 7161,99 7163,05
Q pelarut 23920279,40
Total 24502297,04 24502297,04

h) Kolom Distilasi I
Perhitungan neraca energi pada MD-101 bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air pendingin
pada kondensor, dan jumlah steam yang dibutuhkan pada reboiler. Diagram alir neraca energi
Kolom distilasi MD-101 disajikan pada Gambar 3.10.
47

Gambar 3.12 Neraca Energi MD-101


T feed = 383 K
T destilat = 382,5 K
T bottom= 556,1K
T referensi = 298 K
Fasa = Cair

Hasil perhitungan neraca energi MD-302 disajikan pada Tabel III.23 sebagai berikut:

Tabel 3.10Entalpi Masuk dan Keluar MD-101


Hin
Komponen (kJ/jam) Hout (kJ/jam)
feed bottom destilat
2211,26460 2197,057
C4H10 2 0 092
0,02562101 0,025468
O2 6 0 73
0,12402744 0,123295
N2 6 0 736
685239,629 23776,14 862066,7
C4H2O3 2 692 123
431974,883 429412,6
H2O 1 0 047
0,00491745 0,004888
CO 6 0 384
48
0,17856067 0,177476
CO2 2 0 901
126347,534 416012,7 1255,753
C16H22O4 7 986 55
Q
condensor - 9123682,20
Q reboiler 9612629,96 -
Total 10858403,6 10858403,6

Air pendingin yang dibutuhkan untuk mendinginkan aliran distilat adalah sebanyak
141253,126 kg/jam, sedangkan kebutuhan steam yang pada reboiler adalah sebanyak
4373,475 kg/jam.