Anda di halaman 1dari 6

Terapi Modalitas (Latihan gerak untuk perawatan rematik)

A. PENGERTIAN
Rematik adalah suatu gejala inflamasi non- bakterial yang bersifat sistemik, progesif,
cenderung kronik dan mengenai sendi serta jaringan ikat sendi secara simetris. ( Rasjad
Chairuddin, Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi)

B. PENYEBAB
1. Proses penuaan
2. Keletihan/kelelahan
3. Cedera mendadak
4. Infeksi kuman
5. Penurunan kekabalan tubuh

C. PATOFISIOLOGI
Pada sendi siovial yang normal, kartilago artikuler membungkus ujung tulang pada pada
sendi dan menghasilkan permuaaan yang licin untuk gerakan.membran sinovial melapisi dinding
dalam kapsula fibrosa dan mensekresikan cairan ke dalam ruangan antar tulang. Cairan sinovial
ini berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber) dan pelumas yang meungkinkan sendi
untuk bergerak secara bebas dalam arah yang tepat.
Reaksi autoimun dalam jaringan sinovial yang melakukan proses fagositosis yang
menghasilkan enzim enzim dalam sendi untuk memecah kolagen sehingga terjadi edema
proliferasi membran sinovial dan akhirnya membentuk pannus. Pannus tersebut akan
menghancurkan tulang rawan dan menimbulkan erosi tulang sehingga akan berakibat
menghilangnya permukaan sendi yang akan mengganggu gerak sendi.

E. TANDA DAN GEJALA REMATIK


1. Nyeri sendi, nyeri bertambah bila kontak dengan benda atau udara dingin
2. Lesu, lemas, lekas lelah dan tidak nafsu makan
3. Lebih lanjut terjadi bengkak, merah dan nyeri serta kaku pada sendi yang terkena, serta demam.
4. Pergerakan menjadi terganggu
F. AKIBAT YANG TERJADI KARENA REMATIK
1. Aktifitas terganggu oleh nyeri
2. Berat badan menurun, demam, dan kurang darah
3. Mata dan mulut kering
4. Berpengaruh pada paru, jantung dan ginjal
5. Tulang keropos
6. Tulang mudah patah

G. PENCEGAHAN
1. Istirahat yang cukup
2. Hindari kerja berat
3. Makan-makanan tinggi kalsium
4. Olah raga teratur, dan berjemur dipagi hari
5. Kurangi makan-makanan yang mengandung asam urat tinggi seperti jeroan, kacang-kacangan

H. PERAWATAN
1. Hindari makan-makanan yang mengandung asam urat tinggi seperti jeroan, kacang-kacangan
2. Kompres dingin bila bengkak dan kemerahan
3. Kompres hangat bila tidak ada bengkak dan kemerahan
4. Kurangi aktifitas yang berat dan istirahat yang cukup

PENATALAKSANAAN (Terapi modalitas)


Latihan Fisik
Latihan spesifik dapat bermanfaat dalam mempertahankan fungsi sendi. Latihan ini mencakup
gerakan aktif dan pasif pada semua sendi yang sakit, sedikitnya dua kali sehari. Latihan paling
baik diatur oleh pekerja kesehatan yang sudah mendapatkan latihan khusus, seperti ahli terapi
fisik atau terapi kerja. Latihan yang berlebihan dapat merusak struktur penunjang sendi yang
memang sudah lemah oleh adanya penyakit.
LATIHAN RENTANG GERAK

Latihan rentang gerak adalah gerakan sendi melalui rentang penuhnya dalam bidang yang
sesuai untuk mempertahankan atau meningkatkan gerakan sendi.

Tujuan latihan rentang gerak :


1. Untuk menjaga fleksibilitas sendi
2. Untuk membantu pemeliharaan fungsi jantung dan pernafasan
3. Untuk mencegah perubahan kapsul sendi dan kekakuan tulang
4. Untuk meningkatkan pergerakan aktif dan memilihara fleksibilitas sendi pada bagian tubuh yang
mengalami kelemahan
5. Mengembangkan ketahanan
6. Meningkatkan relaksasi

Hal-hal apa saja sebelum melakukan tindakan ROM


1. Cek order dokter yang brkaitan dengan latihan
2. Perhatikan prinsip body mechanic untuk mencegah injury bagi perawat
3. Gerakan dilakukan secara perlahan-lahan untuk mencegah injury klien
4. Jika klien mengeluh nyeri stop latihannya
5. Ulangi masing-masing kegiatan sebanyak 3 kali
6. Batasi pergerakan klien selama ROM; misal turun dari tempat tidur
7. Jika klien lelah izinkan istirahat diantara latihan
8. Latihan dimulai dari leher dan diakhiri di bagian kaki
9. Latihan harus sistematis dengan jumlah yang sama untuk tiap bagian
10. Latihan dilakukan 2 kali sehari

Tindakan latihan rentang gerak :


LEHER
1. Tekukan leher dengan dagu, mendekati dada rata-rata 45
2. Luruskan leher dengan mengembalikan posisi kepala keatas rata-rata 45

3. Tengadahkan leher dengan menggerakkan kepala kebelakang sejauh yang memungkinkan


4. Kepala digerakkan kesisi sejauh yang mungkin masing-masing bahu (40 -45 )

5. Memutar leher ke kanan dan ke kiri 3 x rata-rata 70 - 90

PERGELANGAN
1. Menggerakkan jari-jari menuju kebagian dalam dari lengan depan (80 - 90 )

2. Dengan meluruskan tangan kearah yang sama dari lengan (80 - 90 )

3. Menggerakkan jari-jari kebelakang secara maksimal 70 - 90

4. Luruskan tangan dengan menjauhi sumbu tubuh (30 - 45 )

5. Luruskan tangan dengan mendekati sumbu tubuh (0 - 20 )

TANGAN, JARI-JARI DAN IBU JARI


1. Fleksi tangan dan jari dengan membuat kepalan atau tinju luasnya 90

2. Extensi tangan dan jari-jari dengan meluruskan jari-jari luasnya 90

3. Hiperextensi tangan dengan membengkakan sendi jari tangan kebelakang, luasnya (30 - 90

4. Abduksi jari-jari dengan menyebarkan jari-jari dan ibu jari luasnya 20

5. Abduksi jari-jari dengan menggerakkan/mendekatkan jari-jari bersama-sama luasnya


6. Berlawanan dengan ibu jari dengan menyentuhkan ujung tiap-tiap jari dengan ibu jari
PERGELANGAN KAKI
1. Menggerakkan pergelangan kaki kebawah, fleksi juga jari-jari kaki diluruskan, luasnya 45 -

50

2. Menggerakkan pergelangan kaki serta jari ditarik keatas kearah lutut luasnya 20

KAKI DAN JARI


1. Dengan menggerakkan telapak kaki ke arah luar, luasnya 5

2. Dengan menggerakkan telapak kaki kearah tengah luasnya 5

3. Fleksi dengan mengerutkan jari-jari kebawah luasnya 35-60

4. Dengan meluruskan jari-jari luasnya 35-60

5. Dengan menyebarkan jari-jari tersendiri luasnya 0-15

6. Adduksi jari-jari dengan mengembalikan jari-jari secara bersama luasnya 0-15

POSISI TIDUR KE ARAH KIRI


1. Tidur pada daerah yang lemah
Bahu dan tulang kemaluan yang sehat kearah depan
Lengan dan kaki disokong pakai bantal
2. Tidur pada posisi area yang lemah
Bahu yang lemah disupport dengan bantal
3. Tidur telentang
Bahu yang lemah mengarah ke depan
Lengan yang lemah disupport dengan bantal
4. Duduk ditempat tidur
Bokong disangkah
Tulang belakang lurus
Lengan yang lemah disupport
5. Duduk dikursi
Posisi setengah duduk
Tangan disupport pakai bantal dan meja
Kaki menyentuh lantai dan bokong menyandar dikursi

Latihan bagi penderita rematik terdiri dari beberapa bentuk gerakan:


1. Latihan isotonik, dapat dilakukan dengan menggerakkan kaki dalam posisi duduk dan diberi
beban. Pembebanan dilakukan bertahap dan ada peningkatan beban.
2. Latihan isometrik,dapat dilakukan dengan meletakkan bantalan kecil di bawah lutut ketika
berbaring dan mengangkat sedikit kaki kemudian turunkan lagi secara berulang-ulang.
3. Latihan peregangan , dapat dilakukan dengan menengokkan kepala ke kiri dan kanan, atas dan
bawah, dan miring kanan kiri, merentangkan gerak sendi secara penuh seperti mencoba posisi
duduk dengan kaki lurus mencoba meraih jempol kaki dengan tangan. Latihan ini membantu
meregangkan otot sehingga mencegah cedera.
4. Latihan kinetik, dapat dilakukan dengan posisi duduk tegap di kursi, kedua tangan mengangkat
beban lalu menggerakkannya.
5. Latihan dalam air untuk mengurangi tekanan pada sendi, dapat dilakukan dengan menggerakkan
kaki di dalam air sambil berpegangan pada sisi kolam renang.