Anda di halaman 1dari 41

05.

Kinerja Turbin Gas


(Prestasi dan Performace )
Contoh Spesifikasi Turbin Gas Industri
Panjang, in (mm) 108 (2743,2)
Lebar, in (mm) 40 (1016)
Tinggi, in (mm) 44 (1117,6)
Berat mesin kering, lb (kg) 1460 (662,2)
Daya poros (Standar ISO*) 4586 (3420)
Max. Rated, HP (kW) 3996 (2980)
Max. Continuous, HP (kW)
Temperatur masuk turbin (TIT) 2025 (1107)
Max. Rated, OF (OC) 1800 (982)
Max. Continuous, OF (OC)
Putaran rotor mesin 16.000
Desain, rpm 19.400
Maksimum, rpm
Tingkat kompresor, aksial 12
Tingkat turbin, aksial 3
Perbandingan tekanan 8,7 : 1
Aliran udara, lb/sec (kg/sec) 36,2 (16,4)
Laju panas, Btu/HP (J/W.hr) 10.176 (14.400)
Contoh Spesifikasi Beberapa Turbin
Gas
Contoh Parameter Design Rating
Karakteristik Kompresor Aksial
Karakteristik Kompresor Sentrifugal
Karakteristik Turbin
Perhitungan Kecepatan dan Aliran Ekivalen
pada Kompresor
Definisi dan Persamaan

Untuk mengoreksi temperatur dan tekanan yang beragam harus digunakan harga-harga
referensi. Pada umumnya, temperatur referensi adalah 519R (288K) dan tekanan
referensi adalah 29.92 in. Hg. (14.696 psi). untuk koreksi temperatur dan untuk
koreksi tekanan.

1. = temperatur masukan absolut / temperatur referensi


2. = tekanan masukan absolut / tekanan referensi
N
3. Kecepatan ekivalen. = , dimana N adalah kecepatan putar aktual
4. Aliran ekivalen = m , dimana m adalah laju aliran massa udara aktual

Jika temperatur dan tekanan ambien adalah 70F dan 30.01 in.Hg., maka dan untuk
kompresor 460 + 70
= = 1,021
519
30,01
= = 1,003
29,92
Perhitungan Kecepatan dan Aliran Ekivalen
pada Kompresor
Hitung kecepatan ekivalen untuk kompresor yang berputar pada 13.000 rpm jika temperatur
ambiennya adalah 40F.
Jawab:
T = 40OF = 500OR 500
= = 0,982
519
N 13.000
= = 13.328
0,982

Hitung aliran ekivalen yang melalui kompresor jika aliran aktualnya 26 lb/sec. Temperatur
dan tekanan ambien adalah 70F dan 29.80 in.Hg.
Jawab: 70 + 460
= = 1,011
519
29,80
= = 0,996
29,92
.
m (26)(1,011)
= = 26,4 lb / sec
0,996
Perhitungan Kecepatan dan Aliran Ekivalen
pada Kompresor
Contoh
Hitung aliran ekivalen yang melalui turbin yang dihubungkan dengan kompresor dari
Contoh 5.4. Temperatur masuk turbin 1.800F, dan tekanan turbin 125 psig.
Jawab:
1.800 + 460
= = 2,087
519
Tekanan masuk turbin = 125 psi x 2.036* = 254,5 in.Hg (gage)
= 254.5 + 29.80 = 284.3 in.Hg (absolute)
*) dari Tabel Unit Konversi : 1 lb/in2 = 2,036 in. Hg
284,3
= = 9,502
29,92
Asumsi yang biasa digunakan adalah penambahan massa bahan bakar pada ruang bakar
dapat diabaikan jika dibandingkan dengan aliran udara, jadi kita gunakan m = 26 lb/sec.
.
m (26)(2,087)
= = 5,7 lb / sec
9,502
Penggunaan Peta Kompresor
Misalkan tekanan kerja dalam mesin adalah sebesar 123 psig seperti terbaca dalam
alat ukur. Mesin bekerja pada kecepatan desain 100%. Tekanan sekeliling
adalah 14.7 psia. Dengan informasi tersebut aliran massa pada kompresor bisa
dijelaskan dengan peta sebagai berikut:

Langkah 1 : Hitunglah perbandingan tekanan dalam kompresor.


Perbandingan tekanan = tekanan absolut keluar kompresor / tekanan absolut
masuk kompresor
= (123 + 14,7) / 14,7 = 9,4

Langkah 2 : Pada Gambar Karakteristik Kompresor, urutlah garis tekanan (9,4)


yang memotong garis kecepatan ekivalen 100%. Kemudian tariklah garis ke
bawah sampai memotong sumbu aliran ekivalen. Aliran ekivalen adalah
sebesar 25.2 lb/sec.
Efisiensi kompresor pada titik tersebut mendekati 80%.
Peta Kompresor Aksial
Evaluasi Prestasi Kompresor
Hal-hal umum untuk mengevaluasi prestasi kompresor pada kecepatan tertentu
dengan bantuan peta:

1. Kenaikkan perbandingan tekanan akan membawa kompresor mendekati surjing


2. Penurunan perbandingan tekanan mengakibatkan kompresor mendekati kondisi
aliran maksimum (choke)
3. Untuk temperatur sekeliling sekitar di bawah 59F atau 15C, kecepatan
ekivalen akan lebih besar daripada kecepatan aktual. Dan di atas 59F kurang
dari kecepatan aktual
4. Kenaikan perbandingan tekanan diikuti oleh penurunan aliran massa
5. Titik operasi kompresor ditentukan oleh perbandingan tekanan dan laju aliran
yang bisa ditanggung oleh turbin. Kedua parameter sangat tergantung pada
temperatur masuk kompresor dan turbin.
Peta Turbin
Perhitungan Kecepatan dan Aliran Ekivalen
pada Turbin
Contoh
Dari peta turbin, turbin mengalami chokes pada aliran ekivalen 5.9 lb/sec. Hitung aliran
massa aktual turbin jika tekanan masuk turbin 130 psia dan temperatur masuk turbin (a)
1.800 dan (b) 1.600.
.
m . 5,9
. = 5,9 atau m =

130
= = 8,85
14,696

2.260 . 5,9(8,85)
(a ) = = 2,09 m= = 25,0 lb / sec
519 2,09
2.060 . 5,9(8,85)
( b) = = 1,99 m= = 26,2 lb / sec
519 1,99
Rugi-rugi Komponen
Efisiensi kompresor bisa didekati dengan peta kompresor jika perbandingan
tekanan dan kecepatannya diketahui.
Pada kenyataannya di bawah kondisi beban penuh, hampir dua pertiga daya
turbin dipakai untuk menggerakkan kompresor. Oleh sebab itu kerugian 5%
pada efisiensi kompresor bisa menyebabkan rugi keseluruhan sebesar 10%.
Sumber lain bagi terjadinya ketidakefisienan adalah saringan udara.
Jika saringan udara kotor, maka akan terjadi penurunan tekanan yang cukup
berarti. Hal ini juga akan menurunkan tekanan masuk kompresor dan
akibatnya menaikkan perbandingan tekanan.
Penurunan tekanan yang diakibatkan gesekan fluida pada saluran udara,
ruang bakar atau pada suatu penukar panas juga harus dipertimbangkan.
Kerugian tersebut akan menurunkan tekanan masuk turbin.
Rugi-rugi bantalan dan roda gigi (rugi-rugi mekanis) juga harus
dipertimbangkan.
Pada kecepatan desain, efisiensi bagian turbin tertentu pada dasarnya konstan
dan biasanya berada pada rentang 80 90%.
Matching Komponen

Untuk mendesain sistem turbin gas diperlukan pengetahuan detil tentang


kompresor, turbin, ruang bakar dan peralatan tambahan (regenerator,
saringan udara, saringan oli dan sebagainya). Matching pada kompresor
dan turbin adalah sangat penting.
Turbin harus beroperasi secara efisien pada aliran massa dan perbandingan
tekanan yang optimum bagi kompresor.
Peta kompresor menunjukkan daerah operasi kompresor dan daerah
efisiensi maksimum. Sepanjang garis kecepatan konstan terdapat titik
desain di mana operasi turbin dan kompresor akan berada pada kondisi
match dengan harga efisiensi maksimum.
Ada beberapa faktor yang menentukan prestasi turbin gas. Yang paling
penting adalah karakteristik fisik kompresor dan turbin.
Garis Operasi Turbin untuk kondisi
yang berlainan
Prestasi Turbin Gas pada Kondisi Setempat

Urutan langkah penentuan prestasi turbin gas :


1. Parameter Prestasi Turbin Gas
a. daya netto
b. laju panas/kalor
c. efisiensi termal
2. Parameter yang Mempengaruhi Prestasi Turbin Gas
a. temperatur (ISO 15OC atau 59OF)
b. elevasi (ISO 0 meter)
c. tekanan barometrik (ISO 14,7 psia)
d. kelembaban (ISO 60%)
3. Prosedur Perhitungan Prestasi pada Kondisi Setempat
a. data pada kondisi ISO
i. daya
ii. laju kalor
iii. kecepatan
b. data pada kondisi lokal (setempat)
i. temperatur
ii. elevasi
iii. peralatan yang akan digerkakan
4. Perkiraan Prestasi PLTG yang akan Direncanakan
DPKS, Daya Pada Kondisi Setempat

DPKS = Daya pada kondisi ISO x Camb(Tamb) x Calt(H) x 0,982 x Crpm(Xrpm) x 0,985

DPKS = Daya pada kondisi ISO x ( 1,359.10-5 2 Tamb - 6,204.10-3 Tamb + 1,081 ) x
( - 9,5.10-3 H + 1 ) x 0,982 x
( 1,426.10-8 X4rpm + 4,566.10-6 X3rpm 5,820.10-4 X2rpm + 3,752.10-2 Xrpm
7,313.10-2 ) x 0,985

dimana
Camb = Faktor koreksi daya untuk temperatur ambien
Calt = Faktor koreksi daya untuk elavasi
0,982 = Faktor koreksi daya karena adanya kerugian pemasukan dan pembuangan
LPKS, Laju Panas pada Kondisi Setempat

LPKS = Laju kalor pada kondisi ISO x Eamb (Tamb) x 1,015 x Epow (Xp) x Erpm (Xk)
= Laju kalor pada kondisi ISO x (2,562.10-7 Tamb3 + 8,679.10-6 Tamb2
+ 7,796.10-4 Tamb + 0,986) x 1,015 x (- 1,722.10-6 Xp + 4,594.10-4 Xp
- 4,417 Xp + 2,534) x (6,253.10-8 Xrpm4 2,126.10-5 Xrpm3 + 2,739.10-3
Xrpm2 0,161 Xrpm + 4,747)

dimana
Eamb(Tamb) = Faktor koreksi Eamb sebagai fungsi dari Tamb ( 20 < Tamb < 50OC)
Epow(Xp) = Faktor koreksi Epow sebagai fungsi dari Xp (% daya dasar)
(20 < Xp < 100 )
Erpm(Xrpm) = Faktor koreksi Erpm sebagai fungsi dari Xrpm (% kecepatan dasar)
(30 <Xrpm < 100 )
Prestasi/Kinerja dan Lingkungan

ab an
b
Ele elem
vas K
i

PRESTASI

ar ome trik
nB
Tekana Te
mp
era
tur
Am
bie
n
Pengaruh Temperatur Udara Atmosfer
Performance Parameters
Specific Output

WN kW = c (T T ) c (T T )
m& kg pg 03 04 pa 02 01
s
( 1)
1


T03 T04 = t T03 1
r
c

T01 ( 1)
T02 T01 = (r ) 1
c
c
Performance Parameters
Specific Output
Parameter Kinerja
(Performance Parameters)
Konsumsi Bahan bakar Spesifik (Spesific Fuel Consumption (sfc) ) :
kg 3600f
sfc =
kWh WN
m&

Efisiensi Siklus (Cycle Efficiency ) :


WN
= &
m =
3600
f LHV kJ sfc LHV
kg
Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik
(SFC) dan Laju Panas (HR)
Persamaan dan Unit Satuan

SFC (Spesific Fuel Consumption) = (Laju bahan bakar) / (Daya keluaran)


Laju bahan bakar Daya keluaran SFC
lb/hr hp lb/hp.hr
lb/hr kW lb/kW.hr
kg/hr kW kg/kW.hr

HR (Heat Rate) = SFC x Nilai kalor bahan bakar


SFC Nilai kalor bahan bakar HR
lb/hp.hr Btw/lb Btu/hp.hr
lb/kW.hr Btu/lb Btu/kW.hr
kg/kw.hr kJ/kg J/W.hr

Efisiensi = ("Value" x 100) x HR


HR Value
Btu/kW.hr 3.413
Btu/hp.hr 2.544
J/W.hr 3.600
Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik
(SFC) dan Laju Panas (HR)
Contoh
Suatu turbin gas menggunakan propana 6 lb/sec untuk menghasilkan 36.000 kW (daya poros).
Hitung SFC and HR. (Nilai kalor propana = 21.700 Btu/lb)
Jawab:
SFC = (laju bahan bakar) / (daya keluaran)
= (6 lb/sec) / (36.000 kW)
= (21.600 lb/hr) / (36.000 kW)
= 0.6 lb/kw.hr
HR = SFC x Nilai kalor bahan bakar
= (0.6) x x(21.700) = 13.020 Btu/kW.hr

Contoh
Suatu mesin dengan laju panas 16.000 Btu/kW.hr, berapakah efisiensi thermal nya?
Jawab:
' value' x 100 3.413 x100
= = 21,3 %
HR 16.000
Pengaruh Temperatur Gas Masuk Turbin

Temperatur masuk turbin


(T03) sangat berpengaruh
terhadap Specific output.
Temperatur masuk turbin
(T03 ) tidak banyak
berpengaruh terhadap sfc.
Alternatif: Heat Exchange Cycle
atau Regeneration Cycle
Spesific output akan mencapai harga maksimum jika
perbandingan tekanan menghasilkan T02=T04.
Tetapi T04selalu lebih besar daripada T02.
Solusi: pemasangan heat exchanger antara Kompresor dan
Ruang Bakar:
Mengurangi kebutuhan sumber kalor dari luar

Meningkatkan efisiensi

Penukar kalor tidak mengubah spesific output


Siklus Sederhana dengan Penukar Kalor
Penukar Kalor Menaikkan Efisiensi
Sfc Sangat Dipengaruhi oleh
Temperatur Masuk Turbin
Alternatif: Siklus dengan
Pemanas Ulang (Reheater)
Alternatif: Siklus dengan Penukar Kalor
dan Pemanas Ulang
Pemanasan Ulang Meningkatkan
Specific Output
Pemanasan Ulang Menurunkan
Efisiensi
Efisiensi Siklus dengan Penukar Kalor
dan Pemanas Ulang
Specific output Untuk Siklus dengan
Penukar Kalor dan Pemanas Ulang
Alternatif: Siklus Regeneratif dengan
Pemanas Ulang dan Pendingin Antara
Alternatif: Twin Spool
Kompresor aliran aksial digunakan karena tidak mampu menghasilkan laju aliran massa yang
besar dan efisienei yang tinggi.
Akan tetapi, kompresor aksial sangat tidak stabil, ditunjukkan oleh getaran aerodinamika, jika
dioerasikan jauh dari titik rancangannya.
Daerah tidak stabil (unstable region): pada saat penyalaan (started up) dan pada kondisi daya
rendah (low power).