Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tiga bahan makanan pokok yang digunakan oleh manusia dan binatang adalah
lemak, protein dan karbohidrat. Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau
polihidroksi keton yang mempunyai rumus molekul umum (CH2O)n. Yang pertama lebih
dikenal sebagai golongan aldosa dan yang kedua adalah ketosa. Dari rumus umum dapat
diketahui bahwa karbohidrat adalah suatu polimer. Senyawa yang menyusunnya adalah
monomer - monomer (Matorharsono, 1998).

Bersama-sama dengan lemak dan protein, karbohidrat memegang peranan


dasar bagi kehidupan di bumi ini. Bukan hanya sebagai sumber energi utama bagi
makhluk hidup, tetapi juga sebagai senyawa yang menyimpan energi kimia. Pada
hewan atau manusia energi disimpan sebagai glikogen dan pada tanaman sebagai
pati. Di samping kedua senyawa tersebut, ada pula karbohidrat pembentuk
struktur, misalnya selulosa berperanan sebagai komponen utama dinding sel.

Menurut Yazid dan Nursanti (2006) bahwa dari rumus umum karbohidrat,
dapat diketahui bahwa senyawa ini adalah suatu polimer yang tersusun atas
monomer-monomer. Berdasarkan monomer yang menyusunnya, karbohidrat
dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida.

Dan yang menjadi tinjauan kami yaitu disakarida. Yang merupakan senyawa
oligosakarida yang terbentuk dari gabungan 2 monosakarida.

1.2 Rumusan masalah


1. Apakah pengertian umum dari Karbohidrat ?
2. Apakah itu Disakarida ?
3. Bagaimanakah klasifikasi dari Disakarida ?
4. Bagaimanakah cara pengujian Disakarida ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian umum dari Karbohidrat.
2. Untuk mengetahui itu Disakarida.
3. Untuk mengetahui klasifikasi dari Disakarida.
4. Untuk mengetahui cara pengujian Disakarida.
1.4 Manfaat
Sebagai informasi kepada pembaca tentang Disakarida yang merupakan salah satu jenis
dari karbohidrat yang sering ditemui dalam kehidupan sehari hari.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2
2.1 Pengertian Umum

Karbohidrat merupakan contoh polimer alami. Karbohidrat adalah senyawa yang


mengandung unsur unsur C, H dan O, terutama terdapat dalam tumbuh tumbuhan
yaitu kira kira 75%, di samping itu bagian yang padatpun dari tanaman tanaman
tersusun dari zat ini. Istilah karbohidrat diambil dari kata karbon dan hidrat (air).
Karena senyawa senyawanya merupakan hidrat dari karbon. Atau dapat dikatakan
bahwa Karbohidrat berasal dari atom karbon yang terhidrasi dengan rumus (CH2O)n.
Tetapi pengertian ini sebenarnya sudah tidak tepat lagi karena banyak senyawa
karbohidrat yang tidak mengandung atom hidrogen dan oksigen dengan perbandingan
2:1, misalnya gula deoksiribosa yang mempunyai rumus C5H10O4.

Disamping itu banyak pula karbohidrat yang mengandung atom lain seperti
nitrogen, sulfur dan lain-lain yang menunjukkan tidak sesuainya dengan rumus
karbohidrat tersebut. Walaupun demikian, nama karbohidrat ini sampai sekarang
masih terus dipergunakan (Girindra, 1990).

Karbohirat adalah polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton yang mempunyai


rumus molekul umum (CH2O)n. Yang pertama lebih dikenal sebagai golongan
aldosa dan yang kedua adalah ketosa. Dari rumus umum dapat diketahui bahwa
karbohidrat adalah suatu polimer. Senyawa yang menyusunnya adalah monomer -
monomer (Matorharsono, 1998).

Menurut Yazid dan Nursanti (2006) bahwa dari rumus umum karbohidrat,
dapat diketahui bahwa senyawa ini adalah suatu polimer yang tersusun atas
monomer-monomer. Berdasarkan monomer yang menyusunnya, karbohidrat
dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida.

2.2 Disakarida
Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai molekul yang terdiri atas
beberapa molekul monosakarida. Dua molekul monosakarida yang berikan satu
dengan yang lain, membentuk satu molekul disakarida. Oligosakarida yang paling
banyak terdapat dalam alam ialah disakarida (Poedjiadi & Supriyanti, 2009).
Disakarida merupakan karbohidrat yang pada hidrolisis menghasilkan 2 molekul
monosakarida yang sama atau berlainan, misalnya sukrosa, maltosa dan laktosa
(Iswari & Yuniastuti, 2006).

3
Karbohidrat yang tersusun dari dua sampai sepuluh satuan monosakarida.
Oligosakarida yang umum adalah disakarida, yang terdiri atas dua satuan
monosakarida dan dapat dihidrolisis menjadi monosakarida. Contoh: sukrosa,
maltosa, dan laktosa (Yazid & Nursanti, 2006).

2.3 Klasifikasi Disakarida


2.3.1 Sukrosa
Sukrosa merupakan suatu disakarida yang dibentuk dari monomer
monomernya yang berupa unit glukosa dan fruktosa, dengan rumus molekul
C12H22O11. Sukrosa ialah gula yang kita kenal sehari hari, baik yang berasal dari
tebu maupun bit. Selain dari tebu dan bit, sukrosa terdapat pula pada tumbuhan
lain, misalnya dalam buah nanas dan dalam wortel. Dengan hidrolisis sukrosa
akan
terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa (Poedjiadi & Supriyanti, 2009).
Sukrosa, berbeda dengan disakarida yang lain. Sukrosa tidak mempunyai
daya mereduksi sama sekali, karena gugus pereduksi kedua satuan itu ikat
mengikat. Terdiri dari glukosa dan fruktosa. Ikatannya adalah 1,2-glukosidik
(Iswari & Yuniastuti, 2006).
Sukrosa mudah dihidrolisis menjadi D-glukosa dan D-fruktosa. Hidrolisis
ini biasa disebut proses inversi dan akan diikuti oleh perubahan rotasi optik dari
kanan ke kiri apabila telah tercapai campuran dalam jumlah yang sama antara
glukosa dan fruktosa. Campuran ini disebut gula invert (Girindra, 1990).
Sifat Sukrosa antara lain :
1. Titik leleh 186C
2. Densitas : 1,587 g/cm3
3. Solubility : 2000 g/L
4. Tidak dapat mereduksi larutan fehling dan tollens.
5. Sifat fisik : tak berwarna, larut dalam air dan etanol, tidak larut dalam eter
dan kloroform, bersifat optis aktif putar ke kanan.

4
6. Sifat kimia : dalam suasana asam dan suhu tinggi akan mengalami invers
menjadi glukosa dan fruktosa.
7. Reaksi hidrolisis :
C12H22O11 + H2O C6H12O6 + C6H12O6
Sukrosa air Glukosa Fruktosa

Struktur Sukrosa :

2.3.2 Maltosa
Maltosa adalah suatu disakarida yang terbentuk dari dua molekul glukosa.
Maltosa dihasilkan dari pemecahan pati / amilum oleh enzim amilase dalam
tubuh. Rumus kimia Maltosa adalah C12H22O11. Maltosa memiliki rasa manis yang
lebih rendah dibandingkan glukosa, rasa manisnya sekitar dari rasa manis
glukosa, dan 1/6 dari rasa manis fruktosa.
Maltosa adalah suatu disakarida yang paling sederhana dan merupakan
hasil dari hidrolisis parsial tepung (amilum) dengan asam maupun enzim. Maltosa
adalah disakarida yang paling sederhana, mengandung dua residu D-glukosa yang
dihubungkan oleh suatu ikatan glikosida di antara atom karbon 1 ( karbon
anomer) dari residu glukosa yang pertama dan atom karbon 4 dari glukosa yang
kedua. Konfigurasi atom karbon anomer dalam ikatan glikosida di antara kedua
residu D-glukosa adalah bentuk , dan ikatan ini dilambangkan sebagai (14 ).
Unit monosakarida yang mengandung karbon anomer di tunjukan oleh nomor
pertama atau lokan pada lambang ini. Kedua residu glukosa pada maltosa berada
dalam bentuk piranosa.
Maltosa adalah gula pereduksi karena gula ini memiliki gugus karbonil
yang berpotensi bebas, yang dapat dioksidasi. Residu glukosa dari maltosa dapat
berada dalam bentuk maupun , Bentuk dibentuk oleh kerja enzim air liur

5
amilase terhadap pati. Maltosa dihidrolasi menjadi dua molekul D-glukosa oleh
enzim usus maltosa, yang bersifat spesifik terhadap ikatan (14) Disakarida
selobiosa juga mengandung dua residu D-glukosa, tetapi senyawa ini
dihubungkan oleh ikatan (14). Pada maltosa, sebuah molekul glukosa
dihubungkan dengan ikatan glikosida melalui atom karbonnya yang pertama
dengan gugus hidroksil atom karbon keempat pada molekul glukosa lainnya.

Gambar. Struktur Maltosa

Dari struktur maltosa, terlihat bahwa gugus -O- sebagai penghubung antar
unit yaitu menghubungkan atom karbon 1 dari -D-glukosa dengan atom karbon
4 dari -D-glukosa. Maltosa adalah gula pereduksi karena gula ini memilki gugus
karbonil yang berpotensi bebas yang dapat dioksidasi. Satu molekul maltosa
terhidrolisis menjadi dua molekul D-glukosa oleh enzim usus maltose, yang
bersifat spesifik bagi ikatan (1-4).

Sifat Maltosa antara lain :

1. Dapat mereduksi larutan fehling maupun tollens

2. Pada hidrolisis dengan asam encer menghasilkan dua molekul glukosa

3. Dengan fenilhidrasin membentuk fenilosason

4. Bersifat optis aktif putar kanan

5. Larut dalam air

6
6. Pada metilasi sempurna diikuti dengan hidroksi dalam asam ecer,
diperoleh 2,3,6-trimetilglukosa dan 2,3,4,6-tetrametilglukosa.

7. Dapat dihidrolisis menghasilkan glukosa dengan enzim maltase

C12H22O11 + H2O 2C6H12O6

Maltosa Air Enzim Maltase Glukosa (2 Molekul)

2.3.3 Laktosa
Laktosa adalah komponen utama yang terdapat pada air susu ibu dan susu
sapi. Laktosa tersusun dari molekul -D-galaktosa dan -D-glukosa yang
dihubungkan oleh ikatan 1,4-.

Karena laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada


residu glukosa, laktosa adalah disakarida pereduksi. Hidrolisis dari laktosa
dengan bantuan enzim galaktase yang dihasilkan dari pencernaan, akan
memberikan jumlah ekivalen yang sama dari -D-glukosa dan -D-galaktosa.
Apabila enzim ini kurang atau terganggu, bayi tidak dapat mencernakan susu.
Keadaan ini dikenal dengan penyakit galaktosemia yang biasa menyerang bayi.

Sifat laktosa yaitu :

1. Rumus molekul: C12H22O11

2. Berat molekul: 342,30 gr/mol

3. Penampilan: Zat padat putih

7
4. Densitas: 1,525 gr/cm3

5. Titik lebur: 202,8 C (397,0 F; 475,9 K)

6. Titik didih: 668,9 C (1.236 F; 942 K)

7. Kelarutan dalam air: 21,6 gr/100 mL

8. Entalpi pembakaran standar cHo298: 5652 kJ/mol, 1351 kcal/mol, 16,5


kJ/gr, 3,94 kcal/gr

9. Titik nyala: 357,8 C (676 F; 631 K)

10. Dapat mereduksi larutan fehling

11. Sedikit larut dalam air

12. Bersifat optis aktif putar kanan

13. Dapat dihidrolisis menghasilkan glukosa dan galaktosa dengan


enzim laktase.

2.4 Uji Disakarida


1. Uji Fehling
Pereaksi Fehling adalah oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus
untuk mengenali aldehida. Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian, yaitu Fehling A
dan Fehling B. Fehling A adalah larutan CuSO4, sedangkan Fehling B merupakan
campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat. Pereksi Fehling dibuat dengan
mencampurkan kedua larutan tersebut, sehingga diperoleh suatu larutan yang
berwarna biru tua. Dalam pereaksi Fehling, ion Cu2+ terdapat sebagai ion kompleks.
Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO.

8
Dalam pereaksi ini ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana
basa akan diendapkan sebagai Cu2O. Dengan larutan glukosa 1%, pereaksi Fehling
menghasilkan endapan berwarna merah bata, sedangkan apabila digunakan larutan
yang lebih encer misalnya larutan glukosa 0,1%, endapan yang terjadi berwarna hijau
kekuningan.
Uji Fehling digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat reduksi. Uji
positif ditandai dengan warna merah bata.

2. Uji Benedict

Reagen Benedict digunakan sebagai satu uji atas adanya gula reduksi. Ini
meliputi semua monosakarida dan banyak disakarida, termasuk laktosa dan
maltosa.Bahkan lebih umum, uji Benedict akan mendeteksi adanya aldehid, dan alfa-
hidroksi-keton, termasuk yang terjadi sebagai keton tertentu. Jadi, meskipun ketosa
fruktosa bukan suatu glua reduksi langsung, namun ia merupakan suatu alfa-hidroksi-
keton, dan memberikan uji positif karena ia diubah menjadi aldosa glukosa dan
mannosa oleh basa dalam reagen ini.

Tembaga sulfat dalam larutan Benedict bereaksi dengan gula reduksi. Larutan
Benedict dapat digunakan dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada gula
dalam suatu zat seperti glukosa dalam pati lamo atau pati akar lalang.

Reagen Benedict mengandung ion tembaga(II) (Cu2+) biru yang direduksi


menjadi ion tembaga (I) (Cu+). Ini diendapkan sebagai tembaga (I) oksida berwarna
merah yang tidak larut dalam air. Reagen Benedict memberikan suatu uji kuantitatif
untuk gula reduksi bersama dengan uji kuantitatif. Warna dari endapan yang
diperoleh memberikan satu ide tentang kuantitas gula yang ada dalam larutan. Suatu
endapan kehijauan menunjukkan konsentrasi sekitar 0,5%; endapan kuning
konsentrasi 1%; jingga menunjukkan konsentrasi 1,5% dan merah menunjukkan
konsentrasi 2% atau lebih tinggi.

3. Uji Tollens
Uji positif terhadap pereduksi (glukosa, galaktosa, dan maltosa)
yang
ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada dinding tabung.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Karbohidrat adalah senyawa yang mengandung unsur unsur C, H dan O, terutama
terdapat dalam tumbuh tumbuhan yaitu kira kira 75%, di samping itu bagian yang
padatpun dari tanaman tanaman tersusun dari zat ini.
2. Disakarida adalah salah satu senyawa golongan oligosakarida yang tersusun dari 2
molekul monosakarida.
3. Klasifikasi disakarida terdiri dari Sukrosa, Maltosa dan Laktosa.
4. Uji yang digunakan untuk menguji Disakarida adalah uji fehling, uji benedict dan uji
tollens.

10
DAFTAR PUSTAKA

habibana.staff.ub.ac.id/files/2014/06/KARBOHIDRAT.pdf

http://mayayellow.blogspot.co.id/2011/03/pereaksi-fehling.html

http://www.caesarvery.com/2014/01/sukrosa-dan-strukturnya.html

http://www.edubio.info/2014/04/uji-benedict.html

http://www.pengertianologi.com/2015/05/Pengertian-Fungsi-Maltosa-Adalah.html

https://ladangsantri.wordpress.com/ilmu-pengetahuan/biologi/karbohidrat-dan-uji-
karbohidrat/

https://oktavianipratama.wordpress.com/2013/04/21/struktur-karbohidrat/

https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/04/21/laktosa-disakarida-dari-susu/

Pangajuanto,Teguh dan Rahmidi, Tri.2009.KIMIA 3 SMA/MA.Jakarta : Pusat Perbukuan,


Depertemen Pendidikan Nasional

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/46684/4/Chapter%20II.pdf

staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/sulistyani-msi/5a-karbohidrat.pdf

11