Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Usia perkembangan bayi terbagi menjadi dua yaitu, neonatus dari lahir
hingga berusia 28 hari dan bayi dari usia 29 hari hingga 12 bulan ( WHO, 2013;
Depkes, 2009). Kehidupan pada masa bayi ini sangat rawan oleh karena
memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini
dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian bayi .
Peralihan dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin memerlukan berbagai
perubahan biokimia dan faali. Dengan terpisahnya bayi
dari ibu, maka terjadilah awal proses fisiologik sebagai berikut :
1. Peredaran darah melalui plasenta digantikan oleh aktifnya fungsi paru
untuk bernafas (pertukaran oksigen dengan karbondioksida).
2. Saluran cerna berfungsi untuk menyerap makanan.
3. Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan bahan yang tidak terpakai lagi oleh
tubuh untuk mempertahankan homeostasis kimia darah.
4. Hati berfungsi untuk menetralisasi dan mengekresi bahan racun yang tidak
diperlukan badan.
5. Sistem imunologik berfungsi untuk mencegah infeksi.
6. Sistem kardiovaskular serta endokrin bayi menyesuaikan diri dengan
perubahan fungsi organ tersebut diatas.
Banyak masalah yang timbul akibat kurangnya perawatan pada bayi. Hal
tersebut tidak hanya merupakan penyebab kematian tetapi juga kecacatan pada
bayi.
Dengan pesatnya perkembangan keperawatan di Indonesia saat ini yang
disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat
sehingga informasi dengan cepat dapat diakses oleh semua orang. Perkembangan
era globalisasi yang menyebabkan keperawatan di Indonesia harus menyesuaikan
dengan perkembangan keperawatan di negara yang telah maju, sosial ekonomi
masyarakat semakin meningkat sehingga masyarakat menuntut pelayanan
kesehatan yang berkualitas tinggi gitu juga bagi orang tua yang baru saja memiliki
seorang anak yang lebih memilih perawatan bayi di rumah demi pelayanan terbaik
untuk anak mereka yang baru lahir.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang diamksud dengan home care pada bayi?
2. Apakah tujuan home care pada bayi?
3. Apakah definisi masa bayi?
4. Apakah Jenis-jenis home care pada bayi?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian home care pada bayi.
2. Untuk mengetahui tujuan home care pada bayi.
3. Untuk mengetahui definisi masa bayi.
4. Untuk mengetahui jenis-jenis home care pada bayi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Home Care


Menurut Departemen Kesehatan (2002) home care adalah pelayanan
pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komperhensif yang diberikan

2
kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk
meningkatkan, mempertahankan atau memaksimalkan tingkat kemandirian dan
meminimalkan akibatdari penyakit.
Menurut American Medical Association, home care merupakan
penyediaan peralatan dan jasa pelayanan keperawatan kepada pasien di rumah
yang bertujuan untuk memulihkan dan mempertahankan secara maksimal tingkat
kenyamanan dan kesehatan.
Menurut Warola ( 1980 ) mendefinisikan home care sebagai pelayanan
yang sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan keluarga, direncanakan,
dikoordinasikan dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk
memberi pelayanan di rumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian
kerja (kontrak).
Home care pada bayi adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada
bayi di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan bayi,
menyembuhkan penyakit serta meningkatkan kemandirian keluarga terutama ibu
dalam merawat bayinya.

2.2 Tujuan Home Care pada Bayi


Tujuan home care pada bayi yaitu:
1. Terpenuhi kebutuhan dasar bayi ( bio-psiko- sosial- spiritual ) secara
mandiri.
2. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan bayi.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.
4. Meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan tenaga.
5. Meningkatkan pemahaman kepada ibu dan anggota keluarga tentang
pentingnya kesehatan pada bayi.
2.3 Definisi Masa Bayi
Neonatus merupakan istilah untuk bayi saat bulan pertama setelah
klahiran. Masa bayi adalah periode dari saat lahir hingga berusia genap satu tahun.
Menurut Kasdu (2004) yang dikatakan bayi adalah inividu yang berusia 0 hingga
1 tahun. Masa bayi merupakan kehidupan awal saat usia 18 bulan pertama.
Masa bayi merupakan waktu yang penting untuk kesehatan, pertumbuhan
dan perkembangan bayi. Masa bayi sebagai dasar untuk pertumbuhan dan
perkembangan dari fisik, psikologis dan sosial seorang individu yang akan
menapaki masa-masa berikutnya. Setiap bayi yang lahir ke dunia ini memiliki
potensi yang harus dikembangkan sejak masa keemasannya (Soedjatmiko, 2006).
Pada masa ini bayi sangatlah bergantung pada orang tuanya.

3
2.4 Jenis-Jenis Home care pada Bayi
Jenis-jenis home care pada bayi yaitu:
1. Pijat bayi
a. Definisi pijat bayi
Pijat bayi merupakan cara sederhana dalam beromunikasi antara orang tua
dan bayi dengan menciptakan kontak mata langsung sehingga menjadikan
rasa hubungan fisik dan emosional yang kuat antar keduanya karena dapat
mencerminkan perasaan masing-masing (Gurol dan Polat, 2012)
Pijat bayi adalah satu kegiatan yang dilakukan oleh orang tua, pengasuh
bayi ataupun perawat sebagai tindakan menstimulasi bayi dan otot-ototnya
untuk lebih berkembang dengan cara sentuhan dan pijatan-pijatan lembut
pada tubuh bayi.

b. Manfaat pijat bayi


Pijat bayi banyak membeikan berbagai manfaat untuk bayi. Namun tidak
hanya bayi saja yang merasakan manfaat dari pijat bayi, orang tua terutama
seorang ibu jiga merasakan banyaknya manfaat dari pijat bayi ini.
Berikut adalah manfaat dari pijat bayi:
1) Memacu sistem sirkulasi bayi dan denyut jantung, sistem
pernafasan, sistem pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh.
2) Mengurangi kembung dan sakit pada perut
3) Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan
4) Meningkatkan konsentrasi bayi serta membuat bayi tidur lelap.
5) Mengajarkan bayi untuk lebih tenang dalam menghadapi stress.
6) Mendorong pertumbuhan susunan otot dan kelenturan yang
penting bagi kemampuan fisik.
7) Meningkatkan ikatan antara orang tua dan bayi sehingga
hubungan batinnya menjadi lebih kuat

c. Indikasi pijat bayi


Pemijatan boleh dilakukan:
1. Bayi dapat dipijat sejak lahir.
2. Bila bayi dibawah usia 2 bulan, pemijatan dilakukan dengan lembut.
3. Pemijatan setiap hari selama 15 menit dalam 6 hingga 7 bulan pertama
hidupnya akan sangat bermanfaat bagi bayi.
4. Pemijatan dapat dilakukan hingga usia 3 tahun

d. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemijatan adalah:


1) Jangan memijat bayi langsung sehabis makan ataupun dalam
kondisi lapar

4
2) Tangan pemijat bersih tidak berkuku panjang dan tidak
menggunakan perhiasan
3) Ruangan saat melakukan pmijatan diupayakan ruangan hangat tidak
terlalu dingn dan sirkulasi udara berjalan dengan lancar
4) Pemijat harus dalam kondisi yang sehat dan nyaman, tidak dalam
kondisi yang stres ketika melakukan pemijatan, karena akan
bedampak juga pada bayi yang diberikan pijatan
5) Baringkan bayi pada permukaan yang rata, lembut dan bersih
6) Selama melakukan pemijatan sebaiknya melakukan kontak mata
dengan penuh kasih sayang dan mengajak bayi berkomunikasi
7) Mulai dengan sentuhan lembut dan secara bertahap tambahkan pada
pijatan.
8) Bila bayi sedikit menangis tenangkan dahulu. Bila menangis lebih
keras, hentikan pijatan.

e. Langkah-langkah Pijat Bayi


1. Bersihkan dan hangatkan tangan ibu/perawat.
2. Kuku dan perhiasan jangan sampai menggores kulit bayi.
3. Ruangan hangat dan tidak pengap.
4. Bayi tidak sedang lapar atau setelah makan
5. Baringkan bayi diatas permukaan rata dan lembut da tanggalkan
pakaian.
6. Gosok tangan ibu/perawat dengan baby oil atau baby lotion.
7. Lakukan pemijatan dengan lembut dan bertahap pada:
a. Wajah
1) Tekan jari-jari ibu/perawat pada tengah kening bayi, turunkan ke
pelipis dan pipi.
2) Gunakan kedua ibu jari untuk memijat daerah atas alis.
3) Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung
bayi kearah pipi.
4) Gunakan kedua ibu jari untuk memijat sekitar mulutnya, tarik
sehingga ia tersenyum.
5) Pijat lembutrahang bawah bayi, dari tengah ke samping seolah
membuat bayi tersenyum, dan pijat daerah belakang telinga.
b. Dada
1) Letakkan kedua tangan ibu/perawat di tengah dada bayi, gerakan
ke atas lalu ke sisi dan kembali ke tengah tanpa mengangkat
tangan seperti membentuk hati.
2) Dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan
kearah bahu maju mundur.
c. Tangan

5
1) Peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti
memegang pemukul soft ball. Dengan gerakan memerah, pijat
tangan bayi dari bahu kepergelangannya dengan irama perlahan
india.
2) Lakukan gerakan sebaliknya, memerah tangan dari arah
pergelangan tangan ke pangkal lengan bayi dengan irama
perlahan swedia
3) Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakkan memutar.
4) Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh
permukaan telapak tangan dan punggung tangan.
5) Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakkan seperti
menggulung.
d. Perut
1) Ingat jangan memijat diatas tulang rusuk atau diatas ulu hati.
2) Lakukan gerakan memijat diata perut seperti mengayuh sepeda,
dari atas kearah bawah perut.
3) Angkat kedua kaki bayi dan leatkkan lututnya perlahan-lahan
kearah perut.
4) Buat gerakkan melingkar dengan kedua tangan secara
bergantian. Searah jarum jam dimulai dari sebelah kanan
ibu/perawat
5) Gerakkan I love u. Pemijatan I love u terdiri dari 3
gerakkan.
a) I pijatlah sisi kiri perut bayi kearah bawah perut
dengan menggunakan jari-jari tengah kanan ibu
membentuk huruf I.
b) Love membentuk huruf L terbalik pijatlah dari
sebelah kanan kesebelah kiri perut bayi kemudian dari
atas ke bawah perut.
c) U gerakkan memijat membentuk huruf U terbalik.
Pijat dari kanan bawah keatas kemudian ke kiri, kebawah
dan berakhir diperut kiri bawah.
6) Rasakan gelembung angina dengan jemari anda dorong searah
jarum jam untuk mengakhiri pijatan.
e. Kaki
Ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.
f. Punggung
1) Tengkurapkan bayi diatas bantalan lembut atau paha ibu.

6
2) Pijat dengan gerakkan maju mundur, menggunakan kedua
telapak tangan di sepanjang punggungnya.
3) Luncurkan salah satu telapak tangan ibu dari leher sampai
kepantat bayi dengan sedikit tekanan.

2. Perawatan tali pusat


a. Pengertian perawatan tali pusat
Perawatan tali pusat adalah melakukan pengobatan dan pengikatan tali
pusat yang menyebabkan tali pemisahan fisik dengan bayi, dan kemudian
tali pusat dirawat dalam keadaan bersih dan terhindar dari infeksi tali pusat.
Perawatan tali pusat yang baik dan benar akan menimbulkan dampak
positif yaitu tali pusat akan puput (lepas) pada hari ke-5 sampai hari ke-7
tanpa ada komplikasi, sedangkan dampak negatif dari perawatan tali pusat
yang tidak benar adalah bayi akan mengalami pernyakit Tetanus
neonatorum dan dapat mengakibatkan kematian (Depkes, 2007).
Perawatan tali pusat adalah perbuatan merawat atau memelihara pada
tali pusat bayi setelah tali pusat dipotong atau sebelum puput.
Perawatan tali pusat adalah pengobatan dan pengikatan tali pusat yang
menyebabkan pemisahan fisik terakhir antara ibu bayi, kemudian tali pusat
dirawat dalam keadaan steril, bersih, kering, puput dan terhindar dari
infeksi tali pusat (Hidayat,2005).
Perawatan tali pusat sebenarnya merupakan tindakan sederhana untuk
mencegah infeksi pada tali pusat. Perawatan tali pusat secara medis dapat
meggunakan bahan antiseptik yang meliputi alkohol 70% atau povidon
iodine 10% (Bethadine), dll (Sodikin, 2009)

b. Tujuan perawatan tali pusat


Tujuan perawatan tali pusat adalah mencegah terjadinya penyakit
tetanus pada bayi baru lahir, agar tali pusat tetap bersih, kuman-kuman
tidak masuk sehingga tidak terjadi infeksi pada tali pusat bayi. Penyakit
tetanus ini disebabkan oleh clostridium tetani yaitu kuman yang
mengeluarkan toksin (Racun), yang masuk melalui luka tali pusat, karena
perawatan atau tindakan yang kurang bersih (Saifuddin, 2001). Menurut
Paisal (2008), perawatan tali pusat bertujuan untuk menjaga agar tali pusat

7
tetap kering dan bersih, mencegah infeksi pada bayi baru lahir, membiarkan
tali pusat terkena udara agar cepat kering dan lepas.

c. Langkah-langkah perawatan tali pusat


I. Perawatan Tali Pusat Kering
Cara perawatan tali pusat kering adalah:
1) Siapkan alat-alat
2) Cuci tangan sebelum dan sesudah merawat tali pusat.
3) Tali pusat dibersihkan dengan kain kasa.
4) Setelah bersih, tali pusat dibungkus dengan kain kasa steril
kering.
5) Setelah tali pusat terlepas/puput, pusat tetap diberi kasa steril.

II. Perawatan Tali Pusat Basah


Cara perawatan tali pusat basah:
1) Siapkan alat-alat
2) Cuci tangan anda sampai bersih sebelum melakukan perawatan
tali pusat.
3) Bersihkan tali pusat dengan alkohol.
4) Tutup tali pusat dengan kasa steril yang diberi alkohol/bethadin
dan mengganti kasa yang baru setelah bayi selesai dimandikan,
berkeringat, kotor dan basah.
5) Segera larikan bayi ke dokter jika mencium bau tidak sedap dari
tali pusat bayi yang belum lepas.

3. Memandikan bayi
a. Pengertian memandikan
Memandikan bayi adalah suatu cara membersihkan tubuh bayi
dengan air dengan cara menyiram, merendam bayi dalam air berdasarkan
urutan-urutan yang sesuai. Memandikan bayi baru lahir bukanlah hal yang
mudah, terutama bagi ibu baru. Dibutuhkan ekstra hati-hati dan persiapan
yang benar agar mandi si bayi tak hanya berjalan lancar namun juga
menyenangkan bagi si bayi.
Dalam minggu-minggu pertama bayi cukup mandi satu kali sehari di
pagi hari. Jika perlu di sore hari bayi cukup dibersihkan dari kulit yang
basah atau keringat. Usahakan tidak langsung memandikan bayi setelah
menyusu, sedang lapar atau mengantuk untuk menghindarkan bayi muntah,
kedinginan, atau kaget.

8
b. Peralatan Memandikan Bayi
Persiapan alat untuk memandikan bayi (Hidayat, Aziz, 2009):
1. Meja mandi khusus
2. Handuk mandi
3. Popok atau handuk bersih untuk alas mandi
4. Waslap 2
5. Kapas lembab di tempatnya
6. Kapas kering di tempatnya
7. Kapas pembersih bertangkai (cotton bud)
8. Baby oil
9. Sabun mandi
10. Bedak
11. Tempat pakaian kotor
12. Perlengkapan pakaian bayi
13. Pakaian untuk ganti
14. Perlak dan alasnya
15. Waskom atau ember berisi air hangat
16. Alkohol dan kasa steril untuk merawat tali pusat
17. Celemek

c. Prosedur Pelaksanaan Memandikan Bayi


1. Siapkan keperluan mandi dan pakaian bayi, sebelum bayi dilepas
pakaiannya.
2. Cuci tangan dan pakai celmek
3. Memeriksa suhu air: periksa suhu air dengan siku atau bagian dalam
pergelangan tangan. Air tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin.
Jika anda ingin memeriksa suhu air dengan thermometer, suhu
sebaiknya 29o C
4. Buka pakaian bayi dan masukkan pakaian ke tempat pakaian kotor
5. Bersihkan bokong dengan kapas bila bayi BAB
6. Angkat bayi dari tempat tidur. Tangan kanan memegang kaki, tangan
kiri masuk melalui kuduk, kemudian menuju ke ketiak.
7. Masukkan bayi ke dalam air yang telah disiapkkan dalam tempatnya
8. Bayi masuk ke dalam bak mandi bayi dengan cara memegang kepala
dan bahu kiri bayi dengan tangan memegang lengan kiri bayi dan
tangan kanan mengangkat biokong, kepala berada di atas air.
9. Dengan menggunakan kapas depper / sisi handuk, seka mata
menggunakan kapas lembab dengan cara menghapus dari bagian dalam
ke arah luar. Setiap mengusap kapas harus diganti
10. Telinga bersihkan dengan kapas pembersih, setiap usapan kapas harus
diganti
11. Cuci muka bayi dengan washlap tanpa menggunakan sabun. setelah itu
keringkan dengan handuk (Keringkan muka dengan 1 sudut handuk)

9
Boleh menggunakan sabun tetapi hati-hati karena sabun dapat
menyebabkan iritasi pada mata dan kulit bayi
12. Mulailah membasuh tubuh bayi dari bagian terbersih hingga terkotor
13. Kemudian kepala bayi ditaruh di atas tangan kiri, lalu disabun
kemudian bersihkan dengan waslap sampai bersih.
14. Bersihkan dengan washlap bersabun pada area kepala dengan gerakan
memutar, leher, ketiak, badan, sela paha, dan sela bokong bayi hingga
rata
15. Bagian punggung dibersihkan dengan menggnti tangan kiri, dan bayi
dengan bagian muka bersandar pada lengan kanan dengan waslap basah
sampai bersih, lihat daerah-daerah lipatan jangan ada yang tersisa.
16. Bokong, perinium, genetalia dibersihkan paling akhir untuk mencegah
kontaminasi karena daerah ini paling kotor.
17. Angkat bayi seperti pada waktu memasukkan bayi ke dalam bak mandi.
18. Letakkan kembali bayi diatas meja dengan alas handuk
19. Kepala, badan dan anggota tubuh lainnya dibersihkan dengan waslap
yang satunya (yang belum kena sabun) dengan menggunakan tangan
kanan
20. Keringkan dengan handuk sampai ke sela- sela badan, Keringkan
kepala bayi diatas meja dengan gerakan memutar. Gosok kepala dengan
baby oil bila ada kotorannya, beri minyak telon, baby oil dan bedak
21. Bila tali pusat belum lepas, lakukan perawatan tali pusat
22. Pakaikan pakaian bayi
23. Bersihkan telinga dan hidung dengan kapas pembersih, rambut disisir
24. Bila kuku panjang potong kuku
25. Bungkus bayi dengan selimut
26. Bereskan tempat tidur dan alat
27. Cuci tangan.

4. Mengganti popok
Perlengkapan mengganti popok :
a. perlak dan handuk bersih
b. Popok baru
c. Kantong pembungkus popok bekas
d. Air hangat
e. Kapas pembersih / tisu basah / kain lembut
f. Hindari mengggunakan bedak tabur karena bisa menyebabkan bayi iritasi.

Cara Mengganti Popok

10
1. Tempatkan handuk diatas perlak
2. Letakkan bayi diatas handuk
3. Lepaskan popok kotor
4. Bersihkan pantat bayi secara menyeluruh dengan kapas dicelup dalam air
hangat. Usap dari depan ke belakang untuk bayi perempuan dan dari
belakang ke depan untuk anak laki-laki.
5. Keringkan pantat bayi
6. Tempatkan popok bersih dibawah pantatnya, dan bagian berperekat
dibawah.
7. Tarik popok ke atas menuju pinggang dan kencangkan perekat yang
tersedia.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Home care pada bayi adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada
bayi di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan bayi,
menyembuhkan penyakit serta meningkatkan kemandirian keluarga terutama ibu
dalam merawat bayinya.
Tujuan home care pada bayi yaitu:

11
1. Terpenuhi kebutuhan dasar bayi ( bio-psiko- sosial- spiritual ) secara
mandiri.
2. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan
bayi.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.
4. Meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan tenaga.
5. Meningkatkan pemahaman kepada ibu dan anggota keluarga tentang
pentingnya kesehatan pada bayi.
Neonatus merupakan istilah untuk bayi saat bulan pertama setelah
klahiran. Masa bayi adalah periode dari saat lahir hingga berusia genap satu tahun.
Menurut Kasdu (2004) yang dikatakan bayi adalah inividu yang berusia 0 hingga
1 tahun. Masa bayi merupakan kehidupan awal saat usia 18 bulan pertama.
Jenis-jenis home care pada bayi yaitu: pijat bayi, perawatan tali pusat,
memandikan bayi dan mengganti popok bayi.

3.2 Saran
Sebagai calon tenaga profesional di bidang kesehatan dalam era
globalisasi ini teknologi di bidang keperawatan semakin berkembang termasuk
salah satunya adalah home care, maka dengan kondisi ini kita yang nantinya akan
bekerja sebagai seorang perawat yang professional juga harus mengetahui tentang
home care pada bayi dan dapat melakukan home care pada bayi demi memenuhi
tuntutan pasar kerja.

DAFTA PUSTAKA

Aziz, Abdul. 2015. Home Care pada Bayi Baru Lahir.


http://dokumen.tips/documents/home-care-pada-bayi-baru-lahir.html
(Diakses pada tanggal 14 Feruari 2017 pukul 19.15 WITA)
Dhini, Faysha. 2015. Standar Operasional Prosedur Pijat Bayi.
http://dokumen.tips/documents/standar-operasional-prosedur-pijat-bayi.htm
(Diakses pada tanggal 14 Feruari 2017 pukul 19.45 WITA)
Hidayat, Aziz. 2009. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC.
Kasdu, dini. 200. Anak Ceras. Jakarta: Puspa Swara.
Neonatal. Cetakan 7. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono

12
Parker catharinr. 2008. Konsultasi Kebidanan. Jakarta: Erlangga.
Saifuddin, A. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Sodikin. 2009. Buku Saku Perawatan Tali Pusat. Jakarta : EGC
Soedjatmiko. 2006. Pentingnya Stimulasi Dini untuk Merangsang Perkembangan
Bayi dan Balita Terutama pada Bayi Risiko Tinggi. Jakarta: Sari Pediatri.

13