Anda di halaman 1dari 3

KELOMPOK 5 ETIKA BISNIS DAN PROFESI KELAS CB

1. Dwi Rizky 145020301111013


2. Ghea Nindya 145020301111018
3. Annisa shinta maharani 145020301111029
4. Musa Abdul Aziz 145020301111040
5. Dhella Safira K.S. 145020301111035

PERBANDINGAN KODE ETIK IFAC DAN IAI DENGAN KONSEP AWAKENING


THE CONSCIENCE INSIDE: THE SPIRITUALITY OF CODE OF ETHICS
FOR PROFESSIONAL ACCOUNTANTS

KODE ETIK IFAC


IFAC (International Federation of Accountans) adalah organisasi global untuk profesi
akuntansi. IFAC berkomitmen untuk melindungi kepentingan umum dengan
mengembangkan standar internasional menjadi berkualitas tinggi, mempromosikan nilai-nilai
etika secara intensive, mendorong kualitas prakteknya dan mendukung pembangunan di
segala bidang profesi di seluruh dunia.
Kode etik ini meliputi dalam tiga bagian:
Bagian A adalah bagian yang menetapkan prinsip-prinsip dasar etika untuk akuntan dan
menyediakan kerangka kerja konseptual untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut.
Kerangka kerja konseptual menyediakan kerja konseptual guna mengidentifikasi ancaman
terhadap kepatuhan prinsip-prinsip dasar etika, untuk mengevaluasi pengaruh signifikan dari
ancaman-ancaman itu dan menerapkan perlindungan untuk mengurangi ancaman-ancaman
hingga ketingkat yang dapat diterima.
Bagian B dan C menggambarkan bagaimana kerangka kerja konseptual diterapkan dalam
situasi khusus. Kerangka kerja konseptual mengandung contoh penjagaan terhadap prinsip-
prinsip dasar, dan juga mengandung contoh situasi dimana penjagaan keamanan tidak
tersedia, sehingga tercipta ancaman-ancaman yang seharusnya bias dihindari
Bagian B diterapkan profesi akuntansi dalam praktek untuk kepentingan publik.
Bagian C diterapkan profesi akuntan dalam praktek untuk dunia bisnis. Dalam praktek
profesi Akuntan untuk kepentingan publik mungkin juga ditemukan tuntunan kode etik
bagian C yang relevan dengan kondisi mereka sebenarnya.
Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC ada 5 bagian, yaitu
1. Integritas: seorang akuntan professional harus bertindak tegas dan jujur dalam semua
hubungan bisnis dan profesionalnya.
2. Objektivitas: seorang akuntan professional seharusnya tidak boleh membiarkan
terjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah pengaruh orang lain sehingga
mengesampingkan pertimbangan bisnis dan professional.
3. Kompetensi professional dan kehati-hatian: seorang akuntan professional
mempunyai kewajiban pada tingkat yang diperlukan untuk menjamin seorang klien
atau atasan menerima jasa professional yang kompeten yang didasarkan atas
perkembangan praktik, legislasi, dan teknik terkini.
4. Kerahasiaan: seorang akuntan professional harus menghormati kerahasiaan
informasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan professional dan bisnis serta
tidak boleh mengungkapkan informa siapa pun kepada pihak ketigatan paizin yang
benar dan spesifik.
5. Perilaku professional: seorang akuntan professional harus patuh pada hukum dan
perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapat
mendiskreditkan profesi.
KODE ETIK IAI
Etika Profesional yang mengatur perilaku akuntan yang menjalankan praktik akuntan public di
Indonesia. Pada tahun 1998, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) merumuskan etika profesional baru
yang diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia. Etika profesional baru ini berbeda dengan
etika profesional yang berlaku dalam tahun- tahun sebelumnya. Kode etik IAI ini dikembangkan
dengan struktur baru. Kompartemen yang dibentuk dalam organisasi IAI terdiri dari 4 macam yaitu:
1. Kompartemen Akuntan Publik
2. Kompartemen Akuntan Manajemen
3. Kompartemen Akuntan Pendidik
4. Kompartemen Akuntan Sektor Publik.
Masing- masing kompartemen digunakan untuk mengorganisasi anggota IAI yang berprofesi sebagai
Akuntan Publik, Manajemen, Pendidik, serta Akuntan Sektor Publik. Sebagai induk organisasi, IAI
merumuskan Prinsip Etika yang berlaku umum untuk semua anggota IAI.
Etika profesional dikeluarkan oleh organisasi profesi untuk mengatur perilaku anggotanya dalam
menjalankan praktik profesinya bagi masyarakat. Dalam kongresnya tahun 1973, IAI untuk pertama
kalinya menetapkan Kode Etik bagi profesi Akuntan di Indonesia. Pembahasan mengenai kode etik
IAI ditetapkan dalam Kongres VIII tahun 1998.
Dalam kode etik yang berlaku sejak tahun 1998, IAI menetapkan delapan prinsip etika yang berlaku
bagi seluruh anggota IAI dan seluruh kompartemennya. Setiap kompartemen menjabarkan 8 (delapan)
Prinsip Etika ke dalam Aturan Etika yang berlaku secara khusus bagi anggota IAI. Setiap anggota IAI,
khususnya untuk Kompartemen Akuntansi Sektor Publik harus mematuhi delapan Prinsip Etika dalam
Kode Etika IAI beserta Aturan Etikanya.
Prinsip Etika Profesi Akuntan :
1. Tanggung Jawab Profesi: Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional
setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam
semua kegiatan yang dilakukannya.
2. Kepentingan Publik: Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam
kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan
komitmen atas profesionalisme.
3. Integritas: Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus
memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
4. Obyektivitas: Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan
kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional: Setiap anggota harus melaksanakan jasa
profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban
untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang
diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa
profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang
paling mutakhir.
6. Kerahasiaan: Setiap anggota harus, menghormati leerahasiaan informasi yang diperoleh
selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi
tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk
mengungkapkannya.
7. Perilaku Profesional:Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi
profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
8. Standar Teknis: Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan
standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan
berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima
jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. kewajiban
untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan
prinsip integritas dan obyektivitas
Awakening the conscience inside: the spirituality of code of ethics for professional
accountants (Membangkitkan hati nurani di dalam: spiritualitas kode etik untuk
akuntan profesional)

PERBANDIGAN: