Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

PRODUKSI DOMBA DAN KAMBING


Palatabilitas dan Preferensi Pakan Domba

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktikum Produksi Domba dan
Kambing

Disusun oleh:
Kelas C
Kel 6

EVA YULIANA PUTRI 200110150013


CAESAR SUPRIADI 200110150086
FAZA RASYADAN AGKDILA 200110150096
LISDA NORA 200110150097
LUTHFI KHOIRUL NISAA 200110150241
EKA SETIAWAN 200110150253

LABORATORIUM PRODUKSI TERNAK POTONG


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah

memberikan nikmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan

laporan praktikum yang berjudul Palatabilitas Pakan Domba. Shalawat beserta

salam kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta

keluarganya, sahabatmya serta kita umatnya hingga akhir zaman.

Makalah ini merupakan salah satu tugas laporan praktikum mata kuliah

Produksi Domba dan Kambing Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Denie. selaku dosen pengampu
mata kuliah Produksi Domba dan Kambing serta para asisten yang mendampingi

kami selama praktikum dan kepada segenap pihak yang telah memberikan

bimbingan serta arahan selama pembuatan makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan

dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran

yang bersifat membangun dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini.

Kami berharap semoga makalah yang berisi laporan praktikum ini dapat

memberikan manfaat bagi siapapun yang membacanya.

Sumedang, April 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Bab Halaman

COVER....................................................................................... i

KATA PENGANTAR ............................................................... ii

DAFTAR ISI.............................................................................. iii

DAFTAR TABEL....................................................................... v

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ............................................................. 2
1.3 Maksud dan Tujuan .............................................................. 2
1.4 Manfaat Praktikum................................................................ 3
1.5 Waktu dan Tempat................................................................. 3

II. KAJIAN KEPUSTAKAAN


2.1 Pakan..................................................................................... 4
2.2 Jenis-jenis Pakan Domba....................................................... 4
2.3 Palatabilitas dan Preferensi Pakan Domba............................ 4

III. ALAT, BAHAN, DAN PROSEDUR KERJA


3.1 Alat........................................................................................ 18
3.2 Bahan..................................................................................... 18
3.3 Prosedur Kerja....................................................................... 18

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan.................................................................. 20
4.2 Pembahasan........................................................................... 22

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan............................................................................ 29
5.2 Saran...................................................................................... 29
DAFTAR PUSTAKA................................................................. 30

LAMPIRAN............................................................................... 33
DAFTAR TABEL
I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Identifikasi Masalah

1. Apa itu palatabilitas dan preferensi pakan domba.

2. Bagaimana cara mengukur palatabilitas dan preferensi bahan pakan pada

domba.

3. Apa saja bahan pakan yang paling disukai domba.

1.3 Maksud dan Tujuan

1. Mengetahui apa itu palatabilitas pakan domba.

2. Mengetahui cara mengukur palatabilitas bahan pakan pada domba.

3. Mengetahui apa saja bahan pakan yang paling disukai domba.

1.4 Manfaat Praktikum

1.5 Waktu dan Tempat

Hari / Tanggal : Rabu, 05 April 2017

Waktu : Pukul 10.00 12.00 WIB

Tempat : Kandang Domba dan Kambing Fakultas Peternakan

Universitas Padjadjaran
II

TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1 Pakan

Pakan adalah semua bahan pakan yang bisa diberikan dan

bermanfaat bagi ternak. Pakan yang di berikan harus berkualitas tinggi

yaitu mengandung zat-zat yang di perlukan oleh tubuh ternak dalam

hidupnya seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan air

(Parakkasi, 1999).

Karbohidrat dibutuhkan oleh ternak untuk sumber energi (tenaga)

sehingga ternak dapat melakukan segala aktivitas hidupnya, misalnya

bergerak, kawin, makan, bernafas dan lain-lain. Karbohidrat yang

dibutuhkan domba dan kambing dapat berupa hijauan dan konsentrat atau

pakan penguat berupa biji-bijian, misalnya jagung, gandum, umbi-umbian,

dan dedak halus (Cahyono, 1998).

Protein dalam ransum mempunyai peran penting dalam


pembentukan jaringan tubuh, misalnya urat-urat, daging, kulit, dan lain-

lainnya. Selain itu, zat protein juga berfungsi memproduksi air susu,

pertumbuhan badan, dan pertumbuhan bulu. Oleh sebab itu, zat protein

sangat dibutuhkan ternak muda yang sedang dalam pertumbuhan dan

induk yang sedang menyusui (Cahyono, 1998).

Lemak merupakan sumber tenaga yang diperlukan oleh ternak.

Sebagai sumber tenaga, lemak dapat disimpan atau ditimbun di dalam

tubuh sehingga merupakan sumber tenaga cadangan. Bagi domba atau

kambing yang digemukkan, pemberian ransum dengan kandungan lemak


yang banyak sangat baik karena akan meningkatkan kualitas daging.

Selain itu, lemak juga diperlukan untuk melarutkan beberapa vitamin

(Cahyono, 1998).

Mineral diperlukan oleh ternak sebagai zat pembangun tubuh,

misalnya tulang, darah, gigi, daging, urat, dan produksi susu. Bahan-bahan

mineral yang diperlukan oleh domba atau kambing adalah kalium (K),

kalsium (Ca), fosfor(P), garam dapur (NaCl), yodium (I), besi (Fe),

tembaga (Cu), dan Cobal (Cahyono, 1998).

Vitamin amat penting untuk kesehatan tubuh hewan. Hewan yang

kekurangan vitamin sangat mudah terserang penyakit. Vitamin dapat

menambah daya tahan tubuh ternak terhadap serangan penyakit ataupun

infeksi. Beberapa vitamin dapat diproduksi sendiri oleh ternak domba atau

kambing. Namun, kebutuhan vitamin ini harus dicukupi meskipun dalam

jumlah sedikit (Cahyono, 1998).

Air merupakan salah satu unsur yang sangat vital bagi semua

makhluk hidup, termasuk domba dan kambing. Oleh karena itu, air harus

selalu tersedia dalam jumlah yang cukup. Air berfungsi mengatur

temperature tubuh, melancarkan proses pencernaan makanan,

mengeluarkan zat-zat yang tak berguna seperti racun hasil sisa

metabolism, melancarkan pendistribusian zat-zat makanan ke seluruh

tubuh dan meningkatkan proses metabolisme (Cahyono, 1998).

2.2 Jenis-jenis Pakan Domba

Menurut Parakkasi (1995) dedak padi adalah bahan pakan yang

diperoleh dari pemisahan beras dengan kulit gabahnya melalui proses

penggilingan padi dari pengayakan hasil ikutan penumbukan padi.


Sedangkan menurut Rasyaf (1992) sebagai bahan makanan asal nabati,

dedak memang hasil samping proses pengolahan padi menjadi beras. Oleh

sebab itu kandungan nutrisinya juga cukup baik, dimana kandungan

protein dedak halus sebesar 12 % - 13 %, kandungan lemak 13 %, dan

serat kasarnya 12 %.

Onggok merupakan limbah dari industri tapioka yang berbentuk

padatan yang diperoleh pada proses ekstraksi. Pada proses ekstraksi ini

diperoleh suspensi pati sebagai filtratnya dan ampas yang tertinggal

sebagai onggok. Komponen penting yang terdapat dalam onggok adalah

pati dan serat kasar. Pati dan serat kasar yang terdapat di onggok dapat

diuraikan secara enzimatis sebagai bahan baku bioetanol. Kandungan ini

berbeda untuk setiap daerah tempat tumbuh, jenis dan mutu ubi kayu,

teknologi yang digunakan, dan penanganan ampas itu sendiri (Fahmi,

2008).

Menurut Hanafi (2008) jerami padi adalah tanaman padi yang telah

diambil buahnya (gabahnya), sehingga tinggal batang dan daunnya yang

merupakan limbah pertanian serta belum sepenuhnya dimanfaatkan karena

adanya faktor teknis dan ekonomis. Jerami padi selama ini hanya dikenal

sebagai hasil ikutan dalam proses produksi padi di sawah. Produksi jerami

padi yang dihasilkan sekitar 50% dari produksi gabah kering panen.

Menurut Herdoni (2011) jerami padi merupakan salah satu pakan alternatif

yang paling banyak dipakai untuk memenuhi kekurangan hijauan pakan

ternak.Namun bahan pakan tersebut berkualitas rendah karena rendahnya

kandungan nutrien dan kurang dapat dicerna.Dengan pengolahan, daya


cerna jerami Padi dapat ditingkatkan hingga 70 % dan kandungan

proteinnya dapat mencapai 5 - 8 %.

Indigofera sp. merupakan tanaman pakan ternak (TPT) dari

kelompok leguminosa pohon. Indigofera sp. merupakan tanaman dari

kelompok kacangan (famili Fabaceae) dengan genus Indigofera. Beberapa

tahun belakangan ini telah dicobakan sebagai bahan pakan ternak

ruminansia termasuk kambing. Leguminosa pohon ini memiliki

prodiktivitas yang tinggi dan kandungan nutrien yang cukup baik, terutama

kandungan proteinnya yang tinggi. Tanaman ini dapat dimanfaatkan

sebagai pakan ternak yang kaya akan nitrogen, posfor, kalium dan kalsium

(Simanihuruk dan Sitrait, 2009).

Molases atau tetes tebu adalah hasil sampingan pengolahan tebu

menjadi gula. Bentuk fisiknya berupa cairan yang kental dan berwarna

hitam. Kandungan karbohidrat, protein dan mineralnya cukup tinggi

sehingga bisa juga dijadikan pakan ternak walaupun sifatnya hanya

sebagai pakan pendukung. Disamping harganya murah, kelebihan lain

tetes tebu terletak pada aroma dan rasanya (Widayati dan Widalestari,

1996).

2.3 Palatabilitas dan Preferensi Pakan Domba

Palatabilitas adalah hasil keseluruhan faktor-faktor yang

menentukan sampai tingkat mana suatu pakan menarik bagi ternak atau

kesukaan yang ditunjukan ternak untuk mengkonsumsi suatu bahan

makanan yang diberikan dalam suatu satuan waktu (Prakkasi, 1999).

Palatabilitas ditentukan dengan banyaknya konsumsi ransum berdasarkan


jumlah bahan kering yang dikonsumsi. Adapun faktor-faktor yang

mempengaruhi palatabilitas (Prakkasi, 1999) :

Faktor Ternak

Ada lima faktor yang mempengaruhi palatabilitas pada ternak yaitu :

1. Spesies atau bangsa ternak

2. Variasi antar individu

3. Panca indera

4. Daya adaptasi

5. Kondisi fisiologis ternak

Faktor Makanan

Beberapa faktor dari makanan yang mempengaruhi palatabilitas (Tillman,

dkk., 1991) :

1. Bau

2. Bentuk fisik

3. Komposisi kimia atau kandungan nutrisi.

Faktor Lingkungan

Palatabilitas dipengaruhi oleh lingkungan secara langsung melalui suhu

udara. Ada hubungan yang erat antara konsumsi makanan dengan produksi

panas tubuh. Suhu yang tinggi akan menyebabkan menurunnya nafsu

makan dan mengurangi konsumsi ransum sedangkan konsumsi air lebih

banyak. Pakan penguat merupakan pakan yang mempunyai kandungan zat

makanan tertentu dengan kandungan energi relatif tinggi, serat kasar


rendah, dan daya cerna yang relatif baik. Pakan ini cocok untuk menambah

zat makanan yang ada (Sarwono, 1984).

Preferensi adalah tingkat kesukaan ternak pada suatu pakan yang

pertama dipilih oleh ternak tersebut. Namun meskipun pakan tersebut yang

utama dipilih atau dihampiri oleh ternak tapi tidak menjadi makanan yang

paling banyak untuk dikonsumsi oleh ternak tersebut (Prakkasi, 1999).


III

ALAT, BAHAN, DAN PROSEDUR KERJA

3.1 Alat

1. Timbangan

2. Tempat bahan pakan

3.2 Bahan

1. Domba

2. Jerami

3. Indigofera

4. Dedak

5. Onggok

6. Molases

3.3 Prosedur Kerja


1. Bahan pakan disiapkan dan ditimbang.

2. Bahan pakan dimasukkan ke dalam wadah.

3. Satu orang masuk ke dalam kandang untuk mengontrol domba, menarik

domba ke belakang.

4. Wadah bahan pakan disimpan di tempat pakan domba.

5. Domba dibawa untuk diciumkan aroma semua bahan pakan.

6. Domba dibawa kembali ke belakang lalu dilepaskan ketika waktu sudah

mulai dihitung.
7. Domba diperhatikan selama waktu berjalan, kapan ia makan atau mencium

bahan pakan yang disediakan.

8. Setelah 5 menit berlangsung, domba dibawa kembali ke belakang. Lalu

wadah bahan pakan diacak posisinya.

9. Domba dilepaskan kembali dan dibiarkan untuk memakan bahan pakan

yang disediakan.

10. Domba diperhatikan dan diamati selama 5 menit lagi.


IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

4.2 Pembahasan
V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, B. 1998. Beternak Domba dan Kambing. Kanisius, Yogyakarta.

Fahmi, N. 2008. Pengolahan Tapioka Secara Industri.

http://digilib.unimus.ac.id/files/106jtptunimus-gdl-nurulfahmi-52563.pdf

(Diakses tanggal 9 April 2017 pukul 08.15 WIB).

Hanafi, N.D,. 2008. Teknologi Pengawetan Pakan Ternak. Departemen Peternakan

Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara. Medan.

Herdoni, 2011. Pengolahan Limbah Pertanian Untuk Pakan Ternak.

http://www.herdoniwahyono.com/2011/07/pengolahan-limbah-pertanian-

untuk-pakan.html(Diakses pada tanggal 9 April 2017 pukul 08.35 WIB).

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Universitas

Indonesia Press : Jakarta.

Sarwono, B. D., 1984. Pertumbuhan Ternak Potong dan Produksi Daging. Diktat.

Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Mataram.

Simanihuruk, K. dan J. Sirait. 2009. Pemanfaatan Leguminosa Pohon Indigofera

sp. Sebagai Pakan Basal Kambing Boerka Fase Pertumbuhan.

http://repository.uin-suska.ac.id/2591/4/BAB%20II.pdf (Diakses pada

tanggal 9 April 2017 pukul 08.45)

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo dan

S.Lebdosoekono. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada

University Press. Yogyakarta.

Rasyaf, M. 1992. Seputar Makanan Ayam Kampung. Yogyakarta: Kanisus.

Widayati, E. dan Widalestari, Y., 1996. Limbah untuk Pakan Ternak. Trubus

Agrisorana, Surabaya.
LAMPIRAN