Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Didalam persaingan industri yang semakin maju ini perusahaan dituntut untuk selalu
melakukan perkembangan positif didalam tubuh perusahaan sehingga perusahaan selalu
berupaya memperbaiki diri dengan perencanaan strategi yang baik. Untuk itulah PT Unilever
sebagai perusahaan multinasional yang memproduksi produk-produk kebutuhan konsumen
perlu untuk mengidentifikasi setiap kekuatan dan kelemahannya, dan selalu memantau setiap
peluang yang mendatangkan keuntungan dan ancaman yang mendatangkan kerugian. Untuk
memenuhi tuntutan ini terciptalah analisis SWOT yang memiliki peran penting dalam
menetapkan suatu strategi perusahaan.

Analisis SWOT merupakan cara yang sistematis didalam melakukan analisis terhadap wujud
ancaman dan kesempatan agar dapat membedakan keadaan lingkungan yang akan datang
sehingga dapat ditemukan masalah yang ada. Dari analisis swot, perusahaan dapat
menentukan strategi efektif yang sejauh mungkin memanfaatkan kesempatan yang
berlandaskan pada kekuatan yang dimiliki perusahaan, mengatasi ancaman yang datang dari
luar, serta mengatasi kelemahan yang ada

1.2 Rumusan Masalah

1. Jelasakan Generating a Strategic Factor Analysis Summary dari Analisis SWOT PT.
Unilever Tbk. ?

2. Jelaskan Analisis visi dan misi dari PT. Unilever Tbk?


BAB 2

PEMBAHASAN

1.1 Teori
Analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk memutuskan
strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan
(Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan
kelemahan (weaknesses) dan ancaman (Threats). Proses pengambilan keputusan strategis
selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan.
Dengan demikian perencana strategis (strategi planner) harus menganalisis faktor-faktor
strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada
pada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi. Model yang paling populer untuk
analisis situasi adalah Analisis SWOT.

1.2 Pembahasan

Kekuatan (Strengths)
1.Strategi promosi produk PT Unilever yang efektif dengan menampilkan model-model yang
tipikal muda, berkulit putih, berambut panjang, sehingga memacu konsumen (lebih spesifik
perempuan) untuk membeli produk tersebut agar dapat mengalami sendiri hasil yang diterima
si model dalam iklan tersebut.

2. PT Unilever gencar di misi sosial, sehingga kedekatan dengan konsumen dapat terus
terjaga. Hal ini terlihat dari pembelanjaan iklan dan promosi yang telah mendorong
pertumbuhan penjualan di tengah pasar yang kompetitif. PT Unilever Indonesia sebagai salah
satu perusahaan dengan belanja iklan terbesar menurut majalah marketing (top Brand Survey,
edisi khusus 2007)
3. Pemimpin pasar consumer goods di Indonesia.

4. Memiliki tim yang terdiri dari orang-orang berdedikasi, terampil, dan termotivasi di
segenap jajaran.

5. Adanya kenaikan pangsa pasar untuk kategori-kategori penting seperti face care, savoury,
dan ice cream.

6. Perencanaan baik dan kerja sama erat dengan para pemasok, konsumen dan distributor
untuk menghantar produk-produk dari pabrik ke tempat-rempat penjualan.

7. PT Unilever sudah memiliki jaringan distribusi sendiri sehingga distribusi produknya


hingga ke daerah-daerah dapat terlayani.

8. PT unilever mempunyai moto operational excellent with no compromise on quality.


Unilever dalam menjalankan operasinya dijalankan dengan baik tanpa mengabaikan kualitas
produk.

Kelemahan (Weaknesses)

1. PT Unilever memiliki struktur matriks, yang terdapat beberapa tantangan yang mesti
dihadapi perusahaan yaitu pertama, sulitnya koordinasi kegiatan antar departemen yang
mempunyai agenda dan jadwal sendiri-sendiri. Kedua,ko munikasi pada karyawan yang bisa
menerima pesan yang berbeda-beda.Dan ketiga, resolusi konflik antara inisiatif dari
dukungan departemen (SDM, keuangan, dan lain-lain) dengan departemen lini produk yang
biasanya sangat berorientasi komersial.

2. Rendahnya respon pasar terhadap produk-produk tertentu.

3. Jumlah karyawan yang tambun.

4. Birokrasi yang panjang karena kebijakan sentralisasi yang menyebabkan unilever


indonesia tidak bisa begitu saja memutuskan sesuatu.
5. Lambatnya konsolidasi intern dalam pengambilan keputusan.

6. Ketidakjelasan sertifikat halal untuk produk tertentu.

7. Mayoritas produk unilever memiliki entry barrier rendah.

8. Growth omzet penjualan dibawah rata-rata industri.

Kesempatan (Opportunities)

1. Stabilitas ekonomi yang relatif baik dengan pertumbuhan yang menggembirakan bagi
ekonomi Indonesia sebesar 6.3%.

2. Pertumbuhan ekonomi yang kuat di wilayah pulau-pulau seperti Sumatera, Kalimantan,


Sulawesi, dan papua.

3. Tingginya kepuasan konsumen terlihat dari predikat prima indeks kepuasan konsumen.

4. Banyaknya pemain pasar nasional yang belum memiliki cara produksi kosmetik yang baik.
5. Luasnya potensial market sekitar 250 juta tepatnya 122.527.186 laki-laki (49,9%) dan
122.922.553 (50,1%) perempuan.

6. Tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan jenis produk consumer goods.

7. Rekomendasi investasi pada saham dengan level beta dibawah 1.

8. Tinggi dan stabilnya tingkat kesetiaan masyarakat atas produk consumer goods 83 %.

Ancaman (Threats)

1. Adanya kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan seperti minyak kelapa sawit, gula
kelapa, dan bahan berbahan dasar petroleum yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak,
bahan kimia dan komoditas lainnya.

2. Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.


3. Melemahnya daya beli konsumen.

4. Maraknya pemalsuan dan penyelundupan produk dari cina.

5. Rendahnya infrastruktur yang memadai berupa jalan yang menyebabkan ingginya biaya
pemasaran produk.

6. Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri.

7. Tidak konsistennya pasokan gas dari pertamina.

8. Adanya tren perubahan gaya hidup masyarakat dari produk tradisional-nasional menjadi
produk-produk luar negeri.

9. Adanya campaign against unilever oleh greenpeace akibat penggundulan hutan yang
membahayakan komunitas orang utan.

10. Adanya pemboikotan produk zionisme termasuk unilever.

11. Produk pesaing dengan harga lebih rendah.

Generating a Strategic Factor Analysis Summary] (SFAS) Matrix

Alat yang digunakan dalam menyusun faktor-faktor strategis perusahaan adalah matriks
SWOT. Matriks ini menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman internal
yang dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan internal yang dimiliki.
Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis.
Untuk menyimpulkan faktor-faktor strategis sebuah perusahaan yaitu dengan cara
mengkombinasikan faktor strategis eksternal (EFAS) dengan faktor strategis internal (IFAS)
ke dalam sebuah ringkasan analisis faktor-faktor strategi (SFAS) yang pada saat digunakan
bersamaan dapat menjadi seperangkat alat analisis yang kuat bagi analisis strategi.
Penggunaan bentuk SFAS , yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Pada kolom 1 yaitu faktor strategis. Daftarkan item-item EFAS dan IFAS yang paling
penting ke dalam kolom faktor strategis kunci, kemudian tentukan mana yang merupakan
kekuatan (S), kelemahan (W), peluang (O), dan ancaman (T).

2. Tinjau bobot yang diberikan untuk faktor-faktor dalam tabel EFAS dan IFAS tersebut, dan
sesuaikan hingga jumlah total dalam kolom bobot EFAS dan IFAS mencapai angka 1.00.

3. Masukkan pada kolom peringkat yang diberikan manajemen perusahaan pada setiap faktor
dari tabel EFAS dan IFAS.

4. Kalikan bobot dengan peringkat untuk menghasilkan jumlah pada kolom skor berbobot.

5. Berikan tanda X dalam kolom durasi untuk menunjukkan apakah satu faktor
memilikihorizon waktu jangka pendek(< 1tahun),menengah (1-3tahun), panjang(> 3tahun).

6. Berikan keterangan untuk masing-masing faktor dari tabel EFAS dan IFASSFAS yang
dihasilkan meringkas faktor-faktor strategis eksternal dan internal dalam satu bentuk. SFAS
hanya berisi faktor-faktor strategis yang paling penting dan menyediakan basis bagi
perumusan strategi.

Reviewing of Mission and Objective

Point selanjutnya yang harus dilakukan manajemen ialah menguji ulang misi dan tujuan
perusahaan saat ini sebelum dapat menghasilkan dan mengevaluasi strategi-strategi alternatif.
Pengujian ulang ini sangat penting, karena ketika membuat keputusan, biasanya ada
kecenderungan lebih berkonsentrasi hanya pada alternatif-alternatif saja daripada pada tujuan
yang ingin dicapai. Kecenderungan tersebut meluas karena memang lebih mudah untuk
berhubungan dengan tindakan alternatif yang ada daripada memikirkan apa yang ingin kita
capai di masa yang akan datang.
Masalah-masalah dalam kinerja dapat muncul dari tidak tepatnya pernyataan misi, yang dapat
terlalu sempit atau bahkan yang terlalu luas. Apabila misi tidak memberikan topik integratif
bagi bisnis perusahaan, maka manajer-manajer menjadi tidak jelas denganarah perusahaan.
Seperti tujuan-tujuan dan strategi dapat bertentangan, divisi-divisi yang saling bersaing satu
sama lain, yang nantinya dapat membawa kerusakan bagi perusahaan sebagai satu kesatuan.
Tujuan-tujuan sebuah perusahaan dapat juga dinyatakan dengan cara yang tidak tepat. Tujuan
tersebut mungkin terlalu menitikberatkan pada sasaran operasional jangka pendek, atau
bahkan terlalu luas. Kemudian adanya kesenjangan perencanaan antara tujuan yang
direncanakan dengan yang dicapai. Apabila kesenjangan tersebut terjadi, yang harus
dilakukan ialah mengubah strategi untuk meningkatkan kinerja atau menurunkan tujuan yang
akan dicapai agar lebih realistis. Oleh sebab itu diperlukan tinjauan yang bersifat konstan
terhadap tujuan-tujuan.
Kita telah membahas bagaimana perusahaan menilai situasinya dan meninjau strategi-strategi
perusahaan yang tersedia. Kemudian selanjutnya ialah mengidentifikasicara-cara alternatif
sehingga organisasi dapat menggunakan kekuatan khususnya untuk menggunakan
kesempatan atas peluang-peluang atau untuk menghindari ancaman dan mengatasi
kelemahannya. Matriks SWOT menggambarkan bagaimana manajemen dapat mencocokkan
peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi suatu perusahaan dengan kekuatan dan
kelemahan internalnya. Metode ini mengarah pada brainstorming untuk menciptakan strategi-
strategi alternatif yang mungkin tidak terpikirkan oleh manajemen. Matriks SWOT dapat
diaplikasikan pada perusahaan bisnis tunggal maupun multi bisnis.

Strategi SO

1. Penetrasi dan pengembangan pasar atas produk-produk yang sudah ada.

2. Peningkatan kualitas, kapasitas sarana dan prasarana untuk mengantisipasi permintaan


dimasa depan.

3. Peningkatan kecepatan proses pelayanan klaim.


4. Pemantapan pola kerjasama yang sinergis dengan mitra kerja dalam hal pemasaran IW dan
SW.
5. Peningkatan kehandalan sistim pengawasan.

Strategi WO

1. Peningkatan peran Humas dalam mempromosikan dan memposisikan produk secara


efektif.

2. Peningkatan struktur pegawai yang memiliki gelar profesi.

3. Penguatan sistem manajemen investasi dan keuangan.

4. Penguatan struktur permodalan.

5. Pemantapan sistim pembebanan dan pengaturan kerja.

Strategi ST

1. Penguatan sistim akuntansi keuangan serta mekanismenya, yang komunikatif dan interaktif
dalam hubungan antara pusat dan daerah.

2. Peningkatan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan klaim sesuai dengan
standar yang berlaku.Perencanan Strategis Sistem Informasi Studi Kasus PT Jasa Raharja
(PERSERO)
3. Konsolidasi kekuatan moral SDM melalui upaya yang mengarah pada filosofi respect to
people

4. Peningkatan sistim kearsipan sebagai salah satu fasilitas penyedia informasi.

5. Peningkatan kualitas produk hukum untuk mendukung operasi perusahaan.

Strategi WT

1. Penguatan struktur organisasi untuk mengantisipasi perubahan dimasa depan.

2. Penguatan sistim manajemen SDM.

3. Peningkatan profesionalisme dan jiwa kewirausahaan untuk mendukung daya saing


perusahaan.

4. Pengembangan sistem komputerisasi yang terintegrasi dan mampu mendukung proses


pengambilan keputusan strategis maupun operasional.

5. Pengembangan sistim budaya kerja yang kreatif dan inovasi.

6. Perancangan program kegiatan LITBANG yang lebih berorientasi kepada kebutuhan pasar.
BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pendekatan penjualan dan promosi penjualan akan efektif dan efisien apabila dirancangdengan
menerapkan pola regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah atau kawasantertentu. Unilever sudah
menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah memilikipabrik-pabrik atau juga cabang perusahaan di
tiap-tiap negara

Strategi-strategi yang ditempuh PT. Unilever ini sangat baik dalam dunia usaha sehingga kendala dan
masalah yang dihadapi sangat sedikit dan tidak menjadi masalah besar dalampeusahaan besar ini.

Strategi promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:


1.Periklanan
2.Promosi Penjualan
3.Hubungan Masyarakat dan Publisitas
4.Penjualan Secara Pribadi
5. Pemasaran Langsung

Sangat baik dalam dunia usaha sehingga patut ditiru perusahaan lain disamping kualitas yang
bagus

3.2 Saran
Dalam masalah yang dihadapi PT. Unilever yaitu mengenai penipuan kupon yang
diselipkan dalam produk kemasan. Sebaiknya diadakan penyuluhan mengenai hal tersebut
kepadamasyarakat sehingga konsumen tidak merasa dirugikan. dan penanganan serius dalam
tindak penipuan kupon tersebut.Kesetiaan pelangaan menjadi kunci sukse tidak hanya dalam
jangka pendek tetapikeunggulan bersaing yang berkelanjutan. Contohnya seperti sabun
kecantikan merek Lux,yang merupakan sabun kecantikan pertama yang masuk ke pasaran di Indonesia.
Sabunkecantikan merek Lux memperluas jenis produk sabun mandinya, yang tidak hanya
sabunmandi yang berupa batangan padat tetapi juga berupa sabun mandi cair.Merek perlu
dipersepsikan sebagai produk yang berkualitas tinggi, sehingga konsumen dapatmemahami
sebuah produk hanya melalui eksistensi, fungsi, citra dan mutu. Kualitas di matakonsumen
lebih bersifat subyektiif, tergantung bagaimana persepsi konsumen terhadapproduk itu.
DAFTAR PUSTAKA

Rangkuty, Freddy, 1998, Analisis Swot Teknik Membedah Kasus Bisnis, Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama

J. David Hunger & Thomas L. Wheelen, Manajemen Strategis.


Philip Kotler & Kevin Keller, Marketing Manajemen, 2009.

Anda mungkin juga menyukai