Anda di halaman 1dari 5

AMANAT APEL APARATUR SIPIL NEGARA

SENIN, 15 MEI 2017

Pada kesempatan ini kami akan menyampaikan beberapa hal


sekaligus mensosialisasikan informasi yang berkaitan dengan
undang-undang nomor 36 tahun 2009 yakni undang-undang
tentang kesehatan. Salah satu alasan kami sampaikan undang-
undang tentang kesehatan dalam apel kerja terpadu aparatur
sipil negara dikarenakan masalah kesehatan bukan hanya
urusan Dinas Kesehatan, tetapi juga pekerjaan kita bersama
selaku aparatur sipil negara dan bagian dari masyarakat pada
umumnya.
Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tercantum
jelas cita-cita bangsa Indonesia yang sekaligus merupakan
tujuan nasional bangsa Indonesia. Tujuan nasional tersebut
adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian
abadi serta keadilan sosial.
Untuk mencapai tujuan nasional tersebut diselenggarakanlah
upaya pembangunan yang berkesinambungan yang
merupakan suatu rangkaian pembangunan yang menyeluruh
terarah dan terpadu, termasuk diantaranya pembangunan
kesehatan.
5 dasar pertimbangan perlunya dibentuk undang-undang
kesehatan :

1. Kesehatan adalah hak asasi dan salah satu unsur


kesejahteraan.
2. Prinsip kegiatan kesehatan yang nondiskriminatif,
partisipatif dan berkelanjutan.
3. Kesehatan adalah investasi.
4. Pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab
pemerintah dan masyarakat.
5. Bahwa undang-undang kesehatan no 23 tahun 1992
sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan, tuntutan
dan kebutuhan hukum dalam masyarakat

Perencanaan dan pembiayaan pembangunan kesehatan yang


tidak sejiwa dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992,
yaitu menitikberatkan pada pengobatan (kuratif), menyebabkan
pola pikir yang berkembang di masyarakat adalah bagaimana
cara mengobati bila terkena penyakit. Hal itu tentu akan
membutuhkan dana yang lebih besar bila dibandingkan dengan
upaya pencegahan. Konsekuensinya, masyarakat akan selalu
memandang persoalan pembiayaan kesehatan sebagai
sesuatu yang bersifat konsumtif/pemborosan.
Untuk itu, sudah saatnya kita melihat persoalan kesehatan
sebagai suatu faktor utama dan investasi berharga yang
pelaksanaannya didasarkan pada sebuah paradigma baru
yang biasa dikenal dengan paradigma sehat, yakni paradigma
kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif
tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.
Dalam undang-undang no 36 tahun 2009 kita akan
mendapatkan pokok pikiran yaitu telah ada niat ingin
melakukan perubahan paradigma upaya pembangunan
kesehatan yaitu dari paradigma sakit yang begitu kental pada
Undang-Undang Kesehatan sebelumnya (no 23 tahun 1992)
bergeser menjadi paradigma sehat.
Dalam undang-undang kesehatan terbaru ini (no. 36 tahun
2009) dijelaskan bagaimana pengertian tentang kesehatan
secara luas yaitu keadaan sehat, baik secara fisik, mental,
spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang
untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Sedangkan tujuan dari pembangunan kesehatan adalah
untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,
sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya
manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
....................................
Dalam undang-undang ini dijelaskan bahwa makna dari
Mewujudkan derajat kesehatan masyarakat adalah upaya
untuk meningkatkan keadaan kesehatan yang lebih baik
dari sebelumnya. Derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya mungkin dapat dicapai pada suatu saat sesuai
dengan kondisi dan situasi serta kemampuan yang nyata
dari setiap orang atau masyarakat. Upaya kesehatan harus
selalu diusahakan peningkatannya secara terus menerus
agar masyarakat yang sehat sebagai investasi dalam
pembangunan dapat hidup produktif secara sosial dan
ekonomis.
Setiap orang berkewajiban ikut mewujudkan,
mempertahankan, dan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Pelaksanaannya meliputi
upaya kesehatan perseorangan, upaya kesehatan masyarakat,
dan pembangunan berwawasan kesehatan.
Masyarakat berperan serta, baik secara perseorangan
maupun terorganisasi dalam segala bentuk dan tahapan
pembangunan kesehatan dalam rangka membantu
mempercepat pencapaian derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya, secara aktif dan kreatif.
Demi mencapai tujuan tersebut dengan upaya kesehatan yang
ada terdapat pelayanan kesehatan yang dipakai dalam UU No.
36 tahun 2009 tentang Kesehatan yaitu :
Pelayanan kesehatan promotif
Suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat
promosi kesehatan.
Pelayanan kesehatan preventif
Suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah
kesehatan/penyakit.
Pelayanan kesehatan kuratif
Suatu kegiatan dan/atau serangkaian pengobatan yang
ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan,
penderitaan akibat penyakit, pengendalian kesehatan, atau
pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat
terjaga seoptimalmungkin.
Pelayanan kesehatan rehabilitatif
Kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk
mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat
sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat
yang berguna untuk berdirinya dan masyarakat semaksimal
mungkin sesuai dengan kemampuannya.
Pelayanan kesehatan tradisional
Pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang
mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun
secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan
diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di
masyarakat.