Anda di halaman 1dari 9

A.

EMBRASURE
1. Pengertian embrasure
Embrasure merupakan suatu lengkung berbentuk v yang dibentuk oleh 2 gigi yang
berdekatan pada rahang atas maupun rahang bawah. Bentuk daerah kontak dan embrasure yang
baik, akan memberi perlindungan dan stimulasi yang dibutuhkan. Sedangkan embrasure yang
tidak baik, akan memberikan perubahan patologis pada jaringan penunjang.5
.

2. Manfaat embrasure
Embrasure memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Sebagai saluran (spillway) untuk makanan selama pengunyahan
- Meningkatkan proses self cleansing5

3. Jenis-jenis embrasure
Terdapat berbagai jenis embrasure, yakni :
a. Facial(labial/bukal) embrasure
Facial(labial/bukal) embrasure merupakan ruang yang melebar dari daerah kontak ke arah facial.
b. Lingual/palatal embrasure
Lingual/palatal embrasure merupakan ruang yang melebar dari daerah kontak ke arah
lingual/palatal.

A
1
Gambar A. Gigi rahang atas, Gambar B. Gigi rahang bawah.
Keterangan : () : Facial embrasure, () : Lingual embrasure

c. Incisal/oklusal embrasure
Incisal/oklusal embrasure merupakan ruang di atas daerah kontak ke insisal dan oklusal yang
dibatasi oleh ridge marginal yang berhubungan dengan cusp dan tepi insisal.
d. Gingival embrasure

Gambar A.gigi rahang atas, Gambar B.gigi rahang bawah.


Keterangan : (+) : Incisal embrasure, (I) : Oklusal embrasure, () : Gingival embrasure5

B. KONTUR

Gigi pada permukaan fasial dan lingual memiliki beberapa derajat kontur (kecembungan)
yang memberi perlindungan dan stimulasi untuk jaringan periodontal selama pengunyahan.
Kontur (kecembungan) ini umumnya terletak di sepertiga servikal dari mahkota gigi pada
2
permukaan facial untuk semua gigi dan permukaan lingual untuk gigi incisive dan caninus.
Permukaan lingual pada gigi posterior memiliki ketinggian kontur di sepertiga tengah dari
mahkota gigi.2

Keterangan : Tanda Panah menunjukkan jalur lewatnya makanan di permukaan facial pada gigi
molar rahang bawah selama pengunyahan. A, Overcontour : membelokan makanan dari gingiva,
sehingga kurang menstimulasi jaringan. B, Undercontour gigi dapat menyebabkan iritasi
jaringan lunak. C, Kontur yang benar/baik, sehingga memungkinkan stimulasi yang memadai
untuk mendukung jaringan,menjadi sehat.

Kontur berperan dalam pertimbangan fisiologis, dan pada derajat tertentu akan
menyimpangkan makanan keluar dari tepi gusi selama pengunyahan berlangsung, sehingga dapat
mencegah iritasi geseran.1

Kontur yang baik akan memberikan stimulasi pada gingiva.4

Kontur yang sedikit atau tidak ada, akan mendorong jaringan gusi ke apical dan
mengakibatkan resesi atau penarikan jaringan gusi serta kemungkinan terjadi perubahan
patologis.4

3
Kontur yang terlalu besar akan menimbulkan komplikasi lain yakni, gusi akan terlindung
sekali sehingga hampir tidak distimulir, jaringan kehilangan tonus/daya, selain itu makanan dan
sisa-sisa makan yang halus akan tertimbun pada daerah gingiva di kontur yang berlebihan ini.4

Kecembungan Kontur facial/ lingual gigi pada gigi-gigi rahang atas.4

Kecembungan Kontur facial/ lingual gigi.4

4
C. AREA KONTAK PROKSIMAL GIGI ANTERIOR & POSTERIOR
Area kontak proksimal adalah istilah untuk menggambarkan kontur di bagian proksimal
gigi baik itu permukan mesial maupun distal gigi yang menyentuh gigi tetangganya pada sisi
rahang yang sama. Atau dengan kata lain merupakan tempat dimana permukaan proksimal dari
suatu gigi mengenai permukaan proksimal gigi sebelumnya dalam satu lengkung rahang yang
sama.6
Pembentukan area kontak, awalnya ketika gigi erupsi hanya berupa kontak poin
Seiring dengan adanya keausan dan gerakan fisiologis gigi-gigi maka berubah menjadi kontak
area.7
Area kontak dapat dipandang dari 2 arah, untuk mendapatkan letak dari daerah/titik
kontak yang benar :
- Pandangan labial/bukal

Gigi-geligi rahang atas saling berkontak Gigi-geligi rahang bawah saling berkontak
Keterangan :
a. I1& I2 c. I2, C & P1 e. P1,P2 & M1 g. M1,M2 & M3
b. I1,I2 dan C d. C, P1 & P2 f. P2,M1 & M2

- Pandangan insisal/oklusal
5
Gigi geligi rahang atas saling berkontak Gigi geligi rahang bawah saling berkontak

Fungsi area kontak interproksimal


- Untuk mempertahankan kestabilan lengkung gigi
- Untuk mencegah food impaction di area interdental2
Hubungan kontak yang betul antara gigi-gigi tetangga dalam setiap lengkung gigi, untuk
membantu :
- Memegang makanan antara gigi-gigi
- Menstabilisir lengkung gigi
- Mencegah pergeseran gigi2
Apabila kehilangan area kontak dapat mengakibatkan
- Patologis
Kehilangan titik kontak, membuat makanan dapat masuk antara gigi geligi, sehingga
membuat jaringan gusi meradang menjadi menjadi gingivitis, yang mana apabila tidak dirawat
dan diobati menimbulkan proses degenerasi, yang akhirnya menyebabkan kerusakan jaringan,
tulang aveolar, dan mungkin kehilangan satu atau beberapa gigi.2
- Perubahan alignment gigi
Apabila gigi tidak dapat menahan atau membagi daya kunyah pada gigi tetangganya,
karena kekurangan support, akan menimbulkan traumatic oklusi, yang dapat berlanjut menjadi
kerusakan jaringan pendukungnya.2

D. STERILISASI KAVITAS
Saat melakukan pembersihan kavitas mungkin saja masih terdapat debris dan
mikroorganisme didalam kavitas tersebut. Maka dari itu, untuk memastikan kesterilan kavitas,
perlu dilakukan beberapa cara untuk mensterilkan kavitas, yaitu dengan pemberian bahan
desinfektan. Berikut nama-nama bahan desinfektan tersebut, anatara lain:
a. Heksitidin
Nama dagang heksetidin yaitu Bactidol dan Hexadol. Tidak boleh diminum, kerjanya
bertahan 10-12 jam. Jarang terjadi reaksi alergi terhadap obat ini. Jika digunakan sebagai obat
kumur, dapat digunakan pagi dan malam hari 15 ml selama 30 detik.

6
Heksitidin merupakan derivat-pirimidin yang dapat membunuh kuman Gram-positif dan
Gram-negatif, protozoa dan ragi Candida albicans. Heksetidin digunakan sebagai larutan 0,1%
dalam etanol 9% dalam obat kumur untuk desinfeksi mulut pada stomatitis dan gingivitis.8
b. Povidone iodine
Povidon-iodine memiliki toksisitas rendah pada jaringan, tetapi detergen dalam larutan
pembersihnya akan lebih meningkat toksisitasnya. Dalam 10% povidon iodine mengandung 1%
iodium yang mampu membunuh bakteri dalam 1 menit dan membunuh spora dalam waktu 15
menit.8
Manfaat povidon iodine :
1) Untuk melindungi luka-luka operasi terhadap kemungkinan timbulnya infeksi.
2) Untuk mencegah timbulnya infeksi pada luka khitan.
3) Untuk pengobatan pertama dan mencegah timbulnya infeksi pada luka-luka seperti : lecet,
terkelupas, tergores, terpotong atau terkoyak.8
c. Klorheksidin
Klorheksidin sangat efektif digunakan untuk mengurangi akumulasi plak dan radang
gingival. Klorheksidin mulai dikenal sejak tahun 1950 sebagai antibakteri. Klorheksidin
merupakan bahan antibakteri yang berspektrum luas dan sangat efektif untuk menghambat
pertumbuhan bakteri Gram (+), Gram (-), bakteri ragi, jamur, protozoa, algae dan menghambat
virus. Klorheksidin dapat mengikat bakteri disebabkan dengan adanya interaksi antara muatan
positif dari molekul-molekul klorheksidin dengan dinding sel yang bermuatan negatif. Interaksi
ini meningkatkan permeabilitas dinding sel bakteri sehingga terjadi penetrasi ke dalam sitoplasma
yang menyebabkan kematian mikroorganisme.8

Ketiga bahan desinfektan ini dapat diberi dengan cara dikumur atau dengan dioleskan
pada kavitas yang telah dipreparasi dan telah dibersihkan dengan menggunakan cotton pellet
yang dipegang menggunakan pinset.8

E. BUR UNTUK MENGHILANGKAN JARINGAN KARIES


Berikut bur yang berfungsi untuk menghilangkan jaringan karies:
1. Round bur metal
Berfungsi untuk menghilangkan jaringan yang terkena karies.3

7
2. Round bur diamond
Untuk menghilangkan jaringan karies dan membuat tempat masuk pada waktu preparasi kavitas.3

8
DAFTAR PUSTAKA

1. Nisha G, Amit G. Textbook of operative dentistry. New Delhi: Jaypee, 2010


2. Harshanur. dan Itjiningsih, W. Anatomi Gigi. Jakarta: EGC, 2012
3. Baum, L, Phillips, R.W, dan Lund, M.R. Buku Ajar Ilmu Konservasi Gigi. Edisi 3. Jakarta:
EGC, 1997
4. Scheid RC, Weiss G. Woelfels. Dental Anatomy. Edisi 8. Jakarta: EGC, 2011
5. Bayne SC, Thompson JY. Biomaterials In: Roberson TM, Heymann HO, Swift EJ. eds.
Sturdevants art and science of operative dentistry, 5th ed, St. Louis: Mosby Elsevier,
2009
6. Devlin,Hugh. Operative Dentistry: A Practical Guide to Recent Innovations. Berlin: Springer,
2006
7. Chandra,S., Chandra, S, Chandra, G.Textbook of Operative Dentistry. India: Jaypee, 2007
8. Block, S. S. Disinfection, sterilization and preservation. Wolters Kluwer Health, 2001