Anda di halaman 1dari 8

KEPERAWATAN GERONTIK

AKTIVITAS DAN SENAM LANSIA

Dosen pembimbing : Ns. Katrina Tening, S. Kep.

Disusun oleh :

Istavani Donna Virgina

Rut Yunielis

Rosalina Hinuq

Yohanes S.H

AKADEMI KEPERAWATAN DIRGAHAYU

SAMARINDA

2013
PEMBAHASAN

AKTIVITAS DAN SENAM LANSIA

A. Aktivitas Lansia
Pada dasarnya pelayanan sosial lanjut usia (Lansia), selalu mengacu kepada
terpenuhinya kebutuhan lanjut usia (Lansia) yang meliputi kebutuhan
biologis, psikologis, sosial, intelektual dan spiritual serta kegiatan pengisian
waktu luang. Selain itu, dapat bermanfaat untuk memperpanjang usia
harapan hidup dan produktivitas lanjut usia serta terwujudnya kesejahteraan
sosial lanjut usia yang diliputi rasa tenang, tenteram, bahagia, dan
mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sampai sampai saat ini, pelayanan sistem Panti atau institusi masih menjadi
salah satu alternatif pelayanan lanjut usia, khususnya bagi lanjut usia yang
kurang mampu secara sosial ekonomi. Pelayanan sistem institusi dalam
banyak hal menjadi model pelayanan yang dapat diadopsi oleh keluarga dan
masyarakat dalam menyelenggarakan pelayanan social lanjut usia.

Disadari, bahwa kehidupan dalam institusi terkadang monoton dan rutinitas


sehingga membuat para lanjut usia merasa jenuh atau bosan tinggal dan
hidup selamanya di dalam Panti atau institusi. Kondisi tersebut sangat
berpengaruh pada upaya pengembangan bakat, minat dan potensi lanjut usia,
maka oleh sebab itu perlu diadakan berbagai kegiatan positip untuk mengisi
waktu-waktu luang, dan perlu dirancang berbagai kegiatan atau aktivitas
yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan lanjut usia (lansia).
Besaran kegiatan pelayanan dalam Institusi biasanya berkisar pada :
1) Program Rutin, yaitu Program yang secara terus menerus diberikan
kepada Lanjut Usia, seperti : pelayanan makan dan minum, tempat
tinggal (asrama), pakaian, pemeriksaan kesehatan, bimbingan Agama,
bimbingan olah raga, bimbingan sosial kelompok dan perorangan
(Konseling), dan sebagainya hingga pada pelayanan Pemulasaran
(pemakaman jenazah).
2) Program atau kegiatan terobosan, yakni program pelayanan Lanjut
Usia yang dirancang di luar program rutin yang bertujuan untuk
melengkapi atau mendukung program rutin dimaksud, seperti :
kegiatan pengisian atau pemanfaatan waktu luang.

Kondisi pelayanan pengisian waktu luang dari masing-masing Panti


(Institusi) dapat dipilah menjadi beberapa bagian, yaitu : pelayanan
ketrampilan, kesenian, kepustakaan, olah raga, rekreasi, beternak, berkebun,
dan sebagainya.

Pemanfaatan waktu luang merupakan suatu upaya untuk memberikan


peluang dan kesempatan bagi Lansia (Potensial) untuk mengisi waktu
luangnya dengan berbagai kegiatan atau aktivitas yang positif, bermakna,
dan produktif bagi dirinya maupun orang lain. Kegiatan-kegiatan yang
mereka lakukan harus sesuai dengan minat, bakat, dan potensi yang mereka
miliki.
Berikut ini gambaran mengenai kondisi pelayanan waktu luang yang telah
diberikan Panti (Institusi) di seluruh Indonesia terhadap lansia dan harapan
lansia, sebagai berikut :
1) Rincian kegiatan Bimbingan ketrampilan berkebun yang sudah umum di
lakukan Panti (Institusi), yaitu : menanam ketela, pohon mangga,
tanaman obat, bunga hias, palawija, sayuran, pisang, nanas, rambutan,
palawija, jagung, dan sebagainya.

2) Rincian kegiatan bimbingan ketrampilan kerajinan tangan, yaitu :


membuat tusuk sate, sarana sembahyang, menganyam (bambu, rotan,
dsb), membuat sapu (lidi, ijuk, dsb), menyulam, membuat keset,
membuat telur asin, membuat krupuk karak dari sisa nasi, merangkai
bunga, menjahit, kristik, membuat batu nisan, tukang urut, taplak,
roti/kue.

B. Senam Lansia
1) Pengertian

Senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa


gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan
fisik yang teratur. Bentuk modern dari senam ialah : Palang tak seimbang,
balok keseimbangan, senam lantai. Bentuk-bentuk tersebut konon
berkembang dari latihan yang digunakan oleh bangsa Yunani kuno untuk
menaiki dan menuruni seekor kuda dan pertunjukan sirkus.

Senam biasa digunakan orang untuk rekreasi, relaksasi atau menenangkan


pikiran, biasanya ada yang melakukannya di rumah, di tempat fitness, di
gymnasium maupun di sekolah. Sekarang, sejak kecil banyak anak sudah
terbiasa diajarkan senam, baik oleh orang tua, maupun oleh pengajar
olahraga di sekolah.
Senam sangat penting untuk pembentukan kelenturan tubuh, yang menjadi
arti penting bagi kelangsungan hidup manusia. Senam ada berbagai macam,
diantaranya senam lantai, senam hamil, senam aerobik, senam pramuka,
Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), dll. Biasanya di sekolah dasar, guru-guru
mengajarkan senam-senam yang mudah dicerna oleh murid, seperti SKJ dan
senam pramuka. Namun ketika beranjak remaja, banyak orang melakukan
senam aerobik, ataupun senam lain termasuk meditasi untuk menenangkan
diri.

Senam lansia adalah olahraga ringan dan mudah dilakukan, tidak memberatkan
yangditerapkan pada lansia. Aktifitas olahraga ini akan membantu tubuh agar tetap
bugar dan tetapsegar karena melatih tulang tetap kuat, memdorong jantung bekerja
optimal dan membantumenghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh.

2) Jenis-jenis senam lansia yang biasa diterapkan, meliputi :

1. Senam kebugaran lansia


2. Senam otak
3. Senam osteoporosis
4. Senam hipertensi
5. Senam diabetes mellitus
6. Olahraga rekreatif/jalan santai.

3) Manfaat senam lansia

1. Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia.


2. Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam
kehidupan (adaptasi).
3. Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam
fungsinya terhadap bertambahnya tuntutan, misalya sakit. Sebagai
4. Sebagai Rehabilitas Pada lanjut usia, senam lansia dapat mencegah
atau melambatkankehilangan fungsional

5. Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap


peningkatan fungsi organtubuh juga berpengaruh dalam meningkatkan
imunitas dalam tubuh manusia setelahlatihan teratur

6. jantung waktu istirahath yaitu kecepatan denyut nadi sewaktu


istirahat.

4) Prinsip Senam lansia


1. Gerakannya bersifat dinamis (berubah-ubah).
2. Bersifat progresif (bertahap meningkat).
3. Adanya pemanasan dan pendinginan pada setiap latihan
4. Lama latihan berlangsung 15-60 menit
5. Frekuensi latihan perminggu minimal 3 kali dan optimal 5kali

5) Langkah Langkah Senam Lansia


1. Latihan kepala dan leher
- Lihat keatas kemudian menunduk sampai dagu ke dada.
- Putar kepala dengan melihat bahu sebelah kanan lalu sebelah kiri.
- Miringkan kepala ke bahu sebelah kanan lalu kesebelah kiri.

2. Latihan bahu dan lengan


- Angkat kedua bahu ke atas mendekati telinga, kemudian turunkan kembali
perlahan-lahan.
- Tepukan kedua telapak tangan dan renggangkan lengan kedepan lurus
dengan bahu.
- Pertahankan bahu tetap lurus dan kedua tangan bertepuk kemudian angkat
lengan keatas kepala.
- Satu tangan menyentuh bagian belakang dari leher kemudian raihlah
punggung sejauh mungkin yang dapat dicapai. Bergantian tangan kanan dan
kiri.
- Letakan tangan di punggung kemudian coba meraih keatas sedapatnya.
3. Latihan tangan
- Letakan telapak tangan diatas meja. Lebarkan jari-jarinya dan tekan kemeja.
- Baliklah telapak tangan. Tariklah ibu jari melintasi permukaan telapak
tangan untuk menyentuh jari kelingking. Kemudian tarik kembali.
- Lanjutkan dengan menyentuh tiap-tiap jari dengan ibu jari dan kemudian
setelah menyentuh tiap jari.
- Kepalkan tangan sekuatnya kemudian renggangkan jari-jari selurus
mungkin.
4. Latihan punggung
- Dengan tangan disamping bengkokan badan kesatu sisi kemudian kesisi
yang lain.
- Letakan tangan dipinggang dan tekan kedua kaki, putar tubuh dengan
melihat bahu kekiri dan kekanan.
- Tepukan kedua tangan dibelakang dan regangkan kedua bahu ke belakang.
5. Latihan pernafasan
- Duduklah di kursi dengan punggung bersandar dan bahu relaks.
- Letakkan kedua telapak tangan pada tulang rusuk. Tarik nafas dalam-dalam
maka terasa dada mengambang.
- Sekarang keluarkan nafas perlahan-lahan sedapatnya. Terasa tanganakan
menutupkembali.

Anda mungkin juga menyukai