Anda di halaman 1dari 10

ADMINISTRASI PEMBIAYAAN DAN KEUANGAN PENDIDIKAN

A. Pengetian dasar hukum dan prinsip Administrasi pembiayaan


Pendidikan
1. Pengertian Administrasi pembiayaan
Menurut Syarifudin (2005: 89) administrasi keuangan adalah
usaha atau kegiatan pimpinan dalam memproses urusan keuangan,
menggunakan fungsi-fugsi manajemen, menggerakan para pejabat atau
petugas keuangan, serta pengelolaan keuangan ini bersifat formal karena
sudah diatur dengan perundang- undangan yang berlaku.
Menurut Badrudin, Dkk. (2004: 62) administrasi pembiayaan
adalah pengelolaaan biaya yang berhubungan dengan pendidikan mulai
dari tingkat perencanaan, sampai pada pengukuran biaya yang efisiensi
dalam proses pendidikan.
Sedangkan Menurut Masyhud (2005: 187) administrasi
pembiayaan memiliki dua pengertian yaitu secara sempit dan secara luas.
Pengertian Secara sempit adalah sebagai tata pembukuan yang berfungsi
untuk segala pencatatan masuk dan keluarnya keuangan untuk
membiayai sesuatu kegiatan organisasi kerja yang berupa tata usaha.
Pengertian secara luas adalah kebijakan dalam pengadaan keuangan
untuk mewujudkan kegiatan kerja yang berupa perencanaan, pengurusan
dan pertanggungjawaban suatu lembaga terhadap penyandang dana,
baik individual maupun lembaga.
Administrasi pendidikan berkaitan erat dengan Pengelolaan
pendidikan, oleh karena itu ada sebagian orang yang berpendapat kalau
pengelolaan atau menejemen itu sama dengan administrasi, sehingga
istilah menejer dan administrator itu sama.
Penyusun bisa simpulkan bahwa administrasi keuangan adalah
kegiatan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam menggerakan
para pejabat yang bertugas dalam bidang keuangan untuk menggunakan
fungsi manajemen keuangan, meliputi perencanaan atau penganggaran,
pencatatan, pengeluaran serta pertanggungjawaban.
2. Dasar hukum Administrasi pembiayaan
Menurut (Syarifudin, 2005: 89) dasar hukum yang dipakai dalam
pengelolaan keuangan meliputi dua hal yaitu:
1) Dasar hukum mengelola keuangan negara
a. UUD 1945 khususnya pasal 23
b. UUPPI (ICW) Stbl 1925 No.448 jo.No.9 tahun 1969
c. UU tentang APBN setiap tahun
d. Keppres dan Inpres al.KeppresNo. 16 tahun 1994 tentang
pelaksanaan pembangunan
e. Keputusan atau edaran Menteri Keuangan
f. SKB beberapa Menteri Tentang Pembangunan
2) Dasar hukum Keuangan Daerah
a. UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah
b. UU yang mengatur perimbangan keuangan
c. PP. No.5 tahun 1975 tentang pengurusan, pertanggungjawaban dan
pengawasan Keuangan Daerah
d. PP No. 65 Tata Cara penyusunan APBD, Tata cara Pelaksanaan
Tatausaha Keuangan Daerah dan perhitungan APBD
e. Permendagri, Kepmendagri dan edaran mendagri yang menyangkut
keuangan daerah
3. Prinsip Administrasi pembiayaan
Menurut husnurdin (2005: 187) dalam administasi keuangan
pendidikan ada beberapa hal yang dijadikan sebagai prinsip prinsip
diantaranya :
a) Hemat, tidak mewah, efisien sesuai dengan teknis yang disyaratkan
b) Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana program atau kegiatan.
c) Terbuka dan transparan dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan
lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggungjawabkan disertai
bukti penggunaannya
d) Sedapat mungkin menggunakan kemampuan atau hasil produksi dalam
negeri.
B. Sumber sumber biaya pendidikan
Dalam UUD 1945 pasal 31, ayat 1 dan 2 mengamanatkan bahwa :
setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran, pemerintah
mengusahakan dan melaksanakan satu sistem pengajaran nasional. Jika
kita perhatikan secara seksama dari pengetian diatas bahwa yang
menjadi sumber biaya untuk pendidikan ini hanya dari pemeritah saja
yang mengusahakan dana untuk terlaksananya pendidikan dan
pengajaran bagi semua warga negaranya. Akan tetapi pada dewasa ini
masih banyak orang yang belum merasakan kesempatan belajar. Oleh
karena itu dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20
tahun 2003, ditegaskan secara jelas bahwa pengadaan dan
pendayagunaaan sumber sumber daya pendidikan dilakukan oleh semua
pihak termasuk didalamnya adalah pemerintah, masyarakat, serta
keluarga peserta didik, Untuk mempermudah dalam memberi kesempatan
belajar bagi semua warga negaranya.
Sedangkan Supriadi (2003: 5) mengatakan bahwa sumber
sumber biaya pendidikan adalah sebagai berikut :
a) Penerimaan dari pemerintahan umum meliputi penerimaan dari sektor
pajak, Pendapatan dari sektor Non-pajak, pajak pendidikan dari
perusahaan, dan iuran pembangunan daerah, Keuntungan dari sektor
barang dan jasa, Usaha usaha Negara lain termasuk investasi saham
dan BUMN.
b) Penerimaan dari pemerintah khusus untuk pendidikan biasanya berupa
bantuan dalam bentuk hibah (Block garant) atau pinjaman dari luar
negri seperti dari Badan Internasional, Bank dunia, ADB, IMF, IDB.
c) Penerimaan dari Iuran sekolah ialah berupa sumbangan pembinaan
pendidikan (SPP) atau BP3 (Badan Pembina Penyelenggara Pendidikan).
d) Penerimaan dari sumbangan sumbangan sukarela dari masyarakat
biasanya berupa sumbangan swasta, perorangan, keluarga atau
perusahaan. Sumbangan yang diberikan tidak hanya berupa uang
tetapi tenaga, tanah dan bahan bangunan untuk mendirikan sekolah.
C. Kegiatan dalam administrasi keuangan
Jika perhatikan kembali dari beberapa pengertian mengenai
administrasi keuangan yang penyusun telah paparkan diawal kita bisa
menarik kesimpulan bahwa dalam kegiatan administrasi ini tidak terlepas
dari kegiatan berupa perencanaan, penggunaan, pencatatan, pelaporan
pertanggungjawaban dana yang dialokasikan untuk penyelenggaraan
lembaga pendidikan.
Penyusun akan memaparkan penjelasan dari pengertian tersebut
agar lebih terperinci lagi sehingga dalam pelaksanaannya lebih mudah
untuk dilakukan.
1. Perencanaan Menurut Sagala (2006: 46) adalah kegiatan untuk
menetapkan apa yang ingin dicapai, bagaimana mencapai, berapa
lama, berapa orang yang diperlukan, dan berapa banyak biaya.
Sehingga perencanaan ini dibuat sebelum suatu tindakan
dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya istilah yang biasa digunakan
adalah dengan proses penyusunan anggaran, yang bertujuan untuk
menapai tingkat efisien yang maksimal dalam penyediaan dan
penggunaan keuangan bagi kegiatan pendidikan khususnya. Bentuk
bentuk penganggaran menurut Tim lima (2005: 148) diantaranya :
a. penganggaran butir perbutir yang bertujuan untuk memudahkan
pengawasan pengeluaran biaya.
b. Anggaran program yang menekankan pada hasil suatu program yang
telah ditetapkan.
c. Anggaran berdasarkan hasil menekankan pada hasil daripada
keterperincian alokasi anggaran, hasil ini digunakan untuk menghitung
masukan dana dan tenaga yang diperlukan untuk mencapai program.
2. Penggunaan menurut Badrudin (2004: 189-190) meliputi kegiatan
berupa pemasukan dan pengeluaran. Baik anggaran rutin maupun
pembangunan terdapat lima ketegori jenis pengeluaran yaitu :
a. Pengeluaran pengawasan yaitu keuangan yang ditetapkan untuk
pelaksanaan tugas tugas administratif dan menejerial meliputi gaji
para administrator, gaji para pembantu adminstrasi dan
perlengkapan kantor serta perbekalan.
b. Pengeluaran untuk pengajaran meliputi gaji guru, perlengkapan
buku - buku dan perlengkapan alat pembantu pelajaran.
c. Pelayanan bantuan meliputi pengeluran pelayanan kesehatan,
bimbingan, perpustakaan.
d. Pemeliharaan gedung meliputi pergantian, perbaikan, pemeliharaan
gedung dan halaman sekolah
e. Biaya operasi meliputi biaya listrik, telepon, sewa gedung, tanah dan
gaji personil pemelihara gedung.
3. Pencatatan atau pembukuan adalah pencatatan berbagai transaksi
yang terjadi sebagai implementasi dari penganggaran. Menurut
Syarifudin (2005: 92) menambahkan bahwa dengan adanya
pembukuan ini dapat dijadikan sebagai alat pengawasan administrasi
anggaran agar tidak terjadi penyimpangan. Buku buku yang biasa
digunakan dalam pencatatan adalah buku kas umum, buku daftar gaji,
buku kas harian, buku pemeriksaan, buku tabungan, buku Iuran BP3
dan lain sebagainya. Dalam pencatatan orang yang ditugaskan sering
kita kenal dengan bendahara.
4. Pelaporan dan pertanggungjawaban befungsi untuk memeriksa
terutama yang ditujukan pada berbagai masalah keuangan meliputi
berbagai transaksi- transaksi yang telah dilakukan, apakah transaksi
tersebut sesuai dengan pencatatan dan perencanaan anggaran,.
Pelaporan dan pertanggungjawaban ini sama dengan evaluasi. Dua hal
yang harus diperhatikan dalam membuat pelaporan dan pertanggung
jawaban yaitu pertama penyediaan brankas brankas untuk
menyimpan surat surat berharga, kedua melakukan tindakan
preventif pada waktu pengambilan uang di Bank.
Ada beberapa prinsip yang harus dijadikan pegangan dalam
kegiatan mempertanggungjawabkan keuangan yang dilakukan oleh
atasan langsung, meliputi:
a. Diusahakan secara singkat dan dilaksanakan pada setiap akhir pekan.
b. Periksa dahulu Buku Kas Umum dalam hubungannya dengan buku yang
lain setiap ahkir bulan
c. Diperingatkan pada bendaharawan mengenai SPJ (Surat Pertanggung
Jawaban) bulanan
d. Diperiksa pengurusan barang inventaris dan penyimpanan dokumen
pertanggal
e. Diadakan pemeriksaan kas dengan menyusun Berita Acara
Pemeriksaan Kas setiap triwulan secara teratur
f. Atasan langsung bendaharawan bertanggungjawab atas kerugian
keuangan Negara
g. Dilaporkan dengan segera (paling lambat satu minggu) jika terjadi
kerugian yang diderita oleh Negara Karena penggelapan atau
perbuatan lain.
Sedangkan menurut Syarifudin (2005: 94) mengatakan bahwa
guna untuk mempertanggungjawabkan keuangan , sebagai bukti
pertanggungjawbannya harus dibuat tiga laporan keuangan meliputi:
laporan bulanan, laporan kuartal dan laporan tahunan.
Apabila semua kegiatan diatas itu berjalan dengan lancar maka
apa yang menjadi tujuan dalam pengelolaan keuangan menurut Afifudin
(2004: 186) berupa terwujudnya tertib administrasi keuangan sehingga
pengurusannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
Dalam administrasi keuangan menurut Rafles (2000: 186) ada
pemisahan tugas dan fungsi antara Otorisator, Ordonator, dan Bendahara.
J Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil
tindakan yang mengakibatkanpenerimaan atau pengeluaran uang.
Biasanya yang memegang peran sebagi otorisator ini adalah Kepala
Sekolah.
J Ordodinator adalah pejabat yang berwenang untuk mellakukan
pengujiandan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang di
lakukan berdasarkan Otorisasi yang ditetapkan.
J Bendahara adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan,
penyimpanan, dan pengeluaran uang atau surat surat berharga lainya
yang dapat dinilai dengan uang dan diwajibkan untuk membuat
perhitungan dan pertanggungjawaban. Dalam hal ini bendaharawan
berfungsi sebagi ordonator.
Sedangkan menurut Tim lima (2005: 151) bendahara dibagi
menjadi 3 macam bendaharawan yaitu :
a. Bendahara Umum (kepala Kantor Kas Negara) dan bendaharawan
umum adalah kantor kantor pos dimana di kota itu tidak ada kantor
kas Negara.
b. Bendahara khusus untuk penerimaan Pendapatan tertentu
c. Bendaharawan khusus untuk pengeluaran tertentu
Bahkan mentri keuangan telah memberikan surat keputusan
tanggal 26 september 1968 pasal 1 ayat 2 bahwa bendaharawan adalah
pemegang kas yang mengurus uang Negara harus mempunyai buku kas
umum dan mencatat semua pengeluaran dan penerimaan.
D. Jenis Pembiayaan Pendidikan
Menurut supriadi (2003: 4) mengemukakan bahwa dalam teori
praktik pembiayaan pendidikan dikenal istilah sebagai berikut :
1. Biaya langsung (Direct cost) adalah segala pengeluaran yang secara
langsung menunjang penyelenggaraan pendidikan
2. Biaya tidak langsung (Indirect cos ): pengeluaran yang secara tidak
langsung menjadi proses pendidikan tetapi memungkinkan proses
pendidikan tersebut terjadi di sekolah misalnya biaya hidup siswa,
biaya transportasi ke sekolah, biaya jajan, biaya kesehatan,dan harga
kesempatan (Opportunity cost).
3. Biaya private adalah biaya yang dikeluarkan oleh orang tua atau
keluarganya untuk pendidikan atau di kenal dengan pengeluaran
rumah tangga (household expenditure)
4. Biaya sosial adalah biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk
pendidikan baik melalui sekolah maupun melalui pajak yang dihimpun
oleh pemerintah pada dasarnya termasuk biaya sosial.
D. Manfaat Administrasi Pembiayaan Pendidikan
Dengan adanya pembiayaan pendidikan menurut zeymelman
(1975) dalam bukunya pengelolaan pendidikan (2005: 141) mengatakan
pembiayaan pendidikan tidak hanya mencangkup analisis sumber dana,
tetapi juga mencangkup dana itu secara efisien, makin kecil efisiensi
sistem pendidikan, semakin kecil dana yang diperlukan untuk pencapaian
tujuan tujuan pendidikan itu. Oleh karena itu dengan adanya
pengelolaan dana secara baik dapat membantu meningkatkan efisiensi
penyelenggaraan pendidikan.
Sedangkan menurut Tim Lima (2005: 142), keberhasilan
pengelolaan pendidikan akan mendatangkan manfaat diantaranya :
a. Memungkinkan penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara efisien
artinya dengan adanya dana tertentu diperoleh hasil yang maksimal
atau dengan dana yang minimal diperoleh tujuan atu hasil tertentu.
b. Memungkinkan tercapainya kelangsungan hidup lembaga pendidikan
sebagai salah satu tujuan didirikannya lembaga tersebut (terutama
bagi lembaga pendidikan swasta atau kursus- kursus).
c. Dapat mencegah adanya kekeliruan, kebocoran kebocoran,
penyimpangan- penyimpangan dalam penggunaan dana dari rencana
semula, penyimpangan akan terkendali apabila pengelolaan berjalan
dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Apabila kekeliruan atau
kebocoran keuangan (atasan langsung atau bendaharawan) maupun
bagi lembaga pendidikan itu sendiri.
Dari beberapa manfaat diatas penyusun dapat simpulkan bahwa
pengelolaan keuangan pendidikan lebih difokuskan dalam proses
merencanakan alokasi dana secara terinci, teliti, penuh perhitungan, serta
mengawasi pelaksanaan penggunaan dana, baik untuk biaya operasional
maupun biaya kapital, disertai bukti bukti secara administratif dan fisik
sesuai dengan dana yang dikeluarkan.
E. faktor faktor yang mempengaruhi Biaya pendidikan
a. Terjadinya perubahan pada tingkat harga terutama pada biaya - biaya
pendidikan untuk barang barang yang dibeli tidak selalu akan
berubah kearah dan kecepatan yang sama dengan barang- barang
yang lain, untuk menentukan biaya maka ditentukanlah terlebih dahulu
indeks harga yang dikalkulasikan secara terpisah dari harga untuk
ekonomi secara keseluruhan.
b. Perubahan terjadi pada perbandingan relatif antara- barang - barang
dan jasa yang masuk dalam pendidikan terutam gaji guru. Oleh karena
itu, jika melihat kedaan biaya pendidikan masa mendatang harus
ditentukan terlebih seberapa jauh gaji guru yang merupakan
pengeluaran pendidikan.
c. Penambahan anak yang merupakan segi proyeksi yang penuh kesulitan
d. Peningkatan standar pendidikan dan tuntunan pendidikan, penambahan
dan pengeluaran pendidikan peranak akan besar sekali pengaruhnya .
F. Perencanaan Penyusunan Anggaran Biaya Pendidikan

Menurut Nanag Fattah (2006:47) penganggaran merupakan


kegiatan atau proses penyusunan anggaran (budget). Budget merupakan
rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk
satuan uang yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan
kegiatan-kegiatan lembaga dalam kurun waktu tertentu.
Penyususnan anggaran merupakan langkah-langkah positif untuk
merealisasikan rencana yang telah disusun. Kegiatan ini melibatkan
pimpinan tiap-tiap unit organisasi. Pada dasarnya, penyusunan anggaran
merupakan negoisasi atau perundingan/kesepakatan antara puncak
pimpinan dibawahnya dalam menentukan besarnya alokasi biaya suatu
penganggaran. Hasil akhir dari negoisasi merupakan suatu pernyataan
tentang pengeluaran dan pendapatan yang diharapkan dari setiap sumber
dana.
Menurut M. Munandar (1986:1)yang dimaksud Business Budget atau
budget (anggaran) ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis
yang meliputi keseluruhan kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam
unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode)
tertentu yang akan datang.

Dari beberapa pengertian tersebut nampaklah bahwa budget mempunyai


empat unsur, yaitu :
1. Budget ialah suatu penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas atau
kegiatan yang akan dilakukan diwaktu yang akan datang.
2. Budget meliputi kegiatan perusahaan yaitu mencakup semua kegiatan
yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian yang ada dalam
perusahaan.
3. Budget dinyatakan dalam unit moneter, yaitu unit (kesatuan yang
dapat diterapkan pada berbagai kegiatan perusahaan yang beraneka
ragam).
4. Budget, jangka waktu tertentu yang akan datang yang menunjukkan
bahwa budget berlakunya untuk masa yang akan datang.

G. Lembaga pembiayaan Pendidikan

Secara garis besar, sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu


sekolah dapat di kelompokan atas 3 sumber, yaitu:
1. Pemerintah
Baik pemerintah pusat, daerah maupun keduanya, yang bersifat umum
atay khusus yang diperuntukan bagi kepentingan pendidikan.
2. Orang tua atau peeserta didik.
Berkaitan dengan penerimaan keuangan dari orang tua dan masyarakat di
tegaskan dalam Undang-undang sistem pendidikan nasional 1989 bahwa
karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan
kebutuhan dana pendidikan, tanggung jawab atas pemenuhan dana
pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah,
masyarakat dan orang tua.
3. Masyarakat (mengikat maupun tidak mengikat).