Anda di halaman 1dari 2

PERMODELAN

Perencaaan :

1. Analisa Hidrologi
Direncanakan :
Pembagian daerah pada catchment area dibuat sedemikian hingga memiliki luasan
sama disesuaikan dengan persamaan perhitungan yang dipakai ( Polygon
Thiessen ) dimana besar curah hujan di dasarkan pada perbandingan luasan daeran
pengaruh.
Umur rencana bangunan direncanakan 100 tahun sehingga perhitungan periode
ulang debit banjir 100 tahunan.

2. Perencanaan Saluran
Direncanakan saluran pembawa dan pembuang :
Saluran menggunakan pasangan batu, dengan alasan :
1. Kontur alam yang cukup terjal dengan kemiringan permukaan tanah yang
mencapai 1,2% menyebabkan kecepatan air pada penamapang saluran dapat
mencapai lebih dari 2 m/det sehingga perlu perkuatan pada saluran tersebut
agar saluran tidak tergerus.
2. Saluran pembawa hanya difungsikan sebagai saluran irigasi dan bukan untuk
tujuan lain seperti menaikkan tinggi muka air tanah sekitar.
Dasar saluran diturunkan 1/2 dari tinggi saluran ( h + w ) dengan harapan :
1. Hasil dari mass diagram antara volume galian da urugan seimbang.
2. Kestabilan bangunan ( saluran irigasi ).

3. Perencanaan Gorong-Gorong
Direncanakan gorong-gorong tenggelam, dengan alasan :
1. Gorong-gorong berada pada saluran pembawa, sehingga diharapkan tidak
membawa hanyutan benda-benda ( sampah )
2. Biaya lebih murah karena tinggi ( d ) gorong-gorong tidak terlelu besar.
Direncanakan gorong-gorong berbentuk persegi dengan alasan :
Keliling basah gorong-gorong bentuk persegi lebih besar dari bentuk lingkaran
sehingga kehilangan energi pada hilir gorong-gorong lebih kecil.

4. Perencanaan Bangunan Terjun


Direncanakan bangunan terjun miring, dengan alasan :
Kehilangan tinggi akibat penggunaan irenc cukup besar sehingga,
Jika di dalam perencanaan menggunakan bangunan terjun tegak akan
membutuhkan jumlah yang cukup banyak karena bangunan terjun tegak
digunakan hanya untuk tinggi jatuh yang tidak lebih dari 1,5 m.
Sedangkan pada bangunan terjun miring dapat digunakan untuk tinggi jatuh
yang lebih besar dari 1,5 m, dengan catatan :
Untuk sudut runcing kemiringan tidak lebih dari 1: 2 karena akan terjadi
pemisahan aliran .
Sedangkan jika dibutuhkan kemiringan yang besar maka sudut runcing
harus diganti dengan kurva peralihan dengan jari-jari r ~ 0,5 h1.

sudut runcing

h1 2
1

kurva peralihan
h1