Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. DASAR TEORI

Susu adalah cairan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia dan
manusia. Susu mengandung vitamin ( vitamin A, vitamin B12, vitamin D, riboflavin,
asam panthotenat, thiamine), mineral ( kalsium, fosfor, kalium, natrium), protein dan
lipid. Ada 3 jenis protein globular dalam susu yaitu, kasein, lactabumins, dan
lactoglobulins. Kasein adalah fosfoprotein yang berarti bahwa beberapa gugus fosfat
melekat pada asam amino rantai sampingnya. Kasein melekat terutama pada
kelompok hidroksil dari gugus serin dan treonin yang membetuk alkil fosfat. Kasein
ada pada susu sebagai garam kalsiumnya, yaitu kalsium kaseinat. Garam ini memiliki
strukrtur yang kompleks yang membentuk misel yang larut. Kalsium kaseinat
memiliko isoelektrik netral pada pH 4,6. Oleh karena itu dapat larut dalam larutan pH
kurang dari 4,6. pH susu adalah sekitar 6,6 dengan demikian kasein memiliki muatan
negative pada pH ini dan dilarutkan sebagai garam. Jika asam ditambahkan kedalam
susu, maka muatan negative pada permukaan luar dari misel dinetralkan dan protein
menjadi netral dan terjadi endapan.
Albumin adalah protein globular yang larut dalam air dan dalam larutan garam
encer. Albumin didenaturasi dan digumpalkan oleh pemanasan.
Jenis protein yang paling melimpah kedua dalam susu adalah lactabumin.
Setelah kasein dihilangkan dengan cara pengendapan dengan asam, maka laktabumin
dapat diisolasi dengan cara memanaskan campuran untuk mengendapkan keduanya.
Jenis ketiga dari protein dalam susu adalah lactoglobulins. Lactoglobulin
jumlahnya lebih sedikit daripada albumin dan umumnya pada denaturasi dan
pengendapan yang mengendap adalah albumin. Lactoglobulin memiliki sifat
imunologi susu. Ia melindungi mamalia muda dengan mengembangkan sistem
kekebalan tubuh.
Ketika lemak dan protein dihilangkan dari susu, maka karbohidrat yang masi
berada didalam susu tersebut dapat larut air. Karbohidrat utama dalam susu adalah
laktosa. Laktosa disebut juga susu gula, tidak terdapat pada tanaman, dan merupakan
gula yang kurang manis. Laktosa hanya 1/6 dari manis sukrosa, hal ini merupakan
alas an mengapa susu memiliki rasa agak hambar. Gula ini hanya terbentuk dikelenjar
susu menyusui mamalia dan merupakan satu-satunya karbohidrat dari mamalia yang
dapat disintesis.

1 | Page
Secara enzimatis, laktosa dipecah oleh enzim lactase yang tedapat pada usus
kecil. Laktase memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Laktosa dapat
dihapus dari whey (susu tanpa lemak protein) dengan menambahkan etanol.
Laktosa tidak larut dalam etanol dan ketika bercampur dengan laktosa dalam
bentuk cair, laktosa dipaksa untuk mengkristal. Hal ini menandakan C nomor 1 dari
glukosa dan galaktosa memiliki fungsi hemiasetal. Fungsi ini labil dan dapat eksis
dalam kesetimbangan dengan aldehid dan alcohol yang membentuk itu. Dengan
demikian, molekul glukosa dapat eksis dengan baik sebagai aldehid bebas.

Laktosa

Laktosa adalah gula yang diperoleh dari susu. Dalam bentuk anhidrat atau
mengandung satu molekul air hidrat. Merupakan serbuk atau masa hablur, keras, putih
atau krem. Tidak berbau dan rasa sedikit manis. Stabil di udara, tetapi mudah
menyerap bau. Kelarutan dalam air mudah (dan pelan-pelan) larut dan lebih mudah
larut dalam air mendidih, sangat sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam kloroform
dan dalam eter.
Laktosa dengan rumus molekul C12H22O11, mempunyai titik lebur 202,8C dan
titik didih 668,90C merupakan disakarida yang berasal dari kondensasi antara molekul
D-galaktosa dan D-glukosa yang dihubungkan dengan ikatan -1,4-galaktosidik,
dimana D-galaktopiranosa berhubungan ke posisi 4 dari D-glukopiranosa. Linkage
asetal ini relatif stabil dalam air. Laktosa memiliki gugus OH yang bebas pada atom C
nomor 1 pada gugus glikosanya sehingga laktosa mempunyai sifat pereduksi atau
reduktor, yang memberi reaksi positif terhadap fehling dan menunjukkan sifat
mutarotasi.
Laktosa termasuk karbohidrat golongan disakarida yang dapat dihidrolisa
dengan katatlisator asam atau enzim laktosa menjadi monosakarida yaitu glukosa dan
galaktosa. Laktosa dapat difermentasi oleh bakteri tertentu membentuk asam laktat,

2 | Page
sehingga jika reaksi fermentasi berlangsung pada susu, maka susu menjadi asam.
Laktosa diperoleh secara komersial sebagai hasil samping pabrik keju.
Laktosa merupakan disakarida alamiah yang dijumpai hanya pada binatang
menyusui, yaitu pada air susu sapi dan manusia (kira-kira 5 % laktosa).Pada protein
susu yang terkoagulasi akan membentuk dua lapisan, lapisanbawah disebut sebagai
bagian whey.
Laktosa juga sering disebut sebagai saccharum lactis yang berupa serbuk
hablur, putih, rasa agak manis. Laktosa ini stabil dalam air, dalam farmasi sering
digunakan sebagai zat pembawa (pengisi) dalam tablet pengencer obat, dan dipakai
dalam campuran formalin atau untuk makanan bayi.

Susu Skim

Susu adalah salah satu substansi yang memiliko fungsi sebagai sumber energy.
Susus merupakan nutrisi pelengkap yang paling mudah ditemukan di alam. Susu
terdiri dari vitamin, mineral, protein, kaarbohidrat, dan lemak.
Susu adalah jenis campuran minyak dan air (emulsi) yang mengandung sekitar
4% lemak yang terdispersi sebagai tetesan-tetesan kecil (5-10 micron). Karena lemak
dalam susu terdispersi sangat kecil, maka lemak pada susu lebih mudah dicerna dari
pada lemak dari sumber lain. Sedangkan susu skim, adalah susu tanpa lemak yang
bubuk susunya dibuat dengan menghilangkan sebagian besar air dan lemak yang
terdapat di dalam susu. Susu skim merupakan bagian dari susu yang krimnya diambil
sebagian atau seluruhnya. Kandungan lemak pada susu skim kurang lebih 1%. Susu
skim mengandung semua kandungan yang dimiliki susu pada umumnya , kecuali
lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Susu skim dapat dimanfaatkan sebagai
bahan dasar susu atau keju tanpa lemak sehingga dapat berguna untuk menurunkan
kadar kolesterol dalam tubuh. Susu pada umumnya, setelah dipasteurisasi akan
mengalami homgenisasi kembali antara komponen-komponen lemak dan protein yang
tadinya telah terpisah. Homogenisasi bertujuan agar susu memiliki tekstur yang stabil.
Namun pada susu skim, lemak akan dikurangi. Oleh karena itu membuat susu skim
hamper tidak mungkin dilakukan secara sederhana karena susu akan secara otomatis
terhomogenisasi.

Asam Asetat

Asam asetat dengan rumus empiris C2H4O2 yang sering ditulis dalam bentuk
CH3COOH, asam asetat murni disebut sebagai asam asetat glacial adalah cairan

3 | Page
higroskopis tak berwarna dan memiliki titik beku 16.7 oC. Asam asetat juga sering
disebut sebagai asam cuka. Asam asetat berfungsi sebagai pelarut polar seperti air dan
etanol. Asam asetat memiliki konstanta dielektrik yaitu 6,2 sehingga dapat melarutkan
baik senyawa polar dan non-polar. Asam asetat bersifat korosif terhadap logam. Asam
asetat mempunyai bau yang khas.

Etanol

Etanol (disebut juga etil-alkohol atau alkohol saja), adalah alkohol yang paling
sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sifatnya yang tidak beracun
bahan ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan
dan minuman. Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas.
Bahan ini dapat memabukkan jika diminum. Etanol sering ditulis dengan rumus
EtOH. Rumus molekul etanol adalah C2H5OH atau rumus empiris C2H6O. Etanol

(disebut juga etil-alkohol atau alkohol saja), adalah alkohol yang paling sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini
banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan dan
minuman. Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. Etanol
sering ditulis dengan rumus EtOH. Rumus molekul etanol adalah C 2H5OH atau

rumus empiris C2H6O.

CaCO3

Kalsium karbonat mempunyai titik leleh 8250C, umumnya berwarna putih dan
sering dijumpai pada batu kapur, kalsit, marmer dan batu gamping.

Batu Didih

Batu didih adalah benda yang kecil, bentuknya tidak rata, dan berpori, yang
biasanya dimasukkan ke dalam cairan yang sedang dipanaskan. Biasanya, batu
didih terbuat dari bahan silika, kalsium karbonat, porselen, maupun karbon. Batu
didih sederhana bisa dibuat dari pecahan-pecahan kaca, keramik, maupun batu
kapur, selama bahan-bahan itu tidak bisa larut dalam cairan yang dipanaskan.
Fungsi penambahan batu didih ada 2, yaitu:
1. Untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian
larutan.

4 | Page
2. Untuk menghindari titik lewat didih.
Pori-pori dalam batu didih akan membantu penangkapan udara pada larutan
dan melepaskannya ke permukaan larutan (ini akan menyebabkan timbulnya
gelembung-gelembung kecil pada batu didih). Tanpa batu didih, maka larutan yang
dipanaskan akan menjadi superheated pada bagian tertentu, lalu tiba-tiba akan
mengeluarkan uap panas yang bisa menimbulkan letupan/ledakan (bumping).
Batu didih tidak boleh dimasukkan pada saat larutan akan mencapai titik
didihnya. Jika batu didih dimasukkan pada larutan yang sudah hampir mendidih,
maka akan terbentuk uap panas dalam jumlah yang besar secara tiba-tiba. Hal ini
bisa menyebabkan ledakan ataupun kebakaran. Jadi, batu didih harus dimasukkan
ke dalam cairan sebelum cairan itu mulai dipanaskan. Jika batu didih akan
dimasukkan di tengah-tengah pemanasan (mungkin karena lupa), maka suhu cairan
harus diturunkan terlebih dahulu.
Sebaiknya batu didih tidak digunakan secara berulang-ulang karena pori-pori
dalam batu didih bisa tersumbat zat-zat pengotor dalam cairan.

B. TUJUAN
1. Mampu menjelaskan cara mengisolasi laktosa dari susu skim.
2. Terampil mengisolasi laktosa dari komponen komponen lain yang terdapat
dalam susu skim.

BAB II

METODE KERJA

A. PROSEDUR ASLI

5 | Page
Place 25 grams of nonfat dairy milk powder in a 250-mL beaker (Note 1). Add
75 mL of warm water and stir to mix. Adjust the temperature of the mixture between
40 and 500C by heating or cooling. Add about 10 mL of 10% acetic acid solution
(Note 2) and stir the mixture to coagulate the casein. Precipitation can be judged to be
complete when the liquid changes form milky to clear.
Removed the precipitate casein by filtering the mixture by gravity through
cheesecloth (Note 3). Collect the filtrate in a 250-mL beaker. Add about 2 grams of
calcium carbonate powder to the filtrate, stir it well, and boil the suspension for about
10 minutes (Note 4). Add to the hot mixture as much decolorizing carbon as would
cover a nickel, stir the mixture thoroughly; and filter it by suction through a layer of
wet filter aid on a Buchner funnel (Note 5).
Transfer the filtrate to a 250-mL, beaker and concentrate it to a volume about
30 mL by boiling over a low flame with a wipe gauze between the flame and the
beaker (Note 6). When the volume has been reduced to 30 mL, turn off the burner and
add 125 mL of 95% of ethanol and about the same amount of decolorizing carbon as
used before. Stir the mixture well and filter it through a layer of wet filter aid on a
Buchner funnel (Note 5).
Allow the clear filtrate to stand for crystallization for at least 24 hours in a
stoppered Erlenmeyer flask. Collect the crystals of lactose by suction filtration. They
may be washed with a small amount of 95% ethanol. Yield: between 2,5 and 4,5
grams.

Notes
1. The powered milk is most easily measured by volume using a beaker; 25
grams is about 100-mL.
2. Ten percent acetic acid is prepared by diluting 10 mL of glacial acetic acid to
100-mL. more than 10-mL acetic acid seems to be required if the dry milk is
not fresh.
3. Use two pieces of cheesecloth about 12 inches square. Lay them over a conical
funnel large enough to contain all the curds. First, decant as much as possible
of the liquid form the coagulated casein into the funnel and then carefully
transfer the wet protein mass onto the cheesecloth. After most of the liquid has
drained through, a bit more can be recovered by wrapping the cheesecloth
around the curds and squeezing.
4. The mixture will foam occasionally.
5. Add about 5 grams of filter aid (we have use Celite) to about 25-mL of water
in a small beaker. Wet the filter paper on the Buchner funnel with water, fit the

6 | Page
funnel to the suction flask, and apply a gentle suction. Swirl the mixture of
filter aid and water to suspend the solid, and pour the suspension all at once
into the Buchner funnel. When the water has been drawn through the funnel, a
damp pad of filter aid should be in place on top of the filter paper. Remove the
funnel momentarily and pour the water out of the filter flask. Be careful not to
disturb the layer of filter aid when pouring the mixture to be filtered into the
funnel.
6. Some bumping and foaming occur.

Time : 3 hour plus hour to isolate the product after cryztalization is complete.

Disposal

Sink : acetic acid, ethanol

Solid waste : powdered milk, cheesecloth, filter paper, casein, calcium carbonat

Solid organic waste : lactose

B. ALAT DAN BAHAN


1. Alat
- Beaker glass - Gelas ukur
- Pipet tetes - Pengaduk kaca
- Thermometer - Erlenmeyer
- Corong Buchner - Labu hisap
- Kertas saring dan kertas saring berlipat - Corong
- Botol coklat 100ml - Batu didih
- Kaki tiga, bunsen, kassa asbes - Kapas

2. Bahan
- Susu skim 9,4 gram
- Air 79 ml
- Asam asetat glacial 8 ml
- Etanol 69 ml
- CaCO3 2 gram

C. CARA KERJA
1. Timbang susu skim sebanyak 9,4 gram, lalu dimasukkan ke dalam beaker glass,
ditambahkan 79 ml air, dan diaduk sampai semua susu larut.

7 | Page
2. Campuran tersebut kemudian dipanaskan sampai 40C sambil diaduk dengan
thermometer dan dijaga agar suhu pemanasannya tetap konstan.
3. Selama pemanasan pada suhu konstan, ditambahkan asam asetat encer
secukupnya (8 ml) yang ditambahkan tetes demi tetes dengan menggunakan pipet
tetes sampai terjadi endapan casein. (larutan menjadi keruh)
4. Campuran yang terbentuk endapan, kemudian disaring dengan corong yang telah
diberi kertas saring berlipat dan kapas.
5. Filtrat ditambah dengan 2 gram CaCO 3 dengan segera, diaduk sampai homogen,
lalu ditambahkan batu didih dan dipanaskan selama 10 menit sampai albuminnya
pun mengendap.
6. Larutan disaring dengan corong dalam keadaan panas.
7. Beaker Glass dikalibrasi 12 ml, diberi tanda.
8. Filtrat diambil dan ditambah dengan batu didih baru, kemudian diuapkan dalam
beaker glass sampai volume tinggal 16 ml (sampai pada tanda kalibrasi)
9. Pada larutan panas, ditambahkan 69 ml etanol 95%. Apabila keruh, disaring
kembali dengan corong kertas saring.
10. Filtrat yang jernih dimasukkan kedalam botol hasil yang ditutup dengan kertas
perkamen yang dilubangi kemudian didiamkan 1 malam.
11. Kristal disaring dengan corong Buchner dan labu hisap lalu dikeringkan dalam
udara terbuka
12. Kristal laktosa ditimbang hasilnya dan dimasukkan ke botol hasil

D. SKEMA KERJA

8 | Page
Ditimbang susu skim, dimasukkan dalam beaker glass
500ml, ditambah air yang disesuaikan dengan
penimbangan, dengan perbandingan 23,9g/200ml

+ batu didih, lalu aduk,


lalu panaskan ad 400C

Ditambah asam asetat encer menggunakan pipet


tetes, sambal diaduk; ditambahkan sedikit demi
sedikit sampai kasein mengendap sempurna

Endapan Filtra
Kasein
t
+batu didih, CaCO3, diaduk lalu dipanaskan
kurang lebih 10 menit, lalu disaring panas

Endapan Filtrat (laktosa


Kalsium dan mineral-
Albuminat mineral

Diuapkan ad
xml pada
beaker glass

Pada larutan
panas
ditambahkan
etanol 95% xml

Bila keruh,
filtrat
disaring
panas

DIsimpan di dalam
botol yang ditutup
kertas perkamen
yang sudah dilubangi

Didiamkan
semalama
n
Kristal laktosa
disaring,
ditimbang, dan
dimasukkan ke
dalam botol hasil

E. GAMBAR PEMASANGAN ALAT

9 | Page
batu didih

susu skim 9,4 g beker gelas 500 ml


air 79 ml

1
2 oC
dipanaskan pada suhu 40

as.asetat
2g kertas saring glasial encer
dilapisi kapabatu berlipat CaCO 3 8 ml
didih dilapisi kapas

batu didih

disaring saat panas

+ as.asetat glasial encer tetes demi tetes ad


terbentuk endapan casein
( casein sudah terendapkan sempurna bila saat
ditetesi as. asetat sudah tidak terbentuk endapan)

batu didih
batu didih

panaskan 10 menit ad
terbentuk endapan Ca- diuapkan sampai 12 ml
albumin

kertas
F. STRUKTUR
perkamen LAKTOSA DAN REAKSI
Kertas PENGENDAPAN CASEIN DAN
69 ml
dilubangi Saring
etanol 95%
kecil"
ALBUMIN

a) Struktur laktosa
pada suhu 80 oC di+
saring bila keruh 69 ml etanol 95%
didiamkan 1 malam
ad filtrat jernih
CH2OH
O
CH2OH OH OH
Kertas
HO
Saring O O
Penghisap
OH OH
dikeringkan di udara
dimasukkan ke botol
terbuka lalu
hasil
4-O (-D-galaktopironosil)-D-glukopiranosa ditimbang
OH

b) Reaksi Pengendapan Casein

10 | P a g e
Ca-caseinate + 2H+ Casein + Ca2+

c) Reaksi Pengendapan Albumin


CaCO3 + Albumin Ca-Albuminat + CO2

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL
Hasil praktis = 1,9 g
Hasil Praktis
Rendeman Hasil = x 100
Bobot Susu

1,9 g
= 9,4 g x 100%

= 20,21 %

B. PEMBAHASAN

Laktosa termasuk karbohidrat golongan disakarida yang dapat diisolasi


dari skim milk yaitu susu yang sudah dihilangkan lemaknya. Langkah awal dari
isolasi laktosa yaitu susu skim yang diterima kemudian ditimbang yaitu 9,4 g
dimasukkan ke beaker glass lalu ditambahkan air 79 ml. Lalu campuran
dimasukkan batu didih dan dipanaskan pada suhu konstan 40oC sambil diaduk
dan ditambahkan asam asetat glacial encer tetes demi tetes sampai kasein
mengendap sempurna. Pada saat penambahan asam asetat sampai 8 ml kasein
telah mengendap sempurna sehingga penambahan asam asetat dihentikan. Kasein

11 | P a g e
telah mengendap sempurna apabila saat ditambahkan 1 tetes asam asetat tidak
terbentuk lagi endapan kasein. Kasein dalam susu berada dalam bentuk garam
kalsium yaitu kalsium kaseinat. Kalsium kaseinat memiliki pH isoelektrik yaitu
pH 4,6. Sehingga kalsium kaseinat tidak larut dalam larutan yang memiliki pH
dibawah 4,6. Susu memiliki pH sekitar 6,6 maka dengan penambahan asam,
kasein akan mengendap. Sehingga fungsi penambahan asam asetat glacial adalah
untuk mengendapkan kasein yang terdapat pada susu skim. Bila asam asetat
glacial ditambahkan berlebih maka akan menghidrolisis laktosa menjadi
monosakarida penyusunnya yaitu glukosa dan galaktosa. Asam asetat glacial
ditambahkan pada suhu 40oC karena suhu tersebut merupakan suhu optimal untuk
mengendapkan kasein. Bila suhu diatas 40C maka akan terbentuk endapan casein
yang tidak stabil yaitu mudah terurai menjadi asam-asam amino yang lain
sedangkan bila suhunya dibawah 40C, proses pengendapan kasein tidak
sempurna.
Setelah kasein telah mengendap sempurna, larutan disaring saat panas
dengan menggunakan corong yang telah dilapisi kertas saring berlipat dan kapas.
Tujuan dilapisi dengan kapas adalah agar kasein yang telah terendapkan sempurna
itu tertahan pada kapas dan tidak lolos menuju ke filtrat. Selanjutnya filtrat
ditambah batu didih dan dimasukkan 2 g CaCO 3 diaduk homogen sambil
dipanaskan sampai mendidih selama 10 menit. Tujuan penambahan CaCO 3 adalah
untuk mengendapakan albumin pada susu skim. Senyawa CaCO 3 akan bereaksi
dengan mengikat albumin dalam filtrat membentuk kalsium albuminat.
Pemanasan dilakukan karena albumin akan terdenaturasi dan terkoagulasi oleh
pemanasan. Setelah pemanasan selesai, larutan disaring dengan corong Buchner
dan labu hisap lalu filtratnya ditambah batu didih dan diuapkan sampai 12 mL.
Tujuan penguapan adalah untuk menguap air pada filtrat sehingga larutan menjadi
lebih konsentrat. Selanjutnya api bunsen dimatikan dan saat suhu larutan 80oC
ditambahkan 69 ml etanol 95%. Sifat etanol mudah terbakar sehingga api bunsen
harus dimatikan dan ditambahkan pada suhu 80oC karena titik didih etanol yaitu
78 oC. Dalam rekristalisasi ini digunakan pelarut etanol 95% karena etanol
tersebut merupakan pelarut yang paling sesuai untuk mengendapkan laktosa.
Setelah penambahan etanol terjadi kekeruhan sehingga larutan disaring
kembali menggunakan corong Buchner dan labu hisap. Kekeruhan ini

12 | P a g e
menandakan masih ada protein (albumin atau kasein) pada larutan sehingga pada
saat ditambah etanol, protein terdenaturasi menyebabkan larutan menjadi keruh.
Masih terdapatnya protein pada larutan mungkin disebabkan karena kesalahan
penimbangan CaCO3 sehingga CaCO3 yang dimasukkan kurang atau asam asetat
glacial yang dimasukkan kurang dan kadar kemurnian susu skim pada prosedur
dan susu skim yang digunakan untuk praktikum berbeda sehingga komposisi
CaCO3 dan asam asetat glacial yang digunakan sesuai prosedur tidak mencukupi
untuk mengendapkan sempurna albumin dan kasein pada susu skim yang
digunakan pada saat praktikum.
Setelah penyaringan selesai, filtrat dimasukkan ke botol coklat dan ditutupi
dengan kertas perkamen yang telah dilubangi kecil-kecil agar etanol dapat
menguap dan didiamkan 1 malam sampai kristal laktosa terbentuk sempurna.
Setelah pendiaman selama 1 malam, pada botol coklat kristal laktosa menempel
pada sisi-sisi dalam botol lalu selanjutnya disaring dengan corong Buchner dan
labu hisap. Kristal laktosa yang telah terbentuk dikeringkan di udara terbuka,
ditimbang dan dimasukkan ke botol hasil. Laktosa berbeda dengan laktulosa,
dimana laktulosa merupakan disakarida sintetis yang terdiri dari monosakarida
galaktosa dan fruktosa yang dapatkan dari hasil sintesis dari senyawa laktosa.
Senyawa laktosa, yaitu disakarida antara galaktosa dan glukosa lalu dilakukan
proses isomerasi yang dapat mengubah bentuk dari glukosa ke bentuk fruktosa
sehingga menghasilkan laktulosa (4-O--D-Galaktopiranosil--D-fruktofuranosa).

Laktosa dapat dicerna oleh usus karena usus memiliki enzim laktase
sedangkan laktulosa tidak dapat dicerna oleh enzim di usus hewan maupun
manusia, sehingga tidak terjadi penyerapan di usus manusia. Laktulosa hanya
dapat dimetabolis oleh bakteri mikroflora pada kolon. Laktulosa bermanfaat
untuk mengobati konstipasi.

13 | P a g e
BAB IV

KESIMPULAN

1. Laktosa dapat diisolasi dari susu skim yaitu susu tanpa lemak.
2. Penggunaan asam asetat glacial harus secara tepat, yaitu pada suhu 40 oC dan dalam
jumlah yang sesuai agar kasein pada susu skim mengendap sempurna.
3. Penggunaan CaCO3 bertujuan untuk mengendapkan albumin pada susu skim.
4. Pelarut etanol 95% adalah pelarut yang paling sesuai untuk proses rekristalisasi
laktosa.
5. Hasil rendemen laktosa yang kami peroleh 20,21%.

14 | P a g e
DISKUSI
1 Buatlah skema isolasi laktosa dari susu skim!
Jawab:

15 | P a g e
Ditimbang susu skim, dimasukkan dalam beaker
glass 500ml, ditambah air yang disesuaikan denga
penimbangan, dengan perbandingan 23,9g/200m

+ batu didih, lalu


aduk, lalu panaskan
ad 400C

Ditambah asam asetat encer menggunakan


pipet tetes, sambal diaduk; ditambahkan
sedikit demi sedikit sampai kasein mengendap
sempurna

Endapan Filtra
Kasein
t
+batu didih, CaCO3, diaduk lalu
dipanaskan kurang lebih 10 menit, l
disaring panas

Endapan Filtrat
(laktosa dan
Kalsium mineral-
Albuminat mineral

Diuapkan ad
xml pada
beaker glass

Pada larutan
panas
ditambahkan
etanol 95% xml

Bila keruh,
filtrat
disaring
panas
DIsimpan di dalam
botol yang ditutup
kertas perkamen
yang sudah
dilubangi

Didiamka
n
semalam
an
Kristal laktosa
disaring,
ditimbang, dan
dimasukkan ke
dalam botol has

2 Berapa banyak asam asetat ditambah?


Jawab: asam asetat yang ditambahkan adalah 8 ml
3 Apa guna CaCO3?

16 | P a g e
Jawab: CaCO3 berguna untuk mengendapkan albumin dalam susu skim tersebut
sehingga yang didapatkan laktosa yang murni.
4 Untuk apa etanol 95%, etanol 25%? Jelaskan!
Jawab: etanol 95% merupakan pelarut yang berguna untuk mengendapkan laktosa.
Etanol 25% berguna untuk menghilangkan pelarut induknya.
5 Apa bedanya dengan laktulosa?
Jawab: laktosa merupaka disakarisa yang terdiri dari glukosa dan galaktosa sedangkan
laktulosa adalah disakarida yang terdiri dari galaktosa dan fruktosa.
Laktulosa tingkat kemanisannya lebih tinggi dibanding dengan laktosa, karena fruktosa
memiliki intensitar kemanisan yang tinggi. Laktulosa biasanya digunakan sebagai obat
urus-urus (laxansia)

DAFTAR PUSTAKA

Cason J, Rapoport H, 1950, Laboratory Text in Organic Chemistry

17 | P a g e
Fessenden RJ & Fesenden JS, 1994, Organic Chemistry, 5th edition, Brooks / Cole
Publishing Pasific Grove, California, 929 - 930

Mc Murry J, 2000, Organic Chemistry, 5th edition, Brooks / Cole Publishing Pasific
Grove, USA, 1057

TANDA TANGAN PRAKTIKAN

18 | P a g e
Norma Yunita (110115355) Oscar (110115379)

19 | P a g e