Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

REVIEW JURNAL

PSIKOLOGI REMAJA

AISYAH MARDINA

1411222003

PRODI ILMU GIZI

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS ANDALAS

2017
Review Jurnal Psikologi

A. Nama Jurnal

Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan

B. Nama Artikel
Hubungan Antara Tingkat Kontrol Diri Dengan Kecenderungan Perilaku
Kenakalan Remaja

C. Nama Penulis
Iga Serpianing Aroma, Dewi Retno Suminar

D. Tahun Jurnal & Nomor Volum

Vol. 01 No. 02, Juni 2012

E. Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah menguji secara empiris apakah terdapat hubungan
negatif antara kontrol diri dengan kecenderungan perilaku kenakalan pada remaja.
Subjek penelitian ini berjumlah 265 remaja dengan rentang usia 14-19 tahun yang
bersekolah di SMK X Kediri. Alat pengumpulan data pada penelitian ini berupa
skala psikologi. Alat ukur variabel kontrol diri terdiri dari 36 butir yang diadaptasi
dari Self Kontrol Scale milik Tangney dkk, (2004) dan alat ukur kecenderungan
perilaku kenakalan remaja terdiri dari 31 butir yang disusun sendiri oleh peneliti.
Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment dengan bantuan
program statistic SPSS versi 16 for windows.Hasil analisis data penelitian
menunjukkan nilai korelasi antara variabel kontrol diri dengan kecenderungan
perilaku kenakalan remaja sebesar -0,318 dengan p sebesar 0,000. Hal ini
menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara tingkat
kontrol diri dengan kecenderungan perilaku kenakalan remaja.

Kata kunci: Kontrol diri, Kecenderungan, Kenakalan remaja


II.Latar Belakang Masalah

Perilaku kenakalan remaja mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam


beberapa tahun terakhir. Hal tersebut nampak dari fakta yang dilansir oleh Komisi
Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), yakni pelaku criminal dari kalangan
remaja dan anak-anak mengalami peningkatan yakni dalam laporan dari bulan
Januari sampai oktober 2009 menyatakan adanya peningkatan sebesar 35%
dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu kenakalan yang terjadi adanya penyalahgunaan narkoba, pelanggaran


status, pelanggaran terhadap norma, dan pelanggaran hukum. Dewasa ini juga
semakin banyak remaja yang sudah menonton film porno. Fakta-fakta tersebut
menunjukkan semakin banyaknya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh
remaja. Menurut Santrock (2003), kenakalan remaja merupakan kumpulan dari
berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara social hingga terjadi
tindakan criminal.

Becker menyatakan bahwa setiap orang memiliki dorongan untuk melanggar


aturan. Tapi tidak semua orang melakukan kegiatan menyimpang karena mereka
biasanya dapat menahan diri . kemampuan menahan diri inilah yang seharusnya
dikembangan saat masih muda. Anak-anak yang mengalami kegagalan dalam
pemenuhan tugas dalam perkembangan, membuatnya gagal pula dalam
mengembangkan kontrol diri. Invidu dengan kontrol diri yang rendah memiliki
kecendrungan untuk menjadi impulsive, senang berperilaku berisiko, dan
berpikiran sempit.

Keterkaitan antara kontrol diri dengan kecendrungan berperilaku menyimpang


itulah yang menarik penulis.
III. Masalah/ Pertanyaan Penelitian

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :


1. Apakah benar terdapat hubungan negative dengan antara kontrol diri
dengan kecenderungan perilaku remaja?
2. Seberapa besar korelasi murni yang terjadi antara 2 variabel tersebut.

IV. Metode

Metode Pengambilan Data

Penelitian ini dilakukan pada siswa SMK X Kediri dengan rentang usia 12-22
tahuan yang berjulah 265 orang. Alat pengumpulan data variable kontrol terdiri
dari 36 butir yang diadaptasi dari self kontrol scale milik Tangney dkk, (2004)
dengan reabilitas sebesar 0,741. Alat ukur kecendrungan perilaku kenakalan
remaja terdiri dari 36 butir yang disusun sendiri oleh penelitidengan reabilitas
sebesar 0.875. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi product moment
dengan bantuan SPSS versi 16 untuk windows. Taraf signifikansi yang digunakan
dalam penenlitian ini sebesar 5% atau dengan nilai probabilitas 0,05.

V. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,318,


dengan signifikansi 0,000 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat diambil
kesimpulan bahwa terdapat hubungan negative antara kontrol diri dengan
kecendrungan perilaku kenakalan remaja. Koefisien -0,318 menyatakan kuat
lemahnya hubungan anatara 2 variabel. Tanda negarif bermakna menunjukkan
arah yang lawanan. Sehingga semakin tinggi skor kontrol diri maka semakin
rendah kecenrungan kenakalan remaja, dan sebaliknya.

VI.Review/ Komentar

Seorang manusia selalu mencari jati dirinya, dan biasanya jati diri ini dibangun
saat manusia sudah mendapatkan peran dimasyarakat. Namun tidak semua orang
mampu menempatkan dirinya sesuai dengan posisinya. Kegagalan pemoisisian
diri ini menjadi cikal bakal dari kenakalan-kenakalan yang dilakukan remaja.
Manusia memiliki kecenderungan untuk melanggar aturan, namun tidak semua
orang yang melakukan penyimpangan. Hal ini dikarenakan mereka mampu
mengkontrol, membatasi diri, dan menahan diri untuk melakukan hal yang tidak
baik tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat korelasi negative antara kontrol diri
dengan perilaku kenakalan remaja maka ini adalah sebuah alat dan ilmu bagi kita
untuk mengarahkan remaja disaat mereka baru mencoba menjalani peran mereka
dimasyarakat maka mereka diajarkan untuk bisa mengkontrol diri mereka.

Seseorang yang punya kontrol diri tinggi maka ia memiliki pertimbangan sebelum
melakukan sesuatu. Hal ini yang kita cari dan sebaiknya kita bagung untuk
terciptanya generasi muda yang peduli bukan yang egois dan mau enak sendiri.
VII. Referensi

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Chapple.L.C., (2005). Self-kontrol, Peer


Relations, and Delinquency. Justice Quarterly. 22 (1), 89-96
Denson, T.F., DeWall, C.N., & Finkel, E.J. (2012). Self-kontrol and Aggresion.
Journals of Psychological Science, 21 (1), 20-25
Gottfredson, M. R. & Hirschi, T. (1990). A General Theory of A Crime. Stanford:
Stanford University Press
Gunarsa, S.D. (2010). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : PT.
Gunung Mulia.
Jumlah Anak dan Remaja Pelaku Kriminal Meningkat (2009, 22 November).
Diakses pada tanggal 17 April 2011 dari
http://www.nusantaraku.org/forum/archive/index.php/t-16476.html
Kartono, K. (2010). Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja.Jakarta: Rajawali Pers
Logue, A.W., & Forzano, L.B. (1995). Self Kontrol and Impulsiveness in Children
and Adults of Food Preferences. Journal of The experimental Analysis of
Behavior, 64 (1), 33-46
Monks, F., Knoers, A., & Hadito, S. R. (1999). Psikologi Perkembangan:
Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Pallant, J. (2011). SPSS Survival Manual (4th Ed). Sydney : Midland Typesetter.
Pengguna Narkoba Belia Meningkat (2011, 29 Desember). Diakses pada tanggal
20 April 2012 dari http://www.surya.co.id/2011/12/29/pengguna-narkoba-
belia-meningkat
Santrock, J. W. (2003). Adolescence (Perkembangan Remaja). Terjemahan.
Jakarta: Erlangga.
Schuster, C.S. and Ashburn S.S. (1980). The Process of Human Development : A
Holistic Approach. Boston
Soerjono S., (1998). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo persada.
Tangney, J.P., Baumiester, R.F., & Boone, A.L.(2004). High Self Kontrol Predicts
Good Adjusment, Less
Pathology, Better Grades, and Interpersonal Succes. Journal of Personality.72 (2).
271-322 http://www.nusantaraku.org/forum/archive/index.php/t-16476.html