Anda di halaman 1dari 19

BAB II

ISI

A. Minimum dan Maksimum Relatif


Pada bagian ini kita akan mempelajari bagaimana menentukan minimum relatif dan
maksimum relatif. Ingat juga bahwa kita akan sering menggunakan kata extrema untuk merujuk
pada minimum dan maksimum.
Definisi dari extrema relatif dari fungsi 2 variabel identik dengan fungsi 1 variabel, kita
hanya perlu mengingat bahwa sekarang kita membahas 2 variabel. Berikut ini definisi dari
maximum relatif dan minimum relatif fungsi 2 variabel

Definisi
1) Suatu fungsi f (x,y) dikatakan minimum relative pada titik (a,b) jika f(x,y) f(a,b)
untuk setiap titik (x,y) dalam daerah disekitar (a,b)
2) Suatu fungsi f (x,y) dikatakan maksimum relatif pada titik (a,b) jika f(x,y) f(a,b)
untuk setiap titik (x,y) dalam daerah disekitar (a,b)

Catatan
Definisi ini tidak menyatakan bahwa minimum relatif adalah nilai terkecil fungsi yang
akan diambil. Namun menyatakan bahwa dalam daerah disekitar titik (a,b) fungsi akan selalu
lebih besar dari f (a,b). Di luar daerah itu, fungsinya menjadi lebih kecil. Demikian juga, relatif
maksimum hanya menyatakan bahwa sekitar (a,b) fungsi akan selalu lebih kecil dari f (a,b). di
luar daerah itu, fungsinya akan lebih besar.
Berikut konsep titik kritis pada fungsi 2 variabel.
Pada definisi titik kritis untuk 1 variabel fungsi f (x) , dimana titik x=c sehingga jika f(c) = 0
atau f(c) tidak ada. Definisi titik kritis untuk fungsi 2 variable adalah sbb. :

Definisi
Titik ( a,b) adalah titik kritis (titik stasioner) dari f(x,y) jika salah satu kondisi dari dua syarat di
bawah ini berlaku
1. f(a,b) = 0 sama dengan fx (a,b) =0 dan fy (a,b)= 0

2
2. fx (a,b) dan/ atau fy (a,b)= tidak ada

Theorem
Jika titik (a,b) adalah ekstrim relatif dari fungsi f (x,y) maka (a,b) juga merupakan titik kritis
dari f (x,y) kita memperoleh f(a,b) = 0 .

Bukti
Ini adalah bukti sederhana pada variabel tunggal yang ada pada Kalkulus I, sering disebut
Teorema Fermat.
Definisikan g (x) = f (x,b) dan anggap bahwa f (x,y) ekstrim relatif di (a,b). g(x) juga memiliki
ekstrim relatif (dari jenis yang sama seperti f (x,y)) di x = a. Dengan Teorema Fermat kita
kemudian tahu bahwa g '(a)= 0. Tapi kita juga tahu bahwa g '(a)= f x (a,b) sehingga kita
memperoleh f x (a,b) = 0.
Jika sekarang kita mendefinisikan h (y) = f (a,y) dan akan melalui proses yang sama

seperti di atas kita akan melihat bahwa f y (a,b) = 0. Jadi, f(a,b) = 0 dan f (xy,)memiliki titik

kritis di (a,b)
Catatan bahwa TIDAK semua titik kritis adalah titik extrema relatif, tapi semua titik extrema
relative adalah titik kritis.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, berikut fungsi f (x,y) = xy
Dua Turunan parsial orde pertama ,
f x (x,y) = y f y (x,y) = x
Titik dimana kedua turunan diatas adalah 0 terjadi pada (0,0) dengan demikian (0,0)
adalah titik kritis dari fungsi diatas. Berikut grafik dari fungsi.

3
Perhatikan yang terjadi di asal, yaitu pada (0,0). Jika dari asal dan pindah ke salah satu
kuadran di mana kedua x dan y memiliki tanda yang sama fungsi meningkat. Namun, jika dari
asal dan pindah ke salah satu kuadran di mana x dan y memiliki tanda berlawanan maka fungsi
menurun. Dengan kata lain, tidak peduli daerah asal titik lebih besar dari f (0,0) = 0 dan titik
kecil dari f (0,0) = 0. Oleh karena itu, tidak ada cara (0,0) bisa menjadi ekstrim relatif.
Jenis titik kritis ini disebut: titik pelana/ saddle points.

Teorema
Misalkan (a,b) adalah titik kritis f (x,y) dan orde kedua turunan parsial adalah kontinu
dalam daerah terdiri (a,b). Selanjutnya definisikan,
2
D = D (a,b) = f xx (a,b) fyy (a,b) [ f xy (a , b)]

Kami kemudian mengklasifikasi titik kritis berikut.


1. Jika D> 0 dan f xx (a,b) > 0 maka (a,b) adalah minimum relatif.
2. Jika D> 0 dan f xx ((a,b) < 0 maka ((a,b) adalah maksimum relatif.
3. Jika D < 0 maka (a,b) adalah titik pelana.
4. Jika D = 0 maka (a,b) mungkin minimum relatif, maksimum relatif atau titik pelana.
Teknik lain perlu digunakan untuk mengklasifikasikan titik kritis

Contoh 1
Tentukan dan klasifikasi titik kritis f (x,y) = 4 + x 3 + y 3 - 3xy
Penyelesaian
Pertama kita tentukan turunan orde pertama turunan parsial (untuk mendapat titik kritis)
kemudian tentukan turunan orde kedua turunan parsial(untuk mengklasifikasi titik kritis).
f x = 3x2 3y f y = 3y2 3x

f xx = 6 x f yy = 6 y f xy = - 3
Titik kritis penyelesaian solusi untuk sistem persamaan,:
f x = 3 x 2 3y =0
f y = 3y 2 3x = 0

4
Persamaan pertama untuk y sebagai berikut,
3 x 2 3y=0 y=x2
Substitusikan ini ke dalam persamaan kedua diperoleh,
3(x 2)2 3x = 3x (x3 - 1) = 0
Sekarang menggunakan y = x 2 untuk mendapatkan Titik kritis
x = 0: y = 02 = 0 (0,0)

x = 1: y = 12 = 1 (1,1)

Jadi, kita telah mendapat 2 titik kritis.


Sekarang kita menentukan klasifikasinya. Untuk itu kita perlu mencari D. Berikut rumus umum
dari D:
2
D (x,y) = f xx (x,y) fyy (x,y) [ f xy ( x , y )]
= (6 x) (6 y) - (- 3) 2
= 36 xy - 9

Untuk mengklasifikasikan titik kritis yang perlu kita lakukan adalah Mensubstitusikan titik kritis
ke dalam persamaan diatas:
(0,0): D = D (0,0) = - 9 <0
Jadi untuk (0,0) D adalah negative sehingga klasifikasinya adalah titik pelana/ saddle point.
(1,1): D = D (1,1) = 36-9 = 27 > 0 f xx (1,1) = 6 > 0
Jadi untuk (1,1) D adalah positif dan f xx positif, kesimpulkan kita dapat minimum relatif.

5
Gambaran yang lebih jelas.

Contoh 2. Tentukan dan klasifikasi titik kritis

f (x,y) = 3 x2y + y 3 -3x2 -3y 2 + 2


penyelesaian
pertama-tama kita harus mendapatkan semua turunan orde pertama dan kedua.
f x = 6 xy - 6 x fy=3x2+3y2-6y
f xx = 6 y - 6 f yy = 6 y - 6 f xy = 6 x
Untuk mendapatkan titik kritis Persamaan yang kita perlukan
6 xy - 6 x = 0
3 x2 +3 y 2 - 6 y = 0
Pertama, kita lihat bahwa kita dapat faktor luar 6 x dari persamaan pertama untuk mendapatkan,
6 x (y - 1) = 0
Jadi, kita dapat melihat bahwa persamaan pertama nol jika x = 0 atau y = 1
Untuk menemukan titik kritis kita bisa pasangkan ini (individual) menjadi persamaan kedua dan
menyelesaikan variabel yang tersisa.

6
x=0:
3 y 2 - 6 y = 3 y (y - 2) = 0 y = 0, y = 2
y=1:
3 x 2 -3 = 3 (x 2 - 1) = 0 x = - 1, x = 1
Jadi, jika x = 0 kita memiliki titik kritis,
(0,0) (0,2)
dan jika y = 1 titik kritis,
(1,1) (- 1,1)
Klasifikasikan titik kritis, kita menghitung D.
D (x,y) = ( 6 y - 6) (6 y - 6) (- 6 x) 2 = (6 y - 6) 2 - 36 x 2
(0,0):
D = D (0,0) = 36> 0 f xx (0,0) = - 6> 0
(0,2):
D = D (0,2) = 36> 0 f xx (0,0) = 6> 0
(1,1):
D = D (1,1) = - 36 <0
(- 1,1):
D = D (- 1,1) = - 36 <0

Sehingga dapat disimpulkan untuk titik-titik kritis, jenisnya adalah:


(0,0) : Maximum relatif
(0,2) : Minimum relatif
(1,1) : Titik Pelana
(-1,1) : Titik Pelana

7
Berikut gambar fungsi

Contoh 3 Tentukan koordinat titik pada bidang 4 x - 2 y+ z = 1 yang mempunyai jarak

paling dekat dengan titik (- 2, 1, - 5).


Penyelesaian
Misal (x, y,z) adalah setiap titik yang terdapat dibidang. Jarak antar titik ini terhadap
titik (2, -1,5 ) didapat dari rumus,
d= ( x+2)2 +( y +1)2+(z5)2

Cari nilai minimum persamaan, titik ( x, y, z) yang memberi nilai minimum pada persamaan
diatas akan menjadi titik pada bidang yang mempunyai jarak terdekat ke titik (- 2, 1, - 5).
Ada beberapa masalah dengan persamaan ini. Pertama, adalah fungsi dari x, y dan z dan kami
hanya bisa hubungan dengan fungsi dari x dan y pada titik ini Tapi bila dilihat lebih jauh hal ini
tidak terlalu sulit. Kita bisa menyelesaikan persamaan bidang bila kita melihat persamaan bidang
z=1- 4x+2y

8
Substitusikan nilai z kerumus jarak kita peroleh
d= ( x+2)2 +( y +1)2+(14 x +2 y5)2
( x +2)2 +( y+ 1)2 +(44 x +2 y)2

Sekarang, masalah berikutnya adalah bahwa ada akar kuadrat kita tahu bahwa kita akan
mengalami kesulitan. Jadi, kita nilai minimum d akan setara dengan nilai minimum d 2.
Jadi, mari kita tentukan nilai minimumnya
f (x,y) = d 2 = (x + 2) 2 + (y + 1) 2 + (-4 - 4 x + 2 y) 2

kita perlu berhati-hati disini. Kehati-hatian pertama, karena dari teori yang telah kita bahas
bahwa dari suatu persamaan fungsi kita dapat menemukan titik kritis dan kemudian menentukan
klasifikasi dari titik kritis diatas, apakah max atau min atau saddle point. Sedangkan disini kita
sudah langsung menetapkan mencari minimum. kedua yaitu dari teori yang kita bahas adalah
mencari extreme relatif sedangkan yang diminta adalah minimum mutlak. Mari kita lanjutkan
dengan mencari nilai turunan pertama dan kedua dari turunan parsial
Kita akan membutuhkan derivatifnya terlebih dahulu.
f x = 2 (x + 2) + 2 (- 4) (- 4 - 4 x + 2 y) = 36+ 34 x -16 y
f y = 2 (y + 1) + 2(2) (- 4 - 4 x + 2 y) = - 14-16 x+ 10 y
f xx = 34
f yy = 10
f xy - 16
Sekarang, kita menghitung D .
D = 34 (10) - (- 16) 2 = 84> 0
Jadi, dalam hal ini D akan selalu positif dan juga f xx = 34> 0 selalu positif sehingga setiap titik
kritis yang kita dapatkan akan dijamin menjadi minimum relatif.
Sekarang mari kita tentukan titik kritisnya.
36 + 34 x - 16 y =0
- 14-16 x + 10 y = 0
persamaan pertama untuk x
1 1
x= ( 16 y 36 )= (8 y18)
34 17

9
, substitusi ini ke dalam persamaan kedua dan menyelesaikan y.
- 14 - (8 y - 18) + 10 y = 0 y=-
16 25
17 21

34
substitusi ini ke dalam persamaan untuk x sehingga x diperoleh= -
21
34 25
Jadi, disini kita mendapatkan titik kritis tunggal : (- , - ) . Dan kita tahu bahwa titik
21 21
kritis tersebut adalah minimum relative dan itu adalah satu-satunya titik. Kita telah menentukan
koordinat x dan y pada bidang selanjutnya kita dapat mencari koordinat z dengan memasukkan
nilai x & y kedalam persamaan bidang :
25 107
z = 1- 4 ( 34
21 ) ( 21 ) 21
+2 =

34
Jadi, titik di bidang yang mempunyai jarak terdekat pada titik (- 2, 1, - 5) adalah (-
21

25 107
, - , )
21 21

B. Minimum mutlak dan Maximum mutlak (Absolut Minimum dan Maximum)


Pada bagian sebelumnya kita diminta untuk menentukan dan mengklasifikasi setiap titik
kritis sebagai titik minimum relatif, maximum relatif dan titik pelana. Pada bagian ini kita akan
mengoptimumkan sebuah fungsi, yaitu mengidentifikasi minimum mutlak dan/atau maximum
mutlak dari suatu fungsi, pada suatu daerah R 2
Yang dimaksud dengan pada suatu daerah
dalam R 2
berarti dalam daerah di bidang xy. Untuk mengoptimumkan fungsi di suatu bidang
kita perlu beberapa definisi. Pertama mari kita definisikan definisinya.

Defenisi
1. Suatu daerah di R 2
disebut tertutup jika daerah tersebut meliputi batasnya. Suatu
daerah disebut terbuka jika itu tidak termasuk titik batasnya.
2. Suatu daerah di R 2
disebut terbatas jika tercakup dalam suatu disk atau daerah yang
memiliki batas atau diliputi garis batas yang terbatas.
10
Penjelasan definisi tertutup. Kita katakan suatu daerah tertutup jika batasnya termasuk
daerah tersebut. Untuk lebih jelas, sebagai contoh suatu segi empat. Dua definisi suatu persegi,
yang pertama tertutup dan kedua terbuka.

Buka Tutup
-5 < x <3 - 5 x 3
1 <y <6 1y6

Dalam kasus pertama ini kita tidak mengizinkan daerah untuk memasukkan titik
akhir. Dengan kata lain, kita tidak membiarkan bidang tersebut memasukkan batasnya dan
karenanya terbuka.
Dalam kasus kedua, kita mengizinkan daerah tersebut memuat titik-titik di tepinya oleh
karena itu memiliki batas dan karenanya menjadi tertutup.

Teorema Nilai Ekstrim


Jika f ( x , y ) kontiniu tertutup, dibatasi himpunan D di R 2
, maka terdapat titik titik di
D , ( x 1 , y 1) dan ( x 2 , y 2) sehingga f ( x1 , y 1) adalah maksimum mutlak dan
f ( x2 , y 2) adalah minimum mutlak dari fungsi di D .

Catatan teorema ini TIDAK memberi tahu kita dimana minimum mutlak atau
maximum mutlak terjadi. Teorema ini hanya memberitahukan ada maximum mutlak dan
minimum mutlak. Minimum mutlak dan/atau maximum mutlak dapat ditemui di dalam daerah
atau ditemui pada batas daerah.
Proses dasar untuk menentukan maksimal mutlak identik dengan proses yang kita
gunakan pada Kalkulus I ketika kita menentukan fungsi ekstrem mutlak variabel tunggal.
Sekarang kita dengan fungsi dua variabel.

Menentukan Extreme Mutlak


1. Tentukan setiap titik kritis dari fungsi yang berada di daerah D and tetapkan nilai fungsi
pada masing masing titik.

11
2. Tentukan setiap fungsi extrema pada garis batas.
3. Nilai terbesar dan terkecil yang ditemukan pada dua langkah pertama adalah fungsi minimum
mutlak dan maksimum mutlak.

Contoh 1 tentukan minimum mutlak dan maksimum mutlak dari f(x,y) = x2 + 4y2 2x2y +4 pada
daerah segiempat dengan -1 x 1 dan -1 y 1
Penyelesaian
Pertama kita perhatikan daerah segiempat yang dimaksud

Garis batas segiempat adalah berikut :


Sisi kanan : x = 1, - 1 y 1

Sisi kiri : x = - 1, - 1 y 1

Sisi atas : y = 1, - 1 x 1

Sisi bawah : y = - 1, - 1 x 1

Kita mulai dengan menentukan titik-titik kritis didalam persegi panjang yang diberikan.
Untuk itu kita membutuhkan order kedua turunan pertama.
f x = 2 x - 4 xy fy=8y-2x2

12
Perhatikan karena kita akan mengklasifikasi titik kritis, kita memerlukan order turunan
kedua. Untuk mendapatkan titik kritis kita perlu menyelesaikan persamaan berikut:
2 x - 4 xy = 0

8 y - 2 x2 = 0
Persamaan kedua kita memperoleh y,
y= x2
4

substitusi ini ke dalam persamaan pertama, kita memperoleh:

x2
2x 4x
( )4
= 2x x3 = x ( 2- x2) =0

Penyelesaian persamaan diatas adalah x = 0 atau x =


2 = 1,414 ....

. Kita hanya menginginkan titik kritis di daerah yang kita batasin

dengan batasan daerah adalah - 1 x 1. . Sehingga nilai x yang dipakai adalah

x = 0, sedangkan solusi kedua akan diabaikan x = 2 = 1,414 . Namun perlu dicatat


bahwa perubahan sederhana pada batas mencakup kedua hal ini, jadi jangan lupa untuk selalu
memeriksa apakah titik kritisnya ada di daerah (atau di batas karena itu juga bisa terjadi).
Dengan memasukkan ke persamaan y, diperoleh:

y= 02
4

Titik kritis tunggal, adalah (0,0). Sekarang kita mencari nilai fungsi pada titik kritis.
f (0,0) = 4
langkah kedua yaitu menemukan nilai extrema mutlak pada garis batas
Kita mulai dengan garis batas kanan. Garis batas kanan ditentukan oleh :
x = 1, - 1 y 1
Perhatikan bahwa sepanjang garis kanan kita tahu bahwa x = 1. Maka dengan ini kita definisikan
fungsi baru sebagai berikut,

13
g (y) = f (1, y) = 1 2 + 4 y 2 -2 (12) y + 4 = 5 + 4 y 2 -2 y
Sekarang, tentukan ekstrem mutlak pada f (x,y) sepanjang garis kanan yang sama dengan

menentukan nilai ekstrem mutlak g (y) dengan interval - 1 y 1 . dan kemudian

menetapkan nilai g (y) pada titik kritis tersebut dan titik akhir dari dari interval y .
Mari kita selesaikan masalah ini.
1
g '(y) = 8 y - 2 y=
4
Nilai g pada titik y = 1 (titik akhir), y = 1 (titik ujung) dan y = adalah sebagai berikut :
19
g (-1) = 11 g (1) = 7 g ( 14 ) =
4
= 4.75

Perhatikan, defenisi pada g (y) ini juga berfungsi untuk fungsi f(x,y ).
g (- 1) = f (1, - 1) = 11
g (1) = f (1,1) = 7

g ( 14 ) =f (1, 14 )= 194 = 4.75

Proses diatas kita ulangi lagi untuk garis batas kiri yang ditentukan oleh :
x = - 1, -1 y 1
Kita akan menentukan fungsi baru sebagai berikut:
g(y) = f (- 1, y) = ( - 1) 2 + 4 y 2 - 2 (- 1) 2 y + 4 = 5 + 4 y 2 - 2 y

Untuk batas ini, fungsi sama seperti yang kita peroleh pada sisi kanan. Ini tidak akan

1
selalu terjadi. Kita tahu bahwa titik kritisnya adalah y = Dan kita tahu bahwa nilai fungsi
4
pada titik kritis dan titik akhirnya adalah,
19
g (- 1) = 11 g (1) = 7 g ( 14 ) =
4
= 4.75

Satu-satunya perbedaan disini adalah ini akan sesuai dengan nilai f (x,y) pada titik-titik

yang berbeda untuk sisi kanan. Dalam hal ini ini akan sesuai dengan nilai fungsi berikut untuk
f (x,y):
14
g (- 1) = f (- 1, - 1) = 11
g (1) = f (- 1,1) = 7

g ( 14 ) =f (1, 14 )= 194 = 4.75

Sekarang kita lanjutkan dengan garis atas yang ditentukan oleh :


y = 1, - 1 x 1
Kita akan mendefenisikan fungsi baru kecuali kali ini akan menjadi fungsi dari x. :
h (x) = f (x, 1) = x 2 + 4 (1 2) - 2x 2 (1) + 4 = 8 - x 2
Kita perlu menentukan ekstrem mutlak h(x) pada interval - 1 x 1 .

Pertama tentukan titik kritisnya :


H '(x) = - 2 x x=0
Nilai fungsi ini pada titik kritis x = 0 dan titik akhir x = 1, x = 1 adalah,
h (- 1) = 7 h (1) = 7 h (0) = 8
Dan ini sesuai dengan nilai-nilai fungsi untuk f (x,y)
h(- 1) = f (- 1,1) = 7
h (1) = f (1,1) = 7
h (0) = f (0,1) = 8
Terakhir kita lanjutkan pada garis batas bawah yang ditentukan oleh :
y = - 1, - 1 x 1
Fungsi baru akan ditentukan dalam hal ini adalah,
h (x) = f (x, -1 ) = x2 + 4 (- 1)2 - 2 x2 (- 1) + 4 = 8 + 3 x2
Titik kritis fungsi ini adalah,
h '(x) = 6 x x=0
Nilai fungsi ini pada titik kritis x = 0 dan titik akhir x = 1, x = 1 adalah,
h (- 1) = 11 h (1) = 11 h (0) = 8
dan nilai yang sesuai untuk f (x,y) adalah,
h (- 1) = f (- 1, - 1) = 11
h (1) = f (1, - 1) = 11
h (0) = f (0, - 1) = 8

15
Langkah terakhir proses adalah mengumpulkan semua nilai fungsi untuk f (x,y) dan memberikan
hasil akhir, sebagai berikut :
f (0,0) = 4 f (1, - 1) = 11 f (1,1) = 7

f (1, 14 ) = 4.75 f (- 1,1) = 7 f (- 1, - 1) = 11

f (1, 14 ) = 4.75 f (0,1) = 8 f (0, - 1) = 8

Nilai Minimum mutlak adalah di (0,0) karena memberi nilai paling kecil dan nilai maximum
mutlak adalah pada (1, - 1) dan (- 1, - 1) karena kedua titik ini memberi nilai terbesar

Berikut adalah sketsa fungsi

16
Contoh 2
tentukan minimum mutlak dan maksimum mutlak f (x,y) = 2 x 2 - y 2 + 6 y pada disk di radius 4,
x 2 + y 2 16.

Penyelesaian
Perhatikan bahwa disk radius 4 diberikan oleh pertidaksamaan dalam masalah. Pertidaksamaan
"kurang dari" disertakan untuk mendapatkan bagian dalam disk dan tanda sama dengan
disertakan untuk mendapatkan batas. Tentu saja, ini juga berarti bahwa batas disk adalah
lingkaran jari-jari 4.
Langkah pertama tentukan titik kritis fungsi didaerah dalam disk. Dengan menghitung dua
turunan orde pertama terhadap x lalu terhadap y, diperoleh
fx=4x fy=-2y+6

Untuk menentukan titik kritis, kedua persamaan diatas bernilai 0


4x=0

-2y+6=0
Persamaan pertama bahwa x = 0 dan yang kedua bahwa y = 3. Jadi satu-satunya titik kritis untuk
fungsi ini (0,3) dan ini adalah dalam disk radius 4. nilai fungsi di titik kritis
ini, f (0,3) = 9
Langkah kedua menemukan titik kritis pada garis batas, Dalam hal ini kita tidak memiliki nilai
tetap dari x dan y pada batas. Sebagai gantinya, x 2 + y 2 = 16
Kita dapat menyelesaikan ini dengan mensubstitusi x2 kedalam f (x,y) untuk

mendapatkan fungsi y sebagai berikut:


x 2 = 16 - y 2

g (y) = 2 (16 - y 2) - y 2 + 6 y = 32-3 y 2 + 6 y


Kita perlu menentukan fungsi ekstrem mutlak ini pada interval -4 y 4 .

Pertama-tama kita membutuhkan titik kritis dari fungsi ini.


17
g '(y) = - 6 y + 6 y=1
Nilai fungsi pada titik kritis dan titik akhir adalah,
g (- 4) = - 40 g (4) = 8 g (1) = 35
Berbeda dengan contoh pertama kita masih akan perlu menentukan nilai-nilai x. Kita dapat
melakukan ini dengan cara mensubstitusi nilai y ke dalam persamaan dan menyelesaikan untuk y.
y = : - 4: x 2 = 16-16 = 0 x=0
y=: 4 x 2 = 16-16 = 0 x=0
y=:1 x 2 = 16 1 = 15 x=
15 = 3,87

Nilai fungsi g(y), maka akan sesuai dengan nilai-nilai fungsi untuk f (x,y)., diperoleh:
g (- 4) = - 40 f (0, - 4) = - 40
g (4) = 8 f (0,4) = 8
g (1) = 35 f (-
15 ,1) = 35 dan f(
15
,1) = 35

Jadi dengan membandingkan nilai nilai fungsi pada titik kritis f(x,y) , kita dapat lebih mudah
menemukanminimum mutlak pada titik (0,4), maksimal mutlak pada dua titik (- 15 ,1) dan (
15 ,1)

Ini gambar daerah yang dimaksud

18
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

19
A. Minimum dan Maksimum Relatif
1) Suatu fungsi f (x,y) dikatakan minimum relative pada titik (a,b) jika f(x,y) f(a,b) untuk
setiap titik (x,y) dalam daerah disekitar (a,b)
2) Suatu fungsi f (x,y) dikatakan maksimum relatif pada titik (a,b) jika f(x,y) f(a,b) untuk
setiap titik (x,y) dalam daerah disekitar (a,b)
Mengklasifikasi titik kritis berikut.
1. Jika D> 0 dan f xx (a,b) > 0 maka (a,b) adalah minimum relatif.
2. Jika D> 0 dan f xx ((a,b) < 0 maka ((a,b) adalah maksimum relatif.
3. Jika D < 0 maka (a,b) adalah titik pelana.
4. Jika D = 0 maka (a,b) mungkin minimum relatif, maksimum relatif atau titik pelana.

B. Minimum mutlak dan Maximum mutlak (Absolut Minimum dan MaximuM)


1. Suatu daerah di R 2 disebut tertutup jika daerah tersebut meliputi batasnya. Suatu daerah
disebut terbuka jika itu tidak termasuk titik batasnya.
2. Suatu daerah di R 2
disebut terbatas jika tercakup dalam suatu disk atau daerah yang
memiliki batas atau diliputi garis batas yang terbatas.
Menentukan Extreme Mutlak
1. Tentukan setiap titik kritis dari fungsi yang berada di daerah D and tetapkan nilai fungsi
pada masing masing titik.
2. Tentukan setiap fungsi extrema pada garis batas.
3. Nilai terbesar dan terkecil yang ditemukan pada dua langkah pertama adalah fungsi minimum
mutlak dan maksimum mutlak.

20