Anda di halaman 1dari 2

Ardiningsasi, S.M., A.M. Umiyati dan I.K. Sumediono. 1995.

Tinjauan genetik pada ayam Kedu


melalui pengamatan karakteristik polimorfisme albumin (Alb) dan Transferrin (Tf) darah.
Pros. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan, Balitnak.
Ditjen Pkh. 2010. Buku Statistik Peternakan. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kementerian Pertanian, Jakarta.
Falcorner, D.S and T.C. Mackay. 1996. Introduction to Quantitative Genetic. 4th Edition.
Longman Group Ltd, England.

Griffing, B. 1956. Concept of general and specific combining ability in relation to diallel cross.
Aust. J. Anim. Sci. 58 (4):863-493.

Iskandar, S. dan Risnawati, H.R. 1999. Potensi Daging Ayam Silangan (F1) Pelung ><
Kampung yang Diberi Ransum Berbeda pada Masa Stater. Jurnal Pengembangan
Peternakan Tropis (SUPL): 29 42.

Mansjoer, S.S. 1989. Pengembangan ayam Kampung di Indonesia. Disampaikan pada Seminar
Peran Unggas Lokal di Indonesia. Semarang, 28 September 1989. Lustrum V, Fakultas
Peternakan, Universitas Diponegoro, Semarang.
Noor, R.R. 1996. Genetika Ternak. Penebar Swadaya, Jakarta.
Resnawati, H. 2005. Kebutuhan energi metabolis ransum ayam silang pada pemeliharaan
intensif. J. Pengembangan Peternakan Tropis. Edisi Spesial November. Buku 2. Hal: 23-
26.

Saadey, S. Mekky, A. Galal, H.I. Zaky and A. Zein El-Dein. 2008. Diallel crossing analysis for
body weight and egg production traits of two native Egyptian and two Exotic chicken
breeds. Int. J Poult. Sci. 7(1):64-71

Sartika T. 2000. Studi keragaman fenotipik dan genetik ayam Kampung (Gallus gallus
domesticus) pada populasi dasar seleksi. Tesis. Program Pascasarjana, Institut Pertanian
Bogor, Bogor.
Sartika, T. 2005. Peningkatan mutu bibit ayam Kampung melalui seleksi dan penggunaan
penanda genetik promotor prolaktin dalam MAS (Marker Assisted Selection) untuk
mempercepat seleksi. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sartika T, Iskandar S. 2007. Mengenal Plasma Nutfah Ayam Indonesia dan Pemanfaatannnya.
Balai Penelitian Ternak. Bogor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bogor.
Sartika, T.S, Iskandar, L.H. Prasetyo, H. Takahashi dan M. Minezawa. 2004. Kekerabatan
genetik ayam Kampung, Pelung, Sentul dan Kedu Hitam dengan menggunakan penanda
DNA mikrosatelit. I. Grup pemetaan pada makro kromosom. JITV 9(2): 81 86.
Sohail MU, Ijaz A, Yousaf MS, Ashraf K, Zaneb H, Aleem M, Rehman H. 2010. Alleviation
of cyclic heat stress in broilers by dietary supplementation of mannan-oligosaccharide
and Lactobacillus- based probiotic: Dynamics of cortisol, thyroid hormones, cholesterol,
Creactive protein, and humoral immunity. Poult Sci 89 : 1934-938

Sonaiya, E.B. 2007. Family poultry, food security and the impact of HPAI. J. Worlds Poult. Sci.
63: 132138.

Sulandari S dan Zein MSA. 2003. Panduan Praktis Laboratorium DNA. Bidang Zoologi.
Bogor. Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sulandari, S., M.S.A. Zein and T. Sartika. 2008. Molecular characterization of Indonesian
Indigenous chickens based on Mitochondrial DNA Displacement (D)-loop Sequences.
Hayati J. Biosciences 15(4): 145 154.

Sulandari S, Zein MSA, Paryanti S, Sartika S. 2007 . Taksonomi dan asal usul ayam
domestikasi. Keanekaragaman Sumber Daya Hayati Ayam Lokal Indonesia. Manfaat dan
Potensi. Bogor Pusat Penelitian Biologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pp: 5-
23.

Tambasco, DD, Paz, CCP, Tambasco-Studart, M, Pereira, AP, Alencar, MM, Freitas, AR,
Coutinho, LL, Packer, IU, Regitano, LCA. 2003. Candidate genes for growth traits in
beef cattle cosses Bos Taurus x Bos indicus. J Anim Breed Genet 120 : 51-56

Yassin, R.F, H.S. Imam Rahayu dan S. Darwanti. 2005. Sifat reproduksi persilangan antara ayam
Pelung-Merawang dan Merawang-Pelung dan dengan tetuannya. J. Pengembangan
Peternakan Tropis. Edisi Spesial November. Buku 1. Hal: 165172