Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas
dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu/kelompok
dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
mewujudkan derajat kesehatan masyarakat.
Pengertian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah adalah upaya untuk
memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan
mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
mewujudkan sekolah sehat. Sekolah sehat adalah sekolah yang mampu menjaga dan
meningkatkan kesehatan masyarakat sekolah dan untuk pertumbuhan fisik dan
perkembangan kecerdasan anak sekolah melalui berbagai upaya kesehatan .
Menyadari bahwa perilaku adalah sesuatu yang rumit, perilaku tidak hanya
menyangkut dimensi kultural yang berupa sistem nilai dan norma, melainkan juga
dimensi ekonomi, yaitu hal-hal yang mendukung perilaku. Maka promosi kesehatan
dan PHBS diharapkan dapat melaksanakan strategi yang bersifat paripurna
(komprehensif), khususnya dalam menciptakan perilaku baru. Kebijakan Nasional
Promosi Kesehatan telah menetapkan tiga strategi dasar promosi kesehatan dan
PHBS (Dinas Kesehatan Kota Surabaya, 2009).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan paradigma
sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat yang berorientasi sehat,
bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatannya baik fisik,
mental, spiritual, maupun sosial. Selain itu juga program perilaku hidup bersih dan
sehat bertujuan memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi
perorangan, kelompok, keluarga, dengan membuka jalur komunikasi, informasi, dan
edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehingga para anak
didik kelas I di ENDE 3 yang berjumlah 100 orang, 50 perempuan dan 50 laki-laki
yang belum mengetahui tentang mencuci tangan dan menyikat gigi dengan
benar dapat terhindar dari masalah, seperti sakit gigi dan sakit perut yang dapat
mengganggu proser beljarnya maka kami dari mahasiswa PROGRAM STUDI
KEPERAWATAN ENDE tertarik untuk melakukan penyuluhan di SD tersebut.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kagiatan PHBS (Perilaku Hidup Sehat dan Bersih)
diharapkan para siswa mampu memelihara kesehatan dirinya sendiri dari
kondisi lingkungan disekitarnya.

2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan kegiatan PHBS para siswa dapat :
Mengetahui dan menjelaskan PHBS (Perilaku Hidup Sehat dan Bersih).
Memahami dan menjelaskan penyebab dan dampak jika tidak malakukan
PHBS (Perilaku Hidup Sehat dan Bersih).
Mendemonstrasikan PHBS (Perilaku Hidup Sehat dan Bersih).
Mempraktekan dan mengajarkan kepada teman-temannya tentang
pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Sehat dab Bersih).
C. Sasaran
1. SD
2. Siswa/siswi
3. Lingkungan sekitarnya

D. Manfaat
1. Bagi siswa/siwi bisa mengetahui cara PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
2. Agar lingkungan sehat dan bersih
3. Mengembagkang perilaku PHBS

E. Nama Kegiatan
Penyuluhan tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

F. Peserta
Peserta 70 orang siswa Kelas I SDN 11 Baruga

G. Langkah Pencapaian Tujuan


1. Tahap persiapanMembentuk kepanitiaan kegiatan
a. Melakukan koordinasi untuk menetukan waktu pelaksanaan pertemuan.
b. Menyusun proposal (pre planning).
c. Melakukan proses bimbingan pelaksanaan kegiatan.

2. Tahap- tahap pelaksanaan.


a. Tempat :
b. Waktu :
Hari :
Tanggal :
Pukul :

3. Pelaksana :
a. Seluruh mahasiswa prodi keperawatan ende
b. Dosen PJK Prodi Keperawatan ende

4. Strategi atau langkah pelaksanaan


a. Kegiatan :
Kegiatan pendahuluan : perkenalan dan penjelasan tujuan
pelaksanaan kegiatan PHBS (Perilaku Hidup Sehat dan Bersih).
Kegiatan inti : penyampaian materi, tanya jawab dan praktek
langsung tentang PHBS (Prilaku Hidup Sehat dan Bersih)
Kegiatan penutup : penarikan kesimpulan tentang PHBS (Prilaku
hidup Sehat dan Bersih)
Metode : ceramah, LCD dan tanya jawab.

b. Media :
a. Laptop
b. Infokus

5. Evaluasi
Sasaran evaluasi mencakup aspek :
a. Proses pelaksanaan
Aspek-aspek yang dinilai selama penyuluhan adalah Penilaian untuk
mengetahui proses penyelenggaraan penyuluhan.

b. Komponen yang dinilai :


Penerimaan paniti
Penyediaan materi penyuluhan
Penyediaan ruangan
Penyediaan alat bantu
Bantuan panitia dalam menyelesaikan masala
Kegunaan materi penyuluhan
c. Peserta
1. Penilaian untuk mengetahui tingkat penyerapan materi oleh peserta
penyuluhan
2. Komponen yang dinilai :
a. Kemampuan peserta menerima materi.
b. Sikap : penilaian tentang sikap perlu ada sistem penilaian
yang dilakukan terus menerus selama berlangsungnya
penyuluhan.
c. Kesimpulan diberikan melalui diskusi pada akhir penyuluhan
oleh pembimbing atau pengajar yang memberikan penilaian.
d. Disiplin : kehadiran semua perserta dalam kegiatan sesuai
jadwal yang telah ditentukan melaksanakan kegiatan tepat
waktu.
e. Kerja sama:
Pembimbing peserta dapat menerima pendapat atau
saran dan kritik peserta lain atau penyelenggara.
Pembimbing peserta mampu memberikan bantuan
apabila diperlukan oleh kelompok dan
lingkungannya.
f. Prakarsa
Menunjukan inisiatif dan kreatifitas, misalnya dalam
memanfaatkan waktu luang.
Mampu mengajukan saran yang bermanfaat bagi
tercapainya tujuan penyuluhan.
g. Kepemimpinan
Mampu diteladani oleh orang lain dalam sikap dan
perilaku sehari hari.
Menunjukan tanggung jawab sesuai dengan
perannya.
Kemampuan siswa untuk memperagakan tentang
materi yang diberikan.
H. Materi Penyuluhan
a. Menunjukan cara mencuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun
dengan benar.
b. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah.
c. Menyikat gigi dengan bersih dan benar.
d. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan.
e. Membuang sampah pada tempatnya.

I. Waktu Dan Tempat


Hari : Sabtu
Waktu : 08:00 wita - selesai
Tanggal : 24 September 2016
Tempat :

J. Alat dan Baha


a. Alat
Pantom Gigi
Sikat Gigi
Timbangan
Ember
gayung
b. Bahan
Odol / Pasta Gigi
Sabun
Air bersih
K. Agenda Acara
Terlampir

L. Susunan Penitia
Terlampir

BAB III
PENUTUP
A. kesimpulan
Demikian proposal ini kami sampaikan dengan harapan dapat di jadikan sebagai
acuan dalam pelaksanaannya sehingga kegiatan penyuluhan ini sesuai dengan tujuan
yang diharapkan.
B. Saran

Lampiran : I
Susunan kepanitiaan :

1. Devisi pengabdian masyarakat


Nama : 1. Simon Nerenpores Gare
2. Yohana Angelicha Lasa

2. Devisi perlengkapan
Nama :
3. Devisi keamanan
Nama :
4. Devisi konsumsi
Nama :
5. Devisi acara
Nama :
6. Devisi dokemtasi
Nama :

Lampiran : II
Agenda Acara

JAM KEGIATAN PENYAJI MODERATOR


08.00-08.05 Pembukaan
08.05-08.10 PembacaanDoa
08.10-08.20 SambutanKepalaSekolah

08.20-08.30 SambutanDosenPembimbing

08.30-09.00 PersentasiMateriTentangPHBS

Praktek Langsung Tentang


09.00-09.30 PHBS (Mencuci Tangan dan
Menyikat Gigi Dengan Benar)

PembacaanDoadan Penutup
09.30-10.00
FotoBersama/ Dokumentasi
10.00-selesai