Anda di halaman 1dari 4

UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN

PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DAN

DEMONSTRASI CUCI TANGAN DI RUMAH WARGA

I. LATAR BELAKANG

Untuk mencapai visi Indonesia Sehat 2010, Pusat Promosi Kesehatan, Departemen
Kesehatan, telah melakukan upaya pemberdayaan masyarakat dengan melakukan sosialisasi
mengenai pentingnya PHBS pada tingkatan rumah tangga. Apa dan bagaimana upaya PHBS
tersebut, berikut rangkuman sumber pustaka dari Pusat Promosi Kesehatan (Promkes), Depkes
RI.
PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga
anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat
berperan aktif dalam kegiatan kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan
kegiatan kesehatan di masyarakat
PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan
beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium,
member bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang
samapah pada tempatnya, membersihkan lingkungan.. Setiap rumah tangga dianjurkan untuk
melaksanakan semua perilaku kesehatan.
Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 (sepuluh) PHBS di Rumah
Tangga yaitu :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

2. Memberi ASI ekslusif

3. Menimbang bayi dan balita

4. Menggunakan air bersih

5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

6. Menggunakan jamban sehat


7. Memberantas jentik di rumah

8. Makan buah dan sayur setiap hari

9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari

10. Tidak merokok di dalam rumah

Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan
tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan
memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan sabun dikenal juga sebagai salah satu
upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan seringkali menjadi agen yang
membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik
dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan
lain seperti handuk, gelas).
Tangan yang bersentuhan langsung dengan kotoran manusia dan binatang, ataupun cairan
tubuh lain (seperti ingus, dan makanan/minuman yang terkontaminasi saat tidak dicuci dengan
sabun dapat memindahkan bakteri, virus, dan parasit pada orang lain yang tidak sadar bahwa
dirinya sedang ditularkan
PBB telah mencanangkan tanggal 15 Oktober sebagai Hari Mencuci Tangan dengan
Sabun Sedunia. Ada 20 negara di dunia yang akan berpartisipasi aktif dalam hal ini, salah satu
di antaranya adalah Indonesia.

II. PERMASALAHAN MASYARAKAT


Tingginya angka kejadian penyakit terutama penyakit menular merupakan permasalah
yang paling sering ditemukan di lingkungan rumah. Hal ini disebabkan oleh kurang nya
pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu persalinan yang
masih banyak ditolong oleh dukun tak terlatih merupakan faktor risiko terjadinya komplikasi
kehamilan hingga kematian pada ibu. Selain itu perilaku orang tua yang merokok di
lingkungan rumah cenderung mempermudah anak-anak untuk mengalami penyakit. Diare
merupakan salah satu penyakit menular yang paling sering dialami oleh seluruh kelompok usia,
terutama pada anak. Hal ini salah satunya disebabkan kurangnya higien individu misalnya
kebiasaan cuci tangan yang jarang untuk dilakukan sehingga mempermudah penularan
penyakit melalui saluran cerna.

III. PEMILIHAN INTERVENSI

Berdasarkan permasalahan yang terjadi di atas maka dilakukan penyuluhan mengenai


perilaku hidup bersih dan sehat serta demonstrasi cuci tangan dengan menggunakan sabun.

IV. PELAKSANAAN

Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja ini diadakan di salah satu rumah warga di Dua
limpoe pada tanggal 18-9-2012. Kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan adat yang dilakukan
oleh warga di dualimpoe. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan Perilaku hidup bersih dan sehat
dengan 10 indikator yang dibawakan menggunakan sarana flipchart. Setelah itu dilanjutkan
dengan demonstrasi yang dilakukan dengan menggunakan sarana air mengalir dan sabun yang
dilakukan di depan warga.

V. EVALUASI
Evaluasi Struktur
Persiapan kegiatan penyuluhan dilakukan satu minggu sebelumnya.
Evaluasi Proses
Peserta yang hadir kurang lebih 40 orang . Pelaksanaan penyuluhan berjalan sebagaimana
yang diharapkan dimana peserta aktif melontarkan pertanyaan dan mengikuti demontrasi
cuci tangan dengan penuh antusias.
Evaluasi Hasil
Warga memahami 10 indikator dari perilaku hidup bersih dan sehat serta mengetahui waktu
cuci tangan yang dianjurkan dan mengaplikasikan tindakan cuci tangan dengan baik dan
benar.

PESERTA PENDAMPING
dr. Berry Erida Hasbi dr.H.Gusaidi, S.Ked