Anda di halaman 1dari 6

1.

1 Definisi Operasional

Definisi operasional yaitu mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati, sehingga
memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena.
Definisi operasional ditentukan berdasarkan parameter yang dijadikan ukuran dalam penelitian. Sedangkan cara pengukuran
merupakan cara dimana variabel dapat diukur dan ditentukan karakteristiknya (Kasmadi, 2014).

Tabel 3.1 Definisi Operasional Hubungan Dukungan Keluarga dengan Penatalaksanaan Manajemen Diabetes Mellitus pada
Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Menteng Palangka Raya

No Variabel Definisi Operasional Parameter Alat Ukur Skala Kategori


Variabel Independen
1. Dukungan Dukungan keluarga Dimensi dukungan Kuesioner Ordinal a.Nilai :
Keluarga adalah dukungan yang keluarga : Hensarling Pertanyaan positif:
diberikan keluarga pada - Dimensi emosional Diabetes Selalu : 4
pasien diabetes mellitus - Dimensi Family
yang terdiri atas 4 penghargaan Support Sering : 3
(empat) dimensi - Dimensi informasi Scale Jarang : 2
dukungan yaitu dimensi - Dimensi (HDFSS) Tidak pernah : 1
emosional, dimensi instrumental Pertanyaan negatif:
penghargaan, dimensi Tidak pernah : 4
informasi dan dimensi
instrumental. Jarang : 3
Sering : 2
Selalu : 1
b. Rumus :
N = a x 100%
b
N = Nilai Skor
a = jumlah Skor
diperoleh
b = jumlah Skor
maksimal (116)
c. Kategori
Baik : Bila
keluarga penderita
DM tipe 2
mendapatkan skor
72,5 dari 29
pertanyaan
Kurang baik : Bila
keluarga penderita
DM tipe 2
mendapatkan
skor < 72,5 dari 29
pertanyaan
Sub Variabel Dependen : Penatalaksanaan Diabetes Melitus
a. Pengetahuan Pengetahuan DM Tahu tentang Penyakit Kuesioner. Ordinal Diukur dengan
DM merupakan pengetahuan Dm meliputi : dengan skala
yang harus dimiliki oleh Definisi,Penyebab, Gutmaan.
penderita DM mengenai Gejala,Penatalaksanaan Penilaian :
penyakit Diabetes dan Benar : 1
Mellitus (definisi, Pencegahan DM tipe 2 Salah : 0
penyebab, gejala,
penatalaksanaan dan Kategori :
pencegahan DM tipe 2) Baik skor : 5
Kurang baik skor :
<5
b. Manajemen Manajemen diet - Frekuensi makan Kuesioner. Ordinal Diukur dengan
Diet merupakan - Jadwal makan menggunakan skala
pengontrolan diet yang - Jenis makanan Likert.
harus dilakukan oleh - Porsi makanan Penilaian :
penderita DM yang Selalu : 3
meliputi frekuensi Kadang-kadang : 2
makan, jadwal makan Tidak pernah : 1
yang teratur serta jenis Kategori :
makanan yang dimakan Baik : skor 20
Kurang baik :
skor < 20
c. Aktivitas fisik Aktivitas fisik adalah - Jenis olahraga yang Kuesioner. Ordinal Diukur dengan
Latihan fisik yang dilakukan menggunakan skala
teratur yang harus - Frekuensinya per Likert.
dilakukan oleh Penilaian :
minggu
penderita diabetes yang Selalu : 3
- Waktu berolahraga
meliputi olahraga yang Kadang-kadang : 2
bersifat aerobik seperti Tidak pernah : 1
jalan, lari pagi, Kategori :
bersepeda, atau Baik : skor 12
berenang Kurang baik : skor
< 12
d. Terapi Terapi farmakologi - Jenis obat yang Kuesioner . Ordinal Diukur dengan
farmakologi merupakan terapi digunakan menggunakan skala
pengobatan dan - Waktu penggunaan Likert.
pengontrolan kadar gula Penilaian :
obat
darah yang harus Selalu : 3
- Frekuensi dalam
dilakukan oleh penderita Kadang-kadang : 2
diabetes tipe 2 secara penggunaan obat Tidak pernah : 1
teratur - Pengontrolan kadar Kategori :
gula darah Baik : skor 10
Kurang baik : skor
< 10
Variabel Dependen
2. Penatalaksanaan Penatalaksanaan Penatalaksanaan DM Kuesioner Ordinal Penilaian
Diabetes Diabetes adalah - Pengetahuan DM Penatalaksanaan
Mellitus pengelolaan diabetes - Manajemen diet DM
- Aktifitas fisik a. Nilai
mellitus yang harus
- Intervensi 1) Pengetahuan
dilakukan oleh pasien Farmakologis baik : skor jawaban
diabetes mellitus tipe 2 benar : 5
yang meliputi 2) Manajemen Diet
pengetahuan DM , baik skor : 20
manajemen diet, aktifitas 3) Aktivitas fisik
fisik dan intervensi baik Skor : 12
farmakologis. 4) Terapi
farmakologi baik
skor : 10
b. Rumus :
N = a x 100%
b
N = Nilai Skor
a = jumlah Skor
diperoleh
b = jumlah Skor
maksimal (73)
c. Kesimpulan
Penilaian ke 4 pilar:
Baik : Bila penderita
DM tipe 2
mendapatkan skor
65 dari jumlah ke
4 pilar
Penatalaksanaan
DM
Kurang baik : Bila
penderita DM tipe 2
mendapatkan skor <
65 dari jumlah ke 4
pilar
Penatalaksanaan
DM