Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

PENCEGAHAN ATAU PEMBINAAN KELUARGA

4.1 Genogram Keluarga Tn. M. Butar-Butar


Tn. M. Butar-Butar / 42 tahun Ny. Fetty / 34 tahun

Marcell / 14 th Jessica / 5 th M. Dava / 1 th 8 bl

4.2 Home Visite (9 Fungsi Keluarga)


4.2.1 Fungsi Holistik
Fungsi holistik adalah fungsi keluarga yang meliputi fungsi
biologis, psikologis, dan sosial ekonomi.
a. Fungsi Biologis: Didalam keluarga ini tidak terdapat penyakit yang
menurun seperti thalasemia, hemofilia, buta warna, dll. Di dalam
keluarga ini juga tidak terdapat penyakit menular yang terjadi sebelum
Ny. Fetty terdiagnosis TB Paru.
Riwayat penyakit kronis di derita oleh ibu Ny. Fetty, yaitu penyakit
stroke, yang mengakibatkan ibu nya meninggal 6 tahun yang lalu.
b. Fungsi Psikologis: Keluarga ini memiliki fungsi psikologis yang baik.
Hubungan antar anggota keluarga harmonis dan sangat akrab.
c. Fungsi Sosial Ekonomi: Kondisi ekonomi keluarga ini menengah. Tn.
Butar-Butar selaku kepala keluarga bekerja sebagai karyawan swasta
dengan penghasilan 2.000.000/bulan sedangkan Ny. Fetty sudah
tidak bekerja. Anak pertama, Marcell, sedang duduk di kelas 2 SMP
Negeri 24 Palembang. Tidak ada pungutan untuk biaya sekolah

26
Marcell. Anak kedua, Jessica, masih sekolah TK dengan biaya sekolah
Rp 60.000/bulan. Keluarga ini berperan aktif dalam setiap kegiatan dan
kehidupan sosial di masyarakat seperti pengajian, dsb.
4.2.2 Fungsi Fisiologis
Keluarga diukur dengan skor APGAR, yaitu skor yang digunakan
untuk menilai fungsi keluarga ditinjau dari sudut pandang setiap anggota
keluarga terhadap hubungannya dengan anggota keluarga yang lain. Skor
APGAR meliputi:
a. Adaptation: keluarga ini sudah mampu beradaptasi antar sesama
anggota keluarga, saling mendukung, saling menerima dan
memberikan saran satu dengan yang lainnya.
b. Partnership: komunikasi dalam keluarga ini sudah baik, mereka saling
membagi, saling mengisi antar anggota keluarga dalam setiap masalah
yang dialami oleh keluarga tersebut.
c. Growth: Keluarga ini juga saling memberikan dukungan antar anggota
keluarga akan hal-hal yang baru yang dilakukan anggota keluarga
tersebut.
d. Affection: Interaksi dan hubungan kasih sayang antar anggota keluarga
ini sudah terjalin dengan cukup baik.
e. Resolve: Keluarga ini memiliki rasa kebersamaan yang cukup tinggi
dan kadang-kadang menghabiskan waktu bersama dengan anggota
keluarga lainnya.
Adapun skor APGAR keluarga ini adalah 7,5, dengan interpretasi
cukup (data terlampir).
4.2.3 Fungsi Patologis
Fungsi patologis dinilai dengan skor SCREEM:
a. Social: Interaksi keluarga ini dengan tetangga cukup baik.
b. Culture: Keluarga ini memberikan apresiasi dan kepuasan yang cukup
terhadap budaya, tata karma, dan perhatian terhadap sopan santun.
Walaupun berasal dari dua budaya yang berbeda, namun hal ini tidak

27
menjadi hambatan dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Anak
penderita terkadang menggunakan bahasa batak.
c. Religious: Keluarga ini cukup taat menjalankan ibadah sesuai dengan
ajaran agama yang dianutnya.
d. Economic: Status ekonomi keluarga ini menengah.
e. Educational: Tingkat pendidikan Tn. Butar-Butar dan Ny. Fetty cukup
baik. Mereka berdua adalah seorang tamatan SMA.
f. Medical: Keluarga ini sudah mampu mendapat pelayanan kesehatan
yang memadai. Jika ada anggota keluarga yang sakit, mereka berobat
ke Puskesmas atau ke praktik dokter umum.
4.2.4 Fungsi Hubungan antarmanusia
Hubungan interaksi antar anggota keluarga sudah terjalin dengan
baik.
4.2.5 Fungsi Keturunan (genogram)
Fungsi genogram dalam keadaaan baik (sudah dijelaskan diatas).
4.2.6 Fungsi Perilaku (Pengetahuan, sikap, dan tindakan)
Pengetahuan tentang kesehatan keluarga ini sudah cukup baik,
sikap sadar akan kesehatan dan beberapa tindakan yang mencerminan pola
hidup sehat sudah dilakukan dengan baik.
4.2.7 Fungsi Non-perilaku (Lingkungan, pelayanan kesehatan, keturunan)
Lingkungan rumah tergolong sehat karena terdapat banyak pohon
dan tanaman pada halaman rumah yang sangat luas. Para tetangga
menjalin kerjasama dengan baik. Keluarga ini juga aktif memeriksakan
diri ke tempat pelayanan kesehatan. Jarak rumah dengan puskesmas/rumah
sakit cukup jauh.
4.2.8 Fungsi Indoor
Gambaran lingkungan dalam rumah sudah memenuhi syarat-syarat
kesehatan. Lantai berbahan keramik yang dalam keadaan bersih. Pada
ruang tengah, lantai dilapisi dengan karpet yang cukup tebal. Dinding
berbahan beton yang di cat dan dalam keadaan bersih. Terdapat tiga kamar
yang terdiri dari masing-masing satu jendela dengan ventilasi, sirkulasi

28
udara, dan pencahayaan cukup baik. Pada dapur, terdapat satu buah
jendela dengan ventilasi, sirkulasi udara, dan pencahayaan cukup baik. Di
ruang tengah terdapat dua buah jendela dan satu pintu yang selalu terbuka
lebar.
Sumber air bersih terjamin karena keluarga menggunakan air PAM.
Jamban ada di dalam rumah. Pengelolaan feses melalui septik tank.
Pengelolaan sampah dan limbah sudah cukup baik karena keluarga
membuang sampah di bak pembuangan sampah sekitar lingkungan tempat
tinggal.
4.2.9 Fungsi Outdoor
Gambaran lingkungan luar rumah sudah cukup baik. Jarak rumah
dengan jalan raya cukup jauh tidak terlalu jauh, yaitu 500 meter. Tidak
ada kebisingan disekitar rumah. Jarak rumah dengan sungai jauh. Tempat
pembuangan umum tidak jauh dari lokasi rumah, 500 meter. Terdapat
kandang ayam di samping rumah.

4.3 Upaya Pencegahan dan Pembinaan


Upaya pencegahan dan pembinaan yang saya ajukan selaku
Pembina kesehatan keluarga Ny. Diana dapat ditinjau dari diseased-
oriented point of view, yaitu dalam rangka tatalaksana penyakit Ny. Fetty
berupa tuberkulosis, saya membagi penatalaksanaan menjadi dua bagian
utama, yaitu penatalaksanaan non farmakologis dan farmakologis. Pada
penatalaksanaan non farmakologis, saya menekan pada konsep
komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Penjelasan mengenai penyakit
yang diderita, penyebab penyakit, dan hal-hal yang dapat memperparah
penyakit saya berikan kepada pasien. Penjelasan bahwa batuk yang
dirasakan berasal dari gangguan paru dan kekhawatiran mengenai
komplikasi penyakitnya dapat dicegah bila pasien berobat, kontrol teratur,
dan tidak putus obat. Saya juga menekankan pentingnya kepatuhan di
dalam penatalaksanaan, yaitu meminum OAT secara teratur. Edukasi yang
diberikan meliputi pemakaian masker, tidak meludah atau membuang

29
dahak sembarangan, menjamin sirkulasi udara di rumah baik,
mengkonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat tinggi protein, menjemur
kasur bantal dan tempat tidur terutama pada pagi hari, dan memisahkan
semua barang yang digunakan penderita baik dalam mencucinya serta
tidak boleh digunakan orang lain.
Penatalaksanaan farmakologis yang saya berikan pada Ny. Fetty
berupa OAT selama 6 bulan, dimulai dengan pengobatan intensif terlebih
dahulu selama 2 bulan. Pada pengobatan awal, os diberikan obat OAT
FDC (fixed dose combination) selama satu minggu yang diminum setiap
hari. Setelah hari terakhir meminum obat, os diminta kembali ke
Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan minggu berikutnya. Os
diberikan vitamin B complex sebanyak 1x1 tablet sebagai vitamin harian
untuk meningkatkan energi.

30