Anda di halaman 1dari 6

Semester 2. Mineral Pembentuk Batuan.

POSTED BY BONDANEDDYANA AUGUST 28, 2013 LEAVE A COMMENT


MINERAL PEMBENTUK BATUAN

Batuan

Merupakan bahan penyusun kerak bumi, yang tersusun atas bahan yang disebut mineral.

Mineral merupakan senyawa kimia padat yang tersusun secara alami.

Mineral

Mineral berasal dari magma yaitu suatu cairan silikat kimia, baik logam maupun non logam.
Mineral ini terbentuk karena proses kristalisasi pada temperatur tertentu ketika terjadi proses
pendinginan.Sekitar 100 jenis disebut sebagai batu permata. Batu permata ini sangat banyak
jenisnya tetapi jarang ditemukan dan sangat berharga. Mineral yang digunakan sebagaibatu
permata mempunyai kekerasan yang besar.

Secara fisik

mineral ini merupakan kristal dalam berbagai bentuk, hal ini tergantung kedudukan dan
banyaknya bidang kristal. Warnanya berbagai macam mencerminkan komposisi unsur yang
menyusunya. Mineral setelah mengalami pengolahan seperti pemotongan dan penggosokan
akan bertambah indah bentuk dan warnanya, sering disebut batu permata yang bisa dipakai
sebagai perhiasan

Batuan Beku

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, api) adalah jenis batuan yang
terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi,
baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan
sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair
ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses
pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan
tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil
dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.
Batuan beku yaitu batuan yang terbentuk sebagai hasil dari kumpulan mineral-mineral silikat
hasil penghabluran magma yang mendingin (Walter T Huang, 1962). Berdasarkan teksturnya
batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Perbedaan
antara keduanya bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik
umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-
mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan
granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya
terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api)
sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering
dijadikan pondasi rumah), dan dacite

Kandungan Mineral

1 Kandungan mineral gelap ( mafic )

Leukokratic = 0 33 %

mesocratic = 34 66 %

Melanokratic = 67 100 %

1 Kandungan kimia

SiO2, FeO, MgO

1 Kandungan SiO2 > 66% => batuan beku asam

66 52 % => batuan beku menengah

52 45 % => batuan beku basa

< 45 % => batuan beku ultra basa

Mineral penyusun batuan beku

Mafic ( mineral gelap )

1. Olivine
2. Pyroxene
3. Amphibole
4. Biotite
Felsic ( mineral terang )

1. Plagio Clase
2. Potassium Feldspor
3. Muscovite
4. Quartz
Batuan Sedimen

Mineral Pembentuk

1. Kuarsa
2. Felspar
3. Mika
Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut
Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batupasir, batu lempung
* Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk
butitan yang bersudut
* Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan
bentuk butiran yang membudar
* Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm
* Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm
* Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm

Batuan sediment ini bisa digolongkan lagi menjadi beberapa bagian diantaranya batuan
sediment klastik, batuan sediment kimia, dan batuan sediment organik. Batuan sediment
klastik terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses
transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik bervariasi dari mulai ukuran lempung
sampai ukuran bongkah. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan penyimpan hidrokarbon
(reservoir rocks) atau bisa juga menjadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source
rocks). Contohnya batu konglomerat, batu pasir dan batu lempung. Batuan sediment kimia
terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan
pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Contohnya anhidrit dan batu garam (salt).
Batuan sediment organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan ini
biasanya menjadi batuan induk (source) atau batuan penyimpan (reservoir). Contohnya
adalah batugamping terumbu.
Batuan Metamorf

batuan yang berasal dari batuan induk yang mengalami perubahan tekstur dan komposisi
mineral pada fasa padat sebagai akibat perubahan kondisi fisika tekanan, temperatur, atau
tekanan dan temperatur (HGF Winkler, 1967 dan 1979). Akibat bertambahnya temperature
dan/atau tekanan, batuan sebelumnya akan berubah tekstur dan strukturnya sehingga
membentuk batuan baru dengan tekstur dan struktur yang baru pula. Contoh batuan tersebut
adalah batu sabak atau slate yang merupakan perubahan batu lempung. Batu marmer yang
merupakan perubahan dari batu gamping. Batu kuarsit yang merupakan perubahan dari batu
pasir.Apabila semua batuan-batuan yang sebelumnya terpanaskan dan meleleh maka akan
membentuk magma yang kemudian mengalami proses pendinginan kembali dan menjadi
batuan-batuan baru lagi.
salah satu kelompok utama batuan yang merupakan hasil transformasi atau ubahan dari suatu
tipe batuan yang telah ada sebelumnya, protolith, oleh suatu proses yang disebut
metamorfisme, yang berarti perubahan bentuk. Protolith yang dikenai panas (lebih besar
dari 150 Celsius) dan tekanan ekstrim akan mengalami perubahan fisika dan/atau kimia yang
besar. Protolith dapat berupa batuan sedimen, batuan beku, atau batuan metamorf lain yang
lebih tua. Beberapa contoh batuan metamorf adalah gneis, batu sabak, batu marmer, dan skist.
Batuan metamorf menyusun sebagian besar dari kerak Bumi dan digolongkan berdasarkan
tekstur dan dari susunan kimia dan mineral (fasies metamorf) Mereka terbentuk jauh dibawah
permukaan bumi oleh tegasan yang besar dari batuan diatasnya serta tekanan dan suhu tinggi.
Mereka juga terbentuk oleh intrusi batu lebur, disebut magma, ke dalam batuan padat dan
terbentuk terutama pada kontak antara magma dan batuan yang bersuhu tinggi.
Penelitian batuan metamorf (saat ini tersingkap di permukaan bumi akibat erosi dan
pengangkatan) memberikan kita informasi yang sangat berharga mengenai suhu dan tekanan
yang terjadi jauh di dalam permukaan bumi.

Mineral Pembentuk antara lain

1 Kuarsa * muskovit

2 Hornblenda *dolomit

3 Brotit * plagioklas

4 Ortoblas * kalsit
Kekerasan mineral :

1. Talkum
2. Gipsum
3. Kalsit
4. Flourspar
5. Apatit
6. Oxtoklas
7. Kursa
8. Topaz
9. Korundum
10. intan
Sumber Pustaka
Rachman Sutanto. Dasar-Dasar Ilmu Tanah.2005. Yogyakarta
http. http://www.google.com / Mineral Pembentuk Batuan
Latar Belakang

Mineral adalah suatu zat yang berbentuk padat yang terjadi secara alamiah dengan
suatu komposisi kimia tertentu dan memiliki susunan atom yang teratur, biasanya terbentuk
secara anorganik. Sifat sifat fisik mineral di tentukan oleh struktur kristal dan dan
komposisi kimia nya. Mineral pembentuk batuan adalah mineral-mineral yang menyusun
suatu batuan dengan kata lain batuan yang terdiri dari berbagai macam mineral. Ada juga
terdapat batuan yang hanya terdiri dari satu mineral saja. Mineral merupakan senyawa alami
yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral termasuk tidak hanya bahankomposisi
kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni
dan garam sederhana sampai silikatyang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang
diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk).

Mineral pembentuk batuan dapat dibagi menjadi 3 :


Mineral utama (essential minerals)
Mineral ikutan / tambahan (accessory minerals)
Mineral sekunder (secondary mineral)

Mineral Utama (Essential minerals)


Pada dasarnya sebagian besar (99%) batuan beku hanya terdiri dari unsur utama yaitu
oksigen, silikon, alumunium, besi, kalsium, sodium, potasium, dan magnesium, unsur ini
membentuk mineral yang tergolong mineral utama yaitu:
Kuarsa
Plagioklas
Ortoklas
Olivin
Piroksin
Amfibol
Mikafelpatora

Mineral Ikutan / Tambahan (Accessory minerals)


Adalah mineral-mineral yang terbentuk oleh kristalisasi magma, terdapat dalam
jumlah yang sedikit (kurang dari 5%). kehadirannya tidak menentukan nama batuan. Contoh
dari mineral tambahan ini antara laian : Zirkon, Magnesit, Hematit, Pyrit, Rutil Apatit, Ganit,
Sphen.

Mineral Sekunder (Secondary mineral)


Merupakan mineral-mineral ubahan dari mineral utama, dapat dari hasil pelapukan,
reaksi hidrotermal maupun hasil metamorfosisme terhadap mineral utama. contoh dari
mineral sekunder antara lain : Serpentit, kalsit, serisit, kalkopirit, kaolin, klorit, pirit.