Anda di halaman 1dari 5

MALARIA

(ICD-10 : B54)
No. Dokumen : SOP/UKM/PO.01/012
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal terbit : 1 April 2017
Halaman : 1/4
UPT. PUSKESMAS dr. I GN B. Sastrawan Dj, M.Kes
KUTA SELATAN Nip.197101232000121004
1. Pengertian Merupakan suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang disebabkan oleh
parasit Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan
ditemukannya bentuk aseksual dalam darah, dengan gejala demam,
menggigil, anemia, dan pembesaran limpa.
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam mendiagnosis dan penatalaksanaan Malaria di
Puskesmas.
1. SK Kepala Puskesmas Kuta Selatan No. 100/76/Pusk KS/2017 tentang Standar
Layanan Klinis.
2. SK Kepala Puskesmas Kuta Selatan No.100/21/Pusk KS/2017 tentang Kebijakan
3. Kebijakan mutu.
3. SK Kepala Puskesmas Kuta Selatan No. 100/71/Pusk KS/2017 tentang
Kewajiban tenaga klinis dalam peningkatan mutu klinis dan keselamatan pasien.

4. Referensi Kemenkes RI No. 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Alat dan Bahan Laboratorium sederhana untuk pembuatan apusan darah, pemeriksaan darah
rutin dan pemeriksaan mikroskopis
6. Langkah-langkah 1. Melakukan Anamnesis
Keluhan
Demam hilang timbul, pada saat demam hilang disertai dengan
menggigil, berkeringat, dapat disertai dengan sakit kepala, nyeri otot
dan persendian, nafsu makan menurun, sakit perut, mual muntah,
dan diare.
Faktor Risiko
1. Riwayat menderita malaria sebelumnya.
2. Tinggal di daerah yang endemis malaria.
3. Pernah berkunjung 1-4 minggu di daerah endemik malaria.
4. Riwayat mendapat transfusi darah.
2. Melakukan Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik
1. Tanda Patognomonis
a. Pada periode demam:
Kulit terlihat memerah, teraba panas, suhu tubuh meningkat
dapat sampai di atas 400C dan kulit kering.
Pasien dapat juga terlihat pucat.
Nadi teraba cepat
Pernapasan cepat (takipneu)
b. Pada periode dingin dan berkeringat:
Kulit teraba dingin dan berkeringat
Nadi teraba cepat dan lemah.
Pada kondisi tertentu bisa ditemukan penurunan kesadaran.
2. Kepala : Konjungtiva anemis, sklera ikterik, bibir sianosis,
dan pada malaria serebral dapat ditemukan kaku
kuduk.
3. Toraks : Terlihat pernapasan cepat.
4. Abdomen : Teraba pembesaran hepar dan limpa, dapat juga ditemukan
asites.
5. Ginjal : bisa ditemukan urin berwarna coklat kehitaman, oligouri atau
anuria.
6. Ekstermitas: akral teraba dingin merupakan tanda-tanda menuju
syok.
Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan hapusan darah tebal dan tipis ditemukan parasit
Plasmodium.
2. Rapid Diagnostic Test untuk malaria (RDT).
3. Melakukan Diagnosis
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis (Trias Malaria: panas
menggigil berkeringat), pemeriksaan fisik, dan ditemukannya parasit
plasmodium pada pemeriksaan mikroskopis hapusan darah tebal/tipis.
Klasifikasi
1. Malaria falsiparum, ditemukan Plasmodium falsiparum.
2. Malaria vivaks ditemukan Plasmodium vivax.
3. Malaria ovale, ditemukan Plasmodium ovale.
4. Malaria malariae, ditemukan Plasmodium malariae.
5. Malaria knowlesi, ditemukan Plasmodium knowlesi.
Diagnosis Banding
1. Demam Dengue
2. Demam Tifoid
3. Leptospirosis
4. Infeksi virus akut lainnya
4. Melakukan Penatalaksanaan Komprehensif
Penatalaksanaan
Pengobatan Malaria falsiparum
1. Lini pertama: dengan Fixed Dose Combination (FDC) yang terdiri
dari Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP) tiap tablet
mengandung 40 mg Dihydroartemisinin dan 320 mg Piperakuin.
Untuk dewasa dengan Berat Badan (BB) sampai dengan 59 kg
diberikan DHP per oral 3 tablet satu kali per hari selama 3 hari dan
Primakuin 2 tablet sekali sehari satu kali pemberian, sedangkan untuk
BB > 60 kg diberikan 4 tablet DHP satu kali sehari selama 3 hari dan
Primaquin 3 tablet sekali sehari satu kali pemberian. Dosis DHA = 2-
4 mg/kgBB (dosis tunggal), Piperakuin = 16-32 mg/kgBB (dosis

2/4
tunggal), Primakuin = 0,75 mg/kgBB (dosis tunggal).
2. Lini kedua (pengobatan malaria falsiparum yang tidak respon
terhadap pengobatan DHP): Kina + Doksisiklin/ Tetrasiklin +
Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/hari selama 7 hari),
Doksisiklin = 3,5 mg/kgBB per hari (dewasa, 2x/hari selama7 hari) ,
2,2 mg/kgBB/hari ( 8-14 tahun, 2x/hari selama 7 hari) , Tetrasiklin =
4-5 mg/kgBB/kali (4x/hari selama 7 hari).
Pengobatan Malaria vivax dan Malaria ovale
1. Lini pertama: Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP),
diberikan peroral satu kali per hari selama 3 hari, primakuin=
0,25mg/kgBB/hari (selama 14 hari).
2. Lini kedua (pengobatan malaria vivax yang tidak respon terhadap
pengobatan DHP): Kina + Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali
(3x/hari selama 7 hari), Primakuin = 0,25 mg/kgBB (selama 14 hari).
3. Pengobatan malaria vivax yang relaps (kambuh):
a. Diberikan lagi regimen DHP yang sama tetapi dosis primakuin
ditingkatkan menjadi 0,5 mg/kgBB/hari.
b. Dugaan relaps pada malaria vivax adalah apabila pemberian
Primakiun dosis 0,25 mg/kgBB/hari sudah diminum selama
14 hari dan penderita sakit kembali dengan parasit positif
dalam kurun waktu 3 minggu sampai 3 bulan setelah pengobatan.
Pengobatan Malaria malariae
Cukup diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari dengan dosis sama
dengan pengobatan malaria lainnya dan dengan dosis sama dengan
pengobatan malaria lainnya dan tidak diberikan Primakuin.
Pengobatan infeksi campuran antara Malaria falsiparum dengan
Malaria vivax/ Malaria ovale dengan DHP. Pada penderita dengan infeksi
campuran diberikan DHP 1 kali per hari selama 3 hari, serta DHP 1 kali
per hari selama 3 hari serta Primakuin dosis 0,25 mg/kgBB selama 14
hari.
Pengobatan malaria pada ibu hamil
1. Trimester pertama: Kina tablet 3 x 10mg/ kg BB + Klindamycin
10mg/kgBB selama 7 hari.
2. Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP tablet selama 3 hari.
3. Pencegahan/profilaksis digunakan Doksisiklin 1 kapsul 100
mg/hari diminum 2 hari sebelum pergi hingga 4 minggu setelah
keluar/pulang dari daerah endemis.
Pengobatan di atas diberikan berdasarkan berat badan penderita.
Komplikasi
1. Malaria serebral.
2. Anemia berat.
3. Gagal ginjal akut.
4. Edema paru atau ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome).
5. Hipoglikemia.
6. Gagal sirkulasi atau syok.
7. Perdarahan spontan dari hidung, gusi, alat pencernaan dan atau
3/4
disertai kelainan laboratorik adanya gangguan koagulasi
intravaskular.
8. Kejang berulang > 2 kali per 24 jam pendidngan pada hipertermia.
9. Asidemia (pH darah <7.25)atau asidosis (biknat plasma < 15
mmol/L).
10. Makroskopik hemoglobinuria karena infeksi malaria akut.
5. Memberikan Konseling dan Edukasi
Konseling dan Edukasi
1. Pada kasus malaria berat disampaikan kepada keluarga mengenai
prognosis penyakitnya.
2. Pencegahan malaria dapat dilakukan dengan :
a. Menghindari gigitan nyamuk dengan kelambu atau repellen
b. Menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari
c. Mengobati pasien hingga sembuh misalnya dengan pengawasan
minum obat
6. Melakukan pencatatan data pasien pada rekam medis
7. Melakukan rujukan bila diperlukan
Kriteria Rujukan
1. Malaria dengan komplikasi
2. Malaria berat, namun pasien harus terlebih dahulu diberi dosis awal
Artemisinin atau Artesunat per Intra Muskular atau Intra Vena dengan
dosis awal 3,2mg /kg BB.
Prognosis
Prognosis bergantung pada derajat beratnya malaria. Secara umum,
prognosisinya adalah dubia ad bonam. Penyakit ini dapat terjadi
kembali apabila daya tahan tubuh menurun.
7. Hal-hal yang perlu a. Anamnesis
diperhatikan b. Pemeriksaan fisik
c. komplikasi
8. Unit terkait Poli Umum
Ruang Laboratorium
Ruang farmasi
Puskesmas Pembantu
9. Dokumen terkait Register pasien
Rekam Medis
Formulir Informed Consent
Formulir Rujukan
10. Rekaman histori
perubahan Yang Tanggal mulai
No Isi perubahan
dirubah diberlakukan

MALARIA
(ICD-10 : B54)
No. Dok : DT/UKP/PO.01/012
DAFTAR
No. Revisi : 00
4/4
TILIK Tgl. Terbit : 1 April 2017
Halaman : 1/1

UPT. PUSKESMAS dr. I GN B. Sastrawan Dj, M.Kes


KUTA SELATAN Nip.197101232000121004

NO PROSEDUR PENILAIAN :
YA TIDAK TIDAK
BERLAKU
1 Melakukan Anamnesa
2 Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
3 Penegakan Diagnosis
4 Melakukan Penatalaksanaan secara komprehensif
5 Memberikan Konseling dan edukasi pada pasien
6 Melakukan pencatatan pada rekam medis pasien
7 Melakukan rujukan bila diperlukan
Total Score

Nilai Kepatuhan : .. %

Penilai : Yang Dinilai :

() (.)

5/4