Anda di halaman 1dari 7

PENYELENGGARAAN JENAZAH

DALAM ISLAM

NAMA KELOMPOK :

1. ACHMAD NUZULLAH THORIQ


2. DEFTYANA AINNUR ALIF
3. DINDA MAHDIYYAH SANTOSO
4. GAMA WIDIASTO
5. INDAH MUSTIKA RAHAYU

KELAS : XI IPA 3

KEWAJIBAN ORANG ISLAM TERHADAP JENAZAH

Kewajiban orang islam terhadap jenazah yang harus dilakukan ada empat, antara lain :
1. memandikan
2. mengafani
3. menyolatkan
4. menguburkan

Keempat kewajiban tersebut hukumnya fardu kifayah, maka belajarnya pun hukumnya kifayah.
Kardu kifayah adalah kewajiban melakukan pekerjaan dan dianggap gugur apabila sudah ada
yang melakukan pekerjaan tersebut.

BAB I

HUKUM DAN TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH

Memandikan jenazah ialah membersihkan seluruh tubuh jenazah dari segala kotoran yang berupa
najis maupun hadats. Hal ini dilakukan agar ketika jenazah tersebut menghadap Allah SWT
dalam keadaan bersih dan suci.

Hukum memandikan jenazah adalah fardu kifayah, sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas Takkala
seorang laki laki jatuh dari kendaraannya, lalu ia meninggal, Rasulullah SAW bersabda :
Mandikanlah ia dengan air serta daun bidadara (seseatu yang bias menghilangkan daki, seperti
sabun).

a. Persyaratan memandikan jenazah


1. Orang islam
2. Didapati jasad walaupun sedikit
3. Jenazah yang akan dimandikan bukan karena mati syahit
b. Orang yang berhak memandikan jenazah
1. Jika jenazah telah berwasiat pada seseorang, maka seseorang tersebut yang memandikan
2. Jika jenazah tidak berwasiat, maka yang berhak memandikannya adalah keluarga
terdekat
3. Jika keluarga tidak ada yang mampu, maka boleh menunjuk pada seseorang yang lebih
mengetahui ilmu dan hukum hukumnya serta dapat dipercaya
4. Tidak boleh dimandikan oleh orang yang punya dendam dengan mayat
c. Perlengkapan yang harus dipersiapkan untuk memendikan jenazah
1. Tempat yang tertutup
2. Air suci yang dicampur wewangian
3. Serbuk kapur barus untuk wewangian
4. Daun bidadara untuk menghilangkan adanya susuk
5. Cendana untuk wangi-wangian
6. Sarung tangan atau handuk tangan untuk membersihkan kotoran
7. Peralatan yang dapat digunakan untuk membersihkan kuku, telinga, dan hidung
8. Handuk untuk mengeringkan badan
9. Debu yang bersih dan suci
d. Niat memandikan jenazah
1. Niat memendikan jenazah laki-laki






Artinya : Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini
karena Allah Ta'ala
2. Niat memandikan jenazah perempuan






Artinya : Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini
karena Allah Ta'ala
e. Cara memandikan jenazah
Cara memandikan jenazah sesuai tuntutan Rasulullah SAW adalah :
1. Letakkan jenazah di tempat yan tertutup dan jauh dari pandangan umum kecuali
keluarga dan beberapa orang yang membantunya
2. Jenazah diletakkan membujur menghadap kiblat dengan kepala disebelah kanan
3. Usahakan meletakkan jenazah di tempat yang lebih tinggi
4. Lepaskan seluruh pakaian yang melekat dan menutup tubuh jenazah, serta pengikat dagu
dan pergelangan tangan untuk memudahkan proses pemandian
5. Lepaskan logam dan gigi palsu
6. Tutuplah bagian aurotnya dengan sekedarnya dan bagian lain yang tidak nyaman dilihat
7. Saat menyiram air pada bagian wajah, sebaiknya mata, hidung, mulut, dan telinganya
ditutup supaya tidak kemasukan air
8. Setiap memendikan dimulai dari anggota tubuh sebelah kanan, dan diusahakan angguta
tubuh terlebih dahulu
9. Melepaskan ikatan rambut, membersihkan dengan baik serta menyisirnnya. Jika
jenazahnya perempuan, rambut diikat menjadi tiga bagian dan meletakkannya
dibelakang
10. Usahakan posisi kepalanya lebih tinggi supaya air tidak mengenai kepala
11. Bersihkan kotpran najis dengan didudukan dan menekan bagian perutnya hingga
kotorannya keluar
12. Bersihkan rongga mulut dari riak atau darah kalau ada
13. Bersikkan kuku jari kaki dan tangan tanpa harus memotongnya
14. Disunahkan menyiram air mulai dari anggota badan yang kanan diawali kepala begian
kanan lalu ke bawah, kemudian bagian kiri teru diulang sebanyak tiga kali
15. Jenazah diwudlukan secara urut, tertib, dan rata serta mendahulukan anggita wudlu
bagian kanan
16. Kemudian menyiram seluruh tubuh sebelah kanan dan kiri sampai kebagian belakang
hingga ujung kaki
17. Lalu, gosok dengan air sabun hingga bersih. Ketika membalikkan jenazah hedaknya
dengan lembut agar tidak melukai jenazah
18. Menyiram seluruh tubuh hingga bersih minimal satu kali, jika kurang ulangi beberapa
kali hingga pada hitungan ganjil. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw Mandikanlah
jenazah itu secara ganjil, liga, lima, atau tujuh kali atau boleh juga lebih jika ka,u
pandang lebih baik
19. Sebaiknya pada siraman terakhir dicampur wewangian, kecuali jika yang meninggal
sedang melakukan ihram
20. Selesai memendika, keringkan dengan handuk atau kain yang bersih
21. Apabia keluar najis setelah jenazah diletakkan di atas kain kafan, amak tidak perlu
dimandikan lagi, hanya cukup dibersihkan saja
22. Sebelum dikafani berilah wewangian, kalau laki-laki diletakkan di kepala dan janggut,
kalau perempuan diletakkan di kening, hidung, telinga, dua telapak tangan, dua lutut,
dua kaki, dan di bawah ketiak

BAB II

TATA CARA MENGAFANI JENAZAH

1. Mengafani jenazah laki-laki


a. Mempersiapkan tali pengikat kain kafan, caranya sebagai berikut :
1. Panjang tali pengikat sesuai sengan lebar tubuh dan ukuran kain kafan, misalnya jika
lebar kain kafan lebarnya 60 cm, maka panjang tali pengikat 180 cm
2. Persiapkan 3 tali pengikat yang diletakkan di ujung kepala, di tengah perut, dan di
ujung kaki
b. Mempersiapkan kain kafan, antara lain tiga helain kain diletakkan sama rata di atas tali
pengikat yang sudah diletakkan di atas usungan jenazah
c. Mempersiapkan kain penutup aurot yang berbentuk seperti kain popok jika diperlukan
d. Membalut kain kafan, caranya sebagai berikut :
1. Memulai dengan melipat lembaran kain kafan sebelah kanan dan balutlah dari kepala
sampai kaki
2. Lakukan hal tersebut pada lembaran kain kafan yang kedua dan ketiga
e. Mengikan dengan tali pengikat dimulai dari kepala hingga kaki
2. Mengafani jenazah perempuan
a. Mempersiapkan baju kurung jenazah, caranya sebagai berikut :
1. Ukurlah mulai dari pundak hingga betis, lalu ukuran tersebut dikalikan dua
2. Buatlah potongan kerah tepat di tengah tengah (lubang) agar mudah dimasukkan
3. Setelah dilipat dua, biarkanlah lembaran baju bagian bawah terbentang dan lipatlah
dulu lembaran bagian atas
b. Mempersiapkan kain seperti sarung, ukuran kain sarung adalah 150 cm x 90 cm.
Kemudian kain sarung tersebut dibentangkan di atas bagian atas baju kurungnya
c. Mempersiapkan kerudung dengan ukuran 90 cm x 90 cm. kemudian kerudung tersebut
dibentangkan di atas baju kurung
d. Mempersiapkan kain penutup aurot, caranya sebagai berikut :
1. Sediakan kain dengan ukuran 90 cm x 25 cm
2. Bentuklah seperti popok
3. Letakkan di atas kain sarung tepat di bawah tempat duduknya, letakkan juga
potongan kapas di atasnya
4. Bubuilah wewangian dan kapur barus di atas kain aurot, kain sarung, dan baju
kurungnya
e. Melipat kain kafan sama seperti membungkus jenazah laki-laki
f. Mengikat tali sama seperti manali jenazah laki-laki
3. Mengafani jenazah anak-anak
a. Jenazah anak laki-laki yang berusia di bawah tujuh tahun adalah membalutnya dengan
sepotong kain baju yang dapat menutup seluruh tubuhnya atau membalutnya dengan tiga
helai kain
b. Jenazah anak perumpuan di bawah tuju tahun adalah dengan membalutnya dengan
sepotong kain kurung dan dua helai kain

BAB III

TATA CARA MENYOLATKAN JENAZAH

1. Jenazah diletakkan di depan jamaah sholat jenazah. Ketika menyalatkan jenzah laki-laki,
imam berda sejajar dengan kepala jenzah. Sedangkan ketika menyalatkan jenazah perempuan
imam berada sejajar dengan perut jenazah. Sholat jenazah dilakukan sekurang-kurangnya
tiga saf jamaah terdiri atas dua orang.
2. Imam mengatur saf dan memberi perintaah untuk meluruskan
3. Niat sholat jenazah

Artinya:

"Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi taaalaa

4. Takbir pertama, dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah


5. Takbir kedua, kemudian membaca Shalawat kepada Nabi SAW

6. Takbir ketiga, kemudian membaca doa

Artinya :

"Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari
beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia
(Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari
segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah
rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang
lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada
istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan
Neraka

7. Takbir keempat, kemudian membaca doa

8. Membaca salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri

BAB IV

TATA CARA MENGUBURKAN JENAZAH

1. Menggali kubur kurang lebih sedalam 2 meter


2. Memasukkan jenazah ke liang lahat, dan menghadapkan jenazah ke arah kiblat
3. Mengganjal jenazah dengan tanah dari kepala hingga kaki, agar tidak terguling
4. Melepas tali pengikat kain dan menyentuhkan pipinya ke tanah
5. Mengazani
6. Memberi anjang-anjang dari kayu agar jenazah tidak langsung tertidih tanah
7. Menutup dengan sisa tanah, dan diberi nisan ketika setengah bagian
8. Mendoakan atau membacakan tahlil

KESIMPULAN
Kewajiban orang islam terhadap jenazah yang harus dilakukan ada empat, antara lain :

5. memandikan
6. mengafani
7. menyolatkan
8. menguburkan