Anda di halaman 1dari 25
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id U No. 1368 K/Pdt/2011 P U T S

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

U

No. 1368 K/Pdt/2011

P

U

T

S

A

N

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

M A H K A M A H

A G U N G

memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai

berikut dalam perkara:

1. Ny. DEWA AYU SEKARSARI, Direktur PT Azhari Karya

Utama Mandiri;

2. Tn. AZASI HASAN, S.E., M.M., Komisaris PT Azhari

Karya Utama Mandiri, keduanya bertempat tinggal di Jalan

Cakrawijaya V Komplek Diskum AD Blok R Kav. No. 3,

Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara,

Jakarta Timur, dalam hal ini memberi kuasa kepada Surya

Wedia Ranasti, S.H., M.H. dan kawan-kawan, para

Advokat, berkantor di Jalan Buluh Perindu II/R-21, Pondok

Bambu, Jakarta Timur,

Para Pemohon Kasasi dahulu para Penggugat/para Terbanding;

m e l a w a n:

1. PT BANK YUDHA BHAKTI, berkedudukan di Gedung Primagraha Persada, Jalan

Gedung Kesenian No. 3-7, Jakarta Pusat;

2. KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) JAKARTA V,

berkedudukan Jalan Prapatan No. 10, Jakarta Pusat;

3. PT CITRA LELANG NASIONAL, berkedudukan di Jalan Raya Pasar Minggu Km. 19

Pokala No. 4, Jakarta Selatan;

4. M.H.D. MAKAPAGAL, bertempat tinggal di Jalan Budaya No. 39, RT.009/RW.006,

Condet, Jakarta Timur;

Para Termohon Kasasi/para Tergugat/para Pembanding dan para Turut Terbanding;

Mahkamah Agung tersebut;

Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang

para Pemohon Kasasi dahulu sebagai para Penggugat telah menggugat

Hal. 1 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 1

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id sekarang para Termohon Kasasi dahulu

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

sekarang para Termohon Kasasi dahulu sebagai para Tergugat di muka

persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada pokoknya atas dalil-dalil:

bahwa Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III pada hari Selasa, tanggal

18 September 2007 secara melawan hukum dan sewenang-wenang telah

melakukan pelelangan terhadap harta (aset) jaminan PT Azhari Karya Utama

Mandiri (bukti P-1a dan P-1b) yang mana aset tersebut adalah merupakan

jaminan dalam APHT No. 171/2004, APHT 105/2005, APHT 469/2004 dan

APHT 106/2005 (bukti P-2a, 2b, 2c dan 2d), berupa:

1. Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok R Kav. No.

3, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur (SHM

No. 2099/Cipinang Muara a.n. Azasi Hasan) (bukti P-3a);

2. Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok R Kav. No.

1 dan 2, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur

(SHM No. 2122/Cipinang Muara a.n. Azasi Hasan) (bukti P-3b);

3. Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok R Kav. No.

1 dan 2, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur

(SHM No. 2113/Cipinang Muara a.n. Azasi Hasan) (bukti P-3c);

bahwa dalam lelang secara melawan hukum tersebut dimenangkan oleh

Tergugat IV. Belakangan kemudian Penggugat mengetahui bahwa ternyata

Tergugat IV adalah karyawan Bank Yudha Bhakti/Tergugat I sendiri, hal tersebut

jelas telah bertentangan dengan peraturan pelelangan dan mengindikasikan

bahwa perbuatan lelang tersebut telah direkayasa sedemikian

rupa dan penuh tipu muslihat;

bahwa tindakan pelelangan tersebut bertentangan dengan ketentuan

Pasal 20 Undang-Undang No. 4/1996 tentang Hak Tanggungan padahal

seharusnya sebelum melakukan pelelangan, sebagaimana yang diatur oleh

perundang-undangan maka Tergugat I haruslah terlebih dahulu secara patut

memberitahu-kannya kepada Penggugat, namun kesemuanya itu diabaikan

Tergugat I;

bahwa sebagaimana ketentuan perundangan-undangan yang mengatur

tentang Hak Tanggungan yakni Undang-Undang No. 4/1996, lelang eksekusi

atas suatu jaminan hak tanggungan baru dapat dilakukan oleh kreditur apabila

ditemukan fakta hukum bahwa debitur wanprestasi melalui suatu putusan yang

telah mempunyai kekuatan hukum tetap, namun pada kenyataannya dalam

Hal. 2 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 2

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id kasus Penggugat selaku debitur, Penggugat

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

kasus Penggugat selaku debitur, Penggugat belum wanprestasi dan jauh-jauh

hari pun Penggugat telah menunjukkan itikad baiknya untuk menyelesaikan

kewajibannya terhadap Tergugat I, itikad baik tersebut telah Penggugat

tunjukkan dalam berbagai kesempatan musyawarah antara Penggugat dengan

Tergugat I maupun via kuasa hukumnya (bukti P-4a, P-4b, P-4c dan P-4d);

bahwa dalam proses-proses musyawarah tersebut, atas bujuk rayu

Tergugat I maka Penggugat pun telah menyerahkan aset Penggugat yang lain

yaitu tanah milik Penggugat di Lampung dan Bali dalam bentuk sertifikat tanah

SHM No. 11666 dan SHM No. 10337 (bukti P-5 dan P-5b). Penyerahan 2 (dua)

SHM tersebut semulanya dimaksudkan untuk jaminan tambahan yang

membuktikan itikad baik Penggugat terhadap Tergugat I yang sewaktu-waktu

bisa saja dijadikan sebagai nilai tambah penyelesaian kewajiban debitur, namun

pada kenyataannya ternyata Tergugat I telah bermaksud lain dan sampai

sekarang tetap saja menahan aset (No. 11666 dan SHM No. 10337) tanpa ada

sedikit pun niat untuk mengembalikannya kepada Penggugat, sedangkan di sisi

lain Tergugat I telah merekayasa sedemikian rupa masalah ini menjadi semakin

tidak menentu dan berlarut-larut;

bahwa dalam proses musyawarah itulah tiba-tiba saja tanpa

sepengetahuan Penggugat dengan cara-cara yang melawan hukum Tergugat I,

Tergugat II dan Tergugat III melakukan pelelangan terhadap aset jaminan

Penggugat pada hari Selasa, tanggal 18 September 2007;

bahwa kemudian dengan sewenang-wenang pula pada hari Kamis

tanggal 28 Agustus 2008 Tergugat I dan Tergugat IV memaksakan

kehendaknya untuk menguasai secara melawan hukum atas aset Penggugat,

tanpa mengindahkan ketentuan hukum yakni Pasal 224 HIR/258 RBg Tergugat

I dan Tergugat IV berupaya melakukan eksekusi riil atas rumah Penggugat.

Dengan penuh arogansi yang di back up aparatur bayaran, Tergugat IV dan

Tergugat I mengeluarkan secara paksa/merampas dengan cara kekerasan

barang-barang perabotan rumah tangga milik Azasi Hasan dan Dewa Ayu

Sekarsari. Bahwa tindakan Tergugat IV dan Tergugat I merupakan tindakan

metha legal dan eigenrichting. Akibat perbuatan Tergugat IV dan Tergugat I

tersebut maka Azasi Hasan telah meminta perlindungan hukum dan pengaduan

secara pidana atas tindakan Tergugat I dan Tergugat IV tersebut (bukti P-6);

Hal. 3 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 3

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Bahwa tindakan Tergugat I qq Tergugat IV

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa tindakan Tergugat I qq Tergugat IV sebagaimana butir 7 tersebut

Tergugat I dan Tergugat IV telah mengabaikan cara-cara eksekusi sebagaimana

yang diatur dalam Pasal 195 HIR/206 RBg;

bahwa Penggugat yakin sebenarnya Tergugat I menyadari telah

melakukan kekeliruan di dalam tindakan pelelangannya tersebut, dan untuk

menutupi kesalahannya tersebut barulah kemudian pada tanggal 22 November

2007 secara resmi Tergugat I mengajukan gugatan wanprestasi terhadap

Penggugat melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang terdaftar dalam

register No. 379/Pdt.G/2007/PN.Jkt.Pst, namun ternyata dalam putusan sela

yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 20 Agustus

2008 gugatan wanprestasi terhadap Penggugat tersebut telah ditolak oleh

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (bukti P-7);

bahwa di dalam proses pelelangan tersebut Tergugat I telah melakukan

penyimpangan-penyimpangan, antara lain adalah kebohongan berupa Surat

Pernyataan bahwa atas aset Penggugat tersebut bebas sengketa hukum, Surat

Pernyataan itu diterbitkan oleh Tergugat I yang ditujukan kepada Tergugat II

(bukti P-8) padahal objek lelang sedang dalam proses sengketa hukum

(bantahan) yang terdaftar dalam register No. 115/Pdt.Bth/2007/PN.Jkt.Pst jo

proses banding tertanggal 7 Agustus 2007 yang tercatat dalam register

penerimaan banding Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 124/Bdg/2007 (bukti

P-9a dan 9b);

bahwa tindakan-tindakan penyimpangan lainnya adalah surat

pemberitahuan lelang oleh Tergugat I dan Tergugat II yang diterima Penggugat

setelah terjadinya pelelangan. Penggugat dapat membuktikan dalam

pemeriksaan perkara a quo bahwa surat yang dikirim via pos tersebut sengaja

disampaikan setelah proses pelelangan selesai dilaksanakan (bukti P-10a,

P-10b, P-10c dan P-10d). Sedangkan Tergugat III sebagai pelaksana lelang

tidak melaksanakan pemberitahuan sebagaimana mestinya kepada Penggugat

sehingga Penggugat tidak dapat berbuat apa-apa untuk mempertahankan hak-

haknya secara hukum. Bahwa tindakan Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan

Tergugat IV tersebut merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan

Penggugat (niminem leadere), maka dengan merujuk kepada Yurisprudensi

Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 848 K/Pdt/1999, tanggal 9 Februari

Hal. 4 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 4

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 2001 tentang keabsahan lelang maka patut

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

2001 tentang keabsahan lelang maka patut secara hukum Penggugat

mengajukan gugatan a quo untuk mempertahankan hak-haknya tersebut;

bahwa jauh-jauh hari Penggugat telah beritikad baik untuk menyelesaikan

semua kewajibannya kepada Tergugat I melalui upaya restrukturisasi dan

Penggugat pun telah memberikan jaminan tambahan berupa aset-aset lainnya

yang kesemuanya itu telah diterima dengan baik oleh Tergugat I, bahwa

sepenuhnya Penggugat sangat menyadari akan kewajibannya untuk memenuhi

prestasinya terhadap Tergugat I dan sewaktu aparatur Tergugat I membujuk

Penggugat agar menyerahkan SHM No. 11666 dan SHM No. 10337 sebagai

pinjaman guna diperlihatkan kepada Direktur Tergugat I, maka tanpa curiga

Penggugat pun menyerahkannya kepada Tergugat I;

bahwa dalam rangka mempertahankan hak-haknya itu, maka Penggugat

telah pernah mengajukan gugatan serupa pada institusi yang sama yang

terdaftar dalam register No. 291/Pdt.G/2007/PN.Jkt.Tim (bukti P-11) dan selain

itu Penggugat juga telah mendaftarkan gugatan lain di Pengadilan Negeri

Bekasi yang terdaftar dalam register No. 001/Pdt.G/2008/PN.Bks (bukti P-12)

kedua gugatan tersebut diajukan semata-mata guna mempertahankan hak dan

kepentingan Penggugat atas kesewenang-wenangan Tergugat I dan Tergugat

IV. Namun dalam pemeriksaan kedua perkara tersebut Tergugat I dan

Tergugat IV melakukan bujuk rayu agar Penggugat membatalkan dan mencabut

kedua gugatan tersebut dengan jaminan bahwa silang sengketa yang timbul

antara Tergugat I dengan Penggugat pasti dapat diselesaikan secara

kekeluargaan, maka atas jaminan tersebut Penggugat pun segera melakukan

pencabutan gugatan-gugatan tersebut (bukti P-13a dan P-13b);

bahwa dalam kesempatan yang sama waktu itu demi keseimbangan

Penggugat pun meminta agar Tergugat I juga melakukan hal yang sama yakni

mencabut gugatan perkara No. 379/Pdt.G/2007/PN.Jkt.Pst, namun ternyata hal

itu tidak dilakukan oleh Tergugat I. Tergugat I sengaja membiarkan perkara

tersebut berjalan dengan maksud memberikan perangkap terhadap Penggugat,

namun ternyata nasib baik telah menyertai Penggugat karena perkara No. 379/

Pdt.G/2007/PN.Jkt.Pst, ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat;

bahwa dahulu ketika dalam proses musyawarah antara Tergugat I qq

Tergugat IV dengan Penggugat maka didapatlah kesepakatan oleh para pihak

(yakni Tergugat I qq Tergugat IV dengan Penggugat) tentang pola penyelesaian

Hal. 5 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 5

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id kewajiban Penggugat terhadap Tergugat I qq

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

kewajiban Penggugat terhadap Tergugat I qq Tergugat IV yakni adalah dengan

cara terlebih dahulu menebus 3 (tiga) sertifikat (SHM 2113, SHM 2099 dan SHM

2122) yang telah dialihkan secara sepihak oleh Tergugat IV. Nilai nominal

kesepakatan untuk penebusan ketiga sertifikat tersebut adalah sebesar

Rp3.500.000.000,00 (tiga miliar lima ratus juta rupiah) yang dilakukan dengan

cara-cara bahwa Rp1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta

rupiah) dibayar melalui pembayaran tunai kepada Bank Yudha Bhakti (bukti P-

14), sedangkan sisanya sebesar Rp2.250.000.000,00 (dua miliar dua ratus lima

puluh juta rupiah) dibayar melalui take over bank lain;

bahwa syarat-syarat take over sebagaimana yang ditentukan oleh bank

pihak ketiga tidak dapat dilaksanakan dengan baik oleh karena ternyata

Tergugat IV telah sengaja mempermainkan Penggugat, Tergugat IV tidak

kooperatif dengan cara tidak mau memberikan fotokopi KTP, kartu keluarga dan

surat nikahnya kepada Penggugat guna pengurusan proses administrasi yang

ditentukan bank take over tersebut, sehingga rencana take over pun tidak

berjalan dengan baik;

bahwa kemudian secara sewenang-wenang pula pada tanggal 1 Agustus

2008 Tergugat I (melalui Sdr. Junaidi Adinata selaku Kepala Satuan Kerja

Penyelesaian Kredit Bermasalah) qq Tergugat IV telah membatalkan secara

sepihak nilai kewajiban Penggugat untuk menebus 3 (tiga) sertifikat tersebut,

dan nilai yang semula Rp3.500.000.000,00 (tiga miliar lima ratus juta rupiah)

menjadi Rp4.500.000.000,00 (empat miliar lima ratus juta rupiah) beberapa

hari kemudian dinaikkan lagi menjadi Rp5.550.000.000,00 (lima miliar lima

ratus lima puluh juta rupiah), tentu saja Penggugat sangat berkeberatan dengan

tindakan sepihak Tergugat I qq Tergugat IV tersebut karena selain Penggugat

sedang mengalami kesulitan keuangan, tentunya juga tidak mudah mencari

pinjaman dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat;

bahwa rupanya kelemahan Penggugat ini telah dimanfaatkan secara

sedemikian rupa oleh Tergugat I qq Tergugat IV untuk memaksakan

kehendaknya dengan maksud menguasai/mengeksekusi aset Penggugat

tersebut. Tergugat I qq Tergugat IV telah mengirimkan surat kepada Penggugat

dengan penyampaian tembusan kepada pihak-pihak lain yang tidak

berkompeten, Tergugat I qq Tergugat IV juga telah memasang plang nama yang

bersifat sepihak di rumah Penggugat. Dalam beberapa kali kesempatan

Hal. 6 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 6

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Tergugat I qq Tergugat IV juga telah

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Tergugat I qq Tergugat IV juga telah memanfaatkan tenaga aparatur keamanan

Negara (Brimob) untuk mendatangi dan mengintimidasi Penggugat beserta

keluarganya. Bahwa tindakan-tindakan Tergugat IV qq Tergugat I tersebut, telah

mempermalukan Penggugat kepada masyarakat lingkungan Penggugat tinggal,

bahwa tindakan Tergugat I qq Tergugat IV tersebut tidak mencerminkan prilaku

yang manusiawi dan bermartabat dan Penggugat sangat terganggu atas

perbuatan Tergugat I qq Tergugat IV;

bahwa persetujuan Penggugat untuk menebus 3 (tiga) sertifikat (SHM

2113, SHM 2099 dan SHM 2122) yang dikuasai Tergugat I qq Tergugat IV

dengan nilai sebesar Rp3.500.000.000,00 (tiga miliar lima ratus juta rupiah)

sebenarnya sudah sangat menguntungkan bagi pihak Tergugat I qq Tergugat

IV, karena nilai jual lelang atas aset Penggugat tersebut hanya

Rp2.856.000.000,00 (dua miliar delapan ratus lima puluh enam juta rupiah);

bahwa berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas maka kerugian materiil

yang dialami Penggugat akibat perbuatan melawan hukum pelelangan atas 3

(tiga) aset tersebut adalah sebesar Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah)

yakni harga jual aset dalam keadaan normal, sedangkan kerugian immateriil

akibat tindakan Tergugat I qq Tergugat IV yang telah mempermalukan

Penggugat di hadapan masyarakat adalah kerugian yang tidak dapat

diperhitungkan secara materi, namun untuk kepastian hukum Penggugat

mengajukan nilai sebesar Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) yang

kesemuanya itu harus dibayar secara tanggung renteng oleh Tergugat I dan

Tergugat IV;

Dalam Provisi:

bahwa mengingat itikad buruk para Tergugat yang segera akan

melakukan eksekusi riil dan/atau melakukan pengalihan hak atas aset-aset/

harta jaminan milik Penggugat tersebut kepada pihak-pihak lain sedangkan

proses hukum masih berlangsung sampai mempunyai kekuatan hukum tetap

(inkracht van gewijsde) dan demi menyelamatkan aset-aset Penggugat tersebut

serta untuk mencegah timbulnya kerugian yang lebih banyak bagi Penggugat,

sebagaimana ketentuan Pasal 53 Rv jo Pasal 180 ayat (1) HIR/ Pasal 191 RBg

adalah patut secara hukum apabila Penggugat memohon putusan provisi dalam

perkara a quo;

Hal. 7 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 7

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id bahwa apabila Tergugat I dan Tergugat IV

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

bahwa apabila Tergugat I dan Tergugat IV bersikeras membatalkan

secara sepihak tentang nominal penebusan ketiga SHM yakni SHM 2113, SHM

2099 dan SHM 2122 tersebut, maka Penggugat pun menuntut Tergugat I dan

Tergugat IV untuk mengembalikan uang panjar penebusan SHM tersebut

sebesar Rp1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah)

secara tunai dan seketika kepada Penggugat;

bahwa untuk menghindari agar gugatan ini menjadi illusoir, maka

Penggugat mohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat, yang memeriksa dan

memutus perkara ini agar dapat kiranya meletakkan sita jaminan (conservatoir

beslag) terhadap:

Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok

R Kav. No. 3, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta

Timur, berdasarkan SHM No. 2099/Cipinang Muara;

Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok

R Kav. No. 1 dan 2, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara,

Jakarta Timur berdasarkan SHM No. 2122/Cipinang Muara dan SHM No.

2113/Cipinang Muara;

bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas para Penggugat mohon

kepada Pengadilan Negeri Jakarta Timur agar memberikan putusan sebagai

berikut:

Dalam Provisi:

Mengabulkan gugatan provisi Penggugat untuk seluruhnya;

Menyatakan bahwa perbuatan Tergugat IV qq Tergugat IV telah

meresahkan Penggugat beserta keluarganya;

Menghukum Tergugat IV dan Tergugat I untuk menghentikan atau

setidak-tidaknya menangguhkan segala bentuk upaya-upaya eksekusi riil

yang dilakukan oleh Tergugat IV dan Tergugat I terhadap rumah/

bangunan

tanah yang terletak di:

dan

Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan

Cakrawijaya V Blok R Kav. No. 3, Kelurahan Cipinang Muara,

Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, berdasarkan SHM No.

2099/Cipinang Muara;

Hal. 8 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 8

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id • Sebidang tanah dan bangunan yang

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan

Cakrawijaya V Blok R Kav. No. 1 dan 2, Kelurahan Cipinang

Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur berdasarkan

SHM No. 2122/Cipinang Muara dan SHM No. 2113/Cipinang

Muara;

Menetapkan kesepakatan Tergugat IV qq Tergugat I dengan Penggugat

tentang nilai penebusan 3 (tiga) sertifikat (SHM No. 2099/Cipinang

Muara, SHM No. 2122/Cipinang Muara, SHM No. 2113/Cipinang Muara)

sebesar Rp3.500.000.000,00 (tiga miliar lima ratus juta rupiah) adalah

mengikat para pihak dan menghukum para pihak untuk mematuhi

kesepakatan tersebut;

Menghukum Tergugat I untuk mengembalikan kepada Penggugat berupa

Sertifikat Hak Milik No. 11666 dan SHM No. 10337 segera setelah

putusan provisi ini dibacakan;

Dalam Pokok Perkara:

1. Menerima dan mengabulkan gugatan a quo untuk keseluruhan;

2. Menyatakan bahwa Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan Tergugat IV

telah melakukan perbuatan melawan hukum;

3. Menyatakan tidak sah dan batal demi hukum lelang tanggal 18

September 2007 atas aset milik Penggugat yang dijadikan jaminan dalam

APHT No. 171/2004, APHT 105/2005, APHT 469/2004 dan APHT

106/2005 yang dilakukan oleh Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, dan

Tergugat IV, terhadap:

Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok R

Kav. No. 3, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara,

Jakarta Timur (SHM No. 2099/Cipinang Muara a.n. Azasi Hasan);

Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok R

Kav. No. 1 dan 2, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara,

Jakarta Timur (SHM No. 2122/Cipinang Muara a.n. Azasi Hasan);

Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok R

Kav. No. 1 dan 2, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara,

Jakarta Timur (SHM No. 2113/Cipinang Muara a.n. Azasi Hasan);

Hal. 9 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 9

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Beserta tindakan-tindakan pengalihnamaan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Beserta tindakan-tindakan pengalihnamaan atas ketiga sertifikat tersebut

yang dilakukan oleh Tergugat III maupun pihak-pihak lain yang mendapat

kuasa daripadanya;

4. Menghukum Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan Tergugat IV untuk

membuat risalah pembatalan lelang atas objek lelang termaksud;

5. Membatalkan eksekusi riil atas objek lelang tersebut;

6. Menyatakan tidak sah demi hukum peralihan hak atas sertifikat (SHM

No. 2099/Cipinang Muara yang semula a.n. Azasi Hasan menjadi a.n.

Mhd. Makapagal), (SHM No. 2122/Cipinang Muara yang semula a.n.

Azasi

Hasan menjadi a.n. Mhd. Makapagal, SHM No. 2113/Cipinang Muara

yang semula a.n. Azasi Hasan menjadi a.n. Mhd. Makapagal

sebagaimana yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Jakarta Timur;

7. Menghukum Tergugat I untuk mengganti kerugian riil kepada Penggugat

sebesar Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah) secara tunai dan

seketika di saat putusan a quo mempunyai kekuatan hukum tetap

(inkracht van gewisjde);

8. Menghukum Tergugat I dan Tergugat IV secara tanggung renteng untuk

membayar ganti rugi immateriil sebesar Rp10.000.000.000,00 (sepuluh

miliar rupiah) kepada Penggugat secara tunai dan seketika di saat

putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewisjde);

9. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan atas:

a. Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V

Blok R Kav. No. 3, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara,

Jakarta Timur, berdasarkan SHM No. 2099/Cipinang Muara;

b. Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V

Blok R Kav. No. 1 dan 2, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan

Jatinegara, Jakarta Timur berdasarkan SHM No. 2122/Cipinang

Muara dan SHM No. 2113/Cipinang Muara;

10.Menghukum Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan Tergugat IV untuk

tunduk kepada putusan ini;

11.Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu (uitvoerbaar bij

voorraad) meskipun timbul verzet atau banding;

Hal. 10 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 10

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 12.Menghukum Tergugat I, Tergugat II,

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

12.Menghukum Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan Tergugat IV untuk

membayar biaya perkara ini;

bahwa apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang

seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat I mengajukan

eksepsi pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut:

Eksepsi Bantahan Kabur (Obscuur Libel) Dan Salah Pihak:

bahwa gugatan Penggugat tidak jelas mengenai apa gugatannya, jika

gugatannya mengenai perbuatan melawan hukum (PMH), gugatan Penggugat

sangat kabur dan tidak ada satu dalil pun yang menjelaskan mengenai apa,

siapa dan bagaimana PMH itu terjadi;

bahwa gugatan sangat kabur karena tidak jelas maksud gugatan ini

dibuat, mengenai PMH atau mengenai pembatalan eksekusi hak tanggungan,

dalam posita Penggugat terjadi simpang siur antara dalil mengenai pembatalan

lelang dan dalil mengenai PMH sehingga tidak jelas dan tidak diketahui arah

atau maksud gugatan ini;

bahwa pelaksanaan lelang yang dilakukan oleh Tergugat II dan Tergugat

III sudah sesuai prosedur hukum karena sudah berdasarkan aturan baku

berdasarkan Undang-Undang Hak Tanggungan, justru apabila sudah diketahui

Penggugat melakukan wanprestasi dan Tergugat I tidak melelang aset yang ada

maka Tergugat l lah yang keliru, dengan demikian apabila gugatan ini

mempermasalahkan Tergugat I yang melelang aset Penggugat, Penggugat

benar-benar tidak mengerti mengenai Undang-Undang Hak Tanggungan dan

kami persilakan untuk mempelajari kembali Undang-Undang No. 4 Tahun 1996;

bahwa pelelangan umum tersebut dilakukan oleh Kantor Pelayanan

Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta V bukan oleh Tergugat I sehingga hal-hal

mengenai tata cara pelelangan dan siapa saja yang boleh mengikuti pelelangan

menjadi kewenangan Panitia Lelang bukan Tergugat I, dengan demikian

Penggugat telah kabur dalam melakukan gugatan;

bahwa bantahan Penggugat sangat kabur dan salah pihak maka sudah

selayaknya bantahan ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat I dan IV telah

menyangkal dalil-dalil gugatan tersebut dan sebaliknya mengajukan gugatan

balik (rekonvensi) yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut:

Hal. 11 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 11

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Gugatan Rekonvensi Tergugat I : bahwa

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Gugatan Rekonvensi Tergugat I:

bahwa dalam permohonan rekonvensi ini Tergugat I dalam konvensi

mohon selanjutnya disebut sebagai “Penggugat Rekonvensi” dan Penggugat

dalam konvensi selanjutnya mohon disebut sebagai “Tergugat Rekonvensi”;

bahwa jawaban Tergugat I Konvensi atas dalil-dalil Penggugat

Konvensi, berlaku secara mutatis mutandis sebagai dalil-dalil Penggugat

Rekonvensi dalam gugatan rekonvensi ini;

bahwa Tergugat Rekonvensi yang telah melakukan perbuatan melawan

hukum yaitu dengan cara memalsukan jaminan kredit berupa cessie yang

dikeluarkan oleh Ditjen Pajak melalui Koperasi Ditjen Pajak atas tagihan proyek

pelaksanaan pekerjaan pengadaan peralatan kantor senilai

Rp20.000.000.000,00 yang mengakibatkan jaminan cessie ini tidak bisa

dicairkan sehingga Penggugat Rekonvensi menanggung kerugian yang sangat

besar;

bahwa selain memberikan jaminan utama (fix asset) berupa:

Tanah dan bangunan SHM No. 2113 atas nama Azasi Hasan, terletak di

Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur;

Tanah dan bangunan SHM No. 428 atas nama Azazi Hasan, terletak di

Kelurahan Jatisampurna, Pondok Gede, Bekasi;

Dua buah SHM No. 2099 dan SHM No. 2122 kesemuanya a.n. Azasi

Hasan terletak di Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur;

Tergugat Rekonvensi juga menyerahkan jaminan tambahan cessie yang

dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak melalui Koperasi Ditjen Pajak atas

tagihan Proyek Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan Peralatan Kantor senilai

Rp20.000.000.000,00;

bahwa untuk mendukung cessie nya tersebut Tergugat Rekonvensi

menyerahkan kontrak kerja pengadaan segala jenis alat tulis kantor (ATK)

dan percetakan untuk keperluan di lingkungan kantor Ditjen Pajak No.

Kop/0184, tanggal 8 Maret 2005 yang ternyata setelah dikonfirmasi ke Ditjen

Pajak adalah palsu;

bahwa selain kontrak kerja Tergugat Rekonvensi juga membuat Surat

Pernyataan No. Kop/273, tanggal 2 Juni 2006 yang menyatakan realisasi

pembayaran senilai total Rp13.184.855.000,00 akan ditransfer ke rekening

Tergugat Rekonvensi yang ada di PT Bank Yudha Bhakti (Penggugat

Hal. 12 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 12

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Rekonvensi) pada tanggal 19 Juni 2006,

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Rekonvensi) pada tanggal 19 Juni 2006, namun hal itu juga merupakan surat

pernyataan palsu dari Tergugat Rekonvensi;

bahwa Tergugat Rekonvensi juga membuat Surat Pernyataan No. 008/

SP-AKM/lll/2005, yang menyatakan seluruh realisasi pembayaran dari Ditjen

Pajak sehubungan dengan Surat Perjanjian No. Kop/0184, tanggal 8 Maret 2005

sebesar Rp20.000.000,00 akan ditransfer ke rekening Tergugat Rekonvensi (PT

Azhari Karyautama Mandiri) yang ada di Penggugat Rekonvensi (PT Bank

Yudha Bhakti), yang ternyata surat pernyataan Tergugat Rekonvensi itu adalah

surat pernyataan palsu;

bahwa dari uraian dalil-dalil di atas, jelas Tergugat Rekonvensi telah

melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan Penggugat Rekonvensi

sebesar Rp20.000.000.000,00;

bahwa akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Tergugat

Rekonvensi tersebut, Tergugat Rekonvensi harus mengganti kerugian yang

ditimbulkannya sebesar Rp20.000.000.000,00;

bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat dalam rekonvensi

menuntut kepada Pengadilan Negeri Jakarta Timur supaya memberikan putusan

sebagai berikut:

1. Menerima gugatan Rekonvensi Penggugat Rekonvensi seluruhnya;

2. Menyatakan Tergugat Rekonvensi telah melakukan perbuatan melawan

hukum;

3. Menghukum Tergugat Rekonvensi membayar ganti rugi sebesar

Rp20.000.000.000,00 kepada Penggugat Rekonvensi secara tunai dan

seketika;

Atau apabila Majelis berpendapat lain, kami memohon putusan yang

seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Gugatan Rekonvensi Tergugat IV:

bahwa dalam permohonan rekonvensi ini Tergugat IV dalam konvensi

mohon selanjutnya disebut sebagai “Penggugat Rekonvensi” dan Penggugat

dalam konvensi selanjutnya mohon disebut sebagai “Tergugat Rekonvensi”;

bahwa jawaban Tergugat IV Konvensi atas dalil-dalil Penggugat

Konvensi, berlaku secara mutatis mutandis sebagai dalil-dalil Penggugat

Rekonvensi gugatan rekonvensi ini;

Hal. 13 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 13

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id bahwa Tergugat Rekonvensi telah melakukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

bahwa Tergugat Rekonvensi telah melakukan perbuatan melawan hukum

yaitu dengan menempati rumah Penggugat Rekonvensi tanpa alas hak sama

sekali, maka Tergugat Rekonvensi harus segera mengosongkan rumah

Penggugat Rekonvensi dan membayar segala kerugian yang ditimbulkannya;

bahwa Tergugat Rekonvensi telah menempati rumah dan menikmati

segala fasilitas milik Penggugat Rekonvensi selama lebih kurang 2 (dua) tahun

yaitu dari 18 September 2007 sampai sekarang, sehingga Penggugat

Rekonvensi sangat dirugikan baik materiil maupun immateriil;

bahwa kerugian yang diderita Penggugat Rekonvensi atas perbuatan

melawan hukum tersebut adalah sebesar Rp102.000.000,00 (seratus dua juta

rupiah) dengan perhitungan rumah tersebut seharusnya sudah dikontrakkan

dengan nilai kontrak sebesar Rp6.000.000,00 per bulan maka sampai bulan

Februari 2009 (selama 17 bulan) adalah sebesar Rp102.000.000,00;

bahwa Tergugat Rekonvensi harus segera mengosongkan rumah milik

Penggugat Rekonvensi dengan segera karena tidak mempunyai alas hak

untuk menempatinya;

bahwa selama Tergugat Rekonvensi masih menempati rumah tersebut

maka setiap bulannya harus mengganti kerugian sebesar Rp6.000.000,00;

bahwa agar gugatan rekonvensi ini tidak sia-sia, Tergugat Rekonvensi

mohon kepada Majelis Hakim agar kiranya untuk meletakkan sita jaminan

(conservatoir beslag) terhadap aset-aset Tergugat Rekonvensi yang akan kami

ajukan melalui surat tersendiri kepada Majelis Hakim Yang Terhormat;

bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat dalam rekonvensi

menuntut kepada Pengadilan Negeri Jakarta Timur supaya memberikan

putusan sebagai berikut:

1. Menerima gugatan rekonvensi Penggugat Rekonvensi seluruhnya;

2. Menyatakan Tergugat Rekonvensi telah melakukan perbuatan melawan

hukum;

3. Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk mengosongkan rumah dengan

segera dan serta-merta;

4. Menghukum Tergugat Rekonvensi membayar ganti rugi sebesar

Rp102.000.000,00 kepada Penggugat Rekonvensi secara tunai dan

seketika;

Hal. 14 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 14

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 5. Menghukum Tergugat Rekonvensi membayar

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

5. Menghukum Tergugat Rekonvensi membayar ganti rugi sebesar

Rp6.000.000,00 per bulan terhitung mulai 1 Maret 2009 selama

menempati rumah Penggugat Rekonvensi;

Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-

adilnya;

bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah

mengambil putusan, yaitu putusan No. 266/Pdt.G/2008/PN.Jkt.Tim, tanggal 11

Mei 2009 yang amarnya sebagai berikut:

I. Dalam Konvensi:

A.

Dalam Provisi:

Menolak gugatan provisi Penggugat;

B.

Dalam Eksepsi:

Menolak eksepsi para Tergugat;

C.

Dalam Pokok Perkara :

1. Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian;

2. Menyatakan para Tergugat yaitu Tergugat I, Tergugat II,

Tergugat

III

dan Tergugat IV telah melakukan perbuatan melawan hukum;

3. Menyatakan tidak sah dan batal demi hukum lelang tanggal

18 September 2007 atas aset milik Penggugat yang dijadikan

jaminan dalam APHT No. 171/2004, APHT No. 105/2005,

APHT No. 469/2004 dan APHT No. 106/2005 yang dilakukan

oleh Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan Tergugat IV

terhadap:

Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok R Kav.

No. 3, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur

(SHM No. 2099/Cipinang Muara atas nama Azasi Hasan);

Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok R Kav.

No. 2122/Cipinang Muara atas nama Azasi Hasan);

Tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cakrawijaya V Blok R Kav.

No. 1 dan 2, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta

Timur (SHM No. 2113/Cipinang Muara atas nama Azasi Hasan);

Hal. 15 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 15

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id beserta tindakan-tindakan pengalihnamaan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

beserta tindakan-tindakan pengalihnamaan atas ketiga sertifikat

tersebut yang dilakukan oleh Tergugat III maupun pihak-pihak lain

yang mendapat kuasa daripadanya;

4. Menyatakan tidak sah demi hukum peralihan hak atas

sertifikat (SHM No. 2099/Cipinang Muara yang semula atas

nama Azasi Hasan menjadi atas nama Mhd. Makapagal,

SHM No. 2122/ Cipinang Muara yang semula atas nama

Azasi Hasan menjadi atas nama Mhd. Makapagal, SHM No.

2113/Cipinang Muara yang semula atas nama Azasi Hasan

menjadi atas nama Mhd. Makapagal) sebagaimana yang

dilakukan oleh Kantor Pertanahan Jakarta Timur;

5. Menghukum Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan

Tergugat IV untuk tunduk dan patuh kepada putusan ini;

6. Menghukum Tergugat III untuk membayar biaya perkara

yang hingga kini sebesar Rp1.181.000,00 (satu juta seratus

delapan puluh satu ribu rupiah);

7. Menolak gugatan selain dan selebihnya;

I. Dalam Rekonvensi:

A. Dalam Provisi:

Menolak tuntutan provisi:

A. Dalam Eksepsi:

Mengabulkan eksepsi Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi, baik

terhadap gugatan Penggugat Rekonvensi/Tergugat I Konvensi maupun

terhadap Penggugat Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi;

A. Dalam Pokok Perkara:

Menyatakan gugatan rekonvensi tidak dapat diterima;

Menetapkan ongkos perkara sebesar nihil;

Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Tergugat I

dan Tergugat II putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dibatalkan oleh

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan putusan No. 48/Pdt/2010/PT.DKI,

tanggal 18 Oktober 2010 yang amarnya sebagai berikut:

Menerima permintaan banding dari Pembanding I semula

Tergugat I Konvensi/Penggugat I Rekonvensi dan dari

Pembanding II semula Tergugat II tersebut di atas;

Hal. 16 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 16

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id • Membatalkan putusan Pengadilan Negeri

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor :

266/Pdt.G/2008/PN.Jkt.Tim, tanggal 11 Mei 2009 yang

dimohonkan banding tersebut di atas;

Dalam Konvensi:

Dalam Provisi:

Mengadili Sendiri:

Menolak tuntutan provisi Penggugat sekarang Terbanding untuk

seluruhnya;

Dalam Eksepsi:

Menolak eksepsi Tergugat I sekarang Pembanding I untuk seluruhnya;

Dalam Pokok Perkara:

Menolak gugatan Penggugat sekarang Terbanding untuk seluruhnya;

Dalam Rekonvensi:

Dalam Provisi:

Menolak tuntutan provisi Penggugat I Rekonvensi/Tergugat I Konvensi

sekarang Pembanding I dan Tergugat IV Konvensi/Penggugat II

Rekonvensi untuk seluruhnya;

Dalam Pokok Perkara:

1. Mengabulkan gugatan Rekonvensi dari Penggugat II Rekonvensi/

Tergugat IV Konvensi/Turut Terbanding II untuk sebagian;

2. Menyatakan Tergugat IV Konvensi/Penggugat II Rekonvensi/Turut

Terbanding II dapat melaksanakan eksekusi riil terlebih dahulu (serta-

merta) terhadap tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Milik Nomor:

2113/Cipinang Muara, Sertifikat Hak Milik Nomor: 2099/Cipinang Muara

dan Sertifikat Hak Milik Nomor: 2122/Cipinang Muara, ketiganya atas

nama M.H.D. Makapagal, beralamat di Jalan Cakrawijaya V, Blok R Kav.

No. 1, 2 dan 3 Kelurahan Cipinang, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur

walaupun ada upaya hukum banding dan kasasi;

3. Menyatakan tidak dapat diterima gugatan rekonvensi dari Penggugat II

Rekonvensi/Tergugat IV Konvensi/Turut Terbanding II untuk yang lain

dan selebihnya;

4. Menolak gugatan rekonvensi Penggugat I Rekonvensi/Tergugat I

Konvensi/Pembanding I untuk seluruhnya;

Dalam Konvensi dan Rekonvensi:

Hal. 17 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 17

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id • Menghukum Penggugat sekarang

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menghukum Penggugat sekarang Terbanding/Tergugat Rekonvensi

membayar biaya perkara untuk kedua tingkat pengadilan, khusus untuk

tingkat banding sebesar Rp150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah);

Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada

para Penggugat/para Terbanding pada tanggal 29 November 2010 kemudian

terhadapnya oleh para Penggugat/para Terbanding dengan perantaraan

kuasanya, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 1 Desember 2010 diajukan

permohonan kasasi secara lisan pada tanggal 9 Desember 2010 sebagaimana

ternyata dari akta permohonan kasasi No. 48/Pdt/2010/PT.DKI jo No. 266/

Pdt.G/2008/PN.Jkt.Tim, yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Jakarta

Timur, permohonan mana diikuti oleh memori kasasi yang memuat alasan-

alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal

23 Desember 2010;

bahwa setelah itu oleh Tergugat I dan Tergugat II/para Pembanding yang

masing-masing pada tanggal 17 Januari 2011 dan 29 Desember 2010 telah

diberi tahu tentang memori kasasi dari para Penggugat/para Terbanding

diajukan jawaban memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan

Negeri Jakarta Timur masing-masing pada tanggal 27 Januari 2011 dan 7

Januari 2011;

Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya

telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam

tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, maka

oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh para Pemohon

Kasasi/para Penggugat dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah:

Bahwa Judex Facti telah salah menerapkan hukum dan mengabaikan fakta-

fakta hukum yang terungkap di persidangan dan adanya itikad buruk dari para

Termohon Kasasi/Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III, yaitu sebagai berikut:

1. Bahwa para Pemohon Kasasi/para Penggugat tidak sependapat

dengan pertimbangan hukum Judex Facti halaman 6 mengenai

permohonan provisi para Pemohon Kasasi/para Penggugat,

karena adanya upaya segera yang dilakukan oleh Termohon

Kasasi IV/Tergugat IV untuk melakukan eksekusi riil atas aset milik

para Pemohon Kasasi/para Penggugat yang menjadi objek lelang.

Hal. 18 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 18

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Bahwa upaya yang akan dilakukan oleh

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa upaya yang akan dilakukan oleh Termohon Kasasi IV/

Tergugat IV dapat merugikan kepentingan hukum para Pemohon

Kasasi/ para Penggugat, sedangkan putusan a quo belum

mempunyai kekuatan hukum tetap, oleh karenanya adalah patut

secara hukum apabila para Pemohon Kasasi/para Penggugat

mengajukan provisi dalam perkara a quo;

2. Bahwa para Pemohon Kasasi/para Penggugat tidak sependapat

dengan pertimbangan hukum Judex Facti dalam pokok perkara

pada halaman 7 sampai dengan halaman 16 yang pada prinsipnya

membenarkan tindakan para Termohon Kasasi/Tergugat I,

Tergugat II dan Tergugat III melakukan tindakan pelelangan

terhadap aset milik para Pemohon Kasasi/para Penggugat. Bahwa

tidak benar Majelis Hakim peradilan tingkat pertama bertindak

melampaui posita gugatan Penggugat. Tindakan pelelangan yang

dilakukan oleh para Termohon Kasasi/Tergugat I, Tergugat II dan

Tergugat III tersebut bertentangan dengan ketentuan Pasal 20

Undang-Undang No. 4/1996 tentang Hak Tanggungan padahal

seharusnya sebelum melakukan pelelangan, sebagaimana yang

diatur oleh perundang-undangan maka Termohon Kasasi/Tergugat

I haruslah terlebih dahulu secara patut memberitahukannya

kepada para Pemohon Kasasi/para Penggugat, namun

kesemuanya itu diabaikan para Termohon Kasasi/Tergugat I,

Tergugat II dan Tergugat III;

3. Bahwa para Pemohon Kasasi/para Penggugat telah menunjukkan

itikad baiknya terhadap Termohon Kasasi/Tergugat I untuk

menyelesaikan persoalan kredit macet dengan cara-cara para

Pemohon Kasasi/para Penggugat juga telah menyerahkan

sejumlah uang sebesar Rp1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus

lima puluh juta rupiah) dan menyerahkan SHM No. 11666 dan

SHM No. 10337 (vide bukti P-5 dan P-5b) sebagai jaminan

tambahan, namun dengan beritikad buruk para Termohon Kasasi/

Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III merekayasa pelelangan

dengan cara-cara melawan hukum yaitu pemberitahuan lelang

secara patut terhadap para Pemohon Kasasi/para Penggugat

Hal. 19 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 19

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id dilakukan setelah para Termohon

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

dilakukan setelah para Termohon Kasasi/Tergugat I, Tergugat II

dan Tergugat III melakukan pelelangan terhadap aset para

Pemohon Kasasi/para Penggugat, mohon Majelis Hakim Kasasi

melihat vide bukti P-10a, P-10b, P-10c dan P-10d, maka pada

bukti-bukti tersebut akan ditemukan fakta hukum bahwa surat-

surat pemberitahuan lelang dikirimkan kepada para Pemohon

Kasasi/para Penggugat setelah lelang terjadi;

Bahwa tindakan para Termohon Kasasi/Tergugat I, Tergugat II dan

Tergugat III tersebut merupakan perbuatan melawan hukum yang

merugikan Penggugat (niminem leadere), maka dengan merujuk kepada

Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 848 K/Pdt/1999,

tanggal 9 Februari 2001 tentang keabsahan lelang maka patut secara

hukum para Pemohon Kasasi/para Penggugat mempertahankan hak-

haknya. Menunjuk Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia No.

456 K/Pdt/1991, tanggal 29 Juli 1994 maka patutlah kiranya Majelis Hakim

Kasasi membatalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 48/

Pdt/2010/ PT.DKI, tertanggal 18 Oktober 2010;

4. Bahwa Termohon Kasasi/Tergugat I telah membuat kebohongan

berupa Surat Pernyataan Bebas Sengketa (vide bukti P.4c),

padahal objek lelang saat itu masih dalam taraf pemeriksaan di

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang terdaftar dalam register

No. 115/Pdt.Bth/2007/PN.Jkt.Pst dan saat ini sedang pemeriksaan

kasasi di Mahkamah Agung;

5. Menurut ketentuan Peraturan Menteri Keuangan No. 40/

PMK.07/2006,

dinyatakan bahwa peserta lelang dan asal usul peserta lelang

haruslah dinyatakan secara tegas demi transparansi dan

keabsahan lelang, namun dalam hal ini para Termohon Kasasi/

Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III telah mengaburkan

identitas Termohon Kasasi/Tergugat IV (dan juga peserta lelang

lainnya yang merupakan karyawan Termohon Kasasi/ Tergugat I)

sehingga lelang dapat dilakukan seolah-olah benar adanya,

padahal dalam kejadian lelang tersebut telah dilakukan suatu tipu

muslihat dan penuh rekayasa, sehingga tindakan itu bertentangan

Hal. 20 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 20

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id dengan Pasal 55 huruf c Peraturan Menteri

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

dengan Pasal 55 huruf c Peraturan Menteri Keuangan No. 40/

PMK.07/2006;

6. Bahwa para Pemohon Kasasi/para Penggugat tidak sependapat

dengan pertimbangan hukum Judex Facti halaman 10 alinea

kedua yang menyatakan tentang harus adanya pemberitahuan

terlebih dahulu kepada para Pemohon Kasasi/para Penggugat

selaku pemberi hak tanggungan sebelum pelelangan

dilaksanakan, tidak berdasar alasan menurut hukum, bahwa dalam

pemeriksaan peradilan tingkat pertama telah terbukti dan tidak

terbantahkan di mana proses pelelangan itu bertentangan dengan

hukum, mohon Majelis Hakim Kasasi memperhatikan bukti P.4a

yaitu surat pemberitahuan dari Termohon Kasasi/Tergugat I dan

bukti 4 b-1 dan P.4b-2 dari Termohon Kasasi/Tergugat II dapat

dilihat secara nyata bahwa surat-surat tersebut dikirimkan setelah

terjadinya lelang, hal ini melanggar Pasal 20 ayat (2) dan (3)

Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan,

pada Penjelasan Undang-Undang yang bersangkutan dapat dilihat

bahwa hak subjektif para Pemohon Kasasi/para Penggugat selaku

pemberi Hak Tanggungan haruslah diperhatikan;

7. Bahwa para Pemohon Kasasi/para Penggugat tidak sependapat

dengan pertimbangan hukum Judex Facti halaman 11 alinea

kelima dan alinea keenam mengenai risalah lelang sebagai akta

otentik, dalam pemeriksaan peradilan tingkat pertama, para

Termohon Kasasi/Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III tidak

mengajukan adanya pembuktian tentang pendaftaran APHT untuk

mendapatkan Sertifikat Hak Tanggungan yang mempunyai

kekuatan eksekutorial berdasarkan kepada “Demi Keadilan

Berdasarkan Ketuhahan Yang Maha Esa” sehingga pelaksanaan

lelang tanggal 18 September 2007 sebagaimana Grosse Risalah

Lelang tanggal 18 September 2007 tersebut tidak didasarkan pada

buku tanah atau Sertifikat Hak Tanggungan sebagaimana Pasal

20 ayat (1) Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak

Tanggungan;

Hal. 21 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 21

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 8. Bahwa para Termohon Kasasi/Tergugat I

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

8. Bahwa para Termohon Kasasi/Tergugat I dan Tergugat II juga

telah melanggar ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Republik

Indonesia No. 40/PMK.07/2006 yang menentukan bahwa

pelelangan dapat dilakukan berdasarkan keterangan pendaftaran,

namun ternyata para Termohon Kasasi/Tergugat I, Tergugat II dan

Tergugat III tidak mengindahkan ketentuan tersebut, di mana

SKPT yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Jakarta Timur

membuktikan bahwa kewajiban pendaftaran hak tanggungan

selambat-lambatnya adalah 7 (tujuh) hari kerja, sedangkan dalam

pemeriksaan peradilan tingkat pertama para Termohon Kasasi/

Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III tidak membuktikan tentang

klausula wanprestasi sebagaimana yang diatur dalam APHT-

APHT;

9. Bahwa para Pemohon Kasasi/para Penggugat tidak sependapat

dengan pertimbangan hukum Judex Facti halaman 13 alinea

kedua karena dalam pemeriksaan peradilan tingkat pertama para

Pemohon Kasasi/para Penggugat sudah dapat membuktikan

bahwa Grosse Risalah Lelang No. 070/2007, tertanggal 18

September 2007 tersebut terbit melalui proses hukum yang tidak

benar karena adanya tipu muslihat, dan dalil para Pemohon

Kasasi/para Penggugat tersebut sudah dibuktikan secara fakta

hukum;

10.Bahwa para Pemohon Kasasi/para Penggugat sependapat dengan

keseluruhan pertimbangan hukum Judex Facti halaman 16, 17 dan

18, namun tidak sependapat dengan pertimbangan hukum

halaman 19 alinea kedua, ketiga, keempat dan kelima (dan

seterusnya) yang menyatakan dibenarkannya eksekusi riil atas

objek lelang, namun sebagaimana pertimbangan hukum Judex

Facti halaman 18 alinea ketiga yang menyatakan bahwa

Termohon Kasasi/Tergugat IV tidak menjelaskan secara rinci baik

dalam posita maupun petitum gugatan rekonvensi, rumah mana

yang dimaksud, berdiri di atas tanah yang mana rumah tersebut,

letaknya di mana dan batas-batasnya apa, maka adalah patut

Hal. 22 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 22

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id secara hukum apabila permohonan eksekusi

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

secara hukum apabila permohonan eksekusi riil atas objek lelang

dibatalkan secara hukum;

Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung

berpendapat:

bahwa alasan-alasan kasasi tersebut tidak dapat dibenarkan, Judex Facti

(Pengadilan Tinggi) tidak salah menerapkan hukum, dengan pertimbangan

sebagai berikut:

DALAM KONVENSI:

Bahwa para Penggugat selaku debitur telah cidera janji, tidak melunasi

hutang/kreditnya pada Tergugat I;

Bahwa Tergugat I selaku kreditur adalah pemegang hak tanggungan atas

hutang para Penggugat, sehingga berwenang untuk menjual lelang obyek

hak tanggungan tersebut, dan penjualan lelang tersebut telah dilakukan

sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

Bahwa Tergugat I tidak perlu secara khusus memberitahukan pelelangan

tersebut kepada para Penggugat selaku debitur maupun selaku pemberi hak

tanggungan, karena pengumuman lelang sudah cukup sebagai

pemberitahuan resmi kepada para Penggugat;

Bahwa Tergugat IV sebagai pembeli lelang adalah sah, karena tidak ada

larangan pegawai kreditur ikut lelang, bahkan kreditur pun tidak dilarang

menjadi peserta lelang;

DALAM REKONVENSI:

Bahwa gugatan dalam rekonvensi dari Penggugat I Rekonvensi/Tergugat I

Konvensi tidak beralasan, karena obyek hak tanggungan sudah dilelang dan

piutang Penggugat I Rekonvensi/Tergugat I Konvensi sudah dibayar lunas

dari hasil lelang tersebut, lagi pula dalil adanya pemalsuan surat tidak dapat

dibuktikan Penggugat I Rekonvensi/Tergugat I Konvensi;

Bahwa gugatan dalam rekonvensi dari Penggugat II Rekonvensi/Tergugat IV

Konvensi, sebagai pembeli lelang, berhak untuk menuntut pengosongan atas

obyek lelang dari terlelang, karena itu berdasarkan hukum dapat dikabulkan;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata

bahwa putusan Judex Facti (Pengadilan Tinggi) dalam perkara ini tidak

bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan

Hal. 23 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 23

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id kasasi yang diajukan oleh para Pemohon

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

kasasi yang diajukan oleh para Pemohon Kasasi: Ny. Dewa Ayu Sekarsari, dan

kawan tersebut harus ditolak;

Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi dari para Pemohon

Kasasi ditolak, maka para Pemohon Kasasi dihukum untuk membayar biaya

perkara dalam tingkat kasasi ini;

Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang No. 48 Tahun 2009,

Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana yang telah diubah dan

ditambah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua

dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-

undangan lain yang bersangkutan;

M E N G A D I L I

Menolak permohonan kasasi dari para Pemohon Kasasi: 1. Ny. DEWA

AYU SEKARSARI, 2. Tn. AZASI HASAN, S.E., M.M. tersebut;

Menghukum para Pemohon Kasasi/para Penggugat untuk membayar

biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu

rupiah);

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah

Agung pada hari Kamis, tanggal 8 Desember 2011 oleh H. Atja Sondjaja, S.H.,

Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua

Majelis, Prof. Dr. H. M. Hakim Nyak Pha, S.H., D.E.A. dan Prof. Dr. Takdir

Rahmadi, S.H., LL.M., Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan

dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta

Hakim-Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh Oloan Harianja, S.H., Panitera

Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak.

Hakim-Hakim Anggota:

t.t.d/

Prof. Dr. H. M. Hakim Nyak Pha, S.H., D.E.A.

t.t.d/

Prof. Dr. Takdir Rahmadi, S.H., LL.M.

Biaya-biaya Kasasi:

1. M e t e r a i …………

2. R e d a k s i …………

Oloan Harianja, S.H.

Rp.

6.000,00

Ketua Majelis:

t.t.d/

H. Atja Sondjaja, S.H.

Panitera Pengganti:

Rp.

5.000,00

t.t.d./

Hal. 24 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 24

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 3. Administrasi kasasi Jumlah Rp.

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

3. Administrasi kasasi

Jumlah

Rp. 500.000,00

Rp. 489.000,00

Untuk Salinan Mahkamah Agung RI a.n. Panitera Panitera Muda Perdata,

PRI PAMBUDI TEGUH, S.H., M.H.

NIP. 19610313 188803 1 003

Hal. 25 dari 21 hal. Put. No. 1368 K/Pdt/2011

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 25