Anda di halaman 1dari 4

KEMENTERIAN AGAMA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI


AR-RANIRY
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
Jl. Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam
Banda Aceh

SOAL FINAL
KODE/ MATA KULIAH : FTK 5202 / SOSIOLOGI PENDIDIKAN
HARI/TANGGAL : SABTU / 14 JANUARI 2017
JAM : 11.20 s.d.13.00 WIB
PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
SEMESTER/UNIT : GANJIL / 06
DOSEN PENGAMPU : RAMZI MURZIQIN, S.HI., M.A
JUMLAH MAHASISWA : 33

Petunjuk Pengerjaan:
1. Bacalah doa sebelum mengerjakan.
2. Cermati setiap pertanyaan dengan baik dan jawablah dengan serius.
3. Kerjakan semua soal, mulai dari soal paling mudah terlebih dahulu dengan didukung teori
yang memadai.
4. Hasil pengerjaan dikumpulkan maksimal pada hari Senin, 16 Januari 2016 pukul 15.00 WIB.
5. Hasil pengerjaan dikirim via email pribadi ke alamat ramzimurziqin@ar-raniry.ac.id dengan
ketentuan sebagai berikut :
a. Pada subjek email ditulis Final Sosiologi Pendidikan;
b. Pada kolom narasi ditulis Nama dan NIM;
c. File lampiran; pada file lampiran ditulis: UAS_NAMA MAHASISWA/I. File dikirim dalam
bentuk PDF.
6. Hasil pengerjaan yang sama dengan mahasiswa lain akan didiskualifikasi dan dianggap
tidak mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS).

Kerjakan soal dibawah ini dengan teliti !


ah Sosiologi Pendidikan ini anda pelajari sebagai calon pendidik,
1. Apa pentingnya mata kuli

kemukakan argumentasi anda? (Skor 10)


2. Dewasa ini, telah kita sadari bersama bahwa pesatnya perkembangan teknologi sangat
berdampak pada perubahana sosial budaya bagi seluruh kalangan peserta didik. Anak-anak
dan remaja lebih senang ermain/berkomunikasi dengan/melalui gadget ketimbang dengan
secara verbal. Hal tersebut dapat melunturk an budaya interaksi,
teman-teman sebayanya

b
budaya saling membantu, gotong royong, dan budaya lainnya. Menurut Anda, bagaimana
sikap pendidik/pendidikan dalam menyikapi hal tersebut? (Skor 15)
3. Dewasa ini, kriminalisasi terhadap guru yang dilakukan oleh wali siswa marak terjadi di
negeri ini. Menurut Anda, tantangan apa yang sedang dihadapi pendidik saat ini dan
bagaimana anda menyikapi hal tersebut? (Skor 20)
4. Sekolah merupakan minatur masyarakat yang dijadikan sebagai wahana pembelajaran bagi
peserta didik dalam bersosialisasi dan berorganisasi. Menurut Anda, apa yang harus
dilakukan sekolah dalam memfasilitasi peserta didik dalam pemenuhan kedua hal tersebut?
(Skor 30)
5. Kecenderungan yang berkembang pada masyarakat kita dewasa ini bahwa pendidikan
adalah sekedar mendapatkan legalitas dan legitimasi simbolik. Dengan demikian, dorongan
untuk memperolah ilmu pengetahuan yang bermutu tidak lagi menjadi tujuan inti dari
pendidikan. Pada akhirnya berakibat pada pemalsuan ijazah, kecurangan-kecurangan
dalam ujian, dan berdirinya lembaga-lembaga pendidikan yang hanya memenuhi persyaratan
minimal. Dalam keadaan demikian pendidikan tidak lagi melaksanakan fungsinya secara
optimal sebagai pelaku perubahan sosial. Menyikapi hal tersebut, kemukakan argumen anda,
bagaimana peranan pendidikan seharusnya? (Skor 25)

-----------------------
SELAMAT MENGERJAKAN
SEMOGA SUKSES MEMPEROLEH NILAI TERBAIK
-----------------------

JAWAB:
1. Menurut saya mata kuliah Sosiologi Pendidikan ini sangat penting bukan hanya bagi
masyarakat, namun juga khususnya bagi kami, calon pendidik di masa depan. Karena
dengan mempelajari Sosiologi Pendidikan, maka ketika kita telah menjadi guru nantinya,
kita diharapkan mampu untuk mengatasi masalah-masalah yang ada dalam dunia
pendidikan. Selain itu, dengan adanya Sosiologi Pendidikan, maka seorang guru juga
nantinya dapat mengetahui fenomena-fenomena yang ada dalam masyarakat khususnya
yang menyangkut tentang pendidikan. Dan ketika fenomena tersebut memerlukan suatu
permasalahan, Sosiologi Pendidikan akan mampu mengatasi fenomena-fenomena
tersebut dengan pendekatan sosiologis maupun analisis. Oleh sebab itulah, Sosiologi
Pendidikan merupakan salah satu mata kuliah yang sangat penting untuk dipelajari,
khususnya bagi kita calon pendidik.
2. Sikap saya sebagai calon pendidik dalam menyikapi hal tersebut adalah dengan
memberikan ekstra pengajaran pada si murid mengenai pendidikan karakter didalam
kelas, serta menanamkan norma norma baik yang ada dan berkembang di dalam
masyarakat. Supaya si anak dapat paham dan mengerti bahwa apa yang dia lakukan itu
salah. Guru juga sebaiknya membuat suasana kelas menjadi lebih aktif serta
menyenangkan dengan menananamkan nilai nilai sosial dan interaksi antar sesama juga
didalamnya, sehingga si murid cenderung bisa lebih aktif dan juga dapat bersosialisasi
dikelas. Dan nanti nya hal positif tersebut juga dapat ia terapkan diluar kelas. Hendaknya
mengatasi perubahan sosial yang negatif ini bukan hanya guru yang berperan aktif,
namun juga orang tua si murid serta masyarakat sekitar. Karena tanpa kita sadari,
sebenarnya orang tua dan masyarakat lah yang mungkin mengenalkan budaya negatif
tersebut dan lambat laun tanpa di sadari juga, hal negatif tersebut diserap sedikit demi
sedikit oleh anak anak kita.
3. Menurut saya, tantangan yang dihadapi para pendidik saat ini terbilang banyak.
Mengingat saat ini kita memasuki era globalisasi dan modernisasi, maka banyak pula
perubahan sosial serta hal lain yang menyangkut dengan sistem didalam pendidikan yang
berubah serta tidak sesuai dengan yang seharusnya dan hal ini membuat tantangan para
pendidik pun semakin bertambah. Diantara tantangan para pendidik saat ini adalah dalam
hal pengelolaan kelas, dan juga masalah komunikasi antara guru dan murid yang dirasa
kurang efektif. Hal ini membuat kriminilisasi kepada pendidik oleh orang tua murid pun
tidak dapat dihindari. Hal ini terjadi karena saat proses pembelajaran berlangsung,
pengelolaan kelas serta masalah komunikasi antar murid ke guru tidak sesuai harapan,
sehingga membuat guru terlanjur jengkel dan cenderung untuk memarahi bahkan bermain
kasar kepada murid. Dan hal ini pun tidak bisa diterima oleh orang tua, sehingga orang
tua pun bertindak kriminal kepada sang pendidik karena menganggap mereka telah
memukul anaknya. Dan hal inilah yang membuat kriminalisasi terhadap pendidik
meningkat dari tahun ke tahun. Dan menurut saya hal ini tidak baik untuk dibiarkan terus
menerus karena dapat merugikan kedua belah pihak, baik si guru maupun si orang tua.
Jadi sebaiknya untuk menghindari hal tersebut, saya rasa pendidik harus membuat inovasi
baru dalam hal mengajar serta mengelola kelas, guru sebaiknya lebih mempelajari lagi
bagaimana cara menggunakan dan menerapkan pendekatan, strategi, metode dan media
yang tepat dalam rangka memotivasi peserta didik untuk belajar. Sehingga proses belajar
mengajar yang dilakukan di kelas dapat berjalan dengan baik. Guru juga hendaknya dapat
menjadi teman sekaligus guru bagi peserta didik. Intinya, guru dianjurkan untuk dapat
membina hubungan baik dengan lingkungan pekerjaannya dengan mengembangkan
komunikasi yang cerdas dan efektif serta mengembangkan teknik teknik baru dalam
mengajar sehingga tidak adanya kesalahpahaman antara pendidik dan murid, sehingga
hubungan baik antara sesama pun dapat tercipta, daan orang tua pun juga tidak akan
melakukan kriminalisasi lagi terhadap pendidik.
4. Menurut saya, sebaiknya sekolah sebagai fasilitator dapat memberikan pendidikan
kepada pelajar dengan fasilitas yg memadai serta sekolah juga membuat organisasi atau
ekstrakulikuler yg dapat membuat siswa lebih meningkat sosialisanya serta kemampuan
yang dia miliki. Dalam organisasi serta ekstrakulikuler yang diadakan sekolah nantinya,
Siswa yang merupakan salah satu bagian dari miniatur masyarakat tersebut diharapkan
dapat mengasah keterampilannya dalam bersosialisasi, serta melaksanakan perannya
dalam masyarakat. Seperti contohnya, siswa belajar bagaimana berinteraksi dengan siswa
lainnya, melakukan kegiatan bersama (bermain misalnya), belajar berinteraksi dengan
guru dan kepala sekolah (seperti menyapa ketika bertemu), melaksanakan gotong royong
di sekolah, merayakan perayaan bersama, (mauleid, perpisahan sekolah, pentas seni
misalnya), serta kegiatan-kegiatan lain di sekolah yang dapat mendidik peserta didik
menjadi lebih baik. Dengan adanya hal tersebut diatas, diharapkan peserta didik dapat
bersosialisasi dengan baik bukan hanya didalam lingkungan sekolah, namun juga di
lingkungan masyarakat.
5. Menurut saya, peranan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas,
bertanggung jawab dan mampu meng-antisipasi masa depan. Pendidikan juga diharapkan
dapat senantiasa menghantar, membimbing perubahan dan perkembangan hidup serta
kehidupan umat manusia. Pendidikan juga diharapkan berperan dalam meningkatkan
kesadaran pemahaman akan diri dan lingkungannya. Dan terakhir, dengan adanya
pendidikan, maka manusia diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas diri
sebagai insan pribadi, insan sosial dan insan Tuhan. Jadi dengan menyadari bahwa ia
bukan hanya seorang insan biasa, melainkan juga insan Tuhan, maka diharapkan
penyimpangan yang berkaitan dengan pendidikan seperti yang disebutkan didalam
pertanyaan, tidak akan terjadi lagi.