Anda di halaman 1dari 15

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Analisis biaya manfaat merupakan bagian dari analisis ekonomi kesejahteraan modern, dibangun oleh Hicks (1943) dan Kaldor (1939). Sebelumnya Pareto menyatakan kelayakan proyek dierima jika kesejahteraan sosial masyarakat meningkat (social improvement) dengan beberapa orang merasa baik (better off) dan tidak ada yang merasa dirugikan (worse off). Kondisi tersebut dikenal sebagai Pareto Improvement. Prinsip kompensasi Hicks-Kaldor mengemukakan gainer dapat mengkompensasi loser untuk mencapai pareto improvement potensial, karena tidak mungkin seseorang atau masyarakat akan kembali pada keadaan semula setelah ada proyek (Hafidh, 2010). Cost Benefit Analysis atau Benefit-Cost Analysis merupakan metode yang umum digunakan pada proses evaluasi manajemen. Tidak menutup kemungkinan juga analisis

ini digunakan dalam tahap perencanaan. Analisis ini digunakan untuk menilai beberapa alternatif sumber daya maupun program yang memiliki manfaat lebih besar atau lebih baik dari alternatif lainnya. Cost Benefit Analysis adalah tipe analisis yang mengukur biaya dan manfaat suatu intervensi dengan beberapa ukuran moneter dan pengaruhnya terhadap hasil perawatan kesehatan. Tipe analisis ini sangat cocok untuk alokasi beberapa bahan jika keuntungan ditinjau dari perspektif masyarakat. Analisis ini sangat bermanfaat pada kondisi antara manfaat dan biaya mudah dikonversi ke dalam bentuk rupiah (Orion, 1997). Pengertian Cost Benefit Analysis menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

a. Menurut Siegel dan Shimp (1994) Cost Benefit Analysis merupakan cara untuk menemukan alasan dalam menentukan biaya pengambilan alternatif dari pengukuran hasil yang menguntungkan dari alternative tersebut. Analisis ini telah dipakai secara luas dalam hubungannya dengan proyek pengeluaran modal.

b. Vogenberg (2001) Mendefinisikan Cost Benefit Analysis sebagai tipe analisis yang mengukur biaya dan manfaat suatu intervensi dengan beberapa ukuran moneter. CBA merupakan tipe penelitian farmako ekonomi yang komprehensif dan sulit dilakukan karena mengkonversi benefit atau manfaat ke dalam nilai uang.

c. Menurut Schniedrjans (2004) Cost Benefit Analysis adalah suatu teknik untuk menganalisis biaya dan manfaat yang melibatkan estimasi dan mengevaluasi dari manfaat yang terkait dengan alternatif tindakan yang akan dilakukan.

d.

Menurut Keen (2003)

Cost benefit Analysis merupakan analisis bisnis untuk memberikan gambaran kenapa harus memilih atau tidak memilih spesifikasi dari suatu investasi. Tujuan dari metode Cost Benefit Analysis yaitu menetukan apakah merupakan suatu investasi yang baik. CBA juga betujuan untuk memberikan dasar untuk membandingkan suatu proyek. Termasuk membandingkan biaya total yang diharapkan dari setiap pilihan dengan total keuntungan yang diharapkan, untuk mengetahui apakah keuntungan melampaui biaya serta berapa banyak. Cost Benefit Analysis digunakan untuk mengetahui besaran keuntungan atau kerugian serta kelayakan suatu proyek. Analisis ini memperhitungkan biaya serta manfaat yang akan diperoleh dari pelaksanaan program. Perhitungan manfaat dan biaya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Cost Benefit Analysis juga digunakan untuk mengetahui seberapa baik atau seberapa buruk tindakan yang akan direncanakan akan berubah. Analisis ini sering digunakan oleh pemerintah dan organisasi lainnya, seperti perusahaan swasta, untuk mengevaluasi kelayakan dari kebijakan yang diberikan. Manfaat Cost Benefit Analysis yaitu memasukkan keuntungan dan biaya sosial. Juga sebagai dasar yang kuat guna mempengaruhi keputusan legislatif atau sumber dana dan meyakinkan untuk menginvestasikan dana dalam berbagai proyek. Berdasarkan pengertian Cost benefit analysis yang disampaikan para ahli di atas, kelompok kami menyimpulkan, bahwa cost benefit analysis memiliki pengertian suatu analisis sistematis yang berupa perbandingan antara manfaat dan biaya yang dikeluarkan dalam menyelenggarakan kegiatan atau proyek.

1.2 Tujuan Cost Benefit Analysis

1.2.1 Menetukan atau mengukur apakah kemanfaatan suatu proyek, program atau kegiatan merupakan suatu investasi (biaya) yang baik atau tidak.

1.2.2 Memberikan dasar untuk membandingkan suatu proyek. Termasuk membandingkan biaya total yang diharapkan dari setiap pilihan dengan total keuntungan yang diharapkan, untuk mengetahui apakah keuntungan melampaui biaya serta berapa banyaknya.

1.3 Manfaat Cost Benefit Analysis

1.3.1 Memasukkan keuntungan dan biaya sosial

1.3.2 Mempengaruhi keputusan legislatif atau sumber dana dan meyakinkan untuk menginvestasikan dana dalam berbagai proyek

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Prinsip Dasar Cost Benefit Analysis digunakan untuk mengevaluasi penggunaan sumber ekonomi agar sumber yang langka tersebut dapat digunakan secara efisien. Penyedia pelayanan kesehatan (Health Provider) mempunyai banyak program atau proyek yang harus dilaksanakan sedangkan biaya yang tersedia sangat terbatas. Dengan analisis ini Health Provider menjamin penggunaan sumber-sumber ekonomi yang efisien dengan memilih program-program yang memenuhi kriteria efisiensi. Cost Benefit Analysis merupakan alat bantu untuk membuat keputusan publik dengan mempertimbangkan kesejahteraan pasien atau konsumen. Ada dua pihak yang menaruh perhatian pada analisis ini, yaitu pertama para praktisi teknis dan ekonom yang berperan dalam mengembangkan metode analisis, pengumpulan data, dan membuat analisis serta rekomendasi. Kedua pemegang kebijakan yang berwenang untuk membuat peraturan dan prosedur untuk melaksanakan keputusan tersebut. Cost Benefit Analysisini hanya menitikberatkan pada efisiensi penggunaan factor produksi tanpa mempertimbangkanmasalah lain seperti distribusi, stabilisasi ekon omi dan sebagainya. Analisis ini hanya menentukan program dari segi efisiensi sedangkan pemilihan pelaksanaan program berada di tangan pemegang kebijakan yang dalam memilih juga mempertimbangkan faktor lain. Saat ini cost benefit analysis merupakan alat utama dalam membuat evaluasi program atau proyek untuk kepentingan konsumen, seperti penambahan fasilita s penunjang pelayanan dan pengembangan program. Keterbatasan anggaran merupakan hal yang umum ditemui. Di sisi lain, Health Provider dihadapkan pada berbagai alternatif program yang akan dilaksanakan. Hal tersebut menyebabkan Health Provider harus jeli dalam menentukan program yang diprioritaskan. Dalam memutuskan kelayakan suatu proyek yang berhubungan dengan sektor public, Health Provider dihadapkan pada banyak pertimbangan dan permasalahan. Dalam hal ini prioritas yang dipilih harus mempertimbangkan kepentingan pasien atau konsumen. Terkait dengan proses pengambilan keputusan mengenai kelayakan suatu proyek atau program, Health Provider memerlukan suatu alat analisis yang mampu digunakan dalam meminimalkan kesalahan dalam pemilihan keputusan. Salah satu analisis yang dapat digunakan sebagai alat untuk memilih program yang layak diprioritaskan adalah dengan menggunakan Cost Benefit Analysis atau disebut juga analisis manfaat dan biaya. Berikut adalah prinsip dasar dalam melakukan Cost Benefit Analysis antara lain:

1.

Mencapai keuntungan yang maksimal (termasuk kesejahteraan sosial) dan biaya yang

minimal. 2. Meningkatkan keuntungan dari serangkaian tindakan dan mengurangi biaya yang terkait dengan serangkaian tindakan tersebut dalam suatu periode tertentu (membutuhkan ukuran khusus, biasanya adalah uang). 3. Pareto improvement. Sebuah proyek dikatakan pareto improvement jika proyek tersebut meningkatkan kualitas hidup dari beberapa orang, tapi tidak membuat orang lain rugi. Jelasnya masyarakat harus dapat mencapai Pareto improvement, sebab mereka menolong orang lain, tapi juga tidak menyakiti yang lainnya. Namun demikian, dalam masyarakat yang kompleks, setiap proyek atau kebijakan pasti akan membuat orang lain merugi. Sebuah proyek atau kebijakan dikatakan menciptakan Pareto improvement yang potensial jika yang untung lebih banyak daripada yang rugi

2.2 Kelebihan dan Kekurangan Cost Benefit Analysis

2.2.1 Kelebihan Cost Benefit Analysis antara lain :

1. Dapat mengkur efisiensi ekonomi (ketika satu pilihan dapat meningkatkan efisiensi, pilihan tersebut harus diambil)

2. Tidak hanya membantu mengambil kebijakan untuk memilih alternatif terbaik dari pilihan yang ada, yang dalam hal ini pemilihan alternatif terbaik dilakukan berdasarkan alasan perbandingan antara life cycle’s benefit dengan biaya yang dikeluarkan, melainkan juga dapat membandingkan alternatif-alternatif tersebut.

3. Dapat mengontrol perkembangan dari proyek yang bersangkutan pada tahun-tahun ke depan.

4. Dapat mengkuantifikasikan biaya dan manfaat yang bersifat kualitatif maupun intangible

5. Merupakan alat yang berharga dalam pengambilan keputusan. Hal ini berguna karena memberikan titik awal dari mana untuk memulai evaluasi proyek.

2.2.2 Kekurangan Cost Benefit Anaysis antara lain yaitu

1. Penghitungan ekonomi untuk Public Good dengan menggunakan CBA sulit untuk dilakukan

2. Tidak dapat mengukur aspek multi dimensional seperti keberlangsungan, etika, partisipasi publik dalam pembuatan keputusan dan nilai-nilai sosial yg lain.

3. CBA juga lebih berfungsi memberikan informasi kepada pengambil keputusan, tetapi tidak dengan sendirinya membuat keputusan. 4. Potensi Ketidak akuratan dalam Mengidentifikasi dan Mengukur Biaya dan Manfaat sebuah analisis biaya manfaat mensyaratkan bahwa semua biaya dan manfaat diidentifikasi dan diukur tepat. Sayangnya, kesalahan manusia sering menyebabkan

kesalahan umum biaya analisis manfaat seperti sengaja menghilangkan biaya tertentu dan manfaat karena ketidak mampuan untuk meramalkan hubungan kausal langsung. Selain itu ambiguitas dan ketidak pastian yang terlibat dalam mengukur dan menetapkan nilai moneter untuk item berwujud mengarah ke analisis biaya manfaat akurat. Kedua kecenderungan mengarah pada analisis akurat, yang

dapat menyebabkan peningkatan risiko dan efisien pengambilan keputusan.

5. Peningkatan subjektivitas untuk biaya tidak berwujud dan manfaat. Kelemahan lain dari analisis biaya manfaat adalah jumlah subjektivitas yang terlibat ketika mengidentifikasi, mengukur, dan memperkirakan biaya dan manfaat yang berbeda. Sejak beberapa biaya dan manfaat non moneter di alam, seperti pening katan pelanggan dan kepuasan karyawan, mereka sering memerlukan satu untuk subyektif menetapkan nilai moneter untuk tujuan menimbang total biaya dibandingkan dengan manfaat keuangan secara keseluruhan dari suatu usahatertentu. Ini estimasi dan peramalan sering didasarkan pada pengalaman masa lalu dan harapan, yang sering dapat menjadi bias. Langkah- langkah subjektif lanjut menghasilkan analisis biaya manfaat tidak akurat dan menyesatkan.

6. Perhitungan akurat Present Value menghasilkan Analisis menyesatkan. Karena

metode ini evaluasi memperkirakan biaya dan manfaat untuk proyek selama periode waktu, maka perlu untuk menghitung nilai sekarang. Ini menyetarakan semua biaya sekarang dan masa depan dan manfaat dengan mengevaluasi semua item dalam hal masa kini. Nilai-nilai yang menghilangkan kebutuhan untuk memperhitungkan inflasi atau keuntungan finansial spekulatif. Sayangnya, hal ini menimbulkan kerugian yang signifikan karena jika salah satu akurat dapat menghitung nilai sekarang, tidak ada jaminan bahwa tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan tersebut realistis. Sebuah analisis biaya manfaat Template telah dikembangkan untuk membantu mengurangi kemungkinan salah menghitung nilai sekarang dari biaya dan manfaat, dan tersedia untuk di-download di Galeri Proyek Manajemen Media.

7. Sebuah Analisis Manfaat Biaya Mungkin Serahkan ke Anggaran Proyek. Kelemahan lain terlihat ketika memanfaatkan analisis biaya manfaat adalah kemungkinan bahwa mekanisme evaluatif berubah ke anggaran yang diusulkan. Ketika seorang manajer proyek menempatkan bersama-sama analisis manfaat biaya dan menyajikan kepada tim kepemimpinan, tim kepemimpinan mungkin melihat biaya yang diharapkan sebagai sebenarnya daripada estimasi, yang dapat menyebabkan menggelapkan biaya dan menetapkan tujuan realistis ketika menyetujui dan melaksanakan anggaran proyek. Hal ini dapat menempatkan seorang

manajer proyek dalam situasi yang tidak menguntungkan ketika ia mencoba untuk mengendalikan biaya untuk mempertahankan margin keuntungan yang diharapkan.

3.1 Langkah-langkah Pengukuran Cost Benefit Analysis

Untuk dapat melakukan Cost Benefit Analysis ada beberapa langkah yang harus dilakukan, sebagai berikut:

1. Identifikasi program atau proyek yang akan dianalisis. Program atau proyek yang dipilih untuk dilakukan analisis dapat lebih dari dua. Semakin banyak program atau proyek yang akan dianalisis semakin baik hasilnya karena akan memberikan pilihan yang bervariasi dan analisis yang lebih lengkap. Definisi operasional dari masing- masing program atau proyek harus dijabarkan agar tampak perbedaan dari masing-masing intervensi yang akan dianalisis.

2. Identifikasi biaya dari tiap program atau proyek. Dalam melakukan identifikasi biaya terlebih dahulu dilakukan pengklasifikasian

seluruh komponen biaya keseluruhan dari masing masing program. Semua komponen biaya harus diidentifikasi baik yang bersumber dari anggaran internal program atau proyek maupun dari anggaran lainnya. Klasifikasi biaya bisa dilakukan menurut kategori lain seperti biaya investasi biaya operasional dan biaya pemeliharaan, biaya risiko kehilangan dan kerusakan.

3. Menghitung total biaya dari masing - masing program atau proyek. Setelah seluruh komponen biaya bisa teridentifikasi dan sudah diklasifikasikan kemudian dilakukan penghitungan total seluruh biaya setiap program.

4. Identifikasi dan Mentransformasi Benefit dalam bentuk Uang. Dalam mengidentifikasi manfaat dari masing-masing biaya program terdapat dua komponen, yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Manfaat langsung adalah nilai kepuasan yang dirasakan oleh penerima manfaat terkait baik dalam bentuk nyata (barang) atau tidak nyata (jasa). Sedangkan manfaat tidak langsung adalah manfaat yang dirasakan oleh pihak lain yang bukan penerima manfaat utama dari aktivitas atau produk atau program tersebut.

5. Menghitung Total Benefit. Mengubah manfaat dalam bentuk uang, untuk manfaat langsung kita dapat menghitung dengan menguangkan biaya keuntungannya. Sedangkan manfaat tidak langsung dapat menguangkan biaya akibat kerugian yang ditimbulkan. Hasil dari tahap ini adalah jumlah dari benefit langsung dan tidak langsung yang berupa Total Benefit.

6. Menghitung Discounting Cara penyesuain nilai atau uang dengan menghitung berapa nilai uang saat ini dikemudian hari dengan memperhitungkan bunga pada akhir setiap tahun. Untuk ini digunakan discount rate, yang disesuaikan dengan interest (suku bunga dalam peminjaman Bank). Dalam menghitung manfaat tentunya harus mempertimbangkan discount ratebila manfaatnya akan diperoleh untuk periode waktu kedepan. Discount rate (DR) adalah suatu angka yang menggambarkan nilai uang pada tahun tertentu dengan nilai uang yang sama pada tahun berikutnya atau tahun sebelumnya. Discount rate disesuaikan dengan interest rate (suku bunga) yang berlaku dalam peminjaman uang. Menghitung Discount factor yaitu

Discount factor (df) = (1+i) t

Ket:

i

t

= Inflasi

= tahun

7. Melakukan Analisis Pilihan dari program yang Paling Menguntungkan. Untuk menentukan kriteria investasi apakah layak atau tidak layak maka dapat dilakukan dengan pendekatan atau menghitung Benefit Cost Rasio untuk tiap program

atau proyek. Apabila program atau proyek yang akan dianalisis lebih dari dari dua maka lebih mudah penghitungannya diletakkan dalam bentuk table. Hal ini akan memudahkan proses analisis. Cara menghitung rasio biaya manfaat adalah sebagai

berikut:

Cara menghitung rasio biaya manfaat adalah sebagai berikut: Keterangan: Σ B = total benefit Σ C

Keterangan:

ΣB = total benefit ΣC = total cost Prinsip benefit-cost ratio yaitu benefitcost mempunyai penekanan dalam perhitungan tingkat keuntungan / kerugian suatu progam atau suatu rencana dengan mempertimbangkan biaya yang akan dikeluakan serta manfaat yang akan dicapai. Penerapan analisis ini banyak digunakan oleh para health provider atau investor dalam upaya mengembangkan bisnisnya. Berdasarkan hal diatas, maka penekanan yang digunakan pada analisis ini adalah

pada rasio finansial atau keuangan. Benefit-Cost Ratio didefinisikan sebagai B/C. Sebuah proyek akan menghasilkan net benefit jika B/C > 1. B/C > 1 maka dikatakan program atau investasi tersebut layak, sedangkan B/C < 1 maka dikatakan program atau investasi tidak layak. Beberpa jenis analisis lainnya juga dapat

digunakan dalam analisis pilihan program yang paling menguntungkan melalui pendekatan discounted. Yang diperlukan dalam menghitung investasi dengan menghitung beberapa indikator yaitu :

a. Net Present Value ( NPV ) yaitu menghitung nilai netto saat ini

b. Internal rate of return ( IRR ) yaitu menghitung tingkat bunga saat NPV = 0

c. Profitability ratio yaitu membandingkan present value dari net benefit dengan present value dari investasi

d. Least Cost yaitu digunakan untuk memilih proyek bila keuntungan tidak dapat dikuantifikasi, sehingga yang menjadi acuan hanyalah proyek mana yang biayanya paling kecil.

4.1 Contoh Implementasi Cost Benefit Analysis Rumah Sakit “BUNDA SEJATI” mempunyai keinginan untuk berinvestasi di bidang pelayanan spesialis jantung atau pengembangan ruang rawat inap VIP. Data yang

ada untuk kedua program tersebut adalah sebagai berikut: (Asumsi tingkat inflasi = 14% ; jangka waktu analisis 10 tahun) 1. Pendirian Poli Spesialis Jantung

a. Bangunan, tanah dan seluruh fasilitasnya Rp. 1.000.000.000, membutuhkan waktu pembangunan 1 tahun.

b. Biaya operasional tetapnya adalah Rp. 25.000.000 per tahun.

c. Biaya operasional variabelnya adalah Rp. 15.000 per pasien

d. Tarif per pasien Rp. 100.000 dan selalu meningkat sebesar Rp. 10.000 setiap dua tahunnya.

e. Jumlah pasien rata-rata per hari 15 pasien untuk tahun pertama operasional dan terus meningkat 10% setiap tahunnya.

f. Pendapatan lain-lain adalah 25% dari total pendapatan

Perhitungan Cost Benefit Analysis Pendirian Poli Spesialis Jantung Tabel 4.1 Total Benefit Untuk Pendirian Poli Spesialis Jantung

4.1 Total Benefit Untuk Pendirian Poli Spesialis Jantung Tabel 4.2 Total cost untuk pendirian poli spesialis

Tabel 4.2 Total cost untuk pendirian poli spesialis jantung

Tabel 4.2 Total cost untuk pendirian poli spesialis jantung Rasio B/C Rasio benefit : cost =

Rasio B/C

Total cost untuk pendirian poli spesialis jantung Rasio B/C Rasio benefit : cost = 5.008.605.064 :
Total cost untuk pendirian poli spesialis jantung Rasio B/C Rasio benefit : cost = 5.008.605.064 :

Rasio benefit : cost = 5.008.605.064 : 1.637.282.690

dari penambahan

biaya. Jadi rekomendasi yang kami berikan adalah pendirian poli spesialis jantung memiliki

menunjukkan bahwa

=

3,05

:

1.

Pada

rasio 3,05

;

1

penambahan

keuntungan lebih

besar

prospek yang baik karena keuntungannya lebih besar dari biaya.

Catatan perhitungan:

Benefit

Tahun I (2014)

Jumlah pasien = rata-rata jumlah pasien per hari x jumlah hari aktif selama 1 tahun

= 15x300 = 4500

Tarif pasien (meningkat setiap 2 tahun), tahun I = 100.000

Pendapatan

= 4500 x 100.000

= 450.000.000

Nominal pendapatan lain = 25% x pendapatan

= jumlah pasien x tarif pasien

= 25% x 450.000.000

= 112.500.000

Total benefit

= pendapatan + nominal pendapatan lain

= 450.000.000 + 112.500.000

= 562.500.000

Df

= (1+i) t

= (1+14%) 1

= 1,14

Benefit tahun I = total benefit df

= 562.500.000

1,14

= 493.421.053

Cost

Tahun I (2014)

Total biaya operasional = biaya operasional variable per pasien x Σpasien

Cost tahun I

= 15.000 x 4.500

= 67.500.000

= biaya operasional tetap + biaya operasional variable

= 25.000.000 + 67.500.000

= 81.140.351

2. Pengembangan Ruang VIP

a. Bangunan, tanah dan seluruh fasilitasnya Rp. 500.000.000 per kamar dan direncanakan membangun 5 kamar. Membutuhkan waktu 1 tahun untuk membangunannya.

b. Biaya operasional tetap adalah Rp. 3.000.000 per tahun per kamar

c. Biaya operasional variabel adalah Rp 10.000 per pasien per hari

d. Tarif ruang VIP Rp. 650.000 per pasien per hari.

e. BOR pada tahun pertama operasional: 20%, Pada tahun ke-2 : 25% Pada tahun ke-3 : 30% Pada tahun ke-4 : 35% Pada tahun ke-5 : 40% Pada tahun ke-6 : 45% Pada tahun ke-7 : 50% Pada tahun ke-8 : 55% Pada tahun ke-9 : 60% Pada tahun ke-10 : 65%

f. Fee institusi dari dokter spesialis adalah 10% dari tarif visite (Rp. 100.000) per pasien per hari.

g. Pendapatan lain-lain adalah 45% dari total pendapatan tarif saja

Perhitungan Cost Benefit Analysis Pengembangan Ruang VIP

Tabel 4.3 Total Benefit Untuk Pengembangan Ruang VIP

Ruang VIP Tabel 4.3 Total Benefit Untuk Pengembangan Ruang VIP Tabel 4.4Total Cost Untuk Pengembangan Ruang

Tabel 4.4Total Cost Untuk Pengembangan Ruang VIP

Ruang VIP Tabel 4.3 Total Benefit Untuk Pengembangan Ruang VIP Tabel 4.4Total Cost Untuk Pengembangan Ruang

Rasio benefit : cost = 3.378.912.140 : 2.613.715.878

= 1,3 : 1

Pada rasio 1,3 ; 1 masih masuk criteria 1 : 1, menunjukkan bahwa penambahan keuntungan masih sama dengan penambahan biaya.Rekomendasi untuk pihak Rumah Sakit : tidak perlu melakukan pengembangan ruang VIP karena rasio keuntungan dan biaya masih dalam kategori sama

BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan Cost benefit analysismerupakan suatu analisis sistematis yang berupa perbandingan antara manfaat dan biaya yang dikeluarkan dalam menyelenggarakan kegiatan atau proyek.Cost Benefit Analysis digunakan untuk mengevaluasi penggunaan sumber ekonomi agar sumber yang langka tersebut dapat digunakan secara efisien. Selain itu, Cost Benefit Analysis digunakan untuk membuat keputusan publik dengan mempertimbangkan kesejahteraan pasien atau konsumen. Ada dua pihak yang menaruh perhatian pada analisis ini, yaitu pertama, para praktisi teknis dan ekonom yang berperan dalam mengembangkan metode analisis, pengumpulan data, dan membuat analisis serta rekomendasi. Kedua, pemegang kebijakan yang berwenang untuk membuat peraturan dan prosedur untuk melaksanakan keputusan tersebut. Dalam CBA, tidak hanya mengkonversi biaya dan manfaat ke dalam bentuk uang dan membandingkan program-program dalam pelayanan kesehatan sehingga dapat diambil keputusan, namun CBA juga dapat digunakan memberikan informasi sumber daya yang dibutuhkan

DAFTAR PUSTAKA

Boardman,

Vining,

- Benefit Analysis: Concepts And Practice. (3rd Ed.) Upper Saddle River, N.J.: Prentice

Hall, 2006.

A.

A.,

Greenberg,

D.

H.,

A.

R.,

And

Weimer,

D.

L.Cost

Frick, Kevin Dan Johns Hopkins University.2007. Cost Benefit Anda CostEffectiviness Analysis. SitasiHttp://Ocw.Jhsph.Edu/Courses/Hsre/Pdfs/Hsre_Lect13_Frick.Pdf PadaTanggal 26 November 2012

Gerald Shively.Gambaran Umum Benefit−Cost Analysis. Http://Www. Agecon. Purdue. Edu/Staff/Shively/Courses/Agec406/Reviews/Bca.Htm. Sitasi 22 November 2012.

Justam,

Judilhery.Evaluasi

Ekonomi

Dalam

Program

Kesehatan

:

Cba

Dan

Program Pada Tanggal 26 November 2012

Kementrian Pekerjaan Umum Badan Penelitian Dan Pengembangan PuslitbangSosial, Ekonomi, DanLingkungan.2011. Executive Summary : Kajian Metode Analisis Biaya Manfaat Ha

2012.

Tanggal24

November

Levin, H. M., And Mcewan, P. J.Cost - Effectiveness Analysis.(2nd Ed.)Thousand Oaks, Calif.:

Sage, 2001.

N. Plowman.2011.ParaArgumen Melawan Analisis Manfaat Biaya.Http://Www.Brighthubpm. Com/Project-Planning/58627-Arguments-Against-The-Cost- Benefit-

Analysis/.Sitasi Pada 22 November 2012Watkins,

T.

2012. An Introduction To Cost Benefit Analysis.

[Online]

AvailableAt

Http://Www.Sjsu.Edu/Faculty/Watkins/Cba.Htm Sitasi Tanggal 1Oktober 2012