Anda di halaman 1dari 2

Nama : Septa Meggy Ardhino

Nim : 12 02 07 53

Judul penelitian
Pengaruh kurangnya cairan tubuh terhadap resiko terjadinya konstipasi.
Tujuan penelitian
a. Tujuan umum
Untuk mengetahui pengaruh kurangnya makanan berserat terhadap resiko terjadinya
konstipasi.
b. Tujuan khusus
1. Untuk mengidentifikasi pengaruh kurangnya konsumsi cairan.
2. Untuk mendentifikasi terjadinya konstipasi.
3. Untuk menganalisis pengaruh kurangnya konsumsi cairan terhadap resiko terjadinya
konstipasi.
Konsep Teori
a. Devinisi
Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana
seorang manusia (atau mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan tinja yang
berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan
kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga
dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang
berakibat fatal bagi penderitanya (Walia, 2009)
b. Etiologi
Penyebab konstipasi, yaitu (Steffen, 2009) :

1. Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.

2. Menderita panas dalam.

3. Stres atau depresi dan aktivitas yang cukup padat.

4. Pengaruh hormon dalam tubuh (misalnya dalam masa menstruasi atau kehamilan).

5. Usus kurang elastis (biasanya karena sedang dalam masa kehamilan atau usia lanjut).

6. Gaya hidup dan pola makan yang kurang teratur (seperti diet yang buruk).
c. Penatalaksanaan
Penatalaksanna konstipasi menurut (Carpenito, Lynda Juall,2005), yaitu :
Pengobatan non-farmakologis
1. Pengobatan non-farmakologis
a. Latihan usus besar
b. Diet
c. Olahraga
2. Pengobatan farmakologis

a. memperbesar dan melunakkan massa feses, antara lain : Cereal, Methyl selulose,
Psilium.

b. melunakkan dan melicinkan feses, obat ini bekerja dengan menurunkan tegangan
permukaan feses, sehingga mempermudah penyerapan air. Contohnya : minyak
kastor, golongan dochusate.

c. golongan osmotik yang tidak diserap, sehingga cukup aman untuk digunakan,
misalnya pada penderita gagal ginjal, antara lain : sorbitol, laktulose, gliserin

d. merangsang peristaltik, sehingga meningkatkan motilitas usus besar. Golongan ini


yang banyak dipakai. Perlu diperhatikan bahwa pencahar golongan ini bisa
dipakai untuk jangka panjang, dapat merusak pleksusmesenterikus dan berakibat
dismotilitas kolon. Contohnya : Bisakodil, Fenolptalein.

Kerangka konsep
kerangka konsep pada penelitian ini adalah :

konstipasi Kekurangan cairan


tubuh
variable independen variable dependent
Variable penelitian
variabel bebes (independent) : konstipasi
variable terikat (depanden) : kekurangan cairan tubuh

Skala penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan skala ordinal.