Anda di halaman 1dari 22

Makalah

Pengantar Ilmu Hukum


Pengertian Hukum
Dosen Pengajar :
Dr. Harsanto Nursadi S.H., M.Si

Nur Widyastanti S.H., M.H.

Dr. Andhika Danesjvara S.H., M.Si

Disusun oleh:

Muhammad Nur Hidayah


(1406637031)

Administrasi Perpajakan
Program Vokasi
Tahun Pelajaran 2014/2015
Kata Pengantar

Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat serta
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pegertian
Hukum.Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar
Ilmu Hukum dan untuk menambah pengetahuan kita tentang hukum itu sendiri. Saya juga
berterimakasih kepada para dosen pengajar mata kuliah P.I.H dan teman- teman yang membantu
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.

Penulis memohon kepada para pembaca apabila menemukan kesalahan atau kekurangan
dalam karya tulis ini, baik dari segi bahasanya maupun isinya, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun kepada semua pembaca demi lebih baiknya karya-karya tulis
yang akan datang.

Jakarta, 2 Desember 2014

Penulis

1
Daftar Isi

Kata Pengantar.................................................................................................i
Daftar Isi.........................................................................................................ii
BAB I (Pendahuluan).....................................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................................1
B. Rumusan Masalah................................................................................1
C. Tujuan...................................................................................................1
BAB II (Pembahasan).....................................................................................2
I. Pengertian Hukum................................................................................2
Pendapat Para Ahli dan masyarakat..2
II. Disiplin Ilmu Hukum..........................................................................5
A. Ruang Lingkup Hukum....5
B. Segi Khusus Displin Ilmu Hukum......10
III. Tujuan Hukum...11
IV. Sistem Hukum...11
A. Pengertian........11
B. Klasifikasi Hukum...12
V. Penemuan Hukum...16
A. Pengertian16
B. Cara Menemukan Hukum16
C. Aliran-Aliran Penemuan Hukum.17
BAB III (Penutup)........................................................................................18
Kesimpulan..............................................................................................18
Daftar Pustaka..........................................................................................19

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hukum merupakan suatu gejala sosial budaya yang berfungsi untuk menerapkan
kaidah-kaidah dan pola-pola perikelakuan tertentu terhadap individu-individu dalam
masyarakat. Apabila hukum yang berlaku di dalam masyarakat tidak sesuai dengan
kebutuhan- kebutuhan serta kepentingan-kepentingannya, maka ia akan mencari jalan keluar
serta mencoba untuk menyimpang dari aturan-aturan yang ada. Segala bentuk tingkah laku
yang menyimpang yang mengganggu serta merugikan dalam kehidupan bermasyarakat
tersebut diartikan oleh masyarakat sebagai sikap dan perilaku jahat.
Hukum menetapkan apa yang harus dilakukan dan atau apa yang boleh dilakukan serta
dilarang. Sasaran hukum yang hendak dituju bukan saja orang yang nyata-nyata berbuat
melawan hukum. Melainkan juga perbuatan hukum yang mungkin akan terjadi, dan kepada
alat perlengkapan negara untuk bertindak menurut hukum. Sistem bekerjanya hukum yang
demikian itu merupakan salah satu bentuk penegakan hukum.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan hukum?

C. Tujuan
1. Mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud dengan hukum.
2. Memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum.

1
BAB II
PEMBAHASAN

I. Pengertian Hukum

Kata hukum berasal dari bahasa Arab dan merupakan bentuk tunggal. Kata
jamaknya adalah Alkas yang selanjutnya diambil alih dalam bahasa Indonesia menjadi
Hukum. Sebenarnya hingga saat ini belum ada yang dapat memberikan suatu batasan
atau definisi hukum secara tepat dan jelas, bahkan pakar hukum sekalipun karena cara
pandang setiap orang berbeda satu dengan lainya.
Berikut adalah pengertian hukum menurut para ahli :
1. Prof.Dr.P.Borst
Menurut Borst Hukum adalah keseluruhan peraturan bagi kelakuan atau perbuatan
manusia didalam masyarakat yang pelaksanaanya dapat dipaksakan dan bertujuan
mendapatkan tata atau keadilan.
2. Prof.Dr.van Kan
Dalam bukunya yang berjudul Inleiding tot de Rechtswetenschap, Dia mengatakan
bahwa Hukum adalah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk
melindungi kepentingan manusia dalam masyarakat.
3. Kantorowich
Dalam bukunya yang berjudul The Definition of Law, Kantorowich menyatakan
bahwa Hukum adalah keseluruhan peraturan-peraturan sosial yang mewajibkan
perbuatan lahir yang mempunyai sifat keadilan serta dapat dibenarkan.
4. Dr.E.Utrecht, SH
Dalam bukunya yang berjudul Pengantar dalam Hukum Indonesia, Dia berpendapat
bahwa, untuk memberikan definisi tentang hukum yang lengkap memang sulit, tetapi
perlu adanya pedoman untuk dijadikan pegangan tentang apakah hukum itu. Pedoman
terdebut sebagai berikut :
Hukum adalah himpunan petunjuk-petunjuk hidup tata tertib suatu masyarakat dan
seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan.

2
5. Prof.Mr.Dr.L.J. van Apeldoorn
Menurutnya memberikan definisi atau batasan hukum sebenarnya hanya bersifat
menyamaratakan saja dan tergantung siapa yang memberikan.

Dalam pemberian definisi tentang hukum, para ahli meninjau hukum dari segi yang
berbeda-beda, seperti segi sejarah, sosial, ekonomi, filsafat dan sebagainya. Hukum merupakan
gejala sosial yang selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan yang ada dimasyarakat yang
dipengaruhi oleh zamanya dan juga sebagai pengatur dan petunjuk dalam kehidupan
bermasyarakat. Maka tidak lah mengherankan untuk memberikan sebuah batasan atau definisi
hukum sangat sulit karena hukum itu sendiri juga selalu berubah mengikuti zamanya.
Namun demikian, sekedar sebagai pegangan bagai orang yang sedang belajar hukum
dapat dipakai pengertian sebagai berikut :
Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan hidup yang bersifat memaksa berisikan perintah,
larangan atau izin untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu dengan maksud untuk mengatur tata-
tertib dalam kehidupan masyarakat.
Selain dari definisi-defini yang dikemukakan oleh para ahli hukum, terdapat pula definisi
yang diberiakn oleh masyarakat, yaitu
a. Hukum dalam arti keputusan penguasa
Sebagai keputusan penguasa, hukum merupakan serangkaian peraturan tertulis
seperti UUD, UU, KePres, PP, PERDA dsb. Peraturan tersebur dibuat oleh yang
berwenang, contohnya dalam membuat UU dibuat oleh Presiden bersama DPR. Putusan
hakim juga termasuk keputusan penguasa karena ia mempunyai kekuatan hukum sebagai
manifestasi atau perwujudan didalam masyarakat. Dengan demikian hukum adalah
peraturan yang dibuat oleh yang berwenang dan bersifat memaksa.
b. Hukum dalam arti petugas
Petugas penegak hukum dianggap sebagai hukum dalam pengertian ini. Bagi
orang awam dalam istilahnya Apeldoorn Men in the street, melihat polisi, jaksa atau
hakim sebagai hukum karena dalam kenyataanya petugas penegak hukum tersebut yang
menghukum orang bersalah.

3
c. Hukum dalam arti sikap tindak
Hukum dalam sikap tindak ini merupakan sebuah kebiasaan yang dianggap wajar
dan meluas menjadi wujud pergaulan yang tertib dan teratur.
d. Hukum dalam arti gejala sosial
Aristoteles mengatakan bahwa manusia adalah Zoon Politicon yaitu makhluk
hidup yang bermasyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat manusia saling
membutuhkan satu sama lain, kebutuhan tersebut bisa sejalan atau
berlawanan/bertentangan. Untuk mengatasi pertentangan tersebut maka dibuatlah
ketentuan yang mengatur yaitu tata tertib. Ketentuan tersebut merupakan petunjuk hidup
yang merupakan hukum yang berkembang bersama-sama masyarakat atau dengan kata
lain hukum berarti gejala sosial.
e. Hukum dalam arti disiplin
Menurut Dr. Soejono Dirdjosisworo SH hukum dalam arti disiplin berarti melihat
hukum sebagai gejala kenyataan yang ada di tengah-tengah masyarakat Disiplin hukum
meliputi ilmu hukum, politik hukum, dan filsafat hukum
f. Hukum dalam arti ilmu hukum
Hukum dalam arti ini dilihatnya sebagai ilmu pengetahuan atau yang merupakan
karya manusia yang berusaha mencari kebenaran tentang sesuatu yang memiliki ciri-ciri
sistematis, logis, empiris, metodis, umum dan akumulatif.
g. Hukum dalam arti tata hukum
Hukum dalam arti tata hukum adalah hukum yang sedang berlaku di suatu
Negara. Tata hukum biasa disebut hukum positif atau Ius Constitutum. Hukum ini
diwujudkan dengan peraturan-peraturan yang saling berhubungan dan saling
menguntungkan meliputi perbuatan apa yang boleh dilakukan dan perbuatan apa yang
tidak boleh dilakukan.
h. Hukum dalam arti kaidah
Ilmu tentang kaidah atau wissenschaft atau Sollen wissenschaf yaitu ilmu yang
menelaah hukum sebagai kaidah dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum.

4
Dengan demikian setiap anggota masyarakat wajib menaati petunjuk-petunjuk hidup
itu sedemikian rupa, sehingga dalam masyarakat dapat terpelihara sebagai kumpulan dari
berbagai cabang ilmu pengetahuan meliputi :
1. Ilmu tentang kaidah atau wissenschaft atau Sollen wissenschaf.
2. Ilmu tentang pengertian.
3. Ilmu tentang kenyataan

II . Disiplin Ilmu Hukum

A. Ruang Lingkup Ilmu Hukum

Ilmu hukum sebenarnya kumpulan dari berbagai cabang ilmu pengetahuan antara lain :
1. Ilmu tentang kaidah atau wissenschaft atau Sollen wissenschaf
Sebagai kaidah/norma hukum itu dapat dirumuskan sebagai berikut : Ilmu hukum
adalah himpunan petunjuk hidup berisi perintah-perintah (gebod) larangan-larangan
(verbod) serta tindakan yang dibolehkan (mogen) yang mengatur tata tertib dalam suatu
masyarakat dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Norma
mempunyai sifat imperatif yaitu mengikat dan memaksa yang harus ditaati, sehingga
mengikat bagi setiap orang yang ditetapkan dalam kaedah hukum dimaksud dan fakultatif
yaitu sifatnya hanya merupakan pelengkap. Bentuk norma ada tiga yaitu tertulis, tidak
tertulis, dan tercatat.
Didalam masyarakat dikenal 4 macam norma, yaitu :
a. Norma susila
Norma yang paling tua dan paling asli terdapat dalam sanubari manusia
sendiri karena manusia adalah makhluk bermoral terdapat dalam tiap
manusia tanpa melihat kebangsaan dan masyarakat tidak mengindahkan
norma susila berate a susila.
b. Norma agama
Norma agama berpangkal pada kepercayaan adanya yang Tuhan.
Pelanggaran berarti menentang perintah Tuhan, akibatnya adalah mendapat
hukuman dari Tuhan atau Dosa

5
c. Norma kesopanan
Norma kesopanan adalah norma yang timbul dan diadakan oleh
masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing
anggota masyarakat saling hormat menghormati. Orang yang melanggaranya
akan mendapat celaan atau hinaan dari sesamanya, celaan itu bisa berupa
ucapan atau berupa sikap benci dan pandangan rendah dari orang-orang
sekelilingnya, bahkan jika dinilai sudah sangat menyimpang dapat
dikeluarkan dari masyarakat. Norma kesopanan dapat menjelma menjadi
norma kebiasaan yang sanksinya lebih berat lagi.
d. Norma Hukum
Ketiga norma diatas belum cukup menjamin tata tertib dalam pergaulan
hidup dimasyarakat karena tidak adanya ancaman hukuman yang cukup
dirasakan sebagai paksaan dari luar. Diperlukan adanya norma hukum yang
bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusiadalam pergaulan
hidupnya dimasyarakat. Sifat yang nampak dalam norma hukum adalah
adanya paksaan dari luar dan berlaku umum.
Norma hukum merupakan ketentuan atau pedoman tentang apa yang
seharusnya dilakukan. Pada hakikatnya norma hukum merupakan perumusan
pendapat atau pandangan tentang bagaimana seharusnya seseorang bertingkah
laku. Sebagai pedoman norma hukum bersifat umum dan pasif.
Sanksi merupakan unsur yang paling esensial dari kaedah hukum. Sanksi
adalah reaksi, akibat, atau konsekuensi pelanggaran norma sosial. Sanksi baru
ditetapkan apabila telah terjadi suatu pelanggaran norma hukum, sehingga
sanksi hanyalah merupakan akibat dan bukan merupakan ciri sesungguhnya
hukum.

6
Perbedaan Norma Agama Norma Susila Norma Kesopanan Norma Hukum
Asal-usul Tuhan Sanubari manusia Dari luar manusia bersifat memaksa
Sasaran Untuk sikap batiniah manusia Untuk sikap lahiriah manusia
Memberikan kewajiban Memberikan hak dan
Isi tanpa memberi hak kewajiban
Tujuan Menyempurnakan umat manusia Untuk ketertiban
Sanksi Dari Tuhan Diri sendiri Dari masyarakat Dari penegak hukum

Hubungan Norma Hukum dengan norma sosial lainya


1. Dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan
2. Norma hukum dapat saling menguatkan, tetapi juga bisa berbeda
3. Norma hukum yang dituntut adalah pelaksanaanya
4. Norma sosial yang dituntut adalah moralitas
5. Semua norma bisa menjadi hukum atau bisa juga berubah tegantung kebutuhan
dan kondisi masyarakat.

2. Ilmu pengertian yakni ilmu tentang pengertian-pengertian pokok dalam hukum seperti
subjek hukum, objek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum,
akibat hukum, masyarakat hukum.
a. Subjek Hukum
Subjek hukum adalah sesuatu yang menurut hukum berhak/berwenang
untuk melakukan perbuatan hukum atau siapa yang mempunyai hak dan cakap
untuk bertindak dalam hukum.
Pada dasarnya yang dapat menjadi subjek hukum adalah manusia/orang. Ada 2
pengertian manusia/orang, yaitu
1. Natuurlijk person = orang/manusia pribadi
2. Rectperson adalah berbentuk badan hukum.

Pengecualian subjek hukum

7
Anak dalam kandungan
Secara riil manusia sebagai subjek hukum berlaku sejak ia lahir sampai
meninggal. Jika masih dalam kandungan maka dianggap telah lahir.
Apabila anak meninggal pada saat dilahirkan atau sebelumnya,maka
dianggap tidak pernah ada.
Cakap hukum
Seseorang dikatakan cakap hukum apabila telah dianggap cukup cakap
untuk mempertanggungjawabkan sendiri atas segala tindakan-tindakanya
sendiri.
Binatang
Binatang tidak dapat dijadikan subjek hukum karena menurut hukum
binatang tidak mempunyai hak dan kewajiban seperti manusia.
Badan hukum
Badan hukum adalah suatu perkumpulan orang-orang yang mengadakan
kerja sama dan atas dasar ini merupakan suatu kesatuan yang telah
memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh hukum. Dalam
hukum yang terpenting adalah badan hukum mempunyai kekayaan yang
sama sekali terpisah oleh dari kekayaan anggota-anggotanya sehingga
badan hukum dapat dijadikan subjek hukum.
b. Objek Hukum
Objek hukum adalah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum dan yang
dapat menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subjek hukum.
Objek hukum biasanya adalah benda. Objek hukum perdata adalah benda yang
diperjual-belikan, objek hukum publik adalah peraturan
c. Peristiwa hukum
Perbuatan hukum adalah setiap perbuatan yang membawa akibat hukum. Dalam
hukum perdata yang dilihat adalh subjek hukumnya, dalam hukum pidana yang
dilihat adalah perbuatanya.

d. Hubungan hukum

8
Hubungan hukum adalah hubungan antar subjek hukum atau lebih dimana hak
dan kewajiban disatu pihak berhadapan dengan hak dan kewajiban dipihak lain.

e. Hak
Dalam ilmu hukum hak disebut juga hukum subjektif yaitu hukum yang timbul
dari hukum objektif dan berlaku terhadap seseorang tertentu atau lebih.
f. Masyarakat hukum
Yaitu sekelompok orang yang hidup dalam suatu wilayah tertentu dimana di
dalam kelompok tersebut berlaku suatu rangkaian peraturan yang menjadi tingkah
laku bagi setiap kelompok dalam pergaulan hidup mereka.

3. Ilmu tentang kenyataan atau Tatsachen wissenschaft atau sein wissenschaft yang
menyoroti hukum sebagai perilaku atau sikap-tindak yang mencakup :
a. Sosiologi hukum
yakni suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara empiris dan analitis
mempelajari hubungan timbale balik antar hukum sebagai gejala-gejala sosial
dengan gejala sosial lainya.
b. Antropologi hukum
Yakni suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari pola-pola sengketa dan
penyelesaiannya pada masyarakat-masyarakat sederhana maupun masyarakat-
masyarakat yang sedang mengalami proses modernisasi.
c. Psikologi hukum
Yakni cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum sebagai suatu
perwujudan dari perkembangan jiwa manusia.
d. Perbandingan hukum
Yakni cabang ilmu pengetahuan yang membandingkan sistem-sistem hukum yang
berlaku di dalam satu atau beberapa masyarakat.
e. Sejarah hukum
Yakni cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari perkembangan dan asal usul
sistem hukum masyarakat tertentu.
f. Politik hukum

9
Yakni merupakan bagian dari disiplin hukum mencakup kegiatan-kegiatan
memilih nilai-nilai dan menerapkan nilai-nilai tersebut.
g. Filsafat hukum
Yakni perenungan dan perumusan nilai-nilai yang mencakup juga penyerasian
nilai-nilai.

B. Segi khusus disiplin ilmu hukum


Segi khusus ilmu hukum terbagi menjadi beberapa bidang diantaranya yaitu
1. Sejarah Tata Negara
2. Sistem Tata Hukum yang mencakup bidang-bidang sebagai berikut
a. Hukum Negara yang terdiri dari :
i. Hukum Tata Negara
ii. Hukum Administrasi Negara
b. Hukum Pribadi
c. Hukum Harta Kekayaan yang mencakup :
i. Hukum Benda
ii. Hukum Perikatan
d. Hukum Keluarga
e. Hukum Waris
f. Hukum Pidana
Jika ditinjau dari ruang lingkupnya, dapat dibagi menjadi:
1. Nasional
2. Internasional
Jika ditinjau dari susut fungsinya, dapat dibagi menjadi :
1. Subtantif (materil)
2. Ajektif (formil)
Jika ditinjau dari bentuknya, dapat dibagi menjadi :
1. Hukum tertulis
2. Hukum tidak tertulis
3. Hukum tercatat
III. Tujuan hukum

10
Ada beberapa teori tentang tujuan hukum yang dikemukakan oleh ahli hukum,
diantaranya :

1. Teori etis
Menurut teori ini hukum mempunyai tugas suci dan luhur yaitu keadilan
dengan memberikan kepada tiap-tiap orang apa yang berhak diterima.
Teori ini di cetuskan oleh Aristoteles dalam bukunya Rhetorica.
2. Teori Utilitas
Dalam teori ini hukum pada dasarnya bertujuan untuk mewujudkan apa
yang berfaedah saja, jadi hukum bertujuan menjamin adanya kebahagian
sebesar-besarnya pada orang sebanyak-banyaknnya. Teori ini dikemukakan
oleh Jereny Bentham dalam bukunya yang berjudul Introduction to the
morals and legislation.
3. Teori campuran
- Menurut Mochtar Kusumaatmadja tujuan utama dari hukum adalah
ketertiban, sementara tujuan yang lain adalah keadilan
- Menurut purnadi dan soerjono tujuan dari hukum adalah kedamaian
hidup antar pribadi.
- Menurut Apeldoorn tujuan hukum adalah mengatur pergaulan antar
manusia secara damai\menurut Soebekti tujuan hukum adalah
kemakmuran dan keadilan rakyatnya.

IV. Sistem Hukum


A. Pengertian
Sistem hukum adalah suatu kesatuan yang terdiri dari unsure-unsur yang
mempunyai interaksi satu sama lain dan bekerjasama untuk mencapai tujuan kesatuan
tersebut. Di dalam sistem hukum terdapat sub sistem hukum yaitu formil-materil dan
hukun publik-privat.
Menurut Lawrence M. Friedman, sistem hukum dapat dibagi menjadi 3
komponen, yaitu
a. Komponen structural

11
Yaitu bagian sistem hukum yang berfungsi dalam suatu mekanisme
kelembagaan
b. Komponen subtantif
Yaitu hasil nyata yang diterbitkan oleh sistem hukum, bisa berupa kaidah
hukum individual dan umum.
c. Komponen budaya hukum
Yaitu sikap-sikap warga masyarakat beserta nilai-nilai yang dipegangnya
sangat berpengaru terhadap pendayagunaan pengadilan sebagai tempat
menyelesaikan sengketa.

B. Klasifikasi Hukum
1. Menurut sumbernya
Sumber hukum adalah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang
mengikat dan memaksa, apabila dilanggar maka akan mendapat sanksi yang nyata
bagi pelanggarnya.
Sumber hukum dibagi menjadi 2, yaitu sumber hukum materil dan sumber hukum
formil.

a. Sumber hukum materil


Sumber hukum materil adalah sumber hukum yang dilihat dari segi isinya,
seperti:
1. KUH Pidana segi materilnya adalah mengatur tentang pidana umum,
kejahatan, dan pelanggaranya.
2. KUH Perdata segi materilnya adalah mengatur tentang masalah orang
sebagai subjek hukum, barang sebagai objek hukum, perikatan,
perjanjian, pembuktian.
b. Sumber hukum formil
Sumber hukum formil adalah sumber hukum dilihat dari segi yuridis dalam arti
formal yaitu sumber hukum dari segi bentuknya yang lazimnya terdiri dari :

1. Undang-undang

12
Undang-undang adalah hukum yang tercantum dalam peraturan-peraturan
perundang-undangan.
2. Traktat
Traktat adalah hukum yang ditetapkan oleh Negara-negara yang bersama-
sama mengadakan suatu perjanjian.
3. Kebiasaan dan adat istiadat
Kebiasaan dan adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak
lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib.
4. Yurisprudensi
Yurisprudensi adalah keputusan-keputusan hakim yang selalu dijadikan
sebagai pedoman hakim lain dalam memutuskan kasus-kasus yang sama.
5. Doktrin
Doktrin adalah pendapat para sarjana hukum yang terkemuka yang besar
pengaruhnya terhadap hakim.

2. Menurut Isi
Berdasarkan isinya, hukum dibagi menjadi dua golongan, yaitu
1. Hukum publik
Yaitu hukum yang mengatur tiap-tiap hubungan antara negara dengan
dengan perseorangan (warga negara). Berikut yang termasuk kedalam
hukum publik, yaitu
a. Hukum pidana
Yaitu keseluruhan hukum yang mengatur/menerangkan perbuatan mana
yang merupakan kejahatan atau pelanggaran, serta hukuman mana yang
dapat dijatuhkan kepada pelanggaran tersebut.
b. Hukum Negara
Hukum Negara dibagi menjadi 2, yaitu :
Hukum Negara dalam arti sempit yaitu Hukum Tata Negara (HTN)
HTN adalah hukum yang berupa peraturan-peraturan hukum yang
mengatur kewajiban sosial dan kekuasaan suatu organisasi Negara.

13
Hukum Tata Usaha Negara atau Hukum Administrasi Negara
(HAN) adalah hukum yang mengatur susunan dan kekuasaan alat
perlengkapan Badan Umum atau hukum yang mengatur semua
tugas dan kewajiban dari pejabat-pejabat pemerintah dalam
menjalankan tugas dan kewajibanya. Berikut yang termasuk HAN,
yaitu
- Hukum pajak
- Hukum perburuhan
- Hukum acara
Hukum acara terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu
a. Hukum acara pidana
b. Hukum acara perdata
c. Hukum acara administrasi

2. Hukum privat
Yaitu hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang
lain dan juga Negara sebagai pribadi. Berikut yang termasuk hukum privat,
yaitu :
a. Hukum perdata
Yaitu hukum yang bertujuan menjamin adanya kepastian di dalam
hubungan antara orang yang satu dengan yang lain dan seseoarang
dengan pemerintah.
b. Hukum dagang
Yaitu keselurauhan peraturan yang meliputi perbuatan manusia di dalam
masyarakat, terutama di dalam lapangan perniagaan/perdagangan.
c. Hukum perselisihan
Yaitu hukum yang menerangkan peraturan apa yang menjadi peraturan
hukum atau peraturan hukum mana yang berlaku mengenai sesuatu
hubungan hukum yang diadakan oleh karena suatu peristiwa hukum.

3. Menurut ketentuan waktu berlakunya

14
a. Ius constitutum
Yaitu hukum positif adalah hukum yang berlaku sekarang bagi suatu suatu
masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.
b. Ius constituendum
Yaitu hukum yang diharapkan berlaku pada waktu yang akan datang.

4. Menurut kekuatan berlakunya


a. Hukum imperative
Hukum yang memaksa
b. Hukum Fakultatif
Hukum yang mengatur atau hukum pelengkap

5. Hukum berdasarkan bentuknya


a. Hukum tertulis
Yaitu hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan perundang-
undangan.
b. Hukum tidak tertulis
Yaitu hukum yang berlaku namun tidak dicantumkan dalam perundang-
undangan
c. Hukum tercatat
Yaitu hukum yang tidak tertulis namum dicatatkan oleh para peneliti hukum
atau ilmuan yang terkait.

6. Hukum berdasarkan daerah kekuasaanya


a. Hukum nasional
Yaitu hukum yang hanya berlaku dalam wilayah Negara tertentu.
b. Hukum internasional
Yaitu hukum yang berlaku di berbagai Negara.

7. Menurut fungsinya

15
a. Hukum materil
Hukum yang mengatur hubungan sesama anggota masyarakat dan antara
anggota masyarakat dengan Negara.
b. Hukum formil
Hukum yang menunjukan cara menjalankan hukum materil.

8. Menurut luas berlakunya


a. Umum
Berlaku kepada setiap orang dimasyarakat
b. Khusus
Berlaku bagi golongan-golongan tertentu

V. Penemuan Hukum
A. Pengertian
Penemuan hukum adlah proses pembentukan hukum oleh hakim atau petugas
hukum lainya dalam peristiwa hukum yang kongkret atau dalam pembentukan hukum.

B. Cara menemukan hukum


Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menemukan hukum, yaitu
a. Intepretasi menurut bahasa
Penafsiran untuk mengetahui makna ketentuan undang-undang dengan
menguraikan menurut bahsanya, susunan kata atau kalimatnya. Tujuanya
adalah mencari hal yang tidak jelas dalam undang-undang.
b. Intepretasi teologis dan sosiologis
Apabila makna undang-undang itu ditetapkan berdasarkan tujuan
kemasyarakatan.
c. Intepretasi sistematis
Menafsirkan undang-undang sebagai bagian dari keseluruhan sistem
perundang-undangan dengan jalan mengubungkan dengan undang-undang
lain
d. Intepretasi historis

16
Merupakam penjelasan terjadinya undang-undang.
e. Intepretasi komparatif
Merupakan penjenlasan berdasarkan perbandingan hukum.
f. Intepretasi futuristis
Penjelasan ketentuan undang-undang denga berpediman pada undang-
undang yang belum mempunyai kekuatan hukum.
g. Intepretasi tesktiptif dan ektensif
Intepretasi tesktiptif adalah penafsiaran yang bersifat membatasi.
Dalam penafsiran ekstensif dilampaui batas-batas yang ditetapkan oleh
intepreatsi gramatikal.

C. Aliran-aliran penemuan hukum


1. Aliran legisme
Yaitu menganggap semua hukum terdapat dalam undang-undang.
2. Aliran Freie Rechtbewegung
Berpendapat bahwa hakim bebas melakukan tugasnya menurut undang-
undang atau tidak karena hakim bebas menciptakan hukum.
3. Aliran Rectsvinding
Menurut aliran ini hakim memiliki kebebasan yang terikat dan keterikatan
yang bebas dengan menyelaraskan UU pada tuntuntan zaman.

BAB III

17
PENUTUP

KESIMPULAN

Hukum sampai saat ini memang belum dapat diberikan batasan-batasan yang jelas atau
definisi, tetapi untuk mempermudah sesorang yang baru belajar hukum terdapat definisi hukum
yang bersifat sebagai pegangan, yaitu Hukum adalah adalah himpunan peraturan-peraturan hidup
yang bersifat memaksa berisikan perintah, larangan atau izin untuk berbuat atau tidak berbuat
sesuatu dengan maksud untuk mengatur tata-tertib dalam kehidupan masyarakat.
Dalam hukum sendiri terdapat ilmu-ilmu yang mempelajari hukum itu sendiri, yaitu ilmu
tentang kaidah, ilmu tentang pengertian, dan ilmu tentang kenyataan. Ilmu-ilmu tersebut
sebenarnya menjabarkan tentang disiplin-disiplin hukum seperti norma, subjek hukum, objek
hukum, masyarakat hukum, Hak, perbuatan hukum dsb.
Tujuan hukum juga masih bermacam-macam, tetapi kita dapat mengambil tiga teori
tentang tujuan hukum, yaitu teori etis yang dikemukakan oleh aristoteles, teori utilitas yang
dikemukakan oleh Bentham, dan teori campuran. Tiga teori ini memang berbeda-beda namun
memiliki tujuan yang sama baiknya seperti keadilan, kedamaian dan kesejahteraan.
Dari berbagai penjabaran hukum tadi, maka terbentuklah suatu sistem hukum. Didalam
sistem hukum terdapat sub sistem yang terbagi menurut suatu kriteria. Sistem hukum juga
terdapat tiga komponen, yaitu structural, subtantif dan budaya hukum. Dari sistem hukum itu
munculah suatu penggolongan atau klasifikasi hukum. Klasifikasi hukum ini menjabarkan
tentang jenis-jenis hukum menurut sumber, fungsi, waktu, wilayah, dsb.
Hukum juga dapat ditemukan oleh para petugas hukum. Proses pembentukan hukum ini
berdasarkan peristiwa yang kongkret dan dengan berbagai cara seperti intepretasi menurut
bahasa, teologis dan sosiologis, historis, dsb. Terdapat pula aliran-aliran mengenai penemuan
hukum seperti aliran legisme, Freie Rechtbewegung, dan rechtsvinding.ketiganya mempunyai
pemahaman yang berbeda-beda tentang penemuan hukum

DAFTAR PUSTAKA

18
Soeroso, R, Pengantar Ilmu Hukum Edisi 1 cetakan ke-13.Sinar Grafika, 2013
Wignyodipuro, Soerojo, Pengantar Ilmu Hukum., Haji Masagung, 1989
BEM UI, Pengantar Ilmu Huku., BEM UI, 2010
Nusadi, Harsanto, Sistem Hukum Indonesia. Universitas Terbuka, 2007

19