Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
PENULISAN LAPORAN FORMAL
Masalah yang kemungkinan terjadi pada penulisan laporan formal pada
beberapa aspek yang biasanya muncul yaitu kurangnya mengetahui tentang kegunaan
laporan formal, perencanaan pembuatan laporan formal, dan penulisan bagian pada
laporan formal. Kurangnya pengtehuan tersebut menjadi pemicu bagi pembuatan
laporan formal yang hasilnya tidak baik atau kurang maksimum. Maka pentinglah bagi
kita seorang akuntan mengetahui dasar-dasar penulisan laporan formal dan teorinya.
Pada materi ini kami akan membahas tentang penulisan laporan formal yang mungkin
dapat membantu kita dalam menilai laporan formal atau membuat laporan formal suatu
saat nanti.
Laporan formal mempunyai berbagai karakteristik laporannya panjang,
penyampaian informasi baik intern maupun ekstern, biasanya dibuat oleh bawahan atau
struktur-struktur organisasi di bawah atasan umum atau pimpinan, dan memiliki suatu
tujuan tertentu yaitu membantu pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

B. IDENTIFIKASI MASALAH
Penulisan Laporan Formal
1. Apa itu pengertian penulisan laporan formal?
2. Apa saja kegunaan penulisan laporan formal?
3. Bagaimana cara mendifiniskan masalah?
4. Apa saja kerangka untuk Analisis?
5. Bagaimana cara menyusun rencana kerja?
6. Apa saja cara melakukan penilitian?
7. Bagaimana menganalisis data?
C. DASAR TEORI
PENGERTIAN LAPORAN FORMAL
Laporan merupakan hal yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari,apakah
itu termasuk laporan yang diterima secara resmi maupun laporan yang masuk dari
mulut-kemulut. Kalau dalam kehidupan sehari-hari laporan biasanya kita kenal dengan
istilah pengaduan, dimana pengaduan di sini yang nantinya akan menimbulkan
permasalahan/percecokan atau membawa manfaat kebaikan sangat tergantung dari si
pemberi informasi atau bagaimana cara menangkap informasi tersebut di atas. Dari
gambaran di atas dapat kita ketahui betapa pentingnya peranan laporan dalam
kehidupan sehari-hari apalagi kalau laporan tersebut menyangkut kehidupan suatu
perusahaan atau organisasi.
Pengertian laporan :
Laporan adalah Suatu cara komunikasi dimana penulisannya menyampaikan
informasi kepada seseorang atau badan karena tanggung jawab yang
dibebankan.
Laporan formal adalah suatu cara komunikasi menyampaikan informasi yang
formal dari penulisannya, format laporanya yang panjang, bersyarat, dan dalam
perencanaa menyusunnya sangat penting

KEGUNAAN PENULISAN LAPORAN FORMAL


Untuk pelaporan yang digunakan bawahan kepada atasan
Acuan studi kuantitatif atau tes lainnya. Kecuali Anda mendokumentasikan
metode pengukuran secara detail, Anda tidak bisa menilai angka. Juga, salah
satu alasan utama untuk mengukur patokan adalah untuk mengukurnya lagi nanti
dan membandingkan. Untuk melakukannya, Anda perlu tahu segala sesuatu
tentang studi asli.
Penelitian kompetitif. Bila Anda menguji sampel yang luas dari alternatif desain,
pelajaran yang dihasilkan biasanya sangat mendasar dan menarik bahwa mereka
menjamin sebuah laporan lengkap, dengan banyak screenshot dan mendalam
analisis.
Studi lapangan. Kebanyakan organisasi jarang melakukan studi di lokasi
pelanggan; ketika mereka melakukannya, temuan pantas laporan arsip yang
dapat digunakan selama bertahun-tahun. Juga, studi lapangan biasanya
menghasilkan wawasan penting yang terlalu kompleks untuk dijelaskan secara
cepat menulis-up.
Konsultasi proyek. Ketika Anda menyewa konsultan mahal untuk mengevaluasi
pengalaman pengguna Anda, Anda harus susu wawasan yang dihasilkan untuk
waktu yang lama untuk datang. Perspektif luar hanya berharga, namun, jika ia
tetap di dalam sekali konsultan telah hilang. Untuk memastikan hal ini, Anda
memerlukan laporan yang baik wawasan dan komprehensif.

BAB II
PEMBAHASAN
A. MENGINDENTIFIKASI MASALAH
Dalam menulis suatu laporan, baik itu laporan informasional maupun analitikal,
tahap pertama adalah mendifinisikan masalah. Anda harus memutuskan informasi apa
yang Anda perlukan untuk dapat menyelesaikan suatu laporan. Anda harus menentukan
beberapa pertanyaan kemudian atas pertanyaan tersebut akan membantu Anda dalam
melakukan investigasi terhadap isi laporan yang Anda buat.
1. Membuat Pertanyaan yang Tepat
Sering kali suatu masalah yang di definisikan atas pembuatan laporan telah ditetapkan
oleh orang-orang yang memiliki otoritas terhadap suatu laporan. Maka perlunya
mempertanyakan apa tujuan laporan dibuat,sebelum melakukan investigasi lebih jauh.
2. Mengembangkan Pertanyaan Tujuan
Dalam pertanyaan-pertanyaan pembuka, pembuatan laporan haruslah mengembangkan
suatu pernyataan tertulis secara jelas terhadap tujuan suatu laporan. Kemudian perlu
melakukan cek ulang atas pernyataan tersebut dengan orang yang memiliki otoritas.

B. KERANGKA UNTUK ANALISIS


Setelah mendefinisikan masalah dan menentukan tujuan penelitian, dapat mulai
melakukan suatu penilitian. Untuk mengorganisasikan suatu penelitian, perlu
mengelompokkan masalah ke dalam serangkaian pertanyaan khusus (factoring).
Penelitian juga memerlukan kerangka (outline) untuk keperluan analisis karena
memungkinkan memecahkan masalah. Akan tetapi, membuat kerangka untuk penelitian
tentu akan berbeda dengan cara membuat kerangka laporan.
1. Mengembangkan Struktur yang Logis
a. Tugas Informasional
Suatu studi mengarah kepada laporan faktual dengan sedikit analisis atau penafsiran
umumnya dikelompokkan atas dasar sub-subtopik, dapat disusun dalam berbagai cara.
1. urutan tingkat kepentingan
2. secara berurutan
3. secara kronologis
4. menurut ruang tempatnya
5. menurut geografis
6. menurut kategori
b. Tugas Analitikal
Laporan yang berisi analisis, kesimpulan, dan rekomendasi umumnya dikategorikan
dengan metode pemecahan masalah. Hipotesis merupakan suatu pendekatan struktual
yang paling umum yang di gunakan dalam analitikal.
2. Aturan Pembagian
Pembagian ide ke dalam suatu komponen,berikut ini adalah beberapa aturan singkat
mengenai pembagian suatu ide :
1) Memilih prinsip-prinsip dasar pembagian secara benar.
2) Gunakan satu kategori/prinsip setiap kali membagi laporan ke dalam sub-subtopik.
3) Setiap pembagian kelompok harus terpisah dan berbeda.
4) Teliti dalam melakukan pendaftaran semua komponen.
3. Menyusun Kerangka Pembuka
Kerangka pembuka (preliminary outline) memberikan kemudahan dalam
melakukan investigasi.Kerangka sangat diperlukan,jika
a) Anda merupakan salah satu di antara beberapa orang yang melakukan suatu tugas.
b) Investigasi Anda akan semakin luas dan akan mencakup banyak sumber dan jenis
datanya.
c) Anda tahu dari pengalaman masa lalu bahwa orang yang meminta melakukan riset
akan melakukan revisi selama kegiatan invsetigasi Anda.

Secara umum ada dua sistem pembuatan kerangka yaitu sistem alfanumeris dan
sistem desimal . Dalam menulis kerangka , juga harus memilih antara caption kerangka
deskriptif dan informatif . Caption kerangka deskriptif memuat subjek yang akan
dibahas , sedangkan caption informatif dalam bentuk pertanyaan dan rangkuman
memuat arti suatu masalah . Akan tetapi , pada umumnya kerangka informatif lebih
bermanfaat daripada kerangka deskriptif .

Deskriptif (Topical) Informatif (Talking)


Bentuk Pertanyaan Bentuk Rangkuman
I.Karakteristik Industri I.Apa hakikat industri ? I.Industri elektronik adalah
kompetitif
A.Penjualan Tahunan A.Berapa penjualan/tahun? A.Pasar Luas
B.Keuntungan B.Apakah industri menguntungkan? B.Laba kotor
menurun
C.Tingkat Pertumbuhan C.Apa pola pertumbuhan ? C.Pertumbuhan cakupannya
?
1.Penjualan 1. Pertumbuhan penjualan? 1. Pertumbuhan penjualan
rata-rata kurang dari 3% pertahun
2.Laba 2.Pertumbuhan laba? 2. Pertumbuhan laba data

Menyusun Rencana Kerja

Suatu rencana kerja formal umumnya mencakup beberapa hal antara lain :

Permasalahan yang dihadapi


Maksud dan scope (ruang lingkup) atas investigasi yang dilakukan
Pembahasan atas urutan tugas (sumber informasi , observasi atau eksperimen ,
dan batasan waktu , uang atau data yang tersedia)
Telaah atas pekerjaan proyek , jadwal dan sumber sumber yang diperlukan
(siapa yang bertanggung jawab , kapan akan dilakukan dan berapa biaya atas
investigasi)

Melakukan Penelitian

Dalam melakukan penelitian , tentunya akan memperoleh sumber atas data yang
diperlukan . Sumber sumber data tersebut dapat melalui sumber sumber primer
maupun sekunder . Sumber primer akan memberikan informasi atau data yang
dikumpulkan dari sumber sumber asli untuk tujuan tertentu . Sedangkan sumber
sekunder akan memberikan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain untuk tujuan
tertentu . Data sekunder berasal dari laporan tangan kedua .

a. Sumber sumber primer

Ada 4 cara yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan data primer , yaitu :

Dokumen
Dokumen dokumen bisnis yang termasuk ke dalam data primer antara lain laporan
penjualan , neraca , laporan laba rugi , kebijakan kebijakan , korespondensi dengan
pelanggan dan pemasok , dan kontrak

Observasi

Observasi ini dapat dilakukan dengan mengunjungi atau mengamati suatu kegiatan yang
tengah berlangsung dalam suatu bisnis

Survei

Cara ini adalah dengan bertanya kepada orang orang yang mempunyai pengalaman
atau keahlian yang relevan dengan bidang keahliannya .

Eksperimen
b. Sumber sumber Sekunder

Data data dari sumber sekunder dapat diperoleh melalui Internet maupun yang
tersimpan dalam bentuk CD ROM . Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa
orang menggunakan sumber sumber sekunder yaitu melalui jasa online atau jaringan
Internet .

Hemat Waktu
Ketelitian
Relevansi
Efektifitas Biaya

Analisis Data

Setelah melakukan penelitian dan memperoleh data yang diinginkan ,


selanjutkan yaitu melakukan analisis terhadap hasil temuan yang diperoleh .
Menganalisis data dapat dilakukan denagn cara :

a. Perhitungan Statistik

Salah satu cara untuk melihat data adalah dengan mencari rata ratanya . Dalam hal ini,
rata rata dapat dibedakan kedalam tiga bentuk yaitu :

Mean

Mean dapat diperoleh dengan cara membagi semua jumlah item dalam suatu kelompok
dengan jumlah item dalam kelompok tersebut

Median
Median dari sebuah kelompok adalah nilai yang berbeda di tengah kelompok tersebut
ketika semua anggota kelompok disusun secara menaik atau menurun berdasarkan
nilainya.

Mode

Mode adalah data yang paling sering muncul dalam suatu kelompok.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Suatu laporan bisnis yang efektif akan dimulai dengan mendefinisikan masalah
dengan jelas. Setelah masalah dinyatakan secara jelas, anda dapat menentukan informasi
apa yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Di samping itu, Anda juga akan dapat
mengembangkann suatu rencana bagaimana memperoleh informasi tersebut

Dalam melakukan analisis terhadap suatu masalah, kerangka menjadi sangat penting
artinya. Jika tujuan Anda adalah untuk memberikan suatu informasi kepada pihak lain,
kerangka yang digunakan adalah informasinal. Namun, jika tujuan Anda adalah untuk
mengambil kesimpulan dan memberikan rekomendasi, kerangka yang tepat adalah
kerangka analitikal.

Dalam melakukan tahapan penelitian, data yang Anda kumpulkan dapat diperoleh
melalui dua sumber, yaitu sumber sekunder dan sumber primer. Setelah anda
menyelesaikan penelitian dan melakukan analisis terhadap data yang anda kumpulkan,
maka langkah selanjutnya adalah Anda perlu mengambil suatu kesimpulan dan
memberikan rekomendasi.

Pengambulan kesimpulan dapat didasarkan pada suatu kombinasi antara fakta


fakta yang tersedia , pertimbangan nilai , dan asumsi asumsi . Oleh karena itu , sangat
jarang pengambilan keputusan hanya didasarkan pada penemuan fakta semata.

Kesimpulan berbeda dengan rekomendasi. Kesimpulan merupakan opini atau


penafsiran terhadap suatu pokok bahasan tertentu, sedangkan rekomendasi adalah saran
yang diberikan untuk melakukan tindakan tertentu . Suatu rekomendasi yang baik paling
tidak mencakup tiga kriteria yaitu praktis , dapat diterima oleh pembaca dan
penjelasannya cukup rinci sehingga pembaca dapat melakukan suatu tindakan.