Anda di halaman 1dari 45

Modul Belajar

KODE MODUL 021 KK 01


MODUL SPEKTRUM

DISUSUNOLEH :

NOVRIZA, S.Pd
Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder Page 1 of 32
Modul Belajar

SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN PROGRAM STUDI
TEKNIK OTOMOTIF
KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA
MOTOR
PRINSIP KERJA ENGINE

TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN


Diberikan lembaran informasi ini dan bahan sumber, pada akhir kegiatan belajar siswa dapat :
Menjabarkan jenis jenis motor bakar dan asal mula tenaga
Menjabarkan prinsip kerja motor 4 tak dan 2 tak
Menentukan kelebihan dan kekurangan motor 4 tak dan 2 tak
Menentukan dan menggambarkan diagram pembukaan katup

A. MATERI PEMBELAJARAN (TEORI)


1. Motor Bakar
Motor bakar dibedakan menjadi dua:
a. Motor Bakar Luar (external combustion engine)
Yaitu mesin yang menghasilkan tenaga untuk diri sendiri dan mesin lainnya dari energi
pembakaran secara tidak langsung. misal : Mesin Uap, mesin nuklir
b. Motor Bakar Dalam (internal combustion engine)
Yaitu mesin yang menghasilkan tenaga untuk diri sendiri dan mesin lainnya dari energi
pembakaran secara langsung Misal : Mesin Bensin, Mesin Diesel

2. Asal Mula Tenaga


3. Komponen Dasar Motor 4 tak dan 2 tak
Motor 4 tak
1. Kepala Silinder (Cylinder Head/ Cylinder Cop), terdiri
atas : Mekanisme Klep & Busi
2. Silinder (Cylinder Comp)
3. Torak (Piston/Seher)
4. Batang penghubung (Connecting Rod/ Stang Seher)
5. Poros engkol (Crankshaft/ kruk as)

Motor 2 tak
SIKLUS MESIN
1. Mengisi silinder dengan campuran yang mudah terbakar Langkah Isap
2. Menekan campuran tersebut sampai pada volume tertentu Langkah Kompresi
3. Menyalakan campuran sehingga mengembang dan menghasilkan tenaga Langkah
Usaha
4. Mengeluarkan gas - gas yang telah terbakar dari dalam silinder Langkah Buang
4. Istilah Mesin

TMA : Titik Mati Atas (TDC : Top Dead Center)


Batas pergerakan piston paling atas
TMB : Titik Mati Bawah (BDC : Bottom Dead Center)
Batas pergerakan piston paling bawah
L : Langkah Piston (S: Stroke)
Langkah pergerakan piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya

5. Prinsip Kerja Mesin 4 Tak


Satu siklus terdapat 4 kali langkah piston , 2 ke atas dan 2 ke bawah. Sehingga dalam satu
siklusnya tercapai dalam 2 putaran poros engkol.

A. LANGKAH ISAP B. LANGKAH KOMPRESI


Katup buang tertutup
Piston bergerak dari TMA ke
Kevakuman dalam ruang silinder mengakibatkan udara
TMB
mengalir ke dalam silinder dan bercampur bensin dari
Katup masuk terbuka
karburator.
Piston bergerak dari TMB ke TMA
Katup masuk tertutup
Katup buang tertutup
Gas campuran bensin dan udara dikompresikan hingga
mencapai tekanan dan suhu yang tinggi.
Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi
memercikkan bunga api.

C. LANGKAH USAHA
Proses pembakaran menimbulkan energi panas dan menekan
piston menuju TMB.
Katup masuk tertutup
Katup buang tertutup
Piston bergerak dari TMA ke TMB
Gerak bolak-balik piston akan diteruskan oleh batang penghubung
(stang seher) ke poros engkol untuk diubah menjadi gerak putar
yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan.

D. LANGKAH Piston bergerak dari TMB ke TMA


BUANG
Katup masuk tertutup
Katup buang terbuka
Gas bekas didorong piston keluar melalui saluran buang dan
muffler menuju ke udara luar.

6. Prinsip Kerja Mesin 2 Langkah


Proses kerja mesin hanya diselesaikan dalam 1 putaran engkol, sehingga setiap satu
gerakan piston melakukan 2 proses kerja.
A. LANGKAH HISAP DAN KOMPRESI
Modul Belajar

Setengah putaran pertama atau 180 , piston bergerak dari TMB ke TMA.
Di Atas Piston
Akhir pembilasan diikuti Langkah Kompresi
Setelah dekat TMA Pembakaran dimulai

Di Bawah Piston
Langkah Hisap/Pengisian ruang engkol (Campuran bahan bakar dan udara baru masuk
keruang engkol melalui saluran masuk)
B. LANGKAH USAHA , BUANG DAN BILAS
Modul Belajar

Melaksanakan Overhaul Kepala SilinderPage 7 of 32


Setengah putaran kedua atau 360 , piston bergerak dari TMA ke TMB.
Di Atas Piston
Terjadi Langkah Usaha , Buang dan Bilas
Akibat pembakaran, tekanan mendorong torak ke TMB. Saluran buang terbuka, gas
bekas terbuang dan didorong gas baru (pembilasan)

Di Bawah Piston
Kompresi karter (Campuran bahan bakar dan udara di ruang engkol tertekan dan akan
naik keruang atas torak lewat saluran bilas)

7. Perbandingan Mesin
4 LANGKAH DAN 2 LANGKAH

Mesin 4 Langkah
Keunggulan :
Hemat bahan bakar & Ramah lingkungan, karena kerugian gas baru yang terbuang
bersama gas buang sangat kecil & sistem pembakaran yang lebih sempurna
Sistem pelumasan lebih sempurna
Daya tahan mesin pada jarak jauh lebih baik
Jangka waktu overhaul lebih lama
Hemat pemakaian minyak pelumas
Engine brake lebih besar

Kerugian :
Konstruksinya lebih rumit
Akselerasi lebih lambat
Mesin 2 Langkah

Keunggulan :
Konstruksinya lebih sederhana
Akselerasi lebih baik

Kekurangan :
Sistem pembuangan kurang sempurna
Motor bekerja tidak teratur pada putaran rendah
Pelumasan relatif kurang sempurna
Jadwal perawatan lebih singkat

8. Diagram katup

Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder Page 8 of 32


BAGIAN ATAS MESIN KEPALA SILINDER DAN
KELENGKAPANNYA

TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN


Diberikan lembaran informasi ini dan bahan sumber, pada akhir kegiatan belajar
Menentukan Kepala Silinder Dan Kelengkapannya
Menentukan Blok Silinder, Piston Dan Kelengkapannya

A. MATERI PEMBELAJARAN (TEORI)

BAGIAN ATAS MESIN KEPALA SILINDER DAN KELENGKAPANNYA

Melaksanakan Overhaul Kepala Silinder Page 10 of 32


1. KEPALA SILINDER
Fungsi kepala silinder adalah :
a. Sebagai tempat ruang bakar
b. Sebagai penutup silinder dan tempat dudukan dari komponen-komponen kepala silinder

2. KLEP
Fungsi :
1). Pintu keluar masuk gas
2). Seal/perapat dengan dudukan klep, untuk ini klep terbuat dari baja spesial (nickel-chrome)

Jenis-Jenis Klep :
1. Klep Pemasukan
Klep pemasukan menerima panas pembakaran, dan didinginkan oleh campuran gas
yang rnengalir masuk keruang bakar. sehingga klep mengalami pemuaian yang tidak
merata, yang akan berakibat dapat mengurangi efektifitas kerapatan pada dudukan klep.
Untuk meningkatkan efisiensi pemasukan, biasanya lubang pemasukan dibuat sebesar
mungkin.

2. Klep Pembuangan
Klep pembuangan menerima tekanan panas jauh lebih tinggi, hal ini tentunya akan
mengurangi efektifitas kerapatan, dan pada bagian dudukan klep mudah terjadi keausan.
Untuk menghindari hal ini, maka kelonggaran klep (valve clearence) klep buang dibuat lebih
lebar.
3. PER KLEP (PEGAS KLEP)
Fungsi :
1. Menekan klep agar dapat menutup dengan
sempurna.
2. Untuk membuka dan menutup klep

4. PENUNTUN KLEP / VALVE GUIDES DAN STEM SEALS AS


Untuk menjaga agar oli tidak berlebihan mengalir, pada bagian ujung penuntun klep terpasang
"valve steam seal" (seal klep).
5. RANGKAIAN GERAK KLEP / VALVE TRAIN
1. Camshafts, Cam Sprockets, Rantai/Chains Rocker Arms
Rangkaian gerak klep/valve train, dapat diklasifikasikan berdasarkan jumlah klep, dan posisi
camshaft dalam mesin sepeda motor. Over Head Valve (O.H.V), Single Over Head Camshaft
(S.O.H.C) dan Double Over Head Camshaft (D.O.H.C) semua digerakkan oleh rantai
penggerak. ada juga beberapa model yang digerakkan oleh gear. Sistim penggerak ini terdiri
dari cam shaft, cam sprocket, cam chain, rocker arm, dan chain tensioner.
Camshafts, Cam Sprockets, Rantai/Chains

2. Setelan Rantai / Chain Tensioner


Setelan rantai/chain tensioner berfungsi menjaga kekencangan rantai timing. Jika
kekencangan rantai berubah-ubah (kendor-kencang), akan berpengaruh pada putaran mesin,
valve timing (saat buka-tutup klep) dan saat pengapian juga akan berubah, dan akan timbul
suara berisik (noise) untuk itu, chain tension sangat penting berfungsi menjaga kekencangan
rantai dengan tepat
Jenis Jenis Setelan Rantai :
1. Setelan Manual
2. Setelan Otomatis
3. Setelan Semi Otomatis

1) Tipe setelan manual/ Manual adjustment


Tipe penyetelan manual, memerlukan penyetelan kekencangan secara berkala. cara
penyetelannya dengan cara menekan batang penekan jika setelan kurang tepat, akan
mempengaruhi putaran mesin. Jika terlalu kencang, putaran mesin akan menjadi berat,
jika terlalu kendor, akan timbul suara berisik
2) Setelan otomatis/Automatic adjustment
A. Pegas Volut
Jika chain guide (karet) melengkung, karet akan menekan rantai, sehingga rantai
mengalami penegangan. Selanjutnya chain guide akan menjaga kekencangan rantai.
Jika rantai mengalami kekendoran, secara otomatis batang penekan akan menekan
chain guide. Selanjutnya batang penekan yang berbentuk rachet bergerak searah dan
tidak akan kembali dan tidak perlu penyetelan.

Penyetel Pegas Volut

B. Hidrolis
Pada saat rantai timing menegang, roda penegang terangkat ke atas, tuas penegang
akan mendorong batang penekan ke bawah. Oli yang ada dalam batang penekan akan
naik ke atas melalui check valve, dengan demikian batang penekan akan turun secara
perlahan. Pada saat rantai timing mengendor, pegas pengembali akan mendorong
batang penekan ke atas, oli dalam batang penekan akan turun ke bawah melalui check
valve, aliran oli ini akan memperlambat reaksi pegas, sehingga roda penegang akan
bergerak turun secara perlahan. Tekanan (kerja) oli ini membuat rantai timing tidak
memerlukan penyetelan lagi

PENYETELAN :
1.Tipe Manual :
Longgarkan mur pengikat, maka "Penegang
Rantai" akan bekerja secara otomatis untuk
mendapatkan ketegangan rantai yang
sempurna.
Apabila melalui cara diatas ternyata tegangan
rantai belum sempurna, maka lakukan
penyetalan dengan menggunakan sebuah jari
jari roda sebagai alat bantu.
2.Tipe Pegas Volut (Otomatis/Semi-Otomatis)
Cara Penyetelan :
a. Dengan menekan batang penekan pada
tensioner, putar baut penekan bagian dalam
dengan obeng kecil, kerah kanan hingga
terkunci (1)

CATATAN :
Pastikan batang penekan tensioner, dalam posis terkunci (tidak menekan)
b. Pasang gasket dan timing chain tensioner (2) pada cylinder.

c. Putar baut bagian dalam timing chain tensioner dengan obeng kecil, kearah kiri (1), dan
pastikan batang tensioner telah menekan guide dan selanjutnya pasangkan baut cap
MELAKSANAKAN OVERHAUL
KEPALA SILINDER

TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN


Diberikan lembaran informasi ini dan bahan sumber, pada akhir kegiatan belajar
Membongkar komponen kepala silinder
Memperbaiki komponen kepala silinder
Merakit komponen kepala silinder

A. MATERI PEMBELAJARAN (TEORI)

1. MELEPAS, MEMBONGKAR DAN MERAKIT KEPALA SILINDER

a. Melepas Kepala Silinder 4 tak


Lepaskan motor starter, tutup lubang poros engkol dan lubang pemeriksaan
waktu pengapian
Lepaskan baut-baut pengangkat penekan ratai mesin dan gasket
Lepaskan tanda T pada flywheel dengan tanda penyesuai pada tutup bak
mesin kiri dengan memutar poros engkol berlawanan arah jarum jam
Lepaskan tutup-tutup lubang penyetelan klep dan pastikan bahwa torak
berada pada TMA pada langkah kompressi dengan memeriksa adanya
kelonggaran pada kedua pelatuk
Jika torak tidak pada posisi TMA, pada saat langkah kompressi putarlah poros
0
engkol 360 berlawanan arah jarum jam dan cobalah periksa kembali apakah
sudah berada pada posisi TMA
Lepaskan tutup sprocket poros bubungan .
Lepaskan baut-baut sprocket sementara menahan poros engkol
Lepaskan sprocket bubungan dan flens poros bubungan
Lepaskan rantai mesin
Lepaskan pelat penggantung mesin, lepaskan mur tutup kepala silinder/cincin
sil dan baut flens secara bertahap dalam pola bersilang
Lepaskan tutup kepala silinder
Keluarkan poros bubungan, lepaskan tutup karet, jaga agar tidak hilang dan
lepaskan pena belah.
Bersihkan permukaan bidang kontak antara tutup kepala silinder dengan
kepala silinder dan sisa-sisa gasket yang masih tertinggal.

b. Membuka Tutup Kepala Silinder


Lepaskan pelat pemasangan peatuk dengan mengeluarkan sekrup
pemasangannya
Keluarkan poros-poros pelatuk dengan memasang sebuah baut pada ujing
berulir
Keluarkan pelatuk-pelatuknya
Periksa permukaan bidang kontak dengan bubungan terhadap keausan
berlebihan
Periksa pelatuk dan poros pelatuk terhadap keausan atau kerusakan
Jika pelatuk memerlukan perbaikan atau penggantian, periksalah
bubungan terhadap goresan, serpihan atau bagian-bagian yang datar
Lepaskan tutup kepala silinder, turunkan mesin, baut soket/cincin kepala
silinder lalu lepaskan kepala silinder, penghantar rantai mesin, gasket dan
pena belah
Bersihkan permukaan bidang kontak antara kepala silinder dan silinder sisa-
sisa gasket
Keluarkan penekan rantai mesin, periksa penekan rantai mesin
terhadap keausan berlebihan
Periksa penghantar rantai mesin terhadap keausan berlebihan

c. Membuka Kepala Silinder


Lepaskan baut engsel penekan rantai mesin, cincin dan penekan rantai mesin
Lepaskan baut-baut soket dan isolator karburator
Sementara menekan pegas klem dan kunci perkakas penekan pegas
klep, lepaskan cotter klep
Agar tegangan pegas tidak melemah jangan menekan pegas klep lebih
dari daripada yang diperlukan untuk melepaskan cotter klep
Longgarkan penekan klep pegas dan keluarkan penahan pegas, pegas
klep luar dan dalam, dudukan klep, klep masuk dan buang, sil tangkai
klep
Tandailah semua suku cadang yang dibongkar untuk memastikan
pemasangan kembali yang tepat
Bersihkan ruang pembakaran dari kerak karbon
Bersihkan permukaan pemasangan kepala silinder dari sis-sisa gasket
Periksa kepala silinder dari perubahan bentuk dengan penggaris pengukur
kedataran permukaan
Periksa klep terhadap perubahan bentuk, keadaaan terbakar, goresan
atau keausan tangkai yang berlebihan
Masukkan masing-masing klep ke dalam bos klep dan periksalah
pergerakan klep di dalam bush klep
Lakukan reaming pada bush klep untuk membersihkan pertumbuhan
karbon sebelum memeriksa bush klep. Perhatikan untuk selalu memutar
reamer searah jarum jam sewaktu memasukkan, mengeluarkan dan saat
mereamer
Jika jarak kelonggaran antara tangkai klep ke bush klep melebihi batas
servis, tentukan apakah dengan memasang bush klep baru dengan ukuran
standar akan mengembalikan jarak kelonggran dalam toleransi
Lakukan skur pada dudukan klep jika memasang bush klep baru
Setelah memasang bush klep baru, direamer dengan menggunakan reamer
penghantar katup/klep. Dan selama pengerjaan jangan lupa menggunakn
minyak mesin bubut
Bersihkan kepala silinder secara menyeluruh untuk mengeluarkan serpihan
logam, skur, dudukan klep
Bersihkan klep masuk dan buang secara menyeluruh dari kerak karbon
Putar klep pada dudukan klep menggunakan selang karet atau alat tangan
lainnya untuk skur klep
Lepaskan alat perkakas dan pemeriksaan lebar daripada masing-masing
dudukan klep. Jika dudukan klep terlalu lebar, maka harus diskur. Jika klep
tidak dapat diskur maka gantilah dengan yang baru. Untuk memperbaiki
dudukan klep yang aus, gunakan alat pengasah atau peralatan skur
dudukan klep yang setaraf.

d. Pemasangan Kepala Silinder


Pasang dudukan pegas klep dalam/luar dan sil tangkai klep baru. Jangan
lupa untuk melumasinya dengan minyak mesin
Masukkan klep masuk dan buang pada bush klep
Pasang dudukan pegas klep dengan ulir yang pendek dekat dengan ruang
pembakaran
Tekan pegas klep dan pasang kuku klep (cotter klep)
Pukul tangkai klep dengan ringan dengan palu plastic untuk mendudukkan
kuku dengan erat
Ganjal kepala silinder diatas permukaan meja kerja untuk mencegah
terjadinya kerusakan pada klep
Periksalah bahwa cincin bulat isolator berada dalam kondisi yang baik,
sebaiknya gantilah dengan yang baru, pasang isolator
Kencangkan baut engsel sesuai torsi yang ditentukan
Letakkan ujung bawah penghantar rantai mesin pada alur di dalam bak
mesin kiri dan bagian atasnya pada alur di permukaan atas silinder
Bersihkan bidang penempatan gasket pada kepala silinder dari sisa-sisa gasket
lama
Pasang pena bilah dan gasket kepala silinder baru
Pasang kepala silinder
Pasang sebuah cincin sil baru dan baut engsel penekan melalui lubang
penekan, dan kencangkan sesuai torsi yang ditentukan
Olesi oli pada poros-poros pelatuk, kemudian pasang pelatuk dan pompa
pelatuk pada tutup kepala silinder
Pasang pelat penahan poros pelatuk dengan menempatkan pelat dengan
potongan pada pompa pelatuk yang diletakkan di sebalah dalam
Kencangkan sekrup pemasangan dengan erat
Pasang pena belah dan tutup karet
Olesi bubungan dan bantalan poros bubungan dengan oli, kemudian pasang
pada kepala slinder
Tuangkan oli baru pada rongga-rongga oli pada kepala silinder sampai
bubungan terendam oli
Olesi cairan perapat pada permukaan pemasangan daripada tutup kepala
silinder
Pasang tutup kepala silinder pada kepala silinder
Olesi oli pada ulir mur topi
Pasang cincin sil baru, mur-mur topi dan baut-baut flens
Tepatkan roda T pada roda penerus dengan tanda penyesuai pada tutup bak
mesin kiri dengan memutar poros engkol dalam arah berlawanan putaran
jarum jam
Pasang sprocket pompa bubungan dan ranati mesin pada sprocket
Olesi baut-baut sprocket poros bubungan dengan oli kemudian pasang dan
kencangkan sesuai torsi yang ditentukan
Putar poros penekan searah jarum jam dengan obneg kecil untuk menarik
mundur penekan dari tahan dalam posisi tertarik penuh, penekan akan
terdorong keluar oleh pegas ketika dilepaskan
Ganjal poros penekan dengan kawat untuk menahan penekan
Pasang sebuah gaskt baru pada pengangkat penekan rantai mesin dan
kencangkan baut soketnya, kemudian lepaskan kawat penahannya
Pasang dan kencangkan sekrup bersama sebuah cincin bulat baru
Putar poros engkol berlawanan arah jarum jam beberapa kali dan
periksalah waktu pembukaan klep
Pasang sebuah gasket baru dan cincin bulat baru pada tutup sprocket
Pasang tutup sprocket dengan kantong oli di sebelah bawah dan
kencangkan baut-baut tutup dengan erat
Olesi minyak mesin baru ke cincin bulat daripada tutup lubang penyetelan
klep
Pasang dan kenangkan baut-baut tutup
Pasang dan kencangkan tutup lubang pemeriksaan waktu pengapian dan
tutup lubang pada ujung poros engkol

2. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Pada saat Merakit Kepala Silinder.


1. Gantilah seal klep dengan yang baru.
2. Lumasi lebih dulu batang-batang klep, sebelum dipasang.

Gambar 4.6 Pemasangan klep dan batang klep

3. Pasanglah per klep dengan memasang bagian yang rapat berada di bawah.
4. Jangan terlalu menekan per klep melewati batas maksimum, pada saat
memasang kuku klep, hal ini akan mengakibatkan melemahnya kepegasan per.
Gambar 4.7 Pemasangan per klep

5. Untuk memudahkan pemasangan kuku klep, lapisi dulu dengan gemuk.

Gambar 4.8 Pemukulan dengan palu plstik pada klep yang sudah terpasang

6. Ketuklah dengan pukunan yang ringan pada klep yang sudah terpasang untuk
memastikan bahwa klep sudah pada posisi yang tepat.
7. Lumasi noken as (Cam Shaft) sebelum dipasang.
8. Berikan beberapa cm oil pada ruang kepala siiinder, sebagai pelumasan awal.
9. Bersihkan sisa-sisa gasket pada permukaan kepala silinder.

3. PROSES PEMERIKSAAN KOMPONEN KEPALA SILINDER

3.1. Pemeriksaan Kerataan Permukaan Kepala Silinder.


Buang endapan carbon dan ruang bakar dan bersihkan permukaan cylinder
head, sebelum pengukuran. CATATAN : Gasket akan mudah terlepas bila
direndam dalam larutan pembersih yang mempunyai titik didih yang tinggi.

Gambar 4.9 Pemeriksaan Kerataan Permukaan

PERINGATAN
Hindari pengrusakan gasket dan permukaan kedudukan katup.
Check lubang busi dan daerah sekitar katup dan check kelengkungan
cylinder head dengan straight edge (water pass) dan feeler gauge. Jika hasil
pengukuran kelengkungannya melewati : servis maka cylinder head harus
diperbaiki atau diganti.

3.2. Pemeriksaan Pengantar Katup /Bos Katup


Masukan valve guide Reamer dan sisi ruang bakar dan arah pengantar katup
tersebut untuk menghilangkan endapan carbon, sebelum pengukuran.
CATATAN
1. Hati-hati jangan memiringkan Reamer di dalam guide selama proses.
Akibatnya katup akan terpasang miring, sehingga akan ferjadi kebocoran oli
dan stem seal akibat dudukan katup yang tidakbenar.
2. Putarlah Reamer searah putaran larum lam jangan sekali-kali memutar kearah
yang berlawanan baik pada saat memasukan maupun mengeluarkan.
3. Ukur dan catat diameter dalam tiap valve guide dengan menggunakan dial
gauge atau inside micrometer.

Gambar 4.10 Proses reamer

3.3. Kelonggaran Antara Guide Dan Stem.


Ketika menggunakan dial indicator.Ukur kelonggaran antara
batangkatup dengan pengantar katup dengan dial indicator.
Check kembali dudukan katup jika mengganti Valve Guide untuk mencegah
peletakan yang tidak benar.

Gambar 4.11 Penggantian dudukan


katup

3.4. Pemeriksaan Dudukan Klep


1. Bersihkan katup masuk dan katup buang dengan teliti untuk membuang
endapan karbon. Gunakan lapisan tipis dan Prussian Blue pada setiap
permukaan katup.
CATATAN
Ketuk bagian katup berlawanan arah dengan dudukan katup beberapa kahi
dengan menggunakan jar fanpa memutar katup, untuk memeriksa kontak
dudukan katup yang tepat.

2. Lepaskan katupnya dan periksa permukaan dudukan katup.


3. Kontak pada dudukan katup seharusnya meliputi seluruh kelebaran katup dan
merata di seluruh keliling lingkaran.
4. Jika lebar dudukan tidak masuk dalam spesifikasi yang telah ditentukan maka
dudukan katup harus di skir.
MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN KEPA

TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN


Diberikan lembaran informasi ini dan bahan sumber, pada akhir kegiatan belajar
Pemeriksaan Tekanan Kompresi
Pemeriksaan Renggang Klep

A. MATERI PEMBELAJARAN (TEORI)

1. Pemeriksaan Tekanan Kompresi


Tujuan Dilakukan Pemeriksaan Tekanan Kompresi
Pemeriksaan tekanan kompresi pada sebuah mesin penting sekali dilakukan, untuk
mengetahui kondisi tekanan kompressi dari mesin tersebut.
Apabila hasil dari pemeriksaan tekanan kompresi ini terlihat jelas terdapat kelainan dari batas
pengukuran yang telah ditentukan, hal ini terjadi akibat adanya gangguan terhadap beberapa
faktor pendukung operasional sistim kompressi tersebut.

Gangguan Yang Terjadi Pada Tekanan Kompresi


1. Apabila tekanan kompresi di bawah standar :
a. Gangguan pada sistim mekanisme klep :
Jarak renggang klep terlalu rapat
Daun klep gompal/grepes
Dudukan klep aus atau tidak rata
Sistim tertib klep (Valve Timing) tidak benar
Per klep patah

b. Gangguan pada Cylinder Head


Gasket bocor
Permukaan Cylinder Head retak
c. Gangguan pada Cylinder dan Piston
Piston Ring aus
Piston dan dinding Cylinder aus/baret
Piston Ring nyangkut pada ring gro

2. Apabila tekanan kompresi di atas standar :


Hal ini akibat terjadinya endapan arang (carbon) yang berlebihan pada kepala piston dan
dinding ruang bakar.

Alat Tester:
Compresion Gauge (Kompresi Meter)
Cara Pemeriksaan Tekanan Kompresi
1. Panaskan mesin terlebih dahulu sampai mencapai suhu kerja yang normal.
2. Matikan mesin, kemudian buka busi
3. Masukkan alat pengukur kompressi, yaitu KOMPRESI METER pada lubang busi
4. Putar gas pada posisi putaran penuh, serta posisi Chuck terbuka
5. Engkol mesin dengan berulang-ulang sampai jarum pada kompresi meter tidak
bergerak lagi.
Ukuran Standard: 10 - 13 kg/cm2 + 1 kg/cm2

3. Pemeriksaan Renggang Klep


Jarak renggang klep diperlukan untuk mengatasi perubahan renggang klep akibat panas
yang dialirkan dari ruang bakar.
Bila jarak terlalu renggang, akan terjadi bunyi mesin yang tidak normal (tappe noise) dan bila
berlalu rapat, katup/klep menjadi tertekan terus selama mesin berputar, sehingga
mengakibatkan kompresi berkurang, bahkan ada kemungkinan klep terbakar.
a. Pemeriksaan dan penyesuaian renggang klep dilakukan pada kondisi mesin dingin (dibawah
35- C/95- F).
b. Pemeriksaan dan penyesuaian renggang klep harus dilakukan pada saat piston di titik
mati atas pada langkah kompresi.

4. Cara Mencari Langkah Top Kompresi


Putar rotor magnit (fly wheel) searah putaran mesin, sambil melihat klep "IN". Apabila terlihat
pelatuk klep "IN" turun kemudian naik kembali, berarti piston sudah pada langkah kompresi.
Tepatkan tanda garis "T" pada rotor magnit dengan tanda pada crank case cover left.

Perhatian !
Pada mesin yang menggunakan sistim dekompresi posisi crank shaft tidak boleh diputar ke
arah kanan, pada saat menempatkan piston pada posisi TMA langkah kompresi.
Cara penyetelan dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Posisikan piston dalam langkah Top Kompresi
2. Longgarkan mur pengikat (lock nut)
3. Putar adjusting screw ke arah merenggang secukupnya
4. Masukkan feeler gauge dengan ukuran standart sesuai type

5. Penyetelan dapat dianggap benar, bila feeler gauge ditarik agak seret
6. Kencangkan kembali mur pengikat bila kerenggangan sudah tepat, dengan
posisi feeler gauge masih terpasang.

AUTOMATIC DECOMPRESSION SYSTEM


Berfungsi memperingan tekanan kaki saat starting dengan membocorkan kompresi melalui katup
buang.

Cara kerja ADS:


1. Sewaktu engine dimatikan, poros engkol masih berputar akibat momen inersia.
2. Sewaktu piston mendekati TMA langkah kompresi, piston mengalami tahanan dari tekanan
kompresi yang timbul.
3. Piston akan terdorong kembali ke TMB dan poros engkol bergerak dalam putaran yg
berlawanan.
4. Poros nok juga berputar berlawanan, sehingga Decompression Cam akan menekan katup
buang untuk membuka.

Pemeriksaan ADS
Periksa cam dekompresi dengan memutar cam dekompresi dengan jari-jari.
Pastikan bahwa bubungan dekompresi hanya dapat berputar searah jarum jam saja dan tidak
dapatberputar berlawanan dengan arah jarum jam.
Periksa pelat penahan terhadap adanya kerusakan.
Modul Belajar