Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan nasional di Indonesia, bertujuan untuk mewujudkan masyarakat

adil dan makmur yang merata baik materil maupun spirituil berdasarkan Pancasila dan

Undang-Undang Dasar 1945 di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam

rangka mewujudkan pembangunan nasional sebagaimana tersebut di atas maka perlu

dilaksanakan pembangunan secara menyeluruh dan merata.

Dengan adanya pembangunan berarti menghendaki suatu perubahan yang sedang

direncanakan secara teratur dan kontinyu, baik pembangunan nasional seperti yang

dikemukakan oleh Sondang P. Siagian (1981:2-3) yang mengatakan bahwa: Pembangunan

adalah suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana secara

sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintahan menuju modernitas dalam rangka

pembinaan bangsa.

Khusus pembangunan suatu Desa maka kaitannya tidak terlepas

dengan pengertian pembangunan masyarakat secara utuh dan menyeluruh yang memiliki latar

belakang historis, ekonomi, sosial, kultural dan spiritual sebagai manajemen yang telah

digariskan dalam strategi pembangunan yang ada,kesejahteraan bagi warga masyarakat

merupakan suatu proses manusia Indonesia yang merupakan kekuatan utama sekaligus

sebagai sumber daya insani yang kekal dan dinamis.

Di dalam menggerakkan dan mengarahkan keseluruhan potensi

masyarakat sangat diperlukan kepemimpinan dari Kepala Desa dan berhasil tidaknya suatu

pembangunan di tingkat Desa banyak ditentukan oleh seorang pemimpin (Kepala Desa)

yang mempunyai peranan penting di dalam menentukan pelaksanaan pembangunan. Hal ini
terbukti oleh kedudukan sebagai pemimpin tertinggi di desa sebagaimana diterangkan

dalam Peraturan perundang-undangan dan pedoman yang mengatur mengenai desa (2001, Bab

XI, 101) mengenai tugas dan kewajiban Kepala Desa adalah:

1. Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa

2. Membina kehidupan masyarakat desa

3. Membina perekonomian desa

4. Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat

5. Mendamaikan perselisihan masyarakat dan

6. Mewakili desa di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa

hukumnya.

Untuk dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin

penyelenggaraan pemerintahan di desa maka diperlukan adanya kepemimpinan yang dapat

menentukan efektivitas organisasi serta produktivitas yang tinggi yang akan menggerakkan,

mengarahkan secara optimal potensi sumber daya alam dan manusia khususnya. Hal ini

sesuai anggapan bahwa pemimpin adalah orang yang mempunyai kekuasaan untuk

mempengaruhi perilaku orang lain.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam mencapai tujuan tertentu

pelaksanaan pembangunan tentunya tidak terlepas dari pengaruh kepemimpinan sebab

dengan tampilnya pemimpin (Kepala Desa) adalah merupakan tumpuan dari seluruh

masyarakatnya. Secara umum partisipasi masyarakat merupakan perwujudan sikap dan

perilaku positif masyarakat dalam bentuk rangkaian kerja sama yang bersumber dari

kesadaran kewajibannya dalam kegiatan-kegiatan pembangunan.Sebagai mana yang telah

dikemukakan di muka agar penyelenggaraan usaha pembangunan masyarakat bisa

sukses maka diperlukan seorang pemimpin yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat
di dalam mewujudkan pembangunan.Berhasil tidaknya pembangunan tergantung kemampuan

dan keuletan pemimpin dalam memimpin warganya.

Di dalam kepemimpinan yang menjadi pokok tujuan utama ialah

mempengaruhi atau mengontrol pikiran, perasaan dan tingkah laku orang lain. Dimana

tanpa adanya kepemimpinan yang menggerakkan, mengarahkan serta membimbing pola

pelaksanaannya, maka kerjasama tersebut tersebut tidak akan efektif. Berkaitan dengan hal

tersebut di atas, maka peran masyarakat dalam pembangunan ialah sebagai subyek dan

sebagai obyek pembangunan.

Disini diperlihatkan figur seorang pemimpin yang mampu menggerakkan dan


mengarahkan seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam
melaksanakan pembangunan, sebab dalam realitanya masih sering dijumpai pemimpin
(Kepala Desa) yang kurang menyadari akan fungsinya dan peran yang diemban di dalam
Desa, juga kewibawaan, mental dan kemampuan pemimpin yang belum memadai sehingga
masih ada Kepala Desa