Anda di halaman 1dari 220

PENERIMAAN PASIEN BARU

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL
03/08 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof.Dr.dr.Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Menerima pasien baru dengan mempersiapkan ruang perawatan pasien


dan lingkungannya dalam rangka pelaksanaan pemberian pelayanan
P E N G E R TIAN kesehatan kepada pasien.

1. Mempersiapkan sarana dan prasarana untuk pasien baru agar siap


pakai
T U J UAN 2. Menumbuhkan kepercayaan dan kesan yang baik kepada pasien /
keluarga
1. Semua pasien yang akan dirawat harus terdaftar di P3RN
2. Petugas P3RN harus melakukan pengecekan ulang tempat kosong
K E B I JAKAN di ruang perawatan
3. Setiap pasien baru wajib membayar uang muka rawat
4. Bagi pasien jaminan askes / jamkesmas / gakin diatur sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
1. Perawat Primer menerima pemberitahuan dari Manajer of duty
(MOD) / Case Manager bahwa ada pasien yang akan dirawat di
ruangan.
2. Perawat Asosiet menyiapkan tempat tidur dan perlengkapan pasien
3. TU meyiapkan rekam medik, Perawat Primer menyiapkan rekam
keperawatan
4. Perawat Asosiet menerima pasien baru di ruang rawat :
a. Pindahkan pasien dari kursi roda / tempat tidur / kereta dorong ke
tempat tidur
b. Perawat Primer melakukan pengkajian dan membuat diagnosa
dan rencana keperawatan
c. Ukur tanda-tanda vital
PROSEDUR d. Cek data data pasien
e. Perawat Asosiet melakukan tndakan keperawatan sesuai rencana
yang dibuat oleh Perawat Primer
5. Melakukan pendokumentasian
6. Tulis nama pasien pada papan daftar nama pasien
7. Hubungi petugas keuangan / rekam medik
Hubungi Unit Produksi untuk permintaan makan
8. Hubungi / lapor pada dokter yang akan merawat / dokter jaga
9. Tulis dibuku registrasi pasien atau di Bed Managemen IT (Komputer)
10. Hubungi operator untuk menyambung saluran telepon di kamar
pasien, bagi pasien Swadana
11. Berikan informasi tentang dokter yang merawat dalam peraturan-
peraturan RS lainnya

1. Pusat Informasi
UNIT TERKAIT 2. Rekam Medik
3. Bagian Keuangan
4. Ruang Rawat Jalan / Inap
5. Unit produksi makanan

1. Identitas pasien rawat inap


DOKUMEN 2. Dokumentasi medik / dokumentasi keperawatan/Komputer (IT)
3. Buku register
4. Sensus harian
ORIENTASI PASIEN BARU

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama

Prof.Dr.dr.Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Memberi orientasi pada pasien baru adalah menjelaskan kepada


pasien/keluarga tentang peraturan-peraturan, kebijakan &
fasilitas yang tersedia dan lingkungan ruang rawat di RSUP
Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).

T U J UAN 1. Agar pasien/keluarga mengetahui peraturan-peraturan


(RSCM), fasilitas yang ada dan mengenal lingkungan di ruang
perawatan.
2. Memberi rasa nyama/aman pada pasien/keluarga
KEBIJAKAN

Setiap pasien baru perlu diberikan orientasi ruangan oleh


perawat

PROSEDUR
a. Persiapan :
1. Daftar fasilitas yang tersedia
2. Peraturan / tata tertib tertulis
b. Perawat Prier/Perawat Asosiet menerima pasien baru dan
keluarga.
c. Pelaksanaan :
1. Perawat Primer/Perawat Asosiet memperkenalkan diri
2. Memperkenalkan pasien baru dengan pasien yang lain
satu kamar.
3. PP/PA memberi tahu tentang letak kamar mandi/WC,
ruang perawat dan lain-lain.
4. PP/PA memberi tahu tentang fasilitas yang tersdia dan
cara penggunaannya
5. PP/PA memberi tahu tentang jadual kegiatan rutin di
ruangan antara lain : waktu mandi, waktu makan, waktu
kunjungan dokter dan nama dokter yang merawat
6. Perawat memberi penjelasan tentang tata tertib kunjungan,
administrasi perawatan dan peraturan-peraturan RSUP
NASIONALyang lain
7. Dokumentasikan tindakan yang sudah dilakukan di catatan
keperawatan/di Komputer ( System IT)

UNIT TERKAIT Ruang rawat inap

1. Peraturan tata tertib


DOKUMEN 2. Daftar fasilitas
3. Rekam Keperawatan/Komputer (IT)
TIMBANG TERIMA PASIEN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr.Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Timbang terima pasien dari shif sebelumnya dengan shif yang
jaga berikut

T U J UAN Memperlancar dalam pemberian asuhan keperawatan secara


berkesinambungan.

KEBIJAKAN Setiap pergantian tugas harus melakukan timbang terima pasien

PROSEDUR a. Pre Coprence mendiskusikan masalah pasien/masalah sarana


prasarana yang kurang adanya hal-hal istimewa yang terjadi
di ruang perawatan.
b. Perawat Primer melakukan timbang terima pasien dengan
melakukan keliling pada setiap pasien di bawah tanggung
jawabnya/ di Timnya serta mengobservasi meliputi :
1. Keadaan umum pasien
2. Keluhan pasien
3. Perkembangan pasien
4. Pemberian obat
5. Kebersihan pasien dan lingkungan
c. Mendiskusikan dengan petugas terdahulu bila menemukan
masalah baru pada saat serah terima
d. Mendokumentasikan masalah yang ada, mengatasinya, dan
melakukan evaluasi di catatan keperawatan/di system IT.

UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap

DOKUMEN Dokumen Keperawatan/Komputer (IT)


MENDAMPINGI VISITE DOKTER

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Mendampingi dokter pada waktu mengunjungi pasien

T U J UAN a. Memperlancar kegiatan pemeriksaan fisik,


pemeriksaan penunjang untuk program
pengobatan/pnyembuhan pasien
b. Memberi rasa tenang pada pasien
c. Program dokter dapat dilaksanakan dengan
jelas dan benar
KEBIJAKAN a. Sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan harus
cuci tangan
b. Waktu visite dokter disesuaikan dengan keadaan
PROSEDUR a. Dokter menemui / Perawat Primer / Penanggung Jawab
Tim
b. Menyiapkan rekam medik dan data penunjang
c. Menyiapkan pasien, alat-alat dan lingkungan
d. Dokter memeriksa pasien
e. Perawat mendampingi pasien selama pemeriksaan
f. Mengatur posisi pasien sesuai kebutuhan
g. Menulis rencana medik dalam buku visite, dipapan acara/
catatan keperawatan/di system IT.
h. Melaksanakan program dokter dan mendiskusikan
keadaan pasien untuk kolaborasi
UNIT TERKAIT - Ruang Rawat Jalan / Inap

DOKUMEN 1. Dokumen medik / keperawatan/Komputer (IT)


2. Catatan visite
3. Formulir pemeriksaan penunjang / konsul
PENGENDALIAN MUTU

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Kegiatan karyawan yang partisipatif didalam suatu unit kerja


yang dilaksanakan secara rasional untuk mencapai hasil kerja
terbaik demi kepuasan pasien

TUJUAN Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat

KEBIJAKAN Pengendalian mutu merupakan salah satu upaya untuk


menciptakan kepuasan pasien.

PROSEDUR 1. Evaluasi pelayanan keperawatan.


a. Bentuk tim GKM/PSBH maksimal 6 8 orang
b. Adakan rapat dalam menginventarisasi masalah
c. Prioritaskan masalah
d. Selesaikan masalah sesuai dengan urutan prioritas
e. Implementasikan hasil pemecahan masalah
f. Pantau pelaksanaan dan evaluasi terus menerus.
g. Buat laporan tentang masalah yang telah di atasi
,tujukan kepada :
1) Pengawas / Kasi fungsional / Kepala Instalasi
2) Panitia Pokja GKM
3) Komite medik
h. Lanjutkan kegiatan masalah GKM/PSBH sesuai dengan
urutan prioritas
2. Evaluasi SAK
a. Dokumen keperawatan
b. Angket pasien
c. Observasi tindakan keperawatan
3. Infeksi nosokomial / 13 tolak ukur
4. Ronde keperawatan
UNIT KERJA - Kepala Ruang Rawat Inap / Jalan
- Panitia Pokja GKM/PSBH
- Komite medik
DOKUMEN Rekam Keperawatan / GKM/PSBH
PEMBINAAN ETIKA KEPERAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu pembinaan perilaku dengan norma norma


keperawatan

TUJUAN Membina tenaga perawat agar berperilaku sesuai dengan kode


etik profesi.

KEBIJAKAN 1. Pembinaan tenaga perawat


2. Tanggung jawab profesi.
PROSEDUR a. Kepala Ruangan menerima laporan atau pemberitahuan
dari pasien / keluarga / petugas kesehatan lain
b. Pelajari , dan analisa permasalahan
c. Panggil yang bersangkutan untuk diminta keterangan
d. Catat permasalahan di buku pembinaan dan pada formulir
DP 3
e. Berikan pembinaan kepada yang bersangkutan sesuai
dengan tingkat pelanggaran
f. Catat jenis pembinaan pada buku pembinaan dan formulir
DP 3 yang ditanda tangani oleh yang bersangkutan dan
kepala ruang rawat
g. Pantau perilaku yang bersangkutan dan mengevaluasi
perubahan selama 3 bulan
h. Laporkan kepada atasan sesuai jenjang pimpinan
( Supervisor Keperawatan, Manager Keperawatan/
Koordinator Keperawatan, Kepala Departemen/ Unit
terpadu, Bidang Keperawatan, dan Direktur)

Unit Terkait Ruang Rawat Inap / Jalan

Dokumen 1. Formulir DP 3
2. Buku pembinaan

PROGRAM ORIENTASI PERAWAT YANG BARU


DITEMPATKAN DI UNIT TERTENTU
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03 1

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Kegiatan yang dilaksanakan supaya perawat baru dapat


mengenal dengan baik tata cara kerja serta lingkungan RSUP
NASIONAL.

TUJUAN 1. Memiliki pengetahuan , ketrampilan dan sikap yang baik


2. Mampu menerapkan pelayanan keperawatan
3. Dapat mengenal lingkungan kerja yang baru
4. Memahami organisasi dan tata laksana serta kebijakan -
kebijakan yang berlaku
5. Mengetahui hak dan kewajiban perawat
6. Memberikan asuhan keperawatan sesuai standar
KEBIJAKAN Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik
dari perawat

PROSEDUR a. Materi : disesuaikan dengan unit / instalasi yang dituju


meliputi :
1. Struktur organisasi unit kerja yang baru
2. Tata laksana dan kebijakan yang berlaku
3. Komunikasi terapeutik
4. Pemberian asuhan keperawatan
5. Sistem penugasan dan jadwal dinas.
6. Uraian tugas.
7. Prosedur/standar asuhan keperawatan.
8. Fungsi dan penerapan jabatan fungsional perawat di
ruang rawat.
b. Penanggung jawab
1. Manager Keperawatan.
c. Pengajar / pembimbing
1. Supervisor Keperawatan.
2. Instruktur klinik
3. Kepala ruang rawat
d. Peserta
Perawat yang baru ditempatkan
e. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Simulas
UNIT KERJA 1. Ruang rawat inap
2. Ruang rawat jalan

DOKUMEN Berkas berkas perawat


BIMBINGAN MAHASISWA KEPERAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RSUP NASIONAL 03 1

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu program untuk mendapatkan pengalaman baik secara


teori maupun praktek bagi mahasiswa keperawatan

TUJUAN Mendapatkan pengalaman belajar sesuai dengan teori yang


didapatkan di pendidikan.

KEBIJAKAN 1. Visi dan Misi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo


2. Tenaga siap pakai
PROSEDUR a. Terima surat dari institusi pendidikan
b. Terima surat disposisi dari Direktur Utama.
c. Terima surat disposisi dari Direktur Administrasi dan SDM.
d. Terima surat disposisi dari Kepala Unit Terpadu Gedung A
e. Jajaki ruangan untuk lahan praktek koordinasi dengan
Manager Perawat
f. Memberi masukan persiapan lahan praktek dan pembimbing
mahasiswa serta daya tampung mahasiswa.
g. Berikan penjelasan tentang kebijakan RSUP NASIONAL
h. Berikan orientasi mahasiswa dilahan praktek
i. B uat jadwal dinas mahasiswa
j. Nilai mahasiswa praktek diruangan dengan mengisi format
yang disediakan oleh institusi pendidikan.
UNIT KERJA 1. Mahasiswa / Institusi pendidikan
2. Kepala Ruang Rawat Inap / Jalan

DOKUMEN Formulir Formulir


PROGRAM PENGEMBANGAN STAF

Nomor Dokumen Nomor Revisi 03 Halaman

RSUP NASIONAL 1

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENERTIAN Suatu kegiatan untuk meningkatkan kualitas tenaga keperawatan


untuk mengikuti pendidikan formal maupun informal sesuai peraturan
yang berlaku

TUJUAN 1. Mendapatkan tenaga keperawatan yang berkualitas


2. Memenuhi kebutuhan tenaga sesuai dengan pendidikan yang
dibutuhkan
3. Menyiapkan tenaga keperawatan dalam rangka kaderisasi
4. Meningkatkan kemampuan profesionalisme keperawatan.
KEBIJAKAN 1. Setelah menjadi PNS paling sedikit 5 tahun
2. DP 3 baik
3. Tenaga perawat paling rendah D3 Keperawatan/D3 Kebidanan
4. Yang bersangkutan telah menyelesaikan masa kerja setelah
pendidikan yang diikuti sebelumnya ((2n + 1).
PROSEDUR a. Pendidikan formal
1. Nilai tenaga perawat / kebidanan yang akan mengikuti
pendidikan keperawatan/kebidanan
2. Usulkan secara tertulis kepada Direktur Utama, tenaga
perawat untuk mengikuti pendidikan keperawatan.
3. Terima surat permohonan sesuai dengan persyaratan untuk
mengikuti pendidikan
4. Teruskan permohonan kepada Direktur Utama untuk tindak
lanjut
5. Kirim permohonan usulan calon peserta pendidikan ke Kanwil
DKI Dep Kes RI
b. Pendidikan non formal
1. Beri informasi kepada ruang rawat tentang penataran /
pendidikan pelatihan keperawatan/kebidanan
2. Tunjuk tenaga perawat untuk mengikuti penataran / pelatihan
keperawatan/ kebidanan dari ruang rawat
3. Prosses usulan ke Direktur untuk mengikuti pelatihan /
penataran keperawatan
4. Ajukan biaya ke Direktur untuk mengikuti pelatihan /
penataran keperawatan/kebidanan
5. Proses usulan ke Direktur untuk mengikuti pelatihan sesuai
dengan jenis pelatihan
6. Buat surat tugas untuk peserta penataran / pelatihan
keperawatan/ kebidanan.
UNIT TERKAIT 1. Ruang rawat Inap / Jalan

2. Bidang Keperawatan

DOKUMEN Formulir Formulir


RONDE KEPERAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RSUP NASIONAL 03 1

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Merupakan kegiatan observasi langsung keruang rawat yang


dilakukan oleh pengelola keperawatan dalam rangka
pengamatan dan pemberian bimbingan dalam pemberian
Asuhan Keperawatan

TUJUAN 1. Pengamatan langsung terhadap pemberian asuhan


keperawatan
2. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat
3. Pengamatan terhadap penampilan dan sikap perawat
KEBIJAKAN Semua perawat yang sedang bertugas harus mengikuti ronde
keperawatan

PROSEDUR a. Persiapan dokumen


Status keperawatan
b. Persiapan pasien
1. Memberitahu pasien
2. Merapihkan pasien
c. Pelaksanaan
1. Buat jadwal ronde keperawatan setiap ruang rawat
2. Siapkan ruang rawat untuk pelaksanaan ronde
keperawatan
3. Laksanakan ronde keperawatan di ruang rawat sesuai
jadwal yang telah ditentukan
4. Dalam ronde keperawatan lakukan pengamatan
langsung terhadap :
- Pasien
- Dokumentasi keperawatan
- Tindakan keperawatan
- Penerapan SAK
- Penampilan dan sikap perawat didalam memberikan
Askep
- Kebersihan dan kerapihan ruang rawat serta
lingkungannya
5. Lakukan bimbingan dan pembinaan terhadap perawat
6. Diskusikan hasil ronde keperawatan
7. Buat laporan / kesimpulan hasil ronde keperawatan untuk
tindak lanjut ditujukan kepada :
- Kepala Bidang Perawatan
- Koordinator mutu asuhan keperawatan.
UNIT KERJA 1. Bidang Keperawatan
2. Manajer Keperawatan.
3. Ruang rawat jalan / inap
DOKUMEN Rekam Keperawatan
MENGHUBUNGI PEMBIMBING ROHANI
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman


02
1

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Bimbingan rohani yaitu tindakan untuk memberikan bantuan


kepada pasien dalam memenuhi kebutuhan spiritual (sesuai
dengan agamanya yang di anut)

TUJUAN 1. Melaksanakan perawatan mental melalui pendekatan agama


2. Memberi rasa tenang pada pasien

KEBIJAKAN Memberi perawatan mental melalui pendekatan agama

PROSEDUR 1. Pasien/keluarga melaporkan kepada Perawat Primer/ Kepala


Ruang Rawat akan kebutuhan spiritual sesuai dengan
keyakinan.
2. Menerima laporan akan kebutuhan spiritual sesuai dengan
keyakinan pasien
3. Menghubungi koordinator bimbingan rohani (rohaniawan) yang
terkait secara lisan / tertulis /per telepon
4. Menyiapkan pasien yang memerlukan bimbingan rohani sesuai
keyakinan pasien
5. Menunjuk petugas bimbingan rohani yang akan memberikan
bantuan spiritual sesuai dengan keyakinan pasien
6. Petugas yang ditunjuk mendatangi pasien
7. Memberikan bimbingan rohani sesuai dengan keyakinan
pasien
8. Mencatat pelaksanaan kegiatan bimbingan

UNIT KERJA - Ruang rawat inap


- Koordinator bimbingan rohani

DOKUMEN - Dokumentasi keperawatan pada catatan keperawatan/


Komputer (system IT)
PENERIMAAN RENCANA MEDIK TERTULIS

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Halaman


Revisi
03 1

PROSEDUR Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Menerima rencana medik tertulis adalah suatu tindakan untuk


melaksanakan rencana medik yang tertulis didalam rekam
medik sesuai kompetensi yang ada

TUJUAN Memperlancar rencana medik

KEBIJAKAN Jika tulisan dokter tidak jelas agar ditanyakan pada dokter
yang bersangkutan

PROSEDUR a. Tulis rencana medik dalam rekam medik / formulir instruksi


dokter
b. Lihat dan catat kembali rencana medik kedalam buku visite
kardek/ rekam keperawatan
c. Laksanakan rencana medik sesuai program
d. Cek dan catat kembali apa rencana medik yang telah
dilaksanakan.
e. Buat laporan pasien pada waktu serah terima
UNIT TERKAIT 1. Ruang Rawat Jalan / Inap

DOKUMEN 1. Dokumen Medik


2. Dokumen Keperawatan/Komputer (IT)
3. Kardek
PENERIMAAN RENCANA MEDIK LISAN
(TELEPON)
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman


03
1/2

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, ,SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Menerima rencana medik secara lisan / langsung

TUJUAN Memberi kesan yang baik dan memperlancar rencana medik sesuai
pesan

KEBIJAKAN Setiap menerima instruksi per telepon harus di catat dengan


lengkap dan harus dicatat nama penerima telepon tersebut

Instruksi per telepon di ijinkan dalam keadaan emergency

PROSEDUR A. RENCANA MEDIK LISAN LEWAT TELEPON


a. Siapkan buku catatan
b. Terima telepon dengan menanyakan :
1. Dari mana telepon tersebut
2. Nama dokter
3. Nomor telepon / alamat
4. Apa yang bisa saya bantu
c. Pada saat menerima telepon harus ada yang menyaksikan
(teman jaga)
d. Setelah menerima telepon dan mencatat , maka harus
dilakukan RECHEK dan teman ikut mendengarkan :
Perawat mengulangi instruksi tersebut

1. Sebut nama dokter


2. Sebut nama pasien
3. Apa instruksi dokter
e. Dengarkan dengan baik dan catat secara rinci apa yang
diterima melalui telepon
Setelah melakukan RECHEK dengan penelpon dan teman
sejawat catat ke dalam :
1. Buku visite
2. Formulir instruksi dokter
3. Kardek
4. Rekam keperawatan
f. Laporkan instruksi lisan yang sudah di catat dalam rekam
medik lengkap dengan waktu menerima pesan tersebut ke
dokter jaga
g. Catat bukti meneriman dan laksanakan program medik
tersebut.
h. Keesokan harinya dokter harus mengesahkan rencana dan
pengobatan medik tersebut dan membubuhkan tanda
tangan
i. Buat laporan pada waktu timbang terima
B. RENCANA MEDIK LISAN

a. Siapkan buku catatan


b. Dengarkan dan catat rencana medik yang diberikan
c. Setelah menerima rencana medik dan mencatat , RECHEK
dan teman sejawat mendengarkan
1. Perawat mengulangi membaca rencana medik tersebut
2. Sebut nama pasien
d. Mencatat kembali rencana medik kedalam buku
1. Visite
2. Lembar program medik
3. Kardek
4. Rekam keperawatan
e. Laksanakan program medik
f. Cek dan buat laporan pada waktu timbang terima
UNIT TERKAIT Ruang Rawat Jalan / Inap

DOKUMEN 1. Lembar visite

2. Lembar rencana medik

3. Rekam keperawatan/Komputer (System IT)


PENGUKURAN SUHU TUBUH

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu tindakan untuk mengetahui derajat suhu tubuh , dengan cara
memakai termometer dilakukan pada aksila.

TUJUAN 1. Untuk mengetahui suhu badan pasien


2. Membantu menegakkan diagnosa
3. Menditeksi sedini mungkin perubahan suhu tubuh yang
merupakan salah satu tanda adanya infeksi / ketidak normalan di
dalam tubuh dan untuk menentukan tindakan perawatan.
KEBIJAKAN 1. Pakailah thermometer sesuai penggunaanya.
2. Frekuensi pengukuran suhu badan pasien sesuai keadaan /
kebutuhan
PROSEDUR a. Melihat kondisi pasien
b. Mempersiapkan alat
1. Thermometer bersih dalam tempatnya
2. Botol air bersih dan botol larutan desinfektan
3. Bengkok
4. Tisue dalam tempatnya
5. Catatan suhu dan nadi
c. Mempersiapkan pasien
1. Memberitahu tindakan yang akan dilakukan
2. Menyiapkan lokasi untuk pemasangan thermometer (misal
dengan cara membersihkan aksila pasien sampai kering)
d. Pelaksanaan
1. Priksa thermometer apakah air raksa tepat pada angka nol lalu
ujung termometer dijepitkan dengan bagian yang mengandung
air raksa tepat ditengah aksila dan lengan pasien diletakkan
didada
2. Setelah 5 10 menit thermometer diangkat dan dibaca
hasilnya
3. Dicatat dalam buku
4. Air raksa diturunkan kembali sampai angka nol dan
thermometer dicelupkan kedalam botol larutan desinfektan ,
kemudian dimasukan kedalam botol air bersih, selanjutnya
dilap dengan tissue dan simpan ditempatnya
5. Perawat cuci tangan

UNIT TERKAIT Ruang Rawat Jalan / Inap

DOKUMEN Dokumentasi di catatan keperawatan/ Komputer (Sytem IT)


PENGUKURAN TEKANAN DARAH

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman


03
1

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Mengukur tekanan darah melalui permukaan dinding arteri


berdasarkan kembang kempisnya jantung

TUJUAN 1. Untuk mendeteksi sedini mungkin ketidak normalan tekanan


darah agar dapat segera di antisipasi.
2. Untuk mengetahui tekanan systole dan diastole
KEBIJAKAN 1. Lokasi pengukuran tekanan darah tidak boleh dekat dengan
daerah penusukan infus
2. Sebelum di ukur pasien harus dalam keadaan istirahat.
PROSEDUR a. Lihat kondisi pasien , pasien baru dan pemeriksaan rutin.
b. Siapkan alat
1. Tensi meter
2. Stetoscope
3. Catatan tekanan darah
c. Siapkan pasien
Pasien diberi penjelasan dan posisi di atur sesuai kebutuhan

d. Pelaksanaan
1. Lengan baju dibuka atau digulung
2. Manset tensi meter dipasang pada lengan atas 5 cm diatas
lipatan siku dengan pipa karetnya berada disisi samping
lengan manset dipasang tidak terlalu kencang atau terlalu
longgar
3. Pompa tensi meter dipasang
4. Denyut nadi arteri brachialis diraba lalu stetoscope
ditempatkan dan ditekankan pada daerah tersebut
5. Skrup balon karet ditutup, pengunci air raksa dibuka
selanjutnya balon dipompa sampai denyut arteri tidak
terdengar lagi dan air raksa didalam pipa gelas naik.
6. Skrup balon dibuka perlahan lahan sehingga air raksa
turun perlahan lahan, sambil memperhatikan turunnya air
raksa dengarkan bunyi denyutan pertama dan terakhir.
7. Detakan yang pertama disebut systole sebagai pembilang
dan tekanan diastole sebagai penyebut.
Contoh : Tekanan systole 120 mm Hg

Tekanan diastole 80 mm Hg

Menulisnya 120/80 mm Hg

8. Manset dibuka, kemudian pasien dan peralatan dirapihkan


kembali.
9. Hasil dicatat
Unit Terkait Ruang Rawat Jalan / inap

Dokumen Dokumen Keperawatan/koputer (Sytem IT)


RSUP NASIONAL PENGAMBILAN DAN PENGIRIMAN PEMERIKSAAN DARAH

Dr CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi 03 Halaman

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mengambil dan mengirim bahan pemeriksaan untuk


mendapatkan hasil sebagai penunjang program pengobatan

Tujuan Mendapatkan hasil sesuai dengan program

Kebijakan Waktu pengambilan dan pengiriman darah ke laboratorium sesuai


peraturan yang diberlakukan di instalasi laboratorium

Prosedur a. Lihat program dokter dalam buku visite / rekam medik


b. Isi formulir laboratorium
c. Beritahu dan motivasi pasien
d. Ambil darah sesuai prosedur
e. Antar bahan pemeriksaan ke laboratorium dengan memakai
buku ekpedisi/petugas laboratorium mengambil bahan dari
ruangan dan menandatangani buku ekspedisi.
f. Laporkan hasil penelitian dan dokumentasikan formulir
g. Adakan timbang terima bila pemeriksaan tidak dapat
dilaksanakan
h. Buat laporan
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap / Rawat Jalan
- Laboratorium
Dokumen - Formulir laboratorium
- Buku ekpedisi
- Buku laboratorium
- Catatan keperawatan/Komputer (System IT)
RSUP NASIONAL PERSIAPAN, PENGAMBILAN DAN PENGIRIMAN BAHAN
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Dr CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi 03 Halaman

1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menyediakan dan megirimkan bahan pemeriksaan laboratorium


sesuai dengan tindakan pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap
pasien.

Tujuan Bahan pemeriksaan dapat segera dikirimkan ke laboratorium untuk


diperiksa, sehingga hasilnya secepatnya dapat digunakan untuk
menentukan diagnosa, program pengobatan dan mengetahui
perkembangan penyakit pasien.

Kebijakan a. Perhatikan pemeriksaan harus dipuasakan.


b. Bahan harus segera dikirim ke laboratorium.
c. Aseptik / antiseptic
Prosedur a. Persiapan alat
1. Tulis formulir laboratorium dengan nama pasien dan tanggal
pemeriksaan serta jenis pemeriksaan.
2. Siapkan tempat sediaan (botol, tabung pemeriksaan tertutup),
dan etiket tulis nama, tanggal dan ruangannya, jenis
pemeriksaan.
3. Torniquet
4. Kapas alcohol/Alkohol swab pada tempatnya.
5. Mengambil bahan pemeriksaan dan mengirim ke labratorium.
b. Persiapan pasien
Beri penjelasan kepada pasien tentang tindakan yang akan
dilakukan.

c. Macam-macam bahan pemeriksaan antara lain :


1. Darah
2. Urin
3. Feces
4. Sputum
5. Hapusan tenggorok
6. Cairan otak
7. Cairan lambung
8. Cairan rongga pleura
9. Cairan luka
10. Jaringan hasil biopsy
d. Ambil bahan-bahan pemeriksaan sesuai kebutuhan dan jenis
pemeriksaan, koordinasi dengan dokter untuk pengambilan cairan
otak, cairan lambung dan jaringan biopsy.
e. Kirim ke laboratorium dengan membawa buku ekspedisi.
Unit Terkait 1. Ruang Rawat Jalan / Inap
2. Instalasi laboratorium
Dokumen 1. Formulir pemeriksaan / laboratorium
2. Rekam medik
3. Rekam keperawatan/Sytem IT

PEMASANGAN INFUS
RSUP NASIONAL

Dr CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi 03 Halaman

1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memasukan cairan / zat makanan / obat obat dalam jumlah tertentu
melalui vena secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu

Tujuan a. Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit serta pemberian obat


yang diperlukan oleh tubuh.
b. Memberi zat makanan pada pasien yang tidak dapat atau tidak
boleh makan minum melalui mulut.
Kebijakan 1. Pemberian infus harus sesuai indikasi dan berdasarkan standing
order dokter
2. Bekerja dengan tehnik steril
3. Vena yang dipilih : besar, lurus, panjang (Sesuaikan dengan IV
line)
4. Pilih vena bagian distal terlebih dahulu.
Prosedur a. Kaji kondisi pasien
b. Lihat program terapi pasien
c. Siapkan alat :
1. Standar infus
2. Cairan yang akan diberikan :
3. Infus set
4. IV line
5. Sarung tangan steril
6. Alkohol swab
7. Leukomed IV
8. Gunting
9. Plester
10. Pengalas/Under ped
11. Bengkok
12. Tourniquet
d. Pelaksanaan pemasangan infus
1. Salam trapeutik
2. Evaluasi validasi
3. Lakukan kontak (waktu, tempat, topik)
4. Beri penjelasan langkah-langkah tindakan
5. Cuci tangan
6. Dekatkan alat-alat pada bed pasien.
7. Cek bungkus/botol cairan: bocor, warna cairan, tanggal
kadaluarsa.
8. Gunakan tehnik steril waktu menyambung
9. Siapkan area yang akan infus
10. Periksa ulang cairan yang akan diberikan , catat nama obat
yang dimasukkan pada flabot/ botol.
11. Kunci/klem selang infus
12. Masukkan slang infus kedalam plabot botol, gantung botol
infuse, isi Chamber dengan cairan infuse 1/3- bagian dan
alirkan cairan sampai keujung selang.
13. Pastikan tidak ada udara pada selang.
14. Tentukan vena yang akan ditusuk
15. Pasang pengalas.
16. Pasang tourniquet dibagian atas daerah yang akan ditusuk
17. Pasang sarung tangan
18. Densinfeksi area yang akan ditusuk dengan diameter 5 10
cm
19. Tusukan IV line pada vena yang telah ditentukan
20. Hubungkan dengan slang infus, dan atur tetesan infus sesuai
standing order dokter.
21. Catat dalam daftar infus dan tindakan keperawatan/ Komputer
(System IT)
e. Perlu diperhatikan :
1. Reaksi pasien
2. Infus : tetesan , jenis cairan
3. Tanggal kadaluarsa cairan infus
4. Bekerja dengan tehnik aseptik
Unit Terkait - Instlasi farmasi
- Depo Obat
- Ruang Rawat Inap/ Jalan
Dokumen - Daftar infus
- Catatan perawat / tindakan
- Komputer (System IT)
PENGAMBILAN DARAH UNTUK PEMERIKSAAN

ANALISA GAS DARAH


RSUP NASIONAL

Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Tindakan mengambil darah yang berasal dari arteri digunakan


untuk pemeriksaan astrup electrolit

Tujuan Untuk mengetahui analisa gas dalam darah dan kadar elektrolit
darah.

Kebijakan Untuk pemeriksaan analisa gas darah diperlukan darah arteri.

Prosedur a. Mengecek program terapi medik


b. Persiapan alat
1. Spuit 2,5 cc berisi heparin 0,1 cc
2. Alkohol swab 4 bh
3. Kain pengalas
4. Tutup jarum atau gabus steril
5. Bengkok
6. Plester
7. Sarung tangan / handscoon steril
c. Mempersiapkan pasien
Memberi salam terapeitik

Evaluasi validasi

MelakukankKontrak (waktu, tempat, topik, tujuan)

Menjelasan langkah yang akan dilakukan

d. Pelaksanaan
1. Perawat cuci tangan
2. Pasang kain pengalas
3. Perawat memakai sarung tangan steril.
4. Spuit diisi dengan heparin 0,1 cc , ratakan kepermukaan
dalam spuit
5. Pasang kain pengalas
6. Arteri radialis diraba dengan ujung jari
7. Bila arteri radialis sudah jelas teraba permukaan kulit
daerah yang akan ditusuk desinfeksi dengan kapas alkohol
8. Udara dalam spuit dikeluarkan
9. Regangkan kulit diatas arteri tersebut dengan telunjuk dan
ibu jari kiri, bila denyut arteri telah teraba maka ujung
jarum ditusukan dengan cepat dan tepat dengan posisi
tegak lurus.
10. Penghisap didalam spuit akan terdorong ke atas setelah
jumlah darah yang di inginkan cukup ( + 2 cc ) jarum
segera dicabut.
11. Bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol + 5 menit
12. Ujung jarum ditutup dengan gabus steril yang ditusukkan
13. Pasien dirapikan kembali
14. Perawat cuci tangan.

e. Yang perlu diperhatikan


1. Spuit harus steril dan kering
2. Penghisap spuit tidak boleh ditarik.
3. Observasi pasien kemumngkinan terjadi hematom.
Unit Terkait Ruang rawat inap / jalan

Bagian Laboratorium

Dokumen 1. Rekam medik


2. Rekam keperawatan/Komputer (IT)
PEMBERIAN TRANFUSI DARAH
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberikan tranfusi darah adalah proses memindahkan darah


dari orang yang sehat kepada orang sakit yang membutuhkan
melalui intra vena

Tujuan 1. Meningkatkan volume darah


2. Menambah komponen darah yang kurang
3. Mencegah terjadinya kesalahan pemberian tranfusi darah
Kebijakan 1. Transfusi diberikan sesuai dengan program pengobatan.
2. Pemberian transfusi darah harus sesuai dengan golongan
darah pasien
Setiap pemberian transfusi darah dikenakan biaya proses yang
ditagihkan oleh PMI

Prosedur a. Persiapan alat


1. Kelengkapan transfusi set
2. Abocath
3. Cairan NaCl 0,9 %
4. Darah yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan
5. Kapas
6. Alkohol 70%
7. Gaas steril
8. Gunting
9. Plester
10. Pengalas
11. Bengkok
12. Tourniquet
13. Standar Infus
b. Pelaksanaan
1. Cuci tangan
2. Beritahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan
dan jelaskan prosedur yang akan dikerjakan
3. Siapkan peralatan kedekat pasien
4. Ukur tanda-tanda vital pasien sebelum melaksanakan
tranfusi

5. Siapkan area penusukan jarum tranfusi


6. Periksa kantong darah dengan teliti dengan di saksikan
oleh Petugas lainnya

- Nama pasien
- Golongan darah
- Nomor darah
- Jenis darah
- Rhesus
- Tanggal kadaluarsa
7. Pasang infus dengan cairan NaCl 0.9% sesuai
prosedur pemasangan infus
8. Ganti cairan NaCl 0.9% dengan kantong darah milik
pasien tsb.
9. Atur tetesan secara perlahan selama 20 menit, setelah
itu tetesan disesuaikan dengan instruksi dokter. Tetesan
optimal 50 cc 100 cc tetes/menit.
10. Perhatikan reaksi pasien atas pemberian tranfusi darah
tsb.
11. Jika terdapat reaksi, hentikan tetesan darah dan segera
lapor dokter.
12. Catat dalam lembaran /formulir : waktu pemberian,
golongan darah dan jumlah tetesan
13. Rapihkan peralatan
14. Cuci tangan
c. Hal yang perlu diperhatikan:
1. Tidak boleh memberikan obat melalui set yang
dipergunakan untuk transfusi
2. Pemberian tranfusi harus ditunda jika suhu tubuh pasien
38C atau lebih.
3. Jangan memberikan tranfusi 1 unit lebih dari 4 jam,
karena pada suhu ruangan untuk pemberian lebih dari 4
jam akan mempercepat tumbuhnya bakteri dan
hemolisis sel darah merah.
4. Untuk membantu pasien dengan Hbs Ag positif, perawat
harus menggunakan sarung tangan.
Ganti semua selang infus dan botol infus bila transfusi telah
selesai.

Unit Terkait 1. Instalasi tranfusi darah


2. Instalasi rawat jalan / ruang prosedur
3. Instalasi Rawat Inap
Dokumen 1. Formulir catatan askep/Komputer (IT)
2. Rekam medik
PENGHITUNGAN PERNAPASAN
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menghitung jumlah pernapasan (inspirasi yang di ikuti ekspresi) dalam


1 menit

Tujuan 1. Mengetahui sedini mungkin adanya perubahan kondisi pasien dan


untuk mengetahui jumlah pernapasan dalam 1 menit
2. Untuk mengetahui keadaan umum pasien
Kebijakan 1. Pada saat menghitung pernapasan ,usahakan jangan sampai
diketahui pasien
2. Waktu perhitungan pernafasan dilakukan sewaktu waktu bila perlu
Prosedur a. Lihat kondisi pasien
b. Persiapan alat
1. Arloji tangan dengan petunjuk detik
2. Catatan pernapasan pasien
c. Siapkan pasien
Beri pejelasan pada pasien

d. Pelaksanaan
1. Perhitungan pernapasan dilakukan bersamaan dengan
pengukuran denyut nadi
2. Perhitungan dilakukan dalam satu menit dan hasilnya dicatat
3. Perhatikan turun naiknya penafasan dada ( satu kali penapasan
ialah satu kali mengeluarkan nafas dan satu kali menarik
napas.)
4. Lama menghitung 1 menit penuh.
5. Hasilnya dicatat (frekuensi, kedalaman dan teratur atau tidak).
6. Jika terdapat kelainan pernapasan segera lapor kepada dokter /
penanggung jawab ruangan.
Unit Terkait Ruang rawat inap / jalan

Dokumen Catatan keperawatan/Komputer (IT)


RSUP NASIONAL PERSIAPAN PASIEN PRA BEDAH ELEKTIF (BERENCANA)

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman


03
1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.DR.dr.Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menyiapkan pasien untuk dilakukan bedah berencana

Tujuan a. Membantu kelancaran tindakan operasi dan mencegah


terjadinya infeksi
b. Memberi rasa aman terhadap pasien dan keluarga
Kebijakan Persiapan pra bedah elektif harus dilakukan dengan baik dan
benar

a. a. Beritahu pasien tentang tindakan persiapan operasi

b. Siapkan pasien

1. Persiapan fisik : melakukan klisma , exktra mandi,

membersihkan cat kuku / cat bibir dan puasa.

2. Persiapan mental : memberikan bimbingan kepada pasien.

3. Persiapan administrasi : ijin operasi , hasil pemeriksaan dan

hasil konsul.

4. Persiapan alat kesehatan : obat obatan dan darah.

c. Melaksanakan asuhan keperawatan

1. Observasi tanda tanda vital

2. Berikan obat premedikasi sesusi program medik


3. Dokumentasi.

d. Isi formulir check list persiapan operasi

e. Hubungi dan antar pasien ke kamar bedah jam sebelum

operasi

Unit Terkait a. IBP

b. Ruang Rawat Inap

c Depo Farmasi

Dokumen - Dokumen Medik Keperawatan

- Instalasi Bank Darah

- Komputer (IT)
RSUP NASIONAL PEMBERIAN HUKNAH RENDAH

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.DR.dr.Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mencuci bagian dalam colon dengan jalan memasukkan NaCl


0,9%atau air hangat ke dalam colon decendence dengan
mempergunakan kanula recti melalui anus selanjutnya
mengeluarkannya dengan spontan.

Tujuan 1. Membantu mengeluarkan feces dari kolon desendens.


2. Merangsang peristaltik usus , sehingga pasien dapat buang
air besar
3. Untuk persiapan operasi
4. Membersihkan colon dari sisa-sisa darah.
Kebijakan Dalam melaksanakan huknah harus diperhatikan kontra indikasi
tindakan huknah

Prosedur a. Lihat kondisi pasien


b. Persiapkan alat :
1. Selimut atau kain penutup.
2. Alas bokong dan perlak
3. Irigator lengkap dengan kanula recti yang sesuai dengan
umur pasien
4. Air hangat (36 derajat celcius ) 1000 cc
5. Bengkok berisi cairan disinfektan
6. Pelicin /vaselin/minyak kelapa
7. Dua pispot
8. Sampiran
9. Sarung tangan / Handscoon.
c. Persiapkan pasien
1. Jelaskan tentang tindakan yang akan dilakukan
2. Pasien disiapkan dalam posisi tidur miring ke kiri (posisi
SIM)
d. Pelaksanaan
1. Perawat cuci tangan
2. Perawat memakai handscoon.
3. Sampiran dipasang bila perlu pintu ditutup
4. Alas bokong dan perlak dipasang
5. Pasang selimut mandi pakaian bagian bawah
ditanggalkan

6. Irigator di isi dengan air hangat sebanyak 750 cc


1000 cc

7. Cectum kanul dipasang pada ujung slang dan di olesi


pelican,

selanjutnya isi selang irrigator sampai dengan kanul untuk

mengeluarkan udara kemudian selang dijepit atau diklem.

8. Irigator dipegang dengan tangan kiri perawat setinggi 50


cm dari
kasur sedangkan tangan kanan memasukkan kanula
kurang
lebih 15 cm kedalam rektum sambil pasien disuruh
menarik
napas panjang.
9. Klem slang dibuka cairan dialirkan perlahan lahan
anjurkan
pasien rileks
10. Bila cairan sudah habis, slang diklem , kanula dicabut
11. Kanula dilepas dan dimasukkan kedalam bengkok yang
berisi
cairan disinfektan
12. Pasien tetap dalam posisi miring dan diberitahu untuk
menahan sebentar , kemudian pispot dipasang serta
pasien
diminta dalam posisi terlentang. Informasikan pasien
bila
mules segera mengedan untuk membantu proses
pengeluaran.
13. Setelah selesai pasien dibersihkan dan dirapihkan
14. Observasi respon pasien
15. Mencatat hasil kegiatan tindakan
16. Alat alat dibereskan dan dikembalikan ketempat
semula.
17. Perawat cuci tangan.
Unit Terkait Ruang Rawat Inap

Dokumen Dokumen Keperawatan/Komputer (IT)


PEMBERIAN HUKNAH TINGGI

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/ 2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memasukkan air atau cairan NaCl 0,9% hangat ke dalam colon
ascendence dengan mempergunakan kanula recti melalui anus

Tujuan Mengosongkan usus untuk suatu tindakan operasi atau diagnostik

Kebijakan Memperhatikan posisi dan reaksi pasien serta cairan yang masuk

Prosedur a. Mengecek program terapi medik

b. Siapkan diri

a. Penguasaan konsep terkait dengan prosedur


Seperti : pengertian, rasional, tujuan prinsip, dan tahapan
tindakan.

b. Perhatikan precaution terhadap bahaya infeksi


dengan mencuci tangan, menggunakan perlengkapan
perlindungan diri.

c. Jaga keselamatan dan keamanan diri terhadap


Bahaya fisik selama tindakan

Persiapkan alat :

1. Selimut atau kain penutup.


2. Alas bokong dan perlak
3. Irigator lengkap dengan kanula recti yang sesuai dengan umur
pasien
4. Air hangat 1000 cc
5. Bengkok berisi cairan disinfektan
6. Pelicin / vaselin/ minyak kelapa
7. Dua pispot
a. Persiapkan pasien
1. Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan
2. Pasien dipersiapkan dalam posisi tidur miring kekanan (posisi
SIM)
b. Pelaksanaan
1. Pasang sampiran bila perlu pintu ditutup
2. Pasang alas bokong dan perlak
3. Pasang selimut mandi, pakaian bagian bawah ditanggalkan
4. Irigator di isi dengan cairan hangat sebanyak 750 cc 1000 cc
5. Rectum kanul dipasang pada ujung slang dan olesi pelicin dan
udara dikeluarkan slang dijepit atau diklem
6. Pegang irigator dengan tangan kiri setinggi 30 cm dari kasur
masukkan kanula dengan tangan kanan kurang lebih 15 cm
kedalam rektum sambil pasien disuruh menarik napas panjang.
7. Buka klem slang, alirkan cairan perlahan lahan anjurkan pasien
rileks
8. Bila cairan habis, tutup klem slang dan cabut kanula
9. Lepas kanula masukkan dalam bengkok yang berisi cairan
disinfektan.
10. Pertahankan pasien tetap dalam posisi miring dan beritahu untuk
menahan sebentar, pasang pispot, anjurkan pasien untuk
terlentang
11. Setelah selesai bersihkan dan dirapihkan
12. Observasi respon pasien
13. Catat hasil kegiatan tindakan
14. Alat alat dibereskan dan dikembalikan ketempat semula.
Unit Terkait Ruang Rawat Inap

Dokumen -Dokumen Keperawatan

-Komputer (IT)
RSUP NASIONAL
PERAWATAN PASIEN DENGAN WSD
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr..Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian WSD merupakan alat yang digunakan untuk mengeluarkan cairan /


udara/darah dari ronga pleura sehingga paru paru dapat
mengembang dengan baik.

Tujuan 1. Mengeluarkan udara / cairan /darah


2. Membantu reekspansi paru
3. Mencegah mediastinal shift
Kebijakan 1. Jangan sampai udara masuk melalui WSD
2. Perhatikan undulasi / cairan WSD
Prosedur a. Persiapan alat
1. Klem 2 buah
2. Air steril 1 buah / botol steril berisi desinfektan
3. Selang udara 1 buah
4. Sarung tangan steril.
5. Kasa steril
6. Perlak/under pad
b. Siapkan diri
a. Penguasaan konsep terkait dengan prosedur
Seperti : pengertian, rasional, tujuan prinsip, dan tahapan
tindakan.

b. Perhatikan precaution terhadap bahaya infeksi


dengan mencuci tangan, menggunakan perlengkapan
perlindungan diri.

c. Jaga keselamatan dan keamanan diri terhadap


Bahaya fisik selama tindakan

c. Persiapan Pasien :

a. Bina hubungan saling percaya

b. Berikan salam terapeutik, rumuskan kontrak

bersama : tentang prosedur yang akan dilakukan,

tujuan, waktu, dan tahapan prosedur.

c. Jaga privacy pasien dengan cara menutup pintu,


jendela/ menggunakan sampiran/gordin.

Atur posisi pasien semi flower

d. Pelaksaan

1. Dekatkan alat alat ke sebelah kanan pasien


2. Pasang perlak.
3. Cuci tangan.
4. Pakai sarung tangan
5. Anjurkan pasien untuk melakukan tarik napas dalam kemudian
pada saat ekspirasi pasang klem 2 buah dengan arah yang
berlawanan
6. Angkat slang dan botol lama, pasang botol baru dengan ujung
slang harus masuk di dalam 2 4 cm dari permukaan cairan
desinfektan.
7. Tutup rapat botol
8. Tandai batas cairan desinfektan pada botol WSD
9. Lepas 1 klem , cek fungsi drainage yang baru
10. Ukur dan catat jumlah hasil drainage pada botol WSD lama
11. Bereskan alat alat
12. Cuci tangan.
13. Evaluasi respon pasien.
e. Yang harus diperhatikan

1. botol harus steril dan tertutup rapat


2. perhatikan undulasi permukaan pipa dari botol
3. sebelum slang di cabut drainage harus diklem terlebih dahulu.
Unit Terkait - Ruang rawat inap

- Ruang prosedur

Dokumen - Rekam keperawatan/Komputer (Sistem IT)

RSUP NASIONAL
PERTOLONGAN PADA PASIEN MUNTAH
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberikan pertolongan pada saat pasien muntah

Tujuan 1. Memberikan rasa nyaman


2. Mencegah terjadinya aspirasi
Kebijakan Menjaga supaya tidak terjadi aspirasi

Prosedur a. Persiapan alat


1. Bengkok
2. Pengalas
3. Tissu
4. Sarung tangan bersih

b. Pelaksanaan
1. Beri penjelasan pada pasien tindakan yang akan di lakukan.
2. Cuci tangan.
3. Pasang sarung tangan.
4. Atur pasien posisi miring setengah duduk
5. Pasang pengalas di atas dada pasien
6. Letakkan bengkok di samping mulut
7. Beritahu pasien segera untuk memuntahkan bila masih mual
8. Lap mulut pasien dengan tisue
9. Berikan air putih hangat
10. Pertahankan posisi setengah duduk
11. Rapikan alat
12. Cuci tangan.
13. Catat jumlah dan karakteristik muntah (bau, warna)
14. Segera laporkan kejadian ke tim medis.
Unit Terkait - Ruang rawat inap Terpadu Gedung A
- IGD
- Dokumen medik.
Dokumen - Rekam keperawatan/
- Komputer (IT).

PEMBERIAN MINUM BAYI DENGAN MENGGUNAKAN


RSUP NASIONAL SENDOK / PIPET

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO


No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberi minum bayi dengan menggunakan sendok / pipet

Tujuan Memenuhi kebutuhan tubuh akan zat makanan , cairan dan


elektrolit

Kebijakan a. Susu formula diberikan bila asi tidak cukup


b. Jaga jangan sampai aspirasi
Prosedur a. Persiapan alat
1. Sendok / pipet dalam keadaan bersih
2. Susu / minuman dalam tempatnya
3. Air matang dalam tempatnya
4. Alas dada

b. Persiapan pasien
Posisi bayi di atur sesuai dengan kebutuhan

c. Pelaksanaan
1. Perawat cuci tangan.
2. Pasang alas dada pada bayi
3. Pangku bayi dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan
4. Periksa suhu susu dengan cara meneteskan susu
dipungung tangan perawat
Suhu susu yang baik adalah yang hangat hangat kuku

5. Beri minum pada bayi sedikit demi sedikit dengan rasa


kasih sayang dan penuh perhatian dengan menggunakan
sendok / pipet
6. Selesai pemberian susu bayi diberi air matang
secukupnya untuk membilas sisa susu dalam mulut
selanjutnya mulut bayi dibersihkan dengan kain bersih
yang lembut / tisue
7. Angkat bayi, kemudian ditelengkupkan dibahu perawat
sambil ditepuk tepuk sekitar punggungnya agar
bersendawa
8. Baringkan bayi dengan posisi kepala dimiringkan
9. Catat jumlah minuman susu yang diberikan dan respon
bayi pada lembaran catatan perawatan
10. Perawat cuci tangan.
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap

- Rekam keperawatan/Komputer (IT)


Dokumen

PENGUKURAN CENTRAL VENOUS PRESURE (CVP)


RSUP NASIONAL
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No.Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Melakukan pengukuran CVP untuk mengetahui nilai nominal


sebagai gambaran tekanan didalam atrium kanan

Tujuan Untuk mengetahui tekanan vena central yang dipakai sebagai


indikator untuk pemberian cairan pada pasien dehidrasi atau
dengan kelainan jantung

Kebijakan a. Setiap kali mau di ukur harus ditentukan lagi zero poinnya
dan posisi pasien harus sejajar
b. Jangan sampai ada darah diselang manometer
Prosedur a. Persiapan alat
1. Alat pengukur titik nol (zerro point)
2. Mano meter
b. Persiapan pasien
1. Beritahu tentang tindakan yang akan dilakukan.
2. Berikan posisi terlentang
c. Pelaksanaan
1. Tentukan titik nol dengan cara alat pengukur titik nol
(zerro point) diletakkan searah atrium kanan pasien
2. Buka three way , alirkan Nacl 0,9 % ke selang
manometer , tutup three way ke arah atrium kanan
pasien.
3. Buka kembali three way ke arah atrium kanan sampai
aliran Nacl 0,9 % berhenti timbul undulasi pada angka
berapa di manometer
4. Catat nilai nominalnya
Unit Terkait Ruang perawatan

Rekam Keperawatan/Komputer (IT)


Dokumen

RSUP NASIONAL
PEMAKAIAN POPOK / PAKAIAN BAYI
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 1401052 47

Pengertian Mengganti popok / pakaian bayi yang sudah basah atau kotor
dengan popok yang bersih dan kering

Tujuan 1. Memberikan rasa nyaman


2. Mencegah iritasi dan infeksi pada kulit
Kebijakan Jaga jangan sampai ada benda tajam yang menempel di baju
bayi untuk mencegah iritasi dan infeksi kulit setiap popok yamh
basah harus segera diganti.

Prosedur a. Persiapan alat


1. Perlengkapan pakaian bayi (popok,gurita , baju)
2. Kain pengalas bayi
3. Kapas pembersih / cebok
4. Tempat kapas kotor (bengkok)
5. Minyak (baby oil )
6. Waslap hangat dalam tempatnya
7. Ember bertutup untuk pakaian kotor
8. Barakshort
9. Handuk kecil
b. Pelaksanaan
1. Pakai pakaian khusus (barakshot)
2. Popok basah / kotor dibuka / ditanggalkan
3. Bersihkan bokong bayi dengan kapas pembersih
kemudian dilap dengan waslap , kemudian keringkan dan
olesi dengan baby oil.
4. Pasang popok bersih dan bila perlu baju gurita bayi
diganti
5. Bayi dirapihkan , baringkan kembali dalam posisi sesuai
kebutuhan
6. Bersihkan dan bereskan alat-alt serta kembalikan ke
tempat semula.
c. Perhatian
1. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
2. Untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit , olesi
bokong bayi dengan minyak (baby oil)
3. Hindari bahaya yang mungkin terjadi misalnya : jatuh.
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap
- Perinatologi
Dokumen - Rekam keperawatan

RSUP NASIONAL
PEMBERIAN OBAT TETES HIDUNG
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberikan obat tertentu dengan cara meneteskan ke dalam


hidung

Tujuan Melakukan tindakan pengobatan sesuai dengan program


pengobatan

Misalnya : - untuk mengurangi rasa sakit

- sumbatan dibatang hidung dll.


Kebijakan a. Perhatikan prinsip 5 benar
b. Observasi reaksi pasien terhadap obat
Prosedur a. Persiapan alat
1. Obat tetes hidung sesuai dengan program pengobatan
2. Pipet dan kertas tissu
b. Persiapan pasien
1. Beritahu pasien tentang hal hal yang akan dilakukan
2. Atur pasien dalam posisi tidur/ duduk dengan kepala
ekstensi
c. Pelaksanaan
1. Baca etiket obat untuk mencegah kekeliruan
2. Teteskan obat sebanyak yang telah ditentukan dalam
program pengobatan
3. Anjurkan pasien agar tetap dalam posisi tidur / duduk
dengan kepala ekstensi selama dua menit
4. Bersihkan daerah sekitar hidung dengan kertas tissu
Unit Terkait 1. Instalasi Farmasi
2. Ruang Rawat Inap
3. Ruang Rawat Jalan
Dokumen - Rekam keperawatan/Komputer (IT)
- Kardek

PENGUMBAHAN LAMBUNG
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mencuci lambung dengan cara memasukkan air dingin atau cairan
Nacl dingin dan kemudian dikeluarkan melalui selang penduga
lambung (maag slang)

Tujuan Membersihkan dan mengeluarkan racun dari lambung, dilakukan pada:

1. Pasien yang keracunan makanan atau obat tertentu


2. Persiapan tindakan operasi lambung
3. Persiapan tindakan pemeriksaan lambung
Kebijakan - Perhatikan : 1. Jumlah cairan yang keluardan masuk
2. Warna cairan yang keluar

Prosedur a. Persiapan alat


Baki berisi :
1. Selang penduga lambung (maag slang)
2. Kateter tips
3. Waskom berisi air dingin / Nacl 0,9% dingin
4. Bengkok dan sarung tangan
5. Kolf kosong / Gelas ukur
6. Perlak kecil dan alasnya
7. Handuk
8. Slang penyambung , k/p
b. Persiapan pasien
1. Beritahu pasien tentang hal hal yang akan dilakukan
2. Pasien disiapkan dalam posisi semi flowler / terlentang
c. Pelaksanaan
1. Pasang perlak dan alas di atas dada
2. Letakkan bengkok disamping pasien
3. Letakkan kolf kosong dekat tempat tidur dan di ikat
4. Ukur selang (lihat perasat pada pemberian makanan dan cairan
melalui pipa penduga)
5. Klem slang / penduga lembung
6. Anjurkan pasien menjulurkan lidah sepanjang mungkin (bila
pasien sadar) supaya ujung slang sampai pada pangkal lidah
setelah itu pasien disuruh menelan , lalu menarik napas
panjang.
7. Slang penduga lambung dimasukkan secara perlahan lahan
sampai batas 40 45 cm (lebih dalam sedikit dari prosedur
pemberian makanan dan cairan melalui slang penduga
lambung).
8. Periksa apakah slang betul betul masuk lambung dengan cara
memasukkan pangkalnya kedalam air / masukkan udara
dengan spuit kemudian di dengar dengan stetoscope (waktu
udara disemprotkan) bila ada bunyi berarti masuk lambung.
9. Setelah slang penduga lambung masuk , pasien di atur dengan
posisi pasien miring tanpa bantal , dan kepala lebih rendah
10. Masukkan cairan dingin dalam cateter tip kemudian masukkan
kedalam lambung melalui slang , kemudian dikeluarkan
(dilakukan berulang ulang sampai air yang keluar dari
lambung jernih)
11. Sambung slang NGT ke kolf untuk menampung cairan
lambung , setelah selesai pasien dan alat alat dirapikan.
d. Perhatian
Membilas lambung tidak boleh dilakukan pada :

1. Pasien dengan keracunan obat yang bersifat membakar


seperti : erolin , lysol , air keras.
2. Pasien dengan varises esophagus
3. Pasien dengan tumor paru paru.

Unit Terkait - Ruang Rawat Inap Terpadu Gedung A


- IGD
Dokumen -Rekam keperawatan

-Komputer (IT)
PEMELIHARAAN ALAT KHUSUS (SUCTION PUMP)
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mempertahankan kebersihan alat suction pump dengan cara


membersihkan dan memelihara setiap kali habis pakai.

Tujuan Agar alat tetap terpelihara dan selalu siap pakai.

Kebijakan a. Agar alat siap pakai maka setiap alat khusus harus dilakukan
pemeriksaan rutin.
b. Harus selalu dijaga agar botol penampung cairan suction tidak
sampai penuh.
Prosedur a. Cek power on/off sebelum dan sesudah alat dipakai (alat harus
selalu dalam keadaan off bila tidak dipakai)
b. Isi botol dengan larutan desinfektan yang tidak berbusa ,
sublimat dan lysol ( di isi sebatas garis merah) setiap habis
dibersihkan
c. Rendam katheter suction dalam larutan desinfektan setiap
selesai pemakaian alat.
Bilas katheter suction dengan air bersih sebelum dan sesudah
menghisap lendir
d. Lakukan servis secara rutin setiap 3 (tiga) bulan sekali
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap
- IGD
Dokumen Buku pemeliharaan / service alat
RSUP NASIONAL
PEMELIHARAAN ALAT KHUSUS (ECG)
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mempertahankan kebersihan alat ECG dengan cara


membersihkan dan memelihara setiap kali habis pakai

Tujuan Agar alat tetap terpelihara dan selalu siap pakai

Kebijakan Alat terpeliharan dan siap pakai

Prosedur a. Cek power on/ off sebelum dan sesudah alat dipakai (alat
harus selalu dalam kedaaan off bila tidak dipakai)
b. Bereskan serta atur kabel sehingga tidak terlipat dan ujung
kabel harus menjulur ke bawah pada setiap selesai
pemakaian alat
c. Bereskan manset dan balon pada setiap selesai pemakaian
alat
d. Cek kertas ECG sebelum dan sesudah pakai
e. Dorong troly ECG dengan hati hati supaya alat tidak
bergetar pada waktu dipergunakan
f. Lakukan service secara rutin sesuai dengan kapasitas
pemakaian (500 kali)
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap / Ruang Rawat Jalan
- IGD
Dokumen Buku pemeliharaan / service alat
PERTOLONGAN PERTAMA PADA PASIEN KEJANG
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Kejang adalah kelainan pada otak maupun pada tubuh lainnya
(penurunan kesadaran) yang bersifat lokal atau umum

Tujuan 1. Menghentikan kejang ( dengan pemberian obat obatan


secepatnya)
2. Mencegah terjadinya trauma /cedera /jatuh
Kebijakan - Pasien dalam keadaan kejang tidak boleh ditinggal sendirian (
perawat harus mendampingi )

Prosedur a. Persiapan alat


1. Suction dalam keadaan siap pakai
2. Tisu dan bengkok
3. Tong spatel
4. Kasa
b. Persiapan pasien
Memberitahu keluarga pasien tentang tindakan yang akan

dilakukan.

c. Pelaksanaan
1. Kunci roda tempat tidur dan pasang penghalang tempat
tidur
2. Mesin suction harus selalu berada disamping tempat tidur
dan dalam keadaan siap digunakan
3. Singkirkan benda benda yang berbahaya disekitar
tempat tidur
4. Longgarkan pakaian yang mengikat terutama didaerah
leher agar pasien dapat bernapas dengan lancar
5. Berikan ventilasi supaya jalan napas lancar , lakukan
suction bila perlu untuk mencegah terjadinya aspirasi
6. Pasang tong spatel yang dilapisi kassa pada mulut pasien
7. Setelah terjadi serangan , atur posisi miring ke satu sisi
untuk mempermudah keluarnya sekret
8. Reorientasi pasien setelah sadar , kemungkinan pasien
dapat mengalami amnesia
9. Tinggal / duduk dekat pasien selama pasien mengalami
kejang untuk menjamin keamanan pasien.

d. Hal hal yang perlu diperhatikan


1. Jangan pernah mengikat pasien dengan alasan apapun
2. Ikuti / awasi gerakan pasien tetapi jangan di lawan
3. Jangan mencoba untuk membuka mulut pasien dengan
sudip lidah, karena dapat mematahkan gigi pasien.

Unit Terkait - Ruang rawat inap


- Rawat Jalan
- IGD
Formulir catatan perawat/Komputer (IT)
Dokumen
PEMBERIAN OBAT TETES TELINGA
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Adalah memberikan obat tertentu dengan cara meneteskannya ke


lubang telinga pasien

Tujuan Memberikan tindakan terapi sesuai program medik

Kebijakan - Sebelum pemberian obat harus dicek dengan prinsip lima


benar.
- Obat tidak diberikan pada pasien yang memiliki riwayat Allergi
terhadap obat tersebut.
Prosedur Mengecek program terapi medik

PERSIAPAN ALAT-ALAT

1. Sampiran.
2. Pengalas.

Bersih :

3. 1 Pasang sarung tangan


4. Mangkok berisi air hangat
5. 1 bengkok berisi cairan disinfektan (lysol/karbol/savlon)
6. 1 bengkok untuk tempat sampah/kantong plasti
7. Kapas/tissue

Steril

1. 1 pasang sarung tangan.


2. Lidi kapas.
3. Obat tetes telinga sesuai kebutuhan
4. Pipet obat

Siapkan diri

a. Penguasaan konsep terkait dengan prosedur


Seperti : pengertian, rasional, tujuan prinsip, dan tahapan
tindakan.

b. Perhatikan precaution terhadap bahaya infeksi


dengan mencuci tangan, menggunakan perlengkapan
perlindungan diri.
c. Jaga keselamatan dan keamanan diri terhadap
Bahaya fisik selama tindakan

Persiapan Pasien :

a. Bina hubungan saling percaya

b. Berikan salam terapeutik, rumuskan kontrak

bersama : tentang prosedur yang akan dilakukan,

tujuan, waktu, dan tahapan prosedur.

c. Jaga privacy pasien dengan cara menutup pintu,

jendela/ menggunakan sampiran.

d. Atur posisi pasien senyaman mungkin miring pada

posisi telinga yang akan diberi terapi .

e. Ajak klien bekerjasama dalam prosedur ini.

Panaskan obat dengan cara merendam dalam Bangkok berisi air


panas

Tes suhu dengan cara meneteskan pada punggung telapak tangan

Siapkan alat sesuai kebutuhan prosedur dan dekatkan

Kesamping pasien

Mencuci tangan

Pasang pengalas

Pasang sarung tangan

Bersihkan telinga luar dengan lidi kapas

Teteskan obat sesuai program medik

Tutup lubang telinga dengan kapas

Bertahu pasien pertahan kan posisi miring selama 5 menit

Bersihkan sisa obat dengan tissue disekitar telinga pasien

Rapikan pasien

Evaluasi respon pasien (hati-hati terhadap alergi obat)

Rapikan alat-alat rendam dengan cairan disinfektan dan cuci yang


bersih

Mencuci tangan

Dokumentasi hasil tindakan

Terminasi tindakan, rencanakan tidakan selanjutnya

Unit Terkait - Ruang rawat inap


- Rawat Jalan
- IGD
Dokumen Formulir catatan perawat/Komputer (IT)
PERSIAPAN BRONCHOSCOPI

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO
PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Memasukkan alat bronchoscopi kedalam percabangan brochus


melalui hidung atau mulut ke dalam trachea dan bronchus

1. Untuk melihat gambaran mukosa bronchus.


2. Untuk biopsi jaringan
TUJUAN 3. Untuk mengangkat benda asing
4. Untuk melakukan suction yang dalam
5. Menentukan diagnostik
a. Persiapan pasien sebelum tindakan
1. Beri penjelasan pada pasien
PROSEDUR 2. Anjurkan latihan bernapas melalui hidung dengan mulut
terbuka
3. Beri motivasi pada pasien agar tidak merasa cemas
4. Beri premedikasi sesuai program dokter
5. Beri motivasi pada pasien agar tidak merasa cemas
b. Persiapan alat
1. obat obat yang akan dipakai
2. alat broncoscopy
c. Tindakan perawatan sesudah tindakan
1. Observasi adanya gangguan pernapasan
2. Perhatikan hidrasi (tetesan cairan)
3. Anjurkan pasien untuk tidak banyak bicara
4. Lakukan kumur kumur (oral / hygiene ) dengan air
hangat atau betadin kumur
5. Anjurkan diet bertahap cair, bubur saring

1. Ruang rawat inap


2. Ruang prosedur
UNIT TERKAIT 3. Ruang rawat jalan

DOKUMEN 1. Dokumen medis


2. Dokumen perawat/Komputer (IT)

PEMBERIAN OBAT KEMOTHERAPI


RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO


Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Suatu tindakan dengan menggunakan zat kimia yang dapat


menghentikan pertumbuhan sel sel kanker

Tujuan 1. Untuk mencapai ke seimbangan dan bebas dari penyakit


2. Memperkuat efek pengobatan lain
Misalnya : Pasca bedah / pasca radiotherapy

3. Mengecilkan tumor sebelum pembedahan atau radiotherapi

Kebijakan 1. Bekerja sesuai prosedur


2. Perawat yang hamil tidak boleh memberikan kemotherapi
3. Bila bengkak langsung dipindahkan
Prosedur a. Baca protokol /kemotherapi
b. Persiapan alat
1. Baju pelindung lengan panjang, celana panjang
2. Sepatu boot dari plastik
3. Kaca mata
4. Penutup kepala
5. Kapas alkohol
6. Masker
7. Sarung tangan tidak berpori
8. Turniquet
9. Infus set & IV kateter
10. Alkohol swab 4 bh
11. Leukomet IV
12. Plester
13. Tiang infus
14. Pembalut selang infus
15. Pembalut botol infus
16. Obat-obat kemoterapi, cairan infus dan protokol pemberian
sudah siap dari poli klinik sewaktu pasien masuk.
17. Plastik merah untuk pembungkus plabot dan selang infuse
bekas kemoterapi.
c. Persiapan pasien
1. Beri penjelasan kepada pasien dan keluarga
2. Pengisian informed consent oleh pasien atau keluarga
3. Periksa EKG
4. Periksa laboratorium: HB, HT, Leukosit, hitung jenis ,
trombocit SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, gula darah,
albumin/ globumin , asam urat.
d. Pelaksanaan

1. Memberi tahu bag farmasi untuk pengoplosan obat.


2. Pegawai farmasi mengambil dan mengantar obat yang sudah
dioplos keruangan.
3. Beri penjelasan kepada pasien dan keluarga bahwa akan
dimulai pemasangan kemotherapi
4. Pakai alat pelindung lengkap
5. Pasang infus biasa sesuai prosedur
6. Periksa nama pasien, obat, dosis, jenis cairan yang
digunakan , cara pemberian , waktu pemberian sesuai
dengan protokol yang tertulis (komplit atau belum)
7. Injeksi obat premidikasi intra vena (bolus)
8. Mulai pemberian kemotherapi sesuai protokol s/d selesai
9. Spull dengan cairan Nacl 0,9% atau Dextrosa 5%
10. Infus aff
d. Hal yang perlu diperhatikan
1. Usahakan obat obatan kemotherapi jangan sampai tumpah
atau mengenai tubuh perawat.
2. Lakukan tehnik aseptik dan anti septik
3. Tinjau riwayat alergi terhadap obat
4. Flafon/ampul (bekas kemotherapi) dibungkus dikantong
plastik warna merah yang rapat baru dibuang
5. Observasi pasien tentang mual/muntah dan pusing (reaksi
pemberian obat)
6. Tim jaring komunikasi bila ada hal darurat (telepon ke
dokter / telepon tempat saat dikemotherapi )
Unit Terkait 1. Rawat Jalan
2. Rawat Inap
3. Farmasi
4. Tim jaringan komunikasi
1. Formulir catatan medik
Dokumen 2. Formulir catatan perawatan/Komputer (IT)

MERAWAT PASIEN PASCA TRACHEOSTOMI


RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO


Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Melakukan perawatan pasien yang telah dilakukan tracheostomi

Tujuan 1. Memberi rasa aman dan nyaman


2. Mempertahankan jalan nafas tetap lancar
3. Mencegah terjadinya penyumbatan pada canula tracheostomi
4. Menghindarkan terjadinya infeksi

Kebijakan - Pengembangan balon pada tracheostomi tube tidak boleh lebih


dari 20 cm H2O
- Lakukan penghisapan lendir dengan tehnik asaeptik dan anti
aseptik cepat dan tepat
- Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
Prosedur 1. Membaca program medik

2. PERSIAPAN ALAT-ALAT

1. Sampiran.
2. Pengalas.

Bersih :

3. pasang sarung tangan


4. 1 buah pincet
5. 1 buah gunting perban.
6. 1 bengkok berisi cairan disinfektan (lysol/karbol/savlon)
7. 1 bengkok untuk tempat sampah/kantong plastik.
8. 1 Plester dan perban sesuai kebutuhan.
9. Wash bensin/minyak kayu putih/alkohol untuk mengangkat
plester.

Steril

- 1 pasang sarung tangan.


- 1 set balutan berisi kom 1, pincet anatomi 1, pincet chirurgi 1,
gunting untuk mengangkat jahitan, arteri klem 1.
- Lidi kapas, depper, kasa besar/kecil sesuai kebutuhan.
- Normal saline 0,9%.
- Kateter suction

3. Siapkan diri

a. Penguasaan konsep terkait dengan prosedur


Seperti : pengertian, rasional, tujuan prinsip, dan tahapan
tindakan.

b. Perhatikan precaution terhadap bahaya infeksi


dengan mencuci tangan, menggunakan perlengkapan
perlindungan diri.

c. Jaga keselamatan dan keamanan diri terhadap bahaya fisik


selama tindakan
4. Persiapan Pasien :

a. Bina hubungan saling percaya

b. Berikan salam terapeutik, rumuskan kontrak

bersama : tentang prosedur yang akan dilakukan,

tujuan, waktu, dan tahapan prosedur.

c. Jaga privacy pasien dengan cara menutup pintu,

jendela/ menggunakan sampiran.

d. Atur posisi pasien senyaman mungkin.

e. Ajak klien bekerjasama dalam prosedur ini.

5. Pelaksanaan

-Dekatkan alat kesamping pasien

-Mencuci tangan

- Mengkaji kondisi luka tracheostomi (Lokasi, keadaan luka,


dan rasa

nyeri).

- Mengatur posisi pasien sesuai dengan lokasi luka dan sesuai

kenyamanan pasien.

- Memasang pengalas dibawa area tracheostomi.

- Memasang sarung tangan bersih

- Hisap lendir pada trachea canule

- Membuka balutan luka trahceostomi dengan pincet bersih,


buka

plester dengan wash bensin/alkohol/minyak kayu putih,


tinggalkan

balutan yang melekat langsung pada luka.

- Buka sarung tangan buang ketempat sampah, masukkan


pincet yang

sudah dipakai kedalam bengkong yang berisi cairan


disinfektan.

- Buka set steril secara perlahan pertahankan tehnik steril.

- Masukkan deper, kasa sesuai kebutuhan.

- Pakai sarung tangan sebelah kiri, atur alat-alat, masukkan


deper ke

dalam kom sesuai kebutuhan dengan tangan kiri, tangan


sebelah

kanan yang belum memakai sarung tangan menuangkan cairan


NacL

0,9% kedalam kom, kemudian pakai sarung tangan sebelah


kanan.

- Angkat kasa yang menempel pada luka tracheostomi dengan


arteri klem, kemudian arteri klem letakkan terpisah.

- Peras deper sesuai kebutuhan dengan dua pincet

- Bersihkan luka dibawa kanule tracheostomi dengan deper yang


sudah dibasahi Nacl 0,9% mulai dari daerah bersih ke kotor
menurut jarum jam.

- Keringkan luka.

- Balut luka dengan kondisi lembab/moist, tutup luka pasang


plester/verban

- Bila memakai kanule metal, bagian dalamnya diangkat


kemudian rendam kedalam bengkok berisi savlon

- Pasang canule yang baru

- Tutup atas kanule dengan kasa lembab yang telah dilembabkan


dengan Nacl 0,9%

- Rapikan pakaian pasien

- Evaluasi respon pasien

- Rapikan alat-alat rendam dengan cairan disinfektan dan cuci


yang bersih

- Mencuci tangan

- Dokumentasi hasil tindakan

- Terminasi tindakan, rencanakan tidakan selanjutnya

Unit Terkait - Ruang rawat Inap


- Ruang Rawat Jalan
- ICU
- Rekam Keperawatan/Komputer IT.
Dokumen
- Rekam Medik

PEMBERIAN MAKANAN MELALUI PIPA LAMBUNG


RSUP NASIONAL NGT/FLOCARE

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memasukkan makanan cair / obat ke dalam lambung dengan


memakai pipa lambung.

Tujuan Memasukkan makanan ke dalam lambung dilakukan pada pasien


yang tidak bisa makan melalui mulut / pada pasien yang tidak sadar

Kebijakan 1. Berikan posisi setengah duduk setiap kali mau memberi


makanan
2. Cek posisi pipa lambung setiap kali mau memberi makanan
Prosedur a. Mengecek program medik
b. Persiapan alat
1. Catheter tip
2. Stetoskop
3. Makanan cair
4. Obat oral yang di haluskan
5. Air putih
6. Sarung tangan bersih
7. Perlak
c. Persiapan pasien
1. Beritahu pasien
2. Atur posisi pasien setengah duduk
d. Pelaksanaan
1. Cuci tangan.
2. Pasang pengalas.
3. Pasang sarung tangan
4. Pipa lambung (NGT) sudah terpasang
5. Cek posisi pipa lambung dengan menggunakan stetoskop
diletakkan diperut lalu masukkan udara dengan catheter tip
(bila ada bunyi, posisi baik ) atau sedot jika ada cairan
lambung keluar berarti masuk ke lambung.
6. Masukkan makanan cair secara perlahan lahan
7. Masukkan obat dan bilas dengan air putih secukupnya
8. Tutup pipa lambung , catat jumlah makanan / cairan dalam
rekam keperawatan
9. Setelah selesai rapikan alat alat dan atur kembali posisi
pasien.
10. Evaluasi respon pasien
11. Dokumentasi hasil tindakan.
12. Terminasi
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap
- Instalasi Gizi
-Rekam keperawatan
Dokumen
-Komputer (IT)

PEMBERIAN OBAT MELALUI KULIT

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO


No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberikan obat kepada pasien melalui kulit

Tujuan Memberikan obat kepada pasien melalui kulit sesuai


kebutuhan

Kebijakan 1. S.P No. 1673/TU.K/38/VI/1996


2. Obat yang dipakai untuk kulit tidak boleh untuk mata
Prosedur a. Persiapan alat / obat sesuai kebutuhan
1. Salep
2. Cream
3. Borax Glyserin
4. Gentian violet
5. Alkohol
6. Rivanol
7. Kapas lidi
b. Pelaksanaan
1. Beritahu pasien
2. Pemberian obat kepada pasien melalui kulit dapat
dilakukan dengan cara
a) Dioleskan, misalnya salep, cream, borax glyserin,
gentian violet
b) Dikompres : misalnya hangat, dingin dengan
alkohol/ rivanol
c) Diberi penyinaran misalnya : ultra violet, radium dll
d) Dibakar : misalnya dengan nitras organat pada kulit
atau jaringan tubuh
3. Catat waktu pemberian obat
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap
- Raung Rawat Jalan
- Instalasi farmasi
1. Rekam Medik / Keperawatan/Komputer (IT)
Dokumen 2. Kardek

PEMBERIAN INHALASI
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Pemberian obat dengan cara di uap.

Tujuan 1. Untuk mengencerkan dan mengeluarkan sekret


2. Melonggarkan pernafasan pasien supaya nyaman
Kebijakan a. Dosis obat sesuai order dokter
b. Lihat masa kadaluwarsa
Prosedur a. Persiapan alat
Trolly yang berisi alat alat

1. Alat inhalasi lengkap


2. Obat sesuai program dokter (Bisolvon,
Atrophin,Ventolin)
3. Cairan Nacl 0,9% atau Nacl 3%
4. Sungkup (masker) atau oral tube
5. Spuit disposible 2,5 cc
b. Persiapan pasien
1. Memberi penjelasan kepada pasien dan keluarganya
tentang tindakan yang akan dilakukan.
2. Posisi pasien senyaman mungkin ( semi fowler)
c. Pelaksanaan
1. Isi obat sesuai dengan dosis program dokter
2. Sambungkan alat tersebut dengan masker/oral tube
3. Sambungkan ke stop kontak listrik
4. Tekan on
5. Atur waktu atau timer : 15 -20 menit
6. Periksa apakah uap keluar atau tidak
7. Pasang alat tersebut ke mulut pasien
8. Anjurkan untuk menghirup uap yang keluar
9. Tunggu sampai timer habis
10. Cabut kabel listrik dan alat dipasien kemudian rapihkan
d. Hal yang perlu diperhatikan
1. Bila pasien memakai oksigen jangan lupa setelah
selesai inhalasi diberi oksigen kembali
2. Observasi tanda - tanda sianosis saat pemberian
inhalasi (khususnya pasien payah)

Unit Terkait - Ruang rawat inap / rawat jalan

- IGD

Dokumen - Rekam medis

- Rekam perawatan/Komputer (IT)

PEMINDAHAN PASIEN
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO


No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memindahkan pasien yang tidak dapat / tidak boleh berjalan


dari tempat tidur kekursi roda atau ketempat tidur lain /
brancard

Tujuan 1. Menghindarkan pergerakan pasien sesuai dengan


keadaan fisiknya
2. Memberikan rasa aman dan nyaman
3. Memenuhi kebutuhan konsultasi / pindah ruangan
Kebijakan Pasien jangan sampai terjatuh

Prosedur a. Persiapan alat


1. Tempat tidur, brancard / kursi roda (rostul) dalam
keadaan siap pakai
2. Selimut
3. Perawat 3 orang
4. Bantal
b. Persiapan pasien
1. Pasien diberitahu
2. Pasien dirapihkan dan diberi penjelasan tentang hal
hal yang akan dilakukan
c. Pelaksanaan
1. Pindahkan pasien dari brancard ketempat tidur atau
sebaliknya
a) Angkat pasien sekurang kurangnya oleh 3 orang
perawat (sesuai kebutuhan)
b) Ketiga perawat berdiri pada posisi kanan pasien
dengan urutan sebagai berikut :
- Perawat 1 (paling tinggi) berdiri dibagian kepala
- Perawat II berdiri dibagian pinggang
- Perawat III berdiri dibagian kaki
c) Lengan kiri perawat I berada dibawah kepala dan
pangkal lengan pasien dan lengan kanan dibawah
punggung, pasien (bila pasien gemuk lengan kanan
perawat I melalui badan pasien kebawah pinggang
sehingga berpegangan dengan pergelangan
tangan kiri perawat II)
d) Lengan kiri perawat II dibawah pinggang pasien
lengan kanan dibawah bokong pasien
e) Kedua lengan perawat III mengangkat seluruh
tungkai pasien
f) Setelah siap, salah seorang perawat memberi aba-
aba untuk bersama sama mengangkat pasien
g) Dengan langkah bersamaan pada perawat mulai
berjalan menuju ketempat tidur atau brancard yang
telah disediakan / disiapkan
h) Setelah pasien berada diatas tempat tidur atau
brancard atur posisi, pasang selimut dan pasien
dirapihkan..
2. Pindahkan pasien dari kursi roda ketempat tidur
a. Dorong kursi roda kesisi tempat tidur dan roda
belakang di kunci, agar tidak berjalan atau terbalik
a) Kedua tangan perawat menopang ketiak pasien
pada sisi yang lemah/ sakit dan pasien di anjurkan
bertumpu pada sisi yang kuat
b) Perawat membimbing pasien untuk turun dari kursi
roda dan berjalan bersama menuju tempat tidur.
c) Pasien bersandar pada sisi tempat tidur, kemudian
dibantu oleh perawat untuk naik (dibantu kursi/
dingklik)
d) Setelah pasien berada diatas tempat tidur posisi di
atur sesuai keadaan, dan kenyamanan pasien,
kemudian dirapihkan.
Unit Terkait 1. Ruang prosedure
2. Instalasi rawat jalan / inap
Dokumen 1. Formulir catatan perawat/Komputer (IT)
2. Formulir instruksi dokter.

RSUP NASIONAL PASIEN KONSULTASI

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Melakukan konsultasi pasien dengan unit lain

Tujuan Memperlancar kegiatan pemeriksaan pasien , untuk


menunjang pengobatan / penyembuhan pasien
Kebijakan Pasien tidak boleh dibawa kecuali ada pemeriksaan khusus.

Prosedur a. Formulir konsultasi ditulis oleh dokter yang merawat.


b. Tulis pada rekam medik pasien konsul
c. Tulis di papan acara
d. Beri penjelasan pada pasien/ keluarga
e. Tuliskan pada buku ekpedisi
f. Kirim formulir konsultasi / hubungi lewat telepon
g. Siapkan rekam medik dan data data penunjang
h. Siapkan pasien , alat dan lingkungan
i. Dampingi pasien selama pemeriksaan
j. Dokter menulis jawaban pada formulir konsultasi
k. Catat hasil konsultasi pada buku visite dan rekam
keperawatan
l. Laporkan hasil konsultasi
m. Laksanakan hasil konsultasi
n. Tulis pada rekam keperawatan
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap
- Ruang Rawat Jalan
- Unit yang terkait
Dokumen - Rekam keperawatan/Komputer (IT)

RSUP NASIONAL PEMENUHAN NUTRISI DENGAN MENYUAPI PASIEN

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberikan nutrisi/makanan melalui mulut

Tujuan Mempertahankan/ meningkatkan gizi pasien agar sesuai dengan


kebutuhan tubuh pasien

Kebijakan -Pasien yang tidak dapat makan sendiri.

Prosedur a. Kaji status dan kebutuhan gizi yang diperlukan dengan


1. Status fisik , misal : kenaikan / penurunan BB
1. Keadaan alergi
2. Warna kulit
3. Tonus dan turgor
4. Kelainan atau kesulitan untuk mengunyah dan menelan
makanan.
b. Cek program medik.

b. Siapkan alat.
1. Serbet makan/tissue

2. Makanan dan minuman yang sudah disiapkan dari UPM


3. Lingkungan disekitar pasien dirapihkan.
c. Persiapkan pasien
1. Atur posisi pasien: semi fowler

2. Serbet dibentangkan dibawah dagu pasien

3. Perawat duduk dengan posisi yang memudahkan

pekerjaan.

1. Pasien ditawari minum


2. Suapkan makanan sedikit demi sedikit sambil berkomunikasi dan
memperhatikan keadaan pasien
3. Setelah selesai alat alat dan pasien dirapikan
4. Evaluasi respon pasien terhadap makanan.
5. Catat jumlah makanan yang dihabiskan.
6. Terminasi
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap
- Instlasi Gizi
Dokumen - Rekam Keperawatan
- Catatan Gizi
- Komputer (IT)

RSUP NASIONAL
MENJAGA KESELAMATAN PASIEN DITEMPAT TIDUR
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Tindakan yang dilakukan untuk mencegah agar pasien terhindar


dari resiko cedera.

Tujuan Menjaga keselamatan dan melindungi pasien dari bahaya. dan


kecelakaan yang mungkin terjadi di RSUP NASIONAL DR
CIPTO MANGUNKUSUMO JL. DIPONEGORO 71

Kebijakan Setiap pasien gelisah harus dilakukan restrain dan diberi


penghalang TT.

Prosedur Perhatikan kondisi pasien

Persiapkan alat :

a. Tempat tidur dengan bed penghalang.


b. Tali tangan / kaki yang aman
Persiapkan pasien :

a. Beritahukan tindakan yang akan di laksanakan


b. Jelaskan tujuan tindakan .
Pelaksanaan

a. Tempat tidur lengkap disiapkan


b. Penghalang TT dipasang, roda tempat tidur dikunci
c. Atur posisi pasien yang nyaman
d. Keluarga diberi penjelasan
e. Bila pasien gelisah dipasang manset pada tangan
dan/atau kaki
f. Pasien di awasi secara teratur sesuai keadaan
g. Bila perlu keluarga di ijinkan menunggu
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap

Dokumen - Rekam Keperawatanm

- Komputer (IT)

RSUP NASIONAL KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menyampaikan pesan kepada seseorang / orang lain dengan


baik dan benar dengan penuh perhatian

Tujuan Menghindari kesalahpahaman dalam penyampaian pesan


kepada seseorang / orang lain dengan baik dan benar dengan
penuh perhatian

Kebijakan

Prosedur a. Persiapan :
1. Ciptakan situasi lingkungan yang nyaman
2. Siapkan diri untuk dapat berkomunikasi yang baik
b. Pelaksanaan :
1. Tampilkan sikap simpatik dan empatik
2. Perkenalkan diri dan beri salam
3. Beri sapaan pada pasien dengan menyebut nama
pasien
4. Komunikasi yang efektif harus memuat pesan yang ;
a. Jelas
b. Singkat
c. Logis dan manusiawi
d. Menarik
e. Mengandung kenyataan
f. Mudah dimengerti
g. Terapeutik
5. Bicara dengan gaya mengajak bukan menyuruh
6. Dengarkan segala keluhan pasien
7. Sampaikan informasi secara lengkap dengan bahasa
yang sederhana dan mudah dimengerti pasien
8. Catat respon pasien
9. Catat hasil komunikasi
Unit Terkait Ruang Rawat Jalan / Inap

Dokumen Rekam keperawatan/Komputer (IT)

PERSIAPAN DAN PERAWATAN PASIEN DENGAN


ARTERIOGRAFI

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Penggambaran dari pembuluh darah dengan memasukkan zat


kontras melalui arteri fermoralis
Tujuan Untuk mengetahui aliran darah pada bagian tubuh dan
mendeteksi adanya lesi

Kebijakan Perhatikan perdarahan dan ganjal dengan bantal pasir. Setiap


pasien pasca arteriografi harus diobservasi kemungkinan
terjadinya perdarahan.

Prosedur a. Persiapan pasien sebelum prosedur


1. Beritahu dan jelaskan pada pasien tindakan yang akan
dilakukan
2. Persiapkan surat ijin tindakan yang ditanda tangani oleh
pasien atau keluarganya.
3. Puasakan pasien 6 8 jam sebelum prosedur
4. Kirim ke bagian radiologi jam 08.00 pagi
b. Tindakan keperawatan sesudah prosedur tindakan
1. Beritahu pasien untuk bedrest (tirah baring) total selama
12 jam
2. Observasi daerah penusukan terhadap adanya
perdarahan sesegera mungkin sesudah pasien kembali
dari radiologi
3. Tekan dengan bantal pasir 4 6 jam
4. Obserrvasi tanda tanda vital , terutama denyut nadi
bagian distal dan tekanan darah setiap 15 menit , selama
1 jam pertama
5. Kemudian ukur tekanan darah tiap 2 4 jam dan suhu
badan
c. Kriteria pemeriksaan
1. Pada femur arteriografi
a) Denyut nadi daerah kaki harus diperiksa
b) Warna sensasi dan kehangatan kaki harus diperiksa
c) Bandingkan dengan kaki yang lainnya
d) Catat adanya keluhan nyeri bandingkan dengan
sebelum dilakukan arteriografi
2. Pada brachial arteriografi
a) Perhatikan adanya tanda tanda spasme, emboli
atau pembentukan trombus dan juga kompresi saraf.

b) Tidak diperbolehkan mengukur tekanan darah pada


lengan yang dilakukan tindakan (yang diperiksa).

3. Pada Carotis arteriografi


a) Kedua denyut nadi temporal harus diperiksa
b) Observasi tanda tanda TIA (Transien Ischemic
Atack)
c) Tinggikan kepala pasien + 30 derajat
d) Hindari penekanan pada lokasi arteri karotis
e) Observasi tanda tanda adanya.kesulitan
pernapasan / menelan
4. Renal arteriografi
Observasi tekanan darah karena dapat terjadi hipotensi

sebagai komplikasi dari arteriografi


Unit Terkait 1. Ruang perawatan
2. Unit radiologi
Dokumen 1. Formulir intruksi dokter
2. Formulir catatan perawat/Komputer (IT)

PEMERIKSAAN CHOLECYSTOSGRAFI

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL
03 1
Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO
Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Penggambaran dengan kontras dari kandung empedu

T U J UAN 1. Untuk menilai fungsi kandung empedu dan saluran


salurannya.
2. Untuk melihat kelainan kelainan yang ada pada kandung
empedu, misalnya :
a. Adanya batu
b. Peradangan
c. Obstruksi
KEBIJAKAN Perhatikan alergi obat kontras

PROSEDUR
1. Pemeriksaan ini ada 2 macam, yaitu
:
a. Melalui oral, misalnya :
Telepaque 6 tablet (0,5 mg ) 1 x minum
b. Melalui intravena, misalnya :
Biligrafein
2. Persiapan alat :
Garpu.
Sendok.
Bahan kontras sulfat dan air dengan per bandingan 1 : 1
3. Persiapan pasien
a. Beritahu pasien.
b. Untuk metode intravena tidak ada persiapan
khusus.
c. Pasien/keluarga menandatangani inform
consent.
4. Antar pasien ke Radiologi.
5. Pasca tindakan :
Observasi pasien terhadap kemungkinan alergi kontras.

UNIT TERKAIT 1. Ruang perawatan


2. Instalasi rawat jalan
3. Ruang prosedur
DOKUMEN 1. Formulir intruksi dokter
2. Formulir catatan perawat/Komputer (IT)

OMD (OESEPHAGUS MAAG DUODENUM)


Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03 1

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Penggambaran dengan kontras dari oesophagus lambung


dengan usus duodenum.

T U J UAN 1. Untuk melihat keadaan saluran pencernaan bagian atas


2. Untuk melihat adanya kelainan /lesi , obstruksi atau
peradangan
KEBIJAKAN Perhatikan alergi kontras

PROSEDUR a. Persiapan pasien


1. Beri penjelasan pada pasien pemeriksaan yang akan
dilakukan
2. Anjurkan untuk puasa mulai pukul 20.00 WIB sebelum
tindakan dilakukan
3. Pasien dilarang merokok dan bicara dibatasi.
4. Pasien/keluarga menandatangani inform consent.
b. Persiapan alat
1. Sendok
2. Gelas
3. Bahan kontras barium sulfat dan air dengan
perbandingan 1 : 3 sebanyak 1 gelas.
c. Pelaksanaan
1. Pasien dianjurkan untuk minum cairan barium sulfat
2. Pemeriksaan ini dilakukan dengan fluroscopi dan
pembuatan foto menurut keperluan dokter.
d. Pasca tindakan :
Observasi pasien terhadap kemungkinan alergi kontras.

UNIT TERKAIT 1. Ruang perawatan


2. Ruang rawat jalan
3. Ruang prosedur
DOKUMEN 1. Formulir radiologi
2. Dokumen keperawatan /Komputer (IT)
TIMBANG TERIMA GILIRAN JAGA
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi 03 Halaman

1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Merupakan suatu sarana pertukaran informasi yang berkaitan


dengan pemberian asuhan keperawatan agar terlaksana secara
berkesinambungan

Tujuan 1. Mendapatkan informasi yang akurat , singkat , sistimatis dan


menggambarkan kondisi pasien saat ini
2. Memperoleh informasi tentang masalah yang dihadapi
pasien dan lingkungan ruang rawat
3. Memperlancar dalam pemberian askep secara
berkesinambungan
Kebijakan 1. Semua perawat yang dinas saat itu harus mengikuti
2. Jangan membicarakan hal yang rahasia didepan pasien.
Prosedur a. Persiapan alat
1. Status keperawatan
2. Sarana
b. Peserta timbang terima
1. Kepala Ruangan
2. Ketua Grup
3. Pelaksanaan Perawatan
4. Pelaksana Gizi
5. Pekarya Kesehatan
6. Tata Usaha / Rumah Tangga
c. Persiapan pasien
Pasien diberitahu

d. Pelaksanaan
1. Pada saat timbang terima seluruh keluarga pasien
berada diluar ruang rawat
Seluruh perawat diwajibkan datang tepat waktu

2. Timbang terima keliling dipimpin oleh Kepala Ruang


Rawat, Ketua Grup atau penanggung jawab
3. Di ikuti oleh semua perawat baik yang jaga sebelumnya
maupun yang akan bertugas berikutnya
4. Penanggung jawab sore dan malam menginformasikan
masalah pasien dan lingkungannya
5. Seluruh perawat yang mengikuti ronde keperawatan di
wajibkan memperhatikan pada saat penanggung jawab
melakukan timbang terima
6. Adanya unsur bimbingan dan pengarahan dari
penanggung jawab
7. Informasi yang disampaikan haruslah akurat , singkat
sistimatis dan menggambarkan kondisi pasien saat ini
serta menjaga kerahasiaan pasien
8. Pada hal-hal yang perlu dirahasiakan sebaiknya tidak
dibicarakan langsung didepan pasien , tetapi diruang
perawat.
Unit Terkait - Ruang rawat inap / jalan

Dokumen - Rekam keperawatan/Komputer (IT)

PEMERIKSAAN CT SCAN ABDOMEN


Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03 1

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr..Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140 105 247

Pengertian Pemeriksaan radiologi dengan menggunakan obat kontras yang


diminum

Tujuan 1. Untuk mengetahui keadaan dan kelainan pada rongga perut


(abdomen)
2. Untuk pemeriksaan penunjang
Kebijakan Perhatikan alergi obat kontras

Prosedur Persiapan alat.


- Formulir perjanjian radiologi
- Zat kontras E Z cat dari radiologi
- Air putih atau air sirup sejumlah 500 cc
Persiapan pasien
- Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan.
- Pasien/keluarga menandatangani inform consent.
Pelaksanaan
- Adakan perjanjian dengan bagian radiologi.
- Campurkan cairan kontras E-Z cat dengan air putih atau
air sirup sejumlah 500 cc hingga 700 cc.
- Cairan campuran diminum 500 cc secara bertahap.
- Sisanya 200 cc dibawa ke radiologi dan diminumkan ke
pasien 10 menit sebelum tindakan.
- Pasien dipuasakan selama 3 jam sebelum CT Scan
Abdomen.
- Pasca tindakan
- Pasien diobservasi kemungkinan terjadi alergi kontras.
Unit Terkait 1. Radiologi
2. Ruang rawat inap dan ruang rawat jalan
1. Formulir permintaan / perjanjian
Dokumen 2. Dokumen keperawatan/Komputer (IT)
RSUP NASIONAL
PEMBERIAN OKSIGEN MELALUI KANULE / BINASAL
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memasukkan oksigen melalui hidung dengan menggunakan selang


kanule

Tujuan Membantu dan menambah kebutuhan oksigen pada pasien yang


diduga kekurangan oksigen. Misalnya :

1. Kolaps paru
2. Odema paru
3. Trauma thorax
4. Hemothorax
5. Hydro thorax
6. Kelumpuhan alat pernapasan
7. Pasien syok , apnoe cyanosis dll.
Kebijakan - Pemberian oksigen harus berkoordinasi dengan tim medis
- Hindari adanya gelembung air didalam kanule
Prosedur a. Persiapan alat
1. Tabung oksgen/oksigen tembok
2. Selang oksgen dengan kanule binasal
3. Aquades steril (air matang)
4. Tabung Humidifire
5. Regulator
6. Sarung tangan bersih
b. Persiapan pasien
1. Beritahu pasien tindakan dan tujuannya
2. Atur posisi pasien semi fowler/fowler
c. Pelaksanaan
1. Cuci tangan, pasang sarung tangan.
2. Cek tabung Oksigen dan flow meter
3. Pasang regulator
4. Isi Botol humidifire dengan aquades / air sampai tanda batas
air
5. Pasang slang oksygen pada botol humidifire
6. Stel oksygen sesuai program.
7. Cek apakah Oksigen mengalir lancar dalam selang dengan
mendekatkan ujung kanule pada punggung tangan, rasakan
aliran udara pada punggung tangan atau mencelupkan ujung
kanule kedalam air bersih , lihat adanya gelembung udara.
8. Pasang kanule / binasal pada hidung pasien
9. Tali pengikat kanule selipkan ketelinga dan ikatkan bawah
dagu
10. Anjurkan pasien untuk istirahat.
11. Alat alat dirapihkan , lalu cuci tangan
12. Observasi respon pasien terhadap pemberian oksigen
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap
- Ruang Rawat Jalan
- IGD
Dokumen - Rekam medis/Rekam keperawatan/Komputer (IT)

PROSEDUR ADMINISTRASI UNTUK PASIEN MENINGGAL

RSUP NASIONAL

Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Pengurusan jenasah sesudah pasien dinyatakan meninggal


oleh dokter.

Tujuan - Membantu kelancaran pengurusan jenazah


- Membantu kelancaran administrasi keuangan yang harus di
selesaikan
Kebijakan Pasien meninggal dengan tenang dan terhormat

Prosedur a. Pasien dinyatakan meninggal


b. Beritahu keluarga pasien bahwa pasien sudah meninggal
c. Hubungi rekam medik / P3RN dengan membawa formulir
pengabaran jika keluarga tidak ada
d. Buat surat surat
1. Kematian rangkap 4
2. Lebel kematian
3. Mengisi IPRI
e. Lakukan perawatan jenazah
f. Beritahu petugas kamar jenazah
g. Antar surat surat kematian kekamar jenazah
h. Jelaskan tentang penyelesaian administrasi kekeluargaan
i. Jenazah dibawa ke kamar jenazah setelah 2 jam dinyatakan
meninggal.
j. Serahkan sisa obat obatan barang barang milik pasien
kepada keluarga secara tertulis
k. Buat perincian biaya perawatan
l. Catat pada rekam keperawatan.
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap
- Kamar Jenazah
Dokumen - Surat kematian + label
- Rekam medis / keperawatan
RSUP NASIONAL
PENULISAN IDENTITAS PASIEN
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi 03 Halaman

1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menuliskan identitas pribadi pasien sesuai dengan KTP pada


rekam medis dan rekam keperawatan.

Tujuan Mencegah kesalahan nama pasien

Kebijakan a. Penulisan nama / identitas pasien harus benar


b. Nama yang tertulis dalam rekam medik harus sama dengan
nama yang tertera dalam KTP pasien.
Prosedur A. PADA SAAT PENDAFTARAN
1. Tanyakan nama pasien pada keluarga / pengantar / yang
bersangkutan
a. Nama Lengkap
1) Nama pasien sendiri, apabila namanya sudah
terdiri dari dua suku kata
2) Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama
suami , apabila pasien seorang perempuan
bersuami
3) Nama sendiri dilengkapi dengan nama orang tua
(biasanya nama ayah)
4) Bagi pasien yang mempunyai nama keluarga /
marga , maka nama keluarga / marga atau
surename didahulukan kemudian di ikuti nama
sendiri.
b. Nama kecil / panggilan
c. Jenis kelamin
d. Nama / Alamat keluarga terdekat
e. Nomor Rekam Medik
f. Nama ruangan dan kelas
g. Nama suami (jika sudah berkeluarga)
2. Umur / tanggal lahir , bulan dan hari
3. Alamat Lengkap (Jalan,RT,RW,Kecamatan ,
Nomor,Telepon)
4. Nama / Alamat keluarga terdekat
5. Khusus pasien bayi pada saat baru lahir hingga saat
pulang belum mempunyai nama , maka tulis nama orang
tua
Contoh : Bayi Ny. Hendra
B. DIRUANG PERAWATAN
1. Cocokan nama yang tertera di IPRI dengan pasien
a. menanyakan pada pasien /keluarga
b. tulis nama pasien pada
1) Rekam medik / ruang perawatan
2) Papan daftar nama
3) Buku register
4) Jika yang dirawat pasien pria cantumkan nama orang tua :
Contoh : Mandra bin Abidin

2. Cara penulisan nama :


a. Tulis nama suami bagi pasien wanita
Contoh : Ny. Farida Suyatno

Ny. Farida Bowo

b. Pasien pria tulis nama orang tua / binti


Contoh : Tn. Sugeng bin Sastro

Tn. Sugeng binWaras

3. Beri tanda pengenal pada pasien


4. Setiap akan melakukan tindakkan tanyakan nama pasien
Unit terkait - Ruang Rawat Inap / Jalan
- Pusat Informasi
- Rekam Medik
Dokumen - IPRI
PENGELUARAN FESES SECARA MANUAL
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Membantu mengeluarkan faeces dengan cara manual/dengan


tangan

Tujuan 1. Membantu pasien memenuhi kebutuhan eleminasi


2. Mengetahui adanya kelainan faeces secara langsung
Kebijakan Kebutuhan dasar pasien setiap yang tidak mampu BAB karena
Feces keras dapat dikeluarkan secara manual.

Prosedur a. Persiapan alat


1. Sarung tangan
2. Pispot bertutup
3. Botol berisi air cebok
4. Kertas kloset
5. Bengkok
6. Xylocain jelly
b. Persiapan pasien
1. Beri penjelasan pada pasien tentang hal-hal yang akan
dilakukan
2. Siapkan dalam posisi miring
c. Pelaksanaan
1. Tutup pintu / gordyn atau sampiran
2. Perawat cuci tangan
3. Pakai sarung tangan
4. Tanggalkan pakaian pasien bagian bawah kemudian ditutup
dengan selimut / kain penutup
5. Anjurkan miring kekiri dan tekuk lutut
6. Pasang alas dan pispot
7. Keluarkan feaces dengan cara manual
8. Bila sudah selesai buka selimut selanjutnya anus dan
daerah genetelia dibersihkan dengan cara tangan kiri perawat
membuka bokong pasien dan tangan kanan membersihkan
anus dengan kertas kloset lalu dibuang kedalam pispot
9. Bersihkan beberapa kali dan bokong pasien dikeringkan
10. Setelah selesai , rapihkan pasien,bersihkan peralatan , dan
kembalikan ketempat semula
11. Buka kembali pintu dan sampiran
12. Perawat cuci tangan
Unit Terkait - Ruang rawat inap

Dokumen - Rekam keperawatan/Komputer (IT).


RSUP NASIONAL
PENGAMBILAN BAHAN UNTUK PEMERIKSAAN FAECES
Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO LENGKAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, ,SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Pemeriksaan feaces lengkap adalah pemeriksaan terhadap feaces


segar serta meliputi warna , bau , konsisten, lendir, darah dan telur
cacing.

Tujuan 1. Menyediakan faeces sebagai bahan pemeriksaan sesuai


kebutuhan.
2. Untuk mengetahui adanya kelainan pada faeces
Kebijakan - Bahan dikirim tidak boleh lebih dari 2 jam setelah pengambilan

Prosedur a. Persiapan alat


1. Tempat bahan pemeriksaan
2. 2 buah pispot
3. Urinal
4. 2 kapas lidi
5. Tissu
6. Alas bokong
7. Sarung tangan bersih.
b. Persiapan pasien
Beri penjelasan pada pasien tentang tindakan yang akan

dilakukan.

c. Pelaksanaan
1. Pada pasien yang belum dapat atau tidak boleh berjalan
a) Bila pasien akan buang air besar berikan lebih dulu pispot
atau urinal untuk buang air kecil , kemudian baru diberikan
pispot yang kering untuk buang air besar.
b) Setelah selesai buang air besar , sebelum pasien cebok
faeces di ambil sedikit dengan lidi kemudian masukkan
kedalam tempat yang sudah disediakan.
c) Pasien dirapihkan kembali
d) Bereskan peralatan dan kembalikan ke tempat semula
e) Beri etiket pada botol yang jelas dan isi formulir
pemeriksaan kirim ke laboratorium.
2. Pada pasien yang dapat berjalan
a) Peralatan yang diperlukan letakkan di kamar mandi
b) Pasien haruskan buang air besar didalam pispot yang
telah tersedia dan jangan sampai feaces tersebut
bercampur dengan air selanjutnya ambil feaces sedikit
untuk pemeriksaan.
3. Pada pasien yang tidak dapat buang air besar
Ambil feaces langsung dengan jari petugas yang memakai

sarung tangan ( cara toucher) sebagai berikut :

1) Persiapan alat :
a) Sarung tangan
b) Vaselin
c) Kapas lembab didalam tempatnya
d) Bengkok
e) Tempat bahan pemeriksaan
f) Sampiran bila perlu
2) Persiapan pasien
a) Beri penjelasan pada pasien tentang hal hal yang
akan dilakukan.
b) Atur pasien dalam posisi dorsal rekumben
3) Pelaksanaan
a) Lepaskan pakaian pasien bagian bawah
b) Pasang pengalas, dan pasang sampiran bila perlu
c) Perawat mengenakan sarung tangan dan bagian
telunjuk yang sudah diberi vaselin mengambil feaces
dengan cara masukkan perlahan lahan ke dalam
anus dengan arah ke atas kemudian putar ke kiri dan
ke kanan sampai teraba faecesnya.
d) Setelah didapat faeces dikeluarkan perlahan lahan
lalu masukkan ke dalam tempat yang telah tersedia
e) Bersihkan anus dengan kapas lembab
f) Buka dan diletakan dalam bengkok

g) Rapihkan kembali pasien

h) Beri etiket dan formulir pemeriksaan laboratorium

dan tulis secara lengkap , lalu segera dikirim ke

laboratorium

i) Bersihkan peralatan, bereskan dan kembalikan ke

tempat semula
Unit Terkait 2. Ruang rawat Inap
3. Ins. Patlogi Klinik
Dokumen 4. Formulir Laboratorium
5. Rekam keperawatan/ Komputer (IT).
RSUP NASIONAL
PENGAMBILAN BAHAN UNTUK PEMERIKSAAN URINE
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO LENGKAP

No. Dokumen Halaman


No. Revisi
1
02
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mengambil urine pasien yang dikeluarkan secara biasa (buang air
kecil)

Tujuan 1. Memeriksa kadar zat zat yang terkandung didalam urine ,


misalnya kadar gula dalam urine
2. Memeriksa kehamilan ( G.M test)
Kebijakan Bahan dikirim paling lambat 2 jam setelah pengambilan

Prosedur Pelaksanaan

a. Pasien yang sudah dapat atau boleh berjalan , dapat


melakukannya sendiri di kamar mandi atas petunjuk perawat
yaitu :
1. Pasien di anjurkan cebok (bilas) sebelum buang air kecil.
2. Urine yang keluar permulaan dibiarkan mengalir sedikit ,
setelah itu urine yang keluar selanjutnya ditampung dalam
bengkok , kemudian dituangkan kedalam botol yang tersedia
b. Pasien yang istirahat mutlak harus ditolong pengambilan urine
ditempat tidur dengan ketentuan :
1. Persediaan alat seperti pada prosedur menolong pasien
buang air kecil
2. Pada pasien wanita, vagina harus dibersihkan atau diceboki
dulu
3. Urine yang keluar permulaan dibiarkan mengalir sedikit ,
setelah itu urine yang keluar selanjutnya ditampung dalam
bengkok , kemudian dituangkan secukupnya ke dalam botol
yang telah tersedia.
c. Setelah pengambilan urine selesai , pasien dirapihkan
d. Peralatan dibersihkan di bereskan dan dikembalikan ketempat
semula.
Unit Terkait 6. Ruang Rawat Inap / Medis
7. Instalasi Patologi Klinik
Dokumen 8. Rekam Keperawatan/Komputer (IT)
9. Formulir Urine
RSUP NASIONAL MENOLONG PASIEN BERJALAN MENUJU KURSI

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Membantu pasien turun dari tempat tidur untuk duduk di kursi bagi
pasien yang tidak dapat berjalan sendiri , tetapi sudah boleh duduk

Tujuan a. Membantu mobilitas pasien


b. Untuk melatih dan melemaskan otot
c. Memberikan rasa nyaman
d. Untuk memudahkan merapihkan tempat tidur
Kebijakan a. Kursi yang dipakai harus kuat tidak mudah goyah
b. Kaki kursi tidak licin (pakai karet)
Prosedur a. Persiapan alat
1. Kursi
2. Selimut
3. Bantal
4. Bel bila perlu
b. Persiapan pasien
1. Rapihkan pasien
2. Beritahu pasien dan beri penjelasan tentang hal hal yang
akan dilakukan
c. Pelaksanaan
1. Letakkan kursi dekat tempat tidur
2. Siapkan sepatu atau sandal
3. Dudukkan pasien , bantu bergeser ke pinggir tempat tidur
4. Letakkan kedua kaki pasien di atas kursi
5. Turunkan kaki pasien satu persatu dari kursi
6. Bantu pasien berdiri kemudian berjalan menuju kursi yang
telah disediakan
7. Dudukkan pasien dikursi jika perlu diberi bantal untuk
bersandar
d. Hal hal yang perlu diperhatikan
1. Perhatikan keadaan umum pasien
2. Hindarkan pasien duduk terlalu lama dikursi , agar tidak
lelah
3. Hindarkan menempatkan pasien pada posisi yang banyak
angin.
4.
Unit Terkait 1. Instalasi Rawat Jalan
2. Ruangan Perawatan Terpadu Gedung A
3. Ruangan prosedur
Dokumen 1. Formulir catatan perawat/Komputer (IT)
2. Formulir instruksi dokter
RSUP NASIONAL
PENGUMPULAN URINE SELAMA 24 JAM
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Pengumpulan urine dari pasien tertentu selama 24 jam

Tujuan 1. Mengetahui jumlah urine selama 24 jam


2. Mengukur berat jenis urine
3. Mengetahui perbandingan antara jumlah cairan yang masuk
dengan yang keluar
4. Mengetahui kadar zat tertentu dalam urine
5. Mengetahui fungsi ginjal / CCT
Kebijakan 10. Waktu pengambilan bahan urine harus diukur
11. Urine di ambil seperlunya
Prosedur a. Persiapan alat
1. Botol yang mulutnya besar atau stoples bertutup ukuran
1000 cc 2000 cc
2. Kertas etiket
3. Alas botol
4. Bengkok / pispot
5. Sarung tangan
b. Persiapan pasien
Beri penjelasan pada pasien tentang hal hal yang akan
dilakukan
c. Pelaksanaan
1. Beri etiket pada botol /stoples yang jelas dengan
mencantumkan :
a). Nama pasien
b). Nomor register
c). Nama ruang rawat
d). Jam mulai urine ditampung
f) Jenis pemeriksaan
2. Botol atau stoples diletakkan pada tempat khusus
yang aman
3. Tiap kali pasien buang air kecil urinenya ditampung
dalam bengkok / pispot lalu dituang kedalam botol atau
stoples yang
telah disiapkan selanjutya urine yang ditampung selama 24
jam
di ukur jumlahnya , dan hasilnya dicatat dalam rekam
keperawatan atau rekam medik pasien bersangkutan.
6. Untuk bahan pemeriksaan laboratorium urine di ambil
seperlunya dan sisanya dibuang
7. Setelah dipakai untuk menampung urine botol atau stoples
harus direndam dalam larutan desinfektan dan cuci.
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap

- Instalasi Patologi Klinik

Dokumen - Rekam Keperawatan

- Rekam Medik
PEMBERIAN OBAT SUNTIK
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberikan obat suntik adalah menyiapkan dan memberikan obat


kepada pasien melalui intra vena atau intra muskuler atau sub cutan
atau intracutan

Tujuan 1. Memberikan obat kepada pasien secara tepat dan benar sesuai
program pengobatan
2. Membantu pasien dalam pelaksanaan program pengobatan
Kebijakan Pemberian obat suntik harus dilaksanakan secara benar dengan
memperhatikan tehnik aseptic dan anti septik

Prosedur Mengecek program terapi

Persiapan alat

- Trolly/ nampan
- Obat yang akan diberikan
- Spuit disposible sesuai kebutuhan
- Kapas alkohol
- Tourniquet
- Kikir ampul ( bila perlu )
- Bengkok
- Bak spuit
- Sarung tangan/handscoon
Pelaksanaan

1. Baca program pengobatan dengan teliti


2. Pastikan bahwa instruksi benar dan legal
3. Beritahu pasien tentang tujuan pemberian obat serta
prosedur yang akan dilakukan
4. Dekatkan peralatan yang dibutuhkan
5. Cuci tangan, pakai sarung tangan
6. Baca etiket obat, pastikan tanggal kadularsa obat, dosis obat,
cara pemberian obat, waktu pemberian, nama pasien (5
benar)
7. Hapuskan tutup obat dengan kapas alkohol , bila obat dalam
bentuk ampul patahkan dengan mengoleskan leher ampul
dengan kapas alkohol terlebih dahulu..
8. Masukkan obat kedalam spuit, kemudian keluarkan udara
yang ada dalam spuit
9. Tentukan daerah yang akan disuntik
10. Lakukan desinfeksi pada lokasi penyuntikan .
11. Masukkan jarum dengan posisi sesuai cara penyuntikan dan
melakukan aspirasi untuk mengetahui kena pembuluh
darah / tidak
12. Masukkan obat secara perlahan-lahan
13. Perhatikan reaksi pasien
14. Cabut jarum suntik dengan perlahan lahan dan buang spuit
/ jarum bekas kedalam kotak jarum yang sudah disediakan.
15. Oleskan dan tekan kulit dengan kapas alcohol sampai tidak
ada perdarahan (5 10 menit bila dengan IV)
16. Catat dalam formulir waktu , nama obat, dosis cara
pemberian obat dan nama perawat yang meyuntik.
Hal yang perlu diperhatikan

1. Bekerja dengan tehnik aseptik


2. Reaksi/keluhan pasien setelah disuntik
3. Tanggal kadaluarsa obat

Unit Terkait 1. Depo Obat Farmasi Gedung A


2. Ruang Rawat Jalan / Inap Terpadu Gedung A
3. Ruang tindakan
Dokumen 1. Form. Instruksi dokter
2. Form. Kardex
3. Dokumen keperawatan
4. Komputer (IT)
PEMASANGAN NGT

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memasukkan selang melalui lubang hidung / mulut sampai


lambung

Tujuan 1. Untuk memenuhi kebutuhan makanan / obat melalui selang


2. Untuk mengumbah lambung
3. Untuk program pengobatan
4. Untuk mencegah terjadinya aspirasi.
Misalnya pada pasien

- Kelainan menelan
- Kebutuhan makanan melalui mulut
- Keracunan
Kebijakan - Setiap akan melakukan tindakan dengan NGT, posisi NGT
harus selalu dicek sebelumnya.

Prosedur a. Persiapan alat


Baki berisi

1. NGT
2. Xylocain jelly
3. Catheter tip
4. Bengkok
5. Pengalas
6. Plester
7. Gunting
8. Stetoscop
b. Persiapan pasien
1. Beritahu pasien
2. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
c. Pelaksanaan
1. Atur posisi pasien
2. Ukur NGT dari dahi sampai epigastrium atau dari telinga -
hidung ke epigastrium.
3. Masukkan NGT yang telah di olesi jelly melalui hidung /
mulut
4. Bila pasien sadar anjurkan untuk nafas dalam dan NGT
agar ditelan
5. Tes NGT dengan catheter tip yang telah di isi udara 20
30 cc
6. Kemudian catheter tip di dorong dan dengarkan pakai
stetoscop di atas perut sebelah kiri ( di atas lambung ) bila
ada suara / bunyi tandanya NGT masuk kedalam lambung
7. Gunakan NGT sesuai kebutuhan (memasukkan /
mengeluarkan cairan).
8. Sesudah selesai pasien dikembalikan ke posisi semula
9. Alat alat dirapihkan

Unit Terkait - Ruang Rawat Inap Terpadu Gedung A

Dokumen - Rekam medis & Rekam keperawatan IT


PEMAKAIAN MASKER
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen Halaman


No. Revisi
1
03
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menutup hidung dan mulut dengan masker

Tujuan 1. Mencegah cross infeksi melalui udara


2. Memberi rasa aman dan nyaman
Kebijakan Pemakaian masker harus menutupi hidung

Prosedur a. Persiapan alat


1. Masker
2. Tempat sampah
b. Pelaksanaan
1. Pasang masker dengan benar dan tepat.
2. Ikat tali cukup kuat
3. Satu masker untuk satu kali pemakaian
4. Ganti masker bila terjadi lembab
Unit Terkait 1. Ruang rawat inap
2. Ruang rawat jalan
3. Prosedure kamar operasi
Dokumen Rekam keperawatan
MENCUCI RAMBUT

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Membersihkan kotoran yang ada di kulit kepala dan rambut

Tujuan 1. Untuk memberikan perasaan nyaman dan untuk memenuhi

kebutuhan dasar pasien.

Kebijakan Cuci rambut tidak dikerjakan pada :


a. Pasien suhu tinggi
b. Pasien cacar
c. luka pada kepala
d. Stroke hemoragic
Prosedur a. Persiapan alat
Trolly / Baki berisi :Pengalas

1. Perlak dan stik laken atau handuk sebagai talang


2. Handuk
3. Sisir
4. Bengkok
5. Shampho
6. Kapas dan kain kasa
7. Ember / waskom berisi air hangat
8. Gayung
9. Ember kosong
10. Kain pel
b. Persiapan pasien
1. Beritahu pasien tentang tindakkan yang akan dilaksanakan.
2. Bila pasien sadar tanyakan posisi duduk / tidur
c. Pelaksanaan
1. Atur posisi pasien senyaman mungkin.
2. Posisi kepala pasien kearah pinggir tempat tidur.
3. Pasang pengalas
4. Pasang talang dan arahkan ke ember yang kosong.
5. Letakkan kain pel dibawah ember yang kosong
6. Tutup telinga dengan kapas dan tutup mata dengan kasa
7. Tutup dada pasien dengan handuk sampai leher
8. Sisir rambut seperti biasa lalu siram dengan air hangat
9. Gosok pangkal rambut dengan kasa yang telah diberi
shampo sambil dipijit pada daerah kepala
10. Cuci rambut dengan air sampai bersih , lalu keringkan
dengan handuk
11. Angkat penutup mata dan telinga pasien
12. Liletakkan kepala pasien diatas bantal yang beralaskan
handuk sampai rambut kering / keringkan dengan hair dryer,
dan sissr rambut pasien.
13. Rapihkan alat-alat
Unit Terkait Unit rawat inap.

Rekam keperawatan.
Dokumen
Komputer (IT)
PEMERIKSAAN

M R I (MAGNETIC RESONANCE IMAGE)


RSUP NASIONAL
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO
03 1

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu pemeriksaan dengan menggunakan kontras atau tanpa kontras


sesuai organ yang di inginkan dengan menggunakan magnet

TUJUAN 1. Untuk mengetahui kelainan kelainan atau adanya massa pada


organ
2. Untuk pemeriksaan penunjang

KEBIJAKAN Hindari pemakaian logam

a. Persiapan alat
1. Formulir perjanjian
PROSEDUR b. Persiapan pasien
1. Beritahu pasien tentang prosedur pemeriksaan di radiologi
2. Beritahu tentang biaya yang diperlukan.
c. Pelaksanaan
1. Buat perjanjian dengan bagian MRI
2. Antar / jemput pasien dan ambil hasilnya.

UNIT TERKAIT 1. Radiologi


2. Ruang rawat inap dan ruang rawat jalan
DOKUMEN 1. Formulir Radiologi
2. Rekam keperawatan (IT)
3. Rekam Medik
RSUP NASIONAL MELEPAS CATHETER URIN

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur


Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mencabut Poly catheter dari lubang urethra

Tujuan - Agar tidak terjadi infeksi pada pasien


- Pemasangan kateter tidak diperlukan lagi.
Kebijakan Pada saat melakukan kegiatan , privacy pasien harus di jaga.

Prosedur a. Persiapan alat


Baki berisi :

1. Sarung tangan steril


2. Spuit 20 cc
3. Kapas sublimat dalam tempatnya
4. Pengalas
5. Bengkok

b. Persiapan pasien
1. Beritahu pasien dan jelaskan tindakan yang akan dilakukan
2. Atur posisi pasien

c. Pelaksanaan
1. Cuci tangan
2. Pasang sampiran / scherm
3. Pasang pengalas
4. Pasang sarung tangan
5. Keluarkan cairan / udara yang ada pada balon catheter
6. Cabut catheter perlahan dan anjurkan pasien untuk tarik
napas panjang. Catheter dimasukkan ke bengkok
7. Bersihkan daerah kemaluan dengan kapas sublimat , lalu
keringkan dengan handuk pengalas
8. Angkat pengalas dengan menganjurkan pasien untuk
angkat bokong
9. Rapihkan pasien dan atur posisi pasien senyaman mungkin
10. Alat alat dirapihkan
11. Mencuci tangan
Unit Terkait - Ruang rawat inap
- RRJ
Dokumen - Rekam medis
- Rekam keperawatan (IT)
PERAWATAN CATHETER MENETAP
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Merawat catheter dengan cara aseptik dan anti septik

Tujuan 1. Mencegah infeksi pada alat perkemihan


2. Mencegah adanya pengapuran dan bekuan darah
3. Mencegah terjadinya penyumbatan
Kebijakan 1. Bentuk dan ukuran catheter harus di sesuaikan dengan
kebutuhan pasien
2. Perhatikan tehnik aseptik dan anti septik
Prosedur a. Persiapan alat
1. Sarung tangan
2. Bengkok
3. Betadin dan kasa steril
4. Spuit 20 cc
5. Cairan Nacl 0,9 %
6. Kapas
b. Persiapan pasien
1. Beri penjelasan pada pasien tentang hal hal yang akan
dilakukan
2. Atur posisi pasien dorsal recumbent
c. Pelaksanaan
1. Tutup pintu dan pasang sampiran/gordin
2. Tanggalkan pakaian pasien bagian bawah, kemudian bagian
yang terbuka tutup dengan selimut
3. Anjurkan pasien dalam posisi dorsal recumbent
4. Bersihkan bagian genital dengan kapas sublimat kemudian
bersihkan catheter dari arah kemaluan.
5. Lakukan viksasi dengan menggunakan plester
6. Setelah selesai, rapihkan pasien dan bersihkan peralatan,
bereskan dan kembalikan ke tempat semula
7. Buka pintu dan sampiran
8. Evaluasi respon pasien.
9. Dokumentasikan di rekam keperawatan/Komputer (IT)
Unit Terkait 1. Ruang rawat inap Terpadu Gedung A
2. Ruang rawat jalan
Dokumen - Rekam keperawatan Komputerais/IT
PEMASANGAN CEROBONG ANGIN (RECTAL TUBE)
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen Halaman


No. Revisi
1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mengeluarkan angin atau udara dengan cara memasukkan slang


melalui lubang anus

Tujuan 1. Mengeluarkan angin atau udara


2. Mengurangi kembung
3. Memberi rasa rasa nyaman pada pasien
Kebijakan Ujung harus selalu terendam

Prosedur a. Persiapan alat


1. Slang (shorsteen)
2. Waskom kecil berisi air
3. Bengkok dan tissue
4. Perlak dan alasnya
5. Xylocain jelly
6. Handuk
7. Sarung tangan
b. Persiapan pasien
1. Pasien diberikan penjelasan tentang hal hal yang akan
dilakukan
2. Pasien di siapkan dalam posisi miring / terlentang
c. Pelaksanaan
1. Pasang sampiran / gordyn
2. Pasang perlak dan alasnya
3. Pasang baskom kecil berisi air dekat bokong
4. Perawat memakai sarung tangan
5. Pasien di anjurkan miring atau terlentang
6. Memasukkan selang yang sudah di oles dengan xylokain
jelly melalui lobang anus
7. Setelah slang sudah masuk kemudian ujung slang yang
satunya masukkan ke waskom yang berisi air
8. Diamkan slang pada tempatnya sampai pasien sudah
merasa tidak kembung
9. Setelah selesai rapihkan pasien
10. Bersihkan alat-alat, bereskan dan dikembalikan pada
tempatnya
Unit Terkait Ruang Rawat Inap

Dokumen Rekam keperawatan (IT)


POSISI GENU PECTORAL (KNEECHEST)
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Membaringkan pasien posisi menungging , kedua kaki ditekuk dan


dada menempel pada kasur

Tujuan 1. Memudahkan tindakan pemeriksaan daerah rectum dan sigmoid


2. Membantu merubah letak kepala janin pada pasien dengan
kehamilan sungsang.

Kebijakan Posisi kepala miring kanan / kiri

Prosedur a. Beri penjelasan pada pasien tentang hal hal yang akan
dilakukan
b. Singkirkan bantal dari tempat tidur
c. Atur posisi pasien telungkup dengan kedua kaki ditekuk dan dada
menempel pada kasur (Posisi menungging), atur posisi kepala
yang enak miring kanan/kiri.
d. Bila diperlu kan pakaian pasien bagian bawah di buka
e. Evaluasi respon tindakan.
f. Dokumetasikan hasil tindakan.
Unit Terkait - URM
- Ruang Rawat Inap
Dokumen - Rekam keperawatan

- Komputer (IT)
MENDAMPINGI PASIEN DALAM KEADAAN TERMINAL
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberi perawatan khusus kepada pasien dalam keadaan terminal

Tujuan a. Agar pasien dapat meninggal dengan damai dan terhormat /


mulia
b. Memberi kepuasan kepada pasien dan keluarganya
c. Memberi ketenangan dan kesan yang baik kepada pasien lain di
sekitarnya
Kebijakan a. Bimbing pasien
b. SP No. 1673/TU.K/38/VI/96
Prosedur a. Persiapan
1. Tempat / ruang khusus (bila memungkinkan)
2. Alat alat pemberian oksigen (O2)
3. Alat resusitasi (bila mungkin disediakan)
4. Tensimeter
5. Stetoskop
6. Pinset
7. Kain kassa dan air matang dalam tempatnya
8. Kertas tissu (bila mungkin disediakan)
9. Kapas
10. Handuk kecil dan lap pembasuh (waslap) untuk menyeka
keringat pasien
11. Sarung tangan.
12. Alat tenun secukupnya
b. Pelaksanaan
1. Siapkan pasien menurut agama dan kepercayaannya
2. Beri tahu keluarga pasien secara bijaksana
3. Tempatkan pasien terpisah dari pasien lain
4. Pasien tetap didampingi oleh petugas dan keluarganya
5. Secara bijaksana jelaskan keadaan pasien pada keluarga
pasien
6. Usahakan pasien selalu dalam keadaan bersih
7. Usahakan suasana di sekitar pasien dalam keadaan tenang
8. Bila bibir pasien kering , basahilah dengan kain kassa yang
dicelupkan dulu kedalam air matang dengan menggunakan
pinset
9. Beri bantuan kepada keluarga pasien untuk kelancaran
pelaksanaan upacara ke agamaan / bimbingan rohani
10. Amati terus menerus tanda tanda kehidupan (vital sign)
pasien
11. Evaluasi hasil tindakan.
12. Dokumentasikan hasil tindakan.
Unit terkait 1. Ruang Rawat Inap
2. Keluarga Pasien
3. Petugas Kerohanian
Dokumen Rekam Keperawatan

Komputer (IT)
PENIMBANGAN BERAT BADAN
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menimbang berat badan dengan mempergunakan timbangan badan

Tujuan 1. Mengetahui berat badan pasien dan perkembangan berat badan


pasien
2. Membantu menentukan program pengobatan diet dll.
Kebijakan 1. SP. No. 1673/TU.K/38/VI/96
2. Timbangan sebelum dipergunakan jarum menunjukkan pada
angka 0
3. Untuk mengetahui perkembangan berat badan pasien.
Penimbangan dilakukan pada waktu yang sama, misalnya setiap
jam 07.00 pagi.
Prosedur a. Persiapan alat
1. Timbangan
2. Buku catatan
b. Pelaksanaan
1. Beri penjelasan pada pasien dan keluarga tentang hal hal
yang akan dilakukan.
2. Setel alat timbangan
3. Bila pasien dapat berjalan , anjurkan pasien naik sendiri ke
atas timbangan
4. Bacalah angka penunjuk jarum secara tepat kemudian
hasilnya dicatat.
5. Dokumentasikan hasil tindakan.
Unit terkait 1. Ruang Rawat Inap
2. Ruang Rawat Jalan
3. Ruang Prosedur
Dokumen Rekam Keperawatan

Komputer (IT)
MERAWAT JENAZAH
Nomor Dokumen No. Revisi Halaman
RSUP NASIONAL
03 1/2/3
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Prosedur Tetap Tanggal terbi Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberikan pelayanan khusus kepada klien yang baru saja


meninggal.

Tujuan 1. Membersihkan dan merapihkan jenazah.


2. Memberi penghormatan terakhir kepada sesama manusia.
3. Memberi kepuasan kepada orang tua / keluarga yang
meninggal.
Kebijakan -Semua perawat yang melakukan tindakan keperawatan harus

sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

-Jenazah dirawat dengan cara yang tertib dan khidmat

- SP. NO. 1673/TU.K.38/VI

- Label diikatkan pada kaki kanan jenazah

Prosedur A. Persiapan alat :


1. APD ( Alat Pelindung Diri ) untuk perawat / petugas.
2. Baskom berisi air hangat / dingin untuk
memandikan

3. Baskom kosong untuk menempatkan alkes ( set


respirator, berisi cairan disinfektandll ).
4. Verban / pembalut
5. Kapas lembab dan kain kassa secukupnya
6. Bengkok ( nierbeken )
7. Pinset
8. Waslap
9. Sarung tangan bersih
10. Plester
11. Ember bertutup untuk pakaian kotor
12. Alat tenun seperlunya seperti stik laken, laken/ kain
Penutup jenazah.

13. Gunting verban


14. Label yang telah diisi lengkap dengan data jenazah, yaitu
:
1) Nama
2) Nomor register
3) Tanggal lahir/umur
4) Jenis kelamin
5) Nama orang tua / suami
6) Tanggal / jam meninggal
7) Ruang tempat dirawat
15. Surat keterangan dokter/surat kematian yang
menyatakan klien meninggal.

B. Persiapan klien, keluarga dan lingkungan :


Memberikan dukungan moril kepada keluarga agar tabah dan
menerima kematian klien.

Beritahu keluarga dengan seksama bahwa jenazah akan

Dibersihkan/ dimandikan.

C. Pelaksanaan tindakan :
1. Jenazah ditempatkan terpisah dari klien lainnya, bila ada
dalam ruangan khusus.
2. Pakai sarung tangan bersih
3. Kosongkan dulu lambung,vesica urinaria dan colon sigmoid
bila diperlukan.Kemudian lepaskan alat-alat yang digunakan
(Mis: Infus, kateter, NGT, gigi palsu dll).
4. Bila ada luka, dibersihkan lalu ditutup dengan plester tidak
tembus air/ kassa diplester, untuk luka yang agak lebar harus
dijahit terlebih dahulu.
5. Mandikan jenazah seperti memandikan klien biasa, lalu
rapihkan. Sesuaikan dengan agama / kepercayaan yang
dianut oleh orang tua bayi/ anak / ibu, misalnya cara
mengatur posisi tangan jenazah lalu diikat.
6. Kelopak mata dirapatkan dan ditutup dengan kapas lembab,
lubang hidung dan telinga ditutup dengan kapas kering
7. Mulut bila terbuka dirapatkan dengan cara mengikat dagu ke
kepala dengan verban, selanjutnya sampai mengikat di atas
ubun-ubun jenazah bayi/anak/ ibu .
8. Kedua kaki dirapatkan dengan cara pergelangan kaki, ibu jari
dan lutut diikat dengan verban .
9. Jenazah dibungkus dengan kain putih atau diberi pakaian.
Pasang tanda pengenal / label di ibu jari kaki kanan,
kemudian tutup dengan kain penutup jenazah.
10. Anjurkan kepada keluarga untuk menunggu disampingnya,
sampai petugas kamar jenazah datang
11. Siapkan surat keterangan kematian yang telah diisi lengkap
oleh dokter yang bersangkutan, untuk diserahkan kepada
petugas kamar jenazah .
12. Observasi jenazah di ruang rawat selama + 2 jam .
13. Hubungi petugas kamar jenazah, agar mengambil jenazah
dari ruangan .
14. Penyerahan jenazah kepada petugas kamar jenazah dengan
menggunakan buku ekspedisi ruangan dan formulir tanda
terima yang harus ditanda tangani oleh petugas kamar
jenazah .
15. Perawat Mengantar jenazah sampai ke pintu luar ruang
perawatan, dan mengucapkan turut berduka cita kepada
keluarga.
D. Hal-hal yang perlu diperhatikan :

1. Merawat jenazah harus tertib, hidmat, dengan


menunjukkan sikap empati, sehingga mampu
menenangkan jiwa orang tua dan keluarga jenazah .

2. Pengaturan posisi tangan, atau cara merapikan jenazah


(nomor3-9 pada pelaksanaan tindakan) dapat
dikoordinasikan dengan keluarga sesuai dengan agama
dan kepercayaan yang dianut.

3. Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh/ darah


penderita dengan memakai sarung tangan dan menutup
luka dengan tegaderm/ plester tidak tembus air terutama
pada klien infeksi
4. Bersikap lebih bijaksana :

1) Bila orang tua / keluarga masih menangis berikan


kesempatan untuk menangis .
2) Setelah orang tua / keluarga cukup tenang baru
perawat mengadakan pendekatan, misalnya dengan
mengajak mereka berbicara, agar mereka dapat
menerima kenyataan dengan penuh rasa tawakal dan
sabar .
3) Berikan penjelasan kepada keluarga, tentang
prosedur pengambilan jenazah, sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
Unit terkait 1.Instalasi kamar jenazah
2.Kepolisian
3.Ruang Perawatan
Dokumen 1.Surat keterangan kematian

2.Rekam medik / keperawatan

3.Dokumentasi ke computer (Sitem IT)


PEMBERIAN OBAT SUPPOSITORIA
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halama


n
03/08
1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memasukkan obat melalui anus / vagina

Tujuan a. Untuk memberikan pengobatan


b. Untuk mengurangi rasa sakit
c. Untuk memperlancar buang air besar
Kebijakan a. Lima benar
b. Perhatikan efek samping
c. Tidak boleh mengedan / BAB selama 15 menit setelah
pemberian obat
Prosedur a. Persiapan
1. Persiapan alat
a) Obat suppositoria yang diperlukan
b) Sarung tangan
c) Pengalas
d) Bengkok
2. Persiapan pasien
a) Pasien diberi penjelasan
b) Atur posisi pasien dalam posisi sim
c) Jaga privacy pasien/pasang sampiran/gordyn.
b. Pelaksanaan
1. Beri penjelasan pada pasien
2. Cuci tangan
3. Dekatkan alat alat yang telah disediakan
4. Pasang pengalas , buka pakaian dalam pasien
5. Atur posisi pasien (posisi sim)
6. Pakai sarung tangan
7. Buka bungkus obat dan pembungkus obat buang di
bengkok
8. Masukkan obat melalui anus / vagina secara perlahan dan
anjurkan pasien tarik nafas
9. Rapihkan kembali pakaian dalam pasien dan berikan posisi
senyaman mungkin , anjurkan 10 menit tidak turun dari
tempat tidur
10. Angkat pengalas
11. Rapihkan kembali alat alat yang telah dipergunakan
12. Cuci tangan kembali
13. Evaluasi respon pasien.
14. Dokumentasi hasil tindakan direkam keperawatan.
Unit terkait - Rawat Inap
- Rawat Jalan
- IGD
Dokumen - Rekam Medik
- Rekam Keperawatan
- Komputer (IT).

IRIGASI KOLOSTOMI
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur


Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memasukkan cairan ke dalam kolon melalui colostomi

Tujuan 1. Untuk mengosongkan kolon dari feses , gas dan mukus


2. Untuk membersihkan saluran cerna bagian bawah
3. Untuk menetapkan suatu pola pengeluaran , sehingga tetap
dapat melakukan aktifitas normal
Kebijakan Hindarkan agar tidak terjadi iritasi

Prosedur a. Persiapan
1. Persiapan alat
a) Penampungan cairan
b) Sarung tangan/handscoon
c) Selang irigator
d) Kantong drain
e) Kantong plastik tempat sampah
f) Cairan irigasi (1000 cc 2000 cc )
g) Pelumas yang larut dalam air
h) Tissu secukupnya
2. Persiapan pasien
a) Beri penjelasan pada pasien
b) Atur posisi pasien sesuai kebutuhan
c) Jaga pripacy pasien
b. Pelaksanaan
1. Cuci tangan
2. Gantung irigator yang sudah di isi dengan cairan irigasi
setinggi 45 cm 50 cm dari kolostomi
3. Lepas kantong kolostomi
4. Pasang drain irigator pada kolostomi dan tempatkan ujung
bawah ke arah pispot / toilet
5. Jika kolostomi baru untuk pertama kali irigasi lakukan colok
kolostomi dengan memakai jari yang telah terpasang sarung
tangan dan telah dilumasi untuk mengetahui arah kolon
6. Lumasi ujung katheter dan masukkan ke dalam
7. Alirkan cairan irigasi secara perlahan lahan 5 10 menit
8. Tunggu 10 detik sampai cairan habis , lalu cabut katheter
secara perlahan
9. Anjurkan pasien untuk tetap menunggu 10 15 menit dalam
posisi yang sama
10. Keringkan kantong irigator dan klem atas
11. Biarkan feses keluar dari kolostomi melalui kantung drain
12. Lepaskan kantong drain
13. Bersihkan daerah kolostomi dengan air hangat dan sabun ,
kemudian keringkan dengan tissu
14. Pasang kantong kolostomi yang baru
15. Bersihkan peralatan dengan air sabun dan rapihkan kembali
16. Cuci tangan
17. Evaluasi respon tindakan.
18. Dokumentasikan respon tindakan.
Unit terkait - Ruang Rawat Inap Terpadu Gedung A
- Ruang Rawat Jalan
Dokumen - Rekam Keperawatan/ Komputer (IT)
PERAWATAN STOMA
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen Halaman


No. Revisi
1/2
03
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140 105 247

Pengertian Adalah suatu prosedur perawatan stoma, dan mengganti kantong


penampung feses, urine pada stoma, baik kolostomi, ileostomi,
dan urostomi

Tujuan 1. Untuk merawat dan membersihkan kulit disekitar stoma.

2. Menampung pengeluaran dari stoma (Urine dan feses).

3. Untuk melindungi kulit terhadap hasil keluaran dari stoma

(mencegah iritasi).

4. Untuk memberikan rasa nyaman dan aman pada pasien dan

orang lain

5. Untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka colostomi dan

daerah sekitarnya

6. Untuk mengobservasipengeluaran dari kolostomi.

Kebijakan 1. Kantong Stoma diganti sebelum isinya penuh.


2. Steril pasca operasi 1 7 hari
3. Bersih setelah 7 hari
Persiapan Alat. 1. Tempat sampah/kantong plastik
2. Bengkok
3. Sarung tangan, bersih/steril
4. Kantong stoma (Colostomi bag, ileustomi bag, urostomi
bag) yang baru.
5. Kapas sesuai kebutuhan.
6. Tissue/kasa
7. Set perawatan kolostomi
8. Barrier kulit bila perlu.
9. Stoma guide
10. Sublimat/NaCL 0,09%/air hangat.
11. Spidol.
12. Gunting
13. Pengalas/perlak
14. Sampiran
15. Masker.
16. Gaun/apron/barak short

Prosedur Mengecek program terapi medik

Siapkan diri

d. Penguasaan konsep terkait dengan prosedur


Seperti : pengertian, rasional, tujuan prinsip, dan tahapan
tindakan.

e. Perhatikan precaution terhadap bahaya infeksi


dengan mencuci tangan, menggunakan perlengkapan
perlindungan diri.

f. Jaga keselamatan dan keamanan diri terhadap


Bahaya fisik selama tindakan

Persiapan Pasien :

1. Bina hubungan saling percaya


2. Berikan salam terapeutik, rumuskan kontrak bersama :
tentang prosedur yang akan dilakukan,tujuan, waktu, dan
tahapan prosedur.
3. Jaga privacy pasien dengan cara menutup pintu,jendela/
menggunakan sampiran/gordyn.
4. Atur posisi pasien senyaman mungkin.
5. Ajak klien bekerjasama dalam prosedur ini.
6. Siapkan alat sesuai kebutuhan prosedur dan dekatkan
kesamping pasien
7. Mencuci tangan
8. Tampilkan lokasi sekitar stoma dengan cara membuka baju
pasien sesuai kebutuhan.
9. Pasang sarung tangan
10. Pakai masker dan gaun/apron/barak short
11. Lepaskan kantong stoma secara perlan-lahan, tekan pelan-
pelan kulit dinding abdomen sampai perekat lepas semua,
hati-hati jangan sampai feses/urine tumpah
12. Bersihkan stoma dengan NaCl 0,9%//air hangat dengan
cara memutar menurut jarum jam, kemudian keringkan
dengan tissue/kasa.
13. Observasi daerah sekitar stoma, tutup sementara dengan
tissue/kasa.
14. Siapkan kantong stoma yang baru, ukur diameter stoma
menggunakan stoma guide, kemudian ukur kekantong
stoma dengan menggunakan spidol, selanjutnya gunting
ukuran tersebut dengan melebihkan 0,2 cm dari diameter
yang telah ditentukan.
15. Lepaskan lapisan kertas pada perekat setengah bagian
bawah dan tempelkan stoma bag pada kulit bagian bawah,
kemudian lepaskan semua kertas secara perlahan-lahan
dan rekatkan secara melingkar (usahakan jangan sampai
ada kerutan).
16. Rapikan pakaian pasien
17. Evaluasi respon pasien
18. Rapikan alat-alat dan cuci yang bersih
19. Lepas sarung tangan, masker, dan gaun/apron/barak short
20. Mencuci tangan
21. Mendokumentasi hasil tindakan
22. Terminasi tindakan, rencanakan tidakan selanjutnya

Unit terkait - Ruang Rawat Inap


- Ruang Rawat Jalan
Dokumen - Rekam Keperawatan/Komputer (IT)
IDENTIFIKASI BAYI
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO


No. Dokumen Halaman
No. Revisi
1
03
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberikan keamanan / tertukarnya bayi satu sama lain

Tujuan Mencegah tejadinya tertukarnya pasien / bayi

Kebijakan Jangan sampai bayi tertukar perhatikan nama bayi dan nama orang
tua bayi

Prosedur a. Pada saat mendaftar


Tanyakan nama ibu bayi pada keluarga / pengantar yang
meliputi

1. Nama lengkap orang tua


2. Tempat dan tanggal lahir orang tua
3. Alamat orang tua
4. Tempat dan tanggal lahir pasien bayi
5. Jenis kelamin
b. Diruang Perawatan
1. Cocokan nama yang tertera pada IPRI , gelang dan status
pasien
a) Tanyakan kepada orang tua / keluarga pasien
b) Jika terdapat kesalahan segera perbaiki dan melaporkan
ke bagian rekam medik dan bagian keuangan
2. Jika dalam satu ruang perawatan terdapat nama yang sama
maka :
- Tulis nama ibu dan ayah pasien
3. Setiap akan melakukan tindakan check tanda pengenal
pasien / gelang
Unit terkait - Ruang Rawat Inap

Dokumen - Rekam Keperawatan/Komputer (IT)

PENGGANTIAN ALAT TENUN KOTOR PADA TEMPAT TIDUR


RSUP NASIONAL TANPA MEMINDAHKAN PASIEN
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mengganti alat tenun pada waktu tertentu khususnya selama pasien
masih dirawat / bedrest

Tujuan 1. Memberikan rasa nyaman dan senang pada pasien


2. Mencegah decubitus
3. Supaya alat alat tenun tetap bersih dan terpelihara
Kebijakan Selama mengganti alat tenun yang kotor harus diperhatikan respon/
kondisi pasien.

Prosedur a. Persediaan
1. Alat tenun bersih yang diperlukan disusun menurut urutan /
sistematika pemasangan
2. Tempat untuk kain kotor
3. Ember berisi larutan desinfektan
4. Lap kerja dua helai kering dan basah
5. Sarung tangan bersih

b. Tata Laksana
1. Memberitahu pasien.
2. Dekatkan kursi / bangku ke tempat tidur
3. Siapkan peralatan dorong ke tempat tidur yang akan
dibersihkan
4. Beri penjelasan kepada pasien terhadap tindakan yang akan
dilakukan .
5. Pasang sarung tangan
6. Angkat selimut tebal dan simpan dalam tempat alat tenun yang
kotor
7. Letakkan selimut tebal dan bantal yang tidak diperlukan di atas
kursi atau bangku
8. Lepaskan alat alat tenun yang terlipat dibawah kasur ,
dimulai dari letak dimana posisi perawat berdiri
9. Miringkan pasien ke arah yang berlawanan dengan perawat
yang rapihkan tempat tidur
10. Semua alat tenun kotor digulung sampai dibawah sisi pasien
11. Bersihkan tempat tidur dengan lap basah kemudian
dikeringkan dengan lap kering
12. Letakkan sprei besar bersih di atas tempat tidur dan sebagian
digulung sampai bawah sisi pasien .
13. Pasang perlak dan sprei kecil kemudian gulung sampai
ketengah
14. Rapihkan alat alat tenun yang sudah terpasang dan pada
setiap ujung 45 derajat dan dimasukkan dibawah kasur
( dahulukan bagian kepala keumudian bagian kaki)
15. Miringkan pasien kesisi lain
16. Alat tenun yang kotor digulung dan simpan dalam tempat alat
tenun yang kotor
17. Bentangkan alat tenun yang bersih dan rapihkan seperti
point 9
18. Kembalikan posisi pasien dalam keadaan terlentang
19. Lepaskan sarung bantal yang kotor dan ganti dengan sarung
bantal yang bersih
20. Letakkan bantal pada kepala pasien
21. Pasang boven laken dan selimut tebal , masukkan bagian
bawah kasur dengan membuat sudut 45 derajat , kemudian
boven laken dan selimut ditarik dada pasien
22. Atur posisi pasien sesuai kebutuhan
23. Cuci tangan
24. Rapikan alat kotor dan peralatan lainnya.
25. Evaluasi respon pasien.
26. Dokumentasikan hasil tindakan.
Unit terkait - Ruang Rawat Inap
- Ruang Rawat Jalan
- IGD
- IBP
Dokumen - Rekam Keperawatan

- Komputer (IT)

PENGGUNAAN STIK GULA DARAH


RSUP NASIONAL
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Pemakaian stik gula darah untuk pemeriksaan gula darah terhadap
pasien Diabetus Melitus dan pasien lain yang memerlukan.

Tujuan 1. Untuk mengetahui hasil gula darah dengan segera

2. Mendeteksi sedini mungkin perubahan gula darah yang

merupakan salah satu tanda dan gejala adanya ketidak

normalan nilai kadar gula darah(turun naiknya GD) untuk

menentukan tindakan prosedur perawatan

3. Memberikan rasa nyaman pada pasien

Kebijakan 1. Stik gula darah diperoleh dari depo farmasi/ milik pasien

sendiri.

2. Frekwensipemeriksaan darahsesuai dengankebutuhan/ program

pengobatan

Prosedur a. Persediaan

1. Alat (precetion) accutren dan lanset) ditempatnya.

2. Stik gula darah

3. Kapas alkohol/alkohol swab dalam tempatnya

4. Plester micropore, sarung tangan.

b. Mempersiapkan pasien

1. Beritahukan tindakan yang akan dilakukan

2. Siapkan tempat/ daerah penusukan pemeriksaan

c. Pelaksanaan

1. Kalibrasi alat precetion/ accutren sesuai dengan kode stik

2. Buka tutup tabung stik kemudian masukkan stik tersebut

kedalam alat

3. Pakai sarung tangan, lakukan desinfektan pada jari dengan

kapas alkhol/alkohol swab

4. Tusuk jari dengan lanset

5. Teteskan darah ke atas permukaan stik sampai memenuh


lingkaran (area yang telah ditentukan)

6. Tunggu kira-kira 20 detik, kemudian baca hasil pada monitor

alat set

7. Evaluasi hasil tindakan.

8. Catat hasil/ pemeriksaan pada formulir laboratorium dengan

Mencantumkan nama pemeriksa.

Unit terkait Ruang rawat inap / Rawat jalan

Dokumen 1. Status medik/ keperawatan/Komputer (IT)

2. Buku catatan laboratorium

3. Formulir laboratorium

PENGAMBILAN BAHAN CREATININ CLEARANCE TEST (CCT)


RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO


No. Dokumen Halaman
No. Revisi
1
03
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140 05247

Pengertian Mengambil urine pasien yang ditampung selama 24 jam dan darah
untuk bahan pemeriksaan kadar creatinin

Tujuan Menyediakan urine pasien yang ditampung selama 24 jam dan darah
sebagai bahan pemeriksaan kadar kreatinin untuk menilai fungsi
glomerulus

Kebijakan Ukur tinggi badan dan berat badan

Prosedur a. Persiapan alat

1. Satu buah stoples bertutup

2. Satu botol berukuran 10 cc yang bersih dan kering

3. Spuit dan jarum steril dalam tempatnya

4. Aquadest steril dalam tempatnya

5. Kapas alcohol dalam tempatnya

6. Bengkok

b. Mempersiapkan pasien

Beri penjelasan kepada pasien tentang hal-hal yang akan

dilakukan

c. Pelaksanaan

1. Pada saat dimulainya test, anjurkan pasien buang air kecil

sampai kandung kemihnya kosong dan urinenya dibuang

2. Selama 24 jam berikutnya sejak saat dimulainya test,

tampung semua urine dalam stoples yang telah disediakan

3. Tepat 24 jam anjurkan pasien buang air kecil yang terakhir

dan darahnya diambil 8 cc untuk pemeriksaan kreatinin

4. Ukur tinggi dan berat badan pasien dan catat dalam formulir

pemeriksaan laboratorium

4. Kirim urine dan darah ke laboratorium beserta formulir


pemeriksaan

Unit terkait - Ruang rawat inap / Rawat jalan


- Laboratorium
Dokumen - Formulir laboratorium
- Rekam medik/keperawatan?Komputer (IT)

CUCI TANGAN
No. dokumen No. Revisi Halaman

01 1/2

RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal terbit Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Cuci tangan dengan desinfektan dibawah air mengalir.

Tujuan 1. Membersihkan tangan dari kuman pathogen di permukaan kulit


tangan
2. Mencegah infeksi silang
Kebijakan Semua perawat melakukan tindakan keperawatan harus sesuai
dengan Standar Prosedur Keperawatan yang berlaku.

Prosedur A. Waktu Cuci Tangan :


1. Pada saat mulai dinas
2. Pada saat kembali dari toilet
3. Pada saat keluar ruang perawatan dan masuk lagi ke
ruang perawatan lainnya
4. Setiap sebelum dan sesudah memegang pasien
5. Bila tangan kotor
6. Bila hendak pulang
B. Persiapan :
1. Air yang mengalir
2. Cairan desinfektan
3. Handuk cuci tangan sekali pakai / tissue
C. Pelaksanaan :
1. Gulung lengan baju hingga di atas siku, jika perlu
2. Alirkan air kran .
3. Basahi tangan dan pergelangan tangan dengan 5 ml
cairan desinfektan .
4. Gosokkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan
kiri dan sebaliknya .
5. Gosokkan telapak kanan dengan telapak tangan kiri
dengan jari-jari disilang (lihat gambar tiga menit) .
6. Punggung jari - jari tangan berhadapan dengan telapak
tangan, jari-jari saling terkunci .
7. Putar dan gosok jempol tangan kanan dengan tangan kiri
dan sebaliknya .
8. Putar dan gosok ujung jari-jari dari jempol tangan kanan,
kedepan dan kebelakang pada permukaan telapak tangan
kiri dan sebaliknya .
9. Gosokan telapak tangan kanan dengan telapak tangan
kiri .
10. Bilas dengan air mengalir .
11. Keringkan dengan handuk kecil sekali pakai atau
menggunakan tissue .
12. Handuk yang kotor ditaruh di tempat yang sudah
disiapkan .
13. Tissue dibuang ke tempat sampah non infeksi
Unit Terkait - Ruang rawat inap
- RRJ
Dokumen - Rekam medis
- Rekam keperawatan (IT)
PEMAKAIAN SARUNG TANGAN STERIL
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memakai sarung tangan untuk memberi perlindungan pada tangan

Tujuan 1. Mencegah terjadinya infeksi / penyebaran mikro organisme


2. Memberi rasa aman dan nyaman
Kebijakan - SP No. 1673/TU.K/38/VI/96
- Infeksi Nosokomial
- Infeksi silang
Prosedur a. Persiapan alat
1. Sarung tangan steril
2. Bengkok
b. Pelaksanaan
1. Cuci tangan
2. Buka sarung tangan dari bungkusnya
3. Pakai sarung tangan dengan memegang lipatan sarung
tangan bagian dalam
4. Setelah terpasang sarung tangan, kedua tangan diangkat
seperti orang berdoa.
5. Selesai memakai sarung tangan diletakan di bengkok.
6. Cuci tangan.
Unit terkait 1. CCSD
2. Ruang Perawatan
Dokumen Rekam keperawatan
MEMBERSIHKAN TEMPAT TIDUR

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN Kegiatan menghilangkan noda atau kotoran yang tertempel di tempat


tidur.

T U J UAN Agar pasien merasa nyaman dan mencegah terjadinya infeksi


nosokomial.

K E B I JAKAN Pembersihan tempat tidur merupakan kegiatan yang harus dilakukan


oleh ruang rawat sesuai dengan standar pemeliharaan peralatan.

PROSEDUR Persiapan Alat:

1. satu set alat tenun

2. Tempat pakaian kotor.

3. Sarung tangan.

4. Sikat kasur.

5. Cairan Lisol.

6. Lap kerja.

7. Baskom berisi air

Prosedur:

1. Cuci tangan kemudian alat-alat disiapkan.


2. Pakai sarung tangan.
3. Alat-alat tenun diangkat dengan hati-hati dari bawah kasur, dan
digulung satu persatu diatas kasur, lalu dimasukkan kedalam
tempat pakaian kotor.
4. Bantal dan kasur disikat dengan sikat kasur yang lembab diluar
kamar, lalu dijemur dibawah sinar matahari, tiap permukaan
selama 2 jam.
5. Sikat per tempat tidur dengan sikat kerja yang lembab. Jika tempat
tidur memakai alas papan, bersihkanlah dahulu dengan lap lembab
memakai larutan lisol, kemudian dibersihkan lagi dengan lap air
bersih, dikeringkan dengan lap kering dan diangin-anginkan
ditempat yang teduh.
6. Bersihkan besinya, digosok dengan larutan lisol kemudian
dibersihkan dengan air bersih lalu dilap sampai kering.
7. Bila ada noda-noda pada besi dapat dipergunakan abu gosok atau
vim, kemudian dibersihkan lagi dengan lap memakai air bersih dan
dikeringkan.
8. Bersihkan alat-alat dan cuci tangan.
UNIT TERKAIT Ruang rawat inap / jalan.

DOKUMENTASI Rekam keperawatan

Komputer (IT)
MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR

RSUP NASIONAL
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO
03/08 1/2

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN Menyiapkan tempat tidur, dilakukan pada tiap-tiap tempat tidur yang


sudah kosong dan tidak dipakai serta sudah dibersihkan, harus
disiapkan kembali.

T U J UAN Agar supaya tempat tidur yang kosong, terlihat rapi dan siap pakai.

K E B I JAKAN

PROSEDUR 1. Cuci tangan.


2. Letakan laken dengan lipatan memanjang dengan garis tengahnya
untuk menentukan tengah-tengah tempat tidur.
3. Memasukan laken bagian kepala kebawah kasur kurang lebih 30
cm.
4. Memasukan laken bagian kaki kurang lebih 25 cm, lalu kita
membuat sudut dari bagian kepala terus ke bagian kaki.
5. Masukan sisi dari laken kebawah kasur.
6. Letakan kain karet (perlak melintang kurang lebih 50 cm dari garis
kasur bersama-sama).
7. Letakan selimut kurang lebih 15 cm dari garis kasur bagian kepala,
masukan selimut bagian kaki kebawah kasur.
8. Sarung bantal dipasang, bantal diletakan dengan bahan yang
tertutup ke arah pintu.
9. Bereskan alat-alat lalu cuci tangan.
UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap/Jalan.

DOKUMENTASI Rekam Keperawawatan/Komputer (IT)

Buku Inventaris.
MENERIMA TELEPHONE

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN Menerima informasi komunikasi dari pengirim berita ke penerima


berita melalui media telekomunikasi (alat telephone )

T U J UAN Informasi diterima dengan baik dan benar.

K E B I JAKAN 1. Memberikan pelayanan dan kepuasan pelanggan.


2. Menjaga sarana komunikasi tetap baik.
PROSEDUR Persiapan alat

1. Telephone
2. Daftar nomer telphone
3. Buku Telphone
4. Punpen.
Prosedur ;

1. Mengangkat telpon
2. Telepun berdering maksimal tiga kali
3. Menerima telepon dengan nada ramah dan sopan dengan
mengucapkan :
Selamat Pagi /siang/sore/malam.. (nama unit kerja)
RSCM

dengan . (sebutkan nama) ada yang bisa dibantu?

4. Menerima pelanggan/ tamu :


Selamat pagi/siang/sore/malam Pak/Bu, Ada yang bisa kami

bantu?

5. Mencatat pesan yang disampaikan dan anggap penting bila


perlu catat Tanggal, Jam dan nama sipengirim pesan berita
6. Mengklarifikasi dengan membacakan ulang isi berita yang
disampaikan
7. Sebelum menutup ucapkan terima kasih
UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap/Jalan.

DOKUMENTASI Buku Telephone.


MEMELIHARA ALAT UNTUK ELIMINASI BAK DAN BAB

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN Memelihara adalah dengan pembersihan labu kemih, urinal, dan


pispot agar tetap bersih dan siap pakai.

T U J U AN Agar alat-alat eliminasi terpelihara dan siap pakai.

K E B I J AK AN 1. Pemeliharaan alat untuk eliminasi harus dilakukan disetiap unit

rapat inap karena merupakan bagian dari standar pemeliharaan

peralatan.
PROSEDUR Persiapan alat

1. Rak penyimpanan alat-alat.

2. Tempat merendam/ember.

3. Macam-macam sikat : sikat pispot, sikat labu kemih, sikat kakus


/

WC, sikat kerja, sikat kawat, sikat botol.

4. Tempat pembuangan kotoran / speolhok.

5. Tempat sampah.

6. Larutan pembersih (Lysol 2 3 %) untuk merencam sikat pot

dan sikat labu kemih.

7. Sarung tangan.

Pembersihan kecil

a. Membersihkan labu kemih / urinal :

1. Pakai sarung tangan

2. Air kemih dibuang dibilas dengan air kran.

3. Bagian dalam disikat memakai larutan air sabun, lalu dibilas

lagi dengan air kran. Sikat sebelum dikembalikan ke tempat

rendamannya, harus dibilas lebih dahulu.

4. Jika labu kemih sudah bersih dan tidak berbau lagi diletakan

tengkurap pada tempatnya.

5. Cuci tangan.
PROSEDUR b. Membersihkan pot :

1. Pot diisi dengan air sedikit, diguncang dengan hati-hati

kemudian isinya dibuang.

2. Dibilas dengan air kran, lalu disikat dengan sikat larutan


sabun. Sikat
setelah digunakan dibilas dahulu dengan air bersih baru
disiram.
Kemudian pot dibilas dengan air kran dan diletakkan
tengkurap
ditempatnya.
3. Tutup pot disikat dengan larutan sabun, kemudian dibilas
dan
dimiringkan ditempatnya.
4. Alat-alat dibersihkan, lalu cuci tangan.

Pembersihan besar

1. Sesudah dibersihkan secara pembersihan kecil, semua pot,


labu kemih, tempat ludah dan bengkok direndam dalam
ember yang berisi larutan lisol selama 3 jam.
2. Setelah 3 jam dibilas dengan air kran lalu dibilas dengan air
sabun memakai sikat.
3. Kalau ada noda-noda digosok dengan larutan pembersih.
4. Dibilas dengan air kran kemudian dikeringkan dengan lap.
5. Untuk baskom mandi tidak perlu direndam didalam larutan
lisol, tetapi langsung dicuci dengan air sabun, kemudian
dibilas dengan air bersih.
UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap/Jalan.

DOKUMENTASI Rekam Keperawawatan

Komputer (IT)

Buku Inventaris.

MANAGEMEN PASIEN PULANG PAKSA

Nomor Dokumen No. Revisi Halaman

RSUP NASIONAL 1/3

Dr CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal terbit DitetapkanDirektur Utama


PROSEDUR TETAP

Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K)

NIP.140105247

Pasien pulang atas permintaan sendiri atau permintaan keluarganya


Pengertian
sebelum masa perawatan berakhir.

Tujuan 1. Melakukan tertib administrasi.

2. Memfasilitasi hak pasien.


Pasien dan keluarga memiliki hak untuk menolak pengobatan dan
Kebijakan
perawatan atas dirinya.

-Perawat jaga melapor ke Kepala Ruang Rawat, Perawat Primer,


Prosedur
PJ sore/malam dan hari libur/dokter yang merawat atau dokter jaga

bahwa pasien akan pulang atas kemauan sendiri/ kemauan keluarga.

- Pasien diwajibkan menulis pernyataan alasan pulang dilembar status

dan ditandatangani oleh pasien dan keluarga serta saksi (Perawat/

dokter).

-Perawat jaga melapor ke case manager.

-Keluarga diwjibkan mengurus administrasi sesuai jaminan kesehatan

yang dimiliki.

1. Ruang rawat inap.


Unit terkait 2. Ruang Adminkeu.
3. Case manager.
-Rekam Keperawatan/Komputer (IT)

Dokumentasi -Status medis

-Komputer (Sistem IT)

RSUP NASIONAL PENERIMAAN RENCANA MEDIK TERTULIS

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menerima rencana medik tertulis adalah suatu tindakan untuk


melaksanakan rencana medik yang tertulis didalam rekam medik
sesuai kompetensi yang ada
Tujuan Memperlancar rencana medik

Kebijakan Jika tulisan dokter tidak jelas agar ditanyakan pada dokter yang
bersangkutan

Prosedur f. Tulis rencana medik dalam rekam medik / formulir rencana medik
g. Lihat dan catat kembali rencana medik kedalam dokumen
pasien /kardek dan rekam keperawatan di komputer pada
dukomumen medik
h. Laksanakan rencana medik sesuai instruksi
i. Evaluasi dan catat kembali apakah rencana medik telah
dilaksanakan sesuai program.
j. Buat laporan pasien pada waktu serah tarima shift.
Unit Terkait 2. Ruang Rawat Jalan / Inap Terpadu Gedung A

Dokumen 1. Dokumen Medik


2. Dokumen Keperawatan
4. Komputer (Sitem IT)

RSUP NASIONAL
PENERIMAAN (RENCANA MEDIK LISAN, TELEPON)
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menerima rencana medik secara lisan / langsung

Tujuan Memberi kesan yang baik dan memperlancar rencana medik sesuai
pesan
Kebijakan Setiap menerima instruksi per telepon harus di catat dengan lengkap
dan harus dicatat nama penerima telepon tersebut

Prosedur Instruksi per telepon di ijinkan dalam keadaan emergency

B. RENCANA MEDIK LISAN LEWAT TELEPON


g. Siapkan buku catatan
h. Terima telepon dengan menanyakan :
5. Ucapkan salam sesuai standar
6. Tanyakan dari mana telepon tersebut
7. Nama dokter
8. Nomor telepon / alamat
9. Apa yang bisa saya bantu
i. Pada saat menerima telepon harus ada yang menyaksikan
(teman jaga)
j. Setelah menerima telepon dan mencatat , maka harus dilakukan
RECHEK dan teman ikut mendengarkan :
Perawat mengulangi instruksi tersebut

4. Sebut nama dokter


5. Sebut nama pasien
6. Apa instruksi dokter
k. Dengarkan dengan baik dan catat secara rinci apa yang diterima
melalui telepon
Setelah melakukan RECHEK dengan penelpon dan teman
sejawat catat ke dalam :
5. Buku visite
6. Lembaran rencana medik
7. Kardek
8. Rekam keperawatan
l. Laporkan instruksi lisan yang sudah di catat dalam rekam medik
lengkap dengan waktu menerima pesan tersebut ke dokter jaga
m. Ccatat bukti menerimaa dan laksanakan rencana medik/
pengobatan
n. Laksanakan dan catat rencana medik/ pengobatan
o. Keesokan harinya dokter harus mengesahkan rencana dan
pengobatan medik tersebut dan membubuhkan tanda tangan
p. Buat laporan pada waktu timbang terima
B. RENCANA MEDIK LISAN

g. Siapkan buku catatan


h. Dengarkan dan catat rencana medik yang diberikan
i. Setelah menerima rencana medik dan mencatat , RECHEK dan
teman sejawat mendengar
3. Perawat mengulangi rencana medik tersebut
4. Sebut nama pasien
j. Mencatat kembali rencana medik kedalam buku
5. Visite
6. Lembar program medik
7. Kardek
8. Rekam keperawatan
k. Laksanakan program medik
l. Cek dan buat laporan pada waktu timbang terima
Unit Terkait - Ruang Rawat Jalan / Inap Terpadu Gedung A

Dokumen - Lembar visite

- Lembar rencana medik

- Rekam keperawatan

- Komputer (Sistem IT)


CARA PENYIAPAN LARUTAN DESINFEKTAN
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menyiapkan / membuat larutan desinfektan sesuai ketentuan

Tujuan Menyediakan larutan desinfektan yang dapat digunakan secara tepat


guna dan aman serta dalam keadaan siap pakai
Kebijakan 1. Desinfektan yang dipakai sesuai persediaan yang ada
2. Pengenceran disesuaikan dengan penggunaan.
Prosedur a. Cara membuat larutan bayclean
1. Persiapan alat
a) Bayclean 0,5 %
b) Gelas ukur
c) Waskom berisi air
2. Pelaksanaan
Membuat larutan Bayclean dari 9 liter air ditambah / dicampur
dengan 1 liter cairan Bayclean ( 1 : 9 ).

3. Penggunaan
Larutan bayclean digunakan untuk merendam / merawat
peralatan kedokteran.

b. Cara membuat larutan savlon


1. Persiapan alat
a) Savlon
b) Gelas ukur
c) Ember / waskom berisi air secukupnya
2. Pelaksanaan
a) Membuat larutan savlon 0,5 % , 5 cc savlon dicampurkan
kedalam 1 liter air
b) Membuat larutan savlon 1 % : 10 cc savlon dicampurkan ke
dalam 1 liter air.
3. Penggunaan
a) Savlon 0,5 % untuk mencuci tangan
b) Savlon 1 % untuk merendam peralatan perawatan /
kedokteran
Unit terkait 1. Ruang Rawat Inap Terpadu Gedung A
2. Ruang Rawat Jalan
-Kertas etiket
Dokumen

RSUP NASIONAL PEMELIHARAAN ALAT KHUSUS (ECG)

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mempertahankan kebersihan alat ECG dengan cara membersihkan


dan memelihara setiap kali habis pakai

Tujuan Agar alat tetap terpelihara dan selalu siap pakai


Kebijakan Alat terpeliharan dan siap pakai

Prosedur g. Cek power on/ off sebelum dan sesudah alat dipakai (alat harus
selalu dalam kedaaan off bila tidak dipakai)
h. Bereskan serta atur kabel sehingga tidak terlipat dan ujung
kabel harus menjulur ke bawah pada setiap selesai pemakaian
alat
i. Bereskan manset dan balon pada setiap selesai pemakaian
alat
j. Cek kertas ECG sebelum dan sesudah pakai
k. Dorong troly ECG dengan hati hati supaya alat tidak bergetar
pada waktu dipergunakan
l. Lakukan service secara rutin sesuai dengan kapasitas
pemakaian (500 kali)
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap Terpadu Gedung A
- Ruang Rawat Jalan
- IGD
Dokumen - Buku pemeliharaan / service alat

PEMINDAHAN PASIEN
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memindahkan pasien yang tidak dapat / tidak boleh berjalan dari
tempat tidur kekursi roda atau ketempat tidur lain / brancard

Tujuan 4. Menghindarkan pergerakan pasien sesuai dengan keadaan


fisiknya
5. Memberikan rasa aman dan nyaman
6. Memenuhi kebutuhan konsultasi / pindah ruangan
Kebijakan Pasien jangan sampai terjatuh

Prosedur d. Persiapan alat


5. Tempat tidur, brancard / kursi roda (rostul) dalam keadaan siap
pakai
6. Selimut
7. Perawat 3 orang
8. Bantal
e. Persiapan pasien
3. Pasien diberitahu
4. Pasien dirapihkan dan diberi penjelasan tentang hal hal yang
akan dilakukan
f. Pelaksanaan
3. Pindahkan pasien dari brancard ketempat tidur atau sebaliknya
j) Angkat pasien sekurang kurangnya oleh 3 orang perawat
(sesuai kebutuhan)
k) Ketiga perawat berdiri pada posisi kanan pasien dengan
urutan sebagai berikut :
- Perawat 1 (paling tinggi) berdiri dibagian kepala
- Perawat II berdiri dibagian pinggang
- Perawat III berdiri dibagian kaki
l) Lengan kiri perawat I berada dibawah kepala dan pangkal
lengan pasien dan lengan kanan dibawah punggung,
pasien (bila pasien gemuk lengan kanan perawat I melalui
badan pasien kebawah pinggang sehingga berpegangan
dengan pergelangan tangan kiri perawat II)
m) Lengan kiri perawat II dibawah pinggang pasien lengan
kanan dibawah bokong pasien
n) Kedua lengan perawat III mengangkat seluruh tungkai
pasien
o) Setelah siap, salah seorang perawat memberi aba- aba
untuk bersama sama mengangkat pasien
p) Dengan langkah bersamaan pada perawat mulai berjalan
menuju ketempat tidur atau brancard yang telah disediakan
/ disiapkan
q) Setelah pasien berada diatas tempat tidur atau brancard
atur posisi, pasang selimut dan pasien dirapihkan..
4. Pindahkan pasien dari kursi roda ketempat tidur
b. Dorong kursi roda kesisi tempat tidur dan roda belakang di
kunci, agar tidak berjalan atau terbalik
e) Kedua tangan perawat menopang ketiak pasien pada sisi
yang lemah/ sakit dan pasien di anjurkan bertumpu pada
sisi yang kuat
f) Perawat membimbing pasien untuk turun dari kursi roda
dan berjalan bersama menuju tempat tidur.
g) Pasien bersandar pada sisi tempat tidur, kemudian dibantu
oleh perawat untuk naik (dibantu kursi/ dingklik)
h) Setelah pasien berada diatas tempat tidur posisi di atur
sesuai keadaan, dan kenyamanan pasien, kemudian
dirapihkan.
Unit Terkait 3. Ruang prosedure
4. Instalasi rawat jalan / inap
Dokumen 3. Formulir catatan perawat/Komputer (IT)
4. Formulir instruksi dokter.
RSUP NASIONAL PENGAMBILAN PASIEN DARI KAMAR BEDAH

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

. 03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mengambil pasien dari kamar bedah yang telah dilakukan tindakan
/ pembedahan

Tujuan Memberi rasa aman pada saat transportasi, dan mencegah


terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dan menjaga keselamatan
pasien dari kamar bedah sampai di ruang rawat.

Kebijakan Transportasi pasien dari kamar bedah ke ruangan rawat inap

Prosedur a. Terima pemberitahuan dari kamar bedah


b. Siapkan tempat tidur, baju pasien, bengkok, tisue
c. POS dan perawat ruang rawat menjemput pasien kekamar
bedah
d. Lakukan serah terima dengan petugas kamar bedah tentang
1. Keadaan pasien
2. Data data pasien
3. Obat obatan
4. Alat yang dipakai pasca bedah
e. Lakukan observasi pasien selama diperjalanan
f. Serah terima dengan perawat diruangan / ketua group.
Unit Terkait - Kamar Bedah
- Ruang Rawat Inap
Dokumen - Rekam Medis
- Rekam keperawatan
- Komputer (IT)

RSUP NASIONAL
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menyampaikan pesan kepada seseorang / orang lain dengan baik


dan benar dengan penuh perhatian

Tujuan Menghindari kesalah pahaman dalam penyampaian pesan kepada


seseorang dapan berjalan dengan baik

Kebijakan

Prosedur c. Persiapan :
3. Ciptakan situasi lingkungan yang nyaman
4. Siapkan diri untuk dapat berkomunikasi yang baik
d. Pelaksanaan :
10. Tampilkan sikap simpatik dan empatik
11. Perkenalkan diri dan beri salam
12. Beri sapaan pada pasien dengan menyebut nama pasien
13. Komunikasi yang efektif harus memuat pesan yang ;
h. Jelas
i. Singkat
j. Logis dan manusiawi
k. Menarik
l. Mengandung kenyataan
m. Mudah dimengerti
n. Terapeutik
14. Bicara dengan gaya mengajak bukan menyuruh
15. Atur posisi duduk sejajar dengan pasien.
16. Dengarkan segala keluhan pasien
17. Sampaikan informasi secara lengkap dengan bahasa yang
sederhana dan mudah dimengerti pasien
18. Catat respon pasien
19. Catat hasil komunikasi.
Unit Terkait Ruang Rawat Jalan / Inap

Dokumen - Rekam keperawatan

- Komputer (IT).

TIMBANG TERIMA GILIRAN JAGA


RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2
Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Merupakan suatu sarana pertukaran informasi yang berkaitan dengan


pemberian asuhan keperawatan agar terlaksana secara
berkesinambungan

Tujuan 4. Mendapatkan informasi yang akurat , singkat , sistimatis dan


menggambarkan kondisi pasien saat ini
5. Memperoleh informasi tentang masalah yang dihadapi pasien dan
lingkungan ruang rawat
6. Memperlancar dalam pemberian askep secara
berkesinambungan
Kebijakan 3. Semua perawat yang dinas saat itu harus mengikuti
4. Jangan membicarakan hal yang rahasia didepan pasien.
Prosedur e. Persiapan alat
3. Status keperawatan
4. Sarana
f. Peserta timbang terima
7. Kepala Ruangan
8. Ketua Grup
9. Pelaksanaan Perawatan
10. POS

g. Persiapan pasien
Pasien diberitahu
Pelaksanaan
9. Pre comprence
10. Pada saat timbang terima seluruh keluarga pasien berada
diluar ruang rawat seluruh perawat diwajibkan datang tepat
waktu
11. Timbang terima keliling di Timnya masing-masing dipimpin
oleh Ketua Tim atau penanggung jawab
12. Di ikuti oleh perawat di Timnya masing-masing baik yang jaga
sebelumnya maupun yang akan bertugas berikutnya
13. Penanggung jawab sore dan malam menginformasikan
masalah pasien dan lingkungannya
14. Setiap perawat yang mengikuti ronde keperawatan di
wajibkan memperhatikan pada saat penanggung jawab
melakukan timbang terima
15. Adanya unsur bimbingan dan pengarahan dari penanggung
jawab
16. Informasi yang disampaikan haruslah akurat , singkat
sistimatis dan menggambarkan kondisi pasien saat ini serta
menjaga kerahasiaan pasien
17. Pada hal-hal yang perlu dirahasiakan sebaiknya tidak
dibicarakan langsung didepan pasien , tetapi diruang perawat.
Unit Terkait - Ruang rawat inap / jalan

Dokumen - Rekam keperawatan /Komputer (IT)


RSUP NASIONAL
PENULISAN IDENTITAS PASIEN
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO
No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menuliskan identitas pribadi pasien sesuai dengan KTP pada rekam
medis dan rekam keperawatan.

Tujuan Mencegah kesalahan nama pasien

Kebijakan c. Penulisan nama / identitas pasien harus benar


d. Nama yang tertulis dalam rekam medik harus sama dengan nama
yang tertera dalam KTP pasien.
Prosedur C. PADA SAAT PENDAFTARAN
6. Tanyakan nama pasien pada keluarga / pengantar / yang
bersangkutan
h. Nama Lengkap
5) Nama pasien sendiri, apabila namanya sudah terdiri
dari dua suku kata
6) Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama suami ,
apabila pasien seorang perempuan bersuami
7) Nama sendiri dilengkapi dengan nama orang tua
(biasanya nama ayah)
8) Bagi pasien yang mempunyai nama keluarga /
marga , maka nama keluarga / marga atau surename
didahulukan kemudian di ikuti nama sendiri.
i. Nama kecil / panggilan
j. Jenis kelamin
k. Nama / Alamat keluarga terdekat
l. Nomor Rekam Medik
m. Nama ruangan dan kelas
n. Nama suami (jika sudah berkeluarga)
7. Umur / tanggal lahir , bulan dan hari
8. Alamat Lengkap (Jalan,RT,RW,Kecamatan , Nomor,Telepon)
9. Nama / Alamat keluarga terdekat
10. Khusus pasien bayi pada saat baru lahir hingga saat pulang
belum mempunyai nama , maka tulis nama orang tua
Contoh : Bayi Ny. Hendra
D. DIRUANG PERAWATAN
5. Cocokan nama yang tertera di IPRI dengan pasien
c. menanyakan pada pasien /keluarga
d. tulis nama pasien pada
5) Rekam medik / ruang perawatan
6) Papan daftar nama
7) Buku register
8) Jika yang dirawat pasien pria cantumkan nama
orang tua :
Contoh : Mandra bin Abidin

6. Cara penulisan nama :


c. Tulis nama suami bagi pasien wanita
Contoh : Ny. Farida Suyatno

Ny. Farida Bowo

d. Pasien pria tulis nama orang tua / binti


Contoh : Tn. Sugeng bin Sastro

Tn. Sugeng binWaras

7. Beri tanda pengenal pada pasien


8. Setiap akan melakukan tindakkan tanyakan nama pasien
Unit terkait - Ruang Rawat Inap / Jalan
- Pusat Informasi
- Rekam Medik
Dokumen - IPRI
- Rekam keperawatan
- Komputer (IT)
PEMINDAHAN PASIEN
RSUP NASIONAL

Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memindahkan pasien yang tidak dapat / tidak boleh berjalan dari
tempat tidur kekursi roda atau ketempat tidur lain / brancard

Tujuan 7. Menghindarkan pergerakan pasien sesuai dengan keadaan


fisiknya
8. Memberikan rasa aman dan nyaman
9. Memenuhi kebutuhan konsultasi / pindah ruangan
Kebijakan Pasien jangan sampai terjatuh

Prosedur g. Persiapan alat


9. Tempat tidur, brancard / kursi roda (rostul) dalam keadaan siap
pakai
10. Selimut
11. Perawat 3 orang
12. Bantal
h. Persiapan pasien
5. Pasien diberitahu
6. Pasien dirapihkan dan diberi penjelasan tentang hal hal yang
akan dilakukan
i. Pelaksanaan
5. Pindahkan pasien dari brancard ketempat tidur atau sebaliknya
r) Angkat pasien sekurang kurangnya oleh 3 orang perawat
(sesuai kebutuhan)
s) Ketiga perawat berdiri pada posisi kanan pasien dengan
urutan sebagai berikut :
- Perawat 1 (paling tinggi) berdiri dibagian kepala
- Perawat II berdiri dibagian pinggang
- Perawat III berdiri dibagian kaki
t) Lengan kiri perawat I berada dibawah kepala dan pangkal
lengan pasien dan lengan kanan dibawah punggung,
pasien (bila pasien gemuk lengan kanan perawat I melalui
badan pasien kebawah pinggang sehingga berpegangan
dengan pergelangan tangan kiri perawat II)
u) Lengan kiri perawat II dibawah pinggang pasien lengan
kanan dibawah bokong pasien
v) Kedua lengan perawat III mengangkat seluruh tungkai
pasien
w) Setelah siap, salah seorang perawat memberi aba- aba
untuk bersama sama mengangkat pasien
x) Dengan langkah bersamaan pada perawat mulai berjalan
menuju ketempat tidur atau brancard yang telah disediakan
/ disiapkan
y) Setelah pasien berada diatas tempat tidur atau brancard
atur posisi, pasang selimut dan pasien dirapihkan..
6. Pindahkan pasien dari kursi roda ketempat tidur
c. Dorong kursi roda kesisi tempat tidur dan roda belakang di
kunci, agar tidak berjalan atau terbalik
i) Kedua tangan perawat menopang ketiak pasien pada sisi
yang lemah/ sakit dan pasien di anjurkan bertumpu pada
sisi yang kuat
j) Perawat membimbing pasien untuk turun dari kursi roda
dan berjalan bersama menuju tempat tidur.
k) Pasien bersandar pada sisi tempat tidur, kemudian dibantu
oleh perawat untuk naik (dibantu kursi/ dingklik)
l) Setelah pasien berada diatas tempat tidur posisi di atur
sesuai keadaan, dan kenyamanan pasien, kemudian
dirapihkan.
Unit Terkait 5. Ruang prosedure
6. Instalasi rawat jalan / inap
Dokumen 5. Formulir catatan perawat/Komputer (IT)
6. Formulir instruksi dokter.
PENULISAN IDENTITAS PASIEN
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menuliskan identitas pribadi pasien sesuai dengan KTP pada rekam
medis dan rekam keperawatan.

Tujuan Mencegah kesalahan nama pasien

Kebijakan e. Penulisan nama / identitas pasien harus benar


f. Nama yang tertulis dalam rekam medik harus sama dengan
nama yang tertera dalam KTP pasien.
edur Tetap E. PADA SAAT PENDAFTARAN
11. Tanyakan nama pasien pada keluarga / pengantar / yang
bersangkutan
o. Nama Lengkap
9) Nama pasien sendiri, apabila namanya sudah terdiri
dari dua suku kata
10) Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama suami ,
apabila pasien seorang perempuan bersuami
11) Nama sendiri dilengkapi dengan nama orang tua
(biasanya nama ayah)
12) Bagi pasien yang mempunyai nama keluarga / marga
, maka nama keluarga / marga atau surename
didahulukan kemudian di ikuti nama sendiri.
p. Nama kecil / panggilan
q. Jenis kelamin
r. Nama / Alamat keluarga terdekat
s. Nomor Rekam Medik
t. Nama ruangan dan kelas
u. Nama suami (jika sudah berkeluarga)
12. Umur / tanggal lahir , bulan dan hari
13. Alamat Lengkap (Jalan,RT,RW,Kecamatan , Nomor,Telepon)
14. Nama / Alamat keluarga terdekat
15. Khusus pasien bayi pada saat baru lahir hingga saat pulang
belum mempunyai nama , maka tulis nama orang tua
Contoh : Bayi Ny. Hendra
F. DIRUANG PERAWATAN
9. Cocokan nama yang tertera di IPRI dengan pasien
e. menanyakan pada pasien /keluarga
f. tulis nama pasien pada
9) Rekam medik / ruang perawatan
10) Papan daftar nama
11) Buku register
12) Jika yang dirawat pasien pria cantumkan nama
orang tua :
Contoh : Mandra bin Abidin
10. Cara penulisan nama :
e. Tulis nama suami bagi pasien wanita
Contoh : Ny. Farida Suyatno
Ny. Farida Bowo
f. Pasien pria tulis nama orang tua / binti
Contoh : Tn. Sugeng bin Sastro
Tn. Sugeng binWaras
11. Beri tanda pengenal pada pasien
12. Setiap akan melakukan tindakkan tanyakan nama pasien
Unit terkait - Ruang Rawat Inap / Jalan
- Pusat Informasi
- Rekam Medik
Dokumen - IPRI
- Rekam keperawatan
- Komputer (IT)
RSUP NASIONAL
PENGISIAN ANGKET
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberi angket kuisioner kepada responden (pasien)/keluarga

Tujuan Untuk mengetahui persepsi pasien terhadap mutu pelayanan


keperawatan

Kebijakan Meningkatkan mutu pelayan /kepuasan pasien

Prosedur a. Persiapan alat


Lembaran angket

b. Pelaksanaan
1. Beritahukan pada instalasi / unit kerja tentang adanya angket
untuk pasien atau keluarga
2. Sebarluaskan angket kepada instalasi / unit terkait
3. Tentukan responden berdasarkan kriteria yang telah ditentukan
4. Beri angket kepada responden
5. Kumpulkan kembali angket dari responden dan langsung
dimasukkan kedalam kotak saran
6. Kirimkan angket kepada Koordinator Pemantauan Mutu dan
Pelaksanaan Asuhan Keperawatan
7. Olah hasil angket
8. Laporkan hasil angket kepada
- Kepala Bidang Perawatan
- Direktur Utama
- Kepala Departemen
9. Usulkan tindak lanjut untuk perbaikan ditujukan kepada
- Kepala Departemen
- Direktur Utama
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap / Jalan
- Kepala Bidang Perawatan
- Direktur Utama
- Kepala Departemen
Dokumen - Buku catatan Hasil kuisioner

- Standar Mutu.
RSUP NASIONAL
MENCUCI TANGAN MENURUT WHO
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140 105 247

Pengertian Membersihkan tangan dengan cairan disinfektan dan air bersih yang
mengalir atau yang disiramkan

Tujuan Mencegah cross infeksi

Kebijakan Mencuci tangan harus dengan air mengalir atau air yang disiramkan.

Prosedur a. Persiapan alat


1. Air bersih yang mengalir
2. Hand Scrub
3. Tissue
b. Pelaksaan
1. Lepas arloji dan cincin (bila memekai)
2. Basahi tangan dengan Hand Scrub/cairan disinfektan lalu
saling gosok antara kedua tangan
3. Gosok punggung tangan kiri dengan menggunakan telapak
tangan kanan. Begitu pula sebaliknya.
4. Gosok ibu jari tangan kanan dengan telapak tangan kiri,
demikian sebaliknya
5. Saling bergenggaman dengan ujung kuku kedua tangan
saling berpaut.
6. Gosok ibu jari tangan kanan dengan telapak tangan kiri,
demikian sebaliknya
7. Satukan seluruh jari tangan kanan lalu lakukan gerakan
melingkar maju mundur di atas telapak tangan kiri; juga
sebaliknya lalu bilas dan keringkan
8. Setelah langkah I s/d VII selesai dilakukan, ulangi kembali

selama 2 menit.
Perhatikan area yang sering terlewatkan (tanda gelap)
Unit Terkait 1. Ruang rawat inap
2. Ruang rawat jalan
3. Kamar prosedur
Dokumen Formulir catatan perawat

Komputer (IT)
PROGRAM ORIENTASI PERAWAT BARU

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

1. Merupakan salah satu kegiatan Bidang Perawatan dalam


rangka memberikan pengarahan dan bimbingan serta
PENGERTIAN mempersiapkan perawat baru agar dapat bekerja sesuai
dengan fungsinya.
2. Perawat baru umumnya adalah perawat yang baru lulus dari
pendidikan dan perawat pindahan dari RSUP NASIONAL
lain yang belum mengenal lingkungan kerja serta peraturan /
kebijakan yang ada di RSUP NASIONAL , sehubungan
dengan hal tersebut , maka perlu diadakan program orientasi
bagi perawat baru guna kelancaran dalam bekerja.
1. Agar perawat / pegawai memiliki pengetahuan, ketrampilan dan
sikap yang baik.
TUJUAN 2. Mampu menerapkan ilmu yang diperoleh kedalam pelayanan
keperawatan.
3. Mengetahui struktur organisasi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo
4. Mengetahui tugas dan kewajiban sebagai perawat baru di RSUP
Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.
5. Mengetahui peraturan dan kebijakan yang berlaku di RSUP
Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.
a. Pengajar/ Pembimbing
1. Kepala Bidang Perawatan
PROSEDUR 2. Kepala Bagian SDM
3. Kepala Bidang Hukum & Organisasi
4. Koordinator Bidang Keperawatan
5. Tim Pengendali Infeksi Nosokomial
6. Tim Pengajar Gawat Darurat
7. Komite keperawatan.
8. Tim security RSUP NASIONAL .
9. Tim sanitasi lingkungan RSUP NASIONAL .
b. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Simulasi
c. Alur orientasi
1. Orientasi Umum
a) Kepala Bidang Perawatan
Menjelaskan peran dan fungsi Bidang Keperawatan.
b) Kepala Bagian SDM
Menjelaskan tentang hak dan kewajiban sebagai
perawat magang/pegawai negeri sipil Kebijakan
serta peraturan-peraturan tentang kepegawaian
di RSCM.
c) Kepala Bidang Hukum & Organisasi
Menjelaskan tentang Stuktur organisasi dan tata
kerja RSCM serta aspek legal dalam
keperawatan
d) Koordinator Bidang Keperawatan
Menjelaskan tentang :
- Metode pemberian asuhan keperawatan.
- Pengelolaan logistik keperawatan.
- Penilaian angka kredit dalam keperawatan.
- Pengendalian mutu dalam keperawatan.
e) Tim Pengendali Infeksi Nosokomial
Menjelaskan tentang pengendalian infeksi
nosokomial di RSUP NASIONAL .
f) Tim Pengajar Gawat Darurat
Menjelaskan tentang batuan hidup dasar (basic
life support).
g) Tim Sanitasi Lingkungan
Menjelaskan tentang peran sanitasi lingkungan
di RSUP NASIONAL .
h) Tim Security RSUP NASIONAL
Menjelaskan tentang peran security RSUP
NASIONAL .
i) Komite Keperawatan
Menjelaskan tentang etika keperawatan dan
peran komite keperawatan di RSUP NASIONAL .
2. Orientasi Khusus
a) Manager Perawat Departemen/Kepala Divisi
Keperawatan
1) Penjelasan struktur organisasi departemen dan
struktur keperawatan di departemen.
2) Penjelasan kebijakkan yang berlaku di departemen
3) Memperkenalkan kepada Supervisor Keperawatan
dan Staf
b) Supervisor Keperawatan
1) Memperkenalkan kepada Kepala Ruang Rawat
dibawah koordinasinya
2) Penjelasan fungsi dan peran supervisor keperawatan
3) Penjelasan tentang fungsi dan penerapan jabatan
fungsional perawat di ruang rawat
c) Kepala Ruang Rawat
1) Penjelasan struktur organisasi di ruang rawat
2) Memperkenalkan dengan staf perawatan dan anggota
tim kesehatan lainnya.
3) Penjelasan sistim penugasan dan jadwal dinas
4) Penjelasan uraian tugas di ruang rawat
5) Penjelasan buku buku pedoman yang dipakai di
ruang rawat
6) Penjelasan asuhan keperawatan pada kasus kasus
yang ada di ruang rawat berdasarkan pendekatan
proses keperawatan
7) Penjelasan prosedur / standar asuhan keperawatan
8) Penjelasan tata tertib yang ada di ruang rawat
9) Memperkenalkan dengan lingkungan kerja.

Unit Terkait 1. Ruang Perawatan


2. Instalasi Rawat Jalan / Inap
3. Ruang Prosedur
Dokumen 1. Buku Pegawai
2. Pelajaran pelajaran keperawatan
RSUP NASIONAL
POSISI GENU PECTORAL (KNEECHEST)
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Membaringkan pasien posisi menungging , kedua kaki ditekuk dan


dada menempel pada kasur.

Tujuan - Memudahkan tindakan pemeriksaan daerah rectum dan sigmoid


- Membantu merubah letak kepala janin pada pasien dengan
kehamilan sungsang.
Kebijakan Posisi kepala miring kanan / kiri

Prosedur - Beri penjelasan pada pasien tentang hal hal yang akan
dilakukan
- Singkirkan bantal dari tempat tidur
- Anjurkan pasien untuk menungging
- Bila perlu pakaian bagian bawah di buka

Unit Terkait - URM


- Ruang Rawat Inap
Dokumen - Rekam keperawatan/Komputer IT
RSUP NASIONAL
PENGISIAN ANGKET
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Memberi angket kuisioner kepada responden (pasien)/keluarga

Tujuan Untuk mengetahui persepsi pasien terhadap mutu pelayanan


keperawatan

Kebijakan Meningkatkan mutu pelayan /kepuasan pasien

Prosedur c. Persiapan alat


Lembaran angket

d. Pelaksanaan
10. Beritahukan pada instalasi / unit kerja tentang adanya
angket untuk pasien atau keluarga
11. Sebarluaskan angket kepada instalasi / unit terkait
12. Tentukan responden berdasarkan kriteria yang telah
ditentukan
13. Beri angket kepada responden
14. Kumpulkan kembali angket dari responden dan langsung
dimasukkan kedalam kotak saran
15. Kirimkan angket kepada Koordinator Pemantauan Mutu
dan Pelaksanaan Asuhan Keperawatan
16. Olah hasil angket
17. Laporkan hasil angket kepada
- Kepala Bidang Perawatan
- Direktur Utama
- Kepala Departemen
18. Usulkan tindak lanjut untuk perbaikan ditujukan kepada
- Kepala Departemen
- Direktur Utama
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap / Jalan
- Kepala Bidang Perawatan
- Direktur Utama
- Kepala Departemen
Dokumen - Buku catatan Hasil kuisioner

- Standar Mutu.
PEMBUATAN LAPORAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prosedur Tetap

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mengumpulkan informasi dan catatatan untuk mengklarifikasi


kejadian

Sebagai informasi dalam menyampaikan berita tentang

Tujuan a. Keadaan ruangan


b. Ketenagaan
c. Invetaris
d. Transport
e. Hal hal yang terjadi diruangan
f.
Kebijakan Membuat laporan harus singkat ,jelas dan mudah dimengerti

Laporan Rutin

Prosedur 1. Laporan harian


Laporan pasien

a) Persiapan
- Pasien
- Alat tulis kantor
- Status pasien
- Status perawatan
- Papan acara (schedule)
b) Pelaksanaan
- Kumpulkan catattan perawatan , status pasien
- Kumpulkan informasi lisan tentang keadaan umum
pasien
- Kumpulkan data dari papan schedule
- Buat laporan pada status perawatan
2. Laporan kontrole
a) Persiapan
- Alat Tulis Kantor
- Pasien
- Status pasien
- Status perawatan
- Papan acara (schedule)
b) Pelaksanaan
- Kumpulkan catatatn perawatan , status pasien
- Kmpulkan informasi lisan tentang keadaan umum
pasien
- Kumpulkan data dari papan schedule
- Buat laporan dalam buku
- Buat laporan pada status perawatan
3. Laporan bulanan
a) Persiapan
- Alat tulis kantor
- Buku registrasi
- Daftar hadir
- Absensi
- Buku inventaris
b) Pelaksanaan
- Rekap dari buku register untuk mengetahui BOR
- Rekap dari absensi dan dafat dinas untuk ketenagaan
- Rekap nama perawat dinas sore / malam dari absen
dan daftar dinas untuk membuat permohonan
transport ke Bidang Perawatan
4. Laporan tahunan
a) Persiapan
- Alat tulis kantor
- Buku regsitrasi
- Daftar registrasi
- Absensi
- Buku inventaris
b) Pelaksanaan
- Rekap dari buku register untuk membuat BOR
- Rekap dari absensi dan daftar dinas untuk
ketanagaan
- Rekap penerimaan dan pengeluaran alat alat
inventaris , alat tulis kantor, alat rumah tangga , alat
kedokteran , alat tenun.
II. Laporan insindentil (sewaktu waktu)

Laporan kejadian istimewa

1. Laporan kehilangan
a) Persiapan
- Alat tulis kantor
- Orang yang bersangkutan
- Saksi
- Perawat jaga
- Keamanan
- Kepala Ruangan / Ketua Group

- Pengawas Perawatan

- Pimpinan
b) Pelaksanaan
- Kumpulkan informasi dari orang yang bersangkutan /
keluarga
- Kumpulkan informasi dari perawat jaga
- Perawat jaga melaporkan ke keamanan (lisan)
- Perawat jaga lapor ke Kepala Ruangan / Ketua Group
- Klarifikasi kejadian yang bersangkutan
(pasien,keluarga)
- Kumpulkan perawat dan keamanan untuk klarifikasi
kejadian
- Laporkan kejadian ke Pengawas secara lisan
- Buat laporan 3 rangkap untuk :
Pimpinan
Keamanan
Arsip
2. Laporan salah obat
a) Persiapan
- Alat tulis kantor
- Obat
- Perawat
- Pasien
- Dokter
- Petugas apotik
b) Pelaksanaan
- Observasi pasien
- Cek obat yang telah diberikan dalam kardek
- Cek ke apotik
- Laksanakan tindakan yang diberikan dokter
- Observasi pasien kembali
- Beri sanksi kepada petugas yang bersangkutan
3. Laporan kecelakaan
a) Persiapan
- Alat tulis kantor
- Pasien
- Keluarga
- Perawat
- Kepala Ruangan / Ketua Group
- Dokter
b) Pelaksanaan
- Kumpulkan data dari pasien dan keluarga
- Kumpulkan data dari perawat jaga
- Observasi pasien

- Laporkan pada dokter


- Lapor ke keamanan
Unit terkait - Ruang Rawat Inap
- Kontrole
Dokumen - Rekam Keperawatan
PERHITUNGAN ALAT-ALAT TENUN YANG AKAN DIBAWA KE
KAMAR CUCI

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL
03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menghitung alat tenun yang kotor sebelum dibawa kekamar cucian
sesuai dengan jumlah pengiriman dan penerimaan alat tenun

Tujuan 1. Menjaga keutuhan jumlah alat tenun


2. Supaya jumlah pengiriman dan penerimaan alat tenun sama
3. Mencegah terjadinya kekeliruan
Kebijakan Alat alat tenun bekas penderitaan penyakit infeksi menular (HIV
AIDS) dimasukkan kedalam perendam khusus / kantung khusus.

a. Persediaan
1. Alat tenun kotor yanag akan di cuci
Prosedur 2. Buku catatan pencucian dan pulpen
3. Tempat alat tenun kotor yang tertutup
b. Tata Laksana
1. Hitung alat alat tenun yang kotor menurut macamnya ,
menghitung dengan betul dan teliti
2. Catat jumlah masing masing alat alat tenun
3. Untuk alat alat tenun yang kotor dan tercemar pisahkan dari
alat alat tenun yang tidak tercemar.
4. Kirim alat alat tenun ke kamar cucian
- Ruang Rawat Inap
- Ruang Rawat Jalan
Unit terkait - IGD
- IBP
- ODC
Dokumen Rekam Keperawatan
PENYIMPANAN ALAT TENUN DALAM LEMARI

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prosedur Tetap

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menyimpan alat tenun yang sudah dilipat dan di atur sesuai jenis
alat dan disusun dengan rapi.

Tujuan 1. Agar alat alat tenun rapi dan teratur sesuai kelompok barang.
2. Membantu mempermudah penghitungan & sistematika
Kebijakan Mengambil alat tenun dengan memperhatikan susunan alat tenun
agar tetap rapi.

a. Persiapan
1. Alat alat tenun yang telah dilipat
Prosedur a) Laken dilipat secara memanjang
b) Stik laken dilipat secara melebar
c) Selimut dilipat secara melebar
d) Handuk dilipat secara biasa
2. Lemari yang telah dibersihkan dilengkapi etiket sesuai jenis
3. Kamper
b. Tata Laksana
1. Alat alat tenun yang telah dilipat disimpan dan di atur
sesuai jenis alat tenun disusun dengan rapih
2. Alat alat tenun yang sobek letakkan terpisah catat dan
tukar dengan yang baru
3. Beri kamper (bagus) pada lemari
4. Catat jumlah alat tenun dalam lemari
c. Penerimaan barang barang / pendistribusian
1. Terima barang sesuai dengan daftar pengadaan barang
2. Teliti dan catat barang barang yang telah diterima
3. Bagikan barang barang keruangan sesuai dengan
permintaan
4. Catat barang barang yang telah dibagikan dan catat sisa
barang yang masih ada.
Unit terkait - Ruang Rawat Inap
- Ruang Rawat Jalan
- IGD OK
- Prosedur
Dokumen Buku inventaris
RSUP NASIONAL PERENCANAAN DAN PENGADAAN PERALATAN
KEPERAWATAN
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Jl. Diponegoro 71

Nomor Dokumen Nomor Halaman


Revisi
1/2
03/08

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu upaya pengadaan peralatan keperawatan yang memadai


sesuai dengan kebutuhan RSUP NASIONAL mencakup: alat
tenun, alat kesehatan untuk pelayanan keperawatan & kebidanan,
alat rumah tangga serta alat pencatatan dan pelaporan.

TUJUAN 1. Terpenuhinya kebutuhan peralatan keperawatan untuk


mendukung pelayanan keperawatan & kebidanan yang efektif
dan efisien.
2. Mendapatkan barang & peralatan keperawatan dalam jumlah
yang cukup & berkualitas.
3. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
4. Memberikan kepuasan & rasa nyaman bagi pasien.
5. Memberikan kemudahan kerja bagi perawat & bidan.
6. Memberikan kelancaran praktek bagi peserta didik.
KEBIJAKAN 1. Perencanaan peralatan keperawatan disusun berdasarkan
hasil pengkajian, perkiraan kebutuhan, jumlah, jenis
pelayanan dan spesifikasi.
2. Waktu pengajuan
Barang rutin direncanakan setiap triwulan selambat-
lambatnya pada:
a. Triwulan I tanggal 15 Desember
b. Triwulan II tanggal 15 Maret
c. Triwulan III tanggal 15 Juli
d. Triwulan IV tanggal 15 Oktober
Barang non rutin direncanakan pada setiap akhir tahun
anggaran (Desember)
PROSEDUR 1. Tiap akhir tahun / Bulan Desember Kepala Bidang
Keperawatan mengadaan pendataan jumlah peralatan
keperawatan yang masih layak pakai dan rusak.
2. Ruang rawat melakukan analisa jumlah peralatan keperawatan
dengan jumlah pasen yang ada, dan dibuat laporan ke Kepala
Bidang Perawatan melalui Kepala Divisi Keperawatan/
Manajer Perawat Departemen.
3. Kepala Departemen / Instalasi Rawat mengajukan permintaan
kebutuhan peralatan keperawatan ke Direktur Pelayanan Medik
& Keperawatan dengan tembusan Direktur Keuangan &
Pemasaran, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kepala
Bidang Keperawatan. Surat permintaan peralatan keperawatan
tersebut oleh Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan
didisposisikan ke Kepala Bidang Pelayanan Medik untuk
ditindaklanjuti.
4. Untuk barang cetak, ATK, dan barang kelontong, usulan
permintaan disampaikan ke Bagian Hukum dan Organisasi.
5. Untuk formulir keperawatan, usulan permintaan disampaikan
kepada Unit Rekan Medik.
6. Bidang Keperawatan mengadakan telaah/analisa terhadap
permintaan tersebut, kemudian hasilnya disampaikan ke
Bidang Pelayanan Medik.
7. Bidang Pelayanan Medik dan Bagian Hukum & Organisasi
melakukan koordinasi dengan Unit Administrasi Pembelian.
UNIT TERKAIT 1. Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan.
2. Direktur Keuangan & Pemasaran
3. Kepala Bidang Pelayanan Medik.
4. Kepala Bidang Keperawatan.
5. Kepala Departemen.
6. Kepala Instalasi Rawat Inap / Jalan.
PEMBINAAN DAN BIMBINGAN TENAGA KEPERAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL
03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu kegiatan/upaya untuk meningkatkan pengetahuan,


ketrampilan, dan sikap yang lebih baik dari masing-masing individu
perawat.

1. Untuk meningkatkan motivasi kerja.


2. Untuk meningkatkan disiplin pegawai/perawat.
TUJUAN 3. Untuk mencegah agar pegawai/perawat tidak melanggar lebih
jauh terhadap peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.
4. Agar perawat dapat bekerja sesuai SOP yang telah ada.
1. Bimbingan dan pembinaan diberikan kepada perawat baru,
perawat lama maupun perawat yang bermasalah.
KEBIJAKAN 2. Bimbingan dan pembinaan wajib diberikan oleh atasan langsung
(Kepala Ruang Rawat) kepada pelaksana. Apabila tidak ada
perubahan/perbaikan pembinaan dan bimbingan diserahkan
kepada atasan yang lebih tinggi (Supervisor Keperawatan &
Kepala Sub Keperawatan Instalasi).
3. Kepala Ruang Rawat melakukan bimbingan kepada perawat
pelaksana/ketua group akan hal pengetahuan, ketrampilan, dan
sikap dengan cara bed side teaching, diskusi, rapat rutin, dan
ronde keperawatan.
1. Kepala Ruang Rawat melakukan analisa/menilai perawat yang
perlu mendapat bimbingan atau pembinaan.
PROSEDUR 2. Kepala Ruang Rawat menentukan jenis bimbingan/pembinaan
yang akan diberikan.
3. Kepala Ruang Rawat melaksanakan pembinaan
pegawai/perawat melalui beberapa tahapan.
a. Pujian lisan untuk pegawai yang melakukan pekerjaan
dengan baik.
b. Pujian tertulis dibantu pegawai untuk pegawai yang bekerja
dengan baik.
c. Teguran lisan I, II, III untuk pegawai yang alpa, melanggar
peraturan dan tidak melaksanakan tugas dengan baik.
d. Teguran/peringatan tertulis I & II dilakukan :
- Bila dengan teguran lisan I - III tidak ada perubahan

- Dilakukan oleh Supervisor Keperawatan & Manajer

Keperawatan.

e. Teguran/peringatan tertulis III dilakukan oleh Kepala


Instalasi, bila dengan peringatan tertulis I & II tidak ada
perubahan.
4. Bila dengan teguran tertulis III, tetap tidak ada perubahan
maka pegawai/perawat yang bermasalah tersebut dikirim ke
Bidang Keperawatan disertai laporanpembinaan untuk
dilakukan pembinaan dengan tembusan ke Direktur
Administrasi dan Sumber Daya Manusia.
5. Bidang Keperawatan melakukan pembinaan bila tidak
berhasil, perawat tersebut dikirim ke Bagian Sumber Daya
Manusia untuk dibina lebih lanjut.
UNIT TERKAIT 1. Kepala Ruang Rawat.
2. Supervisor Keperawatan.
3. Kepala Sub Keperawatan Instalasi.
4. Bidang Keperawatan.
5. Kepala Instalasi Rawat.
6. Bagian Sumber Daya Manusia.
7. Direktur Administrasi & Sumber Daya Manusia.
8. Yang bersangkutan.
PENILAIAN TENAGA KEPARAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RSUP NASIONAL 03/08 1/2

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu kegiatan melakukan evaluasi kinerja perawat sesuai dengan


fungsi dan jabatannya.

TUJUAN 1. Untuk mendapatkan perawat-perawat yang professional.


2. Memotivasi perawat untuk bekerja lebih baik.
3. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
4. Sebagai bahan usulan untuk mendapatkan reward.
1. Setiap perawat berhak mendapatkan penilaian kinerja secara
periodik.
KEBIJAKAN 2. Waktu penilaian :
a. Setiap tahun untuk perawat PNS & Perjan RS.
b. Setiap 6 bulan untuk perawat magang & TUL.
3. Jenis penilaian :
a. Pengetahuan dan ketrampilan keperawatan untuk perawat
magang & TUL.
b. Angka kredit jabatan fungsional setiap semester untuk
perawat PNS.
c. Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) tiap tahun
yang meliputi :
- Kesetiaan.

- Prestasi kerja.

- Tanggung jawab.

- Ketaatan.

- Kejujuran

- Kerja sama.

- Prakarsa.

- Kepemimpinan.

d. Kepemimpinan hanya diberikan kepada Kepala Ruangan,


Supervisor, Manajer Keperawatan, dan Kepala Bidang
Keperawatan.
e. DP3 dinyatakan baik bila nilai kesetiaan minimal 91 dan
unsur lainnya nilai minimal 76.
4. Tenaga penilai :
a. Kepala Ruang Rawat & Supervisor Keperawatan menilai
Ketua Group dan Pelaksana Perawatan dan Perawat
Magang/TUL.
b. Manajer Keperawatan dan Supervisor Keperawatan
menilai Kepala Ruang Rawat.
c. Kepala Departemen dan Manajer Keperawatan menilai
Supervisor Keperawatan.
d. Kepala Bidang Keperawatan dan Direktur Pelayanan
Medik & Keperawatan menilai Koordinator Bidang
Keperawatan.
e. Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan dan Direktur
Utama menilai Kepala Bidang Keperawatan.
PROSEDUR 1. Setiap bulan dan setiap saat penilai mengadakan observasi
dan evaluasi terhadap kinerja perawat yang dinilai.
2. Setiap 6 bulan Kepala Ruang Rawat mengadakan
rangkuman penilaian angka kredit jabatan fungsional (bagi
perawat PNS dan mengadakan penilaian terhadap perawat
magang/TUL) sesuai format penilaian dari Bidang
Keperawatan.
3. Setiap akhir semester penilaian pada nomor 2 dikirim ke
Bidang Keperawatan.
4. Setiap akhir Desember tenaga penilai melakukan penilaian
DP3 terhadap perawat yang dinilai.
5. Setiap bulan Januari photo copy penilaian DP3 dikirim ke
Bidang Keperawatan untuk disimpan oleh file masing-masing
perawat.
UNIT KERJA 1. Kepala Ruang Rawat.
2. Supervisor Keperawatan.
3. Manajer Keperawatan.
4. Koordinator Bidang Keperawatan.
5. Kepala Departemen.
6. Kepala Bidang Keperawatan.
7. Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan.
8. Direktur Utama.
9. Yang bersangkutan.
PASIEN MENINGGAL

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Hilangnya kesadaran dan daya ingat yang tidak akan kembali lagi,
ditandai dengan tanda-tanda kematian

T U J UAN 4. Membantu kelancaran pengurusan jenazah


5. Membantu kelancaran administrasi yang harus di selesaikan
KEBIJAKAN 6. Pasien meninggal dengan tenang dan terhormat
7. Semua pasien meninggal harus melalui Kamar Jenazah
PROSEDUR a. Pasien dinyatakan meninggal oleh dokter
b. Dokter memberitahu keluarga pasien bahwa pasien
sudah meninggal
c. Menghubungi P3RN/Humas dengan membawa
formulir pengabaran jika keluarga tidak ada
d. Dokter membuat surat-surat :
1. Kematian rangkap 3
2. Lebel kematian
3. Mengisi IPRI
e. Melakukan perawatan jenazah
f. Memberitahukan petugas kemar jenazah
g. Mengantar surat-surat kematian ke kamar jenazah
h. Menjelaskan tentang penyelesaian administrasi
kepada keluarga
i. Jenazah dibawa ke kamar jenazah setelah 2 jam
dinyatakan meninggal
j. Menyerahkan sisa obat-obatan atau barang-barang
milik pasien kepada keluarga secara tertulis
k. Membuat perincian biaya perawatan
l. Mencatat ata membuat laporan pada rekam
keperawatan
UNIT TERKAIT 8. Bagian Keuangan / Kasir
9. Kamar Jenazah
10. Dokter
11. P3RN
12. Humas
DOKUMEN 13. Surat kematian + label
14. Dokumen medis / keperawatan
PROSEDUR PERMINTAAN DARAH KE UNIT PELAYANAN
TRANSFUSI DARAH

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Memintakan darah ke Unit Pelayanan Transfusi Darah sesuai


dengan golongan darah pasien

T U J UAN 15. Mendapatkan darah sesuai dengan kebutuhan


16. Membantu memperlancar admnistrasi permintaan darah

KEBIJAKAN 17. Permintaan darah digunakan untuk pasien dengan kasus-


kasus hematologi
18. Untuk persiapan operasi dan kasus lain sesuai indikasi
1. Dokter menetapkan pasien yang memerlukan darah
2. Dokter mengisi dan menandatangani formulir permintaan darah
PROSEDUR yang telah tersedia
3. Perawat mengmabil contoh darah pasien sebanyak 2 ml dan
menempelkan nama pasien dan nomor register pada spuit
darah
4. POS mengirim formulir permintaan dan contoh darah ke Unit
Pelayanan Transfusi Darah
UNIT TERKAIT 19. Ruang Rawat Inap
20. Unit Pelayanan Transfusi Darah
DOKUMEN Dokumen medik / keperawatan
PROSEDUR PENYIMPANAN OBAT-OBATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Memberikan petunjuk dalam hal penyimpanan obat-obatan

T U J U AN Agar semua obat-obatan dapat tersimpan dan terdokumentasi


dengan baik
KEBIJAKAN 22. Penyimpanan obat harus diketahui oleh semua perawat
yang bertugas di ruangan
PROSEDUR 1. Semua obat harus disimpan ditempat khusus
2. Semua obat yang disimpan harus dilengkapi dengan daftar
mengenai :
a. Nama obat
b. Jenis obat
c. Jumlah obat
3. Setiap pasien yang mendapat obat Emergency harus
dicacat pada buku khusus yang mencakup :
a. Nama pasien
b. Nomor rekam medik
c. Nama obat
d. Jenis obat
e. Dosis obat
f. Cara pemberian
g. Nama perawat yang memberikan
4. Setiap pergantian jaga, obat-obatan harus ditimbang
terimakan kepada perawat jaga berikutnya dengan
mencantumkan nama jelas serta tanda tangan perawat
yang menyerahkan dan yang menerima
5. Setiap hari Kepala Ruang rawat harus mencek obat-obatan
Emergency sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan
dalam daftar
6. Setiap pasien yang mendapat obat narkotik harus ditulis
dalam buku khusus yang mencakup :
a.
Nama pasien
b.
Nomor rekam medik
c.
Nama obat
d.
Jenis obat
e.
Dosis pemberian
f.
Cara pemberian
g.
Waktu pemberian
h.
Nama lengkap, nomor ijin praktek dan alamat lengkap
dokter yang menulis resep
i. Nama tandatangan perawat yang memberikan obat
j. Nama & tandatangan perawat yang mengecek menjadi
saksi pemberian obat
7. Setiap pemberian obat narkotik Kepala Ruang Rawat
harus membuat laporan kepada :
a. Depi Farmasi / Instalasi Farmasi
b. Kepala Departemen masing-masing
8. Obat-obatan tertentu yang telah dilarutkan hanya dapat
dipakai dalam waktu kurang dari 24 jam dan disimpan
dalam lemari pendingin / tempat penyimpanan khusus
sesuai dengan label obat
Serta diberi keterangan mengenai :

Kadar obat per-cc

Tanggal dan waktu pelarutan


UNIT TERKAIT 23. Ruang rawat inap dan ruang rawat jalan
24. Ruang tindakan
DOKUMEN 25. Buka pencatatan obat
26. Dokumen keperawatan/Komputer (IT)
PERSIAPAN PEMERIKSAAN EKOKARDIOGRAFI

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN Merupakan prosedur pemeriksaan yang memakai ultrasound


sebagai media pemeriksaan.

T U J UAN Menegakkan diagnosa.

K E B I JAKAN 1. Ekokardiografi dilakukan oleh dokter.


2. Pasien yang dilakukan pemeriksaan
ekokardiografi harus ada permintaan dari dokter.

1. Pasien diberikan penjelasan tentang tujuan


pemeriksaan.
PROSEDUR 2. Pasien posisi semifowler dan dimiringkan
kearah sebelah kiri.
3. Monitor EKG pada alat ekokardiografi
dipasangkan pada ektremitas pasien.
4. Dokter akan mengerjakan tindakan
ekokardiografi.
5. Tombol power pada alat-alat ekokardiografi
dihidupkan.
6. Setelah selesai alat-alat dibereskan.
PERALATAN 1. Alat ekokardiografi lengkap.
2. Jelly.
3. Kertas tissue.
UNIT TERKAIT -Ruang rawat

- Unit Kardiologi/PJT

DOKUMENTASI -Rekam keperawatan/Komputer (IT)


MEMBERSIHKAN TEMPAT TIDUR

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN Kegiatan menghilangkan noda atau kotoran yang tertempel di


tempat tidur.

T U J UAN Mencegah terjadinya infeksi nosokomial.

K E B I JAKAN Pembersihan tempat tidur merupakan kegiatan yang harus


dilakukan oleh ruang rawat sesuai dengan standar pemeliharaan
peralatan.

9. Cuci tangan kemudian alat-alat disiapkan.


10. Alat-alat tenun diangkat dengan hati-hati dari bawah kasur,
PROSEDUR dan digulung satu persatu diatas kasur, lalu dimasukkan
kedalam tempat pakaian kotor.
11. Bantal dan kasur disikat dengan sikat kasur yang lembab diluar
kamar, lalu dijemur dibawah sinar matahari, tiap permukaan
selama 2 jam.
12. Sikat per tempat tidur dengan sikat kerja yang lembab. Jika
tempat tidur memakai alas papan, bersihkanlah dahulu dengan
lap lembab memakai larutan lisol, kemudian dibersihkan lagi
dengan lap air bersih, dikeringkan dengan lap kering dan
diangin-anginkan ditempat yang teduh.
13. Bersihkan besinya, digosok dengan larutan lisol kemudian
dibersihkan dengan air bersih lalu dilap sampai kering.
14. Bila ada noda-noda pada besi dapat dipergunakan abu
gosok atau vim, kemudian dibersihkan lagi dengan lap memakai
air bersih dan dikeringkan.
15. Bersihkan alat-alat dan cuci tangan.
UNIT TERKAIT Ruang rawat inap / jalan.

DOKUMENTASI -Rekam keperawatan/Komputer (IT)


MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR

RSUP NASIONAL
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO
03/08 1/2

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN Menyiapkan tempat tidur, dilakukan pada tiap-tiap tempat tidur yang


sudah kosong dan tidak dipakai serta sudah dibersihkan, harus
disiapkan kembali.

T U J UAN Agar supaya tempat tidur yang kosong, terlihat rapi dan siap pakai.

K E B I JAKAN

PROSEDUR 10. Cuci tangan.


11. Letakan laken dengan lipatan memanjang dengan garis
tengahnya untuk menentukan tengah-tengah tempat tidur.
12. Memasukan laken bagian kepala kebawah kasur kurang
lebih 30 cm.
13. Memasukan laken bagian kaki kurang lebih 25 cm, lalu kita
membuat sudut dari bagian kepala terus ke bagian kaki.
14. Masukan sisi dari laken kebawah kasur.
15. Letakan kain karet (perlak melintang kurang lebih 50 cm dari
garis kasur bersama-sama).
16. Letakan selimut kurang lebih 15 cm dari garis kasur bagian
kepala, masukan selimut bagian kaki kebawah kasur.
17. Sarung bantal dipasang, bantal diletakan dengan bahan
yang tertutup ke arah pintu.
18. Bereskan alat-alat lalu cuci tangan.
UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap/Jalan.

DOKUMENTASI Rekam Keperawawatan

Buku Inventaris.
MENGHITUNG INVENTARIS

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN Suatu kegiatan mengevaluasi jumlah kebutuhan peralatan


diruangan.

T U J UAN Supaya dapat mengetahui jumlah, keadaan dan kebutuhan


inventaris.

K E B I JAKAN Menghitung inventaris.

PROSEDUR 1. Menyiapkan buku inventaris untuk mencatat pengontrolan


mingguan dan bulanan.
2. Tiap-tiap alat dihitung menurut jenisnya.
3. Cara menghitung harus dilihat benar-benar.
4. Dicocokan dengan berusaha mencarinya akan tetapi bila
tidak diketemukan harus dilaporkan kepada penanggung jawab
inventaris.
UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap/Jalan.

DOKUMENTASI Rekam Keperawawatan

Buku Inventaris.
PEMELIHARAAN ALAT-ALAT TENUN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN 1. Menyimpan alat tenun bersih di lemari.


2. Menyiapkan alat tenun bersih untuk persediaan.
3. Menghitung alat tenun kotor untuk dibawa ke kamar cuci.
4. Menghitung alat tenun bersih dari kamar cuci.
5. Menghitung inventaris alat tenun setiap minggu dan setiap
bulan.
T U J UAN 1. Supaya alat-alat tenun tetap bersih rapih dan terpelihara.
2. Supaya alat-alat tenun tahan lama.
3. Supaya alat tenun dapat dipergunakan setiap waktu.
4. Memudahkan pada waktu mengontrol inventaris.
5. Untuk mencegah kehilangan alat tenun.
K E B I JAKAN 1. Pemeliharaan alat tenun adalah merupakan standar
peralatan yang harus dilaksanakan setiap ruang rawat
inap/jalan.
2. Alat tenun bekas penderita penyakit menular (HIV/AIDS)
dipisahkan dan dimasukkan dalam perendaman khusus
(mengandung chlour 1 : 10) sebelum dikirim ke kamar
cuci.
PROSEDUR Menghitung alat-alt atenun yang akan dibawa ke kamar cuci.

Persiapan :

1. Mengumpulkan alat tenun yang akan dicuci.


2. Menyiapkan Buku catatan pencucian dan pulpen.
3. Tempat alat tenun kotor yang bertutup.
Cara bekerja :

1. Pilah alat tenun sesuai jenisnya.


2. Hitunglah alat-alat tenun tersebut diatas menurut macamnya.
Menghitung dengan betul dan teliti.
3. Untuk alat-alat tenun yang kotor dan tercemar dipisahkan dari
alat tenun yang tidak tercemar, baru dikirim ke kamar cuci.
Menyiapkan dan menyimpan alat tenun bersih dalam lemari.

Persiapan :

1. Alat-alat tenun yang sudah dilipat :.


Laken melipatnya secara memanjang, stik laken melipatnya
secara melebar, selimut melipatnya secara melebar, handuk
melipatnya secara biasa.,

2. Lemari yang sudah dibersihkan dilengkapi dengan etiket.


Cara bekerja :

1. Alat tenun dilipat seperti yang telah diterangkan diatas.


2. Diatur sesuai dengan macam-macam alat tenun dan
disusun dengan baik :
a. Selalu menempatkan alat tenun yang baru diterima
dibagian bawah.
b. Bagian-bagian yang tertutup dari lipatan-lipatan harus
menghadap keluar.
c. Alat tenun yang robek dipisahkan untuk dipisahkan dan
ditukar dengan yang baru.
d. Alat tenun yang robek dipisahkan untuk dipisahkan dan
ditukar dengan yang baru.
e. Susunan alat tenun yang kecil sebaiknya dibagian atas,
yang besar dibagian bawah.
f. Mengambil alat tenun dijaga agar susunan alat tenun
tersebut tetap rapi.
Menutup pintu lemari rapat-rapat.

UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap/Jalan.

DOKUMENTASI Rekam Keperawawatan

Buku Inventaris.
MEMELIHARA ALAT-ALAT UNTUK ELIMINASI

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R TIAN Memelihara adalah dengan pembersihan labu kemih, urinal, dan


pispot yang dikerjakan segera setelah selesai alat digunakan.

T U J U AN Agar alat-alat eliminasi terpelihara dan siap pakai.

K E B I J AK AN 1. Pemeliharaan alat untuk eliminasi harus dilakukan disetiap


unit rapat inap karena merupakan bagian dari standar
pemeliharaan peralatan.
2. Pembersihan sebaiknya menggunakan sarung tangan.
PROSEDUR Persiapan alat

1. Rak penyimpanan alat-alat.


2. Tempat merendam/ember.
3. Macam-macam sikat : sikat pispot, sikat labu kemih, sikat
kakus / WC, sikat kerja, sikat kawat, sikat botol.
4. Tempat pembuangan kotoran / speolhok.

5. Tempat sampah.
6. Larutan pembersih (Lysol 2 3 %) untuk merencam sikat pot
dan sikat labu kemih.

Pembersihan kecil

a. Membersihkan labu kemih / urinal :

1. Air kemih dibuang dibilas dengan air kran.


2. Bagian dalam disikat memakai larutan air sabun, lalu dibilas
lagi dengan air kran. Sikat sebelum dikembalikan ke tempat
rendamannya, harus dibilas lebih dahulu.
3. Jika labu kemih sudah bersih dan tidak berbau lagi
diletakan tengkurap pada tempatnya.
4. Cuci tangan.
PROSEDUR b. Membersihkan pot :

1. Pot diisi dengan air sedikit, diguncang dengan hati-hati


kemudian isinya dibuang.
2. Dibilas dengan air kran, lalu disikat dengan sikat larutan
sabun. Sikat setelah digunakan dibilas dahulu dengan air
bersih baru disiram. Kemudian pot dibilas dengan air kran
dan diletakkan tengkurap ditempatnya.
3. Tutup pot disikat dengan larutan sabun, kemudian dibilas
dan dimiringkan ditempatnya.
4. Alat-alat dibersihkan, lalu cuci tangan.

Pembersihan besar

6. Sesudah dibersihkan secara pembersihan kecil, semua


pot, labu kemih, tempat ludah dan bengkok direndam
dalam ember yang berisi larutan lisol selama 3 jam.
7. Setelah 3 jam dibilas dengan air kran lalu dibilas dengan
air sabun memakai sikat.
8. Kalau ada noda-noda digosok dengan larutan pembersih.
9. Dibilas dengan air kran kemudian dikeringkan dengan lap.
10. Untuk baskom mandi tidak perlu direndam didalam larutan
lisol, tetapi langsung dicuci dengan air sabun, kemudian
dibilas dengan air bersih.
UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap/Jalan.

DOKUMENTASI Rekam Keperawawatan

Buku Inventaris.
MENGANTAR PASIEN UNTUK KONSUL

DENGAN KURSI RODA /BRANCARD

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL
03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

P E N G E R T I AN Mengantar pasien untuk berkonsultasi dari ruang rawat Inap ke


bagian Departemen lain.

T U J U AN Memberikan pelayanan konsultasi spesialistik sesuai dengan Displin

Ilmu yang terkait.

K E B I J AK AN Memberikan pelayanan secara profesional


PROSEDUR Persiapan alat

1. Lembar konsul
2. Kursi roda/blancard
3. Surat jaminan rawat inap
4. Status Pasien
Prosedur

1. Formulir konsultasi ditulis oleh dr. yang merawat


2. Tulis tgl, nama lengkap pasien, umur, jenis kelamin, No.
Dokumen medik, Sub Unit yang diminta,Diagnose, Ikhtisar
klinikkonsulen yang diminta
Perawat Primer/Perawat Assosiet

3. Mengecek formulir konsultasi


4. Menulis pada buku Ekspidisi
5. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga
6. Menyiapkan rekam medik dan data penunjang
7. Menginstruksikan pekarya untuk mengambil /meminjam
Kursi roda/Blancard ke House Keeping
8. Menyiapkan pasien dan alat-alat yang diperlukan
9. Membawa pasien dan lembar konsul ke Sub Unit yang
dituju
10. Setelah dilakukan pemeriksaan pekarya membawa kembali
ke Ruang Rawat

PROSEDUR 11. Formulir konsultasi ditulis oleh dr. yang merawat

12. Tulis tgl, nama lengkap pasien, umur, jenis kelamin, No.
Dokumen medik, Sub Unit yang diminta,Diagnose, Ikhtisar
klinikkonsulen yang diminta Perawat Primer/Perawat
Assosiet
11. Mengecek formulir konsultasi
12. Menulis pada buku Ekspidisi
13. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga
14. Menyiapkan rekam medik dan data penunjang
15. Menginstruksikan pekarya untuk mengambil /meminjam
Kursi roda/Blancard ke House Keeping
16. Menyiapkan pasien dan alat-alat yang diperlukan
17. Membawa pasien dan lembar konsul ke Sub Unit yang
dituju
18. Setelah dilakukan pemeriksaan pekarya membawa kembali
ke Ruang Rawat
Perawat Primer/Perawat Assosiet

19. Menerima pasien dan membaca hasil konsultasi


20. Melaporkan hasil konsultasi ke dokter yang merawat
21. Melaksanakan hasil konsultasi dan mendokumentasikan
hasil tindakan pada catatan keperawatan
22.Pekarya mengembalikan Kursi roda/ Blancard ke House
Keeping
UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap.

Poli Klinik

DOKUMENTASI Rekam Keperawawatan/Komputer (IT)

Buku Catatan Ekspidisi.


MENDAMPINGI VISITE DOKTER

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03 1
Dr CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Mendampingi dokter pada waktu mengunjungi pasien

T U J UAN d. Memperlancar kegiatan pemeriksaan fisik,


pemeriksaan penunjang untuk program
pengobatan/pnyembuhan pasien
e. Memberi rasa tenang pada pasien
f. Program dokter dapat dilaksanakan dengan jelas dan
benar
KEBIJAKAN a. Sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan harus cuci
tangan
b. Waktu visite dokter disesuaikan dengan keadaan
PROSEDUR c. Dokter menemui / Perawat Primer / Penanggung
Jawab Tim
d. Menyiapkan rekam medik dan data penunjang
e. Menyiapkan pasien, alat-alat dan lingkungan
f. Dokter memeriksa pasien
g. Perawat mendampingi pasien selama pemeriksaan
h. Mengatur posisi pasien sesuai kebutuhan
i. Menulis rencana medik dalam buku visite, dipapan
acara/ catatan keperawatan/di system IT.
j. Melaksanakan program dokter dan mendiskusikan
keadaan pasien untuk kolaborasi
UNIT TERKAIT - Ruang Rawat Jalan / Inap

Dokumen medik / keperawatan (Komputer system IT)

DOKUMEN Catatan visite

Formulir pemeriksaan penunjang / konsul

MANAGEMEN PASIEN PULANG PAKSA

Nomor Dokumen No. Revisi Halaman

RSUP NASIONAL 1/3

Dr CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal terbit DitetapkanDirektur Utama


PROSEDUR TETAP

Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K)

NIP.140105247

Pasien pulang atas permintaan sendiri atau permintaan keluarganya


Pengertian
sebelum masa perawatan berakhir.

Tujuan 1. Melakukan tertib administrasi.

2. Memfasilitasi hak pasien.


Pasien dan keluarga memiliki hak untuk menolak pengobatan dan
Kebijakan
perawatan atas dirinya.

-Perawat jaga melapor ke Kepala Ruang Rawat, Perawat Primer,


Prosedur
PJ sore/malam dan hari libur/dokter yang merawat atau dokter jaga

bahwa pasien akan pulang atas kemauan sendiri/ kemauan keluarga.

- Pasien diwajibkan menulis pernyataan alasan pulang dilembar status

dan ditandatangani oleh pasien dan keluarga serta saksi (Perawat/

dokter).

-Perawat jaga melapor ke case manager.

-Keluarga diwjibkan mengurus administrasi sesuai jaminan kesehatan

yang dimiliki.

4. Ruang rawat inap.


Unit terkait 5. Ruang Adminkeu.
6. Case manager.
-Rekam Keperawatan

Dokumentasi -Status medis

-Komputer (Sistem IT)

RSUP NASIONAL PENERIMAAN RENCANA MEDIK TERTULIS

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menerima rencana medik tertulis adalah suatu tindakan untuk


melaksanakan rencana medik yang tertulis didalam rekam medik
sesuai kompetensi yang ada

Tujuan Memperlancar rencana medik

Kebijakan Jika tulisan dokter tidak jelas agar ditanyakan pada dokter yang
bersangkutan

Prosedur k. Tulis rencana medik dalam rekam medik / formulir rencana


medik
l. Lihat dan catat kembali rencana medik kedalam dokumen pasien
/kardek dan rekam keperawatan di komputer pada dukomumen
medik
m. Laksanakan rencana medik sesuai instruksi
n. Evaluasi dan catat kembali apakah rencana medik telah
dilaksanakan sesuai program.
o. Buat laporan pasien pada waktu serah tarima shift.
Unit Terkait 3. Ruang Rawat Jalan / Inap Terpadu Gedung A

Dokumen 1. Dokumen Medik


2. Dokumen Keperawatan
5. Komputer (Sitem IT)

RSUP NASIONAL PEMELIHARAAN ALAT KHUSUS (ECG)

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Mempertahankan kebersihan alat ECG dengan cara membersihkan


dan memelihara setiap kali habis pakai

Tujuan Agar alat tetap terpelihara dan selalu siap pakai

Kebijakan Alat terpeliharan dan siap pakai

Prosedur m. Cek power on/ off sebelum dan sesudah alat dipakai (alat harus
selalu dalam kedaaan off bila tidak dipakai)
n. Bereskan serta atur kabel sehingga tidak terlipat dan ujung kabel
harus menjulur ke bawah pada setiap selesai pemakaian alat
o. Bereskan manset dan balon pada setiap selesai pemakaian alat
p. Cek kertas ECG sebelum dan sesudah pakai
q. Dorong troly ECG dengan hati hati supaya alat tidak bergetar
pada waktu dipergunakan
r. Lakukan service secara rutin sesuai dengan kapasitas
pemakaian (500 kali)
Unit Terkait - Ruang Rawat Inap Terpadu Gedung A
- Ruang Rawat Jalan
- IGD
Dokumen - Buku pemeliharaan / servis alat

RSUP NASIONAL
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Menyampaikan pesan kepada seseorang / orang lain dengan baik


dan benar dengan penuh perhatian

Tujuan Menghindari kesalah pahaman dalam penyampaian pesan kepada


seseorang dapan berjalan dengan baik

Kebijakan

Prosedur e. Persiapan :
5. Ciptakan situasi lingkungan yang nyaman
6. Siapkan diri untuk dapat berkomunikasi yang baik
f. Pelaksanaan :
20. Tampilkan sikap simpatik dan empatik
21. Perkenalkan diri dan beri salam
22. Beri sapaan pada pasien dengan menyebut nama pasien
23. Komunikasi yang efektif harus memuat pesan yang ;
o. Jelas
p. Singkat
q. Logis dan manusiawi
r. Menarik
s. Mengandung kenyataan
t. Mudah dimengerti
u. Terapeutik
24. Bicara dengan gaya mengajak bukan menyuruh
25. Atur posisi duduk sejajar dengan pasien.
26. Dengarkan segala keluhan pasien
27. Sampaikan informasi secara lengkap dengan bahasa yang
sederhana dan mudah dimengerti pasien
28. Catat respon pasien
29. Catat hasil komunikasi.
Unit Terkait Ruang Rawat Jalan / Inap

Dokumen - Rekam keperawatan

- Komputer (IT).

PROSEDUR PERMINTAAN DARAH KE PMI

RSUP NASIONAL
Nomor Dokumen No. Revisi Halaman
Dr. CIPTOMANGUNKUSUMO 03
1/2

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur


Utama,Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K)

NIP.140105247

Meminta darah ke bank darah / PMI sesuai dengan


Pengertian
kebutuhan pasien

Tujuan Pasien mendapat darah tepat waktu sesuai dengan kebutuhan

Setiap pasien yang mendapat darah sesuai dengan kebutuhan


Kebijakan
jumlah darah sesuai dengan permintaan.

1. Formulir permintaan darah diisi lengkap dan


ditandatangani oleh dokter yang merawat, dan diberi
stempel ruangan.
2. Perawat penanggung jawab menempelkan barcode ke
formulir permintaan darah.
3. Perawat yang mengambil contoh darah terbaru sebanyak 2
cc.
4. Tempelkan barcode pada spuit contoh darah (Darah cross).
5. Contoh darah beserta formulir permintaan darah dan copy
jaminan perawatan pasien dibawa oleh POS ruangan ke ITD
RSCM
6. POS menyerahkan contoh darah, formulir permintaan darah
dan jaminan perawatan pasien ke petugas ITD.
7. POS melakukan konfirmasi ke petugas ITD ketersediaan
darah sesuai permintaan. Bila tidak tersedia dan darah harus
diambil ke PMI .
1. POS melaporkan kepada perawat ruangan dengan membawa
surat pengantar dari ITD untuk PMI pusat.
2. Perawat ruangan menghubungi keluarga pasien dan
menjelaskan masalah ketidak tersediaan darah di ITD RSCM.
3. Perawat menyerahkan surat pengantar tersebut kepada
Prosedur keluarga pasien.
4. Perawat harus menjelaskan kepada keluarga pasien sebelum
keluarga pasien ke PMI, bahwa:

a. Keluarga harus mengajak anggota keluarga yang


lain untuk menjadi donor bila persiapan darah di
PMI tidak tersedia.
b. Bila darah sudah ada/tersedia, keluarga harus
menanyakan kapan darah dapat diambil
5. Bila darah sudah didapat dari PMI, darah harus dibawa
dengan cool box dan diserahkan ke ITD RSCM terlebih
dahulu.
6. Bila keluarga harus menjadi donor, tanyakan kepada petugas
PMI kapan darah dapat diambil, lalu keluarga kembali ke
ruangan untuk memberitahukan kepada perawat ruangan
kapan darah bisa diambil dan menyerahkan cool box.
7. Perawat melakukan konfirmasi ke PMI apakah darah sudah
tersedia. Bila sudah tersedia, perawat memberitahukan
keluarga untuk mengambil darah ke PMI dengan
menggunakan cool box.
8. Keluarga menyerahkan darah dari PMI ke ITD untuk dicek,
lalu dibawa ke ruangan rawat.
- Ruang Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- ITD

- PMI

DOKUMEN 27. Dokumen medik / keperawatan


28. Komputer (Sistem IT)
PROSEDUR PERMINTAAN DARAH KE PMI / ITD

Nomor Dokumen No. Revisi Halaman


RSUP NASIONAL 03
1/2
Dr. CIPTOMANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,Utama,

Prof.DR.dr. Akmal Taher, SpU(K)

NIP.140105247

Pengertian Meminta darah ke bank darah / PMI sesuai dengan

kebutuhan pasien

Tujuan Pasien mendapat darah tepat waktu sesuai dengan kebutuhan

Setiap pasien yang mendapat darah sesuai dengan kebutuhan jumlah


Kebijakan
darah sesuai dengan permintaan.
1. Formulir permintaan darah diisi lengkap dan ditandatangani
Prosedur oleh dokter yang merawat, dan diberi stempel ruangan.
2. Perawat penanggung jawab menempelkan barcode ke formulir
permintaan darah.
3. Perawat yang mengambil contoh darah terbaru sebanyak 2 cc.
4. Tempelkan barcode pada spuit contoh darah (Darah cross).
5. Contoh darah beserta formulir permintaan darah dan copy
jaminan perawatan pasien dibawa oleh POS ruangan ke ITD
RSCM
6. POS menyerahkan contoh darah, formulir permintaan darah
dan jaminan perawatan pasien ke petugas ITD.
7. POS melakukan konfirmasi ke petugas ITD ketersediaan darah
sesuai permintaan. Bila tidak tersedia dan darah harus diambil
ke PMI lihat prosedur permintaan darah ke PMI.
8. Bila darah tersedia, lakukan konfirmasi waktu pengambilan
darah.
9. POS mengambil darah dengan menggunakan cool box dapat
meminjam ke house keeping.
10. Darah diserahkan kepada perawat untuk dicek sesuai
permintaan di formulir (lembar warna merah muda) dan label
pada kantong darah.
- Ruang Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- ITD

- PMI

29. Dokumen medik / keperawatan


DOKUMEN 30. Komputer (Sistem IT)

PENGIRIMAN SPECIMEN KE LABORATORIUM


Nomor Dokumen No. Revisi Halaman
03
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTOMANGUNKUSUMO 1

PROSEDUR TETAP Tanggal terbit Ditetapkan Direktur Utama

Prof. DR.dr. Akmal Taher, SpU(K)

NIP.140105247

Pengertian Mengirim bahan pemeriksaan ke laboratorium.

Tujuan Pasien mendapatkan layanan pelayanan penunjang medis dan


keperawatan (Laboratorium) tepat waktu

Pemeriksaan dilakukan pada klien rawat inap sesuai dengan


Kebijakan
permintaan dokter.
Prosedur
1. Formulir lab diisi sesuai dengan rencana pemeriksaan. Oleh
dokter/perawat yang merawat.
2. Perawat mengambil specimen sesuai permintaan.
3. Formulir lab, surat jaminan (cukup 1 x selama pasien dirawat), dan
specimen pemeriksaan diantar dalam wadah tertutup oleh POS /
perawat ke ruang laboratorium.
4. Hasil dapat dilihat melalui komputer, bila hasil belum ada maka
dapat menghubungi petugas laboratorium melalui telepon.
5. Hasil pemeriksaan laboatorium dimasukan kedalam status pasien.
6. Nota biaya dimasukan ke dalam financial folder

UNIT TERKAIT - Ruang Rawat Inap


- Laboratorium
-Buku catatan laboratorium
DOKUMEN - Komputer (Sistem IT)

PENGIRIMAN LINEN KOTOR

KE HOUSEKEEPING

RSUP NASIONAL
Nomor Dokumen No. Revisi Halaman
Dr. CIPTOMANGUNKUSUMO 03
1

Tanggal terbit Ditetapkan Direktur Utama


PROSEDUR TETAP

Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K)

NIP.140105247

Pengertian Menyerahkan linen kotor dari ruang perawatan ke petugas housekeeping

Tujuan Mendapatkan pelayanan linen yang baik, cepat,tepat dan sesuai


kebutuhan ruangan.

Kebijakan Untuk mendapat linen yang bersih, rapih dan siap pakai.
Prosedur 1. Linen kotor dipilah sesuai jenis ( laken, stick laken sarung bantal dan
selimut ) dipisahkan antara linen infeksi dan non infeksi, untuk linen
infeksi masukkan ke dalam kantong plastik warna kuning dan diberi
label , linen non-infeksi masukkan ke dalam kantong plastik warna
hitam. dan dihitung jumlahnya dan dicatat dibuku pengiriman linen.
2. Linen kotor diantar oleh RT ke house keeping setiap hari pukul
07.00 WIB melalui lift khusus.
3. Serah terima dengan petugas house keeping dengan pencatatan
dibuku ekspedisi.
4. Mengembalikan troli linen ke tempat penyimpanan troli.

UNIT TERKAIT
- Ruang Rawat Inap
- House keeping

DOKUMEN
-Buku catatan linen
- Komputer

PENERIMAAN LINEN & KARET


No. Dokumen No. Revisi Halaman
03
RSUP NASIONAL

Dr. CIPTOMANGUNKUSUMO 1

Tanggal terbit Ditetapkan Direktur Utama


PROSEDUR TETAP

Prof. DR.dr. Akmal Taher, SpU(K)

NIP.140105247

Pengertian Melaksanakan serah terima linen dan karet yang bersih/steril dari
housekeeping ke ruang perawatan

Tujuan Agar serah terima linen dan karet yang bersih/steril dari housekeeping
ke ruang perawatan berjalan lancar.

Pelayanan sterilisasi linen dan karet untuk semua ruang perawatan di


Kebijakan
Gedung A
Prosedur - Petugas dari ruang perawatan menerima linen dan karet yang
bersih serta siap pakai dari petugas housekeeping di basemen
-Petugas ruangan memeriksa serta mencatat dibuku penerimaan alat
dan mengecek apakah linen tersebut lengkap atau tidak
-Pada waktu penyerahkan linen dan karet masing-masing petugas
membubuhkan tanda tangan pada buku penerimaan linen
-Jika terjadi pengiriman linen yang tidak sesuai dengan jumlah dan
jenisnya maka petugas ruangan menolak dan dikembalikan
-Petugas pengiriman harus membawa buku ekspedisi penerimaan alat
dari ruangan.

UNIT TERKAIT - Ruang Rawat Inap


- House keeping

DOKUMEN -Buku catatan linen


- Komputer (IT)

PERMINTAAN OBAT RUTIN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUP NASIONAL
1/2
Dr. CIPTOMANGUNKUSUMO

PROSEDUR Tanggal terbit Ditetapkan Direktur Utama

Prof. DR.dr. Akmal Taher, SpU(K)

NIP.140105247

Pengertian Melakukan permintaan obat ke bagian farmasi mulai dari


pembuatan resep hingga tersedianya obat pada pasien sesuai
dengan order dari dokter

Tujuan 1. Memudahkan perawat dalam penyediaan obat sesuai


kebutuhan pasien
2. Meminimalkan keberadaan keluarga di ruangan
3. Tertib administrasi
Kebijakan Semua tenaga kesehatan yang ada di ruangan perawatan

termasuk bagian farmasi dapat melaksanakan peraturan ini


1. Dokter menuliskan order di lembar resep yang telah ditentukan
oleh rumah sakit, kemudian menandatangani pada bagian
Prosedur belakang lembar resep tersebut
2. Untuk pasien yang masih dirawat, hanya untuk kebutuhan satu
hari saja, sedangkan pasien yang rencana pulang, dimintakan
sesuai kebutuhan dan dituliskan pasien akan pulang pada
lembar resep tersebut
3. Perawat mengumpulkan semua resep yang ada dan
mendokumentasikannya pada buku khusus permintaan obat
4. Perawat/POS mencap semua resep dengan cap ruangan dan
cap jaminan, kemudian kepala ruangan/ketua
grup/penanggung jawab dinas menandatangani dibelakang
resep tersebut, dilengkapi dengan barcode dan fotocopy
jaminan lengkap
5. Perawat/POS menyerahkanresep yang ada ke bagian farmasi
6. Bagian farmasi meracik dan mengantarkan obat yang sudah
diorder ke ruang perawat.
7. Perawat dan bagian farmasi melakukan serah terima obat di
ruangan
8. Perawata menyimpan obat-obat dalam kotak obat sesuai nama
paisen dan membagikannya sesuai order.
UNIT TERKAIT - Ruang Rawat Inap
- UPF

DOKUMEN -Buku catatan obat


- Komputer (Sistem IT)
PERAWATAN LUKA DAN DRAINAGE
RUMAH SAKIT

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi Halaman

03 1 / 2/3

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr.med.Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian -Adalah suatu usaha untuk membersihkan/membalut, dan

mempertahankan integritas fisiologi luka tanpa komplikasi.

Tujuan 1. Mencegah masuknya micro organisme kedalam luka

2. Mengurangi/menghilangkan kolonisasi bakteri/kuman

yang ada pada luka.

3. Mengurangi rasa nyeri.

4. Mengabsorbsi cairan eksudat/pus/darah

5. Membantu mengangkat jaringan nekrotik

6. Meningkatkan proses penyembuhan luka.

7. Meningkatkan/mempertahankan permukaan luka tetap

lembab.

Kebijakan 1. Steril.

2. Dilakukan jika luka kotor/basah sesuai SOP.

3. Tehnik balutan yang diberikan sesuai kondisi luka (Luka

basah, luka kering, dan luka terkontaminasi

Prosedur -Mengecek program terapi medik


-Siapkan diri

d. Penguasaan konsep terkait dengan prosedur


Seperti : pengertian, rasional, tujuan prinsip, dan
tahapan tindakan.

e. Perhatikan precaution terhadap bahaya infeksi


dengan mencuci tangan, menggunakan perlengkapan
perlindungan diri.

f. Jaga keselamatan dan keamanan diri terhadap


Bahaya fisik selama tindakan

-Persiapan Pasien :

a. Bina hubungan saling percaya

b. Berikan salam terapeutik, rumuskan kontrak

bersama : tentang prosedur yang akan dilakukan,

tujuan, waktu, dan tahapan prosedur.

c. Jaga privacy pasien dengan cara menutup pintu,

jendela/ menggunakan sampiran/gordin.

d. Atur posisi pasien senyaman mungkin.

e. Ajak klien bekerjasama dalam prosedur ini.

- Rapikan pakaian pasien

- Evaluasi respon pasien.

- Rapikan alat-alat dan cuci yang bersih.

- Lepas sarung tangan, masker, dan gaun/apron/barak short.

- Mencuci tangan

- Mendokumentasi hasil tindakan.

- Terminasi tindakan, rencanakan tidakan selanjutnya.

PERSIAPAN ALAT-ALAT

1. Sampiran.
2. Pengalas.

Bersih :

1. 1 pasang sarung tangan


2. 1 buah pincet
3. 1 buah gunting perban.
4. 1 bengkok berisi cairan disinfektan (lysol/karbol/savlon)
5. 1 bengkok untuk tempat sampah/kantong plastik.
6. Plester dan perban sesuai kebutuhan.
7. Wash bensin/minyak kayu putih/alkohol untuk
mengangkat plester.
8. Masker.
9. Gaun/apron/barak short
Steril

1. 1 pasang sarung tangan.


2. 1 set balutan berisi kom 1, pincet anatomi 1, pincet
chirurgi 1, gunting untuk mengangkat jahitan, arteri klem
1.
3. Lidi kapas, depper, kasa besar/kecil sesuai kebutuhan.
4. Normal saline 0,9%.
5. Cairan disinfektan (bila diperlukan)
6. Balutan modern.
- Mengecek program terapi medik

-Siapkan diri

a. Penguasaan konsep terkait dengan prosedur


Seperti : pengertian, rasional, tujuan prinsip, dan
tahapan tindakan.

b. Perhatikan precaution terhadap bahaya infeksi dengan


menggunakan perlengkapan perlindungan diri.
Jaga keselamatan dan keamanan diri terhadap

bahaya fisik selama tindakan

- Persiapan Pasien :

a. Bina hubungan saling percaya

b. Berikan salam terapeutik, rumuskan kontrak

bersama : tentang prosedur yang akan

dilakukan, tujuan, waktu, dan tahapan prosedur.

c. Jaga privacy pasien dengan cara menutup

pintu, jendela/ menggunakan sampiran.

d. Atur posisi pasien senyaman mungkin.

e. Ajak klien bekerjasama dalam prosedur ini.

- Siapkan alat sesuai kebutuhan prosedur dan dekatkan

kesamping pasien

- Mencuci tangan sesuai SOP

- Pakai masker dan gaun/apron/barak short, sesuai indikasi.

(Luka operasi, luka besar, dan luka bakar).

- Mengkaji kondisi luka (Lokasi, ukuran, keadaan luka, dan

rasa nyeri sekala (0 10)

- Mengatur posisi pasien sesuai dengan lokasi luka dan sesuai

kenyamanan pasien.

- Memasang pengalas dibawa area luka.

- Memasang sarung tangan bersih.

- Membuka balutan luka dengan pincet bersih, buka plester

Dengan lidi kapas diberi wash bensin/alkohol/minyak kayu

putih.

- Buka sarung tangan buang ketempat sampah kuning,

masukkan pincet yang sudah dipakai kedalam bengkok yang


berisi cairan disinfektan.

-Kaji luka, dan kebutuhan balutan yang diperlukan

- Buka set steril secara perlahan pertahankan tehnik steril.

- Masukkan deper, kasa/balutan sesuai kebutuhan.

- Pakai sarung tangan sebelah kiri, atur alat-alat, masukkan

deper ke dalam kom sesuai kebutuhan dengan tangan kiri,

tangan sebelah kanan yang belum memakai sarung tangan

menuangkan cairan NacL 0,9% kedalam kom, kemudian

pakai sarung tangan sebelah kanan.

- Peras deper sesuai kebutuhan dengan dua pincet.

- Bersihkan luka dengan deper yang sudah dibasahi Nacl mulai

dari daerah bersih ke kotor/dari dalam keluar, hindari

merusak jaringan granulasi.

- Keringkan luka dengan kasa kecil steril, berikan terapi sesuai

dengan kondisi luka/program pengobatan.

- Balut luka dengan balutan yang sesuai dengan kondisi luka,

pasang plester/verban

- Rapikan pakaian pasien

- Evaluasi respon pasien

- Rapikan alat-alat rendam dengan cairan disinfektan dan cuci

yang bersih

- Lepaskan sarung tangan, masker, dan gaun/apron/barak short

- Cuci tangan sesuai SOP.

- Dokumentasi hasil tindakan

- Terminasi tindakan, rencanakan tidakan selanjutnya

Unit Terkait - CSSD


- Farmasi
Dokumen - Catatan perawat / tindakan/Komputer (Sistem IT)
PENGAMBILAN DARAH UNTUK PEMERIKSAAN

ANALISA GAS DARAH


RUMAH SAKIT

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Halaman


Revisi
1/2
03/08

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Tindakan mengambil darah yang berasal dari arteri digunakan


untuk pemeriksaan astrup electrolit

Tujuan Untuk mengetahui analisa gas dalam darah dan kadar elektrolit
darah.

Kebijakan Untuk pemeriksaan analisa gas darah diperlukan darah arteri.

Prosedur Persiapan alat


8. Spuit 2,5 cc berisi heparin 0,1 cc
9. Swab alkohol
10. Kain pengalas
11. Gabus steril
12. Bengkok
13. Plester
14. Bantalan
15. Sarung tangan / handscoon
16. Wadah tertutup
f. Persiapan pasien
1. Pasien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan
dilakukan
2. Formulir laboratorium
g. Pelaksanaan
15. Cuci tangan
16. Gunakan sarung tangan.
17. Spuit isi dengan heparin 0,1 cc , ratakan kepermukaan
dalam spuit
18. Pasang kain pengalas
19. Arteri radialis diraba dengan ujung jari
20. Bila arteri radialis sudah jelas teraba permukaan kulit
daerah yang akan ditusuk desinfeksi dengan swab alkohol
21. Udara dalam spuit dikeluarkan
22. Pasang bantalan di bawah lokasi penusukan
23. Regangkan kulit diatas arteri tersebut dengan telunjuk dan
ibu jari kiri, bila denyut arteri telah teraba maka ujung
jarum ditusukan dengan cepat dan tepat dengan posisi
tegak lurus.
24. Penghisap didalam spuit akan terdorong ke atas setelah
jumlah darah yang di inginkan cukup ( + 2 cc ) jarum
segera dicabut.
25. Bekas tusukan ditekan dengan swab alkohol + 5 menit,
fiksasi dengan plester
26. Ujung jarum ditutup dengan gabus steril yang ditusukkan
27. Beri barcode pada spuit
28. Masukkan dalam wadah tertutup
29. Pasien dirapikan kembali
30. Lepas sarung tangan
31. Cuci tangan
32. Dokumentasikan pada program prosedur komputer

h. Perlu diperhatikan
4. Spuit harus steril dan kering
5. Penghisap spuit tidak boleh ditarik.
6. Observasi pasien kemungkinan terjadi hematom.
Unit Terkait Ruang rawat inap

Bagian Laboratorium

Dokumen 3. Catatan medik


4. Program prosedur
PEMASANGAN DAN PERAWATAN SEKELETAL TRAKSI
RUMAH SAKIT

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi 03 Halaman

1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247
Pengertian -Suatu traksi menggunakan kekuatan tarikan dari tubuh, biasanya

pada tulang belakang, pelvis, tulang tangan, kaki, dan perawatan

traksi adalah merawat luka dan drainage dengan tehnik steril.

-Skeletal traksi adalah memasukkan pin atau kawat (wire) sampai

pada tulang secara menetap, penarikan dengan kekuatan secara

lurus. Indikasi pemasangan skeletal traksi adalah fraktur pada

tibia, femur dan humerus. Kontraindikasinya adalah infeksi

(osteomylitis).

Tujuan 1. Untuk mengurangi traksi, tindakan dislokasi.

2. Koreksi atau pencegahan deformitas,

3. Menurunkan spasma otot, dan mengurangi rasa nyeri.

1. Mencegah/ memperbaiki kontraktur

Kebijakan KONTRA INDIKASI

Adalah infeksi (osteomylitis), adanya trauma terbuka, alergi dengan


alat-alat skin traksi, dermatitis, varises pada vena, gangguan pada
peredaran darah.

PRINSIP :

-Steril pada waktu pemasangan steinman pin.


Prosedur Mengecek program terapi medik

PERSIAPAN ALAT-ALAT

- Sampiran.
- Pengalas.
Bersih :
- 1 pasang sarung tangan
- Steinman pin
- 2 buah bloken
- Tomas Splint
- Tali
- Katrol
- Bengkok
- Beban sesuai kebutuhan

Steril

- 1 pasang sarung tangan.


- Steinman pin
- Set steril
- Alkohol Swab
- Balutan modern.

-Siapkan diri

a. Penguasaan konsep terkait dengan prosedur


Seperti : pengertian, rasional, tujuan prinsip, dan tahapan
tindakan.

b. Perhatikan precaution terhadap bahaya infeksi


dengan mencuci tangan, menggunakan perlengkapan
perlindungan diri.

c. Jaga keselamatan dan keamanan diri terhadap


Bahaya fisik selama tindakan

Persiapan Pasien :

- Bina hubungan saling percaya

- Berikan salam terapeutik, rumuskan kontrak bersama : tentang


prosedur

yang akan dilakukan, tujuan, waktu, dan tahapan prosedur.

-Jaga privacy pasien dengan cara menutup pintu, jendela/


menggunakan

sampiran/gordin.

-Atur posisi pasien senyaman mungkin.

- Siapkan alat sesuai kebutuhan prosedur dan dekatkan

kesamping pasien

- Mencuci tangan

- Bantu dokter memasang steinman Pin, pasang besi, tali untuk

katrol, Tomas splint, beban sesuai kebutuhan dan tinggikan kaki

tempat tidur bagian bawah dengan bloken.

- Rawat luka dibagian penusukan steinman pin secara a

dan anti septik.

- Rapikan pakaian pasien.

- Evaluasi respon pasien

- Rapikan alat-alat rendam dengan cairan disinfektan dan cuci

yang bersih

- Mencuci tangan.

- Dokumentasi hasil tindakan.

- Terminasi tindakan, rencanakan tidakan selanjutnya

Unit Terkait - CSSD


- Farmasi
Dokumen - Catatan perawat / tindakan/Komputer (Sistem IT)
IRIGASI KANDUNG KEMIH SECARA MANUAL
RUMAH SAKIT

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

No. Dokumen No. Revisi 03 Halaman

1/2

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.Dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian -Adalah suatu prosedur membersihkan kandung kemih dari

bekuan darah dan kristal-kristal.

Tujuan 1. Untuk mengosongkan kandung kemih.

2. Untuk melancarkan urin

3. Memberi rasa nyaman, mengurangi nyeri, dan mencegah

komplikasi.

4. Mengurangi distensi kandung kemih.

Kebijakan

Prosedur Mengecek program terapi medik

PERSIAPAN ALAT-ALAT
1. Kateter tip
2. Spuit 10 cc
3. Nacl 0,9%
4. Jelly
5. Kassa steril
6. Bengkok
7. Ember penampung
8. Sarung tangan bersih
9. Sampiran
10. Pengalas

-Siapkan diri

a. Penguasaan konsep terkait dengan prosedur

Seperti : pengertian, rasional, tujuan prinsip, dan tahapan


tindakan.

b. Perhatikan precaution terhadap bahaya infeksi

dengan mencuci tangan, menggunakan perlengkapan


perlindungan diri.

c. Jaga keselamatan dan keamanan diri terhadap

Bahaya fisik selama tindakan

-Persiapan Pasien :

a. Bina hubungan saling percaya

b. Berikan salam terapeutik, rumuskan kontrak

bersama : tentang prosedur yang akan dilakukan,

tujuan, waktu, dan tahapan prosedur.

c. Jaga privacy pasien dengan cara menutup pintu,

jendela/ menggunakan sampiran/gordin.

d. Atur posisi pasien senyaman mungkin.

e. Kaji keluhan pasien dan observasi apakah catter

benar-benar macet.

- Siapkan alat sesuai kebutuhan prosedur dan dekatkan

kesamping pasien

- Mencuci tangan

- Pasang pengalas dekatkan bengkok disamping dibawah pangkal

kateter.

- Pasang sarung tangan

- Buka sambungan kateter, ujung sambungan dibungkus kasa

steril hati-hati jangan sampai jatuh.

- Masukkan cairan Nacl 0,9% kedalam kateter Tip dan masukkan

kedalam kateter lalu dorong cairan tersebut kedalam kandung


kemih, lakukan berulang kali sampai aliran urine lancar.

- Bila cairan tidak keluar, cairan dihisap kembali dengan kateter

TIP, oleskan jelly dan dorong kateter sedikit pada kandung

kemih.

- Bila tarikannya kuat urine tidak keluar, lakukan prosedur no 10

dengan spuit 10 cc.

- Sambung kembali kateter

- Cek kandung kemih apakah masih ada distensi, evaluasi respons

pasien, bila lancar atur tetesan irigasi, bila tidak lancar ulangi

prosedur.

- Rapikan pakaian pasien.

- Evaluasi respon pasien

- Rapikan alat-alat rendam dengan cairan disinfektan dan cuci

yang bersih

- Mencuci tangan.

- Dokumentasi hasil tindakan.

- Terminasi tindakan, rencanakan tidakan selanjutnya

Unit Terkait - CSSD


- Farmasi
Dokumen - Catatan perawat / tindakan/Komputer (Sistem IT)
PENILAIAN TENAGA KEPARAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RUMAH SAKIT
03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu kegiatan melakukan evaluasi kinerja perawat sesuai dengan


fungsi dan jabatannya.

TUJUAN 5. Untuk mendapatkan perawat-perawat yang professional.


6. Memotivasi perawat untuk bekerja lebih baik.
7. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
8. Sebagai bahan usulan untuk mendapatkan reward.
KEBIJAKAN 3. Setiap perawat berhak mendapatkan penilaian kinerja secara
periodik.
4. Waktu penilaian :
c. Setiap tahun untuk perawat PNS & Perjan RS.
d. Setiap 6 bulan untuk perawat magang & TUL.
4. Jenis penilaian :
f. Pengetahuan dan ketrampilan keperawatan untuk perawat
magang & TUL.
g. Angka kredit jabatan fungsional setiap semester untuk
perawat PNS.
h. Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) tiap tahun
yang meliputi :
- Kesetiaan.

- Prestasi kerja.

- Tanggung jawab.

- Ketaatan.

- Kejujuran

- Kerja sama.

- Prakarsa.

- Kepemimpinan.

i. Kepemimpinan hanya diberikan kepada Kepala Ruangan,


Supervisor, Manajer Keperawatan, dan Kepala Bidang
Keperawatan.
j. DP3 dinyatakan baik bila nilai kesetiaan minimal 91 dan
unsur lainnya nilai minimal 76.
5. Tenaga penilai :
f. Kepala Ruang Rawat & Supervisor Keperawatan menilai
Ketua Group dan Pelaksana Perawatan dan Perawat
Magang/TUL.
g. Manajer Keperawatan dan Supervisor Keperawatan menilai
Kepala Ruang Rawat.
h. Kepala Departemen dan Manajer Keperawatan menilai
Supervisor Keperawatan.
i. Kepala Bidang Keperawatan dan Direktur Pelayanan Medik &
Keperawatan menilai Manajer Keperawatan.
j. Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan dan Direktur Utama
menilai Kepala Bidang Keperawatan.
6. Setiap bulan dan setiap saat penilai mengadakan observasi dan
evaluasi terhadap kinerja perawat yang dinilai.
PROSEDUR 7. Setiap 6 bulan Kepala Ruang Rawat mengadakan rangkuman
penilaian angka kredit jabatan fungsional (bagi perawat PNS dan
mengadakan penilaian terhadap perawat magang/TUL) sesuai
format penilaian dari Bidang Keperawatan.
8. Setiap akhir semester penilaian pada nomor 2 dikirim ke Bidang
Keperawatan.
9. Setiap akhir Desember tenaga penilai melakukan penilaian DP3
terhadap perawat yang dinilai.
10. Setiap bulan Januari photo copy penilaian DP3 dikirim ke
Bidang Keperawatan untuk disimpan oleh file masing-masing
perawat.
10. Kepala Ruang Rawat.
11. Supervisor Keperawatan.
UNIT KERJA 12. Manajer Keperawatan.
13. Koordinator Bidang Keperawatan.
14. Kepala Departemen.
15. Kepala Bidang Keperawatan.
16. Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan.
17. Direktur Utama.
18. Yang bersangkutan.
PEMBINAAN DAN BIMBINGAN TENAGA KEPERAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RUMAH SAKIT
03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu kegiatan/upaya untuk meningkatkan pengetahuan,


ketrampilan, dan sikap yang lebih baik dari masing-masing individu
perawat.

5. Untuk meningkatkan motivasi kerja.


6. Untuk meningkatkan disiplin pegawai/perawat.
TUJUAN 7. Untuk mencegah agar pegawai/perawat tidak melanggar lebih
jauh terhadap peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.
8. Agar perawat dapat bekerja sesuai SOP yang telah ada.
KEBIJAKAN 4. Bimbingan dan pembinaan diberikan kepada perawat baru,
perawat lama maupun perawat yang bermasalah.
5. Bimbingan dan pembinaan wajib diberikan oleh atasan langsung
(Kepala Ruang Rawat) kepada pelaksana. Apabila tidak ada
perubahan/perbaikan pembinaan dan bimbingan diserahkan
kepada atasan yang lebih tinggi (Supervisor Keperawatan &
Kepala Sub Keperawatan Instalasi).
6. Kepala Ruang Rawat melakukan bimbingan kepada perawat
pelaksana/ketua group akan hal pengetahuan, ketrampilan, dan
sikap dengan cara bed side teaching, diskusi, rapat rutin, dan
ronde keperawatan.
4. Kepala Ruang Rawat melakukan analisa/menilai perawat yang
perlu mendapat bimbingan atau pembinaan.
PROSEDUR 5. Kepala Ruang Rawat menentukan jenis bimbingan/pembinaan
yang akan diberikan.
6. Kepala Ruang Rawat melaksanakan pembinaan
pegawai/perawat melalui beberapa tahapan.
f. Pujian lisan untuk pegawai yang melakukan pekerjaan
dengan baik.
g. Pujian tertulis dibantu pegawai untuk pegawai yang bekerja
dengan baik.
h. Teguran lisan I, II, III untuk pegawai yang alpa, melanggar
peraturan dan tidak melaksanakan tugas dengan baik.
i. Teguran/peringatan tertulis I & II dilakukan :
- Bila dengan teguran lisan I - III tidak ada perubahan

- Dilakukan oleh Supervisor Keperawatan & Manajer

Keperawatan.

j. Teguran/peringatan tertulis III dilakukan oleh Kepala


Instalasi, bila dengan peringatan tertulis I & II tidak ada
perubahan.
6. Bila dengan teguran tertulis III, tetap tidak ada perubahan maka
pegawai/perawat yang bermasalah tersebut dikirim ke Bidang
Keperawatan disertai laporanpembinaan untuk dilakukan
pembinaan dengan tembusan ke Direktur Administrasi dan
Sumber Daya Manusia.
7. Bidang Keperawatan melakukan pembinaan bila tidak berhasil,
perawat tersebut dikirim ke Bagian Sumber Daya Manusia untuk
dibina lebih lanjut.
UNIT TERKAIT 9. Kepala Ruang Rawat.
10. Supervisor Keperawatan.
11. Kepala Sub Keperawatan Instalasi.
12. Bidang Keperawatan.
13. Kepala Instalasi Rawat.
14. Bagian Sumber Daya Manusia.
15. Direktur Administrasi & Sumber Daya Manusia.
16. Yang bersangkutan.
RUMAH SAKIT PERENCANAAN DAN PENGADAAN PERALATAN KEPERAWATAN
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

03/08 1/2

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu upaya pengadaan peralatan keperawatan yang memadai sesuai


dengan kebutuhan RSUP Nasionalmencakup: alat tenun, alat
kesehatan untuk pelayanan keperawatan & kebidanan, alat rumah
tangga serta alat pencatatan dan pelaporan.

TUJUAN 7. Terpenuhinya kebutuhan peralatan keperawatan untuk


mendukung pelayanan keperawatan & kebidanan yang efektif dan
efisien.
8. Mendapatkan barang & peralatan keperawatan dalam jumlah
yang cukup & berkualitas.
9. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
10. Memberikan kepuasan & rasa nyaman bagi pasien.
11. Memberikan kemudahan kerja bagi perawat & bidan.
12. Memberikan kelancaran praktek bagi peserta didik.
KEBIJAKAN 1. Perencanaan peralatan keperawatan disusun berdasarkan hasil
lPengkajian, perkiraan kebutuhan, jumlah, jenis pelayanan dan
spesifikasi.
2. Waktu pengajuan
Barang rutin direncanakan setiap triwulan selambat-lambatnya
pada:
e. Triwulan I tanggal 15 Desember
f. Triwulan II tanggal 15 Maret
g. Triwulan III tanggal 15 Juli
h. Triwulan IV tanggal 15 Oktober
Barang non rutin direncanakan pada setiap akhir tahun
anggaran.

1. Tiap akhir tahun / Bulan Desember Kepala Bidang Keperawatan


mengadaan pendataan jumlah peralatan keperawatan yang masih
layak pakai dan rusak.
2. Ruang rawat melakukan analisa jumlah peralatan keperawatan
dengan jumlah pasen yang ada, dan dibuat laporan ke Kepala
Bidang Perawatan melalui Kepala Divisi Keperawatan/ Manajer
Perawat Departemen.
3. Kepala Departemen / Instalasi Rawat mengajukan permintaan
kebutuhan peralatan keperawatan ke Direktur Pelayanan Medik &
Keperawatan dengan tembusan Direktur Keuangan & Pemasaran,
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kepala Bidang
Keperawatan. Surat permintaan peralatan keperawatan tersebut
oleh Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan didisposisikan ke
Kepala Bidang Pelayanan Medik untuk ditindaklanjuti.
4. Untuk barang cetak, ATK, dan barang kelontong, usulan
permintaan disampaikan ke Bagian Hukum dan Organisasi.
5. Untuk formulir keperawatan, usulan permintaan disampaikan
kepada Unit Rekan Medik.
6. Bidang Keperawatan mengadakan telaah/analisa terhadap
permintaan tersebut, kemudian hasilnya disampaikan ke Bidang
Pelayanan Medik.
Bidang Pelayanan Medik dan Bagian Hukum & Organisasi
melakukan koordinasi dengan Unit Administrasi Pembelian.
7. Tiap akhir tahun / Bulan Desember Kepala Bidang Keperawatan
mengadaan pendataan jumlah peralatan keperawatan yang masih
layak pakai dan rusak.
8. Ruang rawat melakukan analisa jumlah peralatan keperawatan
dengan jumlah pasen yang ada, dan dibuat laporan ke Kepala
Bidang Perawatan melalui Kepala Divisi Keperawatan/ Manajer
Perawat Departemen.
9. Kepala Departemen / Instalasi Rawat mengajukan permintaan
kebutuhan peralatan keperawatan ke Direktur Pelayanan Medik &
Keperawatan dengan tembusan Direktur Keuangan & Pemasaran,
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kepala Bidang
Keperawatan. Surat permintaan peralatan keperawatan tersebut
oleh Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan didisposisikan ke
Kepala Bidang Pelayanan Medik untuk ditindaklanjuti.
10. Untuk barang cetak, ATK, dan barang kelontong, usulan
permintaan disampaikan ke Bagian Hukum dan Organisasi.
11. Untuk formulir keperawatan, usulan permintaan disampaikan
kepada Unit Rekan Medik.
12. Bidang Keperawatan mengadakan telaah/analisa terhadap
permintaan tersebut, kemudian hasilnya disampaikan ke Bidang
Pelayanan Medik.
13. Bidang Pelayanan Medik dan Bagian Hukum & Organisasi
melakukan koordinasi dengan Unit Administrasi Pembelian.

14.
UNIT TERKAIT 1. Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan.
2. Direktur Keuangan & Pemasaran
3. Kepala Bidang Pelayanan Medik.
4. Kepala Bidang Keperawatan.
5. Kepala Departemen.
6. Kepala Instalasi Rawat Inap / Jalan.

PROSES PENGANGKATAN KEPALA RUANGAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RUMAH SAKIT 03/08 1/2
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

- Kegiatan yang dilakukan untuk menetapkan Kepala

PENGERTIAN Ruangan melalui seleksi administrasi tertulis dan

wawancara

- Kepala Ruangan adalah seorang yang ditunjuk untuk

mengelola asuhan keperawatan, ketenagaan,

administrasi dan logistic di ruangan

- Untuk mendapatkan Kepala Ruangan yang berkualitas

TUJUAN - Untuk memperlancar pengelolaan tugas-tugas disuatu

ruang rawat

1. Setiap program harus mempunyai seorang Kepala


Ruangan
KEBIJAKAN
2. Kepala Ruangan diangkat dan diberhentikan oleh
Kepala Departemen / Instalasi

3. Pengangkatan Kepala Ruangan harus melalui proses


seleksi yang dilakukan oleh Bidang Keperawatan

4. Pengangkatan Kepala Ruangan harus memenuhi


persyaratan
yang telah ditetapkan oleh Bidang Keperawatan

5. Masa tugas minimal 2 tahun dan akan dievaluasi minimal


setiap tahun
2. Kepala Departemen / Instalasi mengajukan usulan beberapa
nama sebagai calon Kepala Ruangan kepada Kepala Bidang
PROSEDUR Keperawatan untuk dilakukan seleksi
3. Bidang Keperawatan menagadakan ujian tulis dan presentasi
/ wawancara
4. Hasil ujian akan disampaikan ke Deaprtemen / Instalasi
5. Kepala Divisi Keperawatan/Manager Perawat Departemen
membuat uraian tugas untuk calon Kepala Ruangan tersebut
6. Kepala Departemen/Instalasi membuat surat usulan dengan
lampiran surat tugas dan uraian tugas kepada Kepala Bagian
SDM dan Kepala Bidang Keperawatan
7. Kepala Bagian SDM membuat surat persetujuan dan
menandatangani surat tugas
UNIT TERKAIT 1. Kepala Departemen/Instalasi
2. Kapala Bidang Keperawatan
3. Kepala Divisi Keperawatan/Manager Perawat
4. Departemen
5. Kepala Bagian SDM
DOKUMEN TERKAIT 1. Soal ujian.
2. Lembar wawancara.
3. Surat menyurat.
ROTASI TENAGA PERAWAT ANTAR DEPARTEMEN / INSTALASI
DI LINGKUNGAN RSCM

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RUMAH SAKIT
03/08 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

1. Rotasi adalah proses perpindahan tugas.


2. Rotasi tenaga perawat antar departemen/instalasi
PENGERTIAN dilingkungan RSCM adalah proses perpindahan perawat antar unit
kerja di lingkungan departemen/instalasi yang ada di wilayah
RSCM.
3. Lingkungan DEpartemen/instalasi adalah unit kerja dalam
satu departemen/instalasi
1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi ketenagaan.
2. Memenuhi kebutuhan tenaga perawat sesuai dengan
TUJUAN perencanaan departemen/instalasi.
3. Meningkatkan produktivitas kerja.
4. Menambah pengalaman kerja.
5. Mengurangi kejenuhan.
6. Dalam rangka pembinaan.
7. Untuk promosi jabatan
1. Tenaga perawat yang akan di rotasi antar departemen/
instalasi tidak diperkenankan pindah sebelum ada surat
KEBIJAKAN pemberitahuan pindahtugas dari kepala departemen/instalasi.
2. Kepala departemen dan Kepala Divisi Keperawatan
mempunyai kewenangan untuk melakukan rotasi perawat di
lingkuangan departemen/instalasi.
3. Tenaga perawat di lingkungan departemen/instalasi harus
bersedia mengikuti rotasi sesuai kebutuhan.
4. Rotasi tenaga perawat dilakukan setiap 2 5 tahun.
1. Kepala Divisi Keperawatan/Manager Perawat Departemen
menyusun program rotasi.
PROSEDUR 2. Program rotasi disetujui oleh Kepala Departemen/ Instalasi.
3. Program rotasi disosialisasikan kepada Kepala
Ruangan.
4. Kepala Ruangan membuat surat usulan rotasi perawat
ke Kepala Divisi Keperawatan.
5. Kepala Divisi Keperawatan menganalisis usulan rotasi
tersebut.
6. Kepala Divisi Keperawatan melaporkan kepada Kepala
Departemen tentang usulan rotasi tersebut.
7. Kepala Departemen membuat surat tugas rotasi.
8. Kepala Departemen membuat laporan Ke Bagian Sumber
Daya Manusia dan Kepala Bidang Keperawatan.
1. Kepala Unit Kerja lama.
2. Kepala Unit Kerja baru.
UNIT TERKAIT 3. Kepala Departemen/Instalasi.
4. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia.
5. Kepala Bidang Keperawatan.
6. Yang bersangkutan.

REKRUTMEN TENAGA KEPERAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RUMAH SAKIT 03/08 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Seleksi penerimaan tenaga perawat di lingkungan RS

Memenuhi tenaga keperawatan sesuai dengan kebutuhan:

TUJUAN 1. Mengganti perawat yang pensiun/keluar/pindah dan


meninggal dunia
2. Adanya pengembangan pelayanan di departemen/

instalasi/unit kerja

KEBIJAKAN Rekrutmen perawat dilaksanakan berdasarkan formasi yang ada


dan rencana kebutuhan departemen/ instalasi/unit kerja.

1. Setiap departemen/instalasi/unit kerja mengajukan


permohonan ke Direktur SDM dengan tembusan Direktur
Pelayanan Medik dan Keperawatan.
2. Direktur SDM memberikan disposisi kepada
Bidang Keperawatan dan Kepala Bagian SDM.
3. Bidang Keperawatan berkoordinasi dengan Bagian
SDM untuk rekrutmen.
4. Mengadakan seleksi administrasi sesuai kriteria
yang telah ditentukan.
5. Bagi calon pegawai yang lulus seleksi administrasi
akan dilakukan pemanggilan.
6. Mengadakan ujian tulis dan wawancara.
PROSEDUR 7. Peserta yang lulus akan diberikan orientasi.
8. Penempatan tenaga sesuai kebutuhan.

DOKUMEN TERKAIT 2. Surat disposisi dari direktur.


3. Surat lamaran dari calon pegawai.
4. Surat penempatan.
UNIT KERJA TERKAIT 1. Bidang Perawatan.
2. Bidang SDM.
3. Departemen/Instalasi/Unit kerja.

PENDIDIKAN KEPERAWATAN

BERJENJANG BERLANJUT

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RUMAH SAKIT
03/08 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Suatu upaya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan


perawat terhadap peningkatan mutu praktik asuhan keperawatan,
pendidikan, administrasi dan penelitian.

TUJUAN - Mengembangkan profesionalisme keperawatan sesuai


dengan perkembangan Iptek kesehatan dan ilmu keperawatan.
- Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di RSUP
NASIONAL.
KEBIJAKAN Perawat yang akan mengajukan pendidikan harus sudah memenuhi
kriteria persyaratan yang telah ditetapkan (terlampir).

1. Setiap perawat yang akan mengikuti pendidikan


berkelanjutan/berjenjang harus mendapat persetujuan dari Kepala
Bidang Keperawatan.
2. Surat Keputusan tugas/izin/persetujuan belajar ditandatangani
oleh Direktur Utama.
3. Pendidikan berkelanjutan/berjenjang yang dapat disetujui
hanya pada jalur keperawatan.
4. Setelah selesai pendidikan bersedia kembali bekerja di RSCM
minimal 2 x n + 1 tahun dan bersedia ditempatkan sesuai dengan
kebutuhan ketenagaan
PROSEDUR A. Formal
1. Calon peserta mengajukan surat permohonan
mengikuti pendidikan setingkat lebih tinggi kepada Direktur
(contoh terlampir).
2. Surat permohonan harus diketahui oleh Kepala
Ruangan/Supervisor/Manajer perawat departemen Kepala
Departemen.
B. Non-Formal
1. Dalam Negeri :
Calon peserta diusulkan oleh Manajer Perawat
Departemen/Kepala Departemen dan diketahui oleh Bidang
Keperawatan.

2. Luar Negeri:
- Kepala bidang perawatan berkoordinasi
dengan manajer perawat departemen untuk menunjuk
stafnya guna mengisi kesempatan mengikuti pelatihan di
luar negeri.
- Bidang perawatan mengajukan usulan
kepada direktur.
- Direktur memberikan Surat Tugas.
DOKUMEN TERKAIT 2. Lembar persetujuan izin belajar.
3. Formulir permohonan mengikuti pelatihan.
4. Surat izin belajar dari direktur.
UNIT KERJA 1. Bidang/Bagian/Instalasi/Departemen/Unit.
2. Direksi RSCM.

PENEMPATAN TENAGA KEPARAWATAN


RUMAH SAKIT

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO


Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

02 2

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

PROSEDUR TETAP

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

PENGERTIAN Menempatkan tenaga/staf perawat baru di suatu unit kerja /instalasi


rawat untuk mengisi kekosongan yang ada.

TUJUAN 1. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawat di ruang rawat.


2. Untuk mendapatkan pengalaman bagi perawat baru tersebut.
1. Penempatan perawat baru dilaksanakan oleh Bidang
Keperawatan.
KEBIJAKAN 2. Sebelum penempatan perawat baru/magang akan diberikan
orientasi oleh Bidang Keperawatan yang meliputi :
a. Struktur organisasi dan kerjaRSCM.
b. Peran dan fungsi Bidang keperawatan.
c. Hak dan kewajiban sebagai perawat magang/
pegawai negeri sipil.
d. Metode pemberian asuhan keperawatan.
e. Pengendalian infeksi nosokomial.
f. Bantuan hidup dasar (Basic Life Support).
g. Peran sanitasi lingkungan di RSUP NASIONAL.
h. Peran security di RSUP NASIONAL.
1. Perawat baru/magang ditempatkan sesuai dengan kebutuhan unit
kerja.
2. Perawat baru/magang tiap 6 bulan akan dirotasikan ke
Departemen IKA, Penyakit Dalam, Kebidanan, Bedah, Mata, THT,
Neurologi, dan Kulit Kelamin dan pada 6 bulan terakhir
ditempatkan sesuai peminatan.
3. Setiap 6 bulan perawat magang dilakukan evaluasi penampilan
kinerja.
PROSEDUR 1. Bidang Keperawatan melakukan pendataan terhadap perawat
baru/magang.
2. Bidang Keperawatan memberikan orientasi kepada perawat
baru/magang selama + 3 hari dikelas dan 1 hari orientasi ke
seluruh lingkungan RSUP NASIONAL.

PROSEDUR 3. Bidang Keperawatan membuat surat penempatan yang ditujukan


kepada Kepala Departeman tembusan :
a. Direktur Administrasi & Sumber Daya Manusia (sebagai
laporan).
b. Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan.
c. Direktur Keuangan & Pemasaran.
d. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia.
e. Kepala Bagian Keuangan.
f. Kepala Divisi / Manajer Perawat Departemen.
g. Yang bersangkutan.
DOKUMEN TERKAIT 1. Surat penarawan tenaga keperawatan dari Bagian Sumber Daya
Manusia.
2. Surat Penempatan tenaga keperawatan dari Bidang Keperawatan.
UNIT TERKAIT 1. Bidang Keperawatan.
2. Kepala Departemen.
3. Kepala Divisi / Manajer Perawat Departemen.
4. Bagian Keuangan.
5. Bagian Sumber Daya Manusia.
6. Kepala Instalasi Diklat (untuk perawat magang).
7. Yang Bersangkutan.
PENGENDALIAN MUTU

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RUMAH SAKIT 03 1
Dr. CIPTOMANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Kegiatan karyawan yang partisipatif didalam suatu unit kerja yang
dilaksanakan secara rasional untuk mencapai hasil kerja terbaik demi
kepuasan pasien

Tujuan Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat

Kebijakan Pengendalian mutu merupakan salah satu upaya untuk menciptakan


kepuasan pasien.
Prosedur 1. Evaluasi pelayanan keperawatan.
i. Bentuk tim GKM/PSBH maksimal 6 8 orang
j. Adakan rapat dalam menginventarisasi masalah
k. Prioritaskan masalah
l. Selesaikan masalah sesuai dengan urutan prioritas
m. Implementasikan hasil pemecahan masalah
n. Pantau pelaksanaan dan evaluasi terus menerus.
o. Buat laporan tentang masalah yang telah di atasi ,tujukan
kepada :
4) Supervisor Keperawatan / Kepala Instalasi/ Kepala Unit
5) Panitia Pokja GKM
6) Komite medik
p. Lanjutkan kegiatan masalah GKM/PSBH sesuai dengan
urutan prioritas
2. Evaluasi SAK
d. Dokumen keperawatan
e. Angket pasien
f. Observasi tindakan keperawatan
3. Infeksi nosokomial / 13 tolak ukur
4. Ronde keperawatan
Unit Terkait 12. Kepala Ruang Rawat Inap / Jalan
13. Panitia Pokja GKM/PSBH
14. Komite medik
Dokumen 15. Rekam Keperawatan / GKM/PSBH

PEMBINAAN ETIKA KEPERAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


RUMAH SAKIT 03/08 1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr.Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Suatu pembinaan perilaku dengan norma norma keperawatan

Tujuan Membina tenaga perawat agar berperilaku sesuai dengan kode etik
profesi.

Kebijakan 16. Pembinaan tenaga perawat


17. Tanggung jawab profesi.
Prosedur i. Menerima laporan atau pemberitahuan dari pasien /
keluarga / petugas kesehatan lain
j. Pelajari , dan analisa permasalahan
k. Panggil yang bersangkutan untuk diminta keterangan
l. Catat permasalahan di buku pembinaan dan pada formulir
DP 3
m. Berikan pembinaan kepada yang bersangkutan sesuai
dengan tingkat pelanggaran
n. Catat jenis pembinaan pada buku pembinaan dan formulir
DP 3 yang ditanda tangani oleh yang bersangkutan dan
kepala ruang rawat
o. Pantau perilaku yang bersangkutan dan mengevaluasi
perubahan selama 3 bulan
p. Laporkan kepada atasan sesuai jenjang pimpinan
( Supervisor Keperawatan, Manager Keperawatan/
Koordinator Keperawatan, Kepala Departemen, Bidang
Keperawatan, dan Direktur)

Unit Terkait 18. Ruang Rawat Inap / Jalan

Dokumen 19. Formulir DP 3


20. Buku pembinaan

PROGRAM ORIENTASI PERAWAT YANG BARU DITEMPATKAN DI


UNIT Instalasi Rawat Inap Gedung A

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RUMAH SAKIT 03 1

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Kegiatan yang dilaksanakan supaya perawat baru dapat mengenal dengan
baik tata cara kerja serta lingkungan RSUP NASIONALDr CIPTO
MANGUNKUSUMO JL. DIPONEGORO 71.

Tujuan 7. Memiliki pengetahuan , ketrampilan dan sikap yang baik


8. Mampu menerapkan pelayanan keperawatan
9. Dapat mengenal lingkungan kerja yang baru
10. Memahami organisasi dan tata laksana serta kebijakan - kebijakan yang
berlaku
11. Mengetahui hak dan kewajiban perawat
12. Memberikan asuhan keperawatan sesuai standar
Kebijakan Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik dari perawat
Prosedur e. Materi : disesuaikan dengan unit / instalasi yang dituju meliputi :
9. Struktur organisasi unit kerja yang baru Instalasi rawt Inap terpadu
Gedung A
10. Visi dan Misi Instalasi rawt Inap terpadu Gedung A
11. Tata laksana dan kebijakan yang berlaku
12. Komunikasi terapeutik
13. Pemberian asuhan medik dan keperawatan berbasis IT
14. Sistem penugasan dan jadwal dinas.
15. Uraian tugas ( Tugas dan Fungsi petugas )
16. Prosedur/standar asuhan keperawatan.
17. Fungsi dan penerapan jabatan fungsional perawat di ruang rawat.
f. Penanggung jawab
2. Ka. Instalasi Rawat Inap terpadu Gedung A
g. Pengajar / pembimbing
4. Manager Keperawatan/Supervisor Keperawatan.
5. Instruktur klinik
6. Kepala ruang rawat
h. Peserta
Perawat yang baru ditempatkan
e. Metode
4. Ceramah
5. Diskusi
6. Simulas
7. Bed Site

Unit Terkait 3. Ruang rawat inap


4. Ruang rawat jalan
Dokumen Berkas berkas perawat

Dokumen sosialisasi untuk perawat baru

BIMBINGAN MAHASISWA KEPERAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RUMAH SAKIT 03/08 1/2

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO JL.

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Suatu program untuk mendapatkan pengalaman baik secara teori


maupun praktek bagi mahasiswa keperawatan

Tujuan Mendapatkan pengalaman belajar sesuai dengan teori yang


didapatkan di pendidikan.

Kebijakan 21. Visi dan Misi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
22. Visi dan Misi Instalasi Rawat Inap terpadu Gedung A
23. Sistem yang diterapkan Instalasi Rawat Inap terpadu Gedung A
24. Tenaga siap pakai
Prosedur k. Terima surat dari institusi pendidikan atau Diklat
l. Terima surat disposisi dari Direktur Utama./ Direktur SDM
dan Pendidikan.
m. Terima surat disposisi dari Kepala Instalasi/ Ka.
Departemen terkait
n. Jajaki ruangan untuk lahan praktek koordinasi dengan
Manager Perawat Departemen / Supervisor ruangan
o. Memberi masukan persiapan lahan praktek dan
pembimbing mahasiswa serta daya tampung mahasiswa.
p. Berikan penjelasan tentang kebijakan RSUP
NASIONALDr CIPTO MANGUNKUSUMO JL.
DIPONEGORO 71
q. Berikan orientasi mahasiswa dilahan praktek
r. Buat jadwal dinas mahasiswa
s. Nilai mahasiswa praktek diruangan dengan mengisi
format yang disediakan oleh institusi pendidikan
t. Lakukan Evaluasi/ Self assesmen pratika setelah
mengikuti Pratika
u. Pembimbing memberikan laporan ke Ka. Instalasi Rawat
Inap Gedung A sesuai pencapaian yang diharapkan
mahasiswa
Unit Terkait 25. Mahasiswa / Institusi pendidikan
26. Kepala Ruang Rawat Inap / Jalan
Dokumen 27. Formulir Formulir

RONDE KEPERAWATAN

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RUMAH SAKIT 03/08 1/2

Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher , SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Merupakan kegiatan observasi langsung keruang rawat yang dilakukan


oleh pengelola keperawatan dalam rangka pengamatan dan pemberian
bimbingan

Tujuan 1. Pengamatan langsung terhadap pemberian asuhan


keperawatan Rawat Inap terpadu Gedung A
2. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di ruang Rawat
Inap terpadu Gedung A
3. Pengamatan terhadap penampilan dan sikap perawat Rawat
Inap terpadu Gedung A
Kebijakan Semua perawat yang sedang bertugas harus mengikuti ronde
keperawatan Rawat Inap terpadu Gedung A

Prosedur d. Persiapan dokumen


Status keperawatan
e. Persiapan pasien
3. Memberitahu pasien
4. Merapihkan pasien
f. Pelaksanaan
8. Buat jadwal ronde keperawatan setiap ruang Rawat Inap
terpadu Gedung A
9. Siapkan ruang rawat untuk pelaksanaan ronde
keperawatan
10. Laksanakan ronde keperawatan di ruang rawat sesuai
jadwal yang telah ditentukan
11. Dalam ronde keperawatan lakukan pengamatan
langsung terhadap :
- Pasien
- Dokumentasi keperawatan
- Tindakan keperawatan
- Penerapan SAK
- Penampilan dan sikap perawat didalam memberikan
Askep
- Kebersihan dan kerapihan ruang rawat serta
lingkungannya
12. Lakukan bimbingan dan pembinaan terhadap perawat
13. Diskusikan hasil ronde keperawatan Rawat Inap terpadu
Gedung A
14. Buat laporan / kesimpulan hasil ronde keperawatan untuk
tindak lanjut ditujukan kepada :
- Kepala Rawat Inap terpadu Gedung A
- Ka. Bidang Bidang Perawatan
- Koordinator mutu asuhan keperawatan.
Unit Terkait 4. Kepala Rawat Inap terpadu Gedung A
5. Bidang Keperawatan
6. Manajer Perawat Departemen.
7. Spervisor Keerawatan
8. Ruang Rawat Inap terpadu Gedung A
Dokumen Rekam Keperawatan
MASALAH ETIKA KEPERAWATAN

Nomor Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT 03
1
Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Prosedur Tetap Tanggal terbit Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof.Dr.dr. Akmal Taher , SpU(K)

Nip. 140105247

Etika keperawatan adalah suatu norma/aturan yang digunakan


Pengertian setiap

perawat dalam menjalankan profesi keperawatan.

Membina tenaga perawat agar berprilaku sesuai dengan profesinya


Tujuan
pada hari kerja atau pada hari Libur/Besar.
Etika Keperawatan sebagai pedoman bagi tenaga keperawatan
dalam

Melaksanakan pelayanan keperawatan.


Kebijakan
- Setiap ada masalah penerapan etik harus dilaporkan.
- Pembina etik keperawatan dilaksanakan secara
periodic melalui rapat Bidang dengan Koordinator,
Koordinator/Manajer dengan Supervisor dan Nurse
Officer/Head Nurse, Supervisor dengan Perawat
Primer/Perawat Assosiet
Head Nurse/Nurse Officer:

11. Menerima pemberitahuan dari Pasien/Keluarga/Petugas


kesehatan lainnya.
12. Mempelajari, menganalisa permasalahan.
13. Memanggil yang bersangkutan untuk diminta keterangan.
14. Mencatat permasalahan dibuku pembinaan.
Prosedur 15. Memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan sesuai
dengan tingkat pelanggaran.
16. Mencatat jenis pembinaan pada buku pembinaan yang
ditandatangani oleh yang bersangkutan dan Head Nurse
/Nurse Officer.
17. Memantau perilaku yang bersangkutan dan mengevaluasi
perubahan selama 3 bulan..
18. Melapor kepada atasan sesuai jenjang pimpinan(Supervisor,
Manajer Keperawatan, Kepala Instalasai Rawat Inap
Terpadu Gedung A, Bidang Keperawatan, dan Direktur.
UNIT TERKAIT - Ruang Rawat Inap

- Ruang Rawat Jalan.

31. Dokumen Keperawatan


DOKUMEN 32. Buku Pembinaan.
PROGRAM PENGEMBANGAN STAF

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RUMAH SAKIT 03 1/2


Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Prosedur Tetap Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh Direktur Utama,

Prof. DR.dr. Akmal Taher, SpU(K)

Nip. 140105247

Pengertian Suatu kegiatan untuk meningkatkan kualitas tenaga keperawatan


untuk mengikuti pendidikan formal maupun informal sesuai
peraturan yang berlaku

Tujuan 5. Mendapatkan tenaga keperawatan yang berkualitas


6. Memenuhi kebutuhan tenaga sesuai dengan pendidikan yang
dibutuhkan
7. Menyiapkan tenaga keperawatan dalam rangka kaderisasi
4. Meningkatkan kemampuan profesionalisme keperawatan.

Kebijakan 28. Setelah menjadi PNS paling sedikit 5 tahun


29. DP 3 baik
30. Tenaga perawat paling rendah D3 Keperawatan
31. Yang bersangkutan telah menyelesaikan masa kerja
setelah pendidikan yang diikuti sebelumnya ((2n + 1).
Prosedur c. Pendidikan formal
6. Nilai tenaga perawat yang akan mengikuti pendidikan
keperawatan
7. Usulkan secara tertulis kepada Direktur Utama,
tenaga perawat untuk mengikuti pendidikan
keperawatan.
8. Terima surat permohonan sesuai dengan persyaratan
untuk mengikuti pendidikan
9. Teruskan permohonan kepada Direktur Utama untuk
tindak lanjut
10. Kirim permohonan usulan calon peserta pendidikan ke
Kanwil DKI Dep Kes RI
d. Pendidikan non formal
7. Beri informasi kepada ruang rawat tentang penataran /
pendidikan pelatihan keperawatan
8. Tunjuk tenaga perawat untuk mengikuti penataran /
pelatihan keperawatan dari ruang rawat
9. Prosses usulan ke Direktur untuk mengikuti pelatihan /
penataran keperawatan
10. Ajukan biaya ke Direktur untuk mengikuti pelatihan /
penataran keperawatan
11. Proses usulan ke Direktur untuk mengikuti pelatihan
sesuai dengan jenis pelatihan
12. Buat surat tugas untuk peserta penataran / pelatihan
keperawatan.
Unit Terkait - Ruang rawat Inap / Jalan

- Bidang Keperawatan

Dokumen Formulir Formulir

DP3

Ijazah
MASALAH ETIKA KEPERAWATAN

Nomor Dokumen No. Revisi Halaman


03
RUMAH SAKIT 1 /2

Dr. CIPTO MANGUNKUSUMO

Tanggal terbit Ditetapkan Direktur Utama


PROSEDUR TETAP

Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K)

NIP.140105247

Etika keperawatan adalah suatu norma/aturan yang


Pengertian digunakan setiap perawat dalam menjalankan profesi
keperawatan.

Tujuan Membina tenaga perawat agar berprilaku sesuai dengan


profesinya

Pada hari kerja atau pada hari Libur/Besar.

Etika keperawatan sebagai pedoman bagi tenaga


keperawatan dalam melaksanakan pelayanan
keperawatan.
- Setiap ada masalah penerapan etik harus dilaporkan.
Kebijakan
- Pembinaan etik keperawatan dilaksanakan secara
periodik, melalui rapat Bidang Keperawatan dengan
Koordinator, Koordinator/Manajer dengan Supervisor
dan Nurse Officer/Head Nurse, Supervisor dengan
Perawat Primer/Perawat Assosiet.
Head Nurse/Nurse Officer:
Prosedur 1. Menerima pemberitahuan dari Pasien/Keluarga/Petugas
kesehatan lainnya.
2. Mempelajari, menganalisa permasalahan.
3. Memanggil yang bersangkutan untuk diminta keterangan.
4. Mencatat permasalahan dibuku pembinaan.
5. Memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan
sesuai
dengan tingkat pelanggaran.
6. Mencatat jenis pembinaan pada buku pembinaan yang
ditandatangani oleh yang bersangkutan dan Head
Nurse/Nurse Officer.
7. Memantau perilaku yang bersangkutan dan mengevaluasi
perubahan selama 3 bulan.
8. Melaporkan kepada atasan sesuai jenjang pimpinan
(Supervisor, Manajer Keperawatan, Kepala Unit rawat
Inap Terpadu Gedung A, Bidang Keperawatan, dan
Direktur.
UNIT TERKAIT - Ruang Rawat Inap
- Ruang Rawat Jalan
DOKUMEN - Dokumen Keperawatan.
- Buku Pembinaan