Anda di halaman 1dari 15

TABEL LAMPIRAN 1

Tabel Lampiran 1. Ringkasan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup


Institusi Pemantauan
Dampak Besar dan Penting Metode Pemantauan Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup
Tolok Ukur Tujuan
No.
Parameter Dampak Pemantauan Metode Pengumpulan dan
Sumber Dampak Lokasi Periode Pelaksana Pengawas Pelaporan
Lingkungan Analisis Data

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
I. TAHAP PERSIAPAN
A. Komponen Geo Fisik Kimia

RPL PT. MARUWAI COAL 1


TABEL LAMPIRAN 1

1. Kualitas udara Mobilisasi Kadar debu, Tujuan rencana Metode untuk pengujian kualitas Sepanjang jalan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
dan Kebisingan peralatan dan PM10 dan pemantauan lingkungan udara angkut mobilisasi bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
pembangunan PM2.5, kadar hidup yang dilakukan ambien peralatan dan kegiatan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
sarana dan gas NO2 dan adalah untuk untuk pembangunan pertambangan Dinas Dinas
prasarana SO2, CO, CO2, meminimalisasi parameter sarana dan berlangsung Pertambangan, dan Pertambangan,
kadar Pb, konsentrasi kadar debu, Particulate prasarana Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kadar Silika, PM10 dan PM2.5, kadar Matter Hidup Kabupaten Hidup Kabupaten
serta gas NO2 dan SO2, CO, (PM10 Murung Raya Murung Raya
Kebisingan CO2, kadar Pb, kadar dan
Silika, serta Kebisingan PM2.5)
yang berasal dari mengguna
kegiatan mobilisasi kan
peralatan tambang dan gravimetri
pembuatan jalan agar dengan
tidak melebihi baku mutu sistem
udara ambien radiometri
sebagaimana yang sinar beta-
ditetapkan dalam contiunou
lampiran Peraturan s
Pemerintah Nomor 41 measurem
Tahun 1999 tentang ent, SO2
Pengendalian mengguna
Pencemaran Udara kan
Metode
Pararosan
ilin,
parameter
NO2
mengguna
kan
Metode
Saltzman.
Kadar Pb
dan silika
dianalisa
mengguna
kan AAS.
Pengujian
kadar
debu
dengan
fall dust
atau dust
collector.
Hasil pengujian kualitas udara
ambien dianalisis dengan
membandingkan dengan baku
mutu udara ambien sebagaimana
tercantum dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999
tentang Pengendalian Pencemaran
Udara, kemudian untuk

RPL PT. MARUWAI COAL 2


TABEL LAMPIRAN 1

2 Tata Guna Pembebasan Parameter tata Untuk mengefisienkan Pengumpulan data tata guna lahan Lahan yang Selama kegiatan PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
Lahan lahan dan guna lahan status perubahan lahan, dan jenis tanah dilakukan melalui dibebaskan dan Lahan yang COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
pembuatan jalan dan Jenis sehingga benar-benar data sekunder berupa peta Land pembuatan jalan dibebaskan dan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
angkut Tanah mendapat nilai ekonomis Use serta peta Land System yang angkut pembuatan jalan Dinas Dinas
yang sesuai diterbitkan dari instansi yang angkut Pertambangan, Pertambangan,
berwenang Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
Hidup, Badan Hidup, Badan
Pertanahan, Dinas Pertanahan, dan
Pertanian, dan Dinas Kehutanan
Dinas Kehutanan Kabupaten Murung
Kabupaten Murung Raya
Raya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
B. Komponen Biologi
1. Flora Pembuatan jalan Kelimpahan Meminimalisasi Pengumpulan data vegetasi akan Sepanjang pembuatan Pada saat PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
angkut jenis & penurunan kelimpahan dilakukan baik secara langsung jalan angkut kegiatan COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
keragaman jenis dan maupun melalui penelusuran data pembuatan jalan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
flora keanekaragaman Flora sekunder pada beberapa contoh angkut, serta Dinas Dinas Lingkungan
yang mencakup tipe-tipe vegetasi setiap 6 (enam) Pertambangan, Hidup, Dinas
yang ada di lokasi studi. Untuk bulan selama Dinas Lingkungan Pertanian, dan Dinas
mendapatkan informasi atau data kegiatan Hidup, Dinas Kehutanan
dari seluruh populasi akan pertambangan Pertanian, dan Kabupaten Murung
dilakukan dengan mengambil Dinas Kehutanan Raya
cuplikan atau sampel terbatas. Kabupaten Murung
Metode yang digunakan adalah Raya
metode kuadrat dengan lebar 20 m
yang ditempatkan memotong
kontur lahan. Pengamatan
dilakukan pada setiap strata
pertumbuhan (semai, pancang,
tiang dan pohon) dengan mencatat
jenis dan jumlah individu.
Berdasarkan data hasil
pengukuran vegetasi, maka akan
diketahui kerapatan masing-
masing jenis, frekuensi dan
dominasi serta INP dari setiap
jenis

RPL PT. MARUWAI COAL 3


TABEL LAMPIRAN 1

2. Fauna Pembuatan jalan Kelimpahan Meminimalisasi Pengumpulan data primer akan Sepanjang pembuatan Pada saat PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
angkut jenis & penurunan kelimpahan dilakukan dengan observasi jalan angkut kegiatan COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
keragaman jenis dan langsung di lapangan untuk pembuatan jalan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
fauna keanekaragaman fauna mengetahui jenis-jenis penyebaran angkut, serta Dinas Dinas Lingkungan
satwa liar. Satwa liar yang akan setiap 6 (enam) Pertambangan, Hidup, Dinas
diamati adalah mamalia, burung, bulan selama Dinas Lingkungan Pertanian, dan Dinas
reptilia, amphibi dan serangga. kegiatan Hidup, Dinas Kehutanan
Untuk mamalia selain perjumpaan pertambangan Pertanian, dan Kabupaten Murung
langsung, akan diamati Dinas Kehutanan Raya
berdasarkan tanda atau jejak yang Kabupaten Murung
ditinggalkan, sedangkan untuk Raya
primata diidentifikasi dari suaranya.
Hasil pengamatan dinyatakan
dalam satuan individu per luasan
areal

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
C. Komponen Sosial, ekonomi, dan budaya
1. Penduduk Penerimaan Jumlah dan Untuk mengembangkan Melakukan pengamatan langsung Desa Muara Laung Selama kegiatan PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
tenaga kerja kepadatan dampak positif dan wawancara dengan I, Tawai Hawui, penerimaan COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
penduduk peningkatan jumlah dan masyarakat sekitar lokasi Muara Maruwai I tenaga kerja dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
persebaran penduduk penambangan yang penentuannya dan II, Pendasiron, Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
melalui metode random sampling. Tumbang Baloi, Hidup, dan Dinas Hidup, dan Dinas
Wawancara dilakukan melalui Batu Tojah, Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja dan
penyebaran angket (kuisioner) Tumbang Bauh, Kependudukan Kependudukan
terstruktur didukung dengan depth Tumbang Masalo, Kabupaten Murung Kabupaten Murung
interview. Analisis data dilakukan Liang Nyaling, Raya Raya
secara kuantitatif dan kualitatif Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup di
Kabupaten Murung
Raya, Propinsi
Kalimantan Tengah

RPL PT. MARUWAI COAL 4


TABEL LAMPIRAN 1

2. Kesempatan Penerimaan Peluang dan Untuk mengembangkan Melakukan pengamatan langsung Desa Muara Laung Pada saat PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
kerja dan tenaga kerja, kesempatan dampak positif dan wawancara dengan I, Tawai Hawui, kegiatan COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
berusaha, serta mobilisasi kerja peningkatan masyarakat sekitar lokasi Muara Maruwai I penerimaan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
tingkat peralatan, kesempatan kerja dan penambangan yang penentuannya dan II, Pendasiron, tenaga kerja, Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
pendapatan pembuatan jalan berusaha melalui metode random sampling. Tumbang Baloi, mobilisasi Hidup, dan Dinas Hidup, dan Dinas
angkut, dan Wawancara dilakukan melalui Batu Tojah, peralatan, Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja dan
pembangunan penyebaran angket (kuisioner) Tumbang Bauh, pembuatan jalan Kependudukan Kependudukan
sarana dan terstruktur didukung dengan depth Tumbang Masalo, angkut, dan Kabupaten Murung Kabupaten Murung
prasarana interview. Analisis data dilakukan Liang Nyaling, pembangunan Raya Raya
secara kuantitatif dan kualitatif Hingan Tokong, sarana dan
Kohong, Dirung prasarana
Sararung, dan
Muara Tuhup
3. Budaya Penerimaan adat-istiadat Mencegah timbulnya Melakukan pengamatan langsung Desa Muara Laung Pada saat PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
tenaga kerja dan orientasi dampak negatif dengan dan wawancara dengan I, Tawai Hawui, kegiatan COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
budaya terjadinya perubahan masyarakat sekitar lokasi Muara Maruwai I penerimaan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
adat-istiadat dan pola penambangan yang penentuannya dan II, Pendasiron, tenaga kerja Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kebiasaan masyarakat di melalui metode random sampling. Tumbang Baloi, Hidup, dan Dinas Hidup, dan Dinas
sekitar lokasi Wawancara dilakukan melalui Batu Tojah, Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja dan
pertambangan penyebaran angket (kuisioner) Tumbang Bauh, Kependudukan Kependudukan
terstruktur didukung dengan depth Tumbang Masalo, Kabupaten Murung Kabupaten Murung
interview. Analisis data dilakukan Liang Nyaling, Raya Raya
secara kuantitatif dan kualitatif Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

RPL PT. MARUWAI COAL 5


TABEL LAMPIRAN 1

4. Sikap dan Eksplorasi, Ada tidaknya Untuk mengembangkan Melakukan pengamatan langsung Desa Muara Laung Pada saat PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
persepsi pembebasan klaim, protes, dampak positif berupa dan wawancara dengan I, Tawai Hawui, kegiatan COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
masyarakat lahan, penerimaan maupun pemahaman masyarakat masyarakat sekitar lokasi Muara Maruwai I eksplorasi, dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
serta keresahan tenaga kerja, gejolak dari dan menghindari adanya penambangan yang penentuannya dan II, Pendasiron, pembebasan Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
dan potensi mobilisasi masyarakat konflik akibat kegiatan melalui metode random sampling. Tumbang Baloi, lahan, Hidup, dan Dinas Hidup, dan Dinas
konflik peralatan, penambangan batubara Wawancara dilakukan melalui Batu Tojah, penerimaan Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja dan
pembuatan jalan penyebaran angket (kuisioner) Tumbang Bauh, tenaga kerja, Kependudukan Kependudukan
angkut, dan terstruktur didukung dengan depth Tumbang Masalo, mobilisasi Kabupaten Murung Kabupaten Murung
pembangunan interview. Analisis data dilakukan Liang Nyaling, peralatan, Raya Raya
sarana dan secara kuantitatif dan kualitatif Hingan Tokong, pembuatan jalan
prasarana Kohong, Dirung angkut, dan
Sararung, dan pembangunan
Muara Tuhup sarana dan
prasarana, serta
setiap 6 (enam)
selama
perusahaan
beroperasi
D. Komponen Kesehatan Masyarakat
1. Sanitasi Pembangunan Perubahan Untuk mengembangkan Melakukan pengamatan langsung Desa Muara Laung Pada saat PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
lingkungan, sarana dan sanitasi dampak positif akibat dan wawancara dengan I, Tawai Hawui, pembangunan COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
prevelensi prasarana lingkungan, kegiatan pembangunan masyarakat sekitar lokasi Muara Maruwai I sarana dan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
penyakit, dan prevelensi sarana dan prasarana penambangan yang penentuannya dan II, Pendasiron, prasarana, serta Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
fasilitas penyakit, dan penunjang melalui metode random sampling. Tumbang Baloi, setiap 6 (enam) Hidup, Dinas Tenaga Hidup, Dinas
kesehatan dan fasilitas pertambangan maupun Wawancara dilakukan melalui Batu Tojah, bulan selama Kerja dan Tenaga Kerja dan
tenaga medis kesehatan dan non pertambangan penyebaran angket (kuisioner) Tumbang Bauh, perusahaan Kependudukan , Kependudukan , dan
tenaga medis batubara terstruktur didukung dengan depth Tumbang Masalo, beroperasi Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan
interview. Analisis data dilakukan Liang Nyaling, Kabupaten Murung Kabupaten Murung
secara kuantitatif dan kualitatif Hingan Tokong, Raya Raya
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup
II. TAHAP OPERASI PENAMBANGAN
A. Komponen Geo Fisik Kimia
1. Iklim Mikro Pembersihan Tipe Iklim, Untuk mencegah Data dan informasi iklim diwilayah Seluruh areal Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
Lahan Curah Hujan, dan/atau menanggulangi studi dikumpulkan melalui data- penambangan bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
Hari Hujan, dampak negatif data sekunder dan kepustakaan perusahaan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
Suhu Udara, penurunan kualitas iklim dari stasiun-stasiun klimatologi di beroperasi Dinas Dinas
Kelembaban mikro akibat pembukaan rencana lokasi tambang dan Pertambangan, dan Pertambangan,
Udara dan pembersihan lahan daerah terdekat dengan lokasi Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
proyek Hidup Kabupaten Hidup Murung Raya
Murung Raya

RPL PT. MARUWAI COAL 6


TABEL LAMPIRAN 1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
2. Kualitas udara Pembersihan Kadar debu, Tujuan rencana Metode untuk pengujian kualitas Tempat kegiatan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
lahan, PM10 dan pemantauan lingkungan udara ambien untuk parameter Pembersihan lahan, bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
penempatan dan PM2.5, kadar hidup yang dilakukan Particulate Matter (PM10 dan penempatan dan perusahaan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
pengupasan tanah gas NO2 dan adalah untuk PM2.5) menggunakan gravimetri pengupasan tanah beroperasi Dinas Dinas
pucuk dan sub SO2, CO, CO2, meminimalisasi dengan sistem radiometri sinar pucuk dan sub soil, Pertambangan, dan Pertambangan,
soil, kadar Pb, konsentrasi kadar debu, beta-contiunous measurement, penambangan Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
penambangan kadar Silikan PM10 dan PM2.5, kadar SO2 menggunakan Metode batubara, sistem Hidup Kabupaten Hidup Kabupaten
batubara, sistem gas NO2 dan SO2, CO, Pararosanilin, parameter NO2 kelistrikan, Murung Raya Murung Raya
kelistrikan, CO2, kadar Pb, kadar menggunakan Metode Saltzman. pengangkutan
pengangkutan Silika, menurunkan Kadar Pb dan silika dianalisa batubara, dan
batubara, dan tingkat kebisingan menggunakan AAS. Pengujian penimbunan
penimbunan kadar debu dengan fall dust atau sementara batubara
sementara dust collector.
batubara Hasil pengujian kualitas udara
ambien dianalisis dengan
membandingkan dengan baku
mutu udara ambien sebagaimana
tercantum dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999
tentang Pengendalian
Pencemaran Udara, kemudian
untuk menentukan skala kualitas
lingkungan, maka hasil
pengukuran udara ambien
dikonversi ke bentuk Indeks
Standar Pencemar Udara
3. Kebisingan Pembersihan Tingkat Tujuan rencana Pengujian kebisingan akan Tempat kegiatan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
lahan, kebisingan pemantauan lingkungan dilakukan dengan menggunakan Pembersihan lahan, bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
penempatan dan hidup yang dilakukan Integrated Sound Level Meter. penempatan dan perusahaan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
pengupasan tanah adalah untuk sedangkan data kebisingan pengupasan tanah beroperasi Dinas Dinas
pucuk dan sub menurunkan tingkat dibandingkan dengan Keputusan pucuk dan sub soil, Pertambangan, dan Pertambangan,
soil, kebisingan Menteri Negara Lingkungan Hidup penambangan Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
penambangan Nomor Kep-48/MENLH/1996 batubara, sistem Hidup Kabupaten Hidup Kabupaten
batubara, sistem tentang Baku Tingkat Kebisingan kelistrikan, Murung Raya Murung Raya
kelistrikan, pengangkutan
pengangkutan batubara, dan
batubara, dan penimbunan
penimbunan sementara batubara
sementara
batubara

RPL PT. MARUWAI COAL 7


TABEL LAMPIRAN 1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
4. Geologi Kegiatan Perubahan Untuk meminimalisasi Pengumpulan data morfologi lahan Seluruh Areal Pada saat PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati, Camat Laung
pengupasan tanah Morfologi perubahan morfologi dan formasi geologi dan penambangan kegiatan COAL Camat Laung Tuhup Tuhup dan Sumber
pucuk dan lahan, formasi dan bentang alam yang penyebarannya dilakukan melalui pengupasan dan Sumber Barito, Barito, Dinas
penambangan geologi dan berasal dari kegiatan data sekunder berupa peta tanah pucuk dan Dinas Lingkungan Lingkungan Hidup,
batubara penyebaran penggalian dan geologi serta peta topografi yang penambangan Hidup, dan Dinas dan Dinas
penambangan batubara diterbitkan dari instansi yang batubara Pertambangan Pertambangan
berwenang dan dikombinasikan Kabupaten Murung Kabupaten Murung
dengan peta topografi hasil survey Raya Raya
lapangan yang dilakukan oleh PT.
MARUWAI COAL.
Analisis data formasi geologi dan
morfologi lahan dengan
mempergunakan perangkat lunak
pemetaan yaitu ArcView dan/atau
ArcGIS. Dengan bantuan
perangkat lunak ini, diketahui
luasan masing-masing jenis
formasi geologi dan morfologi yang
ada di batas proyek
pertambangan. Untuk data
morfologi yang berupa sebaran
dan luasan masing-masing tingkat
kelerengan pada lokasi studi
dipergunakan dalam menentukan
kelas kelerengan lahan untuk
perhitungan erosi
5. Tanah Pembersihan Perubahan Untuk meminimalisasi a. Membuat profil tanah pada Seluruh areal Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati, Camat Laung
lahan, sifat fisik, perubahan sifat fisik, titik-titik tertentu. penambangan bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Tuhup dan Sumber
penempatan dan kima, erosi, kima, erosi, dan b. Mengebor sampai kedalaman kegiatan dan Sumber Barito, Barito, Dinas
pengupasan tanah dan kesuburan kesuburan tanah serta kurang dari 120 cm atau pertambangan Dinas Lingkungan Lingkungan Hidup,
pucuk dan sub tanah serta sedimentasi kedalaman efektif tanah. Hidup, dan Dinas dan Dinas
soil, serta sedimentasi c. Mengambil contoh tanah tidak Pertambangan Pertambangan
penambangan terganggu dengan Kabupaten Murung Kabupaten Murung
batubara menggunakan ring sampel.. Raya Raya
d. Mengambil contoh tanah
terganggu secara komposit
sebanyak 1 kg.
e. Struktur tanah ditetapkan
langsung di lapangan
f. Pengukuran tingkat infiltrasi
tanah dilakukan dengan
menggunakan sebuah alat
Doble Ring Infiltrometer

RPL PT. MARUWAI COAL 8


TABEL LAMPIRAN 1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
6. Kualitas fisik- Penempatan dan Parameter Kualitas air di sekitar Jumlah titik sampling ditentukan Areal penambangan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati, Camat Laung
kimia air pengupasan tanah fisik, rencana penambangan setelah dilakukan pengukuran bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Tuhup dan Sumber
pucuk dan sub temperatur, batubara PT. MARUWAI debit aliran sungai. Pengambilan kegiatan dan Sumber Barito, Barito, Dinas
soil, zat padat COAL agar tidak sampel dilakukan secara place pertambangan Dinas Pertambangan,
penambangan tersuspensi melebihi baku mutu air and time composite, Selanjutnya berlangsung Pertambangan, Dinas Lingkungan
batubara, sistem (TSS), pH limbah untuk kegiatan sampel diawetkan dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas
kelistrikan, parameter penambangan batubara menggunakan H2SO4 dan HNO3 Hidup, Dinas Kesehatan
pengangkutan kimia terdiri yang disesuaikan dengan Kesehatan Kabupaten Murung
batubara, dan dari Mangan parameternya. Sedangkan Kabupaten Murung Raya
preparasi batubara (Mn), pengujian air asam tambang Raya
Tembaga (Cu), dilakukan dengan metode Analisis
Nitrat (NO3), Karakteristik Geokimia.
Nitrit (NO2), Data hasil pengujian laboratorium
BOD205, COD, dibandingkan dengan baku mutu
dan air kelas II sebagaimana yang
Minyak/Lemak tercantum pada Lampiran I
Peraturan Pemerintah Nomor 82
Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air.
7. Potensi Pembersihan Lama dan luas Meminimalisasi Metode pengumpulan data adalah Daerah-daerah yang Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati, Camat Laung
kebakaran lahan dan sistem area yang peningkatan potensi dengan menggunakan metode rentan terhadap bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Tuhup dan Sumber
kelistrikan terbakar kebakaran wawancara dan pengukuran, serta kebakaran perusahaan dan Sumber Barito, Barito, Dinas
pengamatan langsung ke lokasi. beroperasi Dinas Pertambangan,
Data hasil pengkuran dan Pertambangan, Dinas Lingkungan
pengamatan disajikan dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kepolisian,
metode tabulasi dan persentase Hidup, Kepolisian, dan Dinas
dan Dinas Kehutanan
Kehutanan Kabupaten Murung
Kabupaten Murung Raya
Raya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
B. Komponen Biologi

RPL PT. MARUWAI COAL 9


TABEL LAMPIRAN 1

1. Flora Pembersihan Kelimpahan Meminimalisasi Pengumpulan data vegetasi akan Areal pertambangan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
lahan jenis & penurunan kelimpahan dilakukan baik secara langsung bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
keragaman jenis dan maupun melalui penelusuran data kegiatan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
flora keanekaragaman Flora sekunder pada beberapa contoh pertambangan Dinas Dinas Lingkungan
yang mencakup tipe-tipe vegetasi Pertambangan, Hidup, Dinas
yang ada di lokasi studi. Untuk Dinas Lingkungan Pertanian, dan Dinas
mendapatkan informasi atau data Hidup, Dinas Kehutanan
dari seluruh populasi akan Pertanian, dan Kabupaten Murung
dilakukan dengan mengambil Dinas Kehutanan Raya
cuplikan atau sampel terbatas. Kabupaten Murung
Metode yang digunakan adalah Raya
metode kuadrat dengan lebar 20 m
yang ditempatkan memotong
kontur lahan. Pengamatan
dilakukan pada setiap strata
pertumbuhan (semai, pancang,
tiang dan pohon) dengan mencatat
jenis dan jumlah individu.
Berdasarkan data hasil
pengukuran vegetasi, maka akan
diketahui kerapatan masing-
masing jenis, frekuensi dan
dominasi serta INP dari setiap
jenis
2. Fauna Pembersihan Kelimpahan Meminimalisasi Pengumpulan data primer akan Areal pertambangan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
lahan jenis & penurunan kelimpahan dilakukan dengan observasi bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
keragaman jenis dan langsung di lapangan untuk kegiatan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
fauna keanekaragaman fauna mengetahui jenis-jenis penyebaran pertambangan Dinas Dinas Lingkungan
satwa liar. Satwa liar yang akan Pertambangan, Hidup, Dinas
diamati adalah mamalia, burung, Dinas Lingkungan Pertanian, dan Dinas
reptilia, amphibi dan serangga. Hidup, Dinas Kehutanan
Untuk mamalia selain perjumpaan Pertanian, dan Kabupaten Murung
langsung, akan diamati Dinas Kehutanan Raya
berdasarkan tanda atau jejak yang Kabupaten Murung
ditinggalkan, sedangkan untuk Raya
primata diidentifikasi dari suaranya.
Hasil pengamatan dinyatakan
dalam satuan individu per luasan
areal

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

RPL PT. MARUWAI COAL 10


TABEL LAMPIRAN 1

3. Biota perairan Penempatan dan Kelimpahan Meminimalisasi Pengambilan contoh Areal Penambangan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati, Camat Laung
pengupasan tanah jenis dan penurunan kelimpahan makrobenthos dilakukan dengan bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Tuhup dan Sumber
pucuk dan sub keanekaraga- jenis dan keanekaraga- cara mengambil substrat dasar perusahaan dan Sumber Barito, Barito, Dinas
soil, man biota man biota perairan perairan dengan alat Grab- beroperasi Dinas Pertambangan,
penambangan perairan Sampler. Contoh plankton Pertambangan, Dinas Lingkungan
batubara, sistem diawetkan dengan larutan Lugol Dinas Lingkungan Hidup, Dinas
kelistrikan, dan (1:100) dan makrozoobenthos Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas
preparasasi yang diambil dan dimasukkan ke Pertanian, dan Kehutanan
batubara dalam kantong plastik hitam. Dinas Kehutanan Kabupaten Murung
Setelah disaring dan diidentifikasi Kabupaten Murung Raya
organisme benthos diawetkan Raya
dengan formalin 10%. Identifikasi
plankton dengan literatur dari
beberapa litelatur Davis (1955),
Nedham and Nedham (1963),
Mizuno (1964) dan Prescott
(1970), khusus untuk benthos
menggunakan pedoman
Edmonsond (1959) dan Pennack
(1978).
Jenis-jenis nekton atau ikan yang
terdapat di sungai dikoleksi dari
tangkapan penduduk serta
dilakukan penelusuran dan
mewawancarai penduduk di sekitar
areal pertambangan batubara dan
studi pustaka. Identifikasi jenis ikan
menurut Saanin (1984); Kottelat,
et al. (1993).
C. Komponen Sosial, Ekonomi, dan Budaya
1. Kesempatan Pengangkutan Terbukanya Mengembangkan Melakukan pengamatan langsung Desa Muara Laung Pada saat PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
kerja dan batubara peluang dampak positif dan wawancara dengan I, Tawai Hawui, kegiatan COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
berusaha dan Kesempatan peningkatan masyarakat sekitar lokasi Muara Maruwai I pengangkut dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
tingkat kerja dan Kesempatan kerja dan penambangan yang penentuannya dan II, Pendasiron, batubara Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
pendapatan berusaha berusaha melalui metode random sampling. Tumbang Baloi, Hidup, dan Dinas Hidup, dan Dinas
Wawancara dilakukan melalui Batu Tojah, Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja dan
penyebaran angket (kuisioner) Tumbang Bauh, Kependudukan Kependudukan
terstruktur didukung dengan depth Tumbang Masalo, Kabupaten Murung Kabupaten Murung
interview. Analisis data dilakukan Liang Nyaling, Raya Raya
secara kuantitatif dan kualitatif Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup

RPL PT. MARUWAI COAL 11


TABEL LAMPIRAN 1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
2. Sikap dan Pengelolaan Ada tidaknya Mengembangkan Melakukan pengamatan langsung Desa Muara Laung Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
persepsi serta limbah klaim, protes dampak positif dan wawancara dengan I, Tawai Hawui, bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
keresahan maupun pengelolaan limbah masyarakat sekitar lokasi Muara Maruwai I perusahaan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
masyarakat dan gejolak dari penambangan yang penentuannya dan II, Pendasiron, beroperasi Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
potensi konflik masyarakat melalui metode random sampling. Tumbang Baloi, Hidup, dan Dinas Hidup, dan Dinas
Wawancara dilakukan melalui Batu Tojah, Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja dan
penyebaran angket (kuisioner) Tumbang Bauh, Kependudukan Kependudukan
terstruktur didukung dengan depth Tumbang Masalo, Kabupaten Murung Kabupaten Murung
interview. Analisis data dilakukan Liang Nyaling, Raya Raya
secara kuantitatif dan kualitatif Hingan Tokong,
Kohong, Dirung
Sararung, dan
Muara Tuhup
D. Komponen Kesehatan Masyarakat
1. Potensi Pembersihan Meningkatnya Menimalisasi Melakukan pengamatan langsung Pada saat kegiatan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati, Camat Laung
kecelakaan lahan, potensi kecelakaan akibat dan wawancara dengan Pembersihan lahan, bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Tuhup dan Sumber
penempatan dan kecelakaan kegiatan pembersihan masyarakat sekitar lokasi penempatan dan perusahaan dan Sumber Barito, Barito, Dinas
pengupasan tanah lahan, penempatan dan penambangan yang penentuannya pengupasan tanah beroperasi Dinas Lingkungan Lingkungan Hidup,
pucuk dan sub pengupasan tanah melalui metode random sampling. pucuk dan sub soil, Hidup, Dinas Dinas Kesehatan,
soil, pucuk dan sub soil, Wawancara dilakukan melalui penambangan Kesehatan, Kepolisian, dan
penambangan penambangan batubara, penyebaran angket (kuisioner) batubara, sistem Kepolisian, dan Dinas Tenaga Kerja
batubara, sistem sistem kelistrikan, terstruktur didukung dengan depth kelistrikan, Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan
kelistrikan, pengangkutan batubara, interview. Analisis data dilakukan pengangkutan dan Kependudukan Kabupaten Murung
pengangkutan dan preparasi batubara secara kuantitatif dan kualitatif batubara, dan Kabupaten Murung Raya
batubara, dan preparasi batubara Raya
preparasi batubara
III. TAHAP PASCA OPERASI PENAMBANGAN
A. Komponen Geofisik-Kimia
1. Iklim Mikro Reklamasi dan Perubahan Mengembangkan Data dan informasi iklim diwilayah Seluruh areal Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
rehabilitasi lahan suhu, dampak positif kegiatan studi dikumpulkan melalui data- penambangan bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
bekas tambang kelembaban, reklamasi dan data sekunder dan kepustakaan bekas tambang perusahaan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
dan curah rehabilitasi lahan. dari stasiun-stasiun klimatologi di beroperasi Dinas Dinas
hujan rencana lokasi tambang dan Pertambangan, Pertambangan,
daerah terdekat dengan lokasi Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
proyek Hidup Murung Raya Hidup Murung Raya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

RPL PT. MARUWAI COAL 12


TABEL LAMPIRAN 1

2. Tanah Reklamasi dan Perubahan Mengembangkan a. Membuat profil tanah pada Seluruh areal Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati Murung Raya,
rehabilitasi lahan suhu, dampak positif kegiatan titik-titik tertentu. penambangan bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Camat Laung Tuhup
bekas tambang kelembaban, reklamasi dan g. Mengebor sampai kedalaman bekas tambang perusahaan dan Sumber Barito, dan Sumber Barito,
dan curah rehabilitasi lahan. kurang dari 120 cm atau beroperasi Dinas Dinas
hujan kedalaman efektif tanah. Pertambangan, Pertambangan,
h. Mengambil contoh tanah tidak Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
terganggu dengan Hidup, Badan Hidup, Badan
menggunakan ring sampel.. Pertanahan, dan Pertanahan, dan
i. Mengambil contoh tanah Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan
terganggu secara komposit Kabupaten Murung Kabupaten Murung
sebanyak 1 kg. Raya Raya
j. Struktur tanah ditetapkan
langsung di lapangan
k. Pengukuran tingkat infiltrasi
tanah dilakukan dengan
menggunakan sebuah alat
Doble Ring Infiltrometer
B. Komponen Biologi
1. Flora Reklamasi dan Keanekaraga Mengembangkan Pengumpulan data vegetasi akan Areal kegiatan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati, Camat Laung
rehabilitasi lahan man dan dampak positif kegiatan dilakukan baik secara langsung reklamasi dan bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Tuhup dan Sumber
bekas tambang kelimpahan reklamasi dan maupun melalui penelusuran data rehabilitasi lahan perusahaan dan Sumber Barito, Barito, Dinas
jenis flora rehabilitasi lahan. sekunder pada beberapa contoh bekas tambang beroperasi Dinas Pertambangan,
yang mencakup tipe-tipe vegetasi Pertambangan, Dinas Lingkungan
yang ada di lokasi studi. Untuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas
mendapatkan informasi atau data Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas
dari seluruh populasi akan Pertanian, dan Kehutanan
dilakukan dengan mengambil Dinas Kehutanan Kabupaten Murung
cuplikan atau sampel terbatas. Kabupaten Murung Raya
Metode yang digunakan adalah Raya
metode kuadrat dengan lebar 20 m
yang ditempatkan memotong
kontur lahan. Pengamatan
dilakukan pada setiap strata
pertumbuhan (semai, pancang,
tiang dan pohon) dengan mencatat
jenis dan jumlah individu.
Berdasarkan data hasil
pengukuran vegetasi, maka akan
diketahui kerapatan masing-
masing jenis, frekuensi dan
dominasi serta INP dari setiap
jenis

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

RPL PT. MARUWAI COAL 13


TABEL LAMPIRAN 1

2. Fauna Reklamasi dan Keanekaraga Mengembangkan Pengumpulan data primer akan Areal kegiatan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati, Camat Laung
rehabilitasi lahan man dan dampak positif kegiatan dilakukan dengan observasi reklamasi dan bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Tuhup dan Sumber
bekas tambang kelimpahan reklamasi dan langsung di lapangan untuk rehabilitasi lahan perusahaan dan Sumber Barito, Barito, Dinas
jenis fauna rehabilitasi lahan. mengetahui jenis-jenis penyebaran bekas tambang beroperasi Dinas Pertambangan,
satwa liar. Satwa liar yang akan Pertambangan, Dinas Lingkungan
diamati adalah mamalia, burung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas
reptilia, amphibi dan serangga. Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas
Untuk mamalia selain perjumpaan Pertanian, dan Kehutanan
langsung, akan diamati Dinas Kehutanan Kabupaten Murung
berdasarkan tanda atau jejak yang Kabupaten Murung Raya
ditinggalkan, sedangkan untuk Raya
primata diidentifikasi dari suaranya.
Hasil pengamatan dinyatakan
dalam satuan individu per luasan
areal
3. Biota perairan Reklamasi dan Keanekaraga Mengembangkan Pengambilan contoh Areal kegiatan Setiap 6 (enam) PT. MARUWAI Pemerintah Daerah, Bupati, Camat Laung
rehabilitasi lahan man dan dampak positif kegiatan makrobenthos dilakukan dengan reklamasi dan bulan selama COAL Camat Laung Tuhup Tuhup dan Sumber
bekas tambang kelimpahan reklamasi dan cara mengambil substrat dasar rehabilitasi lahan perusahaan dan Sumber Barito, Barito, Dinas
jenis biota rehabilitasi lahan. perairan dengan alat Grab- bekas tambang beroperasi Dinas Pertambangan,
perairan Sampler. Contoh plankton Pertambangan, Dinas Lingkungan
diawetkan dengan larutan Lugol Dinas Lingkungan Hidup, Dinas
(1:100) dan makrozoobenthos Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas
yang diambil dan dimasukkan ke Pertanian, dan Kehutanan
dalam kantong plastik hitam. Dinas Kehutanan Kabupaten Murung
Setelah disaring dan diidentifikasi Kabupaten Murung Raya
organisme benthos diawetkan Raya
dengan formalin 10%. Identifikasi
plankton dengan literatur dari
beberapa litelatur Davis (1955),
Nedham and Nedham (1963),
Mizuno (1964) dan Prescott
(1970), khusus untuk benthos
menggunakan pedoman
Edmonsond (1959) dan Pennack
(1978).
Jenis-jenis nekton atau ikan yang
terdapat di sungai dikoleksi dari
tangkapan penduduk serta
dilakukan penelusuran dan
mewawancarai penduduk di sekitar
areal pertambangan batubara dan
studi pustaka. Identifikasi jenis ikan
menurut Saanin (1984); Kottelat,
et al. (1993).

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

RPL PT. MARUWAI COAL 14


TABEL LAMPIRAN 1

RPL PT. MARUWAI COAL 15