Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

KEWARGANEGARAAN

UPAYA INDONESIA
DALAM MENGHADAPI PASAR BEBAS
TAHUN 2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha


Esa,karena berkat dan rahmat karunianya penyusun dapat membuat dan
menyelesaikan makalah ini.
Makalah berisikan pembelajaran mandiri tentang Kerjasama
Indonesia dalam Pendidikan untuk menghadapi pasar bebas tahun 2016
serta merupakan bentuk pertanggung jawaban atas tugas yang di berikan
Dosen Pengampuh dalam mata kuliah Kewarganegaraan , sekaligus salah
satu syarat untuk memenuhi nilai kami.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Desen Pengampuh
mata kuliah kewarganegaraan dan rekan-rekan yang telah banyak
membantu membuat makalah ini.
makalah ini di harapkan dapat bermanfaat bagi panyusun khususnya
dan pembaca umumnya,penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan
makalah ini masih mempunyai kekurangan, oleh karena itu dengan dada
lapang serta tangan dan hati terbuka penyusun mengengharapkan saran dan
kritiknya yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Kediri, 01 Nopember 2016

Penyusun
DAFTAR PUSTAKA
Kata Pengantar
Daftar Pustaka
.
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
1.4. Manfaat

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. AFTA 2015; Perdagangan Bebas dan Kesiapan SDM Indonesia


2.2. Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sebagai Upaya Menghadapi Pasar
Bebas Tahun 2015 Dan Globalisasi

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

1.5.Latar Belakang
perdagangan bebas internasional adalah sejarah pedagangan
internasional yang memfokuskan dalam perdagangan dari pasar terbuka.
Diketahui bahwa bermacam kebudayaan dalam perdagangan. Berdasarkan
hal ini, secara teoritis nasionalisasi sebagai kebijakan dari perdagangan
bebas akan menjadi mengunguntungkan ke Negara berkembang sepanjang
waktu. Teori ini berkemban dalam masa modern nya dari kebudayaan
komersi diinggris, dan lebih luas lagi eropa, sepanjang lima abad yang lalu.
Sebelum kemunculan perdagangan pasar bebas , dan berkelanjutan
hal tersebut hari ini, kebijakan Merkantilisme dari eropa telah berkembang
di tahun 1500. Ekonomi awal yang menolak merkantiisme adlaah david
richardo dan adam smith. Ekonomi yang menganjurkan perdagangan bebas
percaya kalau merupakan alas an mengapa bebearap kebudayaan secara
ekonomis makmur.
Di kawasan Asia Pasifik, pada awal 1990an semua bersemangat
dengan perdagangan bebas, dan sejumlah statistik klasik selalu dipaparkan
untuk menunjukkan dampak positif dari peningkatan perdagangan di
kawasan ini. AFTA kemudian lahir. Namun, setelah banyak negara anggota
mengalami kesulitan neraca pembayaran, tindakan mengurangi impor mulai
diterapkan. Sekali lagi prinsip perdagangan bebas dikorbankan demi
kepentingan nasional. Jadi, harus diakui dunia memang belum siap dengan
sistem perdagangan bebas.
Apa peranan bangsa indonesia dan apa untung dan rugi bagi
indonesia apabila telah dilaksanakan perdagangan bebas.?
Untungnya, akan banyak barang2 impor yang masuk ke Indonesia
dengan harga yang lebih murah sehingga masyarakat Indonesia akan
dimanjakan dengan banyaknya barang2 impor berkualitas dari luar negeri
dengan harga terjangkau dan murah karena tak ada lagi pajak impor.
Kerugiannya jauh lebih banyak, yaitu akan mematikan industri
nasional yang kalah bersaing dengan produk2 asing yang lebih kompetitif
dari segi kualitas& harga, masyarakat Indonesia akan menjadi masyarakat
konsumen yang hanya gemar mengkonsumsi tetapi tidak mampu
memproduksi, akan menjatuhkan ekonomi Indonesia karena banyak bisnis
& perusahaan lokal yang bangkrut sehingga menyebabkan banyak PHK &
pengangguran karena SDM lokal kalah bersaing dengan SDM asing.
Pada 2015 mendatang, kesepakatan Masyakarat Ekonomi ASEAN
atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Jika ingin tetap bisa bersaing,
Indonesia harus berbenah terutama dalam bidang pendidikan. Sebab, daya
saing beberapa sektor pendidikan dan industri utama kita masih kalah
dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Pendidikan Indonesia
tertantang untuk membekali pelajar dengan kemampuan bangsa asing.
Demikian pula dengan para pelajarnya yang harus berfikir untuk membekali
dirinya dengan bahasa asing untuk bersaing dalam pasar bebas. Dalam
menghadapi pasar bebas ini, pendidikan di Indonesia tidak perlu khawatir
namun sebaliknya harus semangat dan tertantang untuk menjadinkan
pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik sehingga dapat bersaing dengan
negara-negara lain pada era globalisasi ini. Oleh sebab itu kami
menganggap penting hal tersebut untuk dikaji ulang sehingga kami
membuat makalah ini dengan judul Kerja sama Indonesia dalam
Pendidikan untuk menghadapi pasar bebas.
1.6. Rumusan Masalah
1.6.1. Bagaimanakah upaya Indonesia dalam menghadapi pasar bebas tahun
2015 nanti?
1.6.2. Bagaimanakah kerjasama Indonesia di bidang Pendidikan dalam
menghadapi pasar bebas tahun 2015?
1.7. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.7.1. Untuk mengetahui upaya Indonesia dalam menghadapi pasar bebas 2015
nanti?
1.7.2. Untuk mengetahui kerjasama Indonesia dalam menghadapi pasar bebas
2015?
1.8. Manfaat
1.8.1. Menambah pengetahuan kita mengenai pasar bebas.
1.8.2. Kita dapat mengetahui bagaimana upaya Negara Indonesia dalam
menghadapi pasar bebas tahun 2015 nanti?
1.8.3. Kita dapat mengetahui tentang kerjasama Indonesia di bidang pendidikan
dalam menghadapi pasar bebas tahun 2015.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.2. AFTA 2015; Perdagangan Bebas dan Kesiapan SDM Indonesia


Apa kalian sudah tahu apakah AFTA itu ?. AFTA singkatan dari
Asean Free Trading Area. Dengan istilah perdagangan bebas di Asia
tenggara. Dibentuk pada tahun 1992 di singapura dengan mencetuskan
merencanakan perdagangan bebas melalui KTT (Konferensi Tingkat
Tinggi).
AFTA sendiri merupakan santapan panas bagi rakyat Indonesia
untuk mampu berkarya & membuat produk dalam negeri bisa di gunakan
oleh negara-negara khususnya Asia tenggara. memang banyak pengaruh
besar terhadap perekonomian indonesia. Tak hanya bidang ekonomi saja
melainkan bidan tenaga kerja pun bisa menjadi santapan untuk bekerja di
luar negeri Indonesia.

Manfaat dan Tantangan AFTA Bagi Indonesia


Manfaat:
Peluang pasar yang semakin besar dan luas bagi produk Indonesia,
dengan penduduk sebesar 500 juta dan tingkat pendapatan
masyarakat yang beragam;
Biaya produksi yang semakin rendah dan pasti bagi
pengusaha/produsen Indonesia yang sebelumnya membutuhkan
barang modal dan bahan baku/penolong dari negara anggota ASEAN
lainnya dan termasuk biaya pemasaran;

Pilihan konsumen atas jenis/ragam produk yang tersedia di pasar


domestik semakin banyak dengan tingkat harga dan mutu tertentu;

Kerjasama dalam menjalankan bisnis semakin terbuka dengan


beraliansi dengan pelaku bisnis di negara anggota ASEAN lainnya.

Tantangan:
Pengusaha/produsen Indonesia dituntut terus menerus dapat
meningkatkan kemampuan dalam menjalankan bisnis secara
professional dan bidang pendidikan guna dapat memenangkan
kompetisi dari produk yang berasal dari negara anggota ASEAN
lainnya baik dalam memanfaatkan peluang pasar domestik maupun
pasar negara anggota ASEAN lainnya.

2.3. MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA


MENGHADAPI PASAR BEBAS TAHUN 2015 DAN GLOBALISASI
Pendidikan Indonesia tertantang untuk membekali pelajar dengan
kemampuan bangsa asing. Demikian pula dengan para pelajarnya yang
harus berfikir untuk membekali dirinya dengan bahasa asing untuk bersaing
di era globalisasi ini. Dalam menghadapi pasar bebas dan globalisasi ini,
pendidikan di Indonesia tidak perlu khawatir namun sebaliknya harus
semangat dan tertantang untuk menjadinkan pendidikan di Indonesia
menjadi lebih baik sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lain pada
pasar bebas tahun 2015 nanti.
Upaya pemerintah menghadapi pasar bebas tahun 2015 ini salah
satunya dengan membuka kelas-kelas atau sekolah-sekolah yang
menggunakan dua bahasa dalam pembelajarannya yaitu Bahasa Indonesia
dan bahasa asing. Selanjutnya sekolah-sekolah ini disebut dengan bilingual
school. Pada sekolah ini siswanya disiapkan untuk dapat berkompetisi
tingkat internasional sesuai dengan bidang studinya. Selain itu siswa juga
dibekali dengan kemampuan bahasa asing sehingga dalam berkompetisi
taraf internasional tidak terhalang dengan kurang mampunya ia dalam
berbahasa asing khususnya bahasa inggris.
Selain itu, upaya yang dilakukan adalah dengan membuka program
kelas internasional pada berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah
dasar hingga. Dengan globalisasi pendidikan diharapkan tenaga kerja
Indonesia dapat bersaing di pasar dunia. Apalagi dengan akan diterapkannya
perdagangan bebas, misalnya dalam lingkup negara-negara ASEAN, mau
tidak mau dunia pendidikan di Indonesia harus menghasilkan lulusan yang
siap kerja agar tidak menjadi budak di negeri sendiri. Pendidikan model
ini juga membuat siswa memperoleh keterampilan teknis yang komplit dan
detil, mulai dari bahasa asing, computer, internet sampai tata pergaulan
dengan orang asing dan lain-lain. Sisi positif lain dari liberalisasi pendidikan
yaitu adanya kompetisi. Sekolah-sekolah saling berkompetisi meningkatkan
kualitas pendidikannya untuk mencari peserta didik.

Pengaruh arus globalisasi tidak dapat ditolak oleh pendidikan di


Indonesia. Globalisasi pendidikan harus tetap dihadapi dengan mengambil
hal-hal positif dan membuang hal-hal yang negatif. Dalam menghadapi arus
globalisasi tidak perlu dengan kekhawatiran yang berlebih namun
diperlukan semangat juang yang tinggi untuk dapat bersaing dalam segala
bidang khususnya pendidikan.

Dalam menghadapi pasar bebas tahun 2015 ini perlunya dukungan


dari semua elemen pendidikan baik dari guru, peserta didik, orang tua,
maupun dari pemerintah. Dampak ini memang sangat besar pengaruhnya
terhadap pendidikan. Pendidikan akan semakin memburuk ketika elemen-
elemen pendidikan tidak mampu menyeleksi perubahan-perubahan yang
terjadi. Berbeda hasilnya ketika semua elemen pendidikan dapat menyeleksi
yang terbaik untuk pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia akan
maju karena adanya globalisasi. Hal ini dikarenakan adanya globalisasi
memungkinkan untuk memperoleh pengetahuan seluas-luasnya.

Untuk menghindari dampak negatif yang terjadi dan memperoleh


dampak positif globalisasi dalam bidang pendidikan maka perlunya sikap
acuh dari setiap elemen pendidikan.

1. Guru

Guru berkedudukan sebagai salah satu elemen pendidikan di


Indonesia. Guru mempunyai tanggung jawab penuh dalam mendidik siswa
bukan hanya mengajarkan pengetahuannya. Guru harus mampu mendidik
siswa agar siswa-siswanya dapat menyeleksi arus globalisasi yang masuk di
Indonesia. Guru juga harus mampu berfikir kritis dalam menghadapi arus
pasar bebas tahun 2015 dan globalisasi serta tidak perlu terlalu resah
terhadap globalisasi pendidikan di Indonesia.
Selain itu guru juga harus membekali siswa dengan ilmu yang
mampu bersaing di kelas internasional. Dengan menjadikan siswa-siswanya
cerdas pada bidang ilmunya maka pendidikan di Indonesia akan dapat
bersaing dengan negara-negara lain dan bersaing dalam pasar bebas tahun
2015nanti. Untuk mendukung siswa dalam bersaing dan berkompetisi
tingkat internasional maka perlunya pula guru mata pelajaran dalam proses
pembelajarannya menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa asing
khususnya Bahasa Inggris. Oleh karena itu, seorang guru juga harus dapat
memahami bahasa asing agar pembelajaran yang menggunakan dua bahasa
ini dapat berjalan dengan lancar.

2. Peserta Didik (Siswa maupun Mahasiswa)

Selain tugas utama seorang siswa/mahasiswa yaitu belajar, seorang


siswa juga harus mampu memilah dan memilih segala pengaruh yang masuk
dalam dirinya, baik itu pengaruh dari teman sebayanya, lingkungannya,
maupun media masa. Dampak dari pengaruh globalisasi terhadap siswa
akan sangat mungkin berdampak negatif dan menghancurkan dirinya jika
tidak segera ditanggulangi.

Baik pengaruh positif maupun negatif dari pasar bebas dan


globalisasi akan sangat terlihat jelas bagi siswa dalam perilaku dan tingkah
lakunya sehari-hari. Hal itu dikarenakan mereka masih dalam masa-masa
labil, dan masa-masa dimana selalu ingin mencoba sesuatu hal yang
dianggap baru. Hal ini yang perlu diperhatikan bagi orang-rang dewasa yang
ada disekitarnya.

Akses internet yang terbuka seluas-luasnya akan berdampak buruk


bagi siswa jika digunakan untuk mengakses video porno, maupun gambar-
gambar lainnya yang tidak sepantasnya mereka akses. Namun akan sangat
baik jika akses internet digunakan oleh mereka untuk mencari informasi dan
pengetahuan sebanyak-banyaknya karena dunia ini akan terasa sempit
melaui dunia maya.

Intelektual murid harus luas, agar ia bisa menghadapi arus


globalisasi dan tidak ketinggalan zaman, apalagi sampai terbawa arus.
Selain itu, dimensi emosional dan spiritual siswa juga harus terdidik dengan
baik, agar bisa melahirkan perilaku yang baik dan bisa bertahan diantara
pengaruh demoralisasi di era globalisasi dengan prinsip spiritualnya.

3. Orang Tua

Orang tua atau keluarga dianggap sebagai pendidikan pertama bagi


anak sebelum mereka dikenalkan dengan dunia luar. Pengaruh keluarga juga
sangat besar dalam pertumbuhan seorang anak, karena disamping
mempunyai kedekatan secara emosional, mereka juga mempunyai tingkat
kebersamaan yang lebih karena tinggal dalam satu atap atau satu rumah.

Peran orang tua untuk mencari tau segala kegiatan yang dilakukan
oleh anak-anaknya sangat penting, dimana jika keluarga sedikit
mengabaikan itu maka akan berdampak pada kepribadian dan perilaku anak-
anaknya yang tidak terkontrol. Orang tua terkadang memberikan
sepenuhnya kepada sekolah dalam mendidik dan mengembangkan potensi
anak, padahal tidak sampai disitu saja karena kontrol dari sekolah terbatas
hanya dalam jam pelajaran sekolah.

BAB III
PENUTUP
3.3. KESIMPULAN
Dari berbagai uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa AFTA
sendiri merupakan santapan panas bagi rakyat Indonesia untuk mampu
berkarya & membuat produk dalam negeri bisa di gunakan oleh negara-
negara khususnya Asia tenggara. memang banyak pengaruh besar terhadap
perekonomian indonesia. Tak hanya bidang ekonomi saja melainkan bidan
tenaga kerja pun bisa menjadi santapan untuk bekerja di luar negeri
Indonesia.
Untuk menghindari dampak negatif yang terjadi dan memperoleh
dampak positif globalisasi dalam bidang pendidikan maka perlunya sikap
acuh dari setiap elemen pendidikan dari Guru/ Dosen, Siswa/Mahasiswa dan
juga dari Orang tua.
3.4. SARAN
Saran Dari penelitian makalah ini, pemerintah sebaiknya
memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada dalam Peningkatan
pendidikan untuk menghadapi pasar bebas tahun 2015 nanti.

DAFTAR PUSTAKA
http://nainanggraeni.wordpress.com/2013/03/26/meningkatkan-kualitas-
pendidikan-sebagai-upaya-menghadapi-globalisasi/
http://putericitraeffendy.blogspot.com/2012/05/pasar-bebas_19.html
http://www.academia.edu/6574013/PENDIDIKAN_ENTREPRENEURSHI
P_SEBAGAI_STRATEGI_PENINGKATAN_DAYA_SAING_BANGSA_D
ALAM_MENGHADAPI_AEC
http://www.kontan.co.id/index.php/topik/pasar-bebas-asean-mea
http://rohmatheri.blogspot.co.id/2014/11/makalah-upaya-indonesia-
dalam.html